Dua lulusan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Tapanuli Tengah (Tapteng) menorehkan prestasi yang menjadi penanda baru bagi pendidikan madrasah di Indonesia.
Sri Mupliha Purba dan Nur Khafipa Lubis diterima di Shaanxi Polytechnic Institute, China melalui Program Studi Power Battery Technology dengan beasiswa penuh.
Keduanya menjadi alumni pertama MAN 1 Tapanuli Tengah yang berhasil menembus perguruan tinggi di China melalui skema tersebut.
Pencapaian itu bukan sekadar kabar menggembirakan bagi sebuah sekolah. Di tengah meningkatnya kebutuhan tenaga kerja pada industri kendaraan listrik dan teknologi energi terbarukan dunia, keberhasilan dua lulusan madrasah memasuki program Power Battery Technology menunjukkan pendidikan Islam mulai mengambil posisi strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia untuk sektor industri masa depan.
Selama ini, madrasah kerap dipersepsikan hanya unggul dalam pendidikan keagamaan. Namun keberhasilan ini memperlihatkan wajah lain pendidikan madrasah yang mampu menggabungkan penguatan karakter, kompetensi akademik, dan kesiapan menghadapi persaingan global.
Hal tersebut menjadi sinyal bahwa lulusan madrasah memiliki peluang yang sama untuk memasuki bidang-bidang teknologi yang kini menjadi perhatian banyak negara.
Awal Kesempatan
Nur Khafipa menjelaskan bahwa peluang tersebut bermula ketika guru MAN 1 Tapanuli Tengah, Ardi Wandana, menyampaikan informasi mengenai program beasiswa ke China.
Informasi itu kemudian ditindaklanjuti dengan persiapan dokumen dan mengikuti seluruh tahapan seleksi, mulai dari pendaftaran, seleksi administrasi hingga wawancara.
Bekal Nur Khafipa tidak hanya berasal dari prestasi akademik. Ia merupakan hafidzah delapan juz Al-Qur’an sekaligus Juara I Olimpiade Bahasa Arab tingkat Kabupaten pada 2025.
Kombinasi kemampuan akademik, disiplin, serta pendidikan karakter menjadi modal penting dalam menghadapi seleksi internasional.
“Alhamdulillah, berkat doa kedua orang tua, dukungan guru-guru, serta usaha yang konsisten, saya dinyatakan lolos dan memperoleh beasiswa untuk melanjutkan studi di China,” ungkap Nur Khafipa, di Tapanuli Tengah, dilansir dari Kemenag, Sabtu (11/7/2026).
Ia berharap pengalaman tersebut dapat menjadi inspirasi bagi adik-adik kelas untuk terus berprestasi, berani mencoba berbagai peluang, dan tidak mudah menyerah dalam mengejar cita-cita.
Industri Masa Depan
Pilihan Program Studi Power Battery Technology memiliki nilai strategis yang jarang menjadi perhatian publik. Bidang ini berkaitan langsung dengan pengembangan teknologi baterai untuk kendaraan listrik dan sistem penyimpanan energi, dua sektor yang diproyeksikan menjadi tulang punggung transformasi industri global dalam beberapa dekade mendatang.
Dengan demikian, keberangkatan kedua alumni madrasah tersebut tidak hanya membuka akses pendidikan internasional, tetapi juga memperbesar peluang lahirnya tenaga profesional Indonesia yang memiliki kompetensi pada sektor teknologi energi baru.
Program pendidikan yang mereka ikuti juga memberikan berbagai fasilitas berupa beasiswa penuh yang mencakup biaya kuliah dan asrama, bantuan uang buku, serta kesempatan memasuki dunia kerja setelah lulus sesuai bidang keahlian yang dipelajari.
Hal sama disampaikan Sri Mupliha. Dia sangat bersyukur atas beasiswa yang diraih.
“Alhamdulillah, berkat doa kedua orang tua, dukungan guru-guru, serta usaha yang konsisten, saya dinyatakan lolos dan memperoleh beasiswa untuk melanjutkan studi di China,” ungkapnya.
Ia juga berharap pengalaman yang didapat menjadi motivasi bagi adik kelas untuk tidak ragu memanfaatkan setiap peluang pendidikan yang tersedia serta terus berusaha meraih cita-cita.
Daya Saing Madrasah
Kepala MAN 1 Tapanuli Tengah, Elmaryanti Marbun, mengatakan keberhasilan kedua alumninya merupakan buah dari kerja keras, ketekunan, doa, serta dukungan orang tua, guru, dan seluruh keluarga besar madrasah.
Menurutnya, capaian tersebut sekaligus membuktikan bahwa madrasah mampu mencetak lulusan yang siap bersaing pada level internasional tanpa meninggalkan fondasi karakter dan nilai-nilai keislaman.
Keberhasilan Sri Mupliha Purba dan Nur Khafipa Lubis juga memperkuat komitmen MAN 1 Tapanuli Tengah dalam meningkatkan mutu pendidikan serta menghasilkan lulusan yang unggul, berkarakter, dan memiliki daya saing global.
Keberhasilan dua alumni tersebut memberikan pesan penting bagi dunia pendidikan Islam. Persaingan global kini tidak lagi hanya ditentukan oleh kemampuan akademik, tetapi juga kesiapan karakter, kemampuan beradaptasi, penguasaan bahasa asing, serta keberanian memanfaatkan peluang internasional.
Elmaryanti berharap keberhasilan ini menjadi pemantik semangat bagi seluruh peserta didik untuk terus meningkatkan kualitas diri dan memperluas wawasan.
“Madrasah terus mendorong peserta didik untuk mengembangkan potensi akademik maupun nonakademik agar mampu meraih berbagai peluang pendidikan, baik di dalam maupun di luar negeri,” pungkasnya.




