Banyak Orang Tak Sadar, Batu Ginjal Bisa Berakhir Cuci Darah

Banyak Orang Tak Sadar, Batu Ginjal Bisa Berakhir Cuci Darah

Liputan6.com, Jakarta – Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Ginjal Hipertensi Bethsaida Hospital Gading Serpong, dr. Mutalib Abdullah, Sp.PD-KGH, FINASIM, mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan gejala awal penyakit ginjal, terutama batu ginjal. Menurutnya, mengenali gejala sejak dini merupakan salah satu cara mencegah gagal ginjal agar tidak cuci darah akibat komplikasi yang terlambat ditangani.

“Kalau batunya kita diamkan, bisa menyebabkan infeksi, aliran urine menjadi tersumbat sehingga terjadi hidronefrosis atau pembengkakan ginjal. Kalau terlambat ditangani, akhirnya bisa menjadi gagal ginjal,” kata Mutalib dalam peluncuran Urology & Nephrology Clinic Bethsaida Hospital Gading Serpong di Auditorium Bethsaida Hospital, Tangerang, Rabu (29/7/2026)

Mutalib menjelaskan bahwa batu ginjal merupakan salah satu penyakit yang paling sering ditangani di layanan urologi. Jika tidak segera diobati, kondisi ini dapat menyebabkan infeksi saluran kemih berulang, penyumbatan aliran urine, penurunan fungsi ginjal, hingga gagal ginjal terminal yang memerlukan terapi cuci darah.

Oleh sebab itu, masyarakat perlu mewaspadai gejala awal, seperti nyeri di pinggang atau punggung bagian bawah, nyeri saat buang air kecil, urine bercampur darah, serta gangguan berkemih. Pemeriksaan medis sejak keluhan pertama muncul menjadi salah satu cara mencegah gagal ginjal agar tidak cuci darah, karena kerusakan ginjal dapat dicegah sebelum menjadi permanen.

Penyebab Batu Ginjal yang Perlu Diwaspadai

Salah satu faktor risiko utama pembentukan batu ginjal, lanjut Mutalib, adalah kurangnya asupan cairan, terutama di negara beriklim tropis seperti Indonesia.

“Kalau kurang minum, tubuh cenderung mengalami dehidrasi. Kristal hasil metabolisme makanan akan berkumpul di ginjal dan lama-kelamaan membentuk batu,” ujarnya.

Selain dehidrasi, konsumsi makanan, minuman, obat-obatan, maupun jamu secara berlebihan yang berpotensi merusak ginjal juga perlu diwaspadai. Oleh sebab itu, edukasi mengenai pola hidup sehat dan penggunaan obat secara bijak menjadi bagian penting dalam upaya mencegah penyakit ginjal.

Usia Muda Juga Berisiko Terkena Batu Ginjal

Mutalib menegaskan penyakit ginjal tidak hanya menyerang lansia. Kelompok usia produktif juga memiliki risiko tinggi akibat kebiasaan kurang minum dan jarang menjalani pemeriksaan kesehatan.

Ia menyebutkan kasus batu ginjal cukup banyak ditemukan pada kelompok usia 25–35 tahun. Oleh sebab itu, pemeriksaan kesehatan, termasuk urinalisis, disarankan dilakukan sejak usia muda, terutama bagi mereka yang memiliki riwayat penyakit ginjal dalam keluarga.

Perhatian juga perlu diberikan kepada anak-anak. Menurut Mutalib, konsumsi minuman tinggi gula dan pewarna secara berlebihan dapat meningkatkan risiko gangguan ginjal. Orang tua diimbau mengawasi pola makan dan minum anak sejak dini.

Cara Mencegah Gagal Ginjal agar Tidak Cuci Darah

Sebagai cara mencegah gagal ginjal agar tidak cuci darah, Mutalib menyarankan masyarakat membiasakan minum air putih sekitar 1,5–2 liter per hari, rutin berolahraga, menerapkan pola makan seimbang, serta tidak menunda pemeriksaan ke dokter apabila muncul gejala batu ginjal.

Menurutnya, deteksi dini dan perubahan gaya hidup menjadi kunci menjaga fungsi ginjal tetap optimal, dikutip dari Antara.

Sumber : https://kesehatan.liputan6.com/info-sehat/read/8257244/banyak-orang-tak-sadar-batu-ginjal-bisa-berakhir-cuci-darah

Kebiasaan Kretek Leher Ternyata Bisa Picu Stroke, Ini Penjelasan Dokter

Kebiasaan Kretek Leher Ternyata Bisa Picu Stroke, Ini Penjelasan Dokter

Jakarta, MCI News – Kebiasaan membunyikan atau “kretek” leher yang kerap dianggap mampu meredakan pegal kini menjadi perhatian setelah viral di media sosial. Sejumlah pakar kesehatan mengingatkan bahwa gerakan memutar leher secara berlebihan dapat meningkatkan risiko cedera pembuluh darah yang berujung pada stroke, Senin (27/07/2026) Melansir dari The Economic Times.

Perhatian publik muncul setelah seorang perempuan asal Amerika Serikat, KayLynne Felthager, dilaporkan mengalami stroke usai terbiasa membunyikan persendian leher ketika merasakan sakit kepala. Awalnya ia mengaku merasa lebih lega, namun tidak lama kemudian muncul nyeri tajam di leher yang terus berlanjut.

Beberapa hari setelahnya, KayLynne mulai mengalami kesulitan menggerakkan kepala dan bicaranya menjadi pelo. Setelah menjalani pemeriksaan medis, dokter menyatakan ia mengalami stroke yang diduga berkaitan dengan cedera pada pembuluh darah di leher.

Dokter spesialis saraf Priyam Bordoloi menjelaskan bahwa di bagian leher terdapat arteri karotis dan arteri vertebralis yang berfungsi menyalurkan darah menuju otak. Gerakan memutar leher secara tiba-tiba atau terlalu kuat berpotensi menyebabkan cervical artery dissection atau diseksi arteri serviks, yaitu robekan pada lapisan dalam pembuluh darah.

Menurutnya, kondisi tersebut merupakan salah satu penyebab stroke yang cukup sering ditemukan pada orang sehat berusia di bawah 45 tahun. Risiko dapat meningkat apabila leher mengalami trauma atau tekanan berlebihan, termasuk akibat kebiasaan membunyikan persendian leher.

Bordoloi menegaskan bahwa meskipun kasus seperti ini tergolong jarang, dampaknya dapat mengancam keselamatan jiwa sehingga masyarakat tidak disarankan memaksakan gerakan yang menghasilkan bunyi pada persendian leher.

“Di dalam leher ada arteri karotis dan arteri vertebralis yang menyalurkan darah ke otak. Gerakan memutar leher secara tiba-tiba dan kuat bisa menyebabkan diseksi arteri serviks, robekan pada lapisan dalam arteri,” jelas Priyam Bordoloi.

Ia juga mengingatkan agar keluhan pegal pada leher ditangani dengan cara yang lebih aman. Peregangan ringan, kompres hangat, atau berkonsultasi dengan fisioterapis menjadi pilihan yang lebih dianjurkan dibandingkan memaksakan gerakan yang berisiko mencederai pembuluh darah.

Sumber : https://mcinews.id/2026/07/27/kebiasaan-kretek-leher-ternyata-bisa-picu-stroke-ini-penjelasan-dokter/

Jangan Abaikan! Ini Tanda Tubuh Terlalu Sering Terpapar Polusi Udara

Jangan Abaikan! Ini Tanda Tubuh Terlalu Sering Terpapar Polusi Udara

Jakarta, MCI News – Polusi udara masih menjadi ancaman serius bagi kesehatan masyarakat di berbagai kota besar di Indonesia, Minggu (26/07/2026). Emisi kendaraan bermotor, aktivitas industri, hingga partikel halus di udara dapat memicu berbagai gangguan kesehatan apabila seseorang terpapar dalam waktu lama dan berulang.

Berdasarkan informasi yang dimuat LiveScience, dampak polusi udara tidak hanya dirasakan pada lingkungan, tetapi juga memengaruhi kondisi tubuh, mulai dari keluhan ringan hingga penyakit kronis. Associate Specialist di bidang penilaian paparan polusi udara dan epidemiologi di University of California Irvine (UC Irvine), Shahir Masri, menjelaskan bahwa kualitas udara yang buruk dapat menimbulkan berbagai gangguan kesehatan.

“Gejala akibat kualitas udara dalam ruangan yang buruk dapat berkisar dari yang ringan, seperti sakit kepala dan kelelahan, hingga yang berat, termasuk asma, kanker paru-paru, serta penurunan harapan hidup secara keseluruhan,” terang Associate Specialist di bidang penilaian paparan polusi udara dan epidemiologi di UC Irvine, Shahir Masri.

Salah satu tanda yang paling sering muncul adalah iritasi saluran pernapasan berupa batuk, bersin, sesak napas, hidung tersumbat, tenggorokan gatal, hingga mata berair. Pendiri Haze Environmental asal Inggris, Chloe Fellows, mengatakan tubuh secara alami akan mempersempit saluran napas dan meningkatkan produksi lendir sebagai respons terhadap polutan.

“Efek dari paparan langsung terhadap kualitas udara yang buruk mirip dengan efek dari pilek dan penyakit virus lainnya, dan beberapa mungkin muncul segera setelah satu kali paparan, sementara yang lain merupakan akibat dari paparan berulang terhadap polutan,” jelasnya.

Selain gangguan pernapasan, paparan polusi udara juga dapat menyebabkan sakit kepala, pusing, dan tubuh cepat lelah karena sistem pernapasan harus bekerja lebih keras memasok oksigen. Peneliti Indoor Air Innovation & Research Institute, John McKeon, menyebut paparan karbon monoksida maupun tingginya karbon dioksida di ruangan dengan ventilasi buruk dapat memicu keluhan tersebut.

Polusi udara juga dapat memperparah asma dan alergi. Dokter spesialis anak di Children’s Allergy Clinic Inggris, José Costa, menyatakan tingginya konsentrasi alergen di udara berpotensi memperburuk gejala alergi hingga berkembang menjadi asma alergi pada sebagian orang.

Tak hanya menyerang sistem pernapasan, polutan juga dapat merusak lapisan pelindung kulit (skin barrier), sehingga memicu kulit kering, gatal, kemerahan, hingga memperparah eksim atau dermatitis atopik. Karena itu, masyarakat disarankan menggunakan masker saat kualitas udara memburuk, membatasi aktivitas luar ruangan, serta menjaga kualitas udara di dalam rumah untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan.

Sumber : https://mcinews.id/2026/07/27/jangan-abaikan-ini-tanda-tubuh-terlalu-sering-terpapar-polusi-udara/

Lapar Saat Malam Hari? Ini Buah yang Baik Dikonsumsi

Lapar Saat Malam Hari? Ini Buah yang Baik Dikonsumsi

Jakarta – Kelaparan saat malam hari kadang terasa menyiksa. Perut yang keroncongan membuat mata sulit terpejam dan bisa mengakibatkan insomnia. Hanya saja, ngemil dan makan di waktu istirahat tentunya tidak baik juga. Daripada mengganjal perut dengan kue, roti, atau camilan lainnya, baiknya mengonsumsi buah.

Meski buah masih mengandung gula, ada beberapa buah yang masih tergolong baik untuk dikonsumsi pada malam hari. Buat kamu yang sering merasa lapar sebelum tidur, berikut daftar buah yang baik dikonsumsi pada malam hari.

1. Kiwi

Kiwi menjadi salah satu buah yang kerap dikaitkan dengan kualitas tidur yang lebih baik. Buah ini mengandung vitamin C, folat, antioksidan, serta serotonin yang berperan dalam mengatur siklus tidur.

Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi kiwi sekitar satu jam sebelum tidur dapat membantu seseorang lebih cepat terlelap dan meningkatkan kualitas tidur. Selain itu, kandungan seratnya juga membantu memberikan rasa kenyang tanpa membuat perut terasa terlalu penuh.

2. Cherry

Cherry, khususnya jenis tart cherry bisa menjadi pilihan untuk snack larut malam apabila lapar menghantam tengah malam. Dikutip dari Healthline, beberapa penelitian lama menunjukkan tart cherry dapat membantu seseorang tidur lebih nyenyak.

Selain itu, tart cherry memiliki manfaat anti-inflamasi dan dapat melindungi terhadap kondisi yang berhubungan dengan peradangan seperti radang sendi dan penyakit jantung. Tart cherry mengandung sejumlah kecil hormon melatonin yang meningkatkan tidur.

Namun, tart cherry juga mengandung fitokimia procyanidin B-2. Senyawa ini diperkirakan melindungi asam amino triptofan dalam darah, yang digunakan tubuh untuk membuat melatonin.

Segelas 8 ons (oz), atau 240 mililiter (mL), jus tart cherry 100% mengandung 159 kalori, sedangkan 1/4 cangkir, atau 40 gram (g), tart cherry kering mengandung 133 kalori.

3. Berry

Stroberi, blueberry, raspberry, maupun blackberry merupakan pilihan buah yang baik dikonsumsi pada malam hari. Kelompok buah berry umumnya rendah kalori, kaya serat, serta mengandung antioksidan seperti antosianin yang bermanfaat bagi kesehatan.

Kandungan seratnya membantu memberikan rasa kenyang lebih lama sehingga dapat mengurangi keinginan untuk mengonsumsi camilan tinggi kalori sebelum tidur.

4. Pepaya

Dikutip dari Fruitsmith, buah pepaya mengandung papain. Papain adalah enzim pencernaan yang memecah protein dan mencegah kembung. Jika kamu sering merasa berat atau begah setelah makan malam, pepaya bisa menjadi salah satu buah malam hari yang paling efektif untuk melancarkan pencernaan.

Namun, penting untuk mengontrol porsi makan. Hal ini karena terlalu banyak pepaya dapat merangsang pencernaan secara berlebihan yang menyebabkan mulas. Mengonsumsi semangkuk kecil pepaya setelah makan malam juga bisa menjadi solusi terbaik untuk mengatasi penyakit asam lambung di malam hari.

5. Alpukat

Alpukat mengandung lemak tak jenuh yang baik untuk kesehatan, serat, serta magnesium yang berperan dalam membantu relaksasi otot dan fungsi saraf. Kombinasi nutrisi tersebut membuat alpukat menjadi salah satu pilihan camilan malam yang mengenyangkan.

Buah ini bisa dinikmati secara langsung atau dipadukan dengan yoghurt tanpa tambahan gula untuk camilan yang lebih seimbang.

Sumber : https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-8595306/lapar-saat-malam-hari-ini-buah-yang-baik-dikonsumsi

Jarak Aman Minum Obat Setelah Konsumsi Minuman Tertentu

Jarak Aman Minum Obat Setelah Konsumsi Minuman Tertentu

Membahas jarak aman minum obat setelah mengonsumsi herbal atau minuman tertentu merupakan topik penting dalam kesehatan, terutama mengingat interaksi antara bahan alami dan obat-obatan dapat memengaruhi efektivitas dan keamanan pengobatan.

Tim redaksi KlikDokter berbincang dengan dr. Atika tentang jarak aman yang disarankan untuk 20 jenis herbal, tumbuhan, dan minuman tertentu sebelum mengonsumsi obat. Berdasarkan prinsip interaksi obat dengan makanan dan suplemen herbal. Simak rinciannya sebagai berikut ya!

1. Jahe

Jahe dikenal dapat mempengaruhi kecepatan penyerapan obat dalam tubuh. Disarankan untuk menunggu sekitar 1-2 jam setelah mengonsumsi jahe sebelum mengambil obat, terutama untuk obat yang memengaruhi sistem pencernaan atau obat antikoagulan.

2. Kunyit

Kunyit memiliki sifat antiinflamasi dan bisa mempengaruhi efektivitas obat antiinflamasi nonsteroid (AINS). Idealnya, tunggu 2-3 jam setelah mengonsumsi kunyit sebelum mengambil obat-obatan tersebut.

3. Sereh

Sereh dikenal memiliki efek diuretik, yang bisa mempengaruhi cara tubuh mengeliminasi obat. Selain itu, sereh bisa memengaruhi kadar gula darah, yang relevan untuk obat-obatan yang mempengaruhi gula darah.

Sebagai tindakan pencegahan, memberikan jarak waktu sekitar 1-2 jam sebelum atau setelah minum obat mungkin akan mengurangi risiko interaksi.

4. Temulawak

Temulawak sering digunakan untuk meningkatkan fungsi hati dan sistem pencernaan. Karena hati berperan penting dalam metabolisme obat, ada potensi temulawak untuk mempengaruhi cara obat diproses oleh tubuh.

Untuk menghindari kemungkinan interaksi, memberikan jarak waktu sekitar 1-2 jam sebelum atau setelah penggunaan obat bisa menjadi tindakan yang bijak.

5. Susu

Susu bisa memengaruhi penyerapan beberapa jenis obat, khususnya obat yang tidak boleh dikonsumsi bersamaan dengan produk susu karena bisa mengurangi efektivitasnya.

Contoh umum termasuk beberapa antibiotik dan obat untuk osteoporosis. Dalam kasus ini, umumnya disarankan untuk menunggu sekitar 2 jam setelah mengonsumsi susu sebelum mengambil obat-obatan tertentu.

6. Teh

Teh Hijau, mengandung katekin yang dapat memengaruhi enzim yang terlibat dalam metabolisme obat. Dianjurkan untuk memberikan jarak waktu sekitar 1-2 jam antara konsumsi teh hijau dan pengambilan obat untuk menghindari potensi interaksi.

Sedangkan Teh Hitam, kaya akan kafein yang bisa meningkatkan atau menurunkan efek obat tertentu. Sebagai langkah pencegahan, memberikan jarak waktu minimal 1 jam sebelum atau setelah minum obat.

7. Alkohol

Alkohol memiliki kemampuan untuk berinteraksi dengan banyak obat, yang dapat meningkatkan atau menurunkan efek obat, atau meningkatkan risiko efek samping.

Beberapa obat, seperti obat tidur, penenang, dan antibiotik tertentu, sangat berisiko tinggi bila dikonsumsi dengan alkohol. Sebagai aturan umum, sebaiknya hindari konsumsi alkohol saat Kamu sedang dalam pengobatan.

Namun, jika konsumsi alkohol tidak bisa dihindari, memberikan jarak waktu yang cukup biasanya beberapa jam, tergantung pada jumlah alkohol yang dikonsumsi sebelum minum obat dianjurkan. Konsultasikan dengan dokter atau apoteker untuk mendapatkan rekomendasi yang lebih spesifik, ya.

8. Ginkgo Biloba

Ginkgo biloba dikenal karena efeknya pada sirkulasi dan mempunyai potensi untuk memengaruhi penggumpalan darah. Ini berarti bisa mempengaruhi obat-obatan yang juga memengaruhi penggumpalan darah, seperti warfarin atau aspirin.

Memberikan jarak waktu sekitar 2-3 jam antara konsumsi ginkgo biloba dan obat yang memengaruhi penggumpalan darah atau metabolisme obat lainnya dianjurkan untuk mengurangi risiko interaksi yang tidak diinginkan.

9. Ginseng

Ginseng dikenal dapat meningkatkan energi dan memiliki efek imunostimulan. Namun, ginseng juga bisa berinteraksi dengan obat-obatan tertentu seperti warfarin (pengencer darah), obat diabetes, dan obat tekanan darah, mempengaruhi efektivitasnya.

Disarankan untuk menunggu 1-2 jam setelah konsumsi ginseng sebelum minum obat, namun konsultasi dengan dokter sangat dianjurkan untuk kasus spesifik, terutama jika Kamu menggunakan obat-obatan tersebut.

10. Echinacea

Echinacea sering digunakan untuk mendukung sistem kekebalan tubuh, tapi bisa memengaruhi cara kerja obat dalam tubuh. Khususnya, echinacea dapat berinteraksi dengan obat-obatan yang diubah oleh hati dan obat yang mempengaruhi sistem imun.

Idealnya, berikan jarak sekitar 2 jam antara konsumsi echinacea dan pengambilan obat-obatan. Lagi-lagi, mendiskusikan penggunaan echinacea dengan dokter atau apoteker sangat dianjurkan, terutama jika Kamu sedang dalam pengobatan jangka panjang.

11. St. John’s Wort (Hypericum perforatum)

St. John’s Wort terkenal akan potensinya dalam mengatasi depresi ringan hingga sedang, namun herbal ini dikenal kuat berinteraksi dengan banyak obat, termasuk antidepresan, kontrasepsi oral, dan obat antikoagulan.

Herbal ini bisa meningkatkan metabolisme obat sehingga mengurangi efektivitasnya. Disarankan untuk menunggu minimal 2-3 jam setelah konsumsi St. John’s Wort sebelum mengambil obat-obatan lain, tetapi karena interaksinya yang luas, konsultasi dengan profesional kesehatan sebelum penggunaan bersamaan sangat penting.

12. Bawang Putih

Bawang putih dikenal memiliki berbagai manfaat kesehatan, termasuk potensi antikoagulan. Ini bisa berinteraksi dengan obat pengencer darah seperti warfarin dan obat antiplatelet.

Untuk menghindari risiko perdarahan, disarankan untuk memberi jarak 1-2 jam setelah konsumsi bawang putih sebelum minum obat-obatan tersebut.

Seperti biasa, berkonsultasi dengan dokter mengenai konsumsi bawang putih bersama obat-obatan penting untuk mencegah interaksi yang tidak diinginkan.

13. Lidah Buaya

Lidah buaya sering digunakan untuk tujuan pencernaan dan sebagai obat luar untuk luka atau iritasi kulit. Ketika dikonsumsi secara internal, lidah buaya bisa mempengaruhi penyerapan obat.

Lidah buaya bisa meningkatkan atau mengurangi penyerapan obat dalam sistem pencernaan, tergantung pada obat dan komponen spesifik dari lidah buaya yang digunakan.

Sebagai tindakan pencegahan, disarankan untuk memberi jarak setidaknya 1-2 jam antara konsumsi lidah buaya dan pengambilan obat. Konsultasi dengan dokter sangat dianjurkan, terutama jika Kamu rutin mengonsumsi lidah buaya untuk tujuan terapeutik.

14. Mint

Mint dikenal dengan efek menenangkan pada sistem pencernaan dan sering digunakan untuk mengatasi masalah seperti kembung dan indigesti.

Walaupun mint tidak secara khusus diketahui memiliki interaksi signifikan dengan obat-obatan, mengingat sifatnya yang menenangkan dan mempengaruhi sistem pencernaan.

Memberi jarak waktu sekitar 1 jam setelah konsumsi mint sebelum minum obat dapat membantu meminimalisir potensi interaksi, terutama dengan obat-obatan yang sensitif terhadap kadar asam lambung atau penyerapan di saluran pencernaan.

15. Kamomil

Kamomil sering digunakan sebagai herbal penenang dan untuk mengatasi masalah pencernaan ringan. Kamomil dapat berinteraksi dengan obat-obatan yang memengaruhi sistem saraf pusat, seperti sedatif, obat penenang, atau obat-obatan tertentu untuk insomnia.

Kamomil juga memiliki potensi untuk memengaruhi metabolisme obat melalui interaksi dengan enzim hati. Untuk menghindari interaksi potensial, disarankan untuk menunggu 2-3 jam setelah konsumsi kamomil sebelum mengambil obat-obatan.

Konsultasi dengan profesional kesehatan sangat dianjurkan jika Kamu menggunakan kamomil secara teratur dan sedang dalam pengobatan.

16. Valerian Root

Valerian root sering digunakan untuk mengatasi insomnia dan stres karena efek sedatifnya. Valerian dapat meningkatkan efek sedatif obat-obatan seperti benzodiazepines dan barbiturates, serta obat lain yang memengaruhi sistem saraf pusat.

Disarankan untuk memberi jarak waktu setidaknya 2 jam antara konsumsi valerian root dan obat-obatan tersebut. Penting untuk berkonsultasi dengan dokter jika Kamu menggunakan valerian root bersamaan dengan obat-obatan yang mempengaruhi sistem saraf pusat.

17. Milk Thistle

Milk thistle diketahui bermanfaat untuk kesehatan hati dan sering digunakan dalam pengobatan kondisi hati. Milk thistle bisa memengaruhi enzim hati yang terlibat dalam metabolisme obat, yang bisa meningkatkan atau mengurangi kadar obat dalam darah.

Sebaiknya memberikan jarak waktu sekitar 1-2 jam antara konsumsi milk thistle dan obat-obatan. Diskusi dengan dokter penting untuk menghindari potensi interaksi.

18. Saw Palmetto

Saw palmetto sering digunakan untuk mengatasi gejala hiperplasia prostat benigna (BPH). Walaupun tidak banyak diketahui mengenai interaksi saw palmetto dengan obat-obatan, prinsip kehati-hatian harus diterapkan karena potensinya dalam memengaruhi hormon.

Jarak waktu 1-2 jam sebelum atau setelah pengambilan obat dianjurkan. Konsultasikan dengan dokter, terutama jika Kamu mengonsumsi obat untuk BPH atau kondisi hormonal lainnya.

19. Hawthorn

Hawthorn banyak digunakan untuk mendukung fungsi jantung dan memperbaiki sirkulasi darah. Hawthorn bisa berinteraksi dengan obat-obatan jantung, seperti beta blockers, digoxin, atau obat tekanan darah, dan dapat meningkatkan efeknya.

Memberi jarak waktu setidaknya 2 jam antara konsumsi hawthorn dan obat jantung adalah ide yang baik. Konsultasi dengan dokter sangat disarankan untuk memastikan keamanan penggunaan bersama.

20. Daun Kelor

Daun kelor diakui karena kandungan nutrisinya yang tinggi dan potensi manfaat kesehatan. Walaupun tidak banyak data tentang interaksi daun kelor dengan obat-obatan, prinsip kehati-hatian sebaiknya diterapkan.

Jarak waktu 1-2 jam sebelum atau setelah pengambilan obat mungkin aman. Jika Kamu rutin mengonsumsi daun kelor dan sedang dalam pengobatan, diskusi dengan dokter penting untuk memastikan tidak terjadi interaksi yang merugikan.

Interaksi antara herbal, tumbuhan, dan minuman tertentu dengan obat-obatan dapat memengaruhi efektivitas dan keamanan pengobatan. Penting untuk memberi jarak aman antara konsumsi herbal atau minuman tertentu dengan pengambilan obat, berdasarkan saran di atas.

Namun, ini adalah panduan umum, dan Kamu harus selalu berkonsultasi dengan profesional kesehatan untuk mendapatkan saran yang paling sesuai dengan kondisi kesehatan dan pengobatan.

Sumber : https://www.klikdokter.com/info-sehat/kesehatan-umum/jarak-aman-minum-obat-setelah-konsumsi-minuman-tertentu

13 Cara Efektif Mengatasi Libido Seks yang Terlalu Tinggi

13 Cara Efektif Mengatasi Libido Seks yang Terlalu Tinggi

Peningkatan hasrat seksual normal terjadi pada orang muda yang mengalami lonjakan hormonal. Pada orang berusia lebih tua, sejumlah faktor lain dapat memengaruhi gairah seks, misalnya kondisi kesehatan tertentu ataupun dampak obat-obatan.

Orang yang memiliki libido seks tinggi biasanya tidak pernah merasa puas walaupun sudah melakukan hubungan seks berulang kali.

Libido seks terlalu tinggi bisa menjadi masalah serius. Kalau sudah begitu, lakukan cara mengatasi libido tinggi berikut ini:

1. Berolahraga

Olahraga dapat menjadi salah satu cara menghilangkan nafsu yang berlebihan. Dengan berolahraga, perhatian dapat teralihkan pada hal yang lebih positif. Tubuh dan pikiran pun tentunya menjadi lebih segar.

2. Hindari Rangsangan Seksual

Libido tinggi biasanya dipicu dengan rangsangan. Jadi, hindari segala hal yang membuat libido meningkat.

Misalnya, jika sedang berduaan saja, hindari aktivitas petting (berhubungan seksual tanpa buka baju) atau ciuman.

Ciuman-ciuman kecil yang bergulir menjadi ciuman penuh gairah justru merupakan proses stimulasi alias pemanasan ke arah hubungan seks.

3. Hindari Masturbasi

Sering melakukan masturbasi akan meningkatkan libido seks. Oleh karena itu, hindari melakukan masturbasi.

Masturbasi yang dilakukan berlebihan tidak bermanfaat. Segera alihkan keinginan pada kegiatan lain yang lebih positif.

4. Cari Pengalihan

Cara menurunkan libido yang juga cukup efektif adalah melakukan hobi. Efeknya mirip dengan olahraga sebagai pengalihan.

Hobi positif yang kamu lakukan dapat membantu pikiran teralihkan dari hasrat seksual terlalu tinggi.

5. Perbanyak Aktivitas di Tempat Umum

Cara ini memang tidak secara langsung menghilangkan nafsu berlebihan. Namun, aktivitas di tempat umum membuat kamu sulit mengikuti hasrat seksual. Kesibukan dapat membuat pikiranmu teralihkan dari nafsu yang menggebu.

6. Kenali Pemicu

Mungkin ada hal-hal tertentu yang membuat libidomu meningkat, misalnya saja kebosanan, stres, masalah pada hubungan, dan lainnya.

Cara mengurangi nafsu seksual yang bisa kamu lakukan adalah coba merenung untuk mengenali pemicunya. Dengan demikian, upaya menurunkan libido akan lebih mudah.

7. Cari Support Group

Pastinya tidak mungkin hanya kamu yang bermasalah dengan libido tinggi. Tergabung dalam support group dengan masalah yang sama dapat membantumu mengetahui cara mengatasi libido tinggi.

Kamu dan para anggota bisa saling mendapatkan tips untuk mengatasi nafsu yang berlebihan.

8. Pahami Kecocokan Hasrat Seksual Pasangan

Coba telaah kembali masalahmu, apakah memang disebabkan libidomu yang tinggi atau ketidakcocokan dengan hasrat seksual pasangan? Misalnya, pasangan cenderung kurang tertarik berhubungan sehingga hasrat seksualmu terkesan tinggi.

Jika memang disebabkan ketidakcocokan, carilah jalan tengah yang adil bagimu dan pasangan. Coba juga bantu pasangan mengetahui bagaimana meningkatkan hasrat seksualnya.

9. Batasi Diri untuk Menanggapi Nafsu Seksual

Libido adalah istilah yang dipakai untuk menggambarkan dorongan atau keinginan melakukan aktivitas seksual. Artinya, dorongan ini tidak perlu selalu diikuti dengan melakukan aktivitas seksual.

Latih diri untuk mengacuhkan dorongan berlebihan ini.

10. Kenali Waktu Lonjakan Hormonal Normal

Libido cukup berkaitan dengan hormon testosteron. Secara alamiah, akan ada waktu tertentu di mana terjadi lonjakan hormon ini, misalnya saat remaja atau dewasa muda. Jadi, wajar jika mengalami peningkatan libido di waktu tersebut.

Perlu kembali diingat, dorongan seksual tidak selalu harus berujung pada aktivitas seksual.

11. Atasi Kondisi Mental

Beberapa masalah mental, biasanya bipolar atau demensia, dapat membuat seseorang berperilaku seperti orang dengan nafsu seksual tidak terkontrol.

Kalau memang ini penyebabnya, maka kondisi mental tersebut wajib diatasi terlebih dahulu.

12. Konsultasi dengan Ahli

Tenaga ahli, seperti dokter atau psikolog dengan keahlian khusus, memiliki pelatihan yang panjang untuk mengatasi masalah seperti libido yang sulit dikontrol.

Jika memang kamu sudah berusaha mengatasinya namun belum berhasil, jangan ragu untuk konsultasi lebih lanjut dengan ahlinya, ya.

13. Konseling Agama

Menggunakan pendekatan agama bisa menjadi salah satu cara menurunkan libido. Jangan malu berkonsultasi kepada figur religius yang memiliki edukasi memadai dan kamu percaya.

Jangan biarkan libido tinggi mengganggu aktivitas bahkan kesehatan mentalmu. Coba terapkan berbagai cara mengurangi nafsu seksual di atas secara konsisten.

Sumber : https://www.klikdokter.com/gaya-hidup/seks/bagaimana-cara-mengatasi-libido-seks-yang-terlalu-tinggi

Hadapi Resistensi Antibiotik, Pfizer Perkuat Dukungan terhadap Inovasi Kesehatan

Hadapi Resistensi Antibiotik, Pfizer Perkuat Dukungan terhadap Inovasi Kesehatan

KOMPAS.com – Resistensi antimikroba (antimicrobial resistance/AMR) kini menjadi salah satu tantangan kesehatan terbesar di dunia, termasuk di Indonesia.

Kondisi yang kerap disebut sebagai silent pandemic atau pandemi senyap itu terjadi ketika bakteri berkembang menjadi kebal terhadap antibiotik sehingga pengobatan infeksi menjadi semakin sulit dilakukan.

Dampaknya tidak hanya meningkatkan risiko komplikasi pada pasien, tetapi juga memperbesar beban sistem kesehatan.

Di tengah meningkatnya ancaman tersebut, akses terhadap terapi baru dinilai menjadi salah satu aspek yang perlu diperkuat agar tenaga kesehatan memiliki lebih banyak pilihan dalam menangani infeksi akibat bakteri resisten.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan sekitar 1,27 juta orang meninggal secara langsung akibat AMR pada 2019.

Jika tidak ditangani secara efektif, jumlah tersebut diproyeksikan dapat meningkat hingga 10 juta kematian setiap tahun pada 2050.

Ancaman tersebut juga semakin nyata di Indonesia. Berdasarkan data Global Research on Antimicrobial Resistance (GRAM), pada 2021, terdapat sekitar 36.500 kematian yang secara langsung disebabkan oleh AMR.

Sementara itu, sekitar 147.000 kematian berkaitan dengan infeksi yang melibatkan bakteri resisten terhadap antibiotik.

Kelompok lanjut usia menjadi salah satu yang paling rentan. Pada tahun yang sama, GRAM memperkirakan sekitar 61.500 kematian pada kelompok lansia berkaitan dengan AMR.

Tantangan tersebut semakin terasa ketika infeksi terjadi pada pasien dengan kondisi kritis. Dalam situasi seperti itu, pilihan terapi yang tersedia dapat menjadi semakin terbatas karena bakteri penyebab infeksi tidak lagi merespons antibiotik yang selama ini digunakan.

Country Medical Lead Pfizer Indonesia dr Dicky Teguh Santoso mengatakan, kondisi tersebut kerap ditemui, terutama di unit perawatan intensif.

“Pada beberapa kasus, khususnya di unit perawatan intensif, infeksi oleh bakteri resisten dapat secara signifikan membatasi pilihan terapi yang tersedia,” ujarnya dalam siaran pers yang diterima Kompas.com pada Senin (27/7/2026).

Kondisi itu, lanjut dr Dicky, dapat meningkatkan kompleksitas penanganan pasien dan menegaskan pentingnya upaya berkelanjutan untuk memastikan ketersediaan opsi pengobatan yang sesuai dalam menghadapi tantangan AMR yang semakin kompleks.

Gambaran tersebut juga terlihat dalam hasil Pfizer Antimicrobial Testing Leadership and Surveillance (ATLAS).

Program pemantauan yang menganalisis 245.326 isolat klinis dari rumah sakit di berbagai negara sepanjang 2020 hingga 2024 itu menunjukkan sekitar 25,25 persen atau satu dari empat bakteri yang ditemukan telah resisten terhadap beberapa kelas antibiotik (multidrug-resistant/MDR).

Sebanyak 9,56 persen lainnya bahkan masuk kategori difficult-to-treat resistant (DTR), yakni bakteri yang tidak lagi merespons terapi antibiotik standar.

Laporan yang sama juga mengidentifikasi sekitar 4.442 isolat klinis sebagai penghasil enzim metallo-beta-lactamase (MBL).

Enzim itu mampu menonaktifkan sebagian besar antibiotik golongan karbapenem yang selama ini menjadi salah satu pilihan utama untuk menangani infeksi berat.

Lebih dari 24 persen isolat klinis yang dianalisis berasal dari unit perawatan intensif (intensive care unit/ICU), tempat pasien dengan kondisi paling kritis dirawat.

“Ketika pasien kritis di unit perawatan intensif terinfeksi bakteri penghasil MBL, pilihan terapi yang tersedia dapat menjadi sangat terbatas,” tutur dr Dicky.

Dalam kondisi itu, sambungnya, beberapa antibiotik yang sebelumnya diharapkan efektif mungkin tidak lagi memberikan respons optimal.

“Hal ini menegaskan pentingnya upaya berkelanjutan untuk memperluas akses terhadap inovasi kesehatan yang dapat membantu menjawab kebutuhan medis yang belum terpenuhi,” kata dr Dicky.

Melihat tantangan tersebut, Pfizer menyatakan terus mengembangkan inovasi ilmiah untuk membantu penanganan AMR. Salah satunya, melalui kombinasi aztreonam dan avibactam yang dirancang untuk membantu mengatasi infeksi akibat bakteri yang telah resisten terhadap antibiotik standar.

Terapi tersebut bekerja melalui dua mekanisme yang saling melengkapi. Aztreonam menyerang bakteri sekaligus memiliki ketahanan alami terhadap enzim MBL, sedangkan avibactam melindungi aztreonam dari enzim resistensi lain yang dapat menurunkan efektivitasnya.

Pendekatan itu menjadi bagian dari pengembangan ilmiah yang terus dilakukan untuk menjawab tantangan AMR yang semakin kompleks. Inovasi tersebut telah memperoleh Nomor Izin Edar (NIE) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Persetujuan tersebut sejalan dengan Strategi Nasional Pengendalian Resistensi Antimikroba 2025-2029 yang diluncurkan Kementerian Kesehatan bersama WHO untuk menekan peningkatan kasus kematian akibat AMR.

Cluster President Malaysia-Indonesia-Singapore-Philippines (MISP) Cluster, International Commercial Division Pfizer Deborah P Seifert mengapresiasi dukungan BPOM dalam mendorong proses evaluasi berbasis sains sehingga dapat membantu mempercepat keseluruhan proses sesuai ketentuan yang berlaku.

Menurut Deborah, AMR merupakan tantangan kesehatan masyarakat yang terus berkembang dan sering kali tidak terlihat secara kasatmata, tetapi memberikan dampak nyata, baik terhadap luaran klinis pasien maupun sistem kesehatan.

OIeh karena itu, pengembangan inovasi untuk menjawab kebutuhan medis yang belum terpenuhi memerlukan kolaborasi berkelanjutan antara industri, regulator, tenaga kesehatan, akademisi, dan berbagai pemangku kepentingan kesehatan di Indonesia.

“Sebagai perusahaan yang mengedepankan ilmu pengetahuan dan inovasi, Pfizer berkomitmen untuk terus mendukung sistem kesehatan melalui kemitraan yang berkelanjutan dan berfokus pada peningkatan akses terhadap intervensi berbasis bukti ilmiah,” ujar Deborah.

“Upaya bersama ini merupakan tanggung jawab kolektif untuk memastikan pasien memiliki akses terhadap pilihan terapi yang sesuai dan tepat waktu, serta untuk meminimalkan kesenjangan perlindungan, khususnya bagi kelompok rentan dalam menghadapi tantangan AMR,” tambahnya.

Sumber : https://health.kompas.com/read/cm/26G29070200268/hadapi-resistensi-antibiotik-pfizer-perkuat-dukungan-terhadap-inovasi-kesehatan

Tak Harus Operasi Besar, Ini Terapi Uap Air untuk Pembesaran Prostat

Tak Harus Operasi Besar, Ini Terapi Uap Air untuk Pembesaran Prostat

KOMPAS.com – Terbangun berkali-kali pada malam hari untuk buang air kecil, aliran urine melemah, hingga merasa buang air kecil tidak tuntas kerap dianggap sepele oleh pria. Padahal, keluhan tersebut dapat menjadi tanda pembesaran prostat jinak atau benign prostatic hyperplasia (BPH).

Meskipun bukan kanker, BPH dapat mengganggu kualitas hidup apabila tidak ditangani dengan tepat.

Dokter Spesialis Urologi Mayapada Hospital Kuningan Johannes Aritonang menjelaskan, BPH merupakan kondisi yang umum terjadi seiring bertambahnya usia.

Ketika prostat membesar, kelenjar tersebut dapat menekan saluran kemih sehingga menghambat aliran urine.

“Pasien umumnya datang dengan keluhan sering buang air kecil, terutama pada malam hari, aliran urine melemah, harus mengejan saat berkemih, atau merasa masih ada sisa urine setelah selesai berkemih,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin (27/7/2026).

Menurut Johannes, keluhan tersebut kerap diabaikan karena dianggap sebagai bagian dari proses penuaan. Padahal, gangguan berkemih yang terus berulang perlu diperiksakan agar penyebabnya dapat diketahui dan ditangani sesuai kondisi pasien.

Selain mengganggu kenyamanan, sering buang air kecil pada malam hari juga dapat mengurangi kualitas tidur.

Kondisi tersebut pada akhirnya dapat membuat tubuh terasa kurang bugar dan mengganggu produktivitas pada siang hari.

Terapi uap air untuk BPH

Bagi pasien yang membutuhkan penanganan pembesaran prostat, tersedia pilihan terapi minimal invasif, salah satunya Rezum Water Vapor Therapy.

Prosedur tersebut memanfaatkan energi panas dari uap air untuk membantu mengurangi jaringan prostat yang menyebabkan sumbatan pada saluran kemih.

Tindakan dilakukan melalui saluran kemih dengan memasukkan uap air secara terukur ke jaringan prostat yang mengalami pembesaran.

Jaringan yang telah diterapi kemudian akan diproses dan diserap tubuh secara bertahap sehingga sumbatan pada saluran kemih dapat berkurang.

Salah satu pertimbangan dalam memilih terapi tersebut adalah pendekatannya yang dapat membantu mempertahankan fungsi seksual pria, termasuk fungsi ejakulasi.

Johannes mengatakan, rezum bekerja dengan menargetkan jaringan prostat yang menyebabkan sumbatan pada saluran kemih.

“Oleh karena itu, terapi ini dapat menjadi salah satu pilihan bagi pasien tertentu dengan pembesaran prostat jinak, dengan pemilihan tindakan yang disesuaikan berdasarkan kondisi dan hasil pemeriksaan masing-masing pasien,” jelasnya.

Tersedia di Tahir Uro-Nephrology Center

Rezum Water Vapor Therapy kini tersedia di Tahir Uro-Nephrology Center Mayapada Hospital Kuningan (MHKN).

Melalui pemeriksaan, dokter dapat menentukan penyebab gangguan berkemih sekaligus memilih penanganan yang sesuai dengan kondisi pasien.

Tahir Uro-Nephrology Center menyediakan layanan untuk berbagai gangguan ginjal dan saluran kemih, mulai dari deteksi dini dan diagnosis hingga penanganan noninvasif serta minimal invasif.

Layanan tersebut didukung kolaborasi tim dokter multidisiplin serta fasilitas diagnostik dan terapi untuk menangani berbagai gangguan ginjal dan saluran kemih, termasuk BPH.

Di MHKN, Rezum Water Vapor Therapy tersedia sebagai salah satu pilihan terapi minimal invasif untuk BPH.

Waktu tindakan disebut sekitar 10–15 menit, sedangkan kelayakan terapi ditentukan berdasarkan hasil evaluasi dokter spesialis urologi dan kondisi masing-masing pasien.

Untuk pasien internasional, MHKN juga menyediakan layanan International Care Concierge yang membantu kebutuhan pasien ekspatriat maupun pasien dari luar negeri.

Layanan itu mencakup koordinasi janji temu, pendampingan selama perawatan, hingga dukungan komunikasi selama menjalani pengobatan.

Informasi lebih lanjut dapat diperoleh melalui Call Center 150770, WhatsApp 0817-17-150770, Emergency 150990, atau aplikasi MyCare.

Selain itu, Anda juga dapat memantau kebugaran tubuh melalui fitur Personal Health untuk menghitung detak jantung, langkah kaki, kalori terbakar, hingga body mass index (BMI).

Sumber : https://health.kompas.com/read/26G28124740968/tak-harus-operasi-besar-ini-terapi-uap-air-untuk-pembesaran-prostat

Benarkah Hepatitis Menular Lewat Makanan? Ini Penjelasannya

Benarkah Hepatitis Menular Lewat Makanan? Ini Penjelasannya

Jakarta, CNN Indonesia — Pernah mendengar anggapan bahwa makan di tempat yang kurang bersih bisa menyebabkan hepatitis? Anggapan ini tidak sepenuhnya keliru. Namun, perlu diketahui bahwa tidak semua jenis hepatitis dapat menular melalui makanan.

Hepatitis merupakan peradangan pada organ hati (liver). Penyakit ini tidak hanya disebabkan oleh infeksi virus, tetapi juga bisa dipicu konsumsi alkohol berlebihan, paparan zat beracun, efek samping obat-obatan, hingga penyakit autoimun.

Hepatitis dapat bersifat akut atau berlangsung dalam waktu singkat. Namun, penyakit ini juga bisa berkembang menjadi kronis dan berlangsung selama bertahun-tahun. Pada kondisi kronis, hepatitis berisiko menyebabkan sirosis, gagal hati, hingga kanker hati.

Mengutip Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), terdapat lima jenis virus utama penyebab hepatitis, yakni hepatitis A, B, C, D, dan E. Meski sama-sama menyerang hati, masing-masing memiliki cara penularan, tingkat keparahan, serta penanganan yang berbeda.

Apakah hepatitis bisa menular lewat makanan?

Jawabannya adalah ya, tetapi hanya pada jenis hepatitis tertentu.

Menurut WHO, hepatitis A (HAV) ditularkan melalui jalur fekal-oral, yakni ketika seseorang mengonsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi tinja penderita hepatitis A. Risiko penularan meningkat di wilayah dengan sanitasi yang buruk atau akses air bersih yang terbatas.

Virus hepatitis A juga dikenal cukup tahan terhadap lingkungan. WHO menyebut virus ini tidak selalu mati melalui metode pengolahan makanan yang umumnya efektif membunuh bakteri. Artinya, makanan yang tampak bersih belum tentu bebas dari virus apabila proses pengolahan dan kebersihan lingkungannya tidak terjaga.

Hal serupa juga berlaku pada hepatitis E (HEV). Virus ini umumnya menyebar melalui konsumsi air atau makanan yang telah terkontaminasi.

Pada sebagian besar orang, infeksi hepatitis E bersifat akut dan dapat sembuh dengan sendirinya. Namun, pada ibu hamil, terutama yang memasuki trimester ketiga, infeksi hepatitis E dapat meningkatkan risiko gagal hati hingga kematian.

Penularan hepatitis melalui makanan bukan sekadar dugaan. Hepatitis A merupakan salah satu penyebab utama wabah penyakit akibat pangan yang terkontaminasi.

Salah satu wabah terbesar pernah terjadi di Shanghai, China, pada 1988. Sekitar 300 ribu orang dilaporkan terinfeksi hepatitis A setelah mengonsumsi makanan laut yang telah terkontaminasi virus.

Temuan yang dimuat dalam International Journal of Food Microbiology juga menyebut hepatitis A sebagai penyebab utama wabah penyakit akibat virus yang ditularkan melalui makanan (foodborne virus) di berbagai negara.

Sementara itu, hepatitis E juga semakin sering dikaitkan dengan penularan melalui pangan, terutama akibat konsumsi daging babi atau produk olahannya yang mentah maupun kurang matang.

Mengapa hepatitis B, C, dan D tidak menular lewat makanan?
Berbeda dengan hepatitis A dan E, virus hepatitis B (HBV), hepatitis C (HCV), dan hepatitis D (HDV) tidak ditularkan melalui makanan atau minuman. WHO menjelaskan, hepatitis B menyebar melalui kontak dengan darah yang terinfeksi, hubungan seksual, serta penularan dari ibu ke bayi saat proses persalinan.

Sementara itu, hepatitis C sebagian besar ditularkan melalui paparan darah, misalnya akibat penggunaan jarum suntik secara bergantian atau penggunaan alat medis yang tidak steril. Adapun hepatitis D hanya dapat menginfeksi orang yang telah terinfeksi hepatitis B karena virus ini membutuhkan HBV untuk berkembang biak.

Dengan demikian, makan bersama, berbagi makanan, atau mengonsumsi masakan yang dibuat oleh penderita hepatitis B maupun hepatitis C tidak akan menyebabkan penularan penyakit tersebut.

Cara mencegah hepatitis

Karena hepatitis A dan hepatitis E berkaitan erat dengan kebersihan makanan serta air, pencegahannya dapat dilakukan melalui beberapa langkah sederhana berikut:

  • Mencuci tangan dengan sabun sebelum makan dan setelah menggunakan toilet.
  • Mengonsumsi makanan yang dimasak hingga matang.
  • Memastikan air minum berasal dari sumber yang aman.
  • Menjaga kebersihan peralatan makan dan lingkungan.
  • Mendapatkan vaksin hepatitis A bagi kelompok yang direkomendasikan.

Sementara itu, pencegahan hepatitis B dilakukan melalui vaksinasi, menghindari kontak dengan darah yang terkontaminasi, tidak berbagi jarum suntik, serta menerapkan hubungan seksual yang aman.

Sumber : https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20260728110542-255-1385643/benarkah-hepatitis-menular-lewat-makanan-ini-penjelasannya

7 Buah dan Sayuran yang Bikin Kulit Kencang Jika Dikonsumsi Rutin

7 Buah dan Sayuran yang Bikin Kulit Kencang Jika Dikonsumsi Rutin

Jakarta, CNN Indonesia — Kulit butuh perawatan dari dalam lewat makanan yang kamu konsumsi. Berikut rekomendasi buah dan sayuran yang bikin kulit kencang jika dikonsumsi rutin.

Mungkin kamu sudah yakin produk perawatan kulit yang dipakai cukup membuat kulit sehat dan kencang. Namun perawatan kulit tak sekadar dari luar atau topikal.

Apa pun yang kamu konsumsi dapat memengaruhi kondisi kulit. Jika kamu mengonsumsi pangan tinggi vitamin, mineral, dan antioksidan, niscaya kulit tetap segar dan awet muda.

Buah dan sayuran yang bikin kulit kencang

Studi menunjukkan pangan berbasis tumbuhan seperti sayuran buah, kacang-kacangan, biji-bijian, dan polong-polongan termasuk tinggi nutrisi untuk mendukung kesehatan kulit.

Berikut beberapa buah dan sayuran yang sebaiknya rutin dikonsumsi.

1. Paprika merah

Jeruk bukan satu-satunya pangan sumber vitamin C. Justru paprika merah mengandung vitamin C yang jumlahnya lebih tinggi daripada jeruk.

Vitamin C berfungsi sebagai antioksidan yang membantu merangsang kolagen yakni, protein yang berguna untuk meningkatkan kelembapan dan elastisitas kulit.

Konsumsi paprika merah secara rutin bisa mengurangi kerutan kulit dan menjadikan kulit lebih halus. Selain itu, kandungan kapsantin yang membuat paprika berwarna merah dapat membantu melindungi kulit dari kerusakan akibat paparan sinar matahari.

2. Anggur

Anggur mengandung resveratrol yang memiliki efek seperti estrogen. Resveratrol mampu memperlambat penuaan kulit dan membantu mencegah kemunculan bintik hitam.

Rutin mengonsumsi anggur juga menjauhkan dari risiko kanker kulit sebab resveratrol membantu melindungi kulit dari kerusakan akibat sinar ultraviolet.

3. Wortel

Masukkan wortel dalam menu harian jika ingin kulit sehat. Melansir dari GoodRX, wortel tinggi kandungan beta karoten yakni, antioksidan yang berubah jadi vitamin A.

Beta karoten membantu mencegah jerawat, mengurangi kerutan, dan melindungi dari sengatan sinar matahari.

Akan tetapi, konsumsi wortel tidak dalam jumlah berlebihan sebab sayuran ini dapat membuat kulit berwarna kuning-oranye (karotenemia).

4. Stroberi

Seperti paprika merah, stroberi tinggi kandungan vitamin C. Selain stroberi, vitamin C juga banyak terdapat pada buah-buahan sitrus dan kiwi.

Kamu bisa mengonsumsi buah-buahan ini secara bersamaan dalam olahan salad buah.

5. Tomat

Melansir dari Cleveland Clinic, tomat mengandung likopen yaitu jenis antioksidan yang membantu membuat kulit lebih halus.

6. Blueberry

Blueberry tinggi kandungan antosianin yakni jenis flavonoid yang diyakini mampu menekan pertumbuhan sel tumor dan meregulasi gula darah.

Blueberry dapat mencegah glikasi atau proses yang membuat kolagen dan jaringan elastis kulit menjadi kaku dan kehilangan kekencangannya.

7. Brokoli

Brokoli patut dimasukkan dalam menu harian sebab tinggi lutein. Lutein merupakan molekul yang melindungi kulit dari kekeringan dan kerutan akibat kerusakan oksidatif.

Sumber : https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20260724193317-262-1384680/7-buah-dan-sayuran-yang-bikin-kulit-kencang-jika-dikonsumsi-rutin