MUI Siapkan Naskah Akademik RUU Pidana LGBT, Dorong Masuk Prolegnas untuk Jerat Pelaku

MUI Siapkan Naskah Akademik RUU Pidana LGBT, Dorong Masuk Prolegnas untuk Jerat Pelaku

Jakarta, MUI Digital— Majelis Ulama Indonesia (MUI) tengah menyusun Naskah Akademik dan Rancangan Undang-Undang (RUU) Pidana Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT) untuk didorong masuk ke dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) di DPR RI.

Wakil Ketua Umum MUI, KH M Cholil Nafis, menegaskan langkah hukum ini diambil karena imbauan moral dinilai sudah tidak lagi efektif membendung fenomena penyimpangan seksual yang kian berani ditunjukkan di ruang publik.

Pihaknya tetap nyatakan lawan dan perang terhadap perilaku dan yang mengampanyekan LGBT.

“Demi cinta kami kepada kemanusiaan yang hakiki, kami ajak mereka kembali pada fitrahnya. Kami siapkan naskah akademik dan RUU pidananya, tinggal DPR membahas dan menetapkannya,” kata ulama yang akrab disapa Kiai Cholil ini kepada MUI Digital, melalui sambungan telepon di Jakarta, Ahad (28/6/2026).

Kiai Cholil menyoroti pergeseran perilaku kelompok LGBT saat ini. Jika dahulu pelaku penyimpangan seksual cenderung bersembunyi karena malu, saat ini mereka justru terkesan bangga bahkan berani menggelar acara atau pesta sesama jenis secara terang-terangan. Ironisnya, masyarakat yang menegur justru sering kali dicap tidak toleran.

“Ini kan sudah salah kaprah,” kata Pengasuh Pondok Pesantren Cendekia Amanah, Depok, Jawa Barat ini.

Oleh karena itu, kata dia, tidak cukup dengan imbauan. Harus sudah dilakukan dengan cara perundang-undangan yang mengikat, yang bisa ditindak tegas.

MUI menekankan bahwa undang-undang ini nantinya tidak akan menghukum ‘orientasi seksual’ seseorang yang masih berada di dalam pikiran, melainkan berfokus pada tindakan penyelewengan (pelaku) dan aktivitas mengampanyekannya.

“Kalau orientasi, kita tidak mengatakan kejahatan karena orientasi kan baru pikiran. Jadi yang kita sebut (pidana) adalah pelaku,” tutur dia.

Dia menjelaskan mengapa pelaku LBGT harus dipidana? Pertama, karena dia melakukan tidak pada tempatnya dan mengampanyekan. Kedua, supaya membuat orang sadar bahwa perilaku penyimpangan tersebut tidak normal lantas menjauhinya sebab ada ada hukuman.

Kiai Cholil mengungkapkan, MUI sudah lama memiliki pandangan hukum keagamaan yang tegas terkait hal ini, yakni melalui Fatwa MUI Nomor 57 Tahun 2014 tentang Lesbian, Gay, Sodomi, dan Pencabulan. Dalam fatwa tersebut, hubungan seksual sesama jenis dinyatakan haram dan dikategorikan sebagai bentuk kejahatan (jarimah).

Ketua Badan Pengurus Dewan Syariah Nasional (DSN) MUI ini mengungkapkan tiga alasan utama mengapa aktivitas LGBT sangat dilarang.

Pertama, melukai harkat dan martabat kemanusiaan. Kedua, menghentikan proses keturunan manusia. Ketiga, menjadi faktor utama penyebaran penyakit mematikan yang belum ada obatnya, seperti HIV dan AIDS.

Dalam draf hukum yang sedang digodok, sanksi bagi pelaku dapat berupa hukuman pidana hingga ta’zir (hukuman yang jenis dan kadarnya ditentukan oleh hakim untuk memberikan efek jera), misalnya bagi mereka yang baru sebatas bermesraan atau berpacaran sesama jenis.

Menjawab keraguan mengenai efektivitas undang-undang dalam memberantas penyakit sosial, Kiai Cholil menganalogikan aturan ini seperti hukum pidana pada kasus korupsi, narkoba, atau perzinaan.

Meskipun hukum tidak bisa menghapus kejahatan hingga 100 persen, keberadaan undang-undang sangat krusial untuk mencegah terjadinya normalisasi terhadap hal yang salah.

“Kalau tidak dihukum sama sekali, kan berarti menjadi normal. Jadi kita jangan menormalisasi. Hukuman itu membuat orang mengerti kalau ini tidak normal, bahwa ini salah,” tegas Kiai Cholil.

CEO MCNid.net ini menjelaskan bahwa prinsip hukum yang dipegang MUI adalah al-mawani’ wa al-zajir, yaitu bersifat preventif (pencegahan) dan memberikan efek jera.

Ulama kelahiran Madura ini menambahkan, melalui undang-undang ini, masyarakat yang memiliki orientasi menyimpang diharapkan mengurungkan niatnya untuk bertindak karena takut akan sanksi hukum, sekaligus meluruskan kembali tatanan sosial masyarakat sesuai dengan fitrah kemanusiaan.

“Saat ini, MUI terus merampungkan draf naskah tersebut sebelum resmi diserahkan ke DPR RI,” kata dia.

Sumber ; https://mui.or.id/baca/berita/mui-siapkan-naskah-akademik-ruu-pidana-lgbt-dorong-masuk-prolegnas-untuk-jerat-pelaku

Dari Nota Sampai Laporan Keuangan, Emang Bisa 1 Hari?

Dari Nota Sampai Laporan Keuangan, Emang Bisa 1 Hari?

Tumpukan nota di meja udah setinggi tower Jenga. Bulan udah mau tutup. Kamu panik: “Ini kalau dicatatin semua bisa seminggu sendiri!”

Tenang. Pertanyaannya bukan “bisa atau nggak”. Tapi “gimana caranya?”

Jawabannya: Bisa. Asal tau alurnya.

Dari nota berantakan sampai Laporan Keuangan rapi, cuma butuh 7 langkah ini. Kalau kamu fokus & datanya siap, 1 hari kelar.

Masalah Utama UMKM: Kenapa Pembukuan Berasa 1 Abad?

Bukan karena akuntansi susah. Tapi karena 3 ini:

  1. Nunggu akhir bulan baru nyatet. Notanya udah buram, lupa transaksi apa.
  2. Nggak tau urutannya. Loncat-loncat: bikin neraca dulu, eh jurnal belum beres.
  3. Nggak ada template. Bikin format Excel dari nol tiap bulan. Capek duluan.

Solusinya: Pake Siklus Akuntansi. Ini “jalan tol” dari nota ke laporan. Ikutin urutannya, nggak nyasar.

7 Langkah Tol: Dari Nota Jadi Laporan dalam 1 Hari

Anggap ini checklist kamu. Centang satu-satu. Mulai jam 8 pagi, target kelar jam 5 sore.

Langkah 1: Jurnal Umum – Catet Semua Transaksi (Jam 08.00-10.00)

Tugas: Kumpulin semua nota, invoice, bukti transfer. Catet ke Jurnal Umum pake prinsip Debit-Kredit.

Contoh: Jual barang cash Rp500rb → Debit Kas Rp500rb, Kredit Penjualan Rp500rb.

Kunci 1 Hari: Pake aplikasi scan nota atau Excel template. Jangan nulis tangan. Blog: “Jurnal Umum: Catatan Harian Keuangan Biar Nggak Lupa”

Langkah 2: Buku Besar – Kelompokin per Akun (Jam 10.00-11.00)

Tugas: Pindahin semua catatan dari Jurnal Umum ke “kotak” masing-masing. Kotak Kas, Kotak Penjualan, Kotak Gaji, dst.

Hasil: Kamu tau total saldo Kas, total Penjualan, total Utang bulan ini.

Kunci 1 Hari: Kalau pake software/aplikasi, ini otomatis. Kalau Excel, pake rumus SUMIF. Blog: “Buku Besar: Dompet Digital Bisnis Kamu”

Langkah 3: Neraca Saldo – Cek Saldo Bener Apa Nggak (Jam 11.00-11.30)

Tugas: Jumlahin semua saldo Debit vs saldo Kredit dari Buku Besar. Harus sama.

Kalau nggak sama? Berarti ada salah catat di Langkah 1 atau 2. Benerin dulu sebelum lanjut.

Kunci 1 Hari: Ini checkpoint. 30 menit ngecek di sini ngirit 3 jam bingung di belakang. Blog: “Neraca Saldo: Checklist Keuangan Sebelum Lanjut”

Langkah 4: Jurnal Penyesuaian – Rapiin yang Nggantung (Jam 11.30-13.00)

Tugas: Catet beban/pendapatan yang belum tercatat.

  • Gaji karyawan akhir bulan belum dibayar → Utang Gaji
  • Sewa dibayar dimuka → bagi jadi Beban Sewa bulan ini
  • Laptop disusutin → Beban Penyusutan

Kunci 1 Hari: Bikin list penyesuaian rutin. Tiap bulan sama: Gaji, Sewa, Penyusutan, Piutang Tak Tertagih. Tinggal ganti angka. Blog: “Jurnal Penyesuaian: Rapiin Catatan Biar Laba Nggak Palsu”

Langkah 5: Laporan Laba Rugi – Jawab “Untung Apa Rugi?” (Jam 13.00-14.00)

Tugas: Ambil dari Neraca Saldo Disesuaikan. Jumlahin semua Pendapatan, kurangi semua Beban.

Hasil: Laba/Rugi Bersih. Ini “rapor” performa kamu sebulan.

Kunci 1 Hari: Cuma 1 rumus: Pendapatan – Beban. Selesai 1 jam. Blog: “Laporan Laba Rugi: Rapor Bulanan Bisnis Kamu”

Langkah 6: Neraca – Foto Kekayaan Akhir Bulan (Jam 14.00-15.30)

Tugas: Susun HARTA = UTANG + MODAL.

Harta: Kas, Piutang, Stok, Peralatan. Utang: Utang Usaha, Utang Gaji. Modal: Modal Setor + Laba Ditahan.

Kunci 1 Hari: Total Harta harus = Total Utang + Modal. Kalau nggak seimbang, cek lagi Langkah 4. Blog: “Neraca Adalah Foto Kekayaan Usaha Kamu di Akhir Bulan”

Langkah 7: Laporan Arus Kas – Lacak Duit Beneran (Jam 15.30-17.00)

Tugas: Lacak duit masuk-keluar. Pisahin jadi 3 aliran: Operasi, Investasi, Pendanaan.

Hasil: Tau kenapa laba ada tapi kas kosong. Duitnya lari ke stok, piutang, atau bayar utang.

Kunci 1 Hari: Fokus ke Arus Kas Operasi. Harus positif. Kalau negatif, ada yang salah sama model bisnis. Blog: “3 Aliran Duit di Arus Kas yang Wajib Kamu Pantau Tiap Bulan”

Jadi, Emang Bisa 1 Hari? SYARATNYA 3 INI:

Syarat Kalau Nggak Ada Solusi
1. Nota Udah Komplit 1 hari habis buat nyari-nyari bon hilang Biasain foto nota langsung pas transaksi. Pake folder Google Drive per tanggal
2. Pake Template/Software 1 hari habis bikin format Excel dari nol Download template gratis atau pake aplikasi. Langkah 2-7 bisa otomatis
3. Nggak Ditunda Sebulan Transaksi 200 biji numpuk. Otak nge-lag Kerjain mingguan. 30 menit tiap Jumat. Akhir bulan tinggal 1-2 jam

Kesimpulan: Bisa 1 hari kalau kamu nyicil kerjaannya. Kalau ngerjain 30 hari sekaligus dalam 1 hari? Ya tepar.

3 Aliran Duit di Arus Kas yang Wajib Kamu Pantau Tiap Bulan

3 Aliran Duit di Arus Kas yang Wajib Kamu Pantau Tiap Bulan

Kediri – Laporan Laba Rugi bilang kamu untung Rp10 juta. Tapi kok pas cek rekening cuma ada Rp2 juta?

Selamat datang di realita bisnis. Laba itu pendapat. Kas itu kenyataan.

Yang ngasih tau kenyataan itu namanya Laporan Arus Kas. Isinya cuma 3 aliran duit. Kalau kamu paham 3 ini, bisnis kamu susah boncos.

1. Kenapa Laba Beda Sama Kas? Ini Biang Keroknya

Inget prinsip akrual dari blog Jurnal Penyesuaian?

Laba Rugi Catat Arus Kas Catat
Jualan kredit Rp5jt → langsung jadi pendapatan Baru dicatat pas duitnya masuk rekening
Beli stok Rp3jt → belum jadi beban kalau stok belum kejual Langsung dicatat pas duitnya keluar bayar supplier
Penyusutan laptop Rp166rb → jadi beban Nggak dicatat. Kan nggak keluar duit

Jadi wajar: Untung gede tapi kas kering. Duitnya nyangkut di piutang, stok numpuk, atau kepake bayar utang. Laporan Arus Kas yang bongkar semua.

2. Bedah 3 Aliran Duit yang Masuk-Keluar Rekening

Bayangin rekening bisnis kamu punya 3 pipa. Setiap pipa punya nama:

Aliran 1: ARUS KAS OPERASI – Jantung Bisnis Kamu

Isinya: Duit murni dari kegiatan utama jualan.

Duit Masuk dari:

  • Pelanggan bayar cash
  • Pelanggan lunasin piutang

Duit Keluar buat:

  • Bayar gaji karyawan
  • Bayar ke supplier
  • Bayar listrik, internet, sewa
  • Bayar pajak

Kunci: Aliran ini WAJIB POSITIF tiap bulan. Kalau negatif terus, artinya bisnis kamu nggak hasilin duit dari jualan. Bahaya. Itu namanya “gali lubang tutup lubang”.

Aliran 2: ARUS KAS INVESTASI – Duit Buat Masa Depan

Isinya: Duit buat beli/jual aset jangka panjang.

Duit Keluar buat:

  • Beli laptop baru Rp6jt
  • Beli mobil operasional
  • Renovasi toko

Duit Masuk dari:

  • Jual mobil bekas
  • Jual peralatan nggak kepake

Kunci: Wajar kalau aliran ini NEGATIF. Artinya kamu lagi investasi buat gedein bisnis. Tapi kalau negatif terus-terusan padahal omzet nggak naik, boros.

Aliran 3: ARUS KAS PENDANAAN – Duit dari Utang & Modal

Isinya: Duit yang berhubungan sama bank & owner.

Duit Masuk dari:

  • Pinjem duit ke bank Rp50jt
  • Kamu setor modal tambahan

Duit Keluar buat:

  • Nyicil pokok utang bank
  • Bayar bunga utang
  • Owner ambil dividen/prive

Kunci: Kalau POSITIF artinya kamu disuntik dana. Kalau NEGATIF artinya kamu lagi bayar utang/bagi hasil. Dua-duanya normal, tergantung fase bisnis.

3. Contoh Laporan Arus Kas Toko “Maju Jaya” Desember 2026

TOKO MAJU JAYA
LAPORAN ARUS KAS
Untuk Bulan Berakhir 31 Desember 2026

Arus Kas dari Aktivitas Operasi
Kas diterima dari pelanggan Rp 25.000.000
Kas dibayar ke supplier (Rp 12.000.000)
Kas dibayar untuk gaji (Rp 8.000.000)
Kas dibayar untuk sewa & listrik (Rp 2.000.000)
Arus Kas Bersih Operasi Rp 3.000.000
Arus Kas dari Aktivitas Investasi
Pembelian peralatan (Rp 6.000.000)
Arus Kas Bersih Investasi (Rp 6.000.000)
Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan
Penerimaan pinjaman bank Rp 10.000.000
Pembayaran cicilan pokok utang (Rp 1.000.000)
Prive owner (Rp 2.000.000)
Arus Kas Bersih Pendanaan Rp 7.000.000
KENAIKAN KAS BERSIH Rp 4.000.000
Saldo Kas Awal 1 Des Rp 11.000.000
Saldo Kas Akhir 31 Des Rp 15.000.000

Cek ke Neraca: Saldo Kas Akhir Rp15jt. Sama persis kayak di Neraca blog kemarin. Klop ✅

4. Cara Baca Arus Kas: 4 Skenario Bisnis

Operasi Investasi Pendanaan Artinya
+ +/- Bisnis Sehat & Tumbuh. Mesin duit jalan, lagi ekspansi beli aset.
+ + Bisnis Matang. Nggak ekspansi, jual aset nggak kepake, fokus bayar utang.
+ Startup/Bisnis Rugi. Duit operasi tekor, ditutup pinjeman bank. Bahaya kalau kelamaan.
+ Bisnis Bangkrut. Operasi rugi, jualin aset buat bayar utang. Lampu merah.

Toko Maju Jaya di atas masuk skenario 1. Operasi +, Investasi -, Pendanaan +. Sehat.

Kesimpulan: Cek Rekening Dulu, Baru Percaya Laba

3 Hal wajib kamu pantau tiap akhir bulan:

  1. Arus Kas Operasi harus positif. Ini napas bisnis kamu. Kalau negatif 3 bulan berturut-turut, evaluasi total.
  2. Investasi negatif itu wajar. Asal duitnya buat beli aset yang naikin omzet, bukan foya-foya.
  3. Pendanaan positif/negatif sama-sama normal. Yang penting kamu tau duitnya dari utang atau buat bayar utang.

Rumus pamungkas: Laba Rugi = Nilai. Neraca = Posisi. Arus Kas = Napas. Kalau napas berhenti, yang lain nggak guna.

Neraca Adalah Foto Kekayaan Usaha Kamu di Akhir Bulan

Neraca Adalah Foto Kekayaan Usaha Kamu di Akhir Bulan

Udah bikin jurnal penyesuaian Gaji, Sewa, sama Penyusutan? Bagus.

Sekarang pertanyaannya: Setelah semua dicatat, usaha kamu sebenernya punya apa aja sih?

Jawabannya ada di Neraca. Anggep aja neraca ini foto Polaroid keuangan kamu tanggal 31 Desember. Sekali jepret, keliatan semua.

1. Neraca Itu Apa Sih? Kenapa Disebut “Foto”?

Kalau Laporan Laba Rugi nunjukin performa selama sebulan, Neraca nunjukin posisi di 1 titik waktu.

Ibaratnya:

Laporan Laba Rugi Neraca
Video CCTV sebulan Foto selfie tanggal 31
Nunjukin untung/rugi Nunjukin harta, utang, modal
Jawab “bulan ini gimana?” Jawab “sekarang punya apa?”

Jadi kalau ditanya “Tanggal 31 Desember usaha kamu kaya atau nggak?”, kamu buka Neraca, bukan Laba Rugi.

2. Isi Neraca Cuma 3 Komponen. Simpel Banget

Rumus sakti yang harus kamu hafal: HARTA = UTANG + MODAL

Harus seimbang. Kalau nggak seimbang, berarti ada yang salah catat.

A. HARTA = Semua yang Kamu Punya

Disebut juga Aktiva. Dibagi 2:

  1. Harta Lancar: Gampang jadi duit < 1 tahun. Contoh: Kas, Bank, Piutang Usaha, Persediaan Barang, Perlengkapan.
  2. Harta Tetap: Dipakai lama > 1 tahun. Contoh: Peralatan, Kendaraan, Gedung. Nilainya udah dikurangi Akumulasi Penyusutan.

B. UTANG = Semua yang Kamu Pinjam

Disebut juga Kewajiban/Liabilitas. Dibagi 2:

  1. Utang Lancar: Harus lunas < 1 tahun. Contoh: Utang Usaha, Utang Gaji, Utang Pajak.
  2. Utang Jangka Panjang: Lunasnya > 1 tahun. Contoh: Utang Bank 5 tahun.

C. MODAL = Uang Kamu Sendiri

Disebut juga Ekuitas. Isinya:

  1. Modal Setor: Uang yang kamu tanam pas awal buka usaha.
  2. Laba Ditahan: Akumulasi untung dari awal usaha sampe sekarang yang nggak kamu ambil.

3. Contoh Neraca Toko “Maju Jaya” 31 Des 2026

Ini data setelah semua jurnal penyesuaian Gaji, Sewa, Penyusutan udah masuk ke Neraca Saldo Disesuaikan.

TOKO MAJU JAYA
NERACA
Per 31 Desember 2026

HARTA
Harta Lancar
Kas Rp 15.000.000
Piutang Usaha Rp 5.000.000
Persediaan Barang Rp 8.000.000
Sewa Dibayar Dimuka Rp 11.000.000
Jumlah Harta Lancar Rp 39.000.000
Harta Tetap
Peralatan Rp 6.000.000
Akum. Penyusutan Peralatan (Rp 166.667)
Jumlah Harta Tetap Rp 5.833.333
TOTAL HARTA Rp 44.833.333
UTANG & MODAL
Utang Lancar
Utang Usaha Rp 3.000.000
Utang Gaji Rp 2.000.000
Jumlah Utang Rp 5.000.000
Modal
Modal Tuan Jaya Rp 30.000.000
Laba Ditahan Rp 9.833.333
Jumlah Modal Rp 39.833.333
TOTAL UTANG & MODAL Rp 44.833.333

Cek: HARTA Rp44.833.333 = UTANG Rp5.000.000 + MODAL Rp39.833.333. Seimbang ✅

4. Cara Baca Neraca Buat Pengusaha, Bukan Akuntan

Nggak usah pusing sama istilah. Cukup jawab 3 pertanyaan ini:

  1. “Duit gue ada di mana aja?” → Liat sisi HARTA. Di contoh: Kas Rp15jt, Piutang Rp5jt, Stok Rp8jt. Artinya duit kamu nggak semua cash, sebagian “nyangkut” di piutang & barang.
  2. “Gue punya utang berapa?” → Liat sisi UTANG. Cuma Rp5jt. Masih aman. Bandingin sama Harta Lancar Rp39jt. Utang ketutup 7x lipat.
  3. “Usaha gue beneran nambah kaya nggak?” → Liat Laba Ditahan Rp9,8jt. Itu akumulasi untung yang nggak kamu ambil. Makin gede makin bagus.

Kasus “Untung tapi nggak punya duit”: Bisa jadi Laba Ditahan gede, tapi Kas kecil karena duitnya jadi Piutang & Persediaan. Neraca yang ngasih tau.

Kesimpulan: Neraca = Dashboard Kekayaan

3 Hal wajib kamu inget:

  1. Neraca itu foto di tanggal tertentu, bukan video sebulan.
  2. Rumusnya wajib seimbang: HARTA = UTANG + MODAL.
  3. Gunanya buat cek kesehatan: Punya harta apa aja, utang berapa, modal nambah atau nggak.

Neraca Saldo Disesuaikan → jadi Laporan Laba Rugi + jadi Neraca. 2 laporan ini paket komplit.

Jurnal Penyesuaian Gaji, Sewa, dan Penyusutan Wajib Dicatat Sebelum Tutup Buku

Jurnal Penyesuaian Gaji, Sewa, dan Penyusutan Wajib Dicatat Sebelum Tutup Buku

Kediri – Neraca saldo kamu udah seimbang? Bagus. Tapi jangan seneng dulu.

Kalau langsung bikin laporan laba rugi, hasilnya bisa salah besar. Kenapa? Karena ada transaksi yang “nggak keliatan” tapi harus dicatat dulu.

Namanya Jurnal Penyesuaian. Ini tiket terakhir sebelum laporan keuangan kamu akurat.

1. Kenapa Harus Ada Jurnal Penyesuaian?

Prinsip akuntansi itu akrual, bukan cash basis.

Artinya: Pendapatan dicatat saat kamu kerja, bukan saat dibayar. Beban dicatat saat kamu pakai, bukan saat bayar.

Contoh: Karyawan udah kerja 5 hari di akhir bulan, tapi gajian tanggal 1. Kalau nggak disesuain, beban gaji bulan ini jadi kurang. Laba kamu keliatan lebih gede dari aslinya. Nipu diri sendiri.

Jadi jurnal penyesuaian itu buat “ngepasin” pendapatan & beban biar masuk di bulan yang bener.

2. 3 Jurnal Penyesuaian Paling Wajib Buat Pemula

Kasus 1: Gaji Karyawan yang Belum Dibayar

Masalah: Tanggal 31, karyawan udah kerja 5 hari. Gaji Rp2.000.000 belum dibayar. Gajian tanggal 1 bulan depan.

Logika: Bulan ini kamu udah “ngutang” jasa ke karyawan. Jadi harus muncul Beban Gaji + Utang Gaji.

Jurnalnya:

Tanggal Akun Debit Kredit
31 Des Beban Gaji Rp2.000.000
Utang Gaji Rp2.000.000

Efeknya: Laba bulan ini turun Rp2jt karena ada beban. Di Neraca muncul utang Rp2jt. Fair.

Kasus 2: Sewa Dibayar Dimuka

Masalah: Tanggal 1 Des kamu bayar sewa ruko Rp12.000.000 untuk 1 tahun ke depan.

Logika: Pas bayar, jurnalnya Debit Sewa Dibayar Dimuka Rp12jt. Itu Harta, bukan Beban.

Tapi di akhir Desember, sewa bulan ini udah kepakai 1 bulan = Rp1.000.000. Nah, Rp1jt ini harus jadi Beban Sewa.

Jurnal Penyesuaian 31 Des:

Tanggal Akun Debit Kredit
31 Des Beban Sewa Rp1.000.000
Sewa Dibayar Dimuka Rp1.000.000

Efeknya: Harta Sewa Dibayar Dimuka berkurang Rp1jt, jadi sisa Rp11jt. Beban Sewa nambah Rp1jt. Laba jadi lebih kecil tapi lebih akurat.

Kasus 3: Penyusutan Peralatan

Masalah: Kamu beli laptop Rp6.000.000. Umur pakai 3 tahun = 36 bulan.

Logika: Laptop nggak langsung habis. Nilainya turun tiap bulan. Penyusutan per bulan = Rp6.000.000 / 36 = Rp166.667.

Ini harus dicatat sebagai Beban Penyusutan tiap akhir bulan, walaupun kamu nggak keluar duit.

Jurnal Penyesuaian 31 Des:

Tanggal Akun Debit Kredit
31 Des Beban Penyusutan Peralatan Rp166.667
Akumulasi Penyusutan Peralatan Rp166.667

Catatan: Kreditnya bukan ke akun “Peralatan” langsung, tapi ke “Akumulasi Penyusutan”. Ini akun kontra-harta. Jadi nilai buku laptop = Rp6.000.000 – Rp166.667 = Rp5.833.333.

3. Alur Setelah Jurnal Penyesuaian

  1. Bikin Jurnal Umum Biasa → selama sebulan
  2. Posting ke Buku Besar
  3. Susun Neraca Saldo → Cek seimbang atau nggak
  4. Bikin Jurnal Penyesuaian → Catat Gaji, Sewa, Penyusutan, dll ← Kamu di sini
  5. Susun Neraca Saldo Disesuaikan → Ini baru dipakai buat bikin Laporan Laba Rugi & Neraca

4. Kalau Nggak Dibuat, Seberapa Fatal?

Lupa Sesuain Efek ke Laporan Laba Rugi Efek ke Neraca
Gaji Belum Dibayar Laba kegedean Utang kurang catat
Sewa Dibayar Dimuka Laba kegedean Harta kegedean
Penyusutan Laba kegedean Harta kegedean

Intinya: Laba kamu jadi “palsu”. Keliatan untung, padahal aslinya rugi. Bahaya kalau dipakai buat ambil keputusan.

Kesimpulan

Jurnal penyesuaian itu “bumbu penyedap” akuntansi. Tanpa ini, laporan kamu hambar dan salah rasa.

3 yang wajib diingat:

  1. Gaji: Catat beban walau belum dibayar → Debit Beban Gaji, Kredit Utang Gaji
  2. Sewa: Ubah harta jadi beban sesuai pemakaian → Debit Beban Sewa, Kredit Sewa Dibayar Dimuka
  3. Penyusutan: Turunin nilai aset tiap bulan → Debit Beban Penyusutan, Kredit Akumulasi Penyusutan
Xiaomi YU7 GT catat putaran perdana di Nurburgring tanpa supir

Xiaomi YU7 GT catat putaran perdana di Nurburgring tanpa supir

Xiaomi mengumumkan bahwa SUV listrik performa tinggi YU7 GT berhasil mencatatkan putaran otonom pertama di dunia di sirkuit Nürburgring Nordschleife, Jerman.

Dilaporkan Carnewschina pada Senin (22/6) waktu setempat, kendaraan tersebut menyelesaikan pengujian tanpa campur tangan pengemudi manusia dan menjadi tolok ukur awal kemampuan perangkat lunak mengemudi otonom pada kendaraan produksi massal.

Pencapaian itu diraih setelah YU7 GT resmi dipasarkan secara komersial.

Dalam pengujian di lintasan legendaris sepanjang lebih dari 20 kilometer tersebut, sistem mengemudi otonom kendaraan mencatat waktu putaran resmi 10 menit 29,483 detik.

Catatan tersebut masih 3 menit 7 detik lebih lambat dibandingkan waktu yang dicapai saat kendaraan dikendarai manusia.

Menurut Xiaomi, perbedaan itu menunjukkan adanya batasan keselamatan yang diterapkan algoritma otonom dibandingkan kemampuan pengemudi profesional dalam mengeksplorasi batas performa kendaraan.

Diketahui, YU7 GT dibangun di atas platform kelistrikan 897 volt berbasis silikon karbida dan menggunakan baterai lithium ternary berkapasitas 101,7 kWh.

Sistem penggeraknya mengandalkan motor listrik Super Motor V8s EVO yang dikembangkan Xiaomi untuk menjaga efisiensi termal dan keluaran tenaga saat digunakan dalam kondisi ekstrem di lintasan balap.

Pabrikan asal China tersebut menyebut sistem pendinginan yang diterapkan mampu mempercepat pelepasan panas ketika kendaraan menghadapi beban tinggi dan perubahan arah dalam kecepatan tinggi.

Dari sisi performa, sistem penggerak YU7 GT menghasilkan tenaga puncak hingga 738 kW atau setara 1.003 hp.

Tenaga tersebut memungkinkan SUV listrik ini berakselerasi dari 0 hingga 100 km per jam dalam 2,92 detik dan mencapai kecepatan maksimum 300 km per jam.

Dalam kondisi pengujian standar CLTC, kendaraan diklaim mampu menempuh jarak hingga 705 kilometer dalam sekali pengisian daya penuh.

Teknologi pengisian cepat bertegangan tinggi yang digunakan juga memungkinkan penambahan jarak tempuh hingga 570 kilometer hanya dalam waktu 15 menit.

Xiaomi menyebut kemampuan ini dirancang untuk mengatasi kendala panas yang umum terjadi pada kendaraan listrik berperforma tinggi sekaligus menjaga kestabilan suplai tenaga dalam penggunaan jangka panjang.

Sistem baterainya menggunakan tata letak pendinginan khusus untuk mengendalikan lonjakan suhu saat pelepasan energi berlangsung cepat.

Pendekatan tersebut diklaim membantu menjaga integritas sel baterai dan distribusi arus yang merata ketika kendaraan bekerja di bawah tekanan tinggi.

Sebelum mencatatkan putaran otonom, YU7 GT telah membukukan rekor SUV di Nurburgring dengan pengemudi manusia. Pada tahap pengembangan awal, model ini mencatat waktu 7 menit 22,755 detik, sementara pengujian lainnya menghasilkan waktu 7 menit 34,931 detik.

Di pasar domestik China, Xiaomi YU7 GT dipasarkan mulai 389.900 yuan atau sekitar Rp1 miliar. Sementara varian tertinggi dibanderol 429.900 yuan atau sekitar Rp1,1 miliar.

Sumber : https://otomotif.antaranews.com/berita/5617845/xiaomi-yu7-gt-catat-putaran-perdana-di-nurburgring-tanpa-supir

Telkomsel perkuat jaringan 5G di Jawa Timur, kini hadir di 35 Kota

Telkomsel perkuat jaringan 5G di Jawa Timur, kini hadir di 35 Kota

Perkembangan jaringan 5G di Jawa Timur terus meluas. Saat ini, layanan 5G telah menjangkau sekitar 35 kota dengan fokus pada peningkatan pengalaman pelanggan dan penguatan kapasitas jaringan.

Vice President Area Network Operations Jawa–Bali, Nugroho Adi Wibowo, mengatakan, pengembangan 5G tidak hanya menambah titik jaringan, tetapi juga memastikan kualitas koneksi tetap stabil saat berpindah jaringan.

“Yang paling penting dari 5G itu experience pelanggan. Saat perpindahan dari 5G ke 4G kami pastikan tetap smooth agar tidak ada lag atau gangguan,” ujar Nugroho, Kamis (11/03/2026).

Di Jawa Timur sendiri terdapat sekitar 13 juta pelanggan, dengan sekitar 20 persen atau sekitar 2,6 juta pelanggan sudah menggunakan layanan 5G.

Saat ini Surabaya masih menjadi wilayah dengan penggunaan terbesar, namun ke depan penyebaran jaringan akan semakin merata ke berbagai daerah.

“Surabaya memang masih menjadi pusat penggunaan, tetapi ke depan penyebarannya akan semakin luas ke daerah-daerah,” tambahnya.

Untuk mengantisipasi lonjakan trafik data, operator juga menambah kapasitas jaringan dengan implementasi hampir 600 titik infrastruktur baru, terutama menjelang momen Lebaran.

Peningkatan kapasitas jaringan dilakukan sekitar 5–10 persen pada jaringan 5G, serta 6–10 persen jika digabungkan dengan kapasitas 4G.

“Ketika jaringan 4G penuh, perangkat yang sudah mendukung 5G akan otomatis dilayani oleh jaringan 5G yang kapasitasnya lebih longgar,” jelas Nugroho.

Selain itu, pengelolaan jaringan kini juga didukung teknologi Artificial Intelligence (AI) yang mampu mendeteksi lonjakan trafik secara real time dan melakukan penyesuaian jaringan secara otomatis.

“Jika terjadi lonjakan trafik yang tidak terduga, sistem akan menyesuaikan parameter jaringan secara otomatis tanpa intervensi manusia,” pungkasnya

Sumber : https://www.lensaindonesia.com/telkomsel-perkuat-jaringan-5g-di-jawa-timur-kini-hadir-di-35-kota/

Emas Now luncurkan ‘Smart Buy’: Cara revolusioner beli logam mulia lebih murah dan bebas ongkir

Emas Now luncurkan ‘Smart Buy’: Cara revolusioner beli logam mulia lebih murah dan bebas ongkir

Minat masyarakat Indonesia terhadap investasi emas sebagai aset safe haven terus meningkat. Menjawab kebutuhan tersebut, Emas Now resmi meluncurkan inovasi terbaru bernama Emas Now Smart Buy. Program ini menjadi terobosan pertama di Indonesia yang menawarkan cara revolusioner bagi masyarakat untuk memiliki Logam Mulia (Antam, UBS, dan G24) dengan harga yang jauh lebih terjangkau dibandingkan situs resmi produsen maupun toko ritel konvensional.

Berbeda dengan skema pembelian emas pada umumnya, Emas Now Smart Buy mengusung konsep platform unik yang menjual kembali (re-trade) stok Logam Mulia milik Emas Now yang sebelumnya telah dijual kembali oleh para investor.

Jika biasanya perusahaan jual-beli emas mengambil margin keuntungan yang besar dari pasar sekunder (buyback dan jual kembali), Emas Now Smart Buy mendobrak tradisi tersebut dengan filosofi: Margin Lebih Rendah, Nilai Lebih Tinggi, dan Kepercayaan Pelanggan.

Dengan mengalokasikan langsung stok re-trade ini kepada pelanggan yang memenuhi syarat, Emas Now berkomitmen penuh untuk membuat kepemilikan emas menjadi lebih inklusif dan ramah di kantong. Tidak hanya menawarkan harga yang sangat kompetitif, Emas Now juga mengumumkan pencapaian besar lainnya (milestone), yaitu fasilitas gratis ongkos kirim (free shipping) ke seluruh wilayah Indonesia.

“Melalui Emas Now Smart Buy, kami ingin mendefinisikan ulang cara masyarakat Indonesia berinvestasi emas. Kami memangkas margin keuntungan kami demi memberikan nilai maksimal bagi konsumen. Ditambah dengan gratis ongkir ke seluruh Indonesia, kami percaya ini adalah era baru investasi logam mulia yang lebih adil dan transparan,” ujars Alif Fauzan sebagai Direktur Marketing & Operasional emasnow.

Cara Kerja Emas Now Smart Buy

Sesuai dengan slogan, “Harga Terbaik Logam Mulia”, program ini menawarkan kemudahan bagi siapa saja tanpa membedakan gramasi atau seri emas. Konsumen cukup mengikuti beberapa langkah mudah.

Yang pertama adalah registrasi, yaitu melakukan pendaftaran melalui platform resmi emas “Now Smart Buy”. Langkah kedua adalah pantau stok, dimana kita dapat mengakses ketersediaan stok emas hasil re-trade dengan harga khusus.

Langkah berikutnya adalah mendapatkan Informasi harga harian yang akan dipublikasikan secara transparan setiap hari melalui situs resmi dan terakhir mendapatkan alokasi stok, dimana ketersediaan produk sepenuhnya bergantung pada inventaris emas yang dijual kembali oleh investor sebelumnya.

Informasi Penting bagi Calon Pembeli

Mengingat tingginya nilai keuntungan yang ditawarkan, program ini menerapkan beberapa regulasi demi kenyamanan bersama:

  • Stok Terbatas: Kuota emas yang tersedia bersifat terbatas (limited stock).
  • Sistem Antrean: Berlaku sistem antrean dan masa tunggu (waiting period) untuk proses persetujuan maupun pengiriman produk.
  • Seleksi Registrasi: Persetujuan pendaftaran dilakukan secara berkala berdasarkan ketersediaan stok yang ada.
  • Kesempatan Menurun: Jika pendaftaran belum disetujui segera, data calon pembeli otomatis akan masuk ke dalam antrean kuota berikutnya untuk pengajuan ulang.

Masyarakat dan investor yang ingin memanfaatkan peluang emas ini sudah dapat mengunjungi situs resmi di www.emasnowsmartbuy.id untuk melakukan pendaftaran dan melihat informasi lebih lanjut.

Emas Now adalah platform jual-beli Logam Mulia terpercaya di Indonesia yang berkomitmen menyediakan akses investasi emas yang aman, transparan, dan terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat. Melalui inovasi berkelanjutan, Emas Now hadir untuk mendukung ketahanan finansial masyarakat Indonesia

sumber : https://www.lensaindonesia.com/emas-now-luncurkan-smart-buy-cara-revolusioner-beli-logam-mulia-lebih-murah-dan-bebas-ongkir/

Bukan Bulan Sial, Mari Perbanyak Puasa Sunah di Bulan Muharram

Bukan Bulan Sial, Mari Perbanyak Puasa Sunah di Bulan Muharram

YOGYAKARTA — Anggota Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah Royan Utsani mengajak umat Islam menjadikan bulan Muharam sebagai momentum memperbaiki diri. Menurutnya, Muharam merupakan bulan mulia yang sarat dengan pelajaran sejarah dan keutamaan ibadah.

Hal tersebut ia sampaikan dalam kajian Kitab Riyādhuṣ Ṣāliḥīn di Masjid KH Sudja Yogyakarta pada Kamis (25/06).

Memasuki pembahasan tentang Muharam, Royan meluruskan berbagai anggapan yang berkembang di masyarakat, khususnya mitos Jawa yang menganggap bulan Sura sebagai waktu yang tidak baik untuk melangsungkan pernikahan.

Menurutnya, keyakinan tersebut bertentangan dengan syariat Islam karena Muharam justru merupakan salah satu bulan yang dimuliakan Allah.

“Kadang-kadang mitos dan syariat itu tidak bertemu. Padahal Muharam adalah bulan yang baik dan penuh pahala,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa penanggalan Hijriah memang diawali dengan bulan Muharam meskipun hijrah Nabi Muhammad saw. dari Makkah menuju Madinah berlangsung mulai bulan Safar dan tiba di Madinah pada Rabiulawal.

Menurut Royan, Muharam dipilih sebagai awal kalender Hijriah karena menjadi masa persiapan hijrah. Ia mengibaratkannya seperti membangun rumah yang diawali dengan menyiapkan pondasi sebelum bangunan benar-benar berdiri.

“Dalam hidup itu perlu perencanaan. Hijrah mengajarkan pentingnya planning sebelum melangkah,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa hijrah bukan sekadar perpindahan tempat, tetapi simbol perjuangan hidup seorang Muslim.

“Hidup itu adalah perjuangan. Seorang Muslim akan terus berjuang hingga kedua kakinya masuk ke dalam surga.”

Peristiwa Penting di Bulan Muharam

Royan menjelaskan bahwa Muharam menyimpan banyak peristiwa penting dalam sejarah para nabi.

Di antaranya adalah keselamatan Nabi Musa dan Bani Israil dari kejaran Fir’aun yang terjadi pada tanggal 10 Muharam atau hari Asyura. Peristiwa inilah yang menjadi dasar disyariatkannya puasa Asyura.

Ia mengisahkan bahwa ketika Rasulullah saw. melihat kaum Yahudi berpuasa pada hari tersebut, beliau menjelaskan bahwa umat Islam lebih berhak menghormati Nabi Musa. Karena itu, Rasulullah menganjurkan berpuasa pada tanggal 10 Muharam dan berniat menambah puasa pada tanggal 9 Muharam (Tasua) agar berbeda dengan kebiasaan kaum Yahudi.

Selain kisah Nabi Musa, Royan juga menyinggung beberapa riwayat yang mengaitkan bulan Muharam dengan diterimanya tobat Nabi Adam a.s., keselamatan Nabi Nuh a.s. setelah banjir besar, serta kisah Nabi Yunus yang diselamatkan Allah setelah berdoa di dalam perut ikan.

Menurutnya, seluruh kisah tersebut mengandung pesan bahwa pertolongan Allah selalu datang kepada hamba-hamba-Nya yang beriman, bersabar, dan terus berzikir kepada-Nya.

Perbanyak Puasa Sunnah di Bulan Muharam

Royan menjelaskan bahwa Muharam merupakan salah satu dari empat bulan haram yang dimuliakan Allah sebagaimana firman-Nya dalam QS. at-Taubah ayat 36.

Ia juga mengutip sabda Rasulullah saw.:

أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللَّهِ الْمُحَرَّمُ

“Puasa yang paling utama setelah Ramadan adalah puasa pada bulan Allah, yaitu bulan Muharam.” (HR. Muslim)

Menurutnya, penyebutan Muharam sebagai Syahrullah (bulan Allah) menunjukkan kemuliaan bulan tersebut sehingga umat Islam hendaknya memperbanyak ibadah.

Ia mengingatkan bahwa puasa Asyura memiliki keutamaan besar, yakni menjadi sebab dihapuskannya dosa-dosa kecil selama setahun yang telah lalu.

Sebagai penutup, Royan mengajak jamaah memanfaatkan momentum Muharam untuk memperbanyak puasa sunah, zikir, menuntut ilmu, serta melakukan berbagai amal saleh sebagai bekal memperbaiki kualitas keimanan.

“Semoga kita semua mampu memaksimalkan bulan Muharam dengan amal-amal terbaik dan memperoleh pahala yang telah dijanjikan Allah dan Rasul-Nya,” pungkasnya.

sumber : https://muhammadiyah.or.id/2026/06/bukan-bulan-sial-mari-perbanyak-puasa-sunah-di-bulan-muharram/

Mari Menikmati Piala Dunia Tanpa Terjerumus Judi

Mari Menikmati Piala Dunia Tanpa Terjerumus Judi

Piala Dunia 2026 sedang berlangsung. Untuk pertama kalinya dalam sejarah, ajang sepak bola terbesar di dunia itu digelar bersama oleh tiga negara, yaitu Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Turnamen ini juga menjadi Piala Dunia pertama yang diikuti 48 negara peserta, sehingga antusiasme masyarakat dunia semakin besar.

Di berbagai penjuru dunia, jutaan orang berkumpul menyaksikan pertandingan. Kadang diselingi diskusi tentang strategi permainan. Sepak bola memang telah menjadi bahasa universal yang mampu menyatukan berbagai bangsa, suku, dan budaya.

Islam pada dasarnya tidak mengharamkan olahraga maupun hiburan yang bermanfaat. Bahkan olahraga dapat menjadi sarana menjaga kesehatan, mempererat persaudaraan, dan menumbuhkan semangat sportivitas. Karena itu, menikmati pertandingan sepak bola sebagai hiburan yang wajar merupakan perkara yang dibolehkan selama tidak melalaikan kewajiban dan tidak mengandung unsur yang diharamkan.

Namun, di balik gegap gempita Piala Dunia, terdapat fenomena yang patut diwaspadai, yaitu maraknya praktik perjudian berkedok prediksi skor, taruhan pertandingan, hingga berbagai bentuk perjudian daring yang memanfaatkan euforia sepak bola.

Banyak orang yang awalnya hanya ingin menonton pertandingan akhirnya tergoda memasang taruhan dengan harapan memperoleh keuntungan instan. Padahal, di sinilah letak bahaya yang sering tidak disadari.

Al-Qur’an secara tegas mengharamkan perjudian. Allah SWT berfirman:

﴿يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّمَا الْخَمْرُ وَالْمَيْسِرُ وَالْأَنْصَابُ وَالْأَزْلَامُ رِجْسٌ مِنْ عَمَلِ الشَّيْطَانِ فَاجْتَنِبُوهُ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ﴾

“Wahai orang-orang yang beriman! Sesungguhnya minuman keras, berjudi, berhala, dan mengundi nasib dengan anak panah adalah perbuatan keji termasuk perbuatan setan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu beruntung.” (QS. al-Mā’idah [5]: 90).

Ayat ini menyatakan bahwa perjudian haram. Ayat itu juga menyebut judi sebagai “rijs” (perbuatan keji) dan bagian dari tipu daya setan. Larangan tersebut menunjukkan bahwa dampak perjudian bukan sekadar persoalan ekonomi, melainkan juga kerusakan moral dan spiritual.

Allah SWT melanjutkan:

﴿إِنَّمَا يُرِيدُ الشَّيْطَانُ أَنْ يُوقِعَ بَيْنَكُمُ الْعَدَاوَةَ وَالْبَغْضَاءَ فِي الْخَمْرِ وَالْمَيْسِرِ وَيَصُدَّكُمْ عَنْ ذِكْرِ اللَّهِ وَعَنِ الصَّلَاةِ ۖ فَهَلْ أَنْتُمْ مُنْتَهُونَ﴾

“Sesungguhnya setan bermaksud menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu melalui minuman keras dan perjudian, serta menghalangi kamu dari mengingat Allah dan melaksanakan salat. Maka tidakkah kamu mau berhenti?” (QS. al-Mā’idah [5]: 91).

Ayat ini menjelaskan bahwa perjudian memicu permusuhan, kebencian, kecanduan, serta melalaikan manusia dari ibadah. Tidak sedikit keluarga yang retak, persahabatan yang rusak, dan kehidupan ekonomi yang hancur akibat kebiasaan berjudi.

Rasulullah Saw juga memberikan peringatan keras terhadap segala bentuk perjudian. Dalam sebuah hadis disebutkan:

مَنْ قَالَ لِصَاحِبِهِ تَعَالَ أُقَامِرْكَ فَلْيَتَصَدَّقْ

“Barang siapa berkata kepada temannya, ‘Mari kita berjudi,’ maka hendaklah ia bersedekah.” (HR. al-Bukhari dan Muslim).

Hadis ini menunjukkan betapa seriusnya Islam memandang perjudian. Bahkan sekadar mengajak berjudi sudah dianggap sebagai perbuatan yang harus ditebus dengan sedekah, apalagi jika benar-benar melakukannya.

Perjudian sering kali dibungkus dengan istilah yang tampak modern, seperti betting, sportsbook, prediksi berhadiah, atau taruhan online. Namun hakikatnya tetap sama: mempertaruhkan sejumlah harta dengan kemungkinan untung atau rugi yang bergantung pada hasil suatu peristiwa yang tidak pasti. Dalam fikih Islam, praktik seperti ini termasuk kategori maisir yang diharamkan.

Karena itu, momentum Piala Dunia hendaknya dimanfaatkan secara positif. Kita boleh menikmati pertandingan, mengagumi keterampilan para pemain, mempelajari strategi permainan, dan merasakan kegembiraan olahraga. Akan tetapi, semua itu harus dilakukan dalam koridor syariat.

sumber : https://muhammadiyah.or.id/2026/06/mari-menikmati-piala-dunia-tanpa-terjerumus-judi/