12 Cara Mengatasi Anak Takut Gelap saat Tidur, Hindari Kesalahan Ini

12 Cara Mengatasi Anak Takut Gelap saat Tidur, Hindari Kesalahan Ini

Liputan6.com, Jakarta – Waktu tidur di malam hari bisa menjadi momen yang menegangkan bagi anak takut gelap. Tidak sedikit anak yang membangunkan orang tuanya agar bisa tidur bersama. Kondisi ini tidak hanya mengganggu kualitas tidur anak tapi juga membuat waktu istirahat orang tua ikut terganggu.

Jika Anda sedang mencari cara mengatasi anak yang takut gelap, tidak perlu khawatir. Kondisi ini merupakan bagian normal dari proses tumbuh kembang anak.

Menurut psikolog klinis anak dan remaja di Children’s Hospital Colorado, Benjamin Mullin, PhD, anak yang takut gelap saat tidur merupakan kondisi yang umum terjadi. Rasa takut ini biasanya muncul menjelang waktu tidur dan dapat berlangsung hingga anak berumur sekitar 12 tahun.

“Ketika Anda menunjukkan kepercayaan pada kemampuan anak untuk mengatasi rasa takut, mereka pun akan mulai mempercayainya,” kata Benjamin.

Penyebab Anak Takut Gelap

Anak takut gelap, atau yang dikenal sebagai nyctophobia, merupakan salah satu ketakutan yang paling sering dialami anak. Benjamin, menjelaskan, ada beberapa penyebab anak takut gelap, yaitu:

  • Anak banyak menyerap informasi dari lingkungan sekitarnya.
  • Tayangan televisi, film, internet, maupun berita sering menampilkan kejadian menyeramkan di tempat gelap.
  • Imajinasi anak membuat rasa takut menjadi semakin besar.
  • Anak dapat meniru ketakutan orang lain terhadap gelap.
  • Rasa takut dapat semakin kuat ketika anak sedang mengalami stres, misalnya setelah pindah rumah atau mulai bersekolah di tempat baru.

“Ketika Anda bertanya kepada anak-anak apa yang menakutkan tentang kegelapan, mereka sering menunjuk pada hal-hal yang mereka lihat di TV, internet, atau bahkan berita,” ujar Benjamin.

Dia menambahkan bahwa berbagai adegan menyeramkan tersebut sering melekat dalam ingatan anak dan muncul kembali saat menjelang tidur.

Cara Mengatasi Anak yang Takut Gelap

Jika anak takut gelap, orang tua tidak perlu langsung membiarkannya tidur bersama. Ada beberapa cara mengatasi anak yang takut gelap yang disarankan.

1. Gunakan Imajinasi untuk Mengurangi Rasa Takut

Salah satu cara mengatasi anak yang takut gelap adalah memanfaatkan imajinasi sebagai alat untuk membangun keberanian.

Benjamin menjelaskan bahwa imajinasi tidak hanya dapat memperbesar rasa takut, tetapi juga membantu anak merasa lebih percaya diri dan mampu mengendalikan ketakutannya.

Beberapa cara yang dapat dilakukan, antara lain:

Membuat surat atau kontrak ‘anti-monster’

Ajak anak membuat aturan lucu untuk monster imajinernya, misalnya monster hanya boleh datang pada hari tertentu dan harus diam di bawah tempat tidur.

Membuat suasana gelap menjadi menyenangkan

Perkenalkan aktivitas atau buku yang membantu anak mengasosiasikan kegelapan dengan pengalaman positif.

Melatih paparan secara bertahap

Ajak anak berada di ruangan gelap selama sekitar 30 detik pada siang hari, lalu beri pujian atas keberaniannya. Cara ini membantu membangun rasa percaya diri sedikit demi sedikit.

2. Validasi Perasaan Anak

Cara mengatasi anak yang takut gelap berikutnya adalah mengakui perasaan anak tanpa menghakimi.

Saat anak mengatakan dirinya takut, jangan langsung menyangkal atau menganggap remeh ketakutannya. Sebaliknya, tunjukkan bahwa Anda memahami perasaannya sekaligus yakin ia mampu mengatasinya.

3. Jangan Langsung Mengajak Anak Tidur Bersama

Meski terasa lebih mudah, membiarkan anak takut gelap tidur bersama orang tua setiap kali merasa takut justru dapat memperkuat rasa takut tersebut dalam jangka panjang.

Jika anak terbangun di malam hari, dampingi dengan tenang, yakinkan bahwa dia aman, lalu arahkan kembali ke tempat tidurnya.

Menurut Benjamin Mullin, sikap orang tua yang tenang dan penuh keyakinan akan membantu anak percaya bahwa ia mampu mengatasi ketakutannya sendiri.

Tips Lain Mengatasi Anak Takut Gelap

Selain langkah di atas, cara mengatasi anak yang takut gelap menurut Cincinnati Children’s meliputi:

1. Pahami Penyebab Ketakutan Anak

Berikan kesempatan kepada anak untuk menceritakan apa yang membuatnya takut sebelum tidur. Namun, jangan memaksanya jika belum siap.

Perlu diingat bahwa anak yang lebih kecil sering kali belum mampu membedakan antara kenyataan dan khayalan. Oleh sebab itu, jangan pernah mengabaikan atau menertawakan ketakutannya.

2. Jangan Memperkuat Ketakutan

Setelah mengetahui penyebabnya, hindari tindakan yang justru membuat anak semakin yakin bahwa ketakutannya nyata.

Misalnya, jika anak takut monster, jangan berpura-pura mengusir monster menggunakan semprotan atau sapu. Meski bertujuan menghibur, tindakan tersebut dapat membuat anak berpikir bahwa monster benar-benar ada.

3. Berikan Benda yang Membuat Anak Merasa Aman

Boneka, selimut favorit, atau mainan kesayangan dapat membantu anak merasa lebih rileks dan nyaman saat tidur.

4. Gunakan Lampu Tidur Bila Diperlukan

Lampu tidur dengan cahaya redup dapat memberikan rasa aman selama tidak mengganggu kualitas tidur anak. Membiarkan pintu kamar sedikit terbuka juga bisa membantu mengurangi kecemasan saat berpisah dari orang tua.

5. Batasi Tontonan yang Menyeramkan

Hindari film, video, acara televisi, atau buku cerita yang mengandung unsur horor karena dapat memperparah anak takut gelap, terutama menjelang waktu tidur.

6. Bangun Rasa Percaya Diri Anak di Siang Hari

Pengalaman positif dan keberhasilan anak saat beraktivitas di siang hari dapat meningkatkan rasa percaya dirinya sehingga ia merasa lebih aman ketika malam tiba.

7. Yakinkan Anak Tanpa Membiarkannya Keluar Kamar

Jika anak menangis setelah ditidurkan, datangi dan yakinkan bahwa dia aman. Usahakan anak tetap berada di tempat tidurnya agar ia belajar bahwa kamarnya adalah tempat yang aman.

8. Dampingi Bila Anak Sangat Ketakutan

Jika anak benar-benar tidak sanggup tidur sendiri, orang tua boleh sesekali menemani di samping tempat tidur hingga ia tertidur. Namun, jangan menjadikannya kebiasaan karena anak bisa bergantung pada kehadiran orang tua.

Bila perlu, beri tahu anak bahwa Anda akan memeriksanya secara berkala, misalnya setelah 5 menit, kemudian 10, 15, hingga 20 menit.

9. Jika Anak Terbangun di Malam Hari

Saat anak terbangun karena takut, yakinkan secara singkat bahwa dia aman, lalu antar kembali ke tempat tidurnya. Hindari membiarkannya tidur di kamar orang tua agar ia tetap belajar bahwa kamarnya merupakan tempat yang aman dan nyaman.

Sumber : https://kesehatan.liputan6.com/psikologi/read/8255267/12-cara-mengatasi-anak-takut-gelap-saat-tidur-hindari-kesalahan-ini