KOMPAS.com – Terbangun berkali-kali pada malam hari untuk buang air kecil, aliran urine melemah, hingga merasa buang air kecil tidak tuntas kerap dianggap sepele oleh pria. Padahal, keluhan tersebut dapat menjadi tanda pembesaran prostat jinak atau benign prostatic hyperplasia (BPH).
Meskipun bukan kanker, BPH dapat mengganggu kualitas hidup apabila tidak ditangani dengan tepat.
Dokter Spesialis Urologi Mayapada Hospital Kuningan Johannes Aritonang menjelaskan, BPH merupakan kondisi yang umum terjadi seiring bertambahnya usia.
Ketika prostat membesar, kelenjar tersebut dapat menekan saluran kemih sehingga menghambat aliran urine.
“Pasien umumnya datang dengan keluhan sering buang air kecil, terutama pada malam hari, aliran urine melemah, harus mengejan saat berkemih, atau merasa masih ada sisa urine setelah selesai berkemih,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin (27/7/2026).
Menurut Johannes, keluhan tersebut kerap diabaikan karena dianggap sebagai bagian dari proses penuaan. Padahal, gangguan berkemih yang terus berulang perlu diperiksakan agar penyebabnya dapat diketahui dan ditangani sesuai kondisi pasien.
Selain mengganggu kenyamanan, sering buang air kecil pada malam hari juga dapat mengurangi kualitas tidur.
Kondisi tersebut pada akhirnya dapat membuat tubuh terasa kurang bugar dan mengganggu produktivitas pada siang hari.
Terapi uap air untuk BPH
Bagi pasien yang membutuhkan penanganan pembesaran prostat, tersedia pilihan terapi minimal invasif, salah satunya Rezum Water Vapor Therapy.
Prosedur tersebut memanfaatkan energi panas dari uap air untuk membantu mengurangi jaringan prostat yang menyebabkan sumbatan pada saluran kemih.
Tindakan dilakukan melalui saluran kemih dengan memasukkan uap air secara terukur ke jaringan prostat yang mengalami pembesaran.
Jaringan yang telah diterapi kemudian akan diproses dan diserap tubuh secara bertahap sehingga sumbatan pada saluran kemih dapat berkurang.
Salah satu pertimbangan dalam memilih terapi tersebut adalah pendekatannya yang dapat membantu mempertahankan fungsi seksual pria, termasuk fungsi ejakulasi.
Johannes mengatakan, rezum bekerja dengan menargetkan jaringan prostat yang menyebabkan sumbatan pada saluran kemih.
“Oleh karena itu, terapi ini dapat menjadi salah satu pilihan bagi pasien tertentu dengan pembesaran prostat jinak, dengan pemilihan tindakan yang disesuaikan berdasarkan kondisi dan hasil pemeriksaan masing-masing pasien,” jelasnya.
Tersedia di Tahir Uro-Nephrology Center
Rezum Water Vapor Therapy kini tersedia di Tahir Uro-Nephrology Center Mayapada Hospital Kuningan (MHKN).
Melalui pemeriksaan, dokter dapat menentukan penyebab gangguan berkemih sekaligus memilih penanganan yang sesuai dengan kondisi pasien.
Tahir Uro-Nephrology Center menyediakan layanan untuk berbagai gangguan ginjal dan saluran kemih, mulai dari deteksi dini dan diagnosis hingga penanganan noninvasif serta minimal invasif.
Layanan tersebut didukung kolaborasi tim dokter multidisiplin serta fasilitas diagnostik dan terapi untuk menangani berbagai gangguan ginjal dan saluran kemih, termasuk BPH.
Di MHKN, Rezum Water Vapor Therapy tersedia sebagai salah satu pilihan terapi minimal invasif untuk BPH.
Waktu tindakan disebut sekitar 10–15 menit, sedangkan kelayakan terapi ditentukan berdasarkan hasil evaluasi dokter spesialis urologi dan kondisi masing-masing pasien.
Untuk pasien internasional, MHKN juga menyediakan layanan International Care Concierge yang membantu kebutuhan pasien ekspatriat maupun pasien dari luar negeri.
Layanan itu mencakup koordinasi janji temu, pendampingan selama perawatan, hingga dukungan komunikasi selama menjalani pengobatan.
Informasi lebih lanjut dapat diperoleh melalui Call Center 150770, WhatsApp 0817-17-150770, Emergency 150990, atau aplikasi MyCare.
Selain itu, Anda juga dapat memantau kebugaran tubuh melalui fitur Personal Health untuk menghitung detak jantung, langkah kaki, kalori terbakar, hingga body mass index (BMI).




