Info Menarik
Yuk, rutin Lakukan Brain Gym untuk Cegah Kepikunan
Banyak membaca
Bermain game
Mengerjakan soal hitung-hitungan
Belajar bahasa baru
Mendengarkan atau bermain alat musik
Aktif bersosialisasi
Berolahraga rutin
7 Manfaat Tertawa yang Jarang Diketahui, Bikin Hidup Lebih Sehat
Pentingnya Tertawa untuk Kesehatan Fisik dan Mental
7 Manfaat Tertawa untuk Kesehatan
Jalani Hidup Sehat dan Bahagia Bersama AIA
Proteksi dari Asuransi Jiwa AIA
Penjelasan Ahli Gizi: Alasan Medis Makanan Panas Sebaiknya Tak Langsung Masuk Kulkas
Jakarta – Banyak orang terbiasa langsung memasukkan makanan yang masih panas ke dalam kulkas agar lebih praktis atau cepat dingin. Padahal, kebiasaan ini sebaiknya tidak dilakukan karena dapat memengaruhi keamanan dan kualitas makanan, sekaligus membuat kulkas bekerja lebih keras. Karena itu, makanan sebaiknya didinginkan terlebih dahulu sebelum disimpan.
Menyimpan makanan di kulkas atau freezer bertujuan menjaga makanan tetap segar, mempertahankan kandungan gizinya, serta memperlambat pertumbuhan mikroorganisme penyebab pembusukan. Agar manfaat tersebut tetap optimal, proses mendinginkan dan menyimpan makanan perlu dilakukan dengan benar.
Alasan Makanan Panas Sebaiknya Tak Langsung Masuk Kulkas
Ahli gizi asal Bengaluru, India, dr Anju Sood, menjelaskan memasukkan makanan atau minuman yang masih sangat panas ke dalam kulkas dapat membuat kulkas bekerja lebih keras untuk menurunkan suhunya. Selain itu, kualitas nutrisi makanan juga berpotensi menurun.
“Namun, makanan yang masih hangat suam-suam kuku masih boleh disimpan di kulkas. Setidaknya tunggulah hingga suhunya mendekati suhu ruang sebelum dimasukkan ke dalam kulkas,” ujar Sood, dikutip dari NDTV.
Senada dengan itu, ahli gizi FITPASS, Meher Rajput, mengatakan makanan yang masih mendidih sebaiknya didinginkan terlebih dahulu.
“Jika makanan yang masih mendidih langsung dimasukkan ke dalam kulkas, bakteri Salmonella dapat lebih mudah mencemari makanan. Selain itu, makanan yang masih panas juga berisiko meningkatkan suhu di dalam kulkas sehingga bahan makanan lain yang mudah rusak, seperti telur, sayuran, dan daging, lebih rentan terkontaminasi,” jelas Rajput.
Jangan Biarkan Makanan Terlalu Lama di Suhu Ruang
Meski demikian, makanan juga tidak boleh dibiarkan terlalu lama berada di luar kulkas. Ahli gizi Shalini Manglani mengingatkan agar makanan segera disimpan setelah cukup dingin dan tak dibiarkan selama lebih dari dua jam.
“Makanan panas sebaiknya tidak dibiarkan berada pada suhu ruang lebih dari dua jam karena setelah itu bakteri mulai berkembang biak,” kata Manglani.
Pilih Wadah Penyimpanan yang Tepat
Sementara itu, konsultan gizi dr Rupali Datta menyarankan agar makanan dapat dibagi ke dalam beberapa porsi kecil agar lebih cepat dingin sehingga bisa segera disimpan di kulkas. Datta juga menyarankan penggunaan wadah kedap udara atau bungkus yang rapat untuk menjaga kelembapan makanan, mencegah bau bercampur dengan makanan lain, sekaligus mengurangi risiko kontaminasi bakteri.
“Jika menyimpan makanan matang, lakukan dalam waktu dua jam setelah dimasak,” ujar Datta.
Senada, dosen senior regulasi keamanan pangan di Johns Hopkins University, Kantha Shelke, merekomendasikan penggunaan wadah kaca, terutama kaca tempered, karena tidak mudah menyerap bau maupun noda serta aman digunakan kembali di oven maupun microwave.
“Sisakan ruang di bagian atas agar cairan dapat mengembang saat membeku, bukan justru membuat wadah pecah,” ujar Shelke, dikutip dari NewYork Times.
Namun, ia mengingatkan agar makanan yang masih panas tidak langsung dimasukkan ke wadah plastik.
Ia menambahkan, wadah plastik yang terkena panas berisiko melepaskan bahan kimia seperti BPA, ftalat, dan kemungkinan PFAS, terutama jika sudah mengalami kerusakan akibat penggunaan berulang. Apa pun jenis wadah yang digunakan, pastikan memiliki label freezer-safe jika akan disimpan di freezer.
Bagaimana dengan Freezer?
Apakah makanan panas boleh langsung dimasukkan ke freezer? Idealnya tidak. Menurut United States Department of Agriculture (USDA), semakin cepat makanan membeku setelah didinginkan, semakin kecil kristal es yang terbentuk.
Hal ini membantu menjaga tekstur makanan saat dicairkan kembali. Daging dan makanan laut akan tetap lebih berair, buah serta sayuran tidak mudah hancur, sementara makanan bertekstur krim atau keju lebih kecil kemungkinannya terpisah.
Karena itu, makanan yang akan disimpan di freezer sebaiknya didinginkan terlebih dahulu menggunakan air es atau dimasukkan ke kulkas sebelum dipindahkan ke freezer.
Saat membekukan makanan berkuah atau cair, sisakan ruang kosong di bagian atas wadah agar cairan memiliki ruang untuk mengembang ketika membeku dan tidak membuat wadah pecah. Untuk makanan padat, sisakan ruang sekitar 1 cm agar wadah tetap dapat tertutup rapat.
Saat Kulkas Penuh Sisa Makanan
Ketika ada banyak makanan sisa, misalnya setelah acara keluarga atau hari raya, Sarah Peavitt menyarankan agar isi kulkas dirapikan terlebih dahulu.
Menurutnya, tidak semua makanan harus disimpan di kulkas. Beberapa contoh yang sering disimpan di kulkas padahal tidak selalu memerlukannya adalah acar dalam botol yang belum dibuka, saus tomat, beberapa jenis buah dan beri, serta selai kacang.
Peneliti Temukan Makanan untuk Umur Panjang di Piring Anda
Liputan6.com, Jakarta – Banyak orang mengandalkan suplemen, produk anti-aging, hingga berbagai metode mahal untuk memperpanjang usia. Padahal, penelitian telah menemukan daftar makanan untuk umur panjang yang wajib tersaji di piring Anda setiap hari.
Temuan tersebut dipublikasikan dalam jurnal PLOS Medicine pada 2022. Para peneliti menemukan bahwa pola makan yang kaya makanan nabati berpotensi meningkatkan harapan hidup sekaligus menurunkan risiko berbagai penyakit kronis.
Dalam penelitian tersebut, pola makan optimal terdiri atas lebih banyak kacang-kacangan (legumes), kacang pohon (nuts), biji-bijian utuh (whole grains), buah, sayuran, dan ikan. Sebaliknya, konsumsi daging merah, daging olahan, minuman manis, serta biji-bijian olahan disarankan untuk dibatasi, dikutip Kesehatan Liputan6.com dari United Health Care pada Jumat (10/7/2026)
Hasil penelitian menunjukkan bahwa seseorang yang mulai menerapkan pola makan sehat sejak usia dewasa muda berpotensi memperoleh tambahan harapan hidup hingga sekitar 10,7 tahun pada perempuan dan 13 tahun pada laki-laki. Bahkan, perubahan pola makan yang dimulai pada usia 60 tahun masih diperkirakan dapat menambah harapan hidup sekitar delapan tahun.
Menurut ahli biologi nutrisi dari Valter Longo Foundation di Milan, Italia, Romina Cervigni, PhD, pola makan modern menjadi salah satu penyebab meningkatnya penyakit kronis.
“Pola makan khas masyarakat Barat menjadi salah satu penyebab utama meningkatnya penyakit kronis seperti penyakit kardiovaskular, beberapa jenis kanker, dan diabetes tipe 2,” kata Romina.
Penyakit-penyakit tersebut diketahui menjadi penyebab utama kematian di berbagai negara. Oleh sebab itu, memperbaiki pola makan dinilai sebagai salah satu langkah sederhana yang dapat memberikan dampak besar bagi kesehatan jangka panjang.
Kacang-Kacangan Jadi Salah Satu Kunci Umur Panjang
Dari berbagai kelompok makanan yang diteliti, kacang-kacangan atau legumes menjadi salah satu yang paling direkomendasikan. Kelompok ini mencakup lentil, kacang merah, kacang hitam, buncis Arab (chickpeas), edamame, hingga kacang polong.
Makanan tersebut kaya protein nabati, serat, vitamin, mineral, serta antioksidan yang berperan melindungi sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas.
Ahli gizi terdaftar sekaligus konsultan di Cleveland Clinic’s Center for Lifestyle and Integrative Medicine, Kristin Kirkpatrick, mengatakan kacang-kacangan juga berkontribusi dalam menjaga kesehatan saluran cerna.
“Kacang-kacangan mengandung antioksidan yang membantu melindungi sel dari kerusakan, menurunkan risiko penyakit, bahkan berperan dalam memperlambat proses penuaan,” ujar Kirkpatrick.
Selain legumes, kacang pohon seperti almond, kenari, pistachio, dan pecan juga dianjurkan sebagai camilan sehat. Kandungan lemak tak jenuh, omega-3, protein, dan serat di dalamnya membantu menjaga kesehatan jantung, mengontrol gula darah, sekaligus memberikan rasa kenyang lebih lama.
Diet Mediterania Dinilai Mendukung Harapan Hidup
Temuan penelitian tersebut juga sejalan dengan manfaat diet Mediterania yang telah banyak diteliti. Pola makan ini menekankan konsumsi buah, sayuran, biji-bijian utuh, kacang-kacangan, minyak zaitun, serta ikan sebagai sumber protein utama.
Menurut ahli gizi klinis senior di UCLA Health, Dana Hunnes, PhD, diet Mediterania tidak sekadar membantu menjaga berat badan tapi juga melindungi tubuh dari peradangan kronis.
“Diet ini bersifat antiinflamasi, melindungi kesehatan jantung, serta membantu menjaga fungsi organ-organ tubuh lainnya,” kata Hunnes.
Sementara itu, makanan ultra-proses, minuman berpemanis, dan konsumsi daging merah berlebihan justru dikaitkan dengan meningkatnya risiko penyakit kronis yang dapat memperpendek harapan hidup.
Meski demikian, para ahli menekankan bahwa perubahan pola makan tidak harus dilakukan secara drastis.
Mengganti camilan tinggi gula dengan kacang-kacangan, memperbanyak konsumsi sayur dan buah, serta memilih biji-bijian utuh dapat menjadi langkah awal yang lebih mudah dilakukan untuk mendukung kesehatan dan meningkatkan peluang hidup lebih lama.
Kayu Gaharu: Manfaat, Harga, dan Cara Budidaya
Kayu gaharu (Agarwood) adalah resin aromatik yang dihasilkan oleh pohon dari genus Aquilaria dan Gyrinops (famili Thymelaeaceae) ketika pohon tersebut terinfeksi oleh jamur. Reaksi pohon terhadap infeksi ini menghasilkan resin gelap dan beraroma yang dikenal sebagai gaharu. Kayu ini sangat dihargai di banyak budaya karena aromanya yang unik dan kompleks.
Jenis-Jenis Kayu Gaharu
Terdapat beberapa spesies pohon penghasil gaharu, yang paling umum adalah:
- Aquilaria malaccensis.
- Aquilaria crassna.
- Aquilaria sinensis.
- Aquilaria microcarpa.
- Gyrinops versteegii.
Kualitas dan aroma gaharu bervariasi tergantung pada spesies pohon, lokasi geografis, dan jenis jamur yang menginfeksi pohon.
Proses Pembentukan Kayu Gaharu
Pembentukan gaharu adalah proses alami yang kompleks. Biasanya, pohon Aquilaria menghasilkan gaharu sebagai respons terhadap luka atau infeksi jamur. Berikut tahapan pembentukannya:
- Luka pada pohon (akibat serangga, petir, atau campur tangan manusia).
- Infeksi jamur (seringkali dari genus Phialophora).
- Pohon menghasilkan resin aromatik sebagai mekanisme pertahanan.
- Resin meresap ke dalam kayu, mengubah warna dan aromanya.
- Setelah bertahun-tahun, kayu yang terinfeksi menghasilkan gaharu berkualitas tinggi.
Manfaat Kayu Gaharu bagi Kesehatan
Gaharu telah lama digunakan dalam pengobatan tradisional di berbagai budaya. Penelitian modern juga mengungkap potensi manfaat kesehatan dari kayu gaharu:
- Efek relaksasi dan antistres: Aroma gaharu dapat membantu mengurangi stres dan kecemasan. Senyawa dalam gaharu memiliki efek menenangkan pada sistem saraf.
- Antiinflamasi: Beberapa penelitian menunjukkan bahwa ekstrak gaharu memiliki sifat anti-inflamasi.
- Potensi antioksidan: Gaharu mengandung senyawa antioksidan yang dapat membantu melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas.
- Pereda nyeri: Dalam pengobatan tradisional, gaharu digunakan untuk meredakan nyeri, termasuk sakit kepala dan nyeri sendi.
Meskipun menjanjikan, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengonfirmasi manfaat kesehatan gaharu dan menentukan dosis yang aman dan efektif.
Pemanfaatan Kayu Gaharu Lainnya
Selain manfaat kesehatan, gaharu juga memiliki berbagai pemanfaatan lain:
- Parfum dan wewangian: Gaharu adalah bahan berharga dalam industri parfum karena aromanya yang kompleks dan tahan lama.
- Dupa dan aromaterapi: Gaharu sering dibakar sebagai dupa dalam upacara keagamaan dan spiritual, serta digunakan dalam aromaterapi untuk menciptakan suasana relaksasi.
- Kerajinan tangan: Kayu gaharu sering diukir menjadi berbagai kerajinan tangan seperti tasbih, patung, dan perhiasan.
Cara Budidaya Kayu Gaharu
Karena permintaan yang tinggi dan ketersediaan yang terbatas di alam liar, budidaya gaharu menjadi semakin populer. Berikut adalah langkah-langkah umum dalam budidaya gaharu:
- Pembibitan: Bibit gaharu dapat diperoleh dari biji atau stek.
- Penanaman: Bibit ditanam di lahan yang telah disiapkan dengan jarak tanam yang sesuai.
- Pemeliharaan: Pohon gaharu memerlukan perawatan rutin seperti penyiraman, pemupukan, dan pengendalian hama penyakit.
- Inokulasi: Inokulasi jamur dilakukan untuk menginduksi pembentukan gaharu. Metode inokulasi bervariasi, mulai dari metode tradisional hingga modern.
- Panen: Gaharu dapat dipanen setelah beberapa tahun (biasanya 5-10 tahun) setelah inokulasi.
Kesimpulan
Kayu gaharu adalah sumber daya alam yang berharga dengan berbagai manfaat dan pemanfaatan. Dari pengobatan tradisional hingga industri parfum mewah, gaharu memiliki nilai ekonomi dan budaya yang signifikan. Untuk memastikan keberlanjutan gaharu, diperlukan upaya konservasi dan pengembangan budidaya yang berkelanjutan.
Minyak Ikan: Ikhtiar Mencegah Diabetes LADA dalam Thibbun Nabawi
Diabetes Melitus, atau yang lebih dikenal masyarakat sebagai kencing manis, masih menjadi salah satu problem kesehatan yang belum selesai hingga hari ini. Penyakit ini tidak hanya mengganggu kadar gula darah, tetapi juga memengaruhi stamina, daya tahan tubuh, dan kualitas hidup seseorang.
Selama ini masyarakat lebih banyak mengenal Diabetes Melitus tipe 1 dan tipe 2. Namun, ada satu jenis diabetes lain yang juga mulai banyak diperhatikan, yaitu Latent Autoimmune Diabetes in Adult atau LADA. Penyakit ini sering disebut sebagai diabetes tipe 1,5 karena memiliki karakteristik yang berada di antara diabetes tipe 1 dan tipe 2
Salah satu keluhan yang sering dialami penderita diabetes adalah tubuh terasa lemas dan kurang bertenaga. Hal ini terjadi karena gula darah tidak dapat dimanfaatkan sel tubuh secara optimal sebagai sumber energi. Akibatnya, stamina mudah menurun, aktivitas terganggu, dan tubuh cepat lelah
Karena itu, pembahasan tentang diabetes tidak cukup hanya berhenti pada pengobatan. Pencegahan juga sangat penting. Salah satu hal yang menarik untuk dibahas adalah peran makanan bergizi, terutama ikan berlemak dan minyak ikan, dalam membantu menjaga kesehatan tubuh
Pertanyaannya, apakah minyak ikan dapat membantu menurunkan risiko LADA dan diabetes lainnya? Apakah kandungan gizinya juga bermanfaat untuk meningkatkan stamina? Dan bagaimana menariknya, dalam tradisi Islam, ada keterangan hadits tentang makanan pertama penduduk surga yang berhubungan dengan hati ikan Hūt?
<h2>Minyak Ikan dan Potensinya untuk Mencegah LADA</h2>
LADA atau diabetes tipe 1,5 merupakan penyakit autoimun yang menyerang sel penghasil insulin di pankreas. Pada kondisi ini, tubuh secara perlahan mengalami gangguan dalam mengatur gula darah. Karena sifatnya yang berkembang secara perlahan, LADA sering kali tidak teridentifikasi sejak awal.
Salah satu nutrisi yang banyak dikaitkan dengan kesehatan metabolik adalah omega-3. Nutrisi ini banyak terdapat pada ikan berlemak dan minyak ikan. Dalam pola makan modern, konsumsi ikan juga menjadi bagian penting dari Diet Mediterania, yaitu pola makan yang dikenal baik untuk kesehatan jantung, pembuluh darah, tekanan darah, dan metabolisme tubuh.
Hasil penelitian di Swedia menunjukkan bahwa konsumsi ikan berlemak berpotensi menurunkan risiko LADA. Dalam penelitian tersebut disebutkan bahwa konsumsi lebih dari satu porsi ikan berlemak setiap minggu berkaitan dengan penurunan risiko LADA. Penelitian ini dilakukan oleh Lofvenborg dkk. dengan judul “Fatty fish consumption and risk of latent autoimmune diabetes in adults,” yang diterbitkan dalam Nutrition & Diabetes, 20 Oktober 2014
Temuan ini tentu tidak berarti bahwa minyak ikan adalah obat tunggal untuk diabetes. Namun, ia menunjukkan bahwa pola makan yang kaya ikan berlemak dapat menjadi salah satu ikhtiar untuk menjaga kesehatan, terutama bila disertai pola hidup yang baik, aktivitas fisik, tidur yang cukup, dan pemeriksaan kesehatan secara berkala.
<h2>Hati Ikan, Omega-3, dan Nutrisi Penting Lainnya</h2>
Salah satu bagian ikan yang kaya minyak adalah hati. Pada jenis ikan tertentu, terutama ikan besar dan ikan berlemak, minyak tidak hanya terdapat pada daging, tetapi juga pada hati dan organ lainnya. Ikan seperti tuna, sidat, sardin, lemuru, cucut, beberapa jenis hiu, pari, dan ikan besar lainnya dikenal memiliki kandungan minyak yang bermanfaat
Jenis-jenis ikan tersebut tidak seluruhnya berasal dari kelompok yang sama. Ada ikan bertulang lunak, ikan sejati, dan ada pula mamalia laut yang bentuk tubuhnya menyerupai ikan. Ikan sejati bernapas dengan insang, sedangkan mamalia laut seperti paus bernapas dengan paru-paru. Meski demikian, keduanya sama-sama dikenal memiliki kandungan minyak dan nutrisi tertentu pada jaringan tubuhnya.
Hati dan daging ikan berlemak mengandung banyak nutrisi yang bermanfaat, seperti omega-3, vitamin A, vitamin D, squalene, dan berbagai zat lain yang baik untuk kesehatan. Kandungan inilah yang membuat ikan berlemak sering dibahas dalam ilmu gizi, farmasi, dan kesehatan masyarakat.
Dalam bahasa Arab, ikan besar sering disebut dengan istilah Hūt (حوت). Istilah ini dapat mencakup ikan besar seperti hiu, paus, dan jenis ikan besar lainnya. Penggunaan istilah Hūt bersifat relatif, sehingga dapat merujuk pada binatang laut berukuran besar yang dikenal dalam konteks bahasa Arab klasik.
<h2>Hati Ikan Hūt dalam Hadits</h2>
Menariknya, dalam hadits disebutkan bahwa makanan pertama penduduk surga adalah tambahan dari hati ikan Hūt. Tentu, makanan surga tidak dapat disamakan dengan makanan dunia. Namun, keterangan ini menunjukkan gambaran istimewa tentang organ hati ikan Hūt dalam tradisi Islam.
Dalam hadits riwayat Imam Bukhari disebutkan:
أَوَّلُ شَيْءٍ يَأْكُلُهُ أَهْلُ الْجَنَّةِ زِيَادَةُ كَبِدِ الْحُوْتِ
Artinya, “Sesuatu yang pertama kali dimakan oleh penduduk surga adalah tambahan hati ikan Hūt.” (HR. Bukhari)
Ibnu Hajar menjelaskan bahwa makanan pertama yang akan dimakan oleh penghuni surga adalah lobus tambahan hati ikan Hūt. Lobus tambahan ini merupakan bagian yang menggantung pada hati, dan dalam penjelasan ulama disebut sebagai bagian yang sangat lezat dan memuaskan.
Dalam kajian biologi, bagian yang disebut sebagai tambahan pada hati ikan dapat dikaitkan dengan lobus kaudatif, yaitu organ tambahan yang terletak di antara lobus hati kanan dan lobus hati kiri. Pada ikan hiu karang, deskripsi morfologi hati ini pernah dibahas oleh De Melo dkk. dalam “Morphological description of blue shark liver, Prionace glauca (Linnaeus, 1758), Elasmobranchii, Carcharhiniformes,” yang diterbitkan dalam International Journal of Advanced Engineering Research and Science 6(5), 286–290, tahun 2019.
<h2>Vitamin D, LADA, dan Kesehatan Tubuh</h2>
Selain omega-3, minyak ikan juga dikenal mengandung vitamin D. Vitamin ini sangat penting untuk kesehatan tulang, daya tahan tubuh, dan fungsi metabolisme. Dalam beberapa kajian, vitamin D juga dikaitkan dengan kesehatan autoimun, termasuk pada diabetes autoimun seperti LADA.
Penelitian Morelatau dkk. membahas kemungkinan peran vitamin D sebagai strategi tambahan dalam pengelolaan diabetes autoimun, termasuk LADA. Kajian tersebut diterbitkan dengan judul “Vitamin D Supplementation as a Therapeutic Strategy in Autoimmune Diabetes: Insights and Implications for LADA Management,” dalam Nutrients, 16(23): 4072, tahun 2024.
Meski hasilnya menjanjikan, penggunaan vitamin D tetap perlu dipahami secara proporsional. Vitamin D bukan pengganti pengobatan diabetes. Suplementasi juga sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan tubuh dan, bila perlu, dikonsultasikan dengan tenaga kesehatan, terutama bagi orang yang sudah memiliki penyakit tertentu atau sedang menjalani terapi medis.
<h2>Squalene: Kandungan Minyak Ikan yang Dikaitkan dengan Stamina</h2>
Kandungan lain yang menarik dari minyak ikan tertentu adalah squalene. Zat ini berbentuk cairan mirip minyak, tetapi tidak mudah membeku ketika dimasukkan ke dalam freezer. Squalene banyak dibahas karena potensinya dalam mendukung kesehatan tubuh.
Beberapa manfaat yang sering dikaitkan dengan squalene antara lain membantu memperlancar peredaran darah, mendukung penurunan kadar kolesterol, digunakan sebagai bahan kosmetik untuk kesehatan kulit, serta memiliki potensi antiradang dan antikanker. Squalene juga dikenal dalam beberapa tradisi kesehatan di Asia Timur, termasuk Jepang, sebagai salah satu bahan bernilai tinggi.
Pada jenis ikan cucut seperti hiu botol atau Centrophorus atromarginatus, hati ikan diketahui mengandung squalene dalam jumlah besar. Ikan jenis ini banyak ditemukan di perairan Nusantara. Karena itu, minyak dari hati ikan cucut sering dikaitkan dengan manfaat untuk menjaga stamina, terutama bagi orang yang membutuhkan energi tambahan dalam bekerja atau beraktivitas berat.
Jenis hūṭ lain yang disebut memiliki kandungan squalene adalah paus sei atau paus balin. Penelitian Hashimoto dan Namuro menunjukkan bahwa minyak dari paus balin mengandung squalene. Penelitian tersebut berjudul “Unsaponifiable Matter of Sei-Whale Blubber Oil Presence of Pristane and Squalene,” diterbitkan dalam Yukagaku Oil Chemistry, Vol. 16, No. 12, halaman 657–661, tahun 1967.
Namun, terdapat catatan menarik dari sisi anatomi. Penelitian disertasi doktoral Massaro dari Universitas Charles menyebutkan bahwa hati ikan paus dikategorikan sebagai hati tidak berlobus. Keterangan ini terdapat dalam disertasi “Repopulation of decellularized scaffold with cells: Development and optimization of repopulation techniques for engineering functional vessel and liver tissue,” Charles University, Republik Ceko, tahun 2025, halaman 43.
<h2>Cara Mengonsumsi Ikan Berminyak dengan Lebih Sehat</h2>
Bila dikaitkan dengan pencegahan LADA dan diabetes secara umum, konsumsi ikan berlemak dapat menjadi bagian dari pola makan yang sehat. Masyarakat dapat meningkatkan konsumsi ikan berminyak secara rutin, misalnya sekitar 3–5 porsi dalam satu minggu, sesuai dengan kebutuhan dan kondisi tubuh masing-masing.
Manfaat pola konsumsi ikan tidak hanya berkaitan dengan diabetes, tetapi dengan kesehatan jantung dan pembuluh darah. Omega-3, vitamin D, dan zat gizi lain dalam ikan berlemak dapat mendukung fungsi tubuh dengan lebih baik bila dikonsumsi dalam pola makan seimbang.
Cara pengolahan juga penting. Ikan sebaiknya tidak terlalu sering digoreng, apalagi jika minyaknya digunakan berulang kali. Cara yang lebih baik adalah dipanggang, direbus, dibakar, dikukus, atau dipepes. Dengan cara ini, kandungan gizinya lebih terjaga dan tambahan lemak dari proses penggorengan dapat dikurangi.
Ikan berminyak yang mudah dijumpai oleh masyarakat antara lain sardin, lemuru, tuna, lele, dan sidat. Bila sulit mendapatkan ikan besar yang masuk dalam kategori Hūt, ikan-ikan lokal yang tersedia di pasar tetap dapat menjadi pilihan yang baik. Bagi yang ingin lebih praktis, kapsul minyak ikan juga dapat digunakan, tetapi sebaiknya tetap memperhatikan dosis, kualitas produk, serta kondisi kesehatan masing-masing.
Minyak ikan merupakan salah satu sumber nutrisi penting yang berpotensi mendukung kesehatan tubuh. Kandungan omega-3, vitamin D, dan squalene di dalamnya dapat berperan dalam menjaga metabolisme, mendukung stamina, dan membantu ikhtiar pencegahan penyakit tertentu, termasuk LADA, meskipun tetap tidak dapat menggantikan pemeriksaan dan penanganan medis.
Dalam perspektif Islam, pembahasan tentang hati ikan Hūt menjadi semakin menarik karena disebutkan dalam hadits sebagai makanan pertama bagi penduduk surga. Tentu, kenikmatan surga berada di luar jangkauan perbandingan dengan dunia. Namun, keterangan ini memberi ruang untuk merenungkan bahwa ciptaan Allah di laut menyimpan banyak rahasia, baik dari sisi nutrisi, kesehatan, maupun tanda-tanda kebesaran-Nya.
Karena itu, mengonsumsi ikan berminyak dengan cara yang sehat dapat menjadi bagian dari ikhtiar menjaga kesehatan tubuh. Di dunia, ia bermanfaat sebagai sumber nutrisi. Kelak di akhirat, hati ikan Hūt disebut sebagai bagian dari hidangan pembuka bagi penduduk surga. Wallahu a’lam bis shawab.
<h3>Ustadz Yuhansyah Nurfauzi</h3>, Apoteker dan peneliti farmasi.
Sumber: https://nu.or.id/kesehatan/minyak-ikan-ikhtiar-mencegah-diabetes-lada-dalam-thibbun-nabawi-zvg6K
sumber : https://nu.or.id/kesehatan/minyak-ikan-ikhtiar-mencegah-diabetes-lada-dalam-thibbun-nabawi-zvg6K
6 Hal yang Perlu Dilakukan di Pagi Hari Agar Tetap Segar Sampai Sore
Kediri – Banyak orang mengira rasa lelah di siang hari hanya disebabkan oleh pekerjaan yang padat. Padahal, kondisi tubuh dari pagi hari sangat menentukan bagaimana energi kita bertahan hingga sore.
Rutinitas pagi yang baik dapat membantu tubuh lebih segar, pikiran lebih fokus, dan produktivitas tetap terjaga sepanjang hari. Tidak perlu hal yang rumit, cukup beberapa kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten.
1. Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur
Setelah tidur selama 6–8 jam, tubuh kehilangan cairan melalui pernapasan dan keringat. Karena itu, minum air putih setelah bangun tidur menjadi langkah sederhana yang sangat bermanfaat.
Air membantu tubuh kembali terhidrasi, melancarkan metabolisme, dan membuat tubuh terasa lebih segar. Bahkan, rasa lemas atau kurang fokus di pagi hari terkadang disebabkan oleh dehidrasi ringan.
Biasakan minum 1–2 gelas air putih setelah bangun untuk membantu tubuh memulai hari dengan lebih baik.
2. Kena Sinar Matahari Pagi
Paparan sinar matahari pagi memiliki manfaat besar bagi tubuh. Cahaya alami membantu mengatur jam biologis tubuh sehingga kita merasa lebih segar dan lebih siap menjalani aktivitas.
Selain itu, sinar matahari pagi juga membantu tubuh memproduksi vitamin D yang penting untuk kesehatan.
Tidak perlu lama, cukup 10–15 menit di pagi hari sudah cukup memberikan manfaat.
3. Gerakkan Tubuh
Tubuh yang terlalu lama diam setelah bangun tidur cenderung terasa kaku dan kurang bertenaga. Karena itu, menggerakkan tubuh di pagi hari sangat dianjurkan.
Tidak harus olahraga berat. Aktivitas ringan seperti stretching, jalan santai, atau olahraga sederhana sudah cukup untuk membantu melancarkan peredaran darah.
Dengan tubuh yang aktif sejak pagi, energi pun cenderung lebih stabil sampai sore.
4. Sarapan yang Tepat
Sarapan adalah sumber energi awal untuk tubuh. Namun, yang terpenting bukan hanya sarapan, melainkan memilih menu yang tepat.
Pilih makanan yang mengandung protein, serat, dan karbohidrat yang cukup agar energi bertahan lebih lama.
Contohnya:
- telur dan nasi
- oatmeal
- buah dan sumber protein
Hindari sarapan dengan gula berlebihan karena dapat membuat energi cepat naik tetapi juga cepat turun.
5. Tentukan Target Hari Itu
Rutinitas pagi bukan hanya tentang fisik, tetapi juga soal kesiapan mental. Menentukan target harian membantu pikiran lebih terarah.
Saat tahu apa yang harus dikerjakan, kita cenderung lebih fokus dan tidak mudah merasa kewalahan.
Tidak perlu membuat daftar terlalu panjang. Cukup tentukan 2–3 prioritas utama yang ingin diselesaikan hari itu.
Cara sederhana ini dapat membantu menjaga energi mental tetap stabil.
6. Hindari Begadang
Rutinitas pagi yang baik akan sulit memberikan hasil maksimal jika malam sebelumnya tidur terlalu larut.
Kurang tidur membuat tubuh sulit pulih dan menyebabkan rasa lelah berkepanjangan sepanjang hari.
Karena itu, kualitas pagi yang baik sebenarnya dimulai dari malam sebelumnya. Usahakan tidur cukup dan memiliki jam tidur yang konsisten.
Penutup
Menjaga tubuh tetap segar sampai sore bukan hanya soal bekerja lebih santai atau minum kopi lebih banyak. Semuanya berawal dari kebiasaan kecil yang dilakukan sejak pagi.
Mulailah dengan:
- minum air putih
- kena sinar matahari pagi
- bergerak
- sarapan sehat
- menentukan target
- tidur cukup
Kebiasaan sederhana ini mungkin terlihat sepele, tetapi jika dilakukan setiap hari, dampaknya bisa sangat besar bagi energi dan produktivitas Anda.







