Tak Mau Dikalahkan Usia, Kakek Umur 90 Tahun Masih Kuat Ikut Half Marathon

Tak Mau Dikalahkan Usia, Kakek Umur 90 Tahun Masih Kuat Ikut Half Marathon

Jakarta – Seorang kakek berusia 90 tahun membagikan rutinitas yang dilakukan dalam menjaga kebugarannya. Dia masih kuat menjalani marathon di usia senjanya.

Pria bernama Yul Kwon ini mengikuti BMO Vancouver Half Marathon pada bulan Mei lalu, dengan catatan waktu tiga jam, 50 menit, dan 33 detik. Kebugaran sudah menjadi bagian penting dari hidupnya sejak dia berusia 40-an. Ketika itu, dia mulai bermain tenis, meski harus berhenti setelah mengalami cedera siku.

Dia kemudian mengikuti lomba lari 10 km sebelum akhirnya mencoba half marathon pertamanya sejauh 21 km tiga tahun kemudian. Pada usia 68 tahun, Kwon mengikuti full marathon pertamanya di Brisbane dengan catatan waktu empat jam delapan menit.

Kemudian, pada usia 80 tahun, dia mengikuti lomba lagi dengan catatan waktu empat jam 31 menit. Dia rutin mengikuti marathon hingga tahun 2019 saat COVID-19 menyebar. Setelah perlombaan kembali digelar pada tahun 2022, Kwon fokus pada lari setengah marathon.

Selain mengikuti lomba marathon, apa saja yang dilakukan kakek ini untuk menjaga kesehatannya?

1. Makan Makanan Sehat

Kwon mempertahankan berat badannya di angka 55 kg. Dia menjaga asupan makanan dan lebih menyukai diet Mediterania.

Untuk sarapan, Kwon makan yoghurt dan oatmeal dengan buah beri. Sementara itu, saat makan siang, dia mengonsumsi buah, setengah muffin, dan telur rebus atau salad.

Untuk makan malam, dia memilih salmon, makerel, atau ayam. Dua hingga tiga kali sebulan, dia menyantap masakan Korea seperti kimchi dan sup tahu dengan nasi.

2. Menjaga Waktu Tidur

Tidur sangat penting bagi Kwon. Dia tidur sebelum pukul 23.00 dan memulai harinya pada pukul 06.00.

3. Olahraga setelah Bangun Tidur

Setelah bangun pukul 06.00, Kwon memulai harinya dengan peregangan, kemudian melakukan plank, squat, dan latihan berdiri dengan satu kaki. Setiap dua hari sekali, dia berlari sejauh 10 km.

“Kesehatan adalah yang terpenting, jadi saya memprioritaskan olahraga harian saya,” kata pria Korea-Kanada ini.

Sumber : https://health.detik.com/kebugaran/d-8597341/tak-mau-dikalahkan-usia-kakek-umur-90-tahun-masih-kuat-ikut-half-marathon

Terungkap Lewat Studi, Jenis Kopi Ini Bisa Bikin Awet Muda dan Panjang Umur

Terungkap Lewat Studi, Jenis Kopi Ini Bisa Bikin Awet Muda dan Panjang Umur

Jakarta – Bagi para pencinta kopi, mengawali hari dengan secangkir kopi hangat tentu jadi ritual wajib yang sulit dilewatkan. Berbagai studi sebelumnya sudah membuktikan mengonsumsi kurang dari empat cangkir kopi hitam tanpa gula setiap hari, punya segudang manfaat untuk kesehatan dan bikin panjang umur.
Namun, studi terbaru yang dipublikasikan dalam jurnal NPJ Science of Food mengungkapkan fakta menarik lainnya. Efek kopi terhadap penuaan tubuh ternyata sangat bergantung pada cara penyajiannya, antara kopi saring (filtered coffee) vs kopi instan.

Kopi Saring Bikin Awet Muda

Dalam studi tersebut, para peneliti menganalisis data dari hampir 49.500 partisipan yang terdaftar di UK Biobank, dengan rata-rata usia 56,4 tahun. Selain mengisi kuesioner mengenai pola makan dan kebiasaan minum kopi, usia biologis para peserta juga diukur secara ketat.

Sebagai informasi, usia biologis menggambarkan kondisi kerusakan tubuh pada tingkat seluler, berbeda dari usia kronologis (jumlah tahun manusia hidup). Pengukuran ini dilakukan melalui tiga indikator utama:

  • Panjang telomer leukosit relatif (pelindung DNA pada sel).
  • Percepatan PhenoAge atau pengukuran dengan indikator tes darah rutin untuk memperkirakan tingkat penuaan sel, risiko penyakit, dan kesehatan secara keseluruhan.
  • Percepatan usia biologis Metode Klemera-Doubal atau Klemera-Doubal Method (KDM).

Hasilnya, orang-orang yang rutin meminum kopi saring mencatatkan skor percepatan usia biologis yang lebih rendah serta memiliki telomer yang lebih panjang. Dalam dunia medis, indikator ini erat kaitannya dengan proses penuaan yang lebih sehat dan lambat.

Sebaliknya, mereka yang gemar mengonsumsi kopi instan justru menunjukkan skor percepatan usia yang lebih tinggi dan ukuran telomer yang lebih pendek.

“Konsumsi kopi saring berkaitan dengan penurunan risiko penuaan biologis. Sebaliknya, kopi instan justru berhubungan dengan peningkatan risiko percepatan penuaan,” tulis kesimpulan studi tersebut, dikutip dari Huffington Post.

Tips Maksimalkan Manfaat Kopi

Ingin tetap mendapatkan manfaat kesehatan yang maksimal dari secangkir kopi favoritmu? Berikut beberapa hal penting yang perlu diperhatikan:

  • Hindari gula tambahan: Meminum kopi tanpa gula atau pemanis buatan adalah kunci utama agar manfaat antioksidannya tidak rusak.
  • Pilih kopi saring: Menggunakan filter atau penyaring saat menyeduh kopi dinilai lebih aman dan berkhasiat bagi kesehatan sel tubuh dibandingkan kopi instan.
  • Waktu minum yang tepat: Menikmati sajian berkafein setelah selesai sarapan diketahui dapat mengoptimalkan manfaat kesehatannya bagi tubuh.

Meskipun masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk membuktikan hubungan sebab-akibat secara pasti, tak ada salahnya mulai beralih ke kopi saring untuk menjaga tubuh tetap awet muda.

Sumber : https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-8597444/terungkap-lewat-studi-jenis-kopi-ini-bisa-bikin-awet-muda-dan-panjang-umur#google_vignette

Bukan Cuma Apa yang Dimakan, Waktu Makan Bisa Pengaruhi Kesehatan Otak

Bukan Cuma Apa yang Dimakan, Waktu Makan Bisa Pengaruhi Kesehatan Otak

Jakarta – Kesehatan otak bisa dipengaruhi oleh makanan yang dikonsumsi. Namun, ternyata bukan hanya itu, waktu makan juga dapat memengaruhinya.

Penelitian menemukan adanya kaitan potensial antara kesehatan otak dan jadwal makan. Hasilnya menunjukkan bahwa membatasi waktu makan pada jam-jam tertentu setiap hari dapat membantu menjaga kemampuan kognitif tetap baik seiring bertambahnya usia.

Dikutip dari laman New York Post, studi nutrisi dan kognitif dari Rutgers University yang dipresentasikan dalam pertemuan American Society for Nutrition pada Juli 2026 mengungkapkan bahwa mengonsumsi makanan hanya dalam rentang waktu 8-9 jam per hari serta berhenti makan sekitar empat jam sebelum tidur berpotensi meningkatkan fungsi kognitif pada orang dewasa yang lebih tua.

Penelitian ini melibatkan 47 perempuan berusia 50-79 tahun dengan kelebihan berat badan atau obesitas yang mengikuti program penurunan berat badan selama enam bulan.

Seluruh peserta diminta mengurangi asupan energi harian sebanyak 500 kalori. Namun, sebanyak 26 peserta juga diminta menghabiskan seluruh makanan mereka dalam waktu maksimal sembilan jam setiap hari, sedangkan peserta lainnya tetap makan seperti biasa dalam rentang sekitar 12 jam.

Kelompok yang menjalani pembatasan waktu makan umumnya makan mulai pukul 10.00 hingga 18.00, atau sekitar delapan jam setiap hari. Sementara itu, kelompok pembanding menghabiskan waktu makan rata-rata selama 12 jam.

Setelah enam bulan, kedua kelompok mengalami penurunan berat badan yang hampir sama, yakni sekitar 15 pon atau 6,8 kg. Meski demikian, peserta yang menerapkan pola makan dalam jendela waktu delapan jam memperoleh hasil lebih baik pada tes yang mengukur kemampuan perencanaan spasial dan pemecahan masalah.

Selain itu, kelompok dengan pembatasan waktu makan juga melakukan lebih sedikit kesalahan pada tes yang menilai kemampuan memori dan proses belajar.

Obesitas diketahui menjadi salah satu faktor risiko penurunan fungsi kognitif karena kelebihan jaringan lemak dapat memicu peradangan yang berpotensi merusak otak. Oleh karena itu, menurunkan berat badan memang dapat memberikan manfaat bagi kesehatan otak.

“Menurunkan berat badan saja akan mencegah sebagian penurunan kognitif yang berkaitan dengan penuaan,” kata peneliti utama studi, Sue Shapses.

Namun, karena kedua kelompok kehilangan berat badan dalam jumlah yang serupa tetapi menunjukkan hasil tes kognitif yang berbeda, para peneliti menduga bahwa pembatasan waktu makan menjadi faktor yang berperan dalam perbedaan tersebut.

“Hasil ini menunjukkan kemampuan yang lebih baik dalam mengingat informasi saat menjalankan aktivitas sehari-hari serta mengurangi kesalahan yang berkaitan dengan memori, perhatian, dan pemecahan masalah,” kata Shapses.

Meski demikian, penelitian ini masih berskala kecil. Penelitian lanjutan dengan jumlah peserta yang lebih besar masih diperlukan untuk memastikan apakah manfaat terhadap fungsi kognitif juga berlaku pada populasi yang lebih luas, sekaligus menjelaskan mekanisme yang membuat waktu makan dapat memengaruhi kesehatan otak.

Sumber : https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-8597445/bukan-cuma-apa-yang-dimakan-waktu-makan-bisa-pengaruhi-kesehatan-otak

Asbes Masih Banyak Digunakan, Apa Bahayanya Bagi Kesehatan?

Asbes Masih Banyak Digunakan, Apa Bahayanya Bagi Kesehatan?

Asbes telah lama digunakan sebagai bahan bangunan karena relatif murah, kuat, dan tahan panas. Di Indonesia, bahan ini masih dapat ditemukan pada atap, plafon, pipa, sekolah, rumah, gudang, dan bangunan industri. Karena penggunaannya begitu umum, sebagian masyarakat menganggap asbes aman.

Padahal, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan International Agency for Research on Cancer (IARC) menyatakan bahwa semua jenis asbes dapat menyebabkan kanker pada manusia. WHO juga memperkirakan lebih dari 200.000 kematian setiap tahun berkaitan dengan pajanan asbes di tempat kerja. Bahaya asbes sering tidak disadari karena gangguan kesehatan dapat baru terlihat bertahun-tahun setelah pajanan.

Karena itu, masyarakat dan pekerja perlu mengetahui kapan asbes dapat melepaskan serat berbahaya, siapa yang paling berisiko, serta langkah pencegahan yang perlu dilakukan.

Apa itu Asbes?

Asbes adalah kelompok mineral alami yang tersusun atas serat-serat sangat halus dan kuat. Sifatnya yang tahan panas, api, dan bahan kimia membuat asbes dahulu banyak digunakan pada atap, plafon, pipa, bahan isolasi, serta berbagai produk industri.

Bahan yang mengandung asbes dapat melepaskan serat ketika rusak, lapuk, dipotong, dibor, diamplas, dipecahkan, atau dibongkar. Serat tersebut sangat kecil sehingga tidak terlihat oleh mata dan dapat melayang di udara lalu terhirup. Karena itu, material yang diduga mengandung asbes tidak boleh ditangani sembarangan.

Siapa yang Berisiko?

Risiko terbesar terdapat pada orang yang bekerja langsung dengan bahan mengandung asbes atau berada di lokasi yang menghasilkan debu asbes. Kelompok yang perlu lebih waspada antara lain:

  • Pekerja konstruksi yang memasang, memotong, mengebor, atau membongkar material bangunan.

  • Pekerja renovasi, pembongkaran, dan pemeliharaan gedung, terutama pada bangunan lama.

  • Pekerja pabrik yang memproduksi atau mengolah lembaran atap, plafon, pipa, atau produk lain yang mengandung asbes.

  • Pekerja galangan kapal, industri otomotif, dan industri lain yang masih memiliki bahan isolasi atau komponen lama berbahan asbes.

  • Anggota keluarga pekerja yang dapat terpajan debu dari pakaian, sepatu, atau peralatan kerja yang dibawa pulang.

  • Masyarakat di sekitar bangunan rusak atau kegiatan pembongkaran yang tidak dikendalikan dengan baik.

Besarnya risiko dipengaruhi oleh jumlah serat yang terhirup, seberapa sering dan lama pajanan terjadi, serta mutu pengendalian di tempat kerja. Tidak semua orang yang terpajan akan mengalami penyakit, tetapi risiko meningkat seiring bertambahnya pajanan.

Mengapa Asbes Berbahaya?

Ketika terhirup, serat asbes dapat masuk jauh ke dalam paru-paru dan sulit dikeluarkan oleh tubuh. Serat yang menetap dapat memicu peradangan dan kerusakan jaringan dalam jangka panjang.

Dampaknya tidak selalu langsung terasa. Penyakit akibat asbes umumnya memiliki masa laten yang panjang dan dapat baru muncul 10-40 tahun atau lebih setelah pajanan pertama. Inilah sebabnya seseorang dapat merasa sehat saat ini, meskipun pernah terpajan bertahun-tahun sebelumnya.

Apa Dampak pajanan Asbes terhadap Kesehatan?

pajanan asbes terutama dapat merusak paru-paru dan selaput paru. Beberapa penyakit yang berhubungan dengan asbes meliputi:

  1. Asbestosis

Asbestosis adalah gangguan paru yang akibat penumpukan debu yang mengandung serat asbes terperangkap di dalam kantong udara dalam paru-paru (alveoli) dan membentuk jaringan parut, sehingga paru-paru menjadi kaku.  Keluhannya dapat berupa sesak napas yang makin berat, batuk menetap, dan mudah lelah. Kerusakan yang sudah terjadi umumnya tidak dapat pulih sepenuhnya.

  1. Kanker paru

Asbes meningkatkan risiko kanker paru. Risiko menjadi jauh lebih tinggi pada orang yang terpajan asbes dan juga merokok. .

  1. Mesothelioma

Kanker ganas yang paling sering menyerang selaput paru (pleura). Kanker ini jarang, tetapi memiliki hubungan yang kuat dengan pajanan asbes.

Karena penyakit-penyakit tersebut dapat berkembang perlahan, pencegahan pajanan jauh lebih penting daripada menunggu munculnya keluhan.

Kapan Harus ke Dokter?

Orang yang pernah atau masih bekerja dengan bahan mengandung asbes perlu memperhatikan perubahan pada pernapasan. Periksakan diri ke dokter apabila mengalami:

  • Batuk yang menetap atau tidak membaik.
  • Sesak napas, terutama jika semakin berat saat beraktivitas.
  • Nyeri dada yang tidak diketahui penyebabnya.
  • Batuk berdarah.
  • Penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas.
  • Keluhan pernapasan disertai riwayat pajanan asbes.

Riwayat pekerjaan sangat penting untuk disampaikan kepada dokter, termasuk jenis pekerjaan, lama bekerja, dan aktivitas yang mungkin menghasilkan debu asbes. Pekerja yang masih berisiko juga perlu mengikuti pemeriksaan kesehatan berkala melalui program kesehatan kerja, meskipun belum memiliki keluhan.

Bagaimana Mencegah pajanan Asbes?

Pencegahan berfokus pada mencegah serat asbes terlepas dan terhirup. Untuk masyarakat maupun pekerja, langkah yang dapat dilakukan meliputi:

  1. Hindari merusak bahan yang mengandung asbes

Hindari memotong, mengebor, mengamplas, atau memecahkan bahan yang diduga mengandung asbes tanpa prosedur yang aman. Kegiatan tersebut dapat melepaskan serat asbes ke udara sehingga mudah terhirup.

  1. Gunakan metode kerja yang aman

Apabila harus menangani bahan yang mengandung asbes, lakukan dengan cara yang dapat mengurangi terbentuknya debu, misalnya membasahi permukaan terlebih dahulu dan menghindari penggunaan alat yang menghasilkan banyak debu.

  1. Gunakan alat pelindung diri yang sesuai

Pekerja yang berisiko terpajan perlu menggunakan alat pelindung diri yang sesuai, terutama respirator partikulat yang memenuhi standar. Penggunaan masker kain atau masker bedah tidak memberikan perlindungan yang memadai terhadap serat asbes.

  1. Jaga kebersihan diri setelah bekerja

Setelah selesai bekerja, cuci tangan dan mandi bila memungkinkan serta ganti pakaian kerja sebelum pulang. Langkah ini membantu mencegah serat asbes terbawa ke rumah dan mengurangi risiko pajanan bagi anggota keluarga.

  1. Jangan membuang limbah asbes sembarangan

Bahan atau limbah yang mengandung asbes harus ditangani dan dibuang sesuai dengan peraturan yang berlaku agar tidak mencemari lingkungan dan membahayakan masyarakat di sekitarnya.

  1. Ikuti pemeriksaan kesehatan berkala

Bagi pekerja yang berisiko terpajan asbes, pemeriksaan kesehatan berkala penting dilakukan sebagai bagian dari program kesehatan kerja untuk membantu mendeteksi gangguan kesehatan sedini mungkin.

Mencegah pajanan jauh lebih baik daripada mengobati penyakit akibat asbes. Dengan menerapkan langkah-langkah pencegahan secara konsisten, risiko gangguan kesehatan akibat pajanan asbes dapat dikurangi.

Peran Tempat Kerja

Tempat kerja memiliki peran penting dalam melindungi pekerja dari bahaya pajanan asbes. Upaya pencegahan tidak cukup hanya mengandalkan penggunaan alat pelindung diri, tetapi harus dimulai dengan mengurangi atau mengendalikan sumber pajanan di lingkungan kerja.

Beberapa langkah yang dapat dilakukan oleh tempat kerja antara lain:

  • Mengidentifikasi bahan yang mengandung asbes, terutama pada bangunan atau peralatan lama, sehingga dapat dilakukan penanganan yang aman.

  • Mengurangi pelepasan debu asbes, misalnya dengan menerapkan metode kerja yang aman, menggunakan ventilasi atau sistem penyedot debu yang sesuai, serta menghindari cara kerja yang menghasilkan banyak debu.

  • Menyediakan alat pelindung diri (APD) yang sesuai, seperti respirator partikulat, serta memastikan pekerja mengetahui cara menggunakan, melepas, dan merawat APD dengan benar.

  • Memberikan pelatihan kepada pekerja mengenai bahaya asbes, cara kerja yang aman, serta prosedur penanganan dan pembuangan limbah yang benar.

  • Menyediakan fasilitas kebersihan, seperti ruang ganti, tempat mencuci tangan, dan bila memungkinkan fasilitas mandi, agar serat asbes tidak terbawa pulang melalui pakaian atau peralatan kerja.

  • Melaksanakan pemantauan lingkungan dan pemeriksaan kesehatan berkala bagi pekerja yang berisiko terpajan sesuai dengan program kesehatan kerja dan ketentuan yang berlaku.

Dengan menerapkan pengendalian risiko secara menyeluruh, tempat kerja dapat mengurangi pajanan asbes dan melindungi kesehatan pekerja, sekaligus mencegah dampak terhadap keluarga dan lingkungan sekitar.

Sumber : https://ayosehat.kemkes.go.id/asbes-masih-banyak-digunakan-apa-bahayanya-bagi-kesehatan

Waspada DBD di Musim Kemarau: Cuaca Panas Bukan Berarti Bebas Nyamuk

Waspada DBD di Musim Kemarau: Cuaca Panas Bukan Berarti Bebas Nyamuk

Banyak orang mengira Demam Berdarah Dengue (DBD) hanya meningkat saat musim hujan. Padahal, memasuki musim kemarau, risiko DBD tetap perlu diwaspadai. Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) Kementerian Kesehatan menyampaikan bahwa nyamuk akan lebih sering menggigit ketika suhu meningkat, sehingga musim kemarau justru dapat meningkatkan potensi kasus DBD. Sementara itu, genangan air di bak mandi, ember, talang air, hingga barang bekas masih menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti penyebab DBD.

Apa Itu DBD dan Bagaimana Gejalanya?

DBD merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus dengue dan ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Gejala yang umum muncul antara lain:

  • Demam tinggi mendadak.
  • Sakit kepala.
  • Nyeri otot dan sendi.
  • Nyeri di belakang mata.
  • Mual dan muntah.
  • Ruam kemerahan.
  • Perdarahan pada kondisi yang lebih berat.

Apabila mengalami demam tinggi selama 2–3 hari disertai gejala tersebut, segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan agar mendapatkan penanganan sedini mungkin.

Data DBD di Indonesia

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan RI, hingga minggu ke-17 tahun 2024 tercatat 88.593 kasus DBD dengan 621 kasus kematian di Indonesia. Angka ini mencakup 456 kabupaten/kota di 34 provinsi, dengan kematian terjadi di 174 kabupaten/kota di 28 provinsi. Data ini menunjukkan bahwa DBD masih menjadi ancaman kesehatan yang nyata dan memerlukan kewaspadaan sepanjang tahun.

Cara Mencegah DBD dengan 3M Plus

Kementerian Kesehatan RI menganjurkan masyarakat untuk menerapkan 3M Plus sebagai langkah pencegahan utama DBD:

  • Menguras tempat penampungan air secara rutin.
  • Menutup rapat tempat penyimpanan air.
  • Memanfaatkan atau mendaur ulang barang bekas yang dapat menampung air.
  • Plus: menggunakan lotion antinyamuk, memasang kawat kasa atau kelambu, menghindari menggantung pakaian terlalu lama, serta melakukan pemeriksaan jentik nyamuk secara berkala.

Selain 3M Plus, Kementerian Kesehatan juga menyebutkan bahwa vaksin DBD kini sudah tersedia dan telah mendapatkan persetujuan dari BPOM sebagai salah satu upaya perlindungan tambahan. Konsultasikan dengan tenaga kesehatan untuk informasi lebih lanjut mengenai vaksinasi DBD.

Komitmen Nasional Pengendalian DBD

Sebagai bagian dari upaya jangka panjang, Indonesia bersama WHO telah meluncurkan Strategi Nasional Pengendalian Dengue 2021–2025. Strategi ini mencakup enam pendekatan utama, mulai dari penguatan pengelolaan vektor nyamuk, peningkatan tata laksana kasus, hingga pengembangan inovasi dan riset berbasis bukti untuk menekan beban penyakit dengue di Indonesia.

Musim kemarau bukan berarti bebas dari ancaman DBD. Dengan menerapkan 3M Plus secara konsisten dan meningkatkan kewaspadaan terhadap gejala awal, kita dapat melindungi diri dan keluarga dari penyakit ini sepanjang tahun.

Sumber : https://www.biofarma.co.id/id/announcement/detail/waspada-dbd-di-musim-kemarau-cuaca-panas-bukan-berarti-bebas-nyamuk

Astra Catatkan Pendapatan Rp 157,9 Triliun Semester I 2026

Astra Catatkan Pendapatan Rp 157,9 Triliun Semester I 2026

Liputan6.com, Jakarta – Grup Astra merilis laporan kinerja keuangan untuk periode semester I 2026 yang berakhir pada 30 Juni 2026. Di tengah kondisi pasar yang dinamis, perusahaan mencatatkan pertumbuhan yang solid pada sektor otomotif dan jasa keuangan, meskipun harus menghadapi tantangan pelemahan di sektor solusi pertambangan dan alat berat.

Mengutip laporan kinerja perusahaan, Kamis (30/7/2026, secara keseluruhan, Grup Astra membukukan pendapatan bersih konsolidasian sebesar Rp 157,9 triliun. Angka ini sedikit mengalami penurunan sebesar 3% dibandingkan periode yang sama pada tahun 2025 yang mencapai Rp 162,8 triliun.

Sementara itu, laba bersih Grup Astra tanpa memperhitungkan non-recurring items tercatat sebesar Rp 14,8 triliun, atau turun 7% dari tahun sebelumnya. Penurunan ini utamanya disebabkan oleh minimnya kontribusi dari divisi pertambangan emas, melemahnya penjualan alat berat, serta turunnya volume jasa penambangan dan batu bara.

Jika memperhitungkan non-recurring items yang utamanya berupa kerugian penyesuaian nilai wajar atas investasi ekuitas dan penurunan nilai (impairment) sebesar Rp 2,3 triliun, total laba bersih Grup tercatat menjadi Rp 12,5 triliun, atau turun 19% dibandingkan tahun lalu yang berada di angka Rp 15,5 triliun. Dari sisi pemegang saham, nilai aset bersih per saham Grup Astra naik tipis 1% menjadi Rp 5,7 triliun.

Fokus pada Tiga Bisnis Inti dan Aksi Korporasi

Sejalan dengan dinamika bisnis, Astra pada Mei 2026 lalu telah mengumumkan strategy roadmap baru yang dirancang untuk memberikan imbal hasil yang berkelanjutan bagi para pemegang saham. Strategi ini ditopang oleh empat pilar, yakni Focus (fokus pada tiga bisnis inti), Clarity (pengelolaan bisnis turunan yang sinergis), Discipline (disiplin alokasi modal), dan Commitment (komitmen transformasi kepemimpinan).

Tiga bisnis inti (core businesses) yang kini menjadi fokus utama Grup adalah otomotif, jasa keuangan, serta solusi pertambangan & alat berat. Bisnis di luar ketiga sektor tersebut kini dilaporkan secara terpadu dalam segmen lain-lain.

Sebagai bentuk komitmen untuk meningkatkan nilai bagi pemegang saham, Astra dan anak usahanya, United Tractors (UT), gencar melakukan pembelian kembali saham (share buyback).

Sejak November 2025 hingga akhir Juni 2026, keduanya telah merampungkan program buyback senilai total Rp 7,4 triliun. Tak berhenti di situ, program baru juga telah disiapkan yaitu, Astra mengalokasikan dana hingga Rp 8 triliun untuk 12 bulan ke depan, sementara UT menyiapkan hingga Rp 2 triliun untuk periode tiga bulan yang dimulai pada Juli 2026.

Rincian Kinerja per Sektor Bisnis

Untuk lebih jelasnya, berikut adalah gambaran performa masing-masing lini bisnis Astra selama semester pertama 2026:

Sektor Otomotif

Sektor ini menjadi salah satu penopang utama dengan raihan laba bersih mencapai Rp 5,9 triliun, tumbuh 9% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pertumbuhan ini didorong oleh naiknya penjualan mobil baru dan kontribusi kuat dari divisi Komponen (laba naik 23% menjadi Rp 921 miliar). Di pasar roda dua yang secara nasional mencapai 3,1 juta unit, penjualan motor Honda ikut naik 1% dan kokoh mendominasi dengan 77% pangsa pasar. Di segmen roda empat, penjualan mobil nasional naik 16% menjadi 437.000 unit, di mana penjualan mobil Grup Astra naik 10%. Toyota dan Daihatsu tetap menjadi primadona di Indonesia dengan penguasaan pangsa pasar sebesar 51%.

Jasa Keuangan

Bisnis Jasa Keuangan juga tampil prima dengan peningkatan laba bersih sebesar 6% menjadi Rp 4,6 triliiun. Angka pembiayaan baru di sektor konsumen naik 10% menjadi Rp 61,8 triliun. Laba bersih dari pembiayaan sepeda motor naik 4% menjadi Rp 2,4 triliun, sementara pembiayaan mobil naik 6% menjadi Rp 1,2 triliun. Sektor asuransi Grup juga tak mau kalah dengan menyumbang laba bersih Rp 906 miliar (tumbuh 7%).

Sektor Solusi Pertambangan & Alat Berat

Sektor ini mengalami koreksi cukup dalam. Laba bersih (tanpa non-recurring items) tercatat Rp 2,7 triliun, anjlok 46%. Hal ini dipicu oleh terhentinya operasional tambang emas Martabe pada awal tahun yang membuat penjualan emas terjun bebas dari 125.000 ons menjadi hanya 23.000 ons (meski kini sudah beroperasi kembali). Selain itu, penurunan kuota produksi batu bara nasional (RKAB) membuat penjualan alat berat Komatsu anjlok 27% menjadi 1.994 unit dan volume pengupasan lapisan tanah turun 10%. Jika ditambah dengan kerugian non-recurring di divisi panas bumi dan nikel sebesar Rp 2,1 triliun, total laba bersih yang dilaporkan dari sektor ini tersisa Rp 607 miliar (turun 88%).

Segmen Lain-lain

Segmen ini (di luar tiga bisnis inti) justru mencatatkan performa gemilang dengan laba bersih (tanpa non-recurring items) naik 31% menjadi Rp 1,6 triliun. Kenaikan harga dan volume penjualan minyak kelapa sawit di divisi agribisnis, serta kontribusi industrial warehouse platform baru di divisi properti menjadi motor penggerak utamanya.

Pandangan Manajemen ke Depan

Menyikapi hasil kinerja semester pertama ini, Presiden Direktur Astra, Rudy, menyampaikan optimisme serta pandangan strategis perusahaan ke depannya. “Pada semester pertama 2026, Grup mencatat peningkatan kontribusi dari bisnis Otomotif dan Jasa Keuangan. Namun, penurunan kontribusi dari bisnis Solusi Pertambangan & Alat Berat mengakibatkan penurunan laba bersih Grup secara keseluruhan” katanya Rudy dikutip dari keterangan resmi perusahaan.

“Pada Mei 2026, kami mengumumkan strategi korporasi baru yang bertujuan untuk memberikan imbal hasil pemegang saham yang stabil dan berkelanjutan. Strategi tersebut mencakup fokus pada tiga Core Businesses Grup, yaitu Otomotif, Jasa Keuangan dan Solusi Pertambangan & Alat Berat; kerangka alokasi modal yang lebih disiplin, termasuk dividen dan share buyback; serta komitmen untuk bertransformasi melalui penyelarasan kepemimpinan,” tambahnya.

Astra telah mengumumkan program pembelian kembali saham baru hingga Rp 8 triliun untuk 12 bulan ke depan, yang telah memperoleh persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa pada 17 Juli 2026. Selain itu, UT juga mengumumkan program pembelian kembali saham baru hingga Rp 2 triliun untuk tiga bulan ke depan.

Sebelumnya, sejak November 2025, Astra dan UT telah menyelesaikan program share buyback dengan total nilai Rp 7,4 triliun hingga akhir Juni 2026. Selain itu, Astra juga telah manjalankan penyelarasan insentif manajemen melalui program MSOP.

Di tengah ketidakpastian global yang masih berlanjut, kami tetap fokus untuk menjalankan strategi korporasi kami yang baru. Kami yakin terhadap keunggulan operasional, resiliensi dan kekuatan neraca keuangan Astra, yang didukung oleh alokasi modal yang disiplin dalam menghadapi berbagai tantangan bisnis.

“Kami akan senantiasa mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia, sekaligus memposisikan Grup untuk dapat memberikan peningkatan total imbal hasil bagi para pemegang saham serta mencapai pertumbuhan jangka panjang yang berkelanjutan.”

Sumber : https://www.liputan6.com/bisnis/read/8258405/astra-catatkan-pendapatan-rp-1579-triliun-semester-i-2026

Polres Pasuruan Salurkan Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan

Polres Pasuruan Salurkan Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan

Pasuruan, MCI News – Kepedulian terhadap warga yang terdampak musim kemarau kembali ditunjukkan Polres Pasuruan Polda Jawa Timur dengan menyalurkan bantuan air bersih di sejumlah desa di Kecamatan Winongan dan Purwodadi, Senin (27/07/2026).

Dalam aksi kemanusiaan tersebut, Polres Pasuruan memodifikasi mobil patroli backbone menjadi armada pengangkut air bersih agar mampu menjangkau permukiman warga yang berada di jalan sempit dan sulit dilalui truk tangki berukuran besar.

Inovasi tersebut menjadi solusi untuk mempercepat distribusi air bersih kepada masyarakat yang mengalami krisis air akibat kemarau. Dengan kendaraan yang lebih fleksibel, bantuan dapat disalurkan langsung hingga ke depan rumah warga.

Kapolres Pasuruan AKBP Harto Agung Cahyono menegaskan bahwa kehadiran Polri tidak hanya berfokus pada pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat maupun penegakan hukum, tetapi juga memberikan bantuan sosial bagi masyarakat yang membutuhkan.

“Kami hadir bukan hanya dalam hal kamtibmas dan penegakan hukum tetapi juga peduli terhadap kondisi masyarakat yang memerlukan bantuan,” tegas AKBP Harto.

Distribusi air bersih dilakukan melalui jajaran Polsek di wilayah terdampak sebagai bentuk respons cepat terhadap kebutuhan masyarakat selama musim kemarau. Langkah tersebut diharapkan mampu membantu memenuhi kebutuhan air untuk keperluan rumah tangga sehari-hari.

Sekretaris Desa Sumberejo, Abdul Muin, menyampaikan apresiasi atas inisiatif Polres Pasuruan dan Polsek Winongan yang dinilai sangat membantu warga. Menurutnya, penggunaan mobil patroli sebagai armada distribusi air menjadi solusi efektif karena mampu menjangkau permukiman yang selama ini sulit dilalui kendaraan besar.

“Kami sangat berterima kasih kepada jajaran Polsek Winongan. Bantuan lewat mobil patroli ini benar-benar menyentuh langsung ke depan rumah warga yang jalannya sempit. Semoga aksi sosial seperti ini bisa terus berjalan rutin selama masa kekeringan belum berakhir,” tutur Abdul Muin.

Program penyaluran air bersih tersebut menjadi bagian dari upaya Polres Pasuruan untuk meringankan beban masyarakat yang terdampak kekeringan sekaligus memperkuat pelayanan kemanusiaan kepada warga.

Ke depan, Polres Pasuruan Polda Jatim berkomitmen terus memetakan wilayah yang mengalami krisis air bersih sehingga distribusi bantuan dapat dilakukan secara berkala dan tepat sasaran selama musim kemarau masih berlangsung.

Sumber : https://mcinews.id/2026/07/28/polres-pasuruan-salurkan-air-bersih-untuk-warga-terdampak-kekeringan/

Setelah Lama Berdarah-darah, GoTo Akhirnya Cetak Laba Rp607 Miliar

Setelah Lama Berdarah-darah, GoTo Akhirnya Cetak Laba Rp607 Miliar

PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp607,48 miliar pada semester I 2026. Kinerja tersebut menjadi pembalikan signifikan dibandingkan periode yang sama tahun lalu ketika perusahaan masih mencatatkan rugi bersih Rp580,01 miliar.

Perbaikan kinerja keuangan itu ditopang oleh pertumbuhan pendapatan bersih yang mencapai Rp10,99 triliun, meningkat 28,45 persen secara tahunan (year on year/yoy) dibandingkan semester I 2025 sebesar Rp8,55 triliun.

Direktur Utama Grup GoTo, Hans Patuwo, mengatakan perusahaan juga mencetak laba bersih selama dua kuartal berturut-turut, seiring peningkatan profitabilitas operasional.

“Kami mencetak laba bersih selama dua kuartal berturut-turut, dengan EBITDA grup yang disesuaikan meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya, melampaui angka Rp1 triliun untuk pertama kalinya,” ujar Hans, Kamis (30/7).

Bisnis Pengiriman Jadi Penyumbang Terbesar

Pendapatan GoTo masih didominasi oleh bisnis jasa pengiriman yang menyumbang Rp3,2 triliun, tumbuh 16,48 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Selain itu, pendapatan dari imbalan jasa mencapai Rp3,15 triliun, disusul pendapatan imbalan jasa e-commerce sebesar Rp550,72 miliar dan pendapatan iklan senilai Rp254,45 miliar.

Perusahaan juga membukukan pendapatan lain-lain sebesar Rp1,12 triliun, sementara dana yang diperoleh dari pinjaman meningkat menjadi Rp2,7 triliun atau tumbuh 64,67 persen secara tahunan.

Di sisi lain, seiring meningkatnya aktivitas bisnis, biaya dan beban perusahaan juga naik 16,87 persen menjadi Rp10,21 triliun dari sebelumnya Rp8,73 triliun.

Hingga 30 Juni 2026, GoTo mencatat total aset sebesar Rp47,47 triliun, dengan total liabilitas dan ekuitas berada pada level yang sama.

Dampak Aturan Komisi Baru Mulai Kuartal III

Hans mengatakan mulai 1 Juli 2026, GoTo telah menerapkan struktur komisi baru sesuai Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 532 Tahun 2026.

Kebijakan tersebut berlaku untuk layanan transportasi roda dua Gojek yang berkontribusi sekitar 7 persen terhadap pendapatan bersih grup.

“Dampak dari perubahan komisi ini akan terlihat pada laporan keuangan kuartal ketiga. Namun, setelah satu bulan berjalan, kondisi bisnis tetap stabil,” kata Hans.

Meski demikian, GoTo tetap mempertahankan proyeksi EBITDA Grup yang disesuaikan sepanjang 2026 di kisaran Rp3,2 triliun hingga Rp3,4 triliun.

Perseroan memperkirakan kontribusi bisnis on-demand services akan menurun akibat penyesuaian komisi aplikasi, sementara lini bisnis fintech diproyeksikan menjadi pendorong utama pertumbuhan laba.

Target Fintech Naik, On-Demand Diturunkan

Seiring kinerja yang terus membaik, GoTo menaikkan target EBITDA bisnis fintech menjadi Rp1,7 triliun hingga Rp1,8 triliun, lebih tinggi dari proyeksi sebelumnya sebesar Rp1,4 triliun-Rp1,5 triliun.

Sebaliknya, target EBITDA bisnis on-demand services diturunkan menjadi Rp1,4 triliun hingga Rp1,5 triliun dari sebelumnya Rp1,7 triliun-Rp1,8 triliun sebagai dampak penerapan komisi aplikasi sebesar 8 persen.

Hans menegaskan GoTo akan terus berinvestasi dalam pengembangan ekosistem, termasuk meningkatkan kesejahteraan mitra pengemudi melalui berbagai program seperti BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan, beasiswa, hingga program umrah gratis.

“Bagi kami, kesuksesan tidak hanya diukur dari pertumbuhan bisnis, tetapi juga dari kemajuan seluruh pihak di dalam ekosistem GoTo,” ujarnya.

Meski optimistis terhadap prospek bisnis, Hans mengingatkan bahwa proyeksi kinerja perusahaan tetap bergantung pada berbagai faktor eksternal seperti persaingan industri, inflasi biaya, serta kondisi ekonomi makro.

Sumber : https://www.inilah.com/setelah-lama-berdarah-darah-goto-akhirnya-cetak-laba-rp607-miliar

Macam-Macam Thaharah dalam Islam, Lengkap dengan Pengertian, Dalil, dan Medianya

Macam-Macam Thaharah dalam Islam, Lengkap dengan Pengertian, Dalil, dan Medianya

Bersuci menjadi salah satu syarat yang harus dipenuhi sebelum seorang Muslim melaksanakan ibadah, terutama salat.

Dalam ajaran Islam, proses menyucikan diri dari hadas dan najis ini dikenal sebagai thaharah.

Meski sering dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari, tidak sedikit yang belum memahami bahwa thaharah memiliki beberapa macam dengan fungsi dan tata cara yang berbeda.

Pengertian Thaharah dalam Islam

Secara sederhana, thaharah memiliki arti bersuci dari hadas dan najis. Hal ini dilakukan dengan wudu, mandi wajib, atau tayamum jika memang tidak memungkinkan menggunakan air.

Sementara itu, bersuci dari najis dilakukan dengan membersihkan kotoran yang menempel pada tubuh, pakaian, maupun tempat yang digunakan untuk salat.

Karena menjadi salah satu syarat sah salat, sangat penting bagi umat Muslim untuk mempelajari thaharah, terutama bagi mereka yang sudah baligh dan berakal.

Tanpa bersuci, ibadah salat tidak bisa dilaksanakan dengan sempurna dan sesuai ketentuan syariat.

Dalil Alquran dan Hadis tentang Thaharah

Perintah untuk menjaga kesucian sendiri sudah dijelaskan secara tegas dalam ayat-ayat Alquran.

Berikut adalah beberapa dalilnya:

1. Surat Al-Baqarah Ayat 222

وَيَسْأَلُونَكَ عَنِ الْمَحِيضِ ۖ قُلْ هُوَ أَذًى فَاعْتَزِلُوا النِّسَاءَ فِي الْمَحِيضِ ۖ وَلَا تَقْرَبُوهُنَّ حَتَّىٰ يَطْهُرْنَ ۖ فَإِذَا تَطَهَّرْنَ فَأْتُوهُنَّ مِنْ حَيْثُ أَمَرَكُمُ اللَّهُ ۚ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ التَّوَّابِينَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِينَ

Latin: Wa yas’aloonaka ‘anil maheedi qul huwa azan fa’tazilun nisaaa’a fil maheedi wa laa taqraboo hunna hattaa yathurna fa-izaa tathharna faatoohunna min haisu amarakumul laah;

innallaaha yuhibbut Tawwaabeena wa yuhibbul mutatahhireen

Artinya: “Dan mereka menanyakan kepadamu (Muhammad) tentang haid. Katakanlah, ‘Itu adalah sesuatu yang kotor.’

Karena itu jauhilah istri pada waktu haid; dan jangan kamu dekati mereka sebelum mereka suci.

Apabila mereka telah suci, campurilah mereka sesuai dengan (ketentuan) yang diperintahkan Allah kepadamu.

Sungguh, Allah menyukai orang yang tobat dan menyukai orang yang menyucikan diri.” (QS. Al-Baqarah: 222)

2. Surat Al-Maidah Ayat 6

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قُمْتُمْ إِلَى الصَّلَاةِ فَاغْسِلُوا وُجُوهَكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ إِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوا بِرُءُوسِكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ إِلَى الْكَعْبَيْنِ ۚ وَإِن كُنتُمْ جُنُبًا فَاطَّهَّرُوا ۚ وَإِن كُنتُم مَّرْضَىٰ أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ أَوْ جَاءَ أَحَدٌ مِّنكُم مِّنَ الْغَائِطِ أَوْ لَامَسْتُمُ النِّسَاءَ فَلَمْ تَجِدُوا مَاءً فَتَيَمَّمُوا صَعِيدًا طَيِّبًا فَامْسَحُوا بِوُجُوهِكُمْ وَأَيْدِيكُم مِّنْهُ ۚ مَا يُرِيدُ اللَّهُ لِيَجْعَلَ عَلَيْكُم مِّنْ حَرَجٍ وَلَٰكِن يُرِيدُ لِيُطَهِّرَكُمْ وَلِيُتِمَّ نِعْمَتَهُ عَلَيْكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

Latin: Yaaa aiyuhal lazeena aamanoo izaa qumtum ilas Salaati faghsiloo wujoohakum wa Aidiyakum ilal maraafiqi wamsahoo biru’oosikum wa arjulakum ilal ka’bayn; 

wa in kuntum junuban fattahharoo; wain kuntum mardaaa aw’alaa safarin aw jaaa’a ahadum minkum minal ghaaa’iti aw laamastumunnisaaa’a falam tajidoo maaa’an fatayammamoo sa’eedan taiyiban famsahoo biwujoohikum wa aideekum minh; 

ma yureedul laahu liyaj’ala ‘alaikum min harajinw wa laakidy yureedu liyutahhirakum wa liyutimma m’matahoo ‘alaikum la’allakum tashkuroon

Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu hendak melaksanakan salat, maka basuhlah wajahmu dan tanganmu sampai ke siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kedua kakimu sampai ke kedua mata kaki.

Jika kamu junub, maka mandilah. Dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, maka jika kamu tidak memperoleh air, maka bertayamumlah dengan debu yang baik (suci);

usaplah wajahmu dan tanganmu dengan (debu) itu. Allah tidak ingin menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, agar kamu bersyukur.” (QS. Al-Maidah: 6)

Macam-Macam Thaharah dalam Islam

Secara umum, para ulama membagi thaharah menjadi dua macam, yaitu thaharah ma’nawiyah dan thaharah hissiyah.

Keduanya sama-sama penting karena Islam mengajarkan kebersihan fisik sekaligus kebersihan hati.

Berikut adalah penjelasan selengkapnya:

A. Thaharah Ma’nawiyah

Thaharah ma’nawiyah adalah upaya membersihkan hati dari penyakit seperti iri, dengki, riya, sombong, dan syirik.

Cara menjaganya adalah dengan memperbanyak istigfar, bertaubat kepada Allah SWT, serta berusaha meninggalkan perbuatan maksiat.

B. Thaharah Hissiyah

Sementara itu, thaharah hissiyah berkaitan dengan kebersihan fisik, yang mana dibagi lagi menjadi dua jenis:

Bersuci dari Hadas

Dilakukan dengan wudu, mandi wajib, atau tayamum jika tidak memungkinkan untuk menggunakan air.

Bersuci dari Najis

Dilakukan dengan menghilangkan najis yang ada pada tubuh, pakaian, atau tempat salat menggunakan air yang suci dan menyucikan.

Berbagai Media untuk Thaharah

Pada dasarnya, media utama untuk bersuci adalah air. Namun, dalam kondisi tertentu, Islam juga memberikan kemudahan dengan memperbolehkan media lain.

Berikut adalah penjelasan selengkapnya:

1. Air

Air yang digunakan harus berupa air mutlak, yaitu air yang masih suci dan belum berubah warna, rasa, maupun baunya karena bercampur dengan benda lain.

Adapun tujuh sumber air yang telah disepakati oleh para ulama sebagai sumber air yang sah untuk bersuci adalah:

  • Air hujan.
  • Air laut.
  • Air sungai.
  • Air sumur.
  • Air telaga.
  • Air embun.
  • Air salju.

2. Debu atau Tanah

Jika tidak ada air atau penggunaan air justru membahayakan, tayamum boleh dilakukan menggunakan debu yang suci.

3. Batu

Batu dapat digunakan untuk beristinja setelah buang hajat. Namun, untuk menggunakannya, ada beberapa syarat yang perlu dipenuhi, yaitu:

  • Menggunakan minimal tiga batu.
  • Najis belum mengering.
  • Tidak menyebar.
  • Belum berpindah ke benda lain.

Sumber : https://mozaik.inilah.com/ibadah/macam-macam-taharah-dalam-islam-lengkap-dengan-pengertian-dalil-dan-medianya

Rasulullah Ingatkan Tanda Munafik dalam Salat Asar, Mengapa Banyak Muslim tak Menyadarinya?

Rasulullah Ingatkan Tanda Munafik dalam Salat Asar, Mengapa Banyak Muslim tak Menyadarinya?

Tidak banyak hadis yang memuat peringatan sekeras sabda Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam mengenai salat. Salah satunya adalah hadis tentang salat Asar yang ditunda hingga menjelang matahari terbenam.

Dalam hadis ini, Nabi bahkan mengulang tiga kali kalimat yang sama sebagai bentuk penegasan agar umat Islam benar-benar memperhatikannya.

Pengulangan tersebut menunjukkan bahwa persoalan ini bukan sekadar tentang terlambat menunaikan salat. Rasulullah sedang mengungkap penyakit hati yang dapat menggerogoti kualitas keimanan seseorang tanpa disadari.

Fenomena menunda salat hingga akhir waktu menjadi salah satu persoalan yang kerap terjadi di tengah kehidupan modern.

Kesibukan pekerjaan, aktivitas bisnis, pendidikan, hingga hiburan digital sering kali membuat salat bergeser dari prioritas utama menjadi aktivitas yang dikerjakan ketika seluruh urusan dunia dianggap selesai.

Padahal, dalam pandangan Islam, kualitas hubungan seorang hamba dengan Allah tidak hanya diukur dari apakah ia masih sempat menunaikan salat, tetapi juga dari bagaimana ia memuliakan waktu yang telah ditetapkan Allah.

Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

تِلْكَ صَلَاةُ الْمُنَافِقِ, تِلْكَ صَلَاةُ الْمُنَافِقِ, تِلْكَ صَلَاةُ الْمُنَافِقِ. يَجْلِسُ يَرْقُبُ الشَّمْسَ حَتَّى إِذَا كَانَتْ بَيْنَ قَرْنَيْ الشَّيْطَانِ. قَامَ فَنَقَرَهَا أَرْبَعًا, لَا يَذْكُرُ اللهَ فِيْهَا إِلَّا قَلِيْلًا
Artinya: “Itu adalah salatnya orang-orang munafik, itu adalah salatnya orang-orang munafik, itu adalah salatnya orang-orang munafik.

Salah seorang dari mereka duduk hingga sinar matahari telah menguning, tatkala itu ia sedang berada di antara dua tanduk setan atau pada dua tanduk setan.

Maka dia bangkit untuk salat, dia salat empat rakaat dengan sangat cepat (seperti burung mematuk makanan), dia tidak mengingat Allah padanya kecuali sangat sedikit.” (HR. Sunan Abu Dawud No. 350).

Bukan Sekadar Terlambat, tetapi Gambaran Kondisi Hati

Hadis tersebut tidak sedang menyatakan setiap orang yang pernah terlambat salat otomatis menjadi munafik. Para ulama menjelaskan Rasulullah sedang menggambarkan karakter dan kebiasaan orang munafik dalam memperlakukan salat.

Ada tiga ciri yang disebutkan secara berurutan.

Pertama, mereka sengaja menunda salat hingga waktu hampir habis.

Kedua, ketika akhirnya berdiri menunaikan salat, mereka melakukannya dengan sangat tergesa-gesa, tanpa ketenangan dan tanpa kekhusyukan.

Ketiga, mereka sangat sedikit mengingat Allah dalam salatnya sehingga ibadah hanya menjadi gerakan fisik yang kehilangan ruh.

Ketiga ciri ini menunjukkan persoalan utama bukan terletak pada gerakan salat, melainkan pada cara seseorang memandang kewajiban tersebut. Ketika salat hanya diposisikan sebagai beban yang harus segera diselesaikan, maka nilai spiritualnya perlahan menghilang.

Mengapa Rasulullah Mengulanginya Tiga Kali?

Salah satu bagian paling menarik dari hadis ini adalah pengulangan kalimat, تِلْكَ صَلَاةُ الْمُنَافِقِ “Itu adalah salatnya orang-orang munafik,” sebanyak tiga kali.

Dalam tradisi penyampaian Rasulullah, pengulangan memiliki makna yang sangat penting. Nabi biasa mengulang suatu peringatan apabila perkara tersebut memiliki dampak besar terhadap keselamatan agama seseorang.

Artinya, ancaman dalam hadis ini tidak boleh dipahami secara ringan. Rasulullah ingin agar umat Islam melakukan evaluasi terhadap kualitas salatnya, bukan sekadar memastikan bahwa kewajiban tersebut telah gugur.

Tantangan Muslim Modern

Di era digital, bentuk “menunda salat” sering kali tidak lagi disebabkan oleh kemalasan semata. Notifikasi telepon genggam, rapat kerja, media sosial, hiburan digital, hingga aktivitas ekonomi yang berlangsung tanpa jeda membuat banyak orang menempatkan salat sebagai agenda terakhir.

Ironisnya, seseorang dapat terlihat sangat disiplin terhadap jadwal pekerjaannya, tetapi justru paling longgar ketika menyangkut waktu salat.

Di sinilah hadis Rasulullah menjadi sangat relevan. Bahaya terbesar bukan sekadar kehilangan waktu salat di awal waktu, melainkan ketika hati mulai merasa bahwa urusan dunia lebih penting daripada memenuhi panggilan Allah.

Alarm Muhasabah Sebelum Terlambat

Hadis ini sejatinya merupakan alarm untuk melakukan muhasabah. Rasulullah tidak sedang menutup pintu harapan, melainkan mengingatkan umat Islam agar tidak membiarkan kebiasaan buruk berubah menjadi karakter.

Selama seorang Muslim masih berusaha memperbaiki diri, menjaga salat pada waktunya, menghadirkan kekhusyukan, serta memperbanyak zikir kepada Allah di dalam salat, maka ia sedang menjauhkan dirinya dari sifat-sifat yang diperingatkan Rasulullah.

Pada akhirnya, hadis ini mengajarkan ukuran keberhasilan seorang Muslim bukan hanya mampu menunaikan salat, tetapi juga menjadikan salat sebagai prioritas utama yang membentuk seluruh ritme kehidupannya.

Sebab, ketika salat mulai kehilangan posisi istimewanya, saat itulah hati perlu bertanya apakah yang berubah hanyalah jadwal, atau justru kualitas iman yang perlahan memudar?

Sumber : https://mozaik.inilah.com/ibadah/rasulullah-ingatkan-tanda-munafik-dalam-salat-asar-mengapa-banyak-muslim-tak-menyadarinya