Kemenperin Percepat Hilirisasi Singkong Perkuat Industri Pangan Nasional

Kemenperin Percepat Hilirisasi Singkong Perkuat Industri Pangan Nasional

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mempercepat hilirisasi komoditas berbasis agro sebagai langkah strategis untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya lokal sekaligus memperkuat daya saing industri pangan nasional.

Salah satu komoditas yang menjadi prioritas adalah singkong yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi berbagai produk bernilai ekonomi tinggi, mulai dari tepung tapioka, Modified Cassava Flour (MOCAF), pati termodifikasi, glukosa, sorbitol hingga beragam produk turunan lainnya yang dibutuhkan sektor industri.

Wakil Menteri Perindustrian (Wamenperin) Faisol Riza mengatakan, hilirisasi singkong memiliki peran penting dalam mendukung agenda penganekaragaman pangan nasional sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Presiden Nomor 81 Tahun 2024 tentang Percepatan Penganekaragaman Pangan Berbasis Potensi Sumber Daya Lokal.

“Hilirisasi dan penganekaragaman pangan bukanlah dua agenda yang berjalan sendiri-sendiri, melainkan saling melengkapi dalam mewujudkan industri pangan nasional yang lebih tangguh, berdaya saing, dan berkelanjutan,” kata Faisol, dikutip dari siaran persnya, Sabtu, 18 Juli 2026.

Menurut Faisol, pemerintah telah menyiapkan berbagai kebijakan strategis untuk memastikan hilirisasi singkong berjalan secara optimal.

“Sudah ada kebijakan yang menjadi instrumen penting untuk melindungi industri singkong nasional sekaligus menjaga keberlangsungan pasokan bahan baku bagi industri pengolahan di dalam negeri,” jelasnya.

Selain itu, pemerintah juga terus memperkuat perlindungan industri singkong melalui penerapan Standar Nasional Indonesia (SNI) serta mekanisme persetujuan impor berbasis pertimbangan teknis.

Berbagai kebijakan tersebut dirancang dengan pendekatan keterkaitan hulu-hilir (backward dan forward linkages) sehingga mampu menciptakan rantai nilai industri yang lebih kuat serta memanfaatkan keunggulan komparatif daerah melalui pengembangan kawasan sentra produksi pangan.

“Regulasi yang baik harus diikuti dengan peningkatan kapasitas industri. Oleh karena itu, kemampuan pelaku usaha dalam memanfaatkan teknologi produksi modern menjadi faktor penting untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing industri pangan nasional,” pungkas Faisol.

Sumber : https://ekonomi.tvrinews.com/berita/tjy4gul-kemenperin-percepat-hilirisasi-singkong-perkuat-industri-pangan-nasional

Suhu Minus Nol Derajat di Dieng Lebih Sering Terjadi Tahun Ini, BMKG Ingatkan Wisatawan

Suhu Minus Nol Derajat di Dieng Lebih Sering Terjadi Tahun Ini, BMKG Ingatkan Wisatawan

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan fenomena embun beku atau embun upas di Dataran Tinggi Dieng, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, berpotensi lebih sering terjadi selama musim kemarau 2026 yang diprakirakan lebih kering dari dua tahun sebelumnya.

Kepala BMKG Stasiun Klimatologi Jawa Tengah Guruh Tjiptanto mengatakan suhu nol derajat Celsius atau bahkan minus yang kerap dilaporkan saat embun upas muncul bukan merupakan suhu udara, melainkan suhu minimum permukaan rumput yang diukur menggunakan termometer khusus.

“Suhu nol derajat atau minus memang terjadi, namun itu bukan suhu udara, melainkan suhu minimum rumput, yaitu termometer yang dipasang di permukaan rumput,” ujar Guruh saat dihubungi dari Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Sabtu (18/7/2026).

Di Bawah Kondisi Normal

Selanjutnya Guruh menerangkan, peluang munculnya embun upas akan semakin besar apabila sifat musim kemarau lebih kering atau berada di bawah kondisi normal.

“Semakin kemaraunya kering atau di bawah normal sifatnya maka kemungkinan embun upas akan lebih sering terjadi, apalagi ini belum di puncak kemarau. Puncak kemarau di Agustus nanti, bahkan di September pun masih kering kemaraunya,” kata dia.

Ia juga menjelaskan puncak musim kemarau diperkirakan terjadi pada Agustus 2026 dan kondisi kering masih berlanjut hingga September.

Oleh karena itu, peluang terbentuknya embun upas diprakirakan meningkat pada periode tersebut.

Menurut Guruh, musim kemarau 2026 diprakirakan lebih dingin dibandingkan musim kemarau 2025 maupun 2024, bahkan memiliki karakteristik yang hampir sama dengan musim kemarau 2023 yang juga ditandai kemunculan embun upas di kawasan Dieng.

“Peluang lebih dingin saat puncak kemarau sekitar Agustus. Pada Agustus hingga September ‘mbediding’ (fenomena saat suhu udara sangat dingin) akan lebih terasa,” katanya.

Persiapkan Diri

Lebih jauh Guruh mengimbau wisatawan yang ingin menyaksikan embun upas mempersiapkan diri dengan mengenakan pakaian berlapis (layering system), mulai dari pakaian dalam termal, sweater, hingga jaket tebal tahan angin agar tetap hangat selama berada di kawasan Dieng.

Selain itu, wisatawan disarankan menggunakan kupluk yang menutup telinga, sarung tangan, syal, kaus kaki tebal, dan sepatu yang nyaman, serta memastikan kondisi tubuh dalam keadaan sehat.

Bagi yang memiliki riwayat asma, sinusitis, atau alergi terhadap udara dingin, diminta membawa obat-obatan pribadi atau inhaler.

Ia juga mengingatkan udara pegunungan pada musim kemarau sangat kering sehingga pengunjung dianjurkan membawa pelembap kulit dan pelembap bibir untuk mencegah kulit maupun bibir pecah-pecah.

“Bagi wisatawan yang ingin berburu embun upas di Dieng, fenomena tersebut umumnya mulai terbentuk pada malam hari dan terlihat paling jelas di sekitar lapangan Kompleks Candi Arjuna pada pukul 04.00-06.00 WIB sebelum mencair saat matahari mulai meninggi,” ungkap Guruh menambahkan.

Sumber : https://www.inilah.com/suhu-minus-nol-derajat-di-dieng-lebih-sering-terjadi-tahun-ini-bmkg-ingatkan-wisatawan

Ramai-Ramai Kembali ke Perpustakaan

Ramai-Ramai Kembali ke Perpustakaan

Liputan6.com, Jakarta – Minat masyarakat terhadap Perpustakaan Jakarta terus menunjukkan tren peningkatan. Hal itu tercermin dari tingginya angka kunjungan sepanjang Semester I 2026 hingga antusiasme warga yang langsung memenuhi kuota kegiatan Night at the Library (NATL) dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-4 Perpustakaan Jakarta di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat, Jumat, 17 Juli 2026 malam.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Provinsi DKI Jakarta Nasruddin Djoko Surjono mengatakan, ekosistem literasi di Jakarta terus berkembang. Menurut dia, perpustakaan kini tidak lagi sekadar menjadi tempat membaca, tetapi juga ruang berkumpul, berdiskusi, berkarya, dan membangun jejaring sosial.

“Ekosistem literasi di Jakarta terus berkembang. Perpustakaan kini tak lagi sekadar menjadi tempat membaca, tetapi juga ruang berkumpul, berdiskusi, berkarya, dan membangun jejaring sosial,” tutur Nasruddin, Sabtu (18/7/2026), seperti dilansir dari Antara.

Ia berharap, Perpustakaan Jakarta dapat terus menjadi inovasi layanan yang menghadirkan konsep third place atau ruang ketiga bagi masyarakat.

Nasruddin menjelaskan, HUT ke-4 Perpustakaan Jakarta yang diperingati pada 7 Juli 2026 bertepatan dengan peluncuran Perpustakaan Jakarta Nyi Ageng Serang di Taman Literasi Martha Christina Tiahahu yang telah diresmikan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung.

Menurut dia, kehadiran perpustakaan baru tersebut mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat. Perpustakaan Jakarta Nyi Ageng Serang bahkan mampu menarik sekitar 1.000 pengunjung setiap hari.

“Ini merupakan pencapaian yang luar biasa dan menunjukkan bahwa minat baca masyarakat Jakarta terus meningkat,” jelas dia.

Antusiasme masyarakat juga terlihat dalam penyelenggaraan Night at the Library. Seluruh kuota peserta sebanyak 800 orang habis hanya sesaat setelah pendaftaran dibuka.

Data Peningkatan Minat

Data Dispusip DKI Jakarta mencatat, sepanjang Semester I 2026, Perpustakaan Jakarta menerima 320.352 kunjungan atau rata-rata sekitar 13 ribu pengunjung setiap pekan. Sementara sejak kembali dibuka hingga memasuki usia empat tahun, jumlah kunjungan telah mencapai sekitar 1,96 juta orang.

“Angka ini menunjukkan bahwa perpustakaan semakin diterima sebagai ruang publik yang hidup, tempat masyarakat belajar, berdiskusi, berkarya, dan membangun jejaring,” ungkap Nasruddin.

Nasruddin menambahkan, penguatan budaya literasi menjadi bagian penting dalam menyongsong 500 tahun Kota Jakarta. Menurutnya, pembangunan kota tidak hanya berfokus pada infrastruktur fisik, tetapi juga peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui ruang-ruang literasi yang terbuka dan inklusif.

Sementara itu, Kepala Unit Pengelola Perpustakaan Jakarta dan Pusat Dokumen Sastra H.B. Jassin, Diki Lukman Hakim mengatakan, transformasi layanan perpustakaan bertujuan memperkuat perannya sebagai third place atau ruang ketiga yang nyaman bagi masyarakat.

“Kami berharap transformasi layanan ini dapat memantapkan peran Perpustakaan Jakarta sebagai ruang ketiga tempat interaksi sosial yang inklusif, nyaman, dan hidup di luar rumah serta tempat kerja,” ujarnya.

Asisten Kesejahteraan Rakyat Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta, Ali Maulana Hakim mengapresiasi inovasi layanan yang terus dilakukan Dispusip DKI Jakarta. Menurut dia, perpustakaan kini telah bertransformasi menjadi ruang publik yang terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat untuk belajar, berdiskusi, mengembangkan kreativitas, sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

”Kami berharap, program seperti Night at the Library terus digelar agar Perpustakaan Jakarta semakin menjadi pusat literasi, kreativitas, pengembangan sumber daya manusia, sekaligus ruang kolaborasi yang memperkuat interaksi sosial masyarakat Jakarta,” Ali menandaskan.

Sumber : https://www.liputan6.com/news/read/8249057/ramai-ramai-kembali-ke-perpustakaan

Emir Dubai Bangun Mesin Roti Gratis 24 Jam, Ubah Sedekah Jadi Sistem Ketahanan Pangan

Emir Dubai Bangun Mesin Roti Gratis 24 Jam, Ubah Sedekah Jadi Sistem Ketahanan Pangan

Di banyak negara, bantuan pangan masih identik dengan pembagian sembako atau dapur umum saat terjadi bencana. Namun Dubai memilih pendekatan berbeda.

Kota Uni Emirat Arab (UEA) yang terletak di Jazirah Arab dan terkenal sebagai pusat modernitas ini membangun sebuah sistem yang memungkinkan masyarakat memperoleh makanan pokok kapan saja melalui teknologi, tanpa antre, tanpa birokrasi, dan tetap menjaga martabat penerima manfaat.

Gagasan tersebut diwujudkan melalui Bread for All, sebuah inisiatif kemanusiaan yang digagas oleh Penguasa Dubai, Syekh Mohammed bin Rashid Al Maktoum. Program tersebut menghadirkan mesin pintar yang memproduksi roti segar selama 24 jam dan dapat diakses secara gratis oleh warga yang membutuhkan.

Berbeda dengan bantuan sosial konvensional yang bersifat insidental, Bread for All dirancang sebagai model filantropi yang berkelanjutan.

Teknologi ditempatkan sebagai penghubung antara para dermawan dan masyarakat yang membutuhkan, sehingga bantuan dapat terus mengalir tanpa bergantung pada momentum tertentu.

Syekh Mohammed ingin memastikan kebutuhan paling mendasar masyarakat tetap terpenuhi. Dia tak ingin ada warga Dubai yang tidur dalam keadaan lapar.

Dilansir dari Khaleej Times, Selasa (14/7/2026), melalui yayasannya, The Mohammed bin Rashid Global Centre for Endowment Consultancy (MBRGCEC), ia meluncurkan Bread for All sebagai bagian dari visi membangun masyarakat yang lebih inklusif.

Menurut laporan itu, inisiatif digital tersebut telah diluncurkan sejak 2022. Mesin pintar Bread for All memproduksi roti segar yang dapat diambil secara gratis sebagai bagian dari model kerja amal modern dan berkelanjutan. Mesin-mesin itu ditempatkan di berbagai lokasi strategis di Dubai.

Sedekah tak Lagi Sekadar Memberi, tetapi Membangun Sistem

Keunikan Bread for All bukan hanya pada mesin pembuat rotinya. Program tersebut juga membuka ruang partisipasi publik.

Siapa pun dapat menyumbang langsung melalui mesin tersebut atau bahkan berkontribusi menghadirkan mesin baru di lokasi lain. Dengan demikian, setiap mesin bukan sekadar tempat mengambil roti, melainkan menjadi simpul filantropi yang terus bergerak.

Pendekatan seperti ini menunjukkan perubahan besar dalam praktik wakaf dan sedekah di era digital. Jika selama ini donasi umumnya diberikan secara langsung kepada penerima, kini teknologi memungkinkan bantuan dikelola sebagai sistem yang bekerja sepanjang waktu.

Visi besar itu sejalan dengan pesan yang disampaikan Syekh Mohammed pada awal pandemi COVID-19. Proyek itu mewujudkan visi Syekh Mohammed bin Rashid Al Maktoum, Wakil Presiden dan Perdana Menteri UEA dan Penguasa Dubai, yang menekankan bahwa ‘Di UEA, tidak seorang pun tidur dalam keadaan lapar atau kekurangan’ pada awal pandemi COVID-19.”

Wakaf Produktif Berbasis Teknologi

Direktur MBRGCEC, Zainab Juma Al Tamimi, menegaskan Bread for All merupakan bagian dari pengembangan model wakaf yang mampu menjawab tantangan sosial masa depan.

“Wakaf inovatif adalah alat yang berkontribusi pada pembangunan sosial-ekonomi. Masyarakat Emirat adalah masyarakat yang simpatik, dan kami ingin mengembangkan solusi untuk masa depan yang lebih baik dan orang-orang lebih bahagia,” ujarnya.

Pernyataan tersebut memperlihatkan wakaf tidak lagi dipandang sebatas pembangunan masjid atau fasilitas pendidikan, tetapi juga sebagai instrumen pembangunan ekonomi dan perlindungan sosial.

Dalam konteks ini, mesin roti pintar menjadi aset wakaf produktif yang manfaatnya terus mengalir kepada masyarakat setiap hari.

MBRGCEC juga menyebut Bread for All sebagai inisiatif pertama yang menerapkan konsep short-term community funding, yaitu pendanaan gotong royong masyarakat yang langsung dihubungkan dengan layanan sosial.

Selain melalui mesin, masyarakat dapat berdonasi menggunakan aplikasi Dubai Now, layanan pesan singkat (SMS), maupun situs resmi MBRGCEC dengan nominal sesuai kemampuan.

Pendekatan tersebut membuat setiap warga dapat menjadi bagian dari solusi tanpa harus menjadi donatur besar. Dengan kata lain, teknologi menghilangkan jarak antara pemberi dan penerima manfaat.

Sekretaris Jenderal Awqaf and Minors Affairs Foundation (AMAF), Ali Al Mutawa, menilai Bread for All merupakan contoh baru pengelolaan wakaf yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat.

Inisiatif tersebut, lanjutnya, merupakan model teladan bagi wakaf komunitas yang inovatif yang memungkinkan semua orang berpartisipasi, menciptakan gerakan amal yang menyeluruh serta memperkuat semangat solidaritas di berbagai lapisan masyarakat.

“Kami berharap dapat memperluas kerja sama dengan para mitra agar manfaatnya menjangkau lebih banyak penerima,” ujarnya.

Menjaga Martabat Penerima Bantuan

Bread for All bekerja sama dengan jaringan supermarket Aswaaq untuk memasang mesin roti pintar di sejumlah cabang, seperti Al Mizhar, Al Warqa’a, Mirdif, Nad Alsheba, Nadd Al Hamar, Al Qouz, dan Al Bada’a.

Mesin tersebut dirancang sederhana dan mudah digunakan. Pengguna cukup menekan tombol pemesanan, kemudian mesin akan memanggang roti hangat dan mengeluarkannya beberapa saat kemudian.

Selain di supermarket, layanan ini juga tersedia di sejumlah masjid. Menurut Dubai Scoops, roti segar tersedia selama 24 jam bagi masyarakat yang memenuhi syarat.

Hanya dengan memindai Kartu Identitas Emirates mereka di supermarket dan masjid-masjid terpilih yang berpartisipasi, warga bisa mengambil roti harian mereka dengan mudah, pribadi, dan bermartabat.

Aspek terakhir itulah yang menjadi pembeda utama Bread for All. Program ini tidak hanya memastikan bantuan tersedia, tetapi juga menjaga harga diri penerimanya. Mereka tidak perlu mengantre panjang atau memperlihatkan kondisi ekonominya di depan publik.

Deputi CEO Aswaaq, Affan Khouri, menyebut Bread for All sebagai bagian dari pembangunan social safety net atau jaring pengaman sosial.

“Kami senang dapat bermitra dengan MBRGCEC dalam inisiatif Bread for All yang menciptakan jaring pengaman sosial, di mana semua orang dapat bekerja sama untuk membantu keluarga kurang mampu, individu, dan para pekerja. Kami berharap dapat menyediakan roti bagi mereka yang membutuhkan di sejumlah cabang supermarket di seluruh Dubai,” pungkasnya.

Konsep jaring pengaman sosial inilah yang menjadi pembeda utama Bread for All. Bantuan tidak hadir sebagai respons terhadap krisis semata, melainkan sebagai layanan permanen yang selalu tersedia.

Pelajaran bagi Indonesia

Bagi negara-negara dengan populasi Muslim besar seperti Indonesia, Bread for All menawarkan pelajaran penting. Potensi zakat, infak, sedekah, dan wakaf nasional sangat besar, tetapi efektivitas distribusi masih menjadi tantangan.

Model yang dikembangkan Dubai memperlihatkan teknologi dapat mengubah filantropi dari sekadar kegiatan karitatif menjadi infrastruktur sosial yang bekerja tanpa henti.

Jika konsep serupa diterapkan melalui kolaborasi pemerintah, lembaga zakat, badan wakaf, pelaku usaha, dan komunitas, bukan tidak mungkin mesin-mesin pangan berbasis wakaf produktif dapat hadir di kawasan padat penduduk, kampus, rumah sakit, terminal, hingga masjid-masjid besar di Indonesia.

Dengan demikian, filantropi Islam tidak lagi berhenti pada pemberian bantuan sesaat, tetapi berkembang menjadi ekosistem yang mampu menjaga ketahanan pangan masyarakat secara berkelanjutan.

Bread for All pada akhirnya bukan sekadar kisah tentang roti gratis. Program ini merupakan contoh bagaimana kepemimpinan, teknologi, dan nilai-nilai Islam dipadukan menjadi sistem ketahanan pangan yang menjaga martabat manusia sekaligus memperkuat budaya berbagi di tengah masyarakat modern.

Sumber : https://mozaik.inilah.com/berbagi/emir-dubai-bangun-mesin-roti-gratis-24-jam-ubah-sedekah-jadi-sistem-ketahanan-pangan

Prancis Segera Legalkan Aturan Pasien Akhiri Hidup Secara Medis

Prancis Segera Legalkan Aturan Pasien Akhiri Hidup Secara Medis

Liputan6.com, Paris – Prancis semakin dekat menjadi salah satu negara yang melegalkan hak untuk meninggal dengan bantuan medis (assisted dying) setelah parlemen menyetujui rancangan undang-undang yang didukung Presiden Emmanuel Macron.

Jika nantinya disahkan oleh Dewan Konstitusi, regulasi tersebut akan menjadi salah satu reformasi sosial terbesar di negara itu dalam lebih dari satu dekade terakhir.

Dikutip dari Channel News Asia, Jumat (17/7/2026), Macron sebelumnya berjanji akan mendorong lahirnya undang-undang mengenai assisted dying setelah kembali terpilih sebagai presiden untuk masa jabatan kedua pada 2022. Kebijakan ini dinilai sebagai salah satu perubahan sosial paling signifikan sejak Prancis melegalkan pernikahan sesama jenis pada 2012.

Melalui unggahan di platform X, Macron menyatakan bahwa komitmen yang ia buat kepada rakyat Prancis akhirnya berhasil diwujudkan.

“Saya berjanji pada 2022 untuk membuka jalan ini bersama rakyat Prancis. Dengan keseriusan, kerendahan hati, dan penghormatan penuh terhadap demokrasi, komitmen itu kini telah dipenuhi,” tulis Macron.

Apabila Dewan Konstitusi menyatakan undang-undang tersebut sesuai dengan konstitusi, Prancis akan bergabung dengan sejumlah negara seperti Belanda, Belgia, Swiss, dan Kanada yang telah lebih dulu melegalkan assisted dying.

Rancangan undang-undang tersebut sebelumnya lolos dengan mudah di Majelis Nasional. Namun, Senat yang didominasi partai-partai konservatif menolaknya. Meski demikian, pemerintah memanfaatkan ketentuan konstitusi yang memungkinkan Majelis Nasional memberikan persetujuan akhir tanpa harus memperoleh restu dari Senat.

Perdana Menteri Sebastien Lecornu kemudian meminta Dewan Konstitusi untuk meninjau kembali isi undang-undang tersebut sebelum resmi diberlakukan. Pemerintah menilai minimnya pembahasan di Senat membuat naskah akhir belum sepenuhnya mengakomodasi aspirasi para pendukung maupun kekhawatiran pihak yang menolak penerapannya.

Dewan Konstitusi memiliki kewenangan untuk menyatakan suatu undang-undang sah atau tidak. Dalam kondisi tertentu, lembaga tersebut bahkan dapat membatalkan seluruh isi undang-undang atau memberikan catatan terhadap pasal-pasal tertentu.

Sejumlah tokoh dari Partai Republik yang menguasai Senat tetap menentang kebijakan tersebut. Di antaranya Ketua Senat Gerard Larcher dan mantan Menteri Dalam Negeri Bruno Retailleau yang sejak awal menyuarakan penolakan terhadap legalisasi assisted dying.

Siapa yang Berhak Mengajukan?

Undang-undang ini memberikan hak untuk mengakhiri hidup dengan bantuan medis kepada orang dewasa yang menderita penyakit yang tidak dapat disembuhkan.

Pemohon harus mampu menyampaikan keinginannya secara bebas dan sadar, serta mengalami penderitaan fisik yang berat. Rasa sakit tersebut harus tidak lagi dapat diatasi melalui pengobatan atau dianggap tidak tertahankan oleh pasien, termasuk jika pasien memilih menghentikan atau menolak pengobatan.

Seorang dokter akan memverifikasi apakah pasien memenuhi seluruh persyaratan. Setelah itu, sebuah panel akan melakukan penilaian sebelum dokter mengambil keputusan akhir. Pasien juga berhak membatalkan persetujuannya kapan saja sebelum prosedur dilakukan.

Dalam pelaksanaannya, pasien diwajibkan memberikan sendiri obat yang mengakhiri hidupnya. Namun, bagi pasien yang secara fisik tidak mampu melakukannya, tenaga kesehatan dapat memberikan bantuan sesuai ketentuan yang berlaku.

Agnes Firmin Le Bodo, anggota parlemen dari kubu tengah-kanan sekaligus mantan Menteri Kesehatan yang ikut menyusun rancangan undang-undang tersebut pada 2024, menilai regulasi ini akan disahkan karena telah disusun secara seimbang dan mempertimbangkan berbagai kepentingan.

Sebaliknya, Christophe Bentz dari partai sayap kanan National Rally menilai aturan tersebut sangat berbahaya dan berpotensi menimbulkan penyalahgunaan dalam praktiknya.

Polemik mengenai legalisasi assisted dying masih terus berlangsung di Prancis. Meski mendapat dukungan luas dari kelompok yang memperjuangkan hak pasien untuk menentukan akhir hidupnya, kebijakan tersebut juga menuai penolakan dari kalangan konservatif yang mengkhawatirkan dampak etis dan potensi penyalahgunaannya.

Sumber : https://www.liputan6.com/global/read/8247517/prancis-segera-legalkan-aturan-pasien-akhiri-hidup-secara-medis

Arab Saudi Naikkan Tarif Impor hingga 15 Persen

Arab Saudi Naikkan Tarif Impor hingga 15 Persen

KEMENTERIAN Perdagangan Indonesia mengumumkan Pemerintah Arab Saudi menaikkan mayoritas tarif bea masuk terhadap komoditas impor dari semua negara. “Perubahan tarif oleh Pemerintah Arab Saudi perlu kita sikapi sebagai upaya membuka peluang baru,” kata Atase Perdagangan Republik Indonesia di Riyadh, Zulvri Yenni, dalam keterangan tertulis, Rabu, 15 Juli 2026.

Pemerintah Arab Saudi menetapkan perubahan tarif bea masuk terhadap 51 komoditas. Sejumlah kategori barang yang mengalami perubahan tarif adalah produk pertanian, peternakan, perikanan, dan pangan.

Dari 51 barang, hanya ada dua komoditas yang tidak mengalami perubahan tarif. Komoditas tersebut adalah udang air dingin dan udang lainnya dengan tarif bea masuk sebesar 6 persen.

Sementara itu, Arab Saudi memberlakukan tarif bea masuk terhadap puluhan kategori barang yang sebelumnya bebas tarif alias 0 persen.

Tarif bea masuk terendah ditetapkan sebesar 6 persen sedangkan yang terbesar adalah 15 persen. Sejumlah komoditas yang memiliki tarif bea masuk 6 persen adalah kentang, karkas utuh atau setengah karkas, dan potongan bertulang lainnya.

Sementara sejumlah komoditas yang mendapat tarif bea masuk terbesar, yakni 15 persen adalah kalkun, bebek, dan ayam indukan.

Penetapan tersebut disampaikan dalam Keputusan Menteri Keuangan Nomor 1447-88-10 tertanggal 15 Juni 2026, yang berlaku mulai 26 Juni 2026.

Menurut Zulvri, perubahan tarif bea masuk tersebut dilakukan pemerintah Arab Saudi untuk melindungi dan mendorong perkembangan produk pertanian lokal. Ia mengatakan kebijakan tersebut tetap sesuai dengan komitmen Arab Saudi pada

Zulvri optimistis pelaku usaha Indonesia dapat memanfaatkan berbagai peluang untuk tetap menembus pasar Arab Saudi di tengah perubahan bea masuk. Agar dapat bersaing di pasar Arab Saudi, Zulvr mendorong pelaku usaha Indonesia dapat memperhatikan efisiensi biaya, kepatuhan terhadap standar keamanan pangan, dan pengembangan produk bernilai.

Menurutnya, Indonesia masih memiliki peluang memperluas ekspor produk pangan dan perikanan bernilai tambah. Khususnya produk yang belum diproduksi secara memadai oleh industri domestik Arab Saudi seperti kerupuk udang.

Penguatan sektor pertanian dan akuakultur Arab Saudi berpotensi meningkatkan kebutuhan terhadap teknologi budi daya, sistem rantai dingin, pakan, benih, dan jasa pendukung lainnya yang dimiliki Indonesia. “Berbagai kebutuhan yang akan mengiringi kebijakan ini dapat menjadi peluang kerja sama antara pelaku usaha Indonesia dan Arab Saudi,” kata Zulvri.

Sumber : https://www.tempo.co/ekonomi/arab-saudi-naikkan-tarif-impor-hingga-15-persen-2276146

Perkuat Perlindungan Konsumen Saat Transaksi Online, Bakom: Pemerintah Luncurkan Permendag 19/2026

Perkuat Perlindungan Konsumen Saat Transaksi Online, Bakom: Pemerintah Luncurkan Permendag 19/2026

Badan Komunikasi (Bakom) RI menyebut, pemerintah fokus melindungi konsumen saat bertransaksi perdagangan digital, melalui Permendag Nomor 19 Tahun 2026 tentang Penyelenggaraan Usaha Perdagangan Melalui Sistem Elektronik (PMSE).

Menurut Deputi Bidang Kemitraan dan Hubungan Media Bakom RI, Kurnia Ramadhana, regulasi tersebut, tidak hanya mempertegas tanggung jawab pelaku usaha. Namun juga mengatur transparansi penggunaan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam pemasaran, hingga mewajibkan marketplace menyediakan layanan pengaduan bagi konsumen.

“Permendag 19 Tahun 2026 diterbitkan salah satunya untuk memperkuat perlindungan konsumen dengan meningkatkan tanggung jawab pelaku usaha dalam penyelenggaraan PMSE,” kata Kurnia di Kantor Bakom RI, Jakarta Pusat, Rabu (15/7/2026).

Dia menjelaskan, penguatan perlindungan konsumen dilakukan melalui serangkaian kewajiban yang harus dipenuhi pelaku usaha. Mulai dari penyediaan informasi produk yang akurat, peningkatan legalitas usaha, transparansi biaya dan promosi, hingga pengaturan penggunaan teknologi kecerdasan buatan dalam aktivitas pemasaran.

Sementara itu, regulasi tersebut juga mewajibkan Penyelenggara Perdagangan Melalui Sistem Elektronik (PPMSE) menyediakan layanan pengaduan sebagai jalur penyelesaian awal apabila terjadi sengketa antara konsumen dan pelaku usaha.

Mekanisme ini diharapkan mampu mempercepat penyelesaian persoalan tanpa harus langsung berlanjut ke proses hukum. “Platform PPMSE juga diwajibkan menyediakan layanan pengaduan bagi konsumen yang diharapkan menjadi mekanisme penyelesaian awal sehingga permasalahan yang timbul dapat ditangani secara cepat, efektif, dan proporsional,” jelasnya.

Di sisi lain, apabila penyelesaian melalui layanan pengaduan di platform tidak mencapai kesepakatan, konsumen tetap memiliki hak untuk menempuh jalur penyelesaian sengketa sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

“Apabila kemudian penyelesaian melalui mekanisme pengaduan pada platform belum menghasilkan penyelesaian, konsumen dapat menempuh mekanisme penyelesaian sengketa sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku, termasuk melalui saluran pengaduan kepada Kementerian Perdagangan atau mekanisme-mekanisme lainnya,” paparnya.

Dalam kesempatan yang sama, pemerintah menegaskan penerapan aturan baru ini tetap mempertimbangkan kondisi pelaku usaha, terutama UMKM. Seluruh kewajiban dalam Permendag Nomor 19 Tahun 2026 disusun dengan memperhatikan kapasitas pelaku usaha dan dilengkapi masa transisi agar proses penyesuaian dapat berjalan secara bertahap.

“Kewajiban Permendag 19/2026 disusun dengan memperhatikan kapasitas pelaku usaha serta dilengkapi masa transisi yang memadai,” ucapnya.

Karena itu, regulasi ini tidak hanya berisi kewajiban, tetapi juga menjadi instrumen untuk memperkuat daya saing UMKM di tengah kompetisi perdagangan digital yang semakin ketat.

“Dengan demikian, pengaturan ini tidak hanya memuat kewajiban bagi pelaku usaha, tetapi juga memberikan dukungan dan afirmasi bagi UMKM untuk meningkatkan daya saingnya di platform digital,” tuturnya.

sumber : https://www.inilah.com/perkuat-perlindungan-konsumen-saat-transaksi-online-bakom-pemerintah-luncurkan-permendag-192026

Hutan Tropis Terancam Kehilangan Kemampuan Serap Karbon Akibat El Nino

Hutan Tropis Terancam Kehilangan Kemampuan Serap Karbon Akibat El Nino

Hutan hujan tropis merupakan salah satu penyerap karbon terbesar di Bumi. Hutan Amazon di Amerika Selatan, misalnya, menyimpan sekitar 123 miliar ton karbon, jumlah terbesar dibandingkan ekosistem daratan lainnya di dunia. Namun, kemampuan hutan tropis dalam menyerap karbon kini menghadapi ancaman serius akibat El Nino.

Sebuah penelitian yang dipublikasikan di jurnal Nature pada 2023 mengungkap bahwa hutan tropis di Amerika Selatan semakin rentan terhadap cuaca ekstrem akibat perubahan iklim. Penelitian yang melibatkan lebih dari 100 ilmuwan itu menemukan fakta bahwa selama fenomena El Nino, sebagian besar hutan tropis Amazon bahkan kehilangan kemampuannya dalam menyerap karbon (carbon sink).

Temuan ini relate dengan keadaan saat ini di mana fenomena El Nino yang sangat kuat terjadi lebih sering dibandingkan beberapa dekade lalu. Dalam 60 tahun terakhir, jumlah El Nino dengan kategori sangat kuat tercatat dua kali lebih banyak dibandingkan periode 60 tahun sebelumnya. Sementara itu, National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) Amerika Serikat juga telah mengonfirmasi bahwa fenomena El Niño kembali terjadi.

El Nino Hambat Proses Fotosintesis

Pada kondisi normal, hutan tropis menyerap karbon dioksida (CO₂) melalui proses fotosintesis, kemudian mengubahnya menjadi biomassa yang tersimpan di batang, daun, dan jaringan pohon. Namun, proses tersebut sangat bergantung pada suhu dan ketersediaan air.

Ketika suhu meningkat dan kondisi menjadi lebih kering, tumbuhan akan menutup pori-pori daun untuk mengurangi kehilangan air. Di sisi lain, pori-pori tersebut juga menjadi jalur utama masuknya karbon dioksida. Akibatnya, pohon kekurangan pasokan karbon yang dibutuhkan untuk melakukan fotosintesis dan tumbuh.

Selama tahun-tahun El Nino, suhu yang lebih tinggi dari biasanya membuat hutan mengalami tekanan iklim berkepanjangan. Dampaknya, pertumbuhan pohon melambat dan angka kematian pohon meningkat. Ketika pohon mati dan membusuk, karbon yang selama ini tersimpan kembali dilepaskan ke atmosfer. Dampaknya dapat berlangsung selama puluhan tahun.

Dalam studi tersebut, para ilmuwan menemukan bahwa saat El Nino 2015–2016, ketika suhu daratan rata-rata meningkat lebih dari 1 derajat Celsius dibandingkan kondisi normal, sebagian hutan tropis di Amerika Selatan praktis berhenti menyerap karbon.

Temuan ini memunculkan kekhawatiran bahwa El Nino yang terjadi saat ini dapat memberikan dampak serupa terhadap Hutan Amazon dan iklim global. Para peneliti lantas mengamati lebih dari 500 ribu pohon dari lebih dari 4.000 spesies di enam negara Amerika Selatan selama lebih dari 30 tahun. Dengan menggunakan pita ukur, mereka memantau pertumbuhan diameter batang pohon secara berkala. Data tersebut kemudian digunakan untuk menghitung jumlah karbon yang tersimpan pada biomassa di atas permukaan tanah.

Studi menunjukkan tingkat kerentanan setiap hutan terhadap El Nino sangat dipengaruhi oleh kondisi iklim dasar. Meski hutan hujan tropis identik dengan curah hujan tinggi, kenyataannya sebagian kawasan Amazon mengalami musim kemarau lebih panjang, terutama wilayah yang berada di tepian hutan.

Daerah-daerah tersebut cenderung memiliki suhu lebih panas dan kondisi lebih kering dibandingkan bagian tengah Amazon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hutan di wilayah pinggiran Amazon menjadi kawasan yang paling terdampak saat El Nino ekstrem terjadi.

Kenaikan suhu 0,5 derajat Celsius sudah cukup menyebabkan hutan kehilangan sekitar 0,5 persen cadangan karbon yang tersimpan di atas permukaan tanah. Pohon-pohon berukuran besar menjadi kelompok yang paling rentan.

Selama El Nino, tingkat kematian pohon di seluruh hutan tropis Amerika Selatan meningkat dari sekitar 1,8 persen menjadi 3 persen per tahun. Namun, pada pohon berukuran sedang dan besar—yang memiliki diameter batang lebih dari 20 sentimeter—angka kematiannya hampir dua kali lipat.

Menurut para peneliti, tingginya kematian pada pohon besar terutama yang memiliki kepadatan kayu lebih rendah, penyebab utamanya adalah kegagalan sistem hidrolik pohon (hydraulic failure).

Dalam kondisi udara yang sangat kering, kebutuhan air meningkat drastis sehingga aliran air di dalam jaringan pohon terputus. Kondisi ini dinilai lebih berperan dibandingkan sekadar kekurangan karbon akibat terganggunya fotosintesis.

Temuan ini menunjukkan bahwa kemampuan hutan tropis beradaptasi terhadap musim kemarau semakin mengkhawatirkan, mereka tak lagi mampu menghadapi iklim ekstrem yang semakin sering terjadi.

Para peneliti memperingatkan, hutan di tepian Amazon kini mungkin telah melampaui batas kemampuan adaptasinya sehingga berisiko mengalami kehilangan karbon dalam jumlah besar.

Kekhawatiran itu semakin meningkat setelah sejumlah ilmuwan memprediksi 2026 berpotensi kembali menjadi tahun terpanas yang pernah tercatat. Kondisi ini diperburuk oleh fakta bahwa El Nino kali ini dimulai ketika suhu lautan dan suhu udara global sudah berada pada tingkat yang sangat tinggi.

Selain itu, selama tiga dekade terakhir, wilayah tepian Amazon mengalami salah satu laju pemanasan tercepat di kawasan tropis. Menurut para peneliti, struktur hutan akan semakin rapuh apabila fenomena iklim ekstrem datang sebelum ekosistem sempat pulih dari tekanan iklim yang terjadi pada tahun-tahun sebelumnya.

Jika kondisi tersebut terus berulang, dunia berisiko menyaksikan kematian pohon dan hilangnya cadangan karbon dalam skala yang belum pernah terjadi sebelumnya. Padahal, hutan tropis merupakan salah satu aset terpenting dalam upaya menekan laju perubahan iklim.

Karena itu, para peneliti menekankan bahwa perlindungan terhadap hutan tropis harus menjadi prioritas. Kemampuan hutan untuk terus berfungsi sebagai penyerap karbon sangat bergantung pada keberhasilan menjaga kelestariannya sekaligus membatasi kenaikan suhu global.

“Masa depan Amazon bergantung pada upaya tersebut. Begitu pula masa depan kita,” tulis para peneliti.

Sumber : https://kumparan.com/kumparansains/hutan-tropis-terancam-kehilangan-kemampuan-serap-karbon-akibat-el-nino-27mTjYMAiZ7

Azana Style Hotel Jombang Gelar Lomba Mewarnai ‘Fun Colouring Season 1’ untuk Asah Kreativitas Anak

Azana Style Hotel Jombang Gelar Lomba Mewarnai ‘Fun Colouring Season 1’ untuk Asah Kreativitas Anak

Jombang (beritajatim.com) – Mengisi momen libur sekolah dengan kegiatan yang menyenangkan sekaligus mendidik, Azana Style Hotel Jombang mengadakan lomba mewarnai khusus anak-anak PAUD dan TK bertajuk ‘Fun Colouring Season 1’.

Kegiatan yang digelar pada Minggu, 12 Juli 2026, ini menjadi wadah bagi anak-anak usia 3 hingga 6 tahun untuk mengekspresikan kreativitas dan bakat seni mereka dalam suasana penuh keceriaan. Para peserta berasal dari berbagai lembaga PAUD dan TK di wilayah Kabupaten Jombang dan sekitarnya.

Lomba mewarnai ini bertujuan untuk mendorong perkembangan kreativitas, imajinasi, serta kemampuan berpikir anak sejak usia dini. Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan tersebut juga dirancang sebagai sarana edukasi yang memberikan pengalaman positif bagi anak-anak.

“Lomba ini bertujuan untuk mengembangkan daya kreativitas dan imajinasi anak-anak sejak usia dini. Selain itu juga untuk menstimulasi perkembangan pola pikir dan bakat seni mereka,” kata Ridwan Malik, General Manager Azana Style Hotel Jombang. di sela acara, Minggu (12/7/2026).

Acara yang berlangsung di hotel yang berlokasi di Jl Soekarno Hatta Kepuh Kembeng Peterongan Jombang ini berjalan meriah sejak pagi hari. Para peserta hadir dengan antusias sambil membawa perlengkapan mewarnai dan meja gambar masing-masing.

Mengusung tema ‘Kreativitas Ceria Dalam Warna’, anak-anak terlihat fokus dan bersemangat ketika memberikan warna pada lembar gambar yang telah disiapkan oleh panitia.

Setiap karya kemudian dinilai secara objektif oleh dua juri yang memiliki latar belakang di bidang seni dan sosial, yakni Ahmad Zaidan, seorang pelukis asal Jombang, serta Dewi Nazilatun Nafidza, seorang aktivis perempuan dari Kediri.

Dalam perlombaan tersebut, para pemenang memperoleh berbagai hadiah menarik. Juara pertama mendapatkan piala serta uang tunai sebesar Rp300 ribu. Juara kedua memperoleh piala dan uang tunai Rp200 ribu, sedangkan juara ketiga mendapatkan piala serta uang tunai Rp100 ribu.

Selain hadiah utama, seluruh juara juga menerima bingkisan menarik dari produk sponsor. Tidak hanya peserta yang berhasil menjadi pemenang, seluruh anak yang mengikuti lomba juga mendapatkan sertifikat serta bingkisan dari pihak hotel sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi mereka.

Kemeriahan acara semakin terasa dengan hadirnya pertunjukan badut, aksi sulap, serta pembagian doorprize yang membuat anak-anak dan orang tua semakin terhibur. Suasana hangat dan penuh keceriaan memenuhi area acara, menciptakan pengalaman liburan yang menyenangkan sekaligus berkesan bagi seluruh peserta.

Melalui kegiatan tersebut, Azana Style Hotel Jombang ingin memperkuat perannya sebagai tempat yang tidak hanya menyediakan layanan akomodasi, tetapi juga menghadirkan ruang edukatif dan rekreatif bagi keluarga.

“Kami ingin menjadikan hotel ini bukan hanya tempat menginap, tapi juga ruang edukatif dan rekreatif yang ramah untuk keluarga,” pungkas Ridwan Malik.

Sumber : https://beritajatim.com/azana-style-hotel-jombang-gelar-lomba-mewarnai-fun-colouring-season-1-untuk-asah-kreativitas-anak

BULOG Pastikan Kualitas Beras Aman dan Terjaga hingga Penjuru Timur Indonesia

BULOG Pastikan Kualitas Beras Aman dan Terjaga hingga Penjuru Timur Indonesia

Perum BULOG memastikan kualitas beras yang didistribusikan kepada masyarakat tetap aman, sehat, dan memenuhi standar mutu hingga ke penjuru timur Indonesia.

Komitmen tersebut ditegaskan Direktur Utama Perum BULOG, Letjen TNI (Purn.) Dr. Ahmad Rizal Ramdhani, saat melakukan peninjauan langsung terhadap stok dan kualitas beras di Kompleks Pergudangan BULOG Argapura, Jayapura, Papua.

Dalam kunjungan tersebut, Direktur Utama meninjau secara langsung proses pengendalian mutu beras yang dilakukan oleh BULOG, mulai dari pemeriksaan fisik, pengujian kadar air, penimbangan ulang, hingga pengujian persentase butir patah (broken) menggunakan peralatan laboratorium.

Proses tersebut merupakan bagian dari standar pengawasan mutu yang diterapkan BULOG untuk memastikan setiap beras yang disalurkan kepada masyarakat berada dalam kondisi terbaik.

Ahmad Rizal menegaskan BULOG tidak hanya bertanggung jawab menjaga ketersediaan stok pangan nasional, tetapi juga memastikan kualitas beras tetap terjaga sejak diterima di gudang hingga sampai ke tangan masyarakat.

“Masyarakat tidak perlu bimbang dan ragu. BULOG memastikan beras yang disalurkan berada dalam kondisi baik, sehat, higienis, dan berkualitas. Kami tidak hanya menjaga ketersediaan stok, tetapi juga memastikan mutu beras tetap terpelihara melalui proses pengawasan yang ketat sehingga masyarakat di seluruh Indonesia, termasuk di Papua, mendapatkan beras terbaik,” ujar Rizal.

Selain memastikan kualitas beras, Direktur Utama juga meninjau kesiapan stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) di Papua. Saat ini, stok beras di seluruh wilayah Papua mencapai sekitar 17 ribu ton yang tersebar di berbagai gudang BULOG.

Ke depan, BULOG menargetkan penguatan stok hingga sekitar 50 ribu ton atau meningkat hampir tiga kali lipat guna mengantisipasi kebutuhan masyarakat dan mendukung pelaksanaan berbagai program pemerintah, termasuk penyaluran bantuan pangan.

Pasokan beras ke Papua diperkuat melalui mekanisme mobilisasi stok dari daerah sentra produksi nasional, seperti Sulawesi Selatan dan Jawa Timur.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan ketersediaan beras tetap aman serta distribusi berjalan lancar ke berbagai wilayah di Papua.

Direktur Utama menambahkan bahwa sesuai arahan Presiden Republik Indonesia dan Menteri Pertanian, BULOG akan terus memperkuat perannya dalam menjaga ketahanan pangan nasional melalui pengelolaan stok dan distribusi pangan yang profesional serta berorientasi pada pelayanan masyarakat.

“Sesuai arahan Bapak Presiden dan Bapak Menteri Pertanian, BULOG harus menjadi pelayan terbaik bagi masyarakat di bidang logistik pangan. Karena itu kami berkomitmen menjaga kualitas layanan serta memastikan penyaluran beras dan komoditas pangan lainnya dilakukan secara profesional, tepat waktu, dan dengan kualitas terbaik agar mampu memenuhi kebutuhan masyarakat hingga ke penjuru timur Indonesia,” pungkas Rizal.

Melalui penguatan pengawasan mutu, peningkatan stok, serta distribusi yang berkelanjutan, Perum BULOG terus mempertegas perannya sebagai garda terdepan dalam menjaga ketahanan pangan nasional.

BULOG berkomitmen memastikan setiap masyarakat Indonesia memperoleh akses terhadap pangan yang aman, berkualitas, dan tersedia secara merata dari Sabang hingga Merauke.

Sumber : https://www.inilah.com/bulog-pastikan-kualitas-beras-aman-dan-terjaga-hingga-penjuru-timur-indonesia