Bolehkah Mengaji Sambil Tiduran? Ini Hukum Fikih, Dalil Sahih, dan Adab Membaca Alquran

Bolehkah Mengaji Sambil Tiduran? Ini Hukum Fikih, Dalil Sahih, dan Adab Membaca Alquran

Pernah ingin mengaji sebelum tidur, tetapi badan sudah terasa lelah sehingga hanya bisa sambil berbaring?

Kondisi seperti ini mungkin sering dialami, terutama setelah menjalani aktivitas seharian. Lalu, bolehkah mengaji sambil tiduran, atau sebaiknya harus duduk dengan posisi tertentu?

Pada dasarnya, Islam memberikan kemudahan dalam beribadah sesuai dengan kondisi seseorang.

Namun, tetap ada adab yang perlu diperhatikan saat membaca Alquran. Lantas, bagaimana hukum mengaji sambil tiduran dan apa yang sebaiknya diperhatikan?

Bolehkah Mengaji Sambil Tiduran?

Pada dasarnya, membaca Alquran sambil berbaring atau tiduran hukumnya boleh (jawaz). Jadi, tidak ada larangan bagi seorang Muslim untuk membaca Alquran dalam posisi tersebut.

Membaca Alquran sambil berbaring juga tidak membuat amal menjadi sia-sia atau mengurangi pahala yang diberikan Allah SWT.

Islam memahami bahwa kondisi setiap orang bisa berbeda. Ada kalanya tubuh sedang sakit, lemas, atau tidak kuat untuk duduk dalam waktu lama. Dalam keadaan seperti ini, membaca Alquran sambil berbaring menjadi sebuah kemudahan.

Dengan begitu, seseorang tetap bisa membaca dan dekat dengan Alquran meskipun kondisi fisiknya sedang tidak memungkinkan untuk duduk.

Meski begitu, jika tubuh sedang sehat dan tidak ada kendala, duduk dengan posisi yang baik dan rapi tetap lebih utama.

Selain membantu menjaga konsentrasi saat membaca, posisi tersebut juga menjadi salah satu bentuk penghormatan kita kepada Alquran.

Jadi, membaca Alquran sambil berbaring tetap diperbolehkan. Namun, ketika kondisi memungkinkan, sebaiknya kita memilih posisi yang lebih sopan dan nyaman agar bisa membaca dengan lebih khusyuk.

Landasan Dalil Alquran tentang Mengaji Sambil Berbaring

Surat Ali ‘Imran ayat 191 merupakan landasan paling mendasar yang menjelaskan bahwa zikir dan tadabur ayat Allah boleh dilakukan dalam kondisi apa pun, termasuk ketika sedang berbaring.

الَّذِينَ يَذْكُرُونَ اللَّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَىٰ جُنُوبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُونَ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَٰذَا بَاطِلًا سُبْحَانَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Latin: Allazeena yazkuroonal laaha qiyaamaiw-wa qu’oodanw-wa ‘alaa juno obihim wa yatafakkaroona fee khalqis samaawaati wal ardi Rabbanaa maa khalaqta haaza baatilan Subhaanak faqinaa ‘azaaban Naar

Artinya: “(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri, duduk atau dalam keadaan berbaring, dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata),

‘Ya Tuhan kami, tidaklah Engkau menciptakan semua ini sia-sia; Mahasuci Engkau, lindungilah kami dari azab neraka.’”

Adab Membaca Alquran yang Perlu Diperhatikan

Ada beberapa adab yang sebaiknya perlu diperhatikan agar mengji menjadi lebih baik dan penuh dengan keberkahan.

Berikut adalah beberapa adabnya:

  1. Bersuci terlebih dahulu (berwudu).
  2. Mengambil mushaf Alquran dengan tangan kanan.
  3. Membaca di tempat yang bersih.
  4. Menghadap kiblat, tenang, dan menutup aurat.
  5. Memastikan mulut dalam kondisi bersih.
  6. Membaca ta’awuds sebelum memulai.
  7. Membaca dengan tartil, perlahan, jelas, dan memperhatikan makhraj setiap huruf.
  8. Membaca dengan penuh perhatian dan penghayatan (tadabbur).
  9. Berusaha memahami dan mengamalkannya.
  10. Membaca dengan suara yang baik.
  11. Tidak menyela bacaan dengan bercanda.

Sumber : https://mozaik.inilah.com/ibadah/bolehkah-mengaji-sambil-tiduran-ini-hukum-fikih-dalil-sahih-dan-adab-membaca-alquran