Bukan Cuma Matcha, 4 Superfood Jepang Ini Bermanfaat untuk Imunitas

Bukan Cuma Matcha, 4 Superfood Jepang Ini Bermanfaat untuk Imunitas

Jakarta – Di Jepang ada beberapa bahan makanan yang disebut superfood. Selain matcha, konsumsi superfood ini juga bagus untuk meningkatkan imunitas tubuh.

Superfood merupakan istilah yang disematkan untuk makanan atau bahan makanan yang punya nutrisi super. Makanan tersebut biasa memiliki kandungna nutrisi tinggi dan beragam yang bermanfaat untuk kesehatan.

Superfood identik kaya akan vitamin, mineral, serat, protein, antioksidan, atau senyawa bioaktif lainnya. Jenis makanan ini mudah ditemukan di Jepang, dengan salah satu yang terkenal adalah matcha.

Namun, sebenarnya ada superfood lain dari Jepang yang bisa dikonsumsi untuk meningkatkan imunitas tubuh. Dilansir dari Savvy Tokyo (30/3/2020), berikut 5 daftarnya:

1. Matcha

Matcha merupakan bubuk teh hijau Jepang yang biasa diolah menjadi minuman tradisional. Untuk membuat matcha, daun teh hijau dikeringkan lalu dihaluskan hingga menjadi bubuk.

Untuk menikmati segelas matcha, kamu tinggal menyeduhnya. Tuang bubuk matcha ke dalam gelas kecil lalu berikan air panas dan aduk pakai pengaduk bambu (chasen). Warna matcha hijau pekat dan rasanya cenderung pahit.

Matcha memiliki kandungan antioksidan yang tinggi bahkan melebihi teh hijau biasa. Karena itulah matcha bermanfaat untuk menjaga imunitas tubuh. Selain itu konsumsi matcha juga dapat bermanfaat untuk mengurangi risiko penyakit jantung, kolesterol, dan lainnya.

2. Miso

Miso merupakan superfood Jepang yang terbuat dari fermentasi rebusan kedelai, beras, serta garam. Miso berbentuk pasta yang digunakan sebagai bumbu masak untuk berbagai jenis makanan Jepang. Paling umum bumbu ini digunakan untuk membuat sup miso atau marinasi daging dan sayuran.

Miso dibedakan dalam 3 jenis yang dilihat dari warnanya. Shiro miso yang berwarna putih ini difermentasi lebih dari 2 bulan. Untuk shinsu miso (kuning) masa fermentasinya lebih lama sedikit dari shiro miso. Sedangkan untuk aka miso (merah) masa fermentasinya yang paling lama hingga 3 tahun, bahkan rasanya lebih asin dan sangat pekat.

Miso dikenal banyak tinggi kandungan probiotik dan bakteri bermanfaat untuk tubuh. Kandungan probiotik ini dapat meingkatkan kesehatan usus serta menjaga imunitas tubuh. Miso juga tinggi protein, mineral, dan beragam vitamin.

3. Rumput laut

Rumput laut merupakan superfood Jepang yang banyak dipakai untuk beragam makanan. Rumput laut memiliki beragam jenis yang dibedakan dari fungsinya, seperti nori (rumput laut kering) yang digunakan untuk membungkus sushi atau campuran bahan makanan lainnya.

Lalu ada konbu yang merupakan lempengan rumput laut kering dan keras, biasanya digunakan untuk membuat dashi (kaldu). Ada juga wakame yang biasa digunakan untuk campuran sup, salad, dan sunomono atau lauk lainnya berbasis cuka.

Terakhir ada hijiki yang merupakan rumput laut hitam kecil, rasanya ringan dan biasa dikonsumsi sebagai salad atau tumisan. Beragam rumput laut tersebut baik untuk dikonsumsi dan dapat menjaga imunitas tubuh Anda. Karena di dalamnya mengandung vitamin, mineral, protein, zat besi, dan serat.

4. Natto

Natto merupakan superfood andalan orang Jepang. Makanan ini sangat populer sebagai menu sarapan orang Jepang karena menyehatkan. Natto terbuat dari kacang kedelai kuning yang difermentasi dengan bakteri khusus.

Saat disajikan kedelai ini memiliki tekstur yang berlendir. Cita rasa dan aroma natto sangat khas karena aromanya tajam dan tak sedap. Oleh karena itu, banyak orang tidak menyukainya.

Walau terlihat menjijikan, natto sangat menyehatkan. Makanan fermentasi ini memiliki kandungan probiotik yang tinggi sehingga dapat menyehatkan sistem pencernaan. Natto juga dapat digunakan untuk menjaga imunitas tubuh dengan baik.

5. Yuzu

Yuzu masih satu keluarga dengan citrus seperti jeruk. Yuzu merupakan buah asli Jepang, rasanya perpaduan antara lemon dan grapefruit. Buah ini salah satu superfood yang banyak dikonsumsi oleh orang Jepang.

Untuk mengonsumsinya yuzu banyak diolah menjadi minuman seperti jus. Banyak juga yang mencampurkannya ke minuman lain seperti teh, soda, bahkan minuman beralkohol di Jepang.

Yuzu juga bisa digunakan untuk saus dengan mencampurkannya bersama cuka beras, sake manis, dan bahan lainnya.

Seperti buah citrus lainnya, sudah dapat dipastikan kalau yuzu juga mengandung vitamin C tinggi. Kandungan tersebutlah yang dapat digunakan sebagai asupan untuk menjaga imunitas tubuh. Yuzu juga mengandung antioksidan yang berfungsi baik untuk antiinflamasi dan menyehatkan aliran darah.

Sumber : https://food.detik.com/info-sehat/d-8613463/bukan-cuma-matcha-4-superfood-jepang-ini-bermanfaat-untuk-imunitas

6 Jurusan dengan Lulusan Paling Banyak Menganggur Versi Forbes, Bidang Apa Saja?

6 Jurusan dengan Lulusan Paling Banyak Menganggur Versi Forbes, Bidang Apa Saja?

Jakarta – Sebuah studi dari Bank Federal Reserve New York mengungkapkan jurusan-jurusan dengan tingkat pengangguran tertinggi. Lulusan kampus yang dianalisis adalah mereka yang berusia 22 hingga 27 tahun dengan gelar sarjana atau lebih tinggi.

Studi yang mengambil data dari Sensus Amerika Serikat tahun 2024, menganalisis 73 jurusan perguruan tinggi yang berbeda. Hasilnya, sejumlah jurusan di bidang humaniora memiliki lulusan yang paling banyak menganggur.

Antropologi menjadi jurusan dengan tingkat pengangguran tertinggi sebesar 7,9 persen. Disusul teknik komputer sebesar 7,8 persen.

Berikut daftarnya, dikutip dari Forbes.

Daftar Jurusan dengan Tingkat Pengangguran Tertinggi

  1. Antropologi (7,9%)
  2. Teknik komputer (7,8%)
  3. Seni rupa (7,7%)
  4. Seni pertunjukan (7%)
  5. Ilmu komputer (7%)
  6. Arsitektur (6,8%)

Jurusan seni, humaniora, dan ilmu sosial menyumbang sebagian besar tingkat pengangguran tertinggi di antara lulusan baru.

Sebaliknya, beberapa jurusan memiliki tingkat pengangguran terendah. Dua di antaranya adalah jurusan pendidikan khusus dan bahasa asing.

Berikut daftar jurusan yang memiliki tingkat pengangguran terendah.

Daftar Jurusan dengan Tingkat Pengangguran Terendah

  1. Pendidikan khusus (0,7%)
  2. Pendidikan umum (1,1%)
  3. Pendidikan dasar (1,2%)
  4. Pertanian (1,4%)
  5. Bahasa asing (1,6%)
  6. Geografi (1,6%)

Bidang Pekerjaan Apa yang Paling Ketat?

Menurut kepala ekonom di Glassdoor, Daniel Zhao, jurusan yang memiliki pasar kerja yang sangat ketat adalah seni rupa atau seni pertunjukan. Namun, jurusan lain yang tak ketat justru sangat menarik dan menawarkan pekerjaan dengan gaji tinggi, seperti teknik komputer atau ilmu komputer.

Hal ini menunjukkan bahwa potensi pasar kerja yang ketat, tidak berkaitan dengan gaji yang tinggi. Beberapa lulusan, memilih untuk menganggur beberapa waktu untuk mendapatkan pekerjaan dengan gaji yang mereka inginkan.

“Misalnya, seorang lulusan ilmu komputer kesulitan mencari pekerjaan di bidang teknologi di pasar saat ini, tetapi mereka tahu bahwa jika mereka bisa mendapatkan pekerjaan tersebut, itu akan sepadan karena gaji di bidang teknologi jauh lebih tinggi daripada industri lain,” kata Zhao, dikutip dari Business Insider.

“Jadi mereka rela menunggu sampai ada posisi yang bagus,” imbuhnya.

Zhao menyarankan agar para lulusan yang tengah menunggu mendapatkan kerja berupaya membangun jaringan, termasuk memanfaatkan layanan karier di almamater mereka dan berbicara dengan alumni. Ia juga menyarankan agar lulusan bisa memperluas pencarian pekerjaan mereka karena mungkin ada peran yang membutuhkan keterampilan mereka yang belum dipertimbangkan oleh para pencari kerja untuk dilamar.

Sumber : https://www.detik.com/edu/detikpedia/d-8614294/6-jurusan-dengan-lulusan-paling-banyak-menganggur-versi-forbes-bidang-apa-saja

7 Kebiasaan Orang Tua Ini Merusak EQ Anak, Wajib Hindari

7 Kebiasaan Orang Tua Ini Merusak EQ Anak, Wajib Hindari

Jakarta, CNN Indonesia — Memiliki anak dengan kecerdasan emosional atau EQ yang baik tentu menjadi harapan banyak orang tua. Soalnya, kesuksesan anak di masa depan tidak hanya ditentukan oleh IQ, tetapi juga oleh EQ.

EQ membantu anak memahami emosi, berempati, mengelola stres, dan menyelesaikan konflik dengan lebih sehat. Namun untuk meningkatkan EQ anak, penting bagi orang tua untuk menjadi role model bagi anak.

Sayangnya, ada sejumlah kebiasaan orang tua yang merusak EQ anak tanpa disadari. Ini dia beberapa di antaranya:

1. Terlalu sering menghindarkan anak dari kegagalan

Sebagai orang tua, wajar jika ingin melindungi anak dari kesulitan. Namun, terlalu sering turun tangan untuk mencegah anak gagal justru membuat mereka tidak belajar menghadapi tantangan.

Menurut CNBC Make It, anak perlu merasakan kegagalan sebagai bagian dari proses tumbuh kembang. Dari kegagalan, mereka belajar bangkit, mencoba lagi, dan membangun ketangguhan emosional.

2. Meremehkan perasaan anak

Kalimat seperti “jangan lebay” atau “itu bukan masalah besar” sering terdengar sepele, tetapi dampaknya cukup dalam. Saat perasaan anak diremehkan, mereka belajar emosinya tidak penting.

Akibatnya, anak bisa tumbuh menjadi pribadi yang sulit mengekspresikan perasaan dengan sehat. Orang tua perlu memvalidasi emosi anak, lalu bantu dengan mencari solusi bersama.

3. Menuntut kesempurnaan

Mendorong anak untuk berprestasi memang baik, tetapi menuntut kesempurnaan secara terus-menerus bisa menjadi beban psikologis.

Kebiasaan orang tua yang satu ini dapat merusak EQ anak. Ekspektasi yang terlalu tinggi dapat membuat anak takut salah, mudah cemas, dan kehilangan rasa percaya diri.

4. Mengancam akan meninggalkan anak

Saat anak tantrum di tempat umum, orang tua mungkin tergoda mengucapkan ancaman seperti, “Kalau kamu tidak ikut, Ayah/Ibu tinggal.”

“Mengancam anak bisa sangat menakutkan karena anak-anak mengandalkan orang dewasa untuk menjaga keselamatan mereka,” kata pakar perkembangan anak, Tovah Klein, seperti dilansir Business Insider.

Jika rasa aman itu terganggu, anak bisa menjadi cemas dan takut ditinggalkan. Disiplin tetap penting, tetapi gunakan cara yang tegas tanpa menakut-nakuti.

5. Selalu berusaha membuat anak bahagia

Ingin anak bahagia adalah hal yang sangat wajar. Namun, berusaha membuat anak senang sepanjang waktu justru tidak realistis. Anak juga perlu belajar menghadapi rasa kecewa, kesal, dan sedih.

“Hal itu tidak memberi anak kesempatan untuk belajar mengatasi perasaan negatif. Ketika anak-anak mengalami stres ringan, mereka belajar mengatasi rintangan. Hal itu membantu membangun resiliensi,” ujar Klein.

6. Pengabaian emosional

Pengabaian emosional terjadi saat orang tua kurang memberikan perhatian, validasi, dan dukungan emosional pada anak. Kondisi ini bisa membuat anak merasa tidak dicintai, tidak berharga, dan kesepian.

Mengutip Healtians, dalam jangka panjang, pengabaian ini dapat memicu rendahnya harga diri, kecemasan, hingga depresi.

7. Terlalu mengontrol atau micromanaging

Orang tua yang terlalu mengatur setiap langkah anak dapat membuat mereka kehilangan rasa mandiri. Sikap terlalu mengontrol ini sering membuat anak merasa tidak dipercaya, mudah tertekan, dan takut mengambil keputusan.

Padahal, EQ berkembang saat anak diberi ruang untuk berpikir, memilih, dan belajar dari konsekuensi. Jika semua hal diatur orang tua, anak akan kesulitan mengenali kemampuan dirinya sendiri.

Membesarkan anak dengan EQ tinggi membutuhkan kesabaran, empati, dan komunikasi yang sehat. Hindari kebiasaan orang tua yang dapat merusak EQ anak seperti yang disebutkan di atas.

Sumber : https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20260812072033-284-1391268/7-kebiasaan-orang-tua-ini-merusak-eq-anak-wajib-hindari

Daftar Negara Paling Mudah Berikan Visa untuk Paspor Indonesia

Daftar Negara Paling Mudah Berikan Visa untuk Paspor Indonesia

Jakarta, CNN Indonesia — Proses mengurus visa sering menjadi kendala utama sebelum bepergian ke luar negeri. Persyaratan dokumen yang banyak, waktu pemrosesan yang lama, hingga biaya tambahan kerap membuat rencana liburan tertunda.

Kabar baiknya, ada sejumlah negara yang menawarkan pengurusan visa yang jauh lebih sederhana bagi pemegang paspor Indonesia.

Negara yang paling mudah memberikan visa untuk paspor Indonesia

Dirangkum dari berbagai sumber, berikut daftar negara yang paling mudah memberikan visa untuk paspor Indonesia beserta syarat umum yang perlu dipersiapkan.

1. Jepang

Jepang menjadi salah satu destinasi favorit wisatawan Indonesia yang menawarkan proses pengajuan visa cukup mudah.

Warga Negara Indonesia dapat mengajukan Temporary Visitor Visa dengan melengkapi sejumlah dokumen sesuai ketentuan. Persyaratan umum yang perlu disiapkan meliputi:

  • Paspor yang masih berlaku minimal 6 bulan.
  • Formulir aplikasi visa yang telah diisi.
  • Pas foto terbaru.
  • Bukti tiket pesawat atau rencana perjalanan.
  • Bukti reservasi hotel.
  • Itinerary perjalanan.
  • Rekening koran atau tabungan 3 bulan terakhir.
  • Surat keterangan bekerja, menjalankan usaha, atau berstatus sebagai mahasiswa.

Bagi pemegang e-Paspor Indonesia, tersedia fasilitas visa waiver atau bebas visa setelah melakukan proses registrasi sesuai ketentuan yang berlaku. Hal ini menjadikan Jepang sebagai salah satu negara yang paling mudah memberikan visa untuk paspor Indonesia.

2. Australia

Australia juga dikenal memiliki proses pengajuan visa yang cukup praktis karena seluruh permohonan Visitor Visa (Subclass 600) dapat dilakukan secara daring melalui sistem ImmiAccount.

Dokumen yang umumnya diperlukan antara lain:

  • Paspor yang masih berlaku.
  • Bukti kondisi keuangan.
  • Surat keterangan bekerja atau menjalankan usaha.
  • Itinerary perjalanan.
  • Bukti hubungan yang kuat dengan Indonesia, seperti pekerjaan, keluarga, atau kepemilikan aset.
  • Dokumen pendukung lain apabila diminta oleh petugas imigrasi.

Selama dokumen lengkap dan tujuan perjalanan jelas, peluang memperoleh visa Australia umumnya cukup baik.

3. Korea Selatan

Korea Selatan menawarkan Short-Term Tourist Visa (C-3) bagi wisatawan yang ingin berkunjung untuk keperluan liburan. Persyaratan yang biasanya diminta meliputi:

  • Paspor.
  • Formulir aplikasi visa.
  • Pas foto.
  • Rekening koran 3 bulan terakhir.
  • Surat keterangan kerja atau usaha.
  • Bukti tiket pesawat dan reservasi hotel.
  • Itinerary perjalanan.
  • Bukti kemampuan finansial.

Pemohon yang memiliki riwayat perjalanan internasional yang baik, umumnya memiliki peluang persetujuan visa yang lebih tinggi.

4. Negara Schengen

Visa Schengen memungkinkan wisatawan mengunjungi berbagai negara Eropa seperti Prancis, Belanda, Jerman, Italia, Spanyol, dan negara anggota Schengen lainnya hanya dengan satu visa.

Persyaratan umum yang harus dipenuhi antara lain:

  • Paspor yang masih berlaku.
  • Formulir aplikasi.
  • Pas foto.
  • Asuransi perjalanan dengan nilai pertanggungan minimal €30.000.
  • Bukti akomodasi.
  • Tiket perjalanan.
  • Itinerary.
  • Rekening koran 3 hingga 6 bulan terakhir.
  • Surat keterangan kerja atau usaha.
  • Bukti dana yang cukup selama berada di Eropa.

Meskipun persyaratannya cukup lengkap, proses pengajuan umumnya berjalan lancar apabila seluruh dokumen telah dipersiapkan dengan baik.

5. China

China memberikan Tourist Visa (L Visa) bagi wisatawan asing, termasuk pemegang paspor Indonesia, dengan persyaratan yang relatif mudah dipenuhi.

Dokumen yang biasanya diperlukan meliputi:

  • Paspor yang masih berlaku.
  • Formulir aplikasi visa.
  • Pas foto.
  • Tiket pesawat pulang-pergi.
  • Reservasi hotel atau surat undangan.
  • Bukti keuangan.
  • Jadwal perjalanan.
  • Dokumen pekerjaan atau usaha apabila diminta.

Selama seluruh persyaratan dipenuhi sesuai ketentuan, proses pengajuan visa China umumnya dapat berjalan dengan baik.

Nah, itulah negara yang paling mudah memberikan visa untuk paspor Indonesia. Meski demikian, setiap negara berhak mengubah kebijakan imigrasi sewaktu-waktu.

Karena itu, sebelum berangkat, pastikan selalu memeriksa informasi terbaru dari kedutaan atau otoritas imigrasi negara tujuan agar proses perjalanan berjalan lancar tanpa kendala.

Sumber : https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20260804170528-269-1388548/daftar-negara-paling-mudah-berikan-visa-untuk-paspor-indonesia

7 AI untuk Notulen Rapat yang Mengubah Cara Meeting, Catatan Otomatis dalam Hitungan Menit

7 AI untuk Notulen Rapat yang Mengubah Cara Meeting, Catatan Otomatis dalam Hitungan Menit

Rapat atau meeting merupakan kegiatan yang melibatkan dua orang atau lebih untuk berdiskusi, menyamakan tujuan, menyelesaikan permasalahan, maupun mengambil keputusan terkait pekerjaan.

Agar hasil pembahasan rapat tidak terlupakan dan dapat dijadikan sebagai acuan, setiap rapat perlu didokumentasikan dalam bentuk notulen.

Seiring perkembangan teknologi, proses pembuatan notulen kini dapat dilakukan secara otomatis dengan memanfaatkan Artificial Intelligence (AI).

AI notulen mampu merekam percakapan, membuat transkrip, menyusun ringkasan, serta mengidentifikasi poin-poin penting dan tindak lanjut (action items) dari hasil rapat.

Dengan demikian, Anda dapat lebih fokus mengikuti jalannya diskusi tanpa harus sibuk mencatat setiap pembahasan.

Lantas, aplikasi AI apa saja yang dapat digunakan untuk membantu proses pembuatan notulen rapat?

Daftar AI Terbaik untuk Membuat Notulen Rapat

Berikut adalah beberapa rekomendasi aplikasi AI yang dapat digunakan untuk membantu proses pembuatan notulen rapat secara otomatis:

1. Gemini AI

Tim INILAHcom mencoba memanfaatkan Gemini AI untuk membuat notulen atau catatan ringkas.

Namun, prosesnya bukan dengan merekam percakapan secara langsung menggunakan Gemini AI. Sebagai gantinya, tim menggunakan audio yang diambil dari salah satu video Shorts di akun YouTube INILAHcom.

Audio tersebut kemudian diunggah ke Gemini AI dengan permintaan untuk mengubahnya menjadi teks (transkrip).

Setelah proses transkripsi selesai, Gemini AI kembali diminta untuk menyusun hasil transkrip tersebut menjadi sebuah notulen atau catatan tertulis yang ringkas.

Hal yang cukup menarik, Gemini AI juga menampilkan durasi proses pengerjaannya.

Seluruh proses, mulai dari mengubah audio menjadi teks hingga menyusun notulen, hanya membutuhkan waktu sekitar 25 detik.

Dalam waktu yang relatif singkat tersebut, hasil yang diberikan tergolong sangat memuaskan.

Gemini AI tidak hanya menghasilkan transkrip audio yang lengkap, tetapi juga menyusun notulen dengan informasi yang runtut dan mudah dipahami.

Yang lebih mengesankan, Gemini AI turut memberikan kesimpulan dari isi pembahasan. Padahal, kesimpulan tersebut tidak diminta secara khusus oleh tim INILAHcom.

Fitur tambahan ini membuat hasil akhirnya terasa lebih lengkap dan siap digunakan.

Secara keseluruhan, tim INILAHcom merasa sangat puas dengan hasil yang diberikan oleh Gemini AI.

Kecepatan proses, kelengkapan transkrip, kualitas notulen, serta adanya kesimpulan otomatis menjadi nilai tambah yang membuat pengalaman menggunakan Gemini AI terasa sangat membantu.

2. Perplexity

Untuk mendapatkan perbandingan yang setara, tim INILAHcom menggunakan parameter yang sama saat menguji Perplexity.

Audio yang digunakan berasal dari salah satu video di akun YouTube INILAHcom.

Selanjutnya, dengan prompt yang sama seperti pada pengujian sebelumnya, tim INILAHcom meminta Perplexity untuk mengubah audio tersebut menjadi teks sekaligus membuat notulen dari isi pembahasan.

Dari hasil pengujian tersebut, tim INILAHcom menemukan bahwa Perplexity tidak menampilkan hasil konversi audio ke dalam bentuk transkrip teks secara terpisah.

Sebaliknya, AI ini langsung menyajikan notulen berdasarkan isi audio yang diberikan.

Menariknya, Perplexity turut memberikan informasi tambahan berupa topik pembahasan dan nama pembicara yang terdapat di dalam audio.

Hal ini menjadi perbedaan yang cukup mencolok dibandingkan Gemini AI, sekaligus menjadi nilai tambah karena tim INILAHcom dapat mengetahui siapa yang sedang berbicara pada setiap pembahasan.

Untuk hasil notulennya sendiri, Perplexity mampu menyusun ringkasan yang cukup baik dan lengkap.

Isi notulen mencakup pembahasan dari awal hingga akhir video, dengan penjelasan yang runtut sehingga mudah dipahami.

Selain itu, Perplexity juga memberikan kesimpulan dari hasil notulen yang telah dibuat.

Fitur ini menjadi salah satu kesamaan dengan Gemini AI, karena keduanya sama-sama mampu menyajikan ringkasan akhir yang memudahkan pengguna memahami inti pembahasan.

Secara keseluruhan, tim INILAHcom menilai Perplexity sangat dapat diandalkan untuk membuat notulen secara otomatis.

Kemampuannya dalam merangkum isi audio, menampilkan informasi mengenai topik dan pembicara, serta memberikan kesimpulan menjadikannya pilihan yang sangat berguna bagi Anda yang merekam rapat dalam bentuk audio dan ingin memperoleh notulen secara cepat dan praktis.

3. ClickUp

ClickUp merupakan platform manajemen proyek yang dilengkapi dengan fitur AI, yaitu ClickUp Brain, untuk membantu pengelolaan tugas dan dokumentasi rapat.

Melalui fitur AI Notetaker, ClickUp dapat bergabung ke rapat Zoom, Google Meet, maupun Microsoft Teams untuk merekam percakapan, membuat transkrip, dan menyusun ringkasan secara otomatis.

Keunggulan ClickUp adalah kemampuannya mengubah hasil rapat menjadi action items yang dapat langsung dibuat sebagai tugas lengkap dengan penanggung jawab dan tenggat waktu.

Selain itu, aplikasi ini menyediakan fitur pencarian berbasis AI untuk menemukan kembali informasi dari rapat sebelumnya.

Namun, sebagian besar fitur AI, termasuk AI Notetaker, hanya tersedia pada paket berlangganan berbayar.

4. tl;dv

tl;dv (Too Long; Didn’t View) merupakan aplikasi pencatat rapat berbasis AI yang mampu merekam, mentranskripsi, dan merangkum hasil rapat secara otomatis pada platform, seperti Google Meet, Zoom, dan Microsoft Teams.

Aplikasi ini banyak digunakan karena mampu mempercepat proses dokumentasi rapat.

Keunggulan tl;dv meliputi dukungan lebih dari 30 bahasa, termasuk Bahasa Indonesia, kemampuan mengenali pembicara, serta fitur Ask tl;dv yang memungkinkan pengguna mencari informasi tertentu dari isi rapat tanpa membaca seluruh transkrip.

Selain itu, versi gratisnya telah menyediakan fitur perekaman dan transkripsi tanpa batas untuk Google Meet dan Zoom.

Meskipun demikian, akurasi transkripsi dapat menurun pada percakapan yang menggunakan bahasa gaul, singkatan, atau disampaikan dengan tempo yang cepat.

5. Otter.ai

Otter.ai merupakan aplikasi asisten rapat berbasis AI yang dapat merekam percakapan, membuat transkrip secara real-time, dan menghasilkan notulen rapat secara otomatis.

Aplikasi ini dapat digunakan untuk rapat daring maupun tatap muka dan dikenal memiliki akurasi yang tinggi, terutama untuk percakapan berbahasa Inggris.

Fitur unggulan Otter.ai meliputi transkrip langsung selama rapat, OtterPilot yang dapat bergabung otomatis ke platform Zoom, Google Meet, dan Microsoft Teams, serta Otter Chat untuk menelusuri kembali informasi dari rapat yang telah berlangsung.

Namun, dukungan terhadap Bahasa Indonesia masih terbatas sehingga hasil transkripsi pada percakapan berbahasa Indonesia atau campuran sering kali kurang akurat.

6. Read.ai

Read.ai merupakan aplikasi berbasis kecerdasan buatan (AI) yang berfungsi untuk merekam, mentranskripsi, dan merangkum hasil rapat secara otomatis.

Aplikasi ini dapat digunakan pada berbagai platform konferensi video, seperti Zoom, Google Meet, dan Microsoft Teams, serta mendukung pencatatan rapat secara langsung.

Keunggulan Read.ai terletak pada kemampuannya menghasilkan ringkasan rapat yang berisi poin-poin penting, keputusan, dan action items secara otomatis.

Selain itu, aplikasi ini dapat mengenali pembicara, mengelompokkan pembahasan berdasarkan topik, serta menganalisis tingkat partisipasi setiap peserta selama rapat.

Read.ai juga menyediakan fitur Search Copilot yang memudahkan pengguna mencari informasi atau keputusan dari rapat sebelumnya tanpa harus membaca seluruh transkrip.

7. Krisp

Krisp merupakan aplikasi AI yang awalnya dikembangkan sebagai teknologi peredam kebisingan (noise cancellation) dan kini dilengkapi dengan fitur AI Meeting Assistant untuk merekam, mentranskripsi, serta membuat ringkasan rapat secara otomatis.

Aplikasi ini dapat digunakan pada berbagai platform konferensi, seperti Zoom, Google Meet, dan Microsoft Teams.

Salah satu keunggulan Krisp adalah proses pencatatan rapat yang dilakukan tanpa menggunakan bot, sehingga tidak menampilkan akun tambahan di dalam ruang rapat.

Selain menghasilkan transkrip yang akurat, Krisp juga mampu mengidentifikasi pembicara, menyusun ringkasan, serta mengekstraksi action items dari hasil diskusi.

Teknologi peredam kebisingannya juga membantu meningkatkan kualitas audio sehingga hasil transkripsi menjadi lebih akurat.

Namun, sebagian besar fitur AI untuk pencatatan dan ringkasan rapat hanya tersedia pada paket berlangganan berbayar.

Sumber : https://www.inilah.com/ai-untuk-notulen-rapat

Cerahkan peradaban dengan nanoteknologi

Cerahkan peradaban dengan nanoteknologi

Jakarta (ANTARA) – Indonesia tidak kekurangan riset nanoteknologi. Di berbagai perguruan tinggi dan lembaga penelitian, kita dapat menemukan studi tentang nanopartikel, nanomaterial, nanosensor, membran, biomaterial, sistem penghantaran obat, material energi, hingga pemanfaatan biomassa dan sumber daya alam.

Paper terbit, prototipe dibuat, paten didaftarkan. Namun pertanyaan terpenting justru muncul setelah itu: Berapa banyak hasil penelitian tersebut yang benar-benar menjadi produk, layanan, atau teknologi yang digunakan masyarakat?

Di sinilah persoalan utama pengembangan nanoteknologi kita berada. Tantangannya bukan semata-mata kemampuan menghasilkan pengetahuan baru, melainkan kemampuan menerjemahkan pengetahuan menjadi manfaat.

Banyak inovasi berhenti di wilayah yang dikenal sebagai valley of death, lembah kematian inovasi, yaitu tahap ketika hasil laboratorium belum cukup matang, belum cukup konsisten, belum cukup ekonomis, atau belum memiliki jalur regulasi dan pasar untuk menjadi produk nyata.

Jarak antara laboratorium dan aplikasi memang tidak sederhana. Material yang bekerja sangat baik pada skala miligram atau gram belum tentu mempertahankan karakter yang sama ketika diproduksi dalam jumlah besar.

Perubahan suhu, kecepatan pencampuran, kualitas bahan baku, kelembaban, metode pengeringan, urutan proses, atau kondisi penyimpanan dapat mengubah sifat akhir nanomaterial.

Dalam aplikasi kesehatan, persoalannya bertambah karena produk juga harus memenuhi tuntutan keamanan, toksikologi, biodistribusi, stabilitas, konsistensi antar-batch, efektivitas, serta regulasi.

Karena itu, kesalahan yang perlu dihentikan adalah memperlakukan hilirisasi sebagai pekerjaan yang baru dimulai setelah penelitian selesai. Translasi bukan bab terakhir penelitian. Ia harus menjadi bagian dari desain penelitian sejak pertanyaan pertama dirumuskan.

Sejak awal, peneliti perlu mengetahui masalah apa yang hendak diselesaikan, siapa pengguna akhirnya, atribut mutu apa yang harus dipertahankan, bagaimana teknologi akan diproduksi dalam skala lebih besar, berapa kira-kira biayanya, regulasi apa yang harus dipenuhi, dan siapa mitra yang dapat membawanya ke tahap berikutnya.

Pertama, riset nanoteknologi perlu lebih kuat berbasis problematika, bukan semata-mata berbasis material. Pertanyaan “nanomaterial apa yang dapat kita buat?” perlu dilengkapi dengan pertanyaan yang lebih penting dan spesifik: “masalah apa yang dapat kita selesaikan dengan lebih baik?”

Indonesia memiliki kebutuhan nyata dalam kesehatan, air bersih, pangan, lingkungan, energi, dan material maju. Fokus pada kebutuhan konkret akan membantu riset memiliki jalur translasi yang lebih jelas sekaligus mencegah inovasi berhenti sebagai demonstrasi teknologi yang menarik tetapi tidak memiliki pengguna.

Kedua, industri harus dilibatkan lebih awal. Hubungan peneliti dan industri tidak seharusnya baru dimulai ketika prototipe sudah selesai dan peneliti sedang mencari pihak yang bersedia memproduksinya.

Industri perlu hadir sejak fase pengembangan untuk memberi masukan mengenai bahan baku, proses produksi, kendali mutu, rantai pasok, biaya, kebutuhan pasar, dan persyaratan teknis. Dengan demikian, desain laboratorium tidak berjalan terpisah dari realitas manufaktur.

Ketiga, Indonesia membutuhkan fasilitas translasi bersama. Banyak kelompok riset mampu melakukan sintesis dan karakterisasi awal, tetapi tidak semuanya memiliki akses terhadap instrumen karakterisasi lanjutan, fasilitas manufaktur percontohan, pengujian keamanan, standardisasi, ataupun quality assurance yang diperlukan untuk melangkah menuju produk.

Infrastruktur semacam ini tidak harus dimiliki oleh setiap institusi. Yang lebih penting adalah membangun jejaring fasilitas yang dapat diakses secara transparan, memiliki standar layanan yang jelas, dan mampu menjembatani universitas, lembaga riset, rumah sakit, regulator, serta industri.

Keempat, pembiayaan riset perlu memiliki jalur khusus untuk tahap translasi. Skema pendanaan akademik sering kuat untuk menghasilkan publikasi, tetapi fase setelah prototipe justru membutuhkan jenis dukungan yang berbeda: optimasi proses, scale-up, validasi, pengujian mutu, studi keamanan, dokumentasi regulatori, desain manufaktur, dan uji pasar.

Tahap ini sering terlalu aplikatif untuk hibah riset dasar, tetapi masih terlalu berisiko bagi investasi komersial. Tanpa instrumen pembiayaan yang dirancang untuk menutup celah tersebut, valley of death akan terus berulang.

Kelima, ukuran keberhasilan perlu diperluas. Publikasi dan paten tetap penting, tetapi tidak cukup menjadi satu-satunya indikator. Ekosistem inovasi juga perlu menghargai lisensi teknologi, kemitraan industri, produk yang lolos validasi, standar yang dihasilkan, prototipe yang berhasil ditingkatkan skalanya, teknologi yang masuk pengadaan, serta dampak yang benar-benar dirasakan pengguna.

Dengan ukuran seperti ini, peneliti tidak didorong hanya untuk “menyelesaikan proyek”, melainkan untuk membangun kesinambungan dari pengetahuan menuju pemanfaatan.

Semua itu menuntut kolaborasi lintas disiplin. Nanoteknologi tidak dapat berkembang hanya di tangan ahli material.

Untuk aplikasi kesehatan, misalnya, dibutuhkan dokter yang memahami kebutuhan klinis, ahli material yang memahami karakter nano, farmakolog dan toksikolog yang menilai keamanan, insinyur yang memikirkan proses produksi, ilmuwan data yang mengolah bukti, ekonom yang menilai kelayakan, regulator yang memahami risiko, serta industri yang mampu memproduksi secara konsisten.

Inovasi lahir di laboratorium, tetapi keberhasilan translasi lahir dari ekosistem.

Indonesia tidak perlu mengejar seluruh frontier nanoteknologi sekaligus. Kita justru perlu memilih sejumlah misi yang mempertemukan tiga hal: masalah nasional yang mendesak, kapasitas ilmiah yang sudah dimiliki, dan peluang untuk diproduksi serta digunakan.

Kesehatan presisi dan regeneratif, air dan lingkungan, pemanfaatan biomassa serta sumber daya kelautan, serta energi dan material maju dapat menjadi contoh wilayah prioritas. Fokus semacam ini membuat sumber daya, infrastruktur, regulasi, dan pembiayaan dapat diarahkan secara lebih konsisten.

Pada akhirnya, pertanyaan tentang masa depan nanoteknologi Indonesia bukanlah berapa banyak nanopartikel yang mampu kita sintesis atau berapa banyak paper yang dapat kita terbitkan.

Pertanyaannya adalah berapa banyak masalah nyata yang dapat kita selesaikan secara aman, terukur, terjangkau, dan berkelanjutan. Kekayaan sumber daya baru menjadi kekuatan ketika diubah menjadi pengetahuan; pengetahuan menjadi teknologi; teknologi menjadi produk; dan produk bermanfaat dan berdampak positif bagi masyarakat.

Nanoteknologi bekerja pada skala yang sangat kecil, tetapi tantangan terbesarnya justru berada pada skala sistem. Kita memerlukan perubahan cara merancang riset, membangun kemitraan, membiayai translasi, menyediakan infrastruktur, mengelola regulasi, dan menilai keberhasilan.

Bila rantai itu dapat dibangun secara konsisten, maka laboratorium tidak lagi menjadi titik akhir inovasi, melainkan titik awal perjalanan menuju manfaat. Dari sanalah, nanoteknologi benar-benar berperan mencerahkan peradaban.

*) Penulis adalah alumnus PhD IPCTRM Taipei Medical University, dokter riset, dosen, peneliti, penulis, kolumnis, reviewer jurnal internasional, trainer berlisensi BNSP

Sumber : https://www.antaranews.com/berita/5687580/cerahkan-peradaban-dengan-nanoteknologi

Pertamina Patra Niaga rampungkan proses docking 12 unit kapal

Pertamina Patra Niaga rampungkan proses docking 12 unit kapal

Jakarta (ANTARA) – PT Pertamina Patra Niaga merampungkan proses docking terhadap 12 unit kapal pada periode Februari 2026 hingga Juli 2026 sebagai bagian dari program pemeliharaan berkala (planned maintenance).

VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga Kitty Andhora dalam keterangannya di Jakarta, Selasa, mengatakan pelaksanaan docking tersebut merupakan komitmen perusahaan dalam memastikan armada laut selalu memenuhi standar keselamatan, keamanan, dan kelaiklautan guna mendukung kelancaran distribusi energi nasional.

Sebanyak 12 kapal yang telah menyelesaikan proses docking terdiri atas 2 kapal minyak mentah, 3 kapal gas dan petrokimia, 4 kapal produk I, dan 3 kapal produk II.

Armada kapal tersebut meliputi MT Serui, MT Gede, Transko Bima, Transko Aquila, Transko Aries, PIS Cepu, MT Matindok, MT Kasim, MT Pegadun, MT Sambu, MT Kamojang, dan MT Pasaman.

“Seluruh kegiatan pemeliharaan dilaksanakan di beberapa galangan kapal nasional melalui inspeksi, perawatan menyeluruh, penggantian komponen, serta pengujian operasional sebelum kapal kembali bertugas mendukung distribusi energi nasional,” ujar Kitty.

Kitty melanjutkan seluruh proses docking dirancang agar pemeliharaan armada dapat berjalan beriringan dengan operasional distribusi energi, sehingga tidak mengganggu pasokan kepada masyarakat.

“Program docking merupakan bentuk komitmen kami untuk memastikan pemeliharaan armada berjalan beriringan dengan operasional distribusi energi. Melalui pengaturan jadwal armada yang terencana, kami memastikan kontinuitas pasokan BBM, LPG, avtur, dan produk energi lainnya kepada masyarakat tetap terjaga,” ujar Kitty.

Selama proses docking, setiap kapal menjalani pemeriksaan menyeluruh terhadap struktur lambung, sistem propulsi, mesin utama dan mesin bantu, sistem perpipaan, tangki muatan, peralatan navigasi, hingga perangkat keselamatan.

Selain itu, dilakukan pemeliharaan preventif, pengecatan ulang lambung kapal, penggantian komponen yang telah mencapai masa pakai, serta pengujian kelaiklautan sesuai standar industri maritim dan ketentuan klasifikasi yang berlaku.

Kitty menambahkan pemeliharaan armada secara berkala menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk memastikan setiap kapal selalu berada dalam kondisi prima dan siap mendukung distribusi energi di seluruh Indonesia.

“Keandalan armada laut menjadi faktor penting dalam menjaga kelancaran distribusi energi kepada masyarakat. Melalui program docking yang dilakukan secara berkala, Pertamina Patra Niaga memastikan setiap kapal berada dalam kondisi prima sehingga siap mendukung distribusi BBM, LPG, avtur, maupun produk energi lainnya secara aman, andal, dan berkelanjutan,” sebutnya.

Sebagai bagian dari penguatan sistem logistik energi nasional, lanjutnya, Pertamina Patra Niaga akan terus melaksanakan program pemeliharaan armada secara berkelanjutan dengan mengedepankan aspek healthsafetysecurityand environment (HSSE), kepatuhan terhadap regulasi maritim, serta penerapan praktik operasional terbaik.

“Upaya ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam menjaga distribusi energi nasional yang aman, andal, dan berkelanjutan,” jelas Kitty.

Sumber : https://www.antaranews.com/berita/5688944/pertamina-patra-niaga-rampungkan-proses-docking-12-unit-kapal

Jenis suplemen berikut dapat bantu tidur jadi lebih nyenyak

Jenis suplemen berikut dapat bantu tidur jadi lebih nyenyak

Jakarta (ANTARA) – Menurut banyak penelitian, magnesium adalah jenis mineral yang diketahui dapat mendukung kualitas tidur jadi lebih baik dan membantu proses relaksasi tubuh.

Beberapa penelitian menunjukkan magnesium dapat membantu meningkatkan kualitas tidur, terutama pada orang yang memiliki kadar magnesium rendah, meskipun temuannya beragam dan dibutuhkan lebih banyak penelitian berkualitas tinggi sebagaimana dikutip dari siaran Eating Well pada Senin (10/8).

Ahli gizi terdaftar Toby Amidor, M.S., RDN, CDN mengatakan magnesium dapat dikonsumsi tanpa dicampur dengan kandungan dalam suplemen lain terlebih dahulu untuk dapat melihat respons tubuh. Hal ini dilakukan guna menghindari variabel yang mempersulit untuk mengetahui hasil sebenarnya.

“Saya lebih suka seseorang melihat bagaimana magnesium bekerja untuk mereka terlebih dahulu, kemudian mempertimbangkan untuk menambahkan satu suplemen lain dengan bijak, daripada mengonsumsi beberapa suplemen sekaligus dan berharap ada yang membantu,” kata Amidor.

Meski demikian, dia tidak menutup kemungkinan bahwa magnesium dapat dikonsumsi bersama dengan suplemen lain seperti beberapa jenis berikut.

Ashwagandha
Ashwagandha adalah ramuan yang digunakan dalam pengobatan tradisional, sering digambarkan sebagai adaptogen yaitu zat yang dipercaya membantu tubuh beradaptasi dengan stres.

Beberapa studi kecil menunjukkan bahwa ashwagandha dapat meningkatkan kualitas tidur dan membantu orang merasa kurang stres, yang secara tidak langsung dapat mendukung tidur. Namun, para ahli sepakat bahwa penelitian masih terus berkembang karena desain studi sangat bervariasi, dan data keamanan jangka panjang terbatas.

“Ashwagandha menunjukkan beberapa potensi, terutama bagi orang yang tidurnya terpengaruh oleh stres. Tetapi saya selalu mengingatkan klien bahwa studi-studi tersebut berskala kecil dan jangka pendek. Ini mungkin melengkapi magnesium bagi seseorang yang mengalami masalah tidur terkait stres, namun kita tidak boleh melebih-lebihkan apa yang dapat dilakukannya,” kata Amidor.

Catatan lain yakni ashwagandha dapat berinteraksi dengan obat-obatan tertentu dan tidak dianjurkan selama kehamilan, menyusui, atau untuk orang dengan kondisi kesehatan tertentu.

L-Theanine
L-theanine adalah asam amino yang ditemukan secara alami dalam daun teh. Jenis ini sering dipelajari karena efek menenangkan dan membantu rileksasi tubuh dari rasa mengantuk di siang hari.

Beberapa temuan menunjukkan bahwa L-theanine dapat membantu orang lebih mudah tertidur dan merasa lebih segar, mungkin dengan meningkatkan relaksasi dan mengurangi stres daripada secara langsung menyebabkan tidur.

Meskipun demikian, penelitian masih terbatas, dan banyak studi menggunakan ukuran sampel kecil atau menggabungkan L-theanine dengan bahan lain, sehingga sulit untuk mengisolasi efeknya.

Ahli gizi Jamie Lee McIntyre, M.S., RDN menyebut bila dipadukan dengan magnesium yang juga mendukung relaksasi, keduanya mungkin merupakan kombinasi yang masuk akal untuk dicoba.

Walaupun untuk dosis yang tepat sebaiknya dikonsultasikan dengan penyedia layanan kesehatan terlebih dahulu, terutama jika sedang mengonsumsi obat atau suplemen lain.

Melatonin
Melatonin adalah hormon yang diproduksi tubuh secara alami, dan kadarnya meningkat saat malam tiba. Melatonin membantu mengatur siklus tidur-bangun dan memberi sinyal kepada tubuh bahwa sudah waktunya untuk tidur.

Studi menunjukkan bahwa melatonin dapat membantu tertidur sedikit lebih cepat dan dapat sangat bermanfaat jika jadwal tidur yang terganggu, seperti karena jet lag atau kerja shift.

Secara umum, melatonin dianggap paling bermanfaat untuk masalah tidur yang berkaitan dengan waktu daripada sebagai alat bantu tidur setiap malam.

“Jika seseorang sudah menggunakan magnesium dan menambahkan dosis rendah melatonin untuk jangka waktu singkat, itu mungkin pendekatan yang masuk akal dan berdasarkan bukti, tetapi tidak dimaksudkan untuk penggunaan setiap malam tanpa batas waktu tanpa panduan,” ujar Mclntyre

Dikarenakan melatonin dapat memengaruhi orang secara berbeda, sebaiknya mulai dengan dosis terendah dan berkonsultasi dengan penyedia layanan kesehatan, terutama bagi ibu hamil, menyusui atau mengonsumsi obat lain.

Sumber : https://www.antaranews.com/berita/5688929/jenis-suplemen-berikut-dapat-bantu-tidur-jadi-lebih-nyenyak

ITS Kembangkan Teknologi PLTS Terintegrasi, Efisiensi Daya Bisa Naik 750 Persen

ITS Kembangkan Teknologi PLTS Terintegrasi, Efisiensi Daya Bisa Naik 750 Persen

KOMPAS.com – Guru Besar ke-254 Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Bambang Arip Dwiyantoro mengembangkan teknologi energi surya terintegrasi (integrated solar cell) untuk meningkatkan efisiensi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS).

Hasil penelitian Bambang menunjukkan, konfigurasi teknologi yang dikembangkan mampu meningkatkan daya listrik hingga lebih dari 750 persen dibandingkan model standar.

Menurut Bambang, temuan tersebut menunjukkan bahwa peningkatan kinerja PLTS tidak selalu harus dilakukan dengan memperbesar ukuran sistem. Efisiensi juga dapat ditingkatkan melalui rekayasa desain dan integrasi sejumlah teknologi.

“Pendekatan ini membuka peluang penerapan pembangkit listrik tenaga surya yang sederhana, ekonomis, dan sesuai dengan kondisi wilayah Indonesia,” ujar Bambang, dilansir dari laman resmi ITS, Kamis (6/8/2026).

Salah satu teknologi yang dikembangkan Bambang adalah Solar Chimney Power Plant (SCPP). Sistem ini memanfaatkan panas matahari untuk menghasilkan aliran udara yang kemudian digunakan untuk memutar turbin dan menghasilkan listrik.

Bambang mengoptimalkan desain absorber dan geometri cerobong melalui pendekatan eksperimen serta simulasi Computational Fluid Dynamics (CFD). Optimalisasi tersebut ditujukan untuk meningkatkan performa sistem dalam mengonversi energi matahari menjadi listrik.

Manfaatkan limbah untuk pendingin panel

Selain mengembangkan sistem solar chimney, Bambang merancang teknologi pendingin pasif untuk panel surya menggunakan serat kelapa sawit dan ampas tebu.

Pemanfaatan limbah biomassa lokal tersebut ditujukan untuk menjaga temperatur panel tetap optimal tanpa membutuhkan tambahan energi listrik.

“Ini sekaligus meningkatkan nilai guna limbah pertanian melalui konsep ekonomi sirkular,” kata Bambang yang merupakan alumnus doktoral National Taiwan University of Science and Technology (NTUST).

Bambang juga mengembangkan teknologi solar tracking untuk PLTS terapung serta sistem PLTS hibrida berbasis Energy Management System (EMS).

Berbagai inovasi tersebut kemudian diintegrasikan dalam konsep Integrated Sustainable Solar Energy System, yakni sistem yang menggabungkan peningkatan efisiensi panel surya, penyimpanan energi, dan pengelolaan distribusi daya secara berkelanjutan.

Ke depan, Bambang berencana mengembangkan teknologi Solar Chimney melalui integrasi thermal energy storage, kecerdasan buatan (AI), serta desain dalam skala yang lebih besar.

Pengembangan tersebut diharapkan dapat meningkatkan efisiensi konversi energi sekaligus mendukung sistem energi yang lebih bersih dan tangguh.

“Pengembangan energi terbarukan tidak sekadar menghadirkan teknologi baru, tetapi juga menjadi investasi bagi masa depan bangsa,” tutur dosen Departemen Teknik Mesin ITS tersebut.

Bambang menyampaikan berbagai inovasi tersebut dalam orasi ilmiah bertajuk “Optimalisasi Teknologi Panel Surya dan Solar Chimney untuk Mendukung Kemandirian Energi”.

Menurut dia, pengembangan teknologi energi surya menjadi penting bagi Indonesia di tengah meningkatnya kebutuhan listrik dan tuntutan transisi menuju energi bersih.

PLTS Indonesia masih tertinggal

Di sisi lain, pemanfaatan energi surya di Indonesia masih menghadapi tantangan dari sisi pertumbuhan kapasitas.

Analis Sistem Ketenagalistrikan dan Energi Terbarukan Institute for Essential Services Reform (IESR), Alvin Putra Sisdwinugraha, mengatakan pemanfaatan PLTS berkembang pesat secara global, termasuk di kawasan Asia Tenggara.

Namun, Indonesia masih tertinggal dibandingkan sejumlah negara tetangga, seperti Vietnam, Thailand, dan Malaysia.

Menurut Alvin, semakin efisiennya modul surya dan semakin rendahnya biaya produksi, terutama produk dari China, menjadi salah satu faktor yang mendorong pertumbuhan PLTS di berbagai negara.

Di Asia Tenggara, Vietnam, Thailand, dan Malaysia juga telah lebih dahulu mendorong pengembangan PLTS melalui kebijakan feed-in tariff (FiT) sebelum 2020.

Meskipun kebijakan FiT tersebut kini telah dihentikan, kapasitas PLTS di ketiga negara tersebut terus bertambah. Kapasitas PLTS atap di masing-masing negara bahkan telah mencapai lebih dari 1 gigawatt (GW).

Sementara itu, pertumbuhan PLTS di Indonesia dinilai masih relatif lambat.

“PLTS atap memang tumbuh cukup tinggi dalam beberapa tahun terakhir. Namun, pendorong utamanya adalah sektor industri dan komersial yang menerapkan standar hijau,” ujar Alvin dalam webinar, Selasa (2/9/2025).

Sumber : https://lestari.kompas.com/read/2026/08/08/105249986/its-kembangkan-teknologi-plts-terintegrasi-efisiensi-daya-bisa-naik-750

Peran Teknologi Informatika: Bantu Olah Data Biodiversitas jadi Panduan Kebijakan

Peran Teknologi Informatika: Bantu Olah Data Biodiversitas jadi Panduan Kebijakan

KOMPAS.com-Hilangnya keanekaragaman hayati telah menjadi topik utama dalam perdebatan publik, politik, dan ilmu pengetahuan selama beberapa dekade.

Meskipun dampaknya sudah disadari secara luas, mengolah data keanekaragaman hayati yang sangat banyak supaya bisa menjadi indikator terpercaya dalam pembuatan kebijakan masih menjadi tantangan yang membutuhkan waktu dan tenaga teknis yang besar.

Melansir Phys, Sabtu (1/8/2026) untuk membantu mengatasi masalah tersebut, proyek Uni Eropa bernama B-Cubed mengembangkan sistem pemrosesan data otomatis dan terintegrasi yang telah diuji melalui berbagai studi kasus.

Dengan memanfaatkan teknologi tersebut pengguna bisa merangkum ribuan data keberadaan hewan atau tumbuhan menjadi ringkasan yang rapi dan konsisten sebagai dasar pengambilan keputusan.

Mengubah data menjadi langkah nyata

Sejak diluncurkan Maret 2023, B-Cubed telah mengembangkan sebuah layanan di Global Biodiversity Information Facility (GBIF) dengan membuat “kubus keberadaan spesies” (species occurrence cubes).

Lewat fitur ini, pengguna dapat mengolah data keberadaan spesies yang melimpah misalnya saja data keberadaan lebah Bombus humilis di Belgia dari tahun 2012 hingga 2022 menjadi bentuk kubus data khusus.

Hal ini membantu pelaporan indikator yang konsisten serta penilaian perubahan keanekaragaman hayati yang efisien untuk pengambilan keputusan.

Dengan menggunakan kubus data keanekaragaman hayati tersebut, para peneliti dapat menghasilkan indikator yang menyederhanakan data rumit menjadi ukuran yang mudah dipahami untuk melihat status dan tren keanekaragaman hayati.

Indikator yang dihasilkan mencakup berbagai hal, mulai dari tren keberadaan spesies, penilaian invasi makhluk hidup asing, hingga pengukuran tingkat hilangnya keanekaragaman hayati secara mendalam.

Dengan indikator ini, kondisi keanekaragaman hayati dapat dipantau dan dihitung ulang kapan saja, sehingga bisa merespons ancaman dengan cepat, seperti misalnya serangan spesies invasif atau perubahan iklim.

Setelah data dianalisis menggunakan indikator tersebut, hasilnya dapat disajikan kepada pembuat kebijakan melalui laporan, tampilan visual, serta ukuran-ukuran yang relevan dengan arah kebijakan.

Sistem ini juga membantu memperlihatkan dan memperbaiki masalah klasik dalam penelitian, yaitu perbedaan tingkat kesulitan dalam menemukan spesies serta perbedaan seberapa besar upaya survei yang telah dilakukan.

Selain itu, informasi indikator dapat diperluas dengan bantuan simulasi kubus data. Fitur ini memberikan peringatan dini dan perencanaan manajemen yang lebih baik dengan cara menghubungkan data pengamatan keanekaragaman hayati dengan faktor lingkungan lainnya, seperti proses ekologi, masuknya spesies asing, atau perubahan struktur komunitas makhluk hidup.

Untuk memastikan metode ini dapat digunakan terus-menerus dan diulang dengan mudah di masa depan, proyek B-Cubed menyediakan panduan lengkap, tutorial, dan materi teknis yang ramah pengguna.

Semua materi ini tidak hanya bisa dipakai oleh ilmuwan data dan peneliti, tetapi juga oleh berbagai gerakan keanekaragaman hayati saat ini maupun di masa depan yang ingin menerapkan sistem kubus data ini ke dalam kerja mereka.

Sumber : https://lestari.kompas.com/read/2026/08/10/171050786/peran-teknologi-informatika-bantu-olah-data-biodiversitas-jadi-panduan