Jangan Abaikan! Ini Tanda Tubuh Terlalu Sering Terpapar Polusi Udara

Jangan Abaikan! Ini Tanda Tubuh Terlalu Sering Terpapar Polusi Udara

Jakarta, MCI News – Polusi udara masih menjadi ancaman serius bagi kesehatan masyarakat di berbagai kota besar di Indonesia, Minggu (26/07/2026). Emisi kendaraan bermotor, aktivitas industri, hingga partikel halus di udara dapat memicu berbagai gangguan kesehatan apabila seseorang terpapar dalam waktu lama dan berulang.

Berdasarkan informasi yang dimuat LiveScience, dampak polusi udara tidak hanya dirasakan pada lingkungan, tetapi juga memengaruhi kondisi tubuh, mulai dari keluhan ringan hingga penyakit kronis. Associate Specialist di bidang penilaian paparan polusi udara dan epidemiologi di University of California Irvine (UC Irvine), Shahir Masri, menjelaskan bahwa kualitas udara yang buruk dapat menimbulkan berbagai gangguan kesehatan.

“Gejala akibat kualitas udara dalam ruangan yang buruk dapat berkisar dari yang ringan, seperti sakit kepala dan kelelahan, hingga yang berat, termasuk asma, kanker paru-paru, serta penurunan harapan hidup secara keseluruhan,” terang Associate Specialist di bidang penilaian paparan polusi udara dan epidemiologi di UC Irvine, Shahir Masri.

Salah satu tanda yang paling sering muncul adalah iritasi saluran pernapasan berupa batuk, bersin, sesak napas, hidung tersumbat, tenggorokan gatal, hingga mata berair. Pendiri Haze Environmental asal Inggris, Chloe Fellows, mengatakan tubuh secara alami akan mempersempit saluran napas dan meningkatkan produksi lendir sebagai respons terhadap polutan.

“Efek dari paparan langsung terhadap kualitas udara yang buruk mirip dengan efek dari pilek dan penyakit virus lainnya, dan beberapa mungkin muncul segera setelah satu kali paparan, sementara yang lain merupakan akibat dari paparan berulang terhadap polutan,” jelasnya.

Selain gangguan pernapasan, paparan polusi udara juga dapat menyebabkan sakit kepala, pusing, dan tubuh cepat lelah karena sistem pernapasan harus bekerja lebih keras memasok oksigen. Peneliti Indoor Air Innovation & Research Institute, John McKeon, menyebut paparan karbon monoksida maupun tingginya karbon dioksida di ruangan dengan ventilasi buruk dapat memicu keluhan tersebut.

Polusi udara juga dapat memperparah asma dan alergi. Dokter spesialis anak di Children’s Allergy Clinic Inggris, José Costa, menyatakan tingginya konsentrasi alergen di udara berpotensi memperburuk gejala alergi hingga berkembang menjadi asma alergi pada sebagian orang.

Tak hanya menyerang sistem pernapasan, polutan juga dapat merusak lapisan pelindung kulit (skin barrier), sehingga memicu kulit kering, gatal, kemerahan, hingga memperparah eksim atau dermatitis atopik. Karena itu, masyarakat disarankan menggunakan masker saat kualitas udara memburuk, membatasi aktivitas luar ruangan, serta menjaga kualitas udara di dalam rumah untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan.

Sumber : https://mcinews.id/2026/07/27/jangan-abaikan-ini-tanda-tubuh-terlalu-sering-terpapar-polusi-udara/