Arti Qanaah: Pengertian, Contoh, Lawan Sifat, dan Manfaatnya

Arti Qanaah: Pengertian, Contoh, Lawan Sifat, dan Manfaatnya

Setiap muslim harus memiliki akhlak mulia. Berbagai ayat Alquran pun berisi perintah untuk berbuat baik dan mengerjakan kebaikan.

Salah satunya surah Al-A’raf ayat 199:

خُذِ الْعَفْوَ وَأْمُرْ بِالْعُرْفِ وَأَعْرِضْ عَنِ الْجَاهِلِينَ

khuzil ‘afwa waamur bil’urfi waa’rid ‘anil jaahileen

Artinya: “Jadilah pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang makruf, serta jangan pedulikan orang-orang yang bodoh.”

Salah satu akhlak terpuji yang harus dimiliki umat muslim adalah qanaah. Lantas, apa arti qanaah beserta dampak positifnya?

Mengenal Arti Qanaah dan Contohnya

Qanaah memiliki arti merasa cukup dan rela dengan apa pun yang diberikan Allah SWT, baik dalam hal rezeki maupun ketetapan-Nya.

Seorang muslim yang memiliki sifat qanaah tidak akan  tamak atau rakus dan tidak iri terhadap nikmat orang lain karena ia selalu bersyukur atas pemberian Allah SWT.

Dengan rasa syukur juga, Allah SWT akan menambah nikmat hamba-Nya, sebagaimana dijelaskan dalam surah Ibrahim ayat 7:

وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِن شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِن كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ

Wa iz ta azzana Rabbukum la’in shakartum la azeedannakum wa la’in kafartum inn’azaabee lashadeed

Artinya: “Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat.”

Contoh Qanaah dalam Kehidupan Sehari-hari

Di bawah ini adalah contoh sifat qanaah yang bisa diamalkan dalam kehidupan sehari-hari:

  • Tetap bersyukur dengan gaji yang diterima sambil tetap bekerja keras dan berusaha meningkatkan kemampuan, serta tanpa iri dengan pendapatan orang lain yang lebih besar.
  • Bersyukur dengan apa yang dimiliki dan tidak berutang dengan memenuhi gaya hidup di luar kemampuan.
  • Memakai baju, mobil, motor, hingga telepon genggam yang masih layak pakai.
  • Tidak ikut-ikutan tren hanya demi gengsi.
  • Tidak membandingkan pencapaian diri sendiri dengan orang lain.
  • Ikut merasa senang saat kerabat dekat atau saudara mendapat nikmat yang lebih baik tanpa merasa iri dan dengki.
  • Menerima kondisi dengan lapang dada sambil terus berusaha untuk memperbaiki keadaan.

Apa Lawan Sifat Qanaah?

Lawan sifat qanaah adalah tamak atau rakus, yakni serakah dan tidak pernah puas atas segala nikmat dan rezeki yang diberikan Allah SWT.

Sifat ini bisa menimbulkan rasa iri dan dengki pada nikmat yang dimiliki orang lain, padahal Allah SWT sudah melarang dengan tegas dalam surah An-Nisa ayat 32:

“Dan janganlah kamu iri hati terhadap karunia yang telah dilebihkan Allah kepada sebagian kamu atas sebagian yang lain…”

Karena selalu merasa kurang, seseorang dengan sifat tamak juga memiliki ambisi untuk menimbun harta tanpa memikirkan halal dan haramnya.

Dalam Alquran surah Al-Baqarah ayat 168, juga sudah ditegaskan bahwa setiap muslim wajib mengonsumsi sesuatu dari rezeki yang halal.

“Wahai manusia! Makanlah dari (makanan) yang halal dan baik yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan. Sungguh, setan itu musuh yang nyata bagimu.”

Manfaat Sifat Qanaah

Berikut ini adalah manfaat sifat qanaah yang harus dipahami semua muslim:

1. Ibarat Menggenggam Dunia dan Seisinya

Sifat qanaah membuat orang merasa sangat cukup, yang diibaratkan seperti mendapat dunia dan seisinya.

Dari Ubaidillah bin Mihshan Al-Anshary radhiyallahu anhu, Nabi Muhammad SAW bersabda:

“Barangsiapa di antara kalian mendapatkan rasa aman di rumahnya (pada diri, keluarga dan masyarakatnya), diberikan kesehatan badan, dan memiliki makanan pokok pada hari itu di rumahnya, maka seakan-akan dunia telah terkumpul pada dirinya.” (HR Tirmidzi, Ibnu Majah)

2. Menjadi Orang Beruntung

Manfaat sifat qanaah lainnya adalah menjadikan seseorang beruntung, sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW berikut:

“Sungguh sangat beruntung orang yang telah masuk Islam, diberikan rezeki yang cukup dan Allah mengaruniakannya sifat qanaah (merasa puas) dengan apa yang diberikan kepadanya.” (HR Muslim)

3. Mudah Bersyukur

Seseorang dengan sifat qanaah berarti selalu bersyukur kepada Allah SWT. Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, Rasulullah SAW bersabda:

“Pandanglah orang yang berada di bawahmu (dalam masalah harta dan dunia) dan janganlah engkau pandang orang yang berada di atasmu (dalam masalah ini). Dengan demikian, hal itu akan membuatmu tidak meremehkan nikmat Allah kepadamu.” (HR Muslim)

4. Terhindar dari Hasad (Iri Dengki)

Allah SWT sudah menjamin rezeki setiap makhluk-Nya. Oleh karena itu, sebenarnya tidak ada alasan bagi kita merasa iri dengan nikmat orang lain.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, Nabi Muhammad SAW bersabda:

“Umatku akan ditimpa penyakit berbagai umat.” Para sahabat berkata, “Wahai Rasulullah, apa saja penyakit umat-umat (terdahulu)?” Rasulullah berkata, “Kufur nikmat, menyalahgunakan nikmat, saling berlomba memperbanyak dunia, saling berbuat najsy (mengelabui dalam penawaran), saling memusuhi, dan saling hasad-menghasadi hingga timbulnya sikap melampaui batas (kezaliman).” (HR Al-Hakim, Ath-Thabrani)

5. Terlindungi dari Utang

Ketika seseorang selalu merasa cukup dan bersyukur, ia sudah membentengi dirinya dari potensi berutang.

Islam memandang utang sebagai suatu persoalan yang serius. Bahkan, mati syahid pun tidak menghapus dosa yang berkaitan dengan hak sesama manusia seperti utang.

Dalam sebuah hadis, dijelaskan bahwa siapa pun yang berutang dan tidak berniat melunasinya, akan dibangkitkan sebagai pencuri pada hari kiamat.

“Siapa saja yang berutang lalu berniat tidak mau melunasinya, maka dia akan bertemu Allah (pada hari kiamat) dalam status sebagai pencuri).” (HR Ibnu Majah dan Al-Baihaqi)

Oleh karena itu, Nabi Muhammad SAW selalu berdoa agar diberikan rasa cukup. Berikut doa Nabi Muhammad SAW:

“Ya Allah, aku meminta kepada-Mu petunjuk (dalam ilmu dan amal), ketakwaan, sifat ‘afaf (menjaga diri dari hal yang haram), dan sifat ghina’ (hati yang selalu merasa cukup atau qanaah).” (HR Muslim)

Sumber : https://mozaik.inilah.com/dakwah/arti-qanaah-pengertian-contoh-lawan-sifat-dan-manfaatnya