Jangan Menggantungkan Harapan kepada Manusia, Gantungkanlah Hanya kepada Allah

Jangan Menggantungkan Harapan kepada Manusia, Gantungkanlah Hanya kepada Allah

Allah Adalah Sebaik-Baik Tempat Bergantung

Salah satu penyakit hati yang sering tidak disadari adalah terlalu menggantungkan harapan kepada manusia. Kita berharap manusia membantu kita, memberi kita rezeki, atau menjadi sebab kebahagiaan kita. Ketika harapan itu tidak terpenuhi, kita kecewa, marah, bahkan putus asa.

Padahal seorang muslim diajarkan untuk menggantungkan harapan hanya kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Bukan berarti kita tidak boleh menerima bantuan dari manusia. Jika ada orang yang memberikan sesuatu kepada kita, maka terimalah dengan rasa syukur. Namun jangan pernah meyakini bahwa manusia itulah sumber rezeki kita. Mereka hanyalah perantara. Hakikat pemberi rezeki hanyalah Allah.

Allah berfirman:

“Dan tidak ada suatu makhluk melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezekinya.”
(QS. Hud: 6)

Ayat ini memberikan ketenangan bagi setiap hamba. Selama kita masih hidup, Allah telah menjamin adanya rezeki untuk setiap makhluk-Nya.

Allah Menciptakan Makhluk dan Menjamin Rezekinya

Renungkanlah.

Siapakah yang menciptakan kita?

Jawabannya tentu Allah.

Kalau Allah yang menciptakan kita, apakah mungkin Allah membiarkan ciptaan-Nya tanpa rezeki?

Tentu tidak.

Allah pasti memberikan rezeki kepada setiap makhluk yang Dia ciptakan. Bahkan seekor burung yang terbang di langit, ikan yang hidup di lautan, atau hewan yang tinggal di puncak gunung sekalipun, semuanya memperoleh rezeki dari Allah.

Allah berfirman:

“Dan berapa banyak makhluk bergerak yang tidak dapat mengusahakan rezekinya sendiri. Allah-lah yang memberi rezeki kepadanya dan juga kepadamu. Dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”
(QS. Al-‘Ankabut: 60)

Ayat ini menunjukkan bahwa rezeki bukan semata-mata karena kemampuan makhluk, melainkan karena karunia Allah.

Rezeki Tidak Hanya untuk Orang Beriman

Sering kali kita mengira bahwa hanya orang saleh yang diberi rezeki. Padahal kenyataannya tidak demikian.

Allah memberikan rezeki kepada seluruh makhluk-Nya.

  • Orang yang beriman diberi rezeki.
  • Orang kafir juga diberi rezeki.
  • Orang yang taat diberi rezeki.
  • Orang yang bermaksiat pun tetap diberi rezeki.
  • Ahli ibadah diberi rezeki.
  • Orang fasik juga tetap mendapatkan rezeki.

Mengapa demikian?

Karena rezeki merupakan bagian dari rahmat Allah yang bersifat umum bagi seluruh makhluk di dunia. Adapun yang membedakan seorang mukmin adalah keberkahan rezekinya serta balasan yang Allah siapkan di akhirat.

Allah berfirman:

“Sesungguhnya Allah Dialah Maha Pemberi rezeki yang mempunyai kekuatan lagi sangat kokoh.”
(QS. Adz-Dzariyat: 58)

Ayat ini menegaskan bahwa sumber seluruh rezeki hanyalah Allah, bukan manusia, bukan perusahaan, bukan jabatan, dan bukan usaha semata.

Manusia Hanyalah Sebab

Dalam kehidupan sehari-hari, Allah menjadikan manusia sebagai sebab datangnya rezeki.

Ada yang mendapat gaji dari perusahaan.

Ada yang memperoleh keuntungan dari pelanggan.

Ada yang diberi hadiah oleh saudaranya.

Semua itu hanyalah sebab yang Allah ciptakan.

Maka jangan sampai hati bergantung kepada sebab, tetapi lupakan kepada Dzat yang menciptakan sebab tersebut.

Ketika seseorang tidak jadi membantu kita, jangan kecewa berlebihan. Bisa jadi Allah sedang membuka pintu rezeki melalui jalan yang lain.

Karena jika Allah telah menetapkan rezeki untuk seorang hamba, tidak ada seorang pun yang mampu menghalanginya.

Sebaliknya, jika Allah belum menghendaki sesuatu, seluruh manusia di dunia tidak akan mampu memberikannya.

Tawakal yang Benar

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Seandainya kalian bertawakal kepada Allah dengan tawakal yang sebenar-benarnya, niscaya Allah akan memberi rezeki kepada kalian sebagaimana Dia memberi rezeki kepada burung; burung itu pergi pada pagi hari dalam keadaan lapar dan pulang pada sore hari dalam keadaan kenyang.”
(HR. At-Tirmidzi no. 2344, dinilai hasan sahih)

Perhatikan bahwa burung tetap keluar dari sarangnya. Ia berusaha, tetapi hatinya tidak bergantung kepada usaha tersebut. Rezekinya datang karena Allah.

Demikian pula seorang muslim. Ia bekerja, berdagang, bertani, atau menjalankan usaha, tetapi keyakinannya tetap bahwa Allah adalah Ar-Razzaq, Maha Pemberi Rezeki.

Penutup

Jangan menggantungkan harapan kepada manusia.

Harapkanlah segala sesuatu hanya kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Jika ada manusia yang membantu, bersyukurlah karena Allah telah menggerakkan hatinya.

Jika tidak ada yang membantu, jangan berputus asa, karena pintu rezeki Allah tidak pernah tertutup.

Allah yang menciptakan kita, dan Allah pula yang menjamin rezeki seluruh makhluk-Nya. Tidak ada seekor hewan di puncak gunung, tidak ada seekor ikan di dasar lautan, bahkan tidak ada satu makhluk pun di bumi ini yang luput dari rezeki yang telah Allah tetapkan.

Maka perbaikilah tawakal, kuatkan keyakinan, teruslah berikhtiar dengan cara yang halal, dan gantungkan seluruh harapan hanya kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.