Jakarta, MCI News – Kebiasaan membunyikan atau “kretek” leher yang kerap dianggap mampu meredakan pegal kini menjadi perhatian setelah viral di media sosial. Sejumlah pakar kesehatan mengingatkan bahwa gerakan memutar leher secara berlebihan dapat meningkatkan risiko cedera pembuluh darah yang berujung pada stroke, Senin (27/07/2026) Melansir dari The Economic Times.
Perhatian publik muncul setelah seorang perempuan asal Amerika Serikat, KayLynne Felthager, dilaporkan mengalami stroke usai terbiasa membunyikan persendian leher ketika merasakan sakit kepala. Awalnya ia mengaku merasa lebih lega, namun tidak lama kemudian muncul nyeri tajam di leher yang terus berlanjut.
Beberapa hari setelahnya, KayLynne mulai mengalami kesulitan menggerakkan kepala dan bicaranya menjadi pelo. Setelah menjalani pemeriksaan medis, dokter menyatakan ia mengalami stroke yang diduga berkaitan dengan cedera pada pembuluh darah di leher.
Dokter spesialis saraf Priyam Bordoloi menjelaskan bahwa di bagian leher terdapat arteri karotis dan arteri vertebralis yang berfungsi menyalurkan darah menuju otak. Gerakan memutar leher secara tiba-tiba atau terlalu kuat berpotensi menyebabkan cervical artery dissection atau diseksi arteri serviks, yaitu robekan pada lapisan dalam pembuluh darah.
Menurutnya, kondisi tersebut merupakan salah satu penyebab stroke yang cukup sering ditemukan pada orang sehat berusia di bawah 45 tahun. Risiko dapat meningkat apabila leher mengalami trauma atau tekanan berlebihan, termasuk akibat kebiasaan membunyikan persendian leher.
Bordoloi menegaskan bahwa meskipun kasus seperti ini tergolong jarang, dampaknya dapat mengancam keselamatan jiwa sehingga masyarakat tidak disarankan memaksakan gerakan yang menghasilkan bunyi pada persendian leher.
“Di dalam leher ada arteri karotis dan arteri vertebralis yang menyalurkan darah ke otak. Gerakan memutar leher secara tiba-tiba dan kuat bisa menyebabkan diseksi arteri serviks, robekan pada lapisan dalam arteri,” jelas Priyam Bordoloi.
Ia juga mengingatkan agar keluhan pegal pada leher ditangani dengan cara yang lebih aman. Peregangan ringan, kompres hangat, atau berkonsultasi dengan fisioterapis menjadi pilihan yang lebih dianjurkan dibandingkan memaksakan gerakan yang berisiko mencederai pembuluh darah.




