bagaimana membagun kebiasaan membaca buku trus impact nya ke otak kita gimana??

bagaimana membagun kebiasaan membaca buku trus impact nya ke otak kita gimana??

KEBIASAAN MEMBACA BUKU

1. Membaca Mengubah Struktur Fisik Otak

Berbeda dengan kemampuan berbicara yang bersifat alami, otak manusia tidak dilahirkan untuk membaca. Membaca adalah proses belajar yang memaksa otak untuk menghubungkan tiga hal: bentuk huruf, suara, dan makna secara bersamaan. Proses ini secara fisik membentuk jalur saraf baru di otak yang tidak bisa dihasilkan oleh jenis konten lainnya.

2. Membaca adalah Proses Aktif, Bukan Pasif

Saat menonton video, otak cenderung pasif karena semua visual dan suara sudah disediakan. Sebaliknya, saat membaca, otak harus bekerja aktif untuk membangun gambaran visual, emosi, dan suasana di dalam pikiran sendiri.Latihan intensif ini membuat efek membaca jauh lebih mendalam bagi otak dibandingkan sekadar “scrolling.

3. Simulasi Pengalaman dan Empati

Penelitian menunjukkan bahwa saat kita membaca, otak mengaktifkan area yang sama seolah-olah kita benar-benar mengalami kejadian tersebut. Misalnya, membaca kata “kopi” dapat mengaktifkan area penciuman di otak. Hal ini membantu kita mengasah empati dan cara berpikir kritis yang tidak didapatkan dari konten pendek.

4. Bahaya Kehilangan “Deep Reading Circuit”

Berhenti membaca buku secara mendalam dapat melemahkan “deep reading circuit” atau jaringan otak yang bertanggung jawab untuk berpikir original dan kritis. Terlalu banyak mengonsumsi konten pendek membuat kita pandai menerima informasi, tetapi lemah dalam menciptakan ide-ide baru yang otentik.

5. Relevansi Membaca di Era AI

Di zaman AI, kemampuan berpikir manusiawi yang unik menjadi aset yang paling berharga. AI memang hebat dalam merangkum informasi, tetapi ia tidak bisa mensimulasikan imajinasi dan pengalaman unik manusia. Penulis menyebutkan konsep “bilaterate brain” di mana kemampuan berpikir dalam (dari membaca) menjadi fondasi dasar, sementara AI menjadi alat untuk memperkuatnya.

Tips Membangun Kebiasaan Membaca:

1.Target Kecil: Mulailah dengan membaca 10 halaman sehari Konsistensi ini bisa menghasilkan sekitar 12 buku dalam setahun.

2.Gunakan Catatan Tangan: Menulis dengan tangan saat membaca membantu otak memproses dan menyaring informasi lebih baik daripada mengetik.

3.Desain Lingkungan: Taruh buku di tempat-tempat yang mudah terlihat, seperti meja makan atau di atas bantal, untuk mengurangi godaan langsung mengambil ponsel.

Sumber : https://www.kompasiana.com/aliburhan0172927/69f3841734777c2a6f7c3a52/bagaimana-membagun-kebiasaan-membaca-buku-trus-impact-nya-ke-otak-kita-gimana

5 Cara Mencapai Work Life Balance Tanpa Mengorbankan Kehidupan Pribadi

5 Cara Mencapai Work Life Balance Tanpa Mengorbankan Kehidupan Pribadi

Liputan6.com, Jakarta – Di tengah kehidupan yang serba cepat, mencapai work life balance sering terasa sulit. Notifikasi pekerjaan yang terus berdatangan, jadwal rapat yang padat, hingga tuntutan untuk selalu produktif membuat banyak orang merasa harus terus ‘aktif’ tanpa henti. Padahal, kesuksesan tidak semestinya diukur dari seberapa sibuk seseorang, melainkan dari kemampuannya menjaga keseimbangan antara pekerjaan, kesehatan, dan kehidupan pribadi.

Fenomena work life balance juga semakin mendapat perhatian. Penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Epidemiology pada 2024 menunjukkan bahwa jam kerja yang panjang dan ketidakseimbangan antara pekerjaan dengan kehidupan pribadi berkaitan dengan meningkatnya risiko gangguan kesehatan mental, seperti stres berkepanjangan dan burnout.

Berbagai studi psikologi kerja juga menemukan bahwa kemampuan untuk benar-benar melepaskan diri dari pekerjaan setelah jam kerja menjadi salah satu kunci menjaga kesejahteraan. Meski demikian, work life balance bukan berarti membagi waktu secara sama rata antara pekerjaan dan kehidupan pribadi.

Keseimbangan ini bersifat subjektif dan bisa berbeda pada setiap orang. Yang terpenting adalah menemukan pola yang paling sesuai dengan kebutuhan dan kondisi masing-masing.

1. Tetapkan Batas yang Jelas antara Waktu Kerja dan Pribadi

Salah satu tantangan terbesar di era digital adalah batas antara pekerjaan dan kehidupan pribadi yang semakin kabur. Penelitian menunjukkan bahwa boundary management atau kemampuan mengatur batas antara pekerjaan dan kehidupan pribadi berperan penting dalam mengurangi kelelahan emosional.

Mulailah dari kebiasaan sederhana, seperti tidak membuka email kantor setelah jam kerja, mematikan notifikasi pekerjaan saat akhir pekan, atau menyediakan waktu khusus untuk me time tanpa gangguan. Kebiasaan kecil ini dapat membantu menjaga keseimbangan dalam kehidupan sehari-hari.

2. Jadikan Istirahat sebagai Bagian dari Produktivitas

Masih banyak orang menganggap istirahat sebagai tanda kemalasan. Padahal, penelitian di bidang psikologi pemulihan menunjukkan bahwa beristirahat justru dapat meningkatkan fokus, kreativitas, dan produktivitas dalam jangka panjang.

Istirahat tidak selalu harus berupa liburan panjang. Berjalan kaki selama 15 menit, membaca buku, berolahraga ringan, atau menikmati secangkir kopi tanpa gangguan ponsel sudah cukup membantu tubuh dan pikiran melakukan pemulihan.

3. Terapkan Prinsip “Good Enough”

Perfeksionisme sering menjadi penghalang dalam mencapai work life balance. Keinginan untuk selalu tampil sempurna, baik di tempat kerja maupun dalam kehidupan pribadi, dapat memicu stres berkepanjangan.

Cobalah menerapkan prinsip good enough, yaitu menyelesaikan pekerjaan dengan kualitas yang baik dan realistis tanpa mengorbankan kesehatan fisik maupun mental. Tidak semua hal harus dilakukan secara sempurna setiap saat.

4. Luangkan Waktu untuk Menjaga Hubungan Sosial

Kesibukan sering membuat seseorang melupakan pentingnya menjaga hubungan dengan keluarga dan teman. Padahal, dukungan sosial merupakan salah satu faktor pelindung terpenting dalam menghadapi stres dan kelelahan mental.

Meluangkan waktu untuk makan malam bersama keluarga, bertemu sahabat, atau sekadar menelepon orang terdekat dapat membantu mengurangi tekanan psikologis sekaligus memperkuat rasa keterhubungan.

5. Evaluasi Kembali Definisi Sukses Versi Diri Sendiri

Pada akhirnya, work life balance bukan tentang bekerja lebih sedikit, melainkan menjalani hidup dengan lebih sadar. Banyak orang mengejar standar kesuksesan yang ditetapkan orang lain tanpa mempertimbangkan apa yang benar-benar mereka butuhkan.

Jika pekerjaan mulai mengorbankan kesehatan, hubungan dengan orang terdekat, atau kebahagiaan pribadi, mungkin sudah saatnya mendefinisikan ulang arti kesuksesan. Sebab, work life balance bukan tujuan yang bisa dicapai sekali lalu selesai, melainkan proses berkelanjutan untuk membangun kehidupan yang lebih sehat, bermakna, dan bahagia.

Di era ketika kesibukan sering dianggap sebagai simbol keberhasilan, kemampuan untuk beristirahat, menetapkan batasan, dan menikmati hidup justru bisa menjadi bentuk kesuksesan yang paling berharga.

Sumber : https://kesehatan.liputan6.com/psikologi/read/8244104/5-cara-mencapai-work-life-balance-tanpa-mengorbankan-kehidupan-pribadi

Mengenal 7 Pola Perubahan Akun: Cara Sederhana Memahami Setiap Transaksi Bisnis

Mengenal 7 Pola Perubahan Akun: Cara Sederhana Memahami Setiap Transaksi Bisnis

Kediri –

Banyak orang menganggap akuntansi adalah ilmu yang rumit karena dipenuhi istilah debit, kredit, jurnal, hingga laporan keuangan. Padahal, sebelum mempelajari semua itu, ada satu konsep sederhana yang perlu dipahami terlebih dahulu, yaitu setiap transaksi bisnis selalu mengubah minimal dua akun.

Konsep ini merupakan dasar dari sistem akuntansi modern yang digunakan oleh hampir semua perusahaan, mulai dari usaha mikro, UMKM, hingga perusahaan besar.

Lalu, bagaimana perubahan tersebut terjadi?

Mengapa Setiap Transaksi Selalu Mengubah Dua Akun?

Setiap transaksi pasti memiliki dua sisi. Ketika perusahaan menerima sesuatu, biasanya ada sesuatu yang diberikan sebagai gantinya.

Misalnya:

  • Membeli persediaan menggunakan uang tunai.
  • Meminjam uang dari bank.
  • Membayar hutang kepada supplier.
  • Pemilik menambah modal.

Semua transaksi tersebut selalu menyebabkan perubahan pada minimal dua akun.

Untuk mempermudah memahami perubahan tersebut, kita dapat mengelompokkannya ke dalam tujuh pola perubahan akun.


1. Aset Bertambah, Aset Berkurang

Pada pola ini, total aset perusahaan tidak berubah. Yang berubah hanyalah bentuk asetnya.

Contoh:

Perusahaan membeli persediaan secara tunai.

Akibat transaksi:

  • Persediaan bertambah.
  • Kas berkurang.

Atau ketika membeli mesin secara tunai:

  • Mesin bertambah.
  • Kas berkurang.

Perusahaan tidak menjadi lebih kaya ataupun lebih miskin. Kekayaannya hanya berubah bentuk.


2. Aset Bertambah, Liabilitas Bertambah

Pola ini terjadi ketika perusahaan memperoleh aset dari hasil pinjaman.

Contoh:

Perusahaan meminjam uang dari bank.

Akibat transaksi:

  • Kas bertambah.
  • Hutang bank bertambah.

Perusahaan memiliki uang lebih banyak, tetapi juga memiliki kewajiban untuk mengembalikannya.


3. Aset Bertambah, Equity Bertambah

Pola ini terjadi ketika pemilik atau investor menanamkan modal ke dalam perusahaan.

Contoh:

Pemilik menyetor modal sebesar Rp100 juta.

Akibat transaksi:

  • Kas bertambah.
  • Modal (equity) bertambah.

Perusahaan memiliki aset lebih besar karena adanya tambahan modal dari pemilik.


4. Aset Berkurang, Liabilitas Berkurang

Pola ini biasanya terjadi ketika perusahaan melunasi kewajibannya.

Contoh:

Perusahaan membayar hutang kepada supplier.

Akibat transaksi:

  • Kas berkurang.
  • Hutang usaha berkurang.

Kas memang berkurang, tetapi perusahaan juga memiliki beban hutang yang lebih kecil.


5. Aset Berkurang, Equity Berkurang

Pola ini terjadi ketika perusahaan membagikan keuntungan kepada pemilik atau pemegang saham.

Contoh:

Perusahaan membayar dividen.

Akibat transaksi:

  • Kas berkurang.
  • Equity berkurang.

Keuntungan yang sebelumnya menjadi bagian dari modal perusahaan kini dibagikan kepada pemilik.


6. Liabilitas Bertambah, Equity Berkurang

Pola ini relatif jarang ditemui, terutama pada usaha kecil.

Salah satu contoh yang mungkin terjadi adalah ketika perusahaan mengambil pinjaman baru untuk membayar dividen kepada pemilik.

Akibat transaksi:

  • Liabilitas bertambah.
  • Equity berkurang.

Walaupun memungkinkan, transaksi seperti ini umumnya bukan praktik yang sering dilakukan.


7. Liabilitas Berkurang, Equity Bertambah

Ini merupakan pola yang paling jarang dijumpai dalam kegiatan operasional sehari-hari.

Salah satu contohnya adalah ketika hutang perusahaan dikonversi menjadi penyertaan modal (convertible debt).

Akibat transaksi:

  • Liabilitas berkurang.
  • Equity bertambah.

Perusahaan tidak lagi memiliki kewajiban membayar hutang tersebut karena hutang telah berubah menjadi kepemilikan saham.


Mengapa Memahami Ketujuh Pola Ini Penting?

Banyak orang langsung belajar jurnal, debit, dan kredit tanpa memahami apa yang sebenarnya terjadi di balik sebuah transaksi.

Padahal, jika kita sudah memahami pola perubahan akun, maka setiap transaksi akan jauh lebih mudah dianalisis.

Ketika sebuah transaksi terjadi, cukup ajukan dua pertanyaan sederhana:

  • Akun apa yang bertambah?
  • Akun apa yang berkurang?

Dari jawaban kedua pertanyaan tersebut, kita biasanya sudah dapat mengetahui pola transaksi yang terjadi. Setelah itu, barulah transaksi tersebut dicatat ke dalam jurnal akuntansi.

Dengan memahami tujuh pola perubahan akun, kita tidak lagi sekadar menghafal aturan akuntansi, tetapi mulai memahami logika di balik setiap transaksi bisnis. Inilah fondasi penting sebelum mempelajari jurnal, buku besar, neraca, laporan laba rugi, maupun laporan arus kas.

IQ Anak Bisa Turun Karena Hal Sepele Ini, Dokter Ingatkan Orang Tua

IQ Anak Bisa Turun Karena Hal Sepele Ini, Dokter Ingatkan Orang Tua

Liputan6.com, Jakarta – Isu rendahnya IQ anak kembali menjadi sorotan setelah survei global menempatkan Indonesia dalam daftar dengan rata-rata IQ yang relatif rendah. Namun, Ketua Health Collaborative Centre (HCC) Indonesia, Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK, FRSPH, mengingatkan agar orang tua tidak terburu-buru menyimpulkan bahwa anak kurang pintar.

Menurutnya, penurunan kemampuan kognitif anak sering kali dipicu oleh hal-hal sederhana yang kerap diabaikan dalam kehidupan sehari-hari.

“IQ bukan angka final. Kemampuan kognitif anak sangat dipengaruhi banyak faktor, mulai dari gizi, kualitas tidur, kesehatan mental, hingga lingkungan,” ujar Ray.

Dia menjelaskan bahwa salah satu penyebab utama yang sering tidak disadari adalah kurangnya asupan nutrisi penting.

Otak anak membutuhkan zat gizi seperti zat besi, yodium, protein, omega-3, vitamin B12, dan folat untuk bekerja optimal.

Jika kebutuhan ini tidak terpenuhi, dampaknya bisa langsung terasa pada konsentrasi, daya ingat, hingga kemampuan belajar.

Kondisi anemia, misalnya, sering disalahartikan sebagai kemalasan. Padahal, anak yang kekurangan zat besi sebenarnya mengalami kelelahan pada fungsi otaknya.

“Anemia bisa membuat anak terlihat tidak fokus dan kurang bersemangat. Ini bukan karena malas, tetapi karena otaknya tidak mendapatkan dukungan nutrisi yang cukup,” ujarnya.

Selain gizi, kualitas tidur juga memegang peranan penting. Anak dan remaja yang kurang tidur cenderung mengalami penurunan performa akademik. Mereka lebih sulit fokus, mudah terdistraksi, dan cenderung impulsif dalam mengambil keputusan.

Di sisi lain, lingkungan rumah yang penuh tekanan juga dapat berdampak serius. Konflik keluarga, tekanan ekonomi, atau suasana yang tidak kondusif bisa memengaruhi kesehatan mental anak, yang pada akhirnya berdampak pada perkembangan kognitifnya.

“Stres di rumah itu masuk ke otak anak. Lingkungan yang tidak suportif bisa mengganggu perkembangan emosi dan kemampuan berpikir,” tambah Ray.

Paparan gadget yang berlebihan juga menjadi perhatian di era digital. Aktivitas seperti scrolling tanpa interaksi dinilai tidak memberikan stimulasi yang cukup bagi otak.

Ganti dengan Kegiatan seperti Ini

Berbeda dengan membaca, berdiskusi, atau bermain kreatif yang mampu melatih kemampuan berpikir dan problem solving.

Tak kalah penting, paparan polusi udara juga disebut berkontribusi terhadap penurunan fungsi kognitif. Sejumlah penelitian global menunjukkan bahwa polusi dapat memengaruhi konsentrasi serta perkembangan neurologis anak.

Melihat berbagai faktor tersebut, Ray menekankan pentingnya pendekatan menyeluruh dalam mendukung perkembangan otak anak.

Mulai dari memastikan asupan gizi seimbang, membiasakan sarapan sehat, menjaga kualitas tidur, hingga menciptakan lingkungan rumah yang nyaman dan suportif.

Dia juga menyarankan agar orang tua membatasi screen time pasif dan mendorong anak untuk lebih aktif membaca, berdiskusi, serta beraktivitas fisik secara rutin.

“Jangan buru-buru menilai anak kurang pintar. Bisa jadi tubuhnya lapar nutrisi, otaknya kurang tidur, atau hatinya sedang penuh tekanan,” pungkasnya.

Sumber : https://www.liputan6.com/health/read/6326618/iq-anak-bisa-turun-karena-hal-sepele-ini-dokter-ingatkan-orang-tua

5 Cara Membesarkan Anak agar Mandiri, Orang Tua Perlu Tahu

5 Cara Membesarkan Anak agar Mandiri, Orang Tua Perlu Tahu

Jakarta, CNN Indonesia — Pada dasarnya, setiap orang tua ingin anaknya tumbuh menjadi pribadi yang mandiri di kemudian hari. Sikap mandiri sendiri bukanlah sesuatu yang muncul begitu saja, orang tua dapat mengajarkannya sejak dini.

Bukan berarti Anda mengurangi kasih sayang kepada si kecil. Justru, cara membesarkan anak yang mandiri menjadi salah satu bentuk kasih sayang karena membantu anak memiliki bekal untuk menghadapi kehidupan di masa depan.

Seiring bertambahnya usia, rasa mandiri anak akan terus berkembang. Harapannya, mereka mampu mengambil keputusan, menyelesaikan masalah, dan tidak selalu bergantung kepada orang tua.

Cara membesarkan anak yang mandiri
Lalu, seperti apa cara membesarkan anak yang mandiri? Berikut beberapa tips yang dirangkum dari berbagai sumber.

1. Biasakan anak ikut membantu di rumah

Membiasakan anak melakukan pekerjaan rumah sejak dini dapat melatih keterampilan sekaligus menumbuhkan rasa tanggung jawab.

Pasalnya, pekerjaan rumah tangga secara tak langsung membantu anak memahami bahwa setiap anggota keluarga memiliki peran penting. Jika si kecil ikut berkontribusi, anak akan merasa dirinya dibutuhkan sehingga lebih percaya diri.

Anda bisa mulai mengajak anak melakukan tugas sederhana sesuai usianya, seperti menyapu lantai, menata meja makan, atau mengelap meja.

2. Beri kesempatan anak memilih

Memberikan kesempatan kepada anak untuk menentukan pilihan sesuai usianya dapat melatih kemampuan berpikir mandiri. Mereka pun merasa mempunyai kendali atas dirinya sendiri.

Misalnya, biarkan anak memilih camilan sehat yang tersedia di rumah atau menyusun jadwal kegiatan sepulang sekolah. Walau begitu, orang tua tetap menentukan batasan dan pilihan yang tersedia.

3. Ajarkan mengelola uang saku

Cara membesarkan anak yang mandiri berikutnya dengan memberikan uang saku kepada anak. Tampak berisiko, tapi bila dilakukan dengan benar dapat membawa dampak positif kepada anak.

Sebab, memberikan uang saku bukan hanya membuat anak bebas membeli sesuatu yang diinginkan, tetapi juga menjadi sarana belajar mengatur keuangan.

Nantinya, anak dapat belajar menabung, menyusun anggaran, dan memahami bahwa mendapatkan sesuatu membutuhkan waktu, kesabaran, serta disiplin.

Namun, sebaiknya uang saku tidak dijadikan imbalan atas pekerjaan rumah. Jika dikaitkan dengan tugas rumah tangga, anak bisa menganggap bahwa membantu keluarga hanya dilakukan jika ada bayaran.

Selain itu, berikan uang saku secukupnya. Anda bisa mengukur jumlah uang saku berdasarkan kebutuhan, jangan terlalu banyak atau sedikit.

4. Apresiasi usaha, bukan hanya hasil

Banyak anak takut mencoba karena khawatir gagal. Padahal, keberanian untuk mencoba jadi bekal penting agar mereka tumbuh menjadi pribadi yang mandiri.

Karena itu, berikan apresiasi terhadap usaha yang dilakukan anak, bukan hanya hasil akhirnya. Contohnya, ketika anak sudah belajar dengan sungguh-sungguh meski nilai ujiannya belum memuaskan, tetap hargai kerja kerasnya.

5. Bangun ketangguhan sejak dini

Selain mandiri, anak juga perlu memiliki ketangguhan. Di sinilah peran orang tua yang idealnya tidak terlalu menuntut kesempurnaan, tapi membantu anak belajar menghadapi tantangan.

Caranya bisa dimulai dengan memberi kesempatan kepada anak untuk memilih, mengajarkan bahwa melakukan kesalahan adalah hal yang wajar, atau melibatkan mereka dalam mencari solusi atas masalah.

Melihat anak gagal memang tidak mudah bagi orang tua. Namun, pengalaman tersebut justru menjadi bagian penting dalam membentuk ketangguhan dan rasa percaya diri mereka.

Itulah beberapa cara membesarkan anak yang mandiri. Semoga bermanfaat!

sumber : https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20260701201902-284-1375731/5-cara-membesarkan-anak-agar-mandiri-orang-tua-perlu-tahu

7 Ciri-ciri Orang yang Mudah Iri pada Orang Lain, Perhatikan Sikapnya

7 Ciri-ciri Orang yang Mudah Iri pada Orang Lain, Perhatikan Sikapnya

Jakarta, CNN Indonesia — Tidak semua orang menunjukkan rasa iri secara langsung melalui ucapan atau tindakan yang mudah terlihat. Beberapa orang justru menyembunyikannya dengan sikap yang tampak biasa saja, tetapi perlahan dapat memengaruhi hubungan.
Lantas, bagaimana ciri-ciri orang yang diam-diam mudah iri pada orang lain?

Perasaan iri sebenarnya merupakan emosi yang dapat muncul pada siapa saja, terutama ketika melihat pencapaian atau kehidupan orang lain yang terlihat lebih baik.

Namun, jika tidak dikelola dengan baik, rasa iri bisa berubah menjadi perilaku negatif seperti membandingkan diri, menjatuhkan, hingga sulit ikut bahagia atas keberhasilan orang lain.

Ciri-ciri orang yang diam-diam mudah iri pada orang lain

Mengenali tanda-tandanya bukan bertujuan untuk menilai seseorang secara sepihak, melainkan membantu memahami dinamika hubungan yang sedang terjadi.

Dikutip dari Your Tango, berikut ciri-ciri orang yang diam-diam mudah iri pada orang lain.

1. Sering meniru kebiasaan atau pilihan orang lain

Salah satu tanda seseorang menyimpan rasa iri adalah sering meniru hal yang dilakukan orang lain secara berlebihan. Misalnya, mengikuti gaya berpakaian, keputusan hidup, barang yang dibeli, hingga pencapaian yang sedang dikejar.

Pada dasarnya, terinspirasi dari orang lain bukanlah hal yang salah. Namun, jika seseorang terus menjadikan kehidupan orang lain sebagai pembanding dan ingin memiliki semua hal yang sama, ini bisa menjadi tanda adanya rasa tidak puas terhadap dirinya sendiri.

2. Selalu berusaha mengungguli pencapaian orang lain

Orang yang diam-diam merasa iri biasanya sulit melihat orang lain berada satu langkah lebih maju. Mereka cenderung ingin menunjukkan bahwa dirinya juga mampu mendapatkan sesuatu yang sama atau bahkan lebih baik.

Sebagai contoh, ketika seseorang mendapatkan pencapaian baru, mereka langsung merasa perlu membuktikan pencapaiannya sendiri. Sikap ini biasanya muncul karena adanya dorongan untuk terus membandingkan diri dengan keberhasilan orang lain.

3. Membicarakan keburukan di belakang

Sering membicarakan kekurangan orang lain saat orang tersebut tidak ada juga jadi salah satu ciri. Hal ini dapat terjadi karena rasa iri membuat seseorang berusaha mencari sisi negatif dari kehidupan orang yang dianggap lebih berhasil.

Dengan membicarakan kelemahan orang lain, mereka mungkin merasa lebih baik atau lebih unggul. Padahal, kebiasaan ini justru bisa merusak hubungan dan menunjukkan adanya perasaan tidak nyaman terhadap pencapaian orang lain.

4. Sulit ikut bahagia dengan keberhasilan orang lain

Ketika seseorang mendapatkan kabar baik, teman atau orang terdekat biasanya akan memberikan dukungan dan apresiasi. Namun, orang yang menyimpan rasa iri sering kali memberikan respons yang berbeda.

Mereka mungkin terlihat tidak tertarik, mengalihkan pembicaraan, atau memberikan pujian yang terasa tidak tulus. Hal ini dapat terjadi karena keberhasilan orang lain justru mengingatkan mereka pada hal-hal yang belum berhasil dicapai.

5. Memberikan kritik yang berlebihan

Memberikan masukan merupakan hal yang wajar dalam hubungan. Akan tetapi, kritik yang terus-menerus dan bertujuan menjatuhkan bisa menjadi tanda adanya rasa iri yang tersembunyi.

Orang yang merasa iri terkadang mencari kekurangan orang lain agar dirinya merasa lebih baik. Mereka mungkin menilai pilihan, keputusan, atau pencapaian seseorang bukan karena benar-benar peduli, tetapi karena merasa tidak nyaman melihat keberhasilan tersebut.

6. Mulai menjauh ketika orang lain sedang berhasil

Beberapa orang yang menyimpan rasa iri mungkin memilih menjaga jarak ketika melihat seseorang sedang berada dalam fase terbaik hidupnya. Pasalnya, keberhasilan tersebut membuat mereka semakin membandingkan keadaan dirinya sendiri.

Mereka bisa berhenti memberikan dukungan, jarang berkomunikasi, atau tidak lagi hadir seperti sebelumnya.

Padahal, hubungan yang sehat seharusnya tetap memiliki dukungan, baik saat seseorang sedang menghadapi kesulitan maupun meraih keberhasilan.

7. Tidak melibatkan orang lain seperti biasanya

Tanda lainnya adalah mulai mengecualikan seseorang dari kegiatan atau lingkungan tertentu tanpa alasan yang jelas. Misalnya, tidak mengajak dalam sebuah acara atau membuat jarak dalam hubungan sosial.

Sikap ini terkadang muncul sebagai bentuk respons terhadap rasa iri yang tidak tersampaikan. Mereka mungkin merasa terganggu dengan pencapaian orang lain sehingga memilih menjauhkan diri.

Itulah beberapa ciri-ciri orang yang diam-diam mudah iri pada orang lain yang dapat terlihat dari perilaku sehari-hari.

Meski begitu, penting untuk tidak langsung menyimpulkan sifat seseorang hanya dari satu tindakan saja. Perhatikan pola perilaku secara keseluruhan agar dapat memahami situasi dengan lebih objektif dan menjaga hubungan tetap sehat.

Sumber : https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20260710122244-284-1379111/7-ciri-ciri-orang-yang-mudah-iri-pada-orang-lain-perhatikan-sikapnya?mtype=mpc.ctr.A-boxccxmpcxmp-modelA

Diet Nabati: Sehatkan Tubuh, Selamatkan Planet!

Diet Nabati: Sehatkan Tubuh, Selamatkan Planet!

Tidak hanya baik bagi kesehatan tubuh dan menghindarkan dari penyakit kritis, diet nabati juga baik bagi kehidupan di planet kita. Dengan mengonsumsi makanan berbasis tumbuhan, Anda bisa sekaligus mengurangi emisi gas rumah kaca, melestarikan sumber daya air, dan melindungi keanekaragaman hayati, lho!

Selamatkan Planet Melalui Apa yang Anda Makan

Rantai pasokan makanan global menyebabkan 25% emisi gas rumah kaca yang dihasilkan oleh manusia. Sementara itu, sistem pangan menyebabkan 70% penggunaan air tawar di seluruh planet, 40% nya berasal dari daratan global. Peternakan hewan menghasilkan 65% emisi nitro oksida yang disebabkan oleh manusia. Oleh sebab itu, makan daging lebih sedikit dapat berkontribusi pada masa depan yang berkelanjutan.

Mengurangi Emisi Gas Rumah Kaca

Produksi emisi gas terbesar diperoleh dari produksi ternak. Organisasi pangan PBB (FAO) memperkirakan jika produksi daging, susu, dan telur menyumbang sekitar 14,5% dari semua emisi gas rumah kaca oleh manusia. Sementara itu, produksi pangan nabati dapat membantu mengurangi emisi gas rumah kaca sebesar 49%.

Dukung Masa Depan yang Sustainable dengan Diet Nabati

Mengurangi konsumsi daging bisa membantu keberlangsungan hidup planet kita. Mulai dari penggunaan air bersih, membantu pengelolaan lahan jadi lebih efisien, dan tentunya mengurangi emisi gas rumah kaca. Melakukan diet nabati bisa mengurangi jejak karbon dan mendukung pelestarian sumber daya di planet kita.
Melakukan diet nabati bukan berarti Anda sepenuhnya menjadi vegan, ya. Untuk memulainya, Anda bisa berlatih dengan melakukan Mediterranean Diet, yang menggabungkan biji-bijian, kacang-kacangan, seafood, dan sayuran. Butuh dukungan dan motivasi lebih? Yuk, bergabung bersama AIA Vitality! Ketahui lebih dalam tentang pola diet Anda dan mulai hidup sehat sekarang.

Sumber : https://www.aia-financial.co.id/id/health-and-wellness/aia-content-club/environment-wellness/diet-nabati-sehatkan-tubu

Yuk, rutin Lakukan Brain Gym untuk Cegah Kepikunan

Yuk, rutin Lakukan Brain Gym untuk Cegah Kepikunan

Untuk mencegah kepikunan dini, kita perlu membiasakan otak untuk terus beraktivitas. Kita bisa melakukan berbagai jenis kegiatan yang termasuk senam otak (brain gym) untuk meningkatkan daya ingat, konsentrasi, dan menjaga kesehatan otak di usia lansia nanti.
Sama seperti anggota tubuh lainnya, otak juga perlu dilatih untuk bisa bekerja optimal. Berbeda dengan bagian tubuh lainnya, aktivitas otak tidak dapat kita lihat secara nyata, tetapi dapat tecermin dari kemampuan kita berkonsentrasi dan mengingat. Jika saat ini kita sudah sering mengalami lupa, tandanya otak kita perlu diajak lebih banyak beraktivitas fisik lagi agar tetap sehat hingga kita tua nanti.
Aktivitas untuk otak awam disebut senam otak atau brain gym. Kegiatan ini berfokus untuk mengasah otak untuk bekerja optimal, seperti mengingat dan berkonsentrasi. Ada banyak aktivitas yang bisa kita lakukan sehari-hari untuk menjaga kesehatan otak, beberapa di antaranya bahkan kegiatan yang sangat menyenangkan, lho!

Banyak membaca

Semakin banyak informasi baru, otak semakin berfungsi optimal. Oleh karena itu, perbanyak membaca, entah itu artikel berita atau cerita-certa nonfiksi. Dengan membaca buku, kemampuan konsentrasi kita bisa meningkat, begitu juga kemampuan mengingat.

Bermain game

Ternyata, bermain game ada sisi positifnya, lho! Beberapa game bahkan didesain untuk mengajak otak berpikir keras sehingga masuk kategori brain gym! Misalnya, mengisi teka-teki silang, sudoku, atau catur. Mungkin terdengar jadul, ya? Namun, bermain game yang membutuhkan strategi dan penalaran akan membuat otak terus terpacu bekerja sehingga mengurangi potensi munculnya demensia di usia lansia nanti.

Mengerjakan soal hitung-hitungan

Bagi sebagian besar orang, berhitung menjadi hal yang begitu sulit dan malas untuk dilakukan karena membutuhkan kemampuan matematika yang kuat. Namun, jangan berkecil hati. Kamu bisa mulai dengan membiasakan diri menghitung dengan budgeting kebutuhan bulanan. Kebiasaan ini tidak hanya memperkuat daya ingat, tetapi juga menjaga kondisi keuangan kita tetap on the track.

Belajar bahasa baru

Tidak ada kata terlambat untuk belajar. Usia berapa pun masih diperbolehkan untuk punya keinginan belajar, termasuk mempelajari bahasa baru. Ada penelitian yang mencatat bahwa orang yang mempelajari bahasa atau kata-kata baru cenderung memiliki daya ingat, konsentrasi, serta kreativitas yang tinggi.

Mendengarkan atau bermain alat musik

Saat sedang mendengarkan musik yang mengalun syahdu, rasanya seperti sedang tidak melakukan apa-apa. Padahal, mendengarkan musik tidak hanya memberikan efek relaks, melainkan mengatur emosi dan suasana hati seseorang.
Kita juga bisa rutin memainkan alat musik, seperti piano, gitar atau drum. Jika kita tidak pernah bermain alat musik sebelumnya, sudah saatnya kita mulai belajar dan memainkannya untuk kinerja otak yang lebih baik.

Aktif bersosialisasi

Kesepian membuat daya ingat seseorang berkurang karena dia tidak memiliki lawan bicara yang dapat diajak berdiskusi dan berdebat sehat. Oleh karena itu, rawatlah hubungan pertemanan dengan circle kita mulai dari sekarang. Bahkan, ada penelitian yang menyebutkan bahwa orang yang aktif bersosialisasi berisiko lebih rendah terkena dementia.

Berolahraga rutin

Ada beberapa gerakan senam otak yang bisa diikuti. Biasanya, gerakan ini dilakukan oleh para lansia. Namun, tidak ada salahnya kita berlatih menggunakan gerakan ini. Selain itu, kita bisa memilih beberapa jenis olahraga ringan lainnya yang juga memiliki fungsi mencegah kepikunan, seperti berenang, berlari, yoga, golf, tenis, dan lain sebagainya.
Melakukan senam otak atau brain gym merupakan salah satu cara kita untuk menjalani pola hidup sehat, lho! Jangan lupa, seimbangkan dengan asupan makanan yang sehat juga!
7 Manfaat Tertawa yang Jarang Diketahui, Bikin Hidup Lebih Sehat

7 Manfaat Tertawa yang Jarang Diketahui, Bikin Hidup Lebih Sehat

Tertawa adalah salah satu cara alami untuk merasa bahagia dan sehat. Tidak hanya menghibur, tertawa ternyata menyimpan banyak manfaat untuk kesehatan fisik dan mental. Berikut adalah tujuh manfaat tertawa yang mungkin jarang diketahui, namun dapat membuat hidup kita lebih sehat.

Pentingnya Tertawa untuk Kesehatan Fisik dan Mental

Tertawa bukan hanya sekadar ekspresi kebahagiaan atau hiburan, tetapi juga memiliki dampak yang signifikan bagi kesehatan fisik dan mental kita. Dalam kehidupan yang sering kali penuh tekanan, tertawa bisa menjadi cara sederhana namun ampuh untuk meningkatkan kualitas hidup.

7 Manfaat Tertawa untuk Kesehatan

1. Meningkatkan Sistem Kekebalan Tubuh
Saat kita tertawa, tubuh melepaskan hormon endorfin yang dapat meningkatkan produksi sel-sel kekebalan tubuh. Hal ini membantu tubuh lebih siap melawan infeksi dan penyakit. Dengan tertawa secara teratur, kita bisa memperkuat sistem imun dan menjaga tubuh tetap sehat.
2. Mengurangi Stres dan Kecemasan
Tertawa adalah cara yang efektif untuk meredakan stres dan kecemasan. Ketika kita tertawa, produksi hormon stres seperti kortisol dan adrenalin menurun. Sebaliknya, kadar hormon yang membuat kita bahagia, seperti serotonin dan dopamin, meningkat. Ini membuat kita merasa lebih rileks dan tenang.
3. Melancarkan Sirkulasi Darah
Tertawa dapat melancarkan aliran darah dalam tubuh, sehingga membantu menurunkan tekanan darah. Ketika kita tertawa, pembuluh darah menjadi lebih elastis, yang berpengaruh pada kesehatan jantung. Ini adalah salah satu alasan mengapa tertawa sering dikaitkan dengan kesehatan jantung yang lebih baik.
4. Meningkatkan Kesehatan Jantung
Selain melancarkan sirkulasi darah, tertawa juga bisa dianggap sebagai latihan kardiovaskular ringan. Tertawa menyebabkan peningkatan detak jantung dan aliran darah, yang dapat membantu menjaga kesehatan jantung. Ini sangat bermanfaat terutama bagi mereka yang tidak dapat melakukan aktivitas fisik intensif.
5. Mengurangi Rasa Sakit
Percaya atau tidak, tertawa memiliki efek analgesik alami yang dapat mengurangi rasa sakit. Endorfin yang dilepaskan selama tertawa bertindak sebagai pereda nyeri alami, membantu tubuh mengatasi rasa sakit lebih baik. Ini sering dimanfaatkan dalam terapi tawa untuk pasien dengan kondisi kronis.
6. Meningkatkan Kualitas Hubungan Sosial
Tertawa bersama orang lain mempererat hubungan sosial dan menciptakan ikatan yang lebih kuat. Hal ini meningkatkan rasa percaya dan kedekatan dengan orang-orang di sekitar kita. Hubungan sosial yang baik sangat penting untuk kesejahteraan emosional dan mental kita.
7. Meningkatkan Kreativitas dan Produktivitas
Tertawa dapat merangsang otak untuk berpikir lebih kreatif. Ketika kita tertawa, otak kita melepaskan ketegangan dan kecemasan, yang dapat membantu kita berpikir lebih jernih dan mencari solusi dari berbagai masalah dengan cara yang lebih inovatif. Ini dapat meningkatkan produktivitas di tempat kerja atau dalam kegiatan sehari-hari.
Tertawa adalah obat alami yang bisa membuat kita merasa lebih sehat dan bahagia. Dengan banyak tertawa, kita tidak hanya memperbaiki suasana hati tetapi juga meningkatkan kesehatan fisik dan mental kita. Namun, selain tertawa dan menjaga gaya hidup sehat, kita juga perlu memikirkan perlindungan yang lebih menyeluruh untuk kesehatan dan masa depan kita.
Salah satu langkah penting dalam menjaga kesehatan adalah memiliki proteksi yang tepat, seperti asuransi jiwa. Dengan asuransi jiwa AIA, Kita bisa mendapatkan perlindungan optimal bagi diri sendiri dan keluarga, sehingga Kita bisa menjalani hidup dengan tenang dan lebih bahagia.

Jalani Hidup Sehat dan Bahagia Bersama AIA

Untuk memberikan perlindungan menyeluruh bagi diri sendiri dan keluarga, asuransi jiwa adalah solusi yang penting. Asuransi jiwa AIA hadir sebagai pilihan terbaik untuk memastikan Kita dan keluarga selalu terlindungi dari risiko kehidupan. Dengan memiliki proteksi dari AIA, Kita dapat menjalani hidup dengan lebih tenang, karena tahu bahwa masa depan Kita sudah terlindungi.

Proteksi dari Asuransi Jiwa AIA

1. Perlindungan Komprehensif
Asuransi jiwa AIA menawarkan perlindungan menyeluruh yang mencakup berbagai risiko kesehatan, termasuk penyakit kritis, kecelakaan, hingga meninggal dunia. Kita dan keluarga akan selalu merasa aman dengan cakupan yang luas dari produk-produk AIA.
2. Fleksibilitas Produk
AIA menyediakan berbagai jenis produk asuransi yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi finansial Kita. Mulai dari asuransi jiwa tradisional hingga unit link, AIA memastikan Kita bisa memilih proteksi yang paling tepat.
3. Manfaat Tambahan yang Lengkap
Selain perlindungan dasar, asuransi jiwa AIA menawarkan manfaat tambahan seperti perlindungan kesehatan, rawat inap, dan manfaat penyakit kritis. Hal ini memberikan nilai lebih bagi nasabah yang ingin memastikan setiap aspek kesehatannya terjamin.
4. Layanan Klaim yang Cepat dan Mudah
AIA dikenal dengan layanan klaim yang responsif dan mudah. Proses klaim yang efisien memastikan Kita mendapatkan dukungan keuangan tepat waktu saat dibutuhkan, sehingga Kita dapat fokus pada pemulihan dan kesehatan.
5. Kepercayaan dan Reputasi Global
Sebagai perusahaan asuransi terkemuka dengan pengalaman puluhan tahun, AIA memiliki reputasi yang solid dan dipercaya oleh jutaan orang di seluruh dunia. Keamanan dan kredibilitas ini membuat nasabah merasa nyaman dan yakin dalam memilih AIA sebagai mitra proteksi hidupnya.
Tertawa dan menjalani gaya hidup sehat adalah langkah awal untuk menjaga kesehatan. Namun, tidak ada yang lebih penting daripada melindungi masa depan kita dengan proteksi yang tepat. Bersama asuransi jiwa AIA, Kita tidak hanya mendapatkan perlindungan kesehatan, tetapi juga keamanan finansial yang lengkap. Lindungi diri Kita dan orang yang Kita cintai dengan solusi proteksi dari AIA, agar hidup lebih tenang, bahagia, dan penuh senyuman!
Cara Al-Qur’an Menguatkan Nabi Muhammad saat Dakwahnya Ditolak

Cara Al-Qur’an Menguatkan Nabi Muhammad saat Dakwahnya Ditolak

Hidup tidak selalu berjalan dalam satu warna. Ada siang dan malam, senang dan sedih, lapang dan sempit, berhasil dan gagal. Tidak ada seorang pun yang benar-benar bebas dari masalah. Orang kaya punya ujiannya sendiri, orang biasa pun demikian. Orang saleh diuji, orang yang belum baik pun diuji.

Karena itu, yang membedakan seseorang bukan terletak pada apakah ia punya masalah atau tidak, melainkan pada bagaimana ia bersikap ketika masalah itu datang. Ada orang yang runtuh karena masalah, tetapi ada pula yang justru semakin matang, semakin dekat dengan Allah, dan semakin kuat menjalani hidup.

Menariknya, Al-Qur’an memiliki cara tersendiri untuk mendidik manusia agar mampu menghadapi masalah. Cara itu tidak selalu hadir dalam bentuk nasihat panjang atau perintah langsung. Sering kali, Al-Qur’an mendidik melalui kisah. Dari kisah itulah manusia diajak untuk melihat, merenung, lalu menemukan kekuatan baru.

Bahkan, sasaran pertama pendidikan itu adalah manusia paling mulia, yaitu Baginda Nabi Muhammad SAW. Melalui kisah para nabi terdahulu, Allah menguatkan hati beliau ketika dakwahnya ditolak dan ketika kesedihan yang begitu berat dirasakan.

Saat Nabi Muhammad Bersedih karena Dakwahnya Ditolak

Ada anggapan yang kadang muncul di tengah masyarakat bahwa para nabi tidak pernah merasa sedih atau kecewa. Seolah-olah, karena mereka dekat dengan Allah, mereka tidak merasakan luka batin sebagaimana manusia pada umumnya.

Padahal, para nabi tetap manusia. Mereka merasa sedih, kecewa, berat, dan lelah. Bedanya, mereka tidak menyerah pada perasaan itu. Mereka tetap berjalan dalam bimbingan Allah.

Baginda Nabi Muhammad SAW pun demikian. Beliau pernah mengalami kesedihan yang sangat dalam ketika dakwahnya ditolak oleh kaum Quraisy. Bukan hanya ditolak, beliau juga dimusuhi, dihina, dan dituduh dengan berbagai tuduhan yang menyakitkan.

Kesedihan itu sampai diabadikan oleh Allah dalam
surah asy-Syu‘ara’ ayat 3:

لَعَلَّكَ بَاخِعٌ نَفْسَكَ أَلَّا يَكُونُوا مُؤْمِنِينَ

Artinya, “Boleh jadi engkau (Nabi Muhammad) akan membinasakan dirimu (dengan kesedihan) karena mereka (penduduk Makkah) tidak beriman.” (QS. asy-Syu‘ara’ [26]: 3)

Imam Abu Muhammad Sahl bin Abdullah at-Tustari (w. 283 H) dalam Tafsir at-Tustari menjelaskan ayat ini dengan sangat menyentuh:

لَعَلَّكَ بَاخِعٌ نَفْسَكَ أَيْ مُهْلِكٌ نَفْسَكَ بِاتِّبَاعِ الْمُرَادِ فِي هِدَايَتِهِمْ، وَقَدْ سَبَقَ الْحُكْمُ مِنَّا بِمَا يَكُونُ مِنْ إِيمَانِ الْمُؤْمِنِ وَكُفْرِ الْكَافِرِ، فَلَا تَغْيِيرَ وَلَا تَبْدِيلَ، وَبَاطِنُ ذَلِكَ أَنَّكَ شَغَلْتَ نَفْسَكَ عَنَّا بِالِاشْتِغَالِ بِهِمْ حِرْصًا عَلَى إِيمَانِهِمْ، مَا عَلَيْكَ إِلَّا الْبَلَاغُ، فَلَا يَشْغَلْكَ الْحُزْنُ فِي أَمْرِهِمْ عَنَّا

Artinya, “‘Boleh jadi engkau (Nabi Muhammad) akan membinasakan dirimu (dengan kesedihan)’; yakni engkau sedang membinasakan dirimu dengan terus mengikuti keinginanmu agar mereka mendapat hidayah, padahal keputusan telah Kami tetapkan sejak awal—tentang siapa yang beriman dan siapa yang kafir, dan itu tidak dapat diubah atau diganti.

Sedangkan makna batinnya adalah: engkau telah menyibukkan dirimu dari Kami dengan terlalu larut memikirkan mereka karena besarnya keinginanmu agar mereka beriman. Tugasmu hanyalah menyampaikan; jangan biarkan kesedihan atas urusan mereka memalingkanmu dari Kami.” (Sahl bin Abdullah at-Tustari, Tafsir at-Tustari, [Baerut, Lebanon, Dar al-Kutub al-Ilmiyah: 1423 H/2002 M] hlm. 115)

Penjelasan at-Tustari ini memuat pesan yang sangat mendalam. Di satu sisi, Allah mengingatkan bahwa hidayah ada dalam ketetapan-Nya. Nabi hanya bertugas menyampaikan, bukan memaksa hati manusia untuk beriman.

Di sisi lain, Allah juga menegur dengan penuh kasih. Jangan sampai kesedihan atas manusia membuat seseorang terlalu jauh dari ketenangan bersama Allah. Dakwah memang penting, perjuangan memang mulia, tetapi hati tetap harus bersandar pada Allah, bukan pada hasil yang tampak di hadapan manusia. Pesan inilah yang kemudian dijelaskan dalam Al-Qur’an melalui cara yang khas, yaitu kisah para nabi terdahulu.

Al-Qur’an Menguatkan Nabi dengan Kisah Nabi Musa
Ketika menenangkan Baginda Nabi, Allah tidak hanya memberi nasihat secara langsung. Allah juga mengajak beliau melihat perjalanan nabi-nabi sebelumnya. Seakan-akan, Allah memperlihatkan bahwa jalan dakwah memang berat, dan Nabi Muhammad SAW tidak sendirian dalam menghadapi penolakan.

Kisah pertama yang dihadirkan dalam surah Asy-Syu’ara’ adalah kisah Nabi Musa ‘alaihissalam. Allah menampilkan perjuangan panjang Nabi Musa melawan Fir’aun, hingga akhirnya Allah menyelamatkan beliau dan kaumnya dari kejaran musuh.

Allah berfirman dalam surah asy-Syu’ara’ ayat 63-67:

فَأَوْحَيْنَا إِلَى مُوسَى أَنِ اضْرِبْ بِعَصَاكَ الْبَحْرَ فَانْفَلَقَ فَكَانَ كُلُّ فِرْقٍ كَالطَّوْدِ الْعَظِيمِ ﴿٦٣﴾ وَأَزْلَفْنَا ثَمَّ الْآخَرِينَ ﴿٦٤﴾ وَأَنْجَيْنَا مُوسَى وَمَنْ مَعَهُ أَجْمَعِينَ ﴿٦٥﴾ ثُمَّ أَغْرَقْنَا الْآخَرِينَ ﴿٦٦﴾ إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآيَةً وَمَا كَانَ أَكْثَرُهُمْ مُؤْمِنِينَ ٦٧

Artinya, “Lalu Kami wahyukan kepada Musa, ‘Pukullah laut itu dengan tongkatmu.’ Maka terbelahlah laut itu, dan setiap belahan seperti gunung yang sangat besar. Dan di sana Kami dekatkan (ke tepi laut) golongan yang lain. Dan Kami selamatkan Musa beserta orang-orang yang bersamanya semuanya. Kemudian Kami tenggelamkan golongan yang lain. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat suatu tanda (kekuasaan Allah), tetapi kebanyakan mereka tidak  beriman.” (QS. Asy-Syu’ara’ [26]: 63-67)

Bagian akhir ayat ini penting untuk diperhatikan: “tetapi kebanyakan mereka tidak beriman.” Kalimat ini seakan mengingatkan Nabi Muhammad SAW bahwa Nabi Musa juga pernah menghadapi penolakan. Tidak semua orang yang melihat tanda-tanda kekuasaan Allah langsung beriman.

Namun, penolakan itu tidak membuat perjuangan Nabi Musa menjadi sia-sia. Pada akhirnya, Allah menyelamatkan beliau dan orang-orang yang beriman bersamanya. Dari sini, Nabi Muhammad SAW dikuatkan agar tidak mengukur dakwah hanya dari banyaknya atau sedikitnya orang yang menerima saat itu juga.

Kisah Nabi Ibrahim dan Kesedihan yang Lebih Berat
Setelah kisah Nabi Musa, Allah menghadirkan kisah Nabi Ibrahim ‘alaihissalam. Dalam kisah ini, Nabi Ibrahim berhadapan langsung dengan ayah dan kaumnya yang menyembah berhala.

Allah berfirman dalam surah asy-Syu‘ara’ ayat 69-77:

وَاتْلُ عَلَيْهِمْ نَبَأَ إِبْرَاهِيمَ ﴿٦٩﴾ إِذْ قَالَ لِأَبِيهِ وَقَوْمِهِ مَا تَعْبُدُونَ ﴿٧٠﴾ قَالُوا نَعْبُدُ أَصْنَامًا فَنَظَلُّ لَهَا عَاكِفِينَ ﴿٧١﴾ قَالَ هَلْ يَسْمَعُونَكُمْ إِذْ تَدْعُونَ ﴿٧٢﴾ أَوْ يَنْفَعُونَكُمْ أَوْ يَضُرُّونَ ﴿٧٣﴾ قَالُوا بَلْ وَجَدْنَا آبَاءَنَا كَذَلِكَ يَفْعَلُونَ ﴿٧٤﴾ قَالَ أَفَرَأَيْتُمْ مَا كُنْتُمْ تَعْبُدُونَ ﴿٧٥﴾ أَنْتُمْ وَآبَاؤُكُمُ الْأَقْدَمُونَ ﴿٧٦﴾ فَإِنَّهُمْ عَدُوٌّ لِي إِلَّا رَبَّ الْعَالَمِينَ ﴿٧٧

Artinya, “Dan bacakanlah kepada mereka kisah Ibrahim. Ketika dia berkata kepada ayahnya dan kaumnya, ‘Apakah yang kamu sembah?’ Mereka menjawab, ‘Kami menyembah berhala-berhala dan kami senantiasa tekun menyembahnya.’ Ibrahim berkata, ‘Apakah berhala-berhala itu mendengar kamu ketika kamu berdoa? Atau (dapatkah) mereka memberi manfaat atau mencelakakan kamu?’

Mereka menjawab, ‘Bukan, tetapi kami mendapati nenek moyang kami berbuat demikian.’ Ibrahim berkata, ‘Sudahkah kamu pikirkan apa yang kamu sembah, kamu dan nenek moyangmu yang terdahulu? Sesungguhnya mereka semua adalah musuhku, kecuali Tuhan semesta alam.’” (QS. Asy-Syu’ara’ [26]: 69-77)

Mengapa kisah Nabi Ibrahim dihadirkan setelah kisah Nabi Musa?
Imam Fakhruddin ar-Razi (w. 606 H) dalam Mafatihul Ghayb menjelaskan:

اعْلَمْ أَنَّهُ تَعَالَى ذَكَرَ فِي أَوَّلِ السُّورَةِ شِدَّةَ حُزْنِ مُحَمَّدٍ ﷺ بِسَبَبِ كُفْرِ قَوْمِهِ، ثُمَّ إِنَّهُ ذَكَرَ قِصَّةَ مُوسَى عَلَيْهِ السَّلَامُ لِيَعْرِفَ مُحَمَّدٌ أَنَّ مِثْلَ تِلْكَ الْمِحْنَةِ كَانَتْ حَاصِلَةً لِمُوسَى، ثُمَّ ذَكَرَ عَقِبَهَا قِصَّةَ إِبْرَاهِيمَ عَلَيْهِ السَّلَامُ لِيَعْرِفَ مُحَمَّدٌ أَيْضًا أَنَّ حُزْنَ إِبْرَاهِيمَ عَلَيْهِ السَّلَامُ بِهَذَا السَّبَبِ كَانَ أَشَدَّ مِنْ حُزْنِهِ، لِأَنَّ مِنْ عَظِيمِ الْمِحْنَةِ عَلَى إِبْرَاهِيمَ عَلَيْهِ السَّلَامُ أَنْ يَرَى أَبَاهُ وَقَوْمَهُ فِي النَّارِ وَهُوَ لَا يَتَمَكَّنُ مِنْ إِنْقَاذِهِمْ إِلَّا بِقَدْرِ الدُّعَاءِ وَالتَّنْبِيهِ

Artinya, “Ketahuilah bahwa Allah menyebut di awal surah ini beratnya kesedihan Nabi Muhammad SAW akibat kekufuran kaumnya. Kemudian Allah menghadirkan kisah Nabi Musa AS agar Muhammad tahu bahwa cobaan semacam itu pernah juga menimpa Musa.

Lalu setelahnya Allah menghadirkan kisah Nabi Ibrahim AS agar Muhammad juga tahu bahwa kesedihan Ibrahim atas sebab yang sama ternyata jauh lebih berat daripada kesedihannya sendiri.

Karena termasuk ujian terbesar yang menimpa Ibrahim adalah menyaksikan ayah dan kaumnya sendiri berada di neraka, sementara ia tidak mampu menyelamatkan mereka selain sebatas doa dan peringatan.” (Fakhruddin ar-Razi, Mafatihul Ghayb [Tafsir al-Kabir], [Baerut, Lebanon, Dar Ihya at-Turats al-Arabi: 1420 H] juz 21, hlm. 541)

Penjelasan ar-Razi ini memperlihatkan betapa halus cara Al-Qur’an mendidik hati Nabi Muhammad SAW. Allah tidak hanya berkata, “Jangan bersedih.” Allah justru menghadirkan kisah orang-orang mulia yang pernah merasakan beban yang sama.

Kisah Nabi Musa menunjukkan bahwa penolakan merupakan bagian dari perjalanan dakwah. Sementara kisah Nabi Ibrahim menunjukkan bahwa ada kesedihan yang jauh lebih berat, yaitu ketika seseorang menyaksikan orang terdekatnya sendiri menolak kebenaran.

Bagi Nabi Ibrahim, yang menolak bukan hanya orang-orang yang jauh. Ayah dan kaumnya sendiri berada dalam kesesatan. Beliau tidak mampu memaksa mereka menerima kebenaran. Yang bisa beliau lakukan hanyalah berdoa, mengingatkan, dan menyampaikan kebenaran sebaik-baiknya.

Belajar Kuat dari Kisah Orang-Orang Saleh

Di sinilah tampak salah satu metode pendidikan Al-Qur’an yang sangat penting. Ketika seseorang dilanda masalah, Al-Qur’an tidak selalu mengajaknya untuk melupakan masalah tersebut. Al-Qur’an justru mengajaknya untuk melihat masalah tersebut dari sudut pandang yang lebih luas.

Caranya adalah dengan menghadirkan kisah para orang-orang terdahulu. Bukan agar kita membanding-bandingkan penderitaan secara menyakitkan, melainkan agar kita sadar bahwa jalan hidup orang beriman memang tidak selalu mudah.

Para nabi pun pernah ditolak. Mereka pernah disakiti. Mereka pernah kehilangan orang yang mereka cintai. Mereka pernah menghadapi pengkhianatan, permusuhan, dan kesedihan yang dalam. Namun, mereka tetap bertahan karena hati mereka bersandar pada Allah.

Dari sini, kita belajar bahwa masalah yang kita hadapi hari ini bukanlah akhir dari segalanya. Boleh jadi ia berat, tetapi bukan berarti tidak bisa dilalui. Boleh jadi ia membuat hati lelah, tetapi bukan berarti Allah meninggalkan kita.

Kisah para nabi mengajarkan bahwa kesabaran bukan berarti tidak sedih. Sabar adalah tetap berada di jalan yang benar meskipun hati sedang terluka. Sabar adalah tetap percaya kepada Allah meskipun hasilnya belum terlihat. Sabar adalah terus melakukan yang terbaik, sambil menyerahkan hasilnya kepada Allah SWT.

Maka, ketika kita menghadapi masalah, penolakan, kegagalan, atau kesedihan, salah satu cara Al-Qur’an menguatkan kita adalah dengan mengingatkan bahwa orang-orang terbaik pun pernah melewati jalan yang berat. Jika mereka mampu bertahan dengan pertolongan Allah, maka kita pun semestinya tidak boleh kehilangan harapan.

Semoga Allah SWT membimbing kita agar mampu membaca setiap masalah dengan hati yang lebih jernih, mengambil pelajaran dari kisah para nabi, dan tetap teguh berjalan di jalan-Nya. Amin. Wallahu a’lam.

Sumber : https://islam.nu.or.id/hikmah/cara-al-qur-an-menguatkan-nabi-muhammad-saat-dakwahnya-ditolak-exO43