Jakarta, MCI News – Kolesterol jahat atau low-density lipoprotein (LDL) yang tinggi dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular karena berperan dalam pembentukan plak pada pembuluh darah. Upaya menjaga kadar LDL dapat dilakukan melalui pola makan sehat, aktivitas fisik, pengelolaan berat badan, serta strategi lain sesuai kondisi masing-masing. Informasi mengenai manfaat plant stanol ester kembali menjadi perhatian, Minggu (09/08/2026) seperti yang di kutip di website Halodoc.
Plant stanol ester merupakan senyawa yang berasal dari stanol tumbuhan dan dapat membantu mengurangi penyerapan kolesterol di usus halus. Mekanisme tersebut membuat lebih sedikit kolesterol dari makanan dan empedu yang masuk ke dalam aliran darah.
Sejumlah penelitian menunjukkan konsumsi plant stanol ester dalam jumlah yang memadai dapat membantu menurunkan kadar LDL. European Food Safety Authority (EFSA) menyebut konsumsi 1,5 hingga 3 gram sterol atau stanol tumbuhan per hari dapat memberikan efek penurunan kolesterol, dengan manfaat maksimal umumnya terlihat setelah sekitar dua hingga tiga minggu.
HEART UK juga merangkum bukti bahwa konsumsi 1,5 hingga 3 gram plant stanol atau sterol setiap hari dapat menurunkan kadar kolesterol sekitar 7 hingga 12,5 persen. Produk pangan yang diperkaya senyawa tersebut umumnya dianjurkan dikonsumsi bersama makanan untuk membantu mengoptimalkan efeknya.
Penelitian klinis sebelumnya menunjukkan efek penurunan LDL dapat mulai terlihat dalam waktu relatif singkat. Salah satu studi terhadap konsumsi 2 gram stanol per hari mencatat kadar LDL turun sekitar 9,9 persen setelah delapan hari dan 10,2 persen setelah 15 hari.
Secara alami, stanol tumbuhan terdapat dalam sejumlah bahan pangan seperti biji-bijian, kacang-kacangan, sayuran, buah, dan sumber pangan nabati lainnya. Namun, jumlah stanol yang diperoleh dari makanan sehari-hari relatif kecil dibandingkan asupan yang digunakan dalam penelitian untuk memperoleh efek penurunan LDL.
Karena itu, plant stanol ester lebih banyak ditemukan pada produk pangan yang telah difortifikasi, seperti sejumlah produk olesan, yoghurt, minuman yoghurt, serta produk pangan lainnya. Konsumsi sebaiknya mengikuti petunjuk pada produk dan tidak dianggap sebagai pengganti pengobatan yang telah diresepkan dokter.
Pengelolaan kolesterol tetap perlu dilakukan secara menyeluruh. Mengurangi asupan lemak jenuh, memperbanyak makanan berserat, rutin beraktivitas fisik, menjaga berat badan, tidak merokok, serta melakukan pemeriksaan kadar kolesterol secara berkala merupakan bagian penting dari upaya menjaga kesehatan jantung.
Bagi seseorang yang memiliki kadar kolesterol tinggi atau sedang menjalani terapi penurun kolesterol, penggunaan produk yang mengandung plant stanol ester sebaiknya dibicarakan dengan tenaga kesehatan. Hal ini penting agar strategi pengelolaan kolesterol disesuaikan dengan kondisi kesehatan dan terapi yang sedang dijalani.
Catatan redaksional: klaim dalam bahan awal mengenai “studi terbaru di jurnal kesehatan medis 2026” tidak dicantumkan karena sumber jurnal spesifiknya tidak tersedia. Angka 7–10 persen dan periode 2–3 minggu tetap memiliki dukungan dari bukti ilmiah dan penilaian EFSA.
Sumber : https://mcinews.id/2026/08/10/plant-stanol-ester-bantu-turunkan-kolesterol-low-density-lipoprotein/




