Sering Diabaikan, Waspada Diabetes dan Hipertensi Bisa Picu Kebutaan

Sering Diabaikan, Waspada Diabetes dan Hipertensi Bisa Picu Kebutaan

Jakarta, CNBC Indonesia – Para penderita diabetes dan tekanan darah tinggi (hipertensi) diimbau untuk tidak menyepelekan kesehatan mata. Kerusakan organ penglihatan akibat kedua penyakit kronis ini sering kali terjadi secara diam-diam (silent) tanpa disertai rasa sakit atau kaburnya penglihatan pada tahap awal.

Diabetes diketahui dapat merusak pembuluh darah halus pada retina (retinopati diabetik). Sementara itu, tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol dalam jangka panjang mampu mengganggu sirkulasi serta struktur pendukung fungsi penglihatan.

Ironisnya, proses kerusakan ini bisa berlangsung saat pasien masih merasa bisa membaca, menyetir, dan beraktivitas normal sehari-hari.

“Banyak pasien secara rutin memantau kadar gula darah, tekanan darah, serta fungsi jantung dan ginjal, tetapi mungkin belum menyadari bahwa mata juga dapat terdampak,” ujar Dr. Low Jin Rong, dokter spesialis mata konsultan di Cornerstone Eye Centre saat ditemui di kawasan Jakarta Selatan, Jumat (24/7/2026).

Lebih lanjut, Dr. Low menjelaskan bahwa meskipun diabetes dan hipertensi sudah sangat sering dikaitkan dengan risiko fatal seperti serangan jantung, stroke, dan gagal ginjal, dampak buruknya terhadap mata jarang dibahas dengan tingkat urgensi yang sama.

Glaukoma: Sang Pencuri Penglihatan

Salah satu ancaman terbesar yang dipicu oleh kondisi ini adalah Glaukoma, penyakit yang kerap dijuluki sebagai “pencuri penglihatan”. Glaukoma merusak saraf optik secara bertahap dan umumnya menyerang penglihatan samping (perifer) terlebih dahulu.

Lantaran fungsi penglihatan tengah masih jernih, pasien kerap tidak sadar bahwa sebagian lapang pandang mereka telah hilang secara permanen.

Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena glaukoma dan masalah mata serius lainnya meliputi:

– Tekanan bola mata yang tinggi

– Riwayat glaukoma dalam keluarga

– Miopia (mata minus) tinggi & pertambahan usia

– Riwayat cedera mata & penggunaan kortikosteroid jangka panjang

– Kondisi sistemik seperti diabetes dan hipertensi

Penting diketahui, kerusakan penglihatan akibat glaukoma tidak dapat dikembalikan (ireversibel). Namun, diagnosis dini dan pemeriksaan rutin ke dokter spesialis mata dapat memperlambat keparahan penyakit melalui penanganan yang tepat, seperti obat-obatan, terapi laser, atau tindakan operasi.

Sumber : https://www.cnbcindonesia.com/lifestyle/20260725013116-33-753730/sering-diabaikan-waspada-diabetes-dan-hipertensi-bisa-picu-kebutaan

Cari Keseimbangan Hidup dan Kerja? Ini 10 Negara dengan Work-Life Balance Terbaik

Cari Keseimbangan Hidup dan Kerja? Ini 10 Negara dengan Work-Life Balance Terbaik

Jakarta – Keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi atau work-life balance kini menjadi salah satu faktor dalam menentukan kualitas hidup. Tak hanya soal jam kerja, tetapi juga mencakup hak cuti, fleksibilitas bekerja, hingga kesempatan untuk beristirahat dan menikmati kehidupan di luar pekerjaan.

Sejumlah negara di dunia berhasil menciptakan budaya kerja yang lebih sehat dengan memberikan perhatian besar pada kesejahteraan karyawan. Lantas, negara mana saja yang memiliki work-life balance terbaik?

10 Negara dengan Work-Life Balance Terbaik

Dikutip dari laman Immigrant Invest, OECD Better Life Index membandingkan kesejahteraan antarnegara berdasarkan beberapa aspek, seperti jam kerja hingga masa cuti yang diberikan. Berikut 10 negara dengan work-life balance terbaik.

1. Norwegia

Rata-rata jam kerja di Norwegia adalah 37,5 jam per minggu yang dibagi ke dalam lima hari kerja. Banyak perusahaan menerapkan sistem jam kerja fleksibel (flexitime) yang memungkinkan pegawai menentukan sendiri waktu mulai dan selesai bekerja, selama total jam kerja mingguan tetap terpenuhi.

Peraturan ketenagakerjaan di Norwegia memperbolehkan lembur, tetapi penerapannya diatur secara ketat. Total lembur umumnya tidak boleh melebihi 200 jam per tahun, kecuali ada kesepakatan lain. Upah lembur juga diberikan dengan tarif lebih tinggi, yakni sekitar 40 hingga 100 persen di atas upah reguler.

Salah satu nilai penting dalam kehidupan masyarakat Norwegia adalah konsep friluftsliv, yang berarti kehidupan di alam terbuka. Karena itu, banyak pekerja memanfaatkan waktu istirahat untuk berjalan-jalan di taman atau menikmati alam sekitar, bahkan saat jam makan siang.

Setelah jam kerja berakhir, aktivitas luar ruangan seperti mendaki, bersepeda, atau bermain ski sesuai musim juga menjadi bagian dari rutinitas banyak warga Norwegia.

Karyawan memiliki 25 hari cuti berbayar per tahun atau setara dengan lima minggu. Banyak karyawan juga mendapat tunjangan liburan.

2. Belanda

Jam kerja di Belanda umumnya berkisar antara 36 hingga 40 jam per minggu yang dibagi ke dalam lima hari kerja, yaitu Senin hingga Jumat. Namun, banyak pekerja yang memilih empat hari kerja dalam seminggu atau memanfaatkan pengaturan jam kerja yang lebih fleksibel.

Budaya lembur tidak terlalu umum di Belanda karena perusahaan berupaya menjaga keseimbangan antara kehidupan kerja dan kehidupan pribadi karyawan. Jika lembur memang diperlukan, pekerja biasanya akan menerima kompensasi berupa upah tambahan atau waktu istirahat pengganti, sesuai dengan perjanjian kerja yang berlaku.

Salah satu budaya yang mencerminkan keseimbangan kehidupan sosial dan pekerjaan di Belanda adalah borrel, yaitu tradisi berkumpul secara santai bersama rekan kerja setelah jam kantor untuk menikmati minuman dan camilan.

Kegiatan ini umumnya diadakan pada hari Jumat sebagai cara bagi para pekerja untuk melepas penat sekaligus mempererat hubungan sosial setelah menjalani satu pekan bekerja.

Karyawan memiliki jatah empat minggu cuti berbayar atau setara dengan 20 hari kerja. Namun, dalam praktiknya banyak karyawan yang menerima cuti lebih banyak daripada yang ditetapkan undang-undang.

3. Swedia

Jam kerja di Swedia umumnya mencapai 40 jam per minggu. Sistem kerja yang fleksibel juga banyak diterapkan sehingga karyawan dapat menyesuaikan jadwal kerja dengan kebutuhan keluarga maupun urusan pribadi.

Peraturan ketenagakerjaan Swedia serta perjanjian kerja bersama mengatur pelaksanaan lembur secara ketat. Karyawan diperbolehkan bekerja lembur hingga maksimal 200 jam per tahun. Jam lembur tersebut dibayar dengan tarif lebih tinggi, umumnya sekitar 50 hingga 100 persen di atas upah normal, tergantung waktu dan hari pelaksanaannya.

Di banyak tempat kerja di Swedia, terutama saat musim panas, karyawan kerap diperbolehkan pulang lebih awal pada hari Jumat. Tradisi ini dikenal sebagai Fredagsmys atau “Friday Cosiness”, yang mencerminkan budaya menikmati suasana santai dan menghabiskan waktu berkualitas menjelang akhir pekan.

Swedia menawarkan hak cuti yang cukup banyak, yaitu 25 hari per tahun.

4. Finlandia

Jam kerja penuh waktu di Finlandia umumnya berkisar antara 37,5 hingga 40 jam per minggu. Sistem jam kerja fleksibel banyak diterapkan sehingga karyawan dapat menyesuaikan jadwal kerja dengan kebutuhan pribadi dan keluarga. Selain itu, bekerja dari jarak jauh (remote work) juga menjadi praktik yang umum di berbagai sektor.

Salah satu ciri khas budaya kerja di Finlandia adalah keberadaan sauna yang dianggap sebagai bagian penting dari gaya hidup dan kesejahteraan masyarakat. Banyak kantor, termasuk perusahaan besar, memiliki sauna sendiri.

Tidak jarang rekan kerja menghabiskan waktu bersama di sauna setelah jam kerja sebagai cara untuk bersantai sekaligus mempererat hubungan sosial.
Perihal cuti, pekerja Finlandia berhak atas 30 hari cuti berbayar per tahun.

5. Denmark

Jam kerja di Denmark umumnya 37 jam per minggu yang dibagi dalam lima hari kerja, yaitu Senin hingga Jumat. Sejumlah perusahaan di Denmark juga mulai menguji penerapan empat hari kerja dalam seminggu, meski kebijakan ini belum diwajibkan oleh pemerintah.

Penerapannya bergantung pada kesepakatan antara perusahaan dan karyawan atau kebijakan internal perusahaan yang bertujuan meningkatkan keseimbangan kehidupan kerja, mengurangi stres, serta meningkatkan produktivitas. Dalam sistem ini, karyawan tetap menyelesaikan jumlah jam kerja yang sama, tetapi dalam jumlah hari yang lebih sedikit.

Budaya lembur tidak terlalu umum di Denmark karena masyarakat sangat menjunjung tinggi keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi. Namun, jika lembur diperlukan, karyawan biasanya memperoleh kompensasi berupa waktu istirahat pengganti atau upah tambahan, sesuai dengan kontrak kerja maupun perjanjian kerja bersama.

Denmark memberikan hak cuti berbayar selama lima minggu per tahun bagi karyawan.

6. Swiss

Jam kerja penuh waktu di Swiss umumnya berkisar antara 40 hingga 42 jam per minggu, tergantung sektor industri dan kebijakan masing-masing perusahaan. Meski demikian, banyak perusahaan menawarkan pengaturan jam kerja yang fleksibel, sementara sistem kerja paruh waktu juga cukup umum diterapkan.

Ketentuan mengenai lembur di Swiss diatur secara jelas. Karyawan yang bekerja melebihi jam kerja normal berhak menerima kompensasi berupa upah lembur sebesar 125 persen dari upah biasa atau waktu istirahat pengganti, sesuai dengan kesepakatan yang berlaku. Secara umum, jumlah lembur dibatasi hingga 140 jam per tahun bagi sebagian besar pekerja.

Sama seperti di sejumlah negara Eropa lainnya, Swiss memiliki tradisi Büroapéro, yaitu kebiasaan berkumpul secara santai bersama rekan kerja setelah jam kantor. Dalam kegiatan ini, para karyawan biasanya menikmati minuman dan camilan ringan sambil mengobrol dalam suasana yang informal.
Swiss memberikan karyawan minimal empat minggu atau 20 hari cuti berbayar per tahun. Karyawan di bawah usia 20 tahun berhak atas lima minggu cuti.

7. Prancis

Jam kerja di Prancis untuk karyawan penuh waktu umumnya ditetapkan 35 jam per minggu sesuai ketentuan hukum. Meskipun beberapa sektor memiliki perjanjian kerja yang berbeda, angka 35 jam tetap menjadi standar di sebagian besar industri.

Jika karyawan bekerja melebihi 35 jam, jam tersebut dihitung sebagai lembur. Upah lembur diatur oleh undang-undang, yaitu 25 persen lebih tinggi dari upah normal untuk delapan jam lembur pertama dan 50 persen lebih tinggi untuk jam lembur berikutnya.

Selain pembayaran tambahan, pekerja juga dapat memperoleh RTT days atau hari libur tambahan sebagai pengganti kompensasi lembur.

Salah satu kebijakan paling menarik terkait keseimbangan kerja dan kehidupan pribadi di Prancis adalah “hak untuk terputus” (right to disconnect) yang mulai berlaku pada tahun 2017.

Aturan ini memberikan hak hukum kepada karyawan untuk tidak menanggapi email atau pesan pekerjaan di luar jam kerja. Tujuannya adalah mengurangi risiko kelelahan kerja dan stres, sekaligus memastikan pekerja dapat benar-benar menikmati waktu pribadinya tanpa tekanan dari pekerjaan.

Terkait cuti, karyawan Prancis berhak atas minimal lima minggu atau 25 hari kerja per tahun. Beberapa perjanjian atau kontrak kolektif juga menawarkan hari libur tambahan.

8. Italia

Jam kerja di Italia umumnya 40 jam per minggu yang biasanya dibagi ke dalam lima hari kerja. Meski demikian, batas maksimum jam kerja yang diizinkan oleh hukum adalah 48 jam per minggu, termasuk jam lembur.

Ketentuan mengenai lembur diatur melalui undang-undang dan perjanjian kerja bersama. Total lembur tidak boleh melebihi 250 jam per tahun. Karyawan yang bekerja lembur berhak menerima upah lebih tinggi dibandingkan upah normal, dengan besaran yang disesuaikan berdasarkan waktu pelaksanaan maupun jenis pekerjaan.

Italia juga memiliki tradisi aperitivo, yaitu kebiasaan berkumpul bersama teman atau rekan kerja setelah jam kerja untuk menikmati minuman dan camilan ringan sebelum makan malam. Tradisi yang biasanya berlangsung antara pukul 17.00 hingga 19.00 ini menjadi cara bagi masyarakat Italia untuk melepas penat sekaligus mempererat hubungan sosial.

Karyawan Italia berhak atas setidaknya empat minggu atau 20 hari cuti berbayar per tahun.

9. Spanyol

Jam kerja penuh waktu di Spanyol umumnya mencapai 40 jam per minggu yang dibagi ke dalam lima hari kerja. Jadwal kerja dapat berbeda-beda tergantung sektor industrinya.

Ketentuan mengenai lembur di Spanyol juga diatur secara jelas. Jumlah lembur tidak boleh melebihi 80 jam per tahun. Kompensasinya dapat berupa upah tambahan dengan tarif lebih tinggi atau waktu istirahat pengganti, tergantung pada kontrak kerja maupun perjanjian kerja bersama.

Setelah jam kerja usai, masyarakat Spanyol juga terbiasa menghabiskan waktu bersama teman atau rekan kerja dengan menikmati tapas, yaitu aneka hidangan ringan yang menjadi bagian dari budaya bersosialisasi di negara tersebut.

Hukum ketenagakerjaan Spanyol memberikan 22 hari kerja cuti berbayar per tahun bagi karyawan.

10. Hungaria

Jam kerja di Hungaria umumnya 40 jam per minggu. Lembur diperbolehkan di Hungaria, tetapi pelaksanaannya diatur oleh undang-undang.

Karyawan yang bekerja melebihi jam kerja normal berhak memperoleh upah lembur sebesar 50 hingga 100 persen lebih tinggi dari upah biasa atau mendapatkan waktu istirahat pengganti, sesuai dengan ketentuan dalam kontrak kerja. Selain itu, hukum juga menetapkan batas maksimum jumlah jam lembur yang dapat dilakukan seorang pekerja setiap tahunnya.

Hungaria dikenal dengan pemandian air panas (thermal baths) yang menjadi bagian penting dari budaya masyarakatnya. Banyak orang memanfaatkan fasilitas ini setelah jam kerja atau saat akhir pekan untuk bersantai, menghilangkan penat, dan memulihkan kebugaran.

Sejumlah perusahaan di Hungaria juga menyediakan program kebugaran atau hari spa sebagai salah satu bentuk fasilitas dan dukungan terhadap kesehatan serta keseimbangan kehidupan kerja para pegawainya.

Karyawan di Hungaria berhak memperoleh minimal 20 hari kerja cuti berbayar setiap tahun. Jumlah cuti ini akan bertambah seiring bertambahnya usia pekerja, sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

 

Indonesia torehkan dua medali emas di nomor vertical 7km SEATRC 2026

Indonesia torehkan dua medali emas di nomor vertical 7km SEATRC 2026

Jakarta (ANTARA) – Kontingen lari trail Indonesia menorehkan dua medali emas di nomor vertical 7km Southeast Asian Trail Running Confederation (SEATRC) 2026.

Di nomor vertical 7km putra, Putra Aldio menjadi yang tercepat setelah mencatatkan waktu 1 jam 3 menit 54 detik. Pelari asal Jakarta ini mengungguli atlet Filipina Christone Dinawanao yang mencatatkan 1 jam 4 menit 14 detik dan atlet Thailand Surachat Thaesi yang mencatatkan waktu 1 jam 4 menit 46 detik.

Sedangkan di nomor vertical 7km putri, Fitri menjadi yang tercepat dengan catatan waktu 1 jam 20 menit 59 detik. Atlet asal Sulawesi Selatan ini mengungguli atlet Kamboja Laurie Phai yang mengunci waktu 1 jam 22 menit 55 detik dan atlet Thailand Pitchanan Mahachot dengan catatan 1 jam 23 menit 42 detik.

“Sebagai Ketua Kontingen, saya sangat berbangga atas prestasi putra dan putri kita yang mendapatkan emas Vertical 7km, kita berikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Putra Aldio dan Fitri,” jelas Ketua Kontingen Indonesia pada SEATRC Donny Gahral Adian dalam keterangan resmi, Jumat.

“Harapan kami, pada kategori lain, kita bisa dapatkan emas agar kita bisa menjadi juara umum,” tegas Donny yang juga Sekum PP ALTI.

Apresiasi diberikan oleh Ketua Umum KONI Pusat Marciano Norman yang menilai bahwa prestasi ini mampu memantik atlet lainnya untuk bisa lebih berprestasi lagi.

“Semoga, atlet-atlet lari trail kebanggaan Indonesia dapat kembali mempersembahkan prestasi pada nomor pertandingan selanjutnya,” ujar Marciano.

Sumber : https://www.antaranews.com/berita/5664789/indonesia-torehkan-dua-medali-emas-di-nomor-vertical-7km-seatrc-2026

Bukan 8 Gelas Sehari, Ternyata Ini Takaran Ideal Minum Air Putih Per Hari

Bukan 8 Gelas Sehari, Ternyata Ini Takaran Ideal Minum Air Putih Per Hari

Jakarta –  Selama ini, anjuran minum delapan gelas air putih setiap hari sudah lama dianggap sebagai patokan untuk memenuhi kebutuhan cairan tubuh setiap orang.

Padahal, anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar. Kebutuhan cairan setiap orang tidak bisa disamaratakan hanya berdasarkan satu angka.

Lantas, bagaimana mengukur takaran ideal minum air putih setiap hari yang dapat Bunda ikuti untuk memenuhi kebutuhan cairan tubuh?

Benarkan takaran ideal minum air putih bukan 8 gelas?

Dilansir Business Standard, aturan delapan gelas yang terkenal bukan formula yang berlaku untuk semua orang, Bunda. Wakil Manjer Dietetika Klinis, Rumah Sakit PD Hinduja & MRC, Rutu Dhodapkar, mengatakan kebutuhan hidrasi setiap orang berbeda.

Iklim, tingkat aktivitas, dan kondisi kesehatan berpengaruh. Orang-orang di kota dengan cuaca yang panas dan lembap lebih banyak berkeringat dan membutuhkan cairan ekstra. Keseimbangan elektrolit juga sangat penting.

Sulit untuk menentukan secara pasti di mana dan kapan aturan delapan gelas per hari berasal. Ada teori yang menyatakan bahwa aturan ini mungkin didasarkan pada asupan cairan 1 ml per kalori makanan yang dikonsumsi.

Namun, semakin banyak penelitian menunjukkan bahwa rekomendasi umum ini mungkin sebenarnya terlalu banyak air untuk sebagian orang dan tidak cukup untuk orang lain.

Takaran ideal minum air putih setiap hari

Dilansir Healthline, meskipun ada kondisi tubuh yang membuat kebutuhan air meningkat, orang sehat umumnya tidak perlu mengonsumsi air dalam jumlah yang begitu besar.

Di sisi lain, kurang minum air dapat menyebabkan dehidrasi ringan, yang didefinisikan sebagai kehilangan 1-2 persen berat badan akibat kehilangan cairan. Dalam kondisi ini, Bunda mungkin mengalami kelelahan, sakit kepala, dan perubahan suasana hati.

National Institute of Medicine telah menetapkan tingkat asupan yang memadai untuk total air dan minuman. Ini mengacu pada tingkat yang diasumsikan dapat memenuhi kebutuhan sebagian besar orang.

Adapun sejumlah faktor, baik di dalam tubuh maupun lingkungan sekitar, yang memengaruhi kebutuhan air seseorang.

Ukuran tubuh, komposisi tubuh, dan tingkat aktivitas sangat bervariasi dari orang ke orang. Jika seorang atlet, tinggal di iklim panas, atau sedang menyusui, kebutuhan air Bunda tentu meningkat.

Dengan mempertimbangkan semua ini, jelas bahwa kebutuhan air sangat individual. Delapan gelas air per hari mungkin sudah lebih dari cukup bagi sebagian orang, tetapi mungkin terlalu sedikit bagi orang lain.

Jika ingin semuanya tetap sederhana, cukup dengarkan tubuh dan biarkan rasa haus menjadi panduannya. Minum air saat Bunda merasa haus, ganti kehilangan cairan dengan minum lebih banyak air saat cuaca panas dan berolahraga.

Namun, perlu diingat bahwa hal ini tidak berlaku untuk semua orang. Beberapa lansia, misalnya, mungkin perlu secara sadar mengingatkan dirinya sendiri untuk minum air karena penuaan dapat mengurangi sensasi haus.

Manfaat minum air yang cukup untuk kesehatan

Bunda perlu minum cukup air agar tetap terhidrasi secara optimal. Secara umum, itu berarti mengganti air yang hilang melalui pernapasan, keringat, urine, dan feses. Minum air putih yang cukup dapat memberikan manfaat kesehatan, termasuk:

  • Penurunan berat badan: Minum air yang cukup dapat membantu Bunda membakar lebih banyak kalori, mengurangi nafsu makan jika dikonsumsi sebelum makan, dan menurunkan risiko penambahan berat badan jangka panjang.
  • Performa fisik yang lebih baik: Dehidrasi ringan dapat mengganggu performa fisik. Kehilangan hanya dua persen kandungan air tubuh selama berolahraga dapat meningkatkan kelelahan dan mengurangi motivasi.
  • Mengurangi keparahan sakit kepala: Bagi mereka yang rentan terhadap sakit kepala, minum air tambahan dapat mengurangi intensitas. Pada orang yang dehidrasi, air dapat membantu meredakan gejala sakit kepala.
  • Meredakan dan mencegah sembelit: Pada orang yang mengalami dehidrasi, minum air yang cukup dapat membantu mencegah dan meredakan sembelit. Namun, penelitian lebih lanjut tentang kemungkinan efek ini masih diperlukan.
  • Risiko batu ginjal menurun: Meskipun penelitian lebih lanjut masih diperlukan, ada beberapa bukti bahwa peningkatan konsumsi air dapat membantu mencegah kambuh batu ginjal pada orang yang memiliki kecenderungan untuk membentuknya.

Nah, itulah takaran ideal minum air putih yang dapat Bunda ketahui. Semoga bermanfaat, ya, Bunda.

Sumber : https://www.haibunda.com/moms-life/20260723181604-76-395036/bukan-8-gelas-sehari-ternyata-ini-takaran-ideal-minum-air-putih-per-hari

Kebutuhan Cairan Harian Tak Melulu 2 Liter, Ini Cara Menghitungnya

Kebutuhan Cairan Harian Tak Melulu 2 Liter, Ini Cara Menghitungnya

Jakarta, CNN Indonesia — Masih banyak yang berpatokan bahwa kebutuhan air putih setiap hari adalah sekitar dua liter. Padahal, jumlah cairan yang dibutuhkan setiap orang bisa berbeda, tergantung berat badan dan aktivitas yang dijalani.

Dokter spesialis penyakit dalam dari RS Brawijaya Duren Tiga Jessica Marsigit mengatakan, kebutuhan cairan harian idealnya dihitung berdasarkan berat badan, bukan menggunakan angka yang sama untuk semua orang.

“Sebetulnya kalau misalnya hidrasi per hari itu minimal 30 cc per kilogram berat badan. Jadi misalnya berat badan 50 kilogram, kebutuhan cairannya sekitar 1,5 sampai 2 liter per hari,” ujar Jessica dalam talkshow di CNN Indonesia Wellnest Festival Vol. 2 di South Quarter Dome, Cilandak, Jakarta Selatan, Rabu (22/7).

Jessica juga mengingatkan agar tidak menunggu rasa haus baru mulai minum. Saat rasa haus muncul, tubuh sebenarnya sudah mulai mengalami kekurangan cairan.

“Jangan dipaksa sampai haus baru minum. Justru kita mencegah jangan sampai haus, jangan sampai kita capek, jangan sampai otot kita capek baru kita minum,” tuturnya.

Hal senada disampaikan life coach sekaligus founder Primafit, Brian Bildt. Ia mengaku, baru menyadari dirinya mengalami dehidrasi setelah menjalani pemeriksaan kesehatan, meski merasa sudah menjalani pola hidup sehat dan rutin berolahraga.

“Waktu cek darah, dokter bilang darah saya terlalu kental dan ternyata saya dehidrasi. Karena itu sekarang saya mulai rajin minum air setiap jam atau setiap dua jam. Jadi balik lagi ke kesadaran,” kata Brian.

Menurut Brian, banyak orang baru minum ketika merasa haus. Padahal, kebiasaan tersebut tidak selalu mampu memenuhi kebutuhan cairan tubuh, terutama bagi mereka yang aktif berolahraga.

“Yang penting itu kita sadar kebutuhan cairan tubuh kita. Jangan menunggu haus baru minum,” ujarnya.

Sumber : https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20260723115450-255-1383992/kebutuhan-cairan-harian-tak-melulu-2-liter-ini-cara-menghitungnya

Ini Hobi yang Ternyata Bermanfaat untuk Kesehatan

Ini Hobi yang Ternyata Bermanfaat untuk Kesehatan

Hobi bukan hanya sekadar kegiatan untuk mengisi waktu luang. Beberapa riset menunjukkan bahwa menekuni hobi tertentu dapat memberikan dampak positif bagi kesehatan fisik dan mental.

Aktivitas yang menyenangkan dapat mengurangi stres, meningkatkan kreativitas, dan bahkan memperpanjang umur.

Apa saja hobi yang menyehatkan itu?

Hobi yang Bermanfaat untuk Kesehatan

Ini beberapa hobi yang bermanfaat untuk kesehatan:

Membaca

Membaca adalah jendela dunia. Aktivitas ini dapat meningkatkan pengetahuan, memperluas wawasan, dan melatih kemampuan berpikir kritis.

Lebih dari itu, membaca juga dapat mengurangi stres dan meningkatkan kualitas tidur.

Sebuah studi menunjukkan bahwa membaca dapat menurunkan tekanan darah dan detak jantung, yang merupakan indikator stres.

Berkebun

Berkebun bukan hanya sekadar menanam bunga atau sayuran.

Aktivitas ini melibatkan gerakan fisik, paparan sinar matahari, dan interaksi dengan alam.

Semua faktor ini berkontribusi pada kesehatan fisik dan mental.

Menurut penelitian, berkebun dapat mengurangi risiko penyakit kronis seperti obesitas, diabetes, dan penyakit jantung.

Yuk, ketahui juga Berbagai Tips & Trik Menjalani Hidup Sehat berikut ini.

Memasak

Memasak sendiri memungkinkan untuk mengontrol bahan-bahan dan nutrisi yang masuk ke dalam tubuh.

Ini adalah cara yang baik untuk memastikan makanan yang dikonsumsi sehat dan bergizi.

Selain itu, memasak juga dapat menjadi aktivitas kreatif yang menyenangkan dan menenangkan.

Melibatkan diri dalam proses memasak dapat mengurangi stres dan meningkatkan rasa percaya diri.

Memasak juga dapat meningkatkan kualitas hubungan sosial.

Kegiatan memasak bersama keluarga atau teman dapat mempererat ikatan dan menciptakan kenangan indah.

Mendengarkan musik

Musik memiliki kekuatan untuk memengaruhi suasana hati dan emosi. Mendengarkan musik yang disukai dapat meningkatkan mood, mengurangi stres, dan bahkan meredakan nyeri.

Sebuah menunjukan bahwa mendengarkan musik sebelum, selama, atau setelah operasi dapat mengurangi rasa sakit dan kecemasan.

Olahraga atau aktivitas fisik

Olahraga adalah hobi yang paling jelas manfaatnya bagi kesehatan.

Aktivitas fisik secara teratur dapat meningkatkan kekuatan otot dan tulang, menjaga berat badan ideal, serta mengurangi risiko berbagai penyakit.

Pilihlah olahraga yang disukai agar lebih termotivasi untuk melakukannya secara rutin.

Contohnya, jogging, berenang, bersepeda, atau bahkan sekadar berjalan kaki di taman.

Menurut WHO, orang dewasa sebaiknya melakukan aktivitas fisik intensitas sedang selama 150 menit setiap minggu, atau aktivitas fisik intensitas tinggi selama 75 menit setiap minggu.

Hobi Lainnya yang Bermanfaat

Selain contoh di atas, ada banyak hobi lain yang bisa memberikan manfaat kesehatan, diantaranya:

  • Melukis atau menggambar: Meningkatkan kreativitas dan mengurangi stres.
  • Menulis: Melatih kemampuan berpikir dan mengungkapkan emosi.
  • Bermain alat musik: Meningkatkan kemampuan kognitif dan koordinasi motorik.
  • Fotografi: Melatih kemampuan observasi dan apresiasi terhadap keindahan.
  • Mediasi: Hobi meditasi ini dapat membantu menenangkan pikiran dan mengurangi stress.

Sumber : https://www.halodoc.com/artikel/ini-hobi-yang-ternyata-bermanfaat-untuk-kesehatan

Ini Screen Time Ideal Buat Anak Menurut Psikolog

Ini Screen Time Ideal Buat Anak Menurut Psikolog

Jakarta, CNN Indonesia — Menjauhkan anak dari dunia digital jelas tidak mungkin dilakukan di era sekarang. Idealnya, anak diberi jangka waktu tertentu untuk terhubung dengan dunia digital lewat gadget alias screen time. Lantas, apakah ada screen time ideal buat anak?

Nisfie M. Hoesein, pemilik sekaligus Direktur Ayomi Preschool & Daycare, mengatakan gadget sebaiknya tidak lagi dilihat sebagai sumber bahaya, tetapi media pembelajaran.

Hal ini berangkat dari kesadaran bahwa literasi masa kini tidak hanya terpaku pada buku, tapi juga informasi digital.

Orang tua pun diharapkan memberikan pendampingan dan arahan soal penggunaan gadget. Jangan sampai screen time anak kebablasan sampai tenggelam di dunia maya.

“Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) memberikan rekomendasi usia di bawah 2 tahun sangat disarankan hindari layar gadget. Sambil nyuapin anak, HP dinyalakan, anak dibiarkan nonton sendiri, itu sebaiknya hindari,” terang Nisfie pada CNNIndonesia.com, Minggu (19/7).

Kemudian beranjak ke usia 2-5 tahun, screen time dibatasi maksimal 1 jam per hari dengan pendampingan orang tua.

Usia 6 tahun ke atas, Nisfie menyarankan agar screen time dibuat lebih fleksibel tapi berimbang. Contohnya, screen time selama 1 jam diselingi degan aktivitas fisik atau interaksi sosial selama 1 jam. Orang tua bisa mengarahkan atau mengajak anak bermain atau mengunjungi teman, kerabat.

“Ada sehari diusahakan bebas layar, jadi enggak ada pegang HP, tapi menghabiskan waktu bersama keluarga,” imbuhnya.

Psikolog klinis di RSIA Tumbuh Kembang ini juga menyarankan adanya perjanjian digital dalam keluarga. Perjanjian itu mencakup kesepakatan bersama soal durasi screen time beserta konsekuensinya jika ada yang dilanggar.

Saat anak memanfaatkan screen time dan waktunya sudah habis, orang tua tidak perlu memarahi anak. Cukup ingatkan atau minta bantuan anak untuk mengerjakan sesuatu. Cara ini ampuh mengalihkan perhatian anak dari layar.

“Anak dipaparkan dengan dunia luar, enggak ngendon di kamar. Pergi bertemu kerabat, salim, ucap salam, senyum. Taruh gadget-nya. Kita senang bersosialisasi dengan cara yang menyenangkan, anak akan ikut kok. Paling tidak anak cukup aware dengan sekitarnya,” kata Nisfie.

Kenali tanda anak kecanduan gadget

Screen time yang kebablasan atau berlebihan memang menimbulkan beragam risiko. Semakin tenggelam dunia digital, bukan tidak mungkin anak akan menemukan konten-konten yang kurang sesuai dengan usianya.

Orang tua bisa dipastikan khawatir kalau anak mengakses konten bernuansa pornografi. Namun, Nisfie mengingatkan sebenarnya ada bahaya lain yang perlu disadari orang tua.

Nisfie berkata, screen time berlebihan berisiko membuat anak tidak empati, ignorance, tidak tanggap atas apa yang terjadi di dunia nyata, dan sibuk tenggelam di dunia virtual.

“Ini akan memengaruhi bagaimana dia menjalani hidup, nanti dia kerja, berinteraksi sama orang, terlibat dalam situasi konflik,” imbuhnya.

Sementara itu, orang tua juga perlu tetap mengawasi anak dalam keseharian dan bagaimana penggunaan gadget memengaruhi kebiasaan anak. Nisfie menyarankan jika menemukan dua dari tiga tanda berikut, sebaiknya konsultasikan ke tenaga profesional.

1. Anak sangat emosional ketika gadget diambil atau dihentikan aksesnya terhadap gadget. Apakah anak marah berlebihan atau sampai tantrum?
2. Anak berubah kepribadian misal, lebih senang menyendiri, murung, tidak suka dengan dunia luar, menarik diri dari keluarga dan interaksi sosial.
3. Terjadi perubahan jam tidur dan performa di sekolah. Jam yang seharusnya tidur tapi anak tidak tidur. Sebaliknya, di jam yang seharusnya aktif tapi anak malah tidur.

“Kalau menemukan dua dari tiga ini sudah waktunya dibawa ke profesional. Ada tanda ke arah kecanduan,” katanya.

Sumber : https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20260721142634-284-1383196/ini-screen-time-ideal-buat-anak-menurut-psikolog

Makanan Dihinggapi Lalat, Masih Aman Dimakan atau Harus Dibuang?

Makanan Dihinggapi Lalat, Masih Aman Dimakan atau Harus Dibuang?

Makanan yang hanya dihinggapi seekor lalat selama beberapa detik umumnya masih memiliki risiko kesehatan yang rendah, terutama jika makanan baru dimasak dan orang yang memakannya mempunyai sistem imun yang baik.

Risiko akan meningkat jika banyak lalat mengerubungi makanan dalam waktu lama. Dalam kondisi tersebut, makanan sebaiknya tidak dikonsumsi karena lalat mempunyai lebih banyak kesempatan memindahkan kuman.

Apakah Lalat Muntah saat Hinggap di Makanan?

Lalat rumah memang mengeluarkan cairan ketika hinggap dan makan. Serangga ini tidak mempunyai gigi dan rahang untuk mengunyah makanan seperti manusia.

Lalat mengeluarkan air liur yang mengandung enzim untuk melarutkan sebagian makanan. Setelah makanan menjadi lebih cair, lalat mengisapnya melalui mulut berbentuk belalai.

Proses tersebut sering disebut sebagai lalat “memuntahkan” cairan ke atas makanan. Cairan yang dikeluarkan membantu lalat melakukan pencernaan sebelum makanan masuk ke tubuhnya.

Masalahnya, lalat rumah menghabiskan sebagian hidupnya di tempat yang tidak higienis. Lalat dapat memakan atau menyentuh tumbuhan yang membusuk, daging mentah, sampah, hingga kotoran.

“Lalat rumah berperan sebagai penghubung antara lingkungan yang bersih dan yang tercemar, bergerak bebas dari bahan-bahan yang terkontaminasi seperti limbah, ke lingkungan di dalam dan sekitar rumah, serta ke sumber makanan dan air,” tulis sebuah studi yang tayang di makalah ilmiah keluaran 2017 lalu, mengutip IFLScience.

Kuman Apa Saja yang Bisa Dibawa Lalat?

Sebuah tinjauan ilmiah mengidentifikasi 130 patogen pada lalat rumah. Daftar tersebut mencakup jamur, virus, parasit, dan bakteri. Beberapa di antaranya dapat menimbulkan penyakit serius.

Salah satu ancaman utamanya adalah patogen bawaan makanan. Kuman tersebut berpotensi menyebabkan keracunan makanan dengan gejala seperti:

  • Mual

  • Muntah

  • Sakit perut

  • Diare

  • Demam

Dalam penelitian di jurnal JDS Communications pada 2022, ilmuwan mengumpulkan lebih dari 100 lalat rumah di sekitar sebuah peternakan di New York, Amerika Serikat. Mereka menemukan sejumlah bakteri yang berkaitan dengan penyakit pada manusia, termasuk Salmonella, Escherichia coli, Staphylococcus aureus, Bacillus cereus, dan Bacillus subtilis.

Lalat dapat memindahkan mikroorganisme melalui kaki dan bagian tubuhnya yang menyentuh makanan. Kuman juga berpotensi berpindah melalui cairan pencernaan dan kotoran lalat.

Namun, keberadaan bakteri pada lalat tidak otomatis membuat setiap makanan yang dihinggapinya menyebabkan penyakit. Seseorang biasanya perlu terpapar patogen dalam jumlah tertentu sebelum mengalami infeksi atau keracunan makanan.

Kapan Makanan Sebaiknya Dibuang?

Jika hanya seekor lalat yang hinggap sebentar pada makanan yang baru dimasak, risikonya relatif rendah. Sebagian besar pakar kesehatan menilai makanan tidak harus langsung dibuang dalam situasi tersebut.

Makanan panas atau baru dimasak juga cenderung memiliki tingkat kontaminasi awal yang lebih rendah dibandingkan makanan mentah atau makanan yang sudah lama berada pada suhu ruang.

Meski demikian, risiko rendah tidak berarti benar-benar bebas risiko. Lalat tetap dapat memindahkan kuman meskipun hanya hinggap dalam waktu singkat.

Makanan lebih aman dibuang jika telah dikerubungi banyak lalat selama berjam-jam. Durasi kontak yang panjang dan jumlah lalat yang banyak meningkatkan peluang perpindahan patogen.

Jika kondisi dan keamanan makanan sulit dipastikan, pilihan yang paling aman adalah tidak mengonsumsinya sama sekali.

Sumber : https://kumparan.com/kumparansains/makanan-dihinggapi-lalat-masih-aman-dimakan-atau-harus-dibuang-27oS2jOdMnZ/full

Dua Buah Tertulis di Al Quran, Khasiatnya Bisa Turunkan Kolesterol

Dua Buah Tertulis di Al Quran, Khasiatnya Bisa Turunkan Kolesterol

Jakarta, CNBC Indonesia – Al Quran cukup sering menyebut buah-buahan seperti kurma, anggur, zaitun, delima, tin, dan pisang sebagai bagian dari gambaran tentang nikmat Allah dan tanda-tanda kebesaran-Nya. Menariknya, sejumlah buah tersebut kini diketahui memiliki kandungan nutrisi dan senyawa bioaktif yang bermanfaat bagi kesehatan.
Di antara buah-buahan yang disebut dalam Al Quran, ada dua yang ternyata memiliki manfaat dalam menurunkan kadar kolesterol. Berikut penjelasannya.

1. Buah tin atau ara
Al-Qur’an punya satu bab bernama Surah At-Tin yang berarti buah tin. Bahkan, Allah bersumpah atas nama buah tin dan juga buah zaitun.

Referensi buah tin dalam ayat Al-Qur’an berbicara tentang manfaat obat dari buah tersebut. Dalam tradisi Islam, apapun yang namanya digunakan untuk bersumpah oleh Allah memiliki keagungan atau kepentingan yang melekat padanya.

Buah tin atau buah ara memiliki kandungan pektin, serat larut yang membantu menurunkan kadar kolesterol. Serat larut menghilangkan kadar trigliserida berlebih dan membantu menghilangkan trigliserida.

Selain itu, buah ara kering mengandung asam lemak Omega 3 dan Omega 6, fitosterol yang bersifat kardioprotektif dan membantu meningkatkan kesehatan otak.

Buah ara yang dalam bahasa Inggris disebut fig juga mengandung magnesium, mineral dalam tubuh yang berperan penting dalam kesehatan tulang dan keseimbangan energi.

2. Buah zaitun
Zaitun disebutkan tujuh kali dalam Al-Qur’an. Hal ini menunjukkan betapa penting buah tersebut dalam sejarah perkembangan Islam. Buah zaitun tidak hanya memiliki nilai gizi, obat dan kosmetik; tapi juga memenuhi fungsi agama sebagai tanda kebesaran Allah SWT.

Dalam Surat Al Mu’minun ayat 20, Al-Quran memberitahu tentang buah-buahan yang harus dimakan, dan berbicara tentang pohon zaitun yang tumbuh di Gunung Sinai yang menyediakan minyak dan bumbu untuk dimakan.

Zaitun juga memiliki asam lemak esensial yang bagus untuk fungsi jantung dan otak, serta polifenol yang memiliki sifat antioksidan. Bahkan banyak orang memilih minyak dari buah zaitun sebagai pilihan minyak yang lebih sehat dibanding minyak kelapa sawit.

Minyak zaitun mengandung asam lemak tak jenuh tunggal yang tinggi sekitar 75%. Saat menggantikan lemak jenuh, lemak tak jenuh tunggal dari zaitun membantu menurunkan kolesterol jahat. Manfaat kesehatan dari minyak zaitun juga dikaitkan dengan sifat antioksidan dan anti-inflamasinya.

Sumber : https://www.cnbcindonesia.com/lifestyle/20260721083257-33-752434/dua-buah-tertulis-di-al-quran-khasiatnya-bisa-turunkan-kolesterol

Alasan Kebiasaan Minum Teh Seperti Ini Bisa Turunkan Risiko Stroke

Alasan Kebiasaan Minum Teh Seperti Ini Bisa Turunkan Risiko Stroke

Jakarta – Teh merupakan minuman yang banyak disukai orang. Tak hanya karena rasanya yang nikmat dan bisa menenangkan, ternyata teh juga sangat bermanfaat bagi kesehatan, terutama menurunkan risiko stroke.

Diketahui, teh mengandung senyawa tumbuhan seperti katekin, theaflavin, flavonoid, dan polifenol. Senyawa tersebut memiliki sifat antioksidan dan antiinflamasi, yang melindungi pembuluh darah dari kerusakan akibat radikal bebas.

Bagaimana Cara Teh Memangkas Risiko Stroke?

Dikutip dari VNExpress, manfaat ini bisa dirasakan dengan mengonsumsi 500-1.000 ml teh setiap hari. Jumlah itu setara dengan 2-4 cangkir teh, yang mendukung sistem kardiovaskular dan mengurangi risiko kematian akibat gangguan jantung serta pembuluh darah.

Salah satu penyebab utama dari gangguan kardiovaskular adalah stres oksidatif. Jika kondisi itu terjadi dalam jangka panjang, dapat mengganggu fungsi endotelium, lapisan dalam pembuluh darah, mendorong penumpukan kolesterol dan pengerasan arteri.

Senyawa polifenol dalam teh dapat membantu menjaga fleksibilitas arteri, meningkatkan sirkulasi, dan mengurangi peradangan kronis yang mendukung kesehatan kardiovaskular.

Meski begitu, perlu diingat bahwa teh tidak dapat mengobati penyakit jantung. Para ahli menegaskan bahwa teh dapat melindungi sistem kardiovaskular sebagai bagian dari gaya hidup sehat.

Seperti Apa Hasil dari Penelitian?

Sebuah meta-analisis dari 14 studi yang melibatkan lebih dari 510 ribu peserta menemukan bahwa mengonsumsi teh dikaitkan dengan risiko stroke yang lebih rendah.

Minum sekitar tiga cangkir teh setiap hari dikaitkan dengan penurunan risiko stroke sebesar 13 persen. Khususnya stroke iskemik, yang disebabkan oleh penyumbatan pembuluh darah.

Sebagian besar penelitian menunjukkan bahwa 2-4 cangkir teh tanpa pemanis yang diminum per hari dapat memberikan manfaat kesehatan terbesar, tanpa meningkatkan risiko.

Namun, para peneliti juga memperingatkan bahwa studi tersebut menunjukkan hubungan, bukan membuktikan langsung bahwa teh secara langsung mengurangi risiko penyakit jantung.

Menurut mereka, perlu lebih banyak uji klinis untuk menentukan jumlah dan jenis teh yang ideal untuk melindungi kardiovaskular. Bisa jadi dari teh hijau, teh hitam, atau teh oolong.

Sumber : https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-8581888/alasan-kebiasaan-minum-teh-seperti-ini-bisa-turunkan-risiko-stroke