Cegah Stroke Sejak Dini, Ini 8 Makanan yang Wajib Masuk Menu Menurut Ahli

Cegah Stroke Sejak Dini, Ini 8 Makanan yang Wajib Masuk Menu Menurut Ahli

Jakarta – Stroke masih menjadi salah satu ancaman kesehatan utama yang dapat mengubah hidup seseorang secara drastis dalam sekejap. Meski ada faktor yang tidak bisa diubah seperti usia dan genetik, risiko stroke sebenarnya bisa ditekan melalui perubahan gaya hidup, terutama dari apa yang kita makan.

Ahli kardiologi intervensi dari MemorialCare Saddleback Medical Center, CA, Dr Cheng-Han Chen, MD, menjelaskan bahwa pola makan sehat berperan penting dalam mengontrol tekanan darah, kolesterol, hingga gula darah.

Pola makan yang dianjurkan umumnya mengadopsi diet DASH (Dietary Approaches to Stop Hypertension). Itu merupakan pola makan khusus untuk menurunkan tekanan darah), dan ada juga diet Mediterania yang kaya akan bahan makanan nabati serta lemak sehat.

“Diet yang kaya makanan anti-inflamasi (pereda peradangan) dan nutrisi yang menjaga pembuluh darah tetap terbuka dapat meningkatkan fleksibilitas arteri serta mengurangi pembekuan darah,” jelas Scott Keatley, RDN, dari Keatley Medical Nutrition Therapy.

Dikutip dari laman Prevention, berikut 8 makanan yang direkomendasikan ahli gizi dan dokter spesialis jantung untuk membantu menurunkan risiko stroke:

1. Sayuran Berdaun Hijau
Bayam, kale, dan arugula kaya akan nitrat. Dalam tubuh, nitrat diubah menjadi oksida nitrat, senyawa yang berfungsi melebarkan pembuluh darah sehingga aliran darah lancar dan tekanan darah menurun.

Sayuran hijau juga kaya vitamin K yang membantu mengatur proses pembekuan darah atau koagulasi.

2. Buah Citrus
Berbagai macam buah jeruk, termasuk jeruk bali, mengandung vitamin C, folat, serta kalium yang kaya antioksidan dan anti-inflamasi. Serat larut di dalamnya juga efektif memangkas kadar kolesterol jahat.

Meski begitu, konsumsi jeruk bali sebaiknya dikonsultasikan ke dokter. Terutama jika sedang menjalani pengobatan tertentu, karena dapat memicu interaksi obat.

3. Kacang Kenari
Kenari kaya akan asam alfa-linolenat (ALA), yaitu jenis asam lemak omega-3 nabati. Studi menunjukkan bahwa rutin mengonsumsi kenari dapat menekan kadar kolesterol LDL (Low-Density Lipoprotein) atau ‘kolesterol jahat’, yang sering menjadi pemicu utama penyumbatan pembuluh darah.

4. Yogurt
Selain kaya kalsium dan kalium, yogurt mengandung probiotik yang berkontribusi menyeimbangkan kadar lemak atau lipid darah serta menurunkan tekanan darah. Disarankan untuk memilih yogurt yang rendah gula atau plain.

5. Oat
Makanan tinggi serat ini kaya akan magnesium dan vitamin B. Serat larut pada oat membantu menjaga stabilitas gula darah, dan mencegah lonjakan insulin yang bisa merusak pembuluh darah jika terjadi terus-menerus.

6. Ikan Berlemak
Salmon, sarden, dan makarel kaya akan EPA (eicosapentaenoic acid) dan DHA (docosahexaenoic acid). Keduanya merupakan jenis asam lemak omega-3 yang dapat membuat trombosit (sel pembeku darah) menjadi tidak terlalu ‘lengket’.

Hal tersebut dapat meminimalkan risiko gumpalan darah yang bisa saja menyumbat di otak.

7. Makanan Kaya Serat Larut
Apel, pir, wortel, dan ubi jalar mengandung serat larut yang akan berubah menjadi gel di saluran pencernaan. Proses ini memperlambat penyerapan gula dan menyerap kolesterol jahat sebelum masuk ke aliran darah.

8. Protein Nabati
Kacang-kacangan seperti kacang merah dan kacang hitam merupakan sumber protein bebas lemak jenuh. Mengganti sebagian protein hewani dengan protein nabati terbukti menurunkan risiko penyakit kardiovaskular hingga 19 persen.

Makanan dan Minuman Pendukung Lainnya

Selain makanan-makanan di atas, ada beberapa asupan lain yang juga memiliki efek perlidungan terhadap pembuluh darah, jika dikonsumsi dengan bijak, seperti:

  • Kopi dan teh hijau: Kaya akan senyawa polifenol dan katekin yang bertindak sebagai antioksidan untuk mengurangi stres oksidatif atau kerusakan sel akibat radikal bebas.
  • Buah bit atau beet: Tinggi kandungan nitrat alami untuk mendukung pembentukan oksida nitrat.
    Alpukat: Kaya akan lemak tak jenuh tunggal yang baik untuk fleksibilitas pembuluh darah.
  • Cokelat hitam atau dark chocolate: Mengandung flavonoid yang dapat membantu merilekskan pembuluh darah dan sedikit menurunkan tekanan darah

Sumber : https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-8588136/cegah-stroke-sejak-dini-ini-8-makanan-yang-wajib-masuk-menu-menurut-ahli

Begini Cara Islam Membangun Ketahanan Mental Generasi Sejak Dini

Begini Cara Islam Membangun Ketahanan Mental Generasi Sejak Dini

ISU kesehatan mental semakin mendapat perhatian hari-hari ini. Didasarkan kesadaran tentang pentingnya kesehatan dan ditambah dengan tekanan sosial yang semakin berat, kesehatan mental menduduki posisi hampir sejajar dengan kesehatan fisik. Apalagi statistik penderita mental menunjukkan angka yang tidak bisa lagi diabaikan.

Tahun 2025 lalu angka penderita mental, dari ringan hingga berat, diprediksi menyentuh angka 28 juta orang. Dilaporkan sekira 15-17 juta orangnya berada di usia remaja. Padahal 20 tahun lagi Indonesia diharapkan sudah berada di fase Indonesia Emas.

Problema ini kemudian memacu eksplorasi ilmiah untuk mencari solusi. Bidang medis sudah tentu jadi sasaran eksplorasi ilmiah. Berikutnya bidang ilmu sosial dan keagamaan.

Lebih jauh di bidang keagamaan, terutama Islam, sudah tercatat beberapa hal mendasar agar seorang insan senantiasa sejahtera dalam hidupnya. Mari mengulik lebih dalam.

Sebagai permulaan, marilah membuka Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 155 yang berbunyi,

وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِّنَ الْخَوْفِ وَالْجُوْعِ وَنَقْصٍ مِّنَ الْاَمْوَالِ وَالْاَنْفُسِ وَالثَّمَرٰتِۗ وَبَشِّرِ الصّٰبِرِيْنَ

“Dan sungguh akan Kami (Allah) berikan cobaan kepada kalian dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.”

Ayat ini jelas menggambarkan bahwa seorang insan akan mengalami ujian di dunia. Bentuknya beraneka rupa. Insan satu sama lain mungkin akan mendapatkan ujian yang berbeda.

Oleh karena itu, sebagaimana juga disebutkan dalam ayat yang sama, kesabaran perlu dibangun. Mulai kapan? Mulai dari ayunan alias bayi.

Dalam hal ini orangtua diharapkan menjadi teladan tentang kesabaran. Sehingga anak bisa membangun mindset bahwa kesabaran itu sesuatu yang mungkin dimiliki. Semoga titik ini jadi awalan yang baik.

Berikutnya orangtua perlu mengantarkan anak untuk memiliki stabilitas emosi berbasis pemahaman takdir yang benar. Perihal ini disebutkan oleh Al-Qur’an surat Al-Hadid ayat 22-23,

مَآ اَصَابَ مِنْ مُّصِيْبَةٍ فِى الْاَرْضِ وَلَا فِيْٓ اَنْفُسِكُمْ اِلَّا فِيْ كِتٰبٍ مِّنْ قَبْلِ اَنْ نَّبْرَاَهَاۗ اِنَّ ذٰلِكَ عَلَى اللّٰهِ يَسِيْرٌۖ. لِّكَيْلَا تَأْسَوْا عَلٰى مَا فَاتَكُمْ وَلَا تَفْرَحُوْا بِمَآ اٰتٰىكُمْۗ وَاللّٰهُ لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ فَخُوْرٍۙ

“Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada diri kalian sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhul Mahfuzh) sebelum Kami (Allah) menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah. (Yang demikian itu kami tetapkan) agar kamu tidak bersedih terhadap apa yang luput dari kamu dan tidak pula terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri”

Bagaimana praktiknya? Ada dua wujud utamanya. Pertama, adanya dialog tentang takdir. Kedua, penerimaan kenyataan hidup didasarkan takdir.

Dialog tentang takdir bermakna ada pembelajaran dari orangtua kepada anak tentang takdir. Dalam hal ini orangtua bisa meminta ustadz atau guru untuk menyampaikannya kepada anak. Sekolah atau majelis taklim jadi wadahnya.

Sementara tentang penerimaan kenyataan hidup didasarkan takdir, orangtua memegang peranan penting alias hampir tidak tergantikan. Saat mengalami apa saja, menyenangkan atau tidak, arahan pertama kepada anak adalah kalimat thoyyibah. Agar anak senantiasa terhubung kepada Allah ta’ala.

Berikutnya anak diajarkan untuk meraih banyak kebaikan. Semuanya diawali niat karena Allah ta’ala. Ditekankan kepada anak bahwa Dia Sang Pemilik Kuasa. Jika Dia menghendaki, maka terjadilah apa yang terjadi. Tugas insan hanya berusaha sekuat tenaga.

Ketika anak gagal meraih sesuatu yang diharapkan, orangtua bisa mengajak dialog, lagi-lagi dengan bersandar pada takdir. Anak dipahamkan kembali tentang kuasa dan cinta Allah ta’ala. Bahwa jika hari ini suatu keinginan baik belum terpenuhi, bisa jadi esok akan terwujud. Atau keinginan baik itu diwujudkan-Nya dalam bentuk lain yang jauh lebih baik.

Harapannya anak tidak menjadi tertekan. Bahkan anak melihat peluang berkembang di bidang lain. Tinggal anak memilih, tetap bergelut di bidang lama atau merintis jalan di bidang baru. Di sini semoga mental fleksibel terbentuk.

Saat dewasa semoga fleksibilitas membantu sang anak untuk menjalani dan mengembangkan hidupnya. Bahwa satu pilihan yang telah dipilihnya sangat mungkin berubah. Demikian itu tidaklah salah asalkan dilandasi dengan pertimbangan matang menuju maslahat yang lebih baik.

Dua poin terakhir yang disodorkan agama adalah memilih lingkungan suportif serta membangun kesiapan didampingi ahli. Lingkungan suportif dicirikan dengan apresiatif terhadap kebaikan serta proporsional atas kesalahan, sebagaimana dalam Al-Qur’an surat Al-An’am ayat 160.

مَنْ جَاۤءَ بِالْحَسَنَةِ فَلَهٗ عَشْرُ اَمْثَالِهَاۚ وَمَنْ جَاۤءَ بِالسَّيِّئَةِ فَلَا يُجْزٰٓى اِلَّا مِثْلَهَا وَهُمْ لَا يُظْلَمُوْنَ

“Siapa yang berbuat kebaikan, dia akan mendapat balasan sepuluh kali lipatnya. Siapa yang berbuat keburukan, dia tidak akan diberi balasan melainkan yang seimbang dengannya. Mereka (sedikit pun) tidak dizalimi (dirugikan).”

Adapun membangun kesiapan didampingi ahli didasarkan pada potensi sakit mental pada siapa saja. Vonis ‘insan lemah’ sangat perlu dijauhkan, diganti dengan ‘insan dalam ujian’. Tak butuh lama, insya Allah, situasinya menjadi baik kembali.

Wallah a’lam.

FU’AD FAHRUDIN

Sumber : https://hidayatullah.or.id/begini-cara-islam-membangun-ketahanan-mental-generasi-sejak-dini/

Cari Keseimbangan Hidup dan Kerja? Ini 10 Negara dengan Work-Life Balance Terbaik

Cari Keseimbangan Hidup dan Kerja? Ini 10 Negara dengan Work-Life Balance Terbaik

Jakarta – Keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi atau work-life balance kini menjadi salah satu faktor dalam menentukan kualitas hidup. Tak hanya soal jam kerja, tetapi juga mencakup hak cuti, fleksibilitas bekerja, hingga kesempatan untuk beristirahat dan menikmati kehidupan di luar pekerjaan.

Sejumlah negara di dunia berhasil menciptakan budaya kerja yang lebih sehat dengan memberikan perhatian besar pada kesejahteraan karyawan. Lantas, negara mana saja yang memiliki work-life balance terbaik?

10 Negara dengan Work-Life Balance Terbaik

Dikutip dari laman Immigrant Invest, OECD Better Life Index membandingkan kesejahteraan antarnegara berdasarkan beberapa aspek, seperti jam kerja hingga masa cuti yang diberikan. Berikut 10 negara dengan work-life balance terbaik.

1. Norwegia

Rata-rata jam kerja di Norwegia adalah 37,5 jam per minggu yang dibagi ke dalam lima hari kerja. Banyak perusahaan menerapkan sistem jam kerja fleksibel (flexitime) yang memungkinkan pegawai menentukan sendiri waktu mulai dan selesai bekerja, selama total jam kerja mingguan tetap terpenuhi.

Peraturan ketenagakerjaan di Norwegia memperbolehkan lembur, tetapi penerapannya diatur secara ketat. Total lembur umumnya tidak boleh melebihi 200 jam per tahun, kecuali ada kesepakatan lain. Upah lembur juga diberikan dengan tarif lebih tinggi, yakni sekitar 40 hingga 100 persen di atas upah reguler.

Salah satu nilai penting dalam kehidupan masyarakat Norwegia adalah konsep friluftsliv, yang berarti kehidupan di alam terbuka. Karena itu, banyak pekerja memanfaatkan waktu istirahat untuk berjalan-jalan di taman atau menikmati alam sekitar, bahkan saat jam makan siang.

Setelah jam kerja berakhir, aktivitas luar ruangan seperti mendaki, bersepeda, atau bermain ski sesuai musim juga menjadi bagian dari rutinitas banyak warga Norwegia.

Karyawan memiliki 25 hari cuti berbayar per tahun atau setara dengan lima minggu. Banyak karyawan juga mendapat tunjangan liburan.

2. Belanda

Jam kerja di Belanda umumnya berkisar antara 36 hingga 40 jam per minggu yang dibagi ke dalam lima hari kerja, yaitu Senin hingga Jumat. Namun, banyak pekerja yang memilih empat hari kerja dalam seminggu atau memanfaatkan pengaturan jam kerja yang lebih fleksibel.

Budaya lembur tidak terlalu umum di Belanda karena perusahaan berupaya menjaga keseimbangan antara kehidupan kerja dan kehidupan pribadi karyawan. Jika lembur memang diperlukan, pekerja biasanya akan menerima kompensasi berupa upah tambahan atau waktu istirahat pengganti, sesuai dengan perjanjian kerja yang berlaku.

Salah satu budaya yang mencerminkan keseimbangan kehidupan sosial dan pekerjaan di Belanda adalah borrel, yaitu tradisi berkumpul secara santai bersama rekan kerja setelah jam kantor untuk menikmati minuman dan camilan.

Kegiatan ini umumnya diadakan pada hari Jumat sebagai cara bagi para pekerja untuk melepas penat sekaligus mempererat hubungan sosial setelah menjalani satu pekan bekerja.

Karyawan memiliki jatah empat minggu cuti berbayar atau setara dengan 20 hari kerja. Namun, dalam praktiknya banyak karyawan yang menerima cuti lebih banyak daripada yang ditetapkan undang-undang.

3. Swedia

Jam kerja di Swedia umumnya mencapai 40 jam per minggu. Sistem kerja yang fleksibel juga banyak diterapkan sehingga karyawan dapat menyesuaikan jadwal kerja dengan kebutuhan keluarga maupun urusan pribadi.

Peraturan ketenagakerjaan Swedia serta perjanjian kerja bersama mengatur pelaksanaan lembur secara ketat. Karyawan diperbolehkan bekerja lembur hingga maksimal 200 jam per tahun. Jam lembur tersebut dibayar dengan tarif lebih tinggi, umumnya sekitar 50 hingga 100 persen di atas upah normal, tergantung waktu dan hari pelaksanaannya.

Di banyak tempat kerja di Swedia, terutama saat musim panas, karyawan kerap diperbolehkan pulang lebih awal pada hari Jumat. Tradisi ini dikenal sebagai Fredagsmys atau “Friday Cosiness”, yang mencerminkan budaya menikmati suasana santai dan menghabiskan waktu berkualitas menjelang akhir pekan.

Swedia menawarkan hak cuti yang cukup banyak, yaitu 25 hari per tahun.

4. Finlandia

Jam kerja penuh waktu di Finlandia umumnya berkisar antara 37,5 hingga 40 jam per minggu. Sistem jam kerja fleksibel banyak diterapkan sehingga karyawan dapat menyesuaikan jadwal kerja dengan kebutuhan pribadi dan keluarga. Selain itu, bekerja dari jarak jauh (remote work) juga menjadi praktik yang umum di berbagai sektor.

Salah satu ciri khas budaya kerja di Finlandia adalah keberadaan sauna yang dianggap sebagai bagian penting dari gaya hidup dan kesejahteraan masyarakat. Banyak kantor, termasuk perusahaan besar, memiliki sauna sendiri.

Tidak jarang rekan kerja menghabiskan waktu bersama di sauna setelah jam kerja sebagai cara untuk bersantai sekaligus mempererat hubungan sosial.
Perihal cuti, pekerja Finlandia berhak atas 30 hari cuti berbayar per tahun.

5. Denmark

Jam kerja di Denmark umumnya 37 jam per minggu yang dibagi dalam lima hari kerja, yaitu Senin hingga Jumat. Sejumlah perusahaan di Denmark juga mulai menguji penerapan empat hari kerja dalam seminggu, meski kebijakan ini belum diwajibkan oleh pemerintah.

Penerapannya bergantung pada kesepakatan antara perusahaan dan karyawan atau kebijakan internal perusahaan yang bertujuan meningkatkan keseimbangan kehidupan kerja, mengurangi stres, serta meningkatkan produktivitas. Dalam sistem ini, karyawan tetap menyelesaikan jumlah jam kerja yang sama, tetapi dalam jumlah hari yang lebih sedikit.

Budaya lembur tidak terlalu umum di Denmark karena masyarakat sangat menjunjung tinggi keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi. Namun, jika lembur diperlukan, karyawan biasanya memperoleh kompensasi berupa waktu istirahat pengganti atau upah tambahan, sesuai dengan kontrak kerja maupun perjanjian kerja bersama.

Denmark memberikan hak cuti berbayar selama lima minggu per tahun bagi karyawan.

6. Swiss

Jam kerja penuh waktu di Swiss umumnya berkisar antara 40 hingga 42 jam per minggu, tergantung sektor industri dan kebijakan masing-masing perusahaan. Meski demikian, banyak perusahaan menawarkan pengaturan jam kerja yang fleksibel, sementara sistem kerja paruh waktu juga cukup umum diterapkan.

Ketentuan mengenai lembur di Swiss diatur secara jelas. Karyawan yang bekerja melebihi jam kerja normal berhak menerima kompensasi berupa upah lembur sebesar 125 persen dari upah biasa atau waktu istirahat pengganti, sesuai dengan kesepakatan yang berlaku. Secara umum, jumlah lembur dibatasi hingga 140 jam per tahun bagi sebagian besar pekerja.

Sama seperti di sejumlah negara Eropa lainnya, Swiss memiliki tradisi Büroapéro, yaitu kebiasaan berkumpul secara santai bersama rekan kerja setelah jam kantor. Dalam kegiatan ini, para karyawan biasanya menikmati minuman dan camilan ringan sambil mengobrol dalam suasana yang informal.
Swiss memberikan karyawan minimal empat minggu atau 20 hari cuti berbayar per tahun. Karyawan di bawah usia 20 tahun berhak atas lima minggu cuti.

7. Prancis

Jam kerja di Prancis untuk karyawan penuh waktu umumnya ditetapkan 35 jam per minggu sesuai ketentuan hukum. Meskipun beberapa sektor memiliki perjanjian kerja yang berbeda, angka 35 jam tetap menjadi standar di sebagian besar industri.

Jika karyawan bekerja melebihi 35 jam, jam tersebut dihitung sebagai lembur. Upah lembur diatur oleh undang-undang, yaitu 25 persen lebih tinggi dari upah normal untuk delapan jam lembur pertama dan 50 persen lebih tinggi untuk jam lembur berikutnya.

Selain pembayaran tambahan, pekerja juga dapat memperoleh RTT days atau hari libur tambahan sebagai pengganti kompensasi lembur.

Salah satu kebijakan paling menarik terkait keseimbangan kerja dan kehidupan pribadi di Prancis adalah “hak untuk terputus” (right to disconnect) yang mulai berlaku pada tahun 2017.

Aturan ini memberikan hak hukum kepada karyawan untuk tidak menanggapi email atau pesan pekerjaan di luar jam kerja. Tujuannya adalah mengurangi risiko kelelahan kerja dan stres, sekaligus memastikan pekerja dapat benar-benar menikmati waktu pribadinya tanpa tekanan dari pekerjaan.

Terkait cuti, karyawan Prancis berhak atas minimal lima minggu atau 25 hari kerja per tahun. Beberapa perjanjian atau kontrak kolektif juga menawarkan hari libur tambahan.

8. Italia

Jam kerja di Italia umumnya 40 jam per minggu yang biasanya dibagi ke dalam lima hari kerja. Meski demikian, batas maksimum jam kerja yang diizinkan oleh hukum adalah 48 jam per minggu, termasuk jam lembur.

Ketentuan mengenai lembur diatur melalui undang-undang dan perjanjian kerja bersama. Total lembur tidak boleh melebihi 250 jam per tahun. Karyawan yang bekerja lembur berhak menerima upah lebih tinggi dibandingkan upah normal, dengan besaran yang disesuaikan berdasarkan waktu pelaksanaan maupun jenis pekerjaan.

Italia juga memiliki tradisi aperitivo, yaitu kebiasaan berkumpul bersama teman atau rekan kerja setelah jam kerja untuk menikmati minuman dan camilan ringan sebelum makan malam. Tradisi yang biasanya berlangsung antara pukul 17.00 hingga 19.00 ini menjadi cara bagi masyarakat Italia untuk melepas penat sekaligus mempererat hubungan sosial.

Karyawan Italia berhak atas setidaknya empat minggu atau 20 hari cuti berbayar per tahun.

9. Spanyol

Jam kerja penuh waktu di Spanyol umumnya mencapai 40 jam per minggu yang dibagi ke dalam lima hari kerja. Jadwal kerja dapat berbeda-beda tergantung sektor industrinya.

Ketentuan mengenai lembur di Spanyol juga diatur secara jelas. Jumlah lembur tidak boleh melebihi 80 jam per tahun. Kompensasinya dapat berupa upah tambahan dengan tarif lebih tinggi atau waktu istirahat pengganti, tergantung pada kontrak kerja maupun perjanjian kerja bersama.

Setelah jam kerja usai, masyarakat Spanyol juga terbiasa menghabiskan waktu bersama teman atau rekan kerja dengan menikmati tapas, yaitu aneka hidangan ringan yang menjadi bagian dari budaya bersosialisasi di negara tersebut.

Hukum ketenagakerjaan Spanyol memberikan 22 hari kerja cuti berbayar per tahun bagi karyawan.

10. Hungaria

Jam kerja di Hungaria umumnya 40 jam per minggu. Lembur diperbolehkan di Hungaria, tetapi pelaksanaannya diatur oleh undang-undang.

Karyawan yang bekerja melebihi jam kerja normal berhak memperoleh upah lembur sebesar 50 hingga 100 persen lebih tinggi dari upah biasa atau mendapatkan waktu istirahat pengganti, sesuai dengan ketentuan dalam kontrak kerja. Selain itu, hukum juga menetapkan batas maksimum jumlah jam lembur yang dapat dilakukan seorang pekerja setiap tahunnya.

Hungaria dikenal dengan pemandian air panas (thermal baths) yang menjadi bagian penting dari budaya masyarakatnya. Banyak orang memanfaatkan fasilitas ini setelah jam kerja atau saat akhir pekan untuk bersantai, menghilangkan penat, dan memulihkan kebugaran.

Sejumlah perusahaan di Hungaria juga menyediakan program kebugaran atau hari spa sebagai salah satu bentuk fasilitas dan dukungan terhadap kesehatan serta keseimbangan kehidupan kerja para pegawainya.

Karyawan di Hungaria berhak memperoleh minimal 20 hari kerja cuti berbayar setiap tahun. Jumlah cuti ini akan bertambah seiring bertambahnya usia pekerja, sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

 

Agar Performa Olahraga Bisa Maksimal

Agar Performa Olahraga Bisa Maksimal

Meningkatkan performa olahraga tidak hanya dilakukan berdasarkan intensitas latihan

DOKTER Spesialis Kedokteran Olahraga di Seraphim Medical Center RS Bethsaida Nahum, menjelaskan bahwa performa optimal harus dibangun melalui program yang terukur, bukan hanya berdasarkan intensitas latihan. “Dalam olahraga seperti padel, tubuh dituntut bergerak cepat, melakukan rotasi, berhenti mendadak, dan berpindah arah berulang kali. Karena itu, atlet membutuhkan evaluasi kondisi fisik, latihan yang tepat, strategi recovery, serta pemantauan yang sesuai agar dapat menjaga performa sekaligus mengurangi risiko cedera,” ujar Nahum dalam keterangan pers yang diterima Tempo pada 19 Juli 2026.

Tentu saja gizi juga perlu diperhatikan demi penampilan terbaik. Seperti dilansir laman resmi Kementerian Pemuda dan Olahraga, atlet maupun masyarakat yang rutin berolahraga disarankan memperhatikan pola makan dan asupan gizi. Pilih karbohidrat kompleks, seperti nasi merah atau roti gandum, sebagai sumber energi yang lebih tahan lama. Konsumsi camilan yang mengandung karbohidrat dan protein sekitar 1–2 jam sebelum berolahraga, lalu penuhi kembali kebutuhan energi dan protein setelah latihan untuk membantu pemulihan otot.

Hidrasi juga tidak kalah penting. Pastikan tubuh mendapat cukup cairan sebelum, selama, dan setelah berolahraga untuk mencegah penurunan performa. Selain itu, penuhi kebutuhan protein dari daging tanpa lemak, ikan, telur, atau kacang-kacangan, serta konsumsi lemak sehat, seperti alpukat, kacang-kacangan, dan minyak zaitun.

Jangan lupakan asupan vitamin dan mineral, seperti zat besi, kalsium, dan vitamin D, yang berperan dalam menjaga kebugaran tubuh. Karena kebutuhan gizi setiap orang berbeda, pola makan sebaiknya disesuaikan dengan jenis olahraga, intensitas latihan, dan kondisi masing-masing, bila perlu dengan berkonsultasi kepada ahli gizi.

Menurut Nahum, pendekatan kedokteran olahraga juga berperan dalam proses back to sport, yaitu pendampingan bertahap setelah cedera agar seseorang tidak hanya bebas dari rasa sakit. Dokter juga berperan membuat pasien olahraga memiliki kekuatan, fungsi gerak, kontrol tubuh, dan kesiapan fisik untuk kembali berolahraga.

Sementara itu Dokter Spesialis Ortopedi & Traumatologi Subspesialis Cedera Olahraga, di Bethsaida Hospital Gading Serpong Herryanto Agustriadi Simanjuntak pun menekankan pentingnya diagnosis dan penanganan yang tepat pada cedera otot, sendi, ligamen, tulang, maupun tulang belakang.

“Cedera olahraga memiliki tingkat keparahan yang berbeda. Sebagian dapat ditangani secara konservatif melalui obat-obatan, fisioterapi, dan rehabilitasi. Namun, pada kondisi tertentu, tindakan operasi mungkin diperlukan untuk memperbaiki struktur yang mengalami kerusakan dan mengembalikan fungsi gerak pasien,” kata Herryanto.

Sebelumnya, Bethsaida Hospital Gading Serpong dan Seraphim Medical Center menjadi Official Medical Partner FIP Bronze Banten 2026 di turnamen padel internasional pertama yang digelar di Banten. Ajang yang berlangsung pada 14–19 Juli 2026 ini merupakan bagian dari kompetisi internasional di bawah International Padel Federation (FIP).

Dukungan tersebut mencakup peningkatan performa, pencegahan dan penanganan cedera, tindakan medis maupun operatif apabila diperlukan, pemulihan, hingga pendampingan agar atlet dapat kembali berolahraga secara aman.

Peserta juga memperoleh dukungan fisioterapi, sports massage, pemeriksaan kesehatan, dan layanan kebugaran sesuai kebutuhan.

Melalui fasilitas Medical Gym, peserta dan masyarakat aktif dapat menjalani asesmen kondisi fisik serta latihan yang disusun untuk meningkatkan kekuatan, stabilitas, mobilitas, daya tahan, dan performa olahraga. Layanan ini didukung program fisioterapi dan latihan terapeutik yang disesuaikan dengan kondisi serta target masing-masing individu.

Untuk menunjang proses recovery, Seraphim Medical Center juga menghadirkan layanan seperti whole-body cryotherapy, sauna, dan sports massage. Pendekatan tersebut menjadi bagian dari program pemulihan yang dirancang untuk membantu tubuh kembali siap setelah latihan maupun kompetisi.

Sebagai Official Medical Partner FIP Bronze Banten 2026, Bethsaida Healthcare untuk mendukung perkembangan olahraga melalui layanan kesehatan yang komprehensif, profesional, dan berorientasi pada performa serta pemulihan jangka panjang.

Sumber : https://www.tempo.co/gaya-hidup/agar-performa-olahraga-bisa-maksimal-2276906

Indonesia torehkan dua medali emas di nomor vertical 7km SEATRC 2026

Indonesia torehkan dua medali emas di nomor vertical 7km SEATRC 2026

Jakarta (ANTARA) – Kontingen lari trail Indonesia menorehkan dua medali emas di nomor vertical 7km Southeast Asian Trail Running Confederation (SEATRC) 2026.

Di nomor vertical 7km putra, Putra Aldio menjadi yang tercepat setelah mencatatkan waktu 1 jam 3 menit 54 detik. Pelari asal Jakarta ini mengungguli atlet Filipina Christone Dinawanao yang mencatatkan 1 jam 4 menit 14 detik dan atlet Thailand Surachat Thaesi yang mencatatkan waktu 1 jam 4 menit 46 detik.

Sedangkan di nomor vertical 7km putri, Fitri menjadi yang tercepat dengan catatan waktu 1 jam 20 menit 59 detik. Atlet asal Sulawesi Selatan ini mengungguli atlet Kamboja Laurie Phai yang mengunci waktu 1 jam 22 menit 55 detik dan atlet Thailand Pitchanan Mahachot dengan catatan 1 jam 23 menit 42 detik.

“Sebagai Ketua Kontingen, saya sangat berbangga atas prestasi putra dan putri kita yang mendapatkan emas Vertical 7km, kita berikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Putra Aldio dan Fitri,” jelas Ketua Kontingen Indonesia pada SEATRC Donny Gahral Adian dalam keterangan resmi, Jumat.

“Harapan kami, pada kategori lain, kita bisa dapatkan emas agar kita bisa menjadi juara umum,” tegas Donny yang juga Sekum PP ALTI.

Apresiasi diberikan oleh Ketua Umum KONI Pusat Marciano Norman yang menilai bahwa prestasi ini mampu memantik atlet lainnya untuk bisa lebih berprestasi lagi.

“Semoga, atlet-atlet lari trail kebanggaan Indonesia dapat kembali mempersembahkan prestasi pada nomor pertandingan selanjutnya,” ujar Marciano.

Sumber : https://www.antaranews.com/berita/5664789/indonesia-torehkan-dua-medali-emas-di-nomor-vertical-7km-seatrc-2026

Prediksi risiko stroke, peneliti kembangkan perangkat arteri pada cip

Prediksi risiko stroke, peneliti kembangkan perangkat arteri pada cip

Sydney (ANTARA) – Para peneliti dari Australia dan China mengembangkan “arteri di atas chip” yang mereplikasi struktur pembuluh darah dan dinamika aliran darah spesifik pasien untuk membantu memprediksi risiko stroke.

Diterbitkan dalam jurnal Cell Biomaterials, studi tersebut menggambarkan perangkat itu sebagai “kembaran fisik” (physical twin), serta menunjukkan bahwa bentuk pembuluh darah dan gangguan aliran darah lokal kemungkinan merupakan faktor penentu risiko strok yang lebih penting dibandingkan penyempitan pembuluh darah saja, sebut ringkasan studi yang dimuat di laman Australian Science Media Centre, Jumat (24/7).

“Kami berharap perangkat ini akan memungkinkan kami untuk mempelajari obat-obatan yang bertujuan mengurangi risiko strok dan pada akhirnya memberikan perawatan yang dipersonalisasi bagi setiap pasien berdasarkan anatomi mereka,” ujar penulis pertama studi tersebut, Zhao Yunduo, dari Universitas Sydney, Australia.

Untuk menguji platform itu, para peneliti merekonstruksi arteri karotis dari enam pasien dengan tingkat penyakit yang berbeda dan menggunakan dinamika fluida komputasional untuk memodelkan aliran darah, yang mengungkapkan perbedaan mencolok dalam aliran darah lokal meskipun tingkat penyempitan arteri serupa.

Setelah menggunakan laser untuk membuat luka kecil pada kolagen di bawahnya, mereka juga mengamati bahwa pembekuan darah terjadi secara berbeda tergantung pada bentuk arteri. Saat ini, tim tersebut tengah merekrut pasien strok untuk mengikuti uji klinis.

Sumber : https://www.antaranews.com/berita/5665281/prediksi-risiko-stroke-peneliti-kembangkan-perangkat-arteri-pada-cip

Bukan 8 Gelas Sehari, Ternyata Ini Takaran Ideal Minum Air Putih Per Hari

Bukan 8 Gelas Sehari, Ternyata Ini Takaran Ideal Minum Air Putih Per Hari

Jakarta –  Selama ini, anjuran minum delapan gelas air putih setiap hari sudah lama dianggap sebagai patokan untuk memenuhi kebutuhan cairan tubuh setiap orang.

Padahal, anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar. Kebutuhan cairan setiap orang tidak bisa disamaratakan hanya berdasarkan satu angka.

Lantas, bagaimana mengukur takaran ideal minum air putih setiap hari yang dapat Bunda ikuti untuk memenuhi kebutuhan cairan tubuh?

Benarkan takaran ideal minum air putih bukan 8 gelas?

Dilansir Business Standard, aturan delapan gelas yang terkenal bukan formula yang berlaku untuk semua orang, Bunda. Wakil Manjer Dietetika Klinis, Rumah Sakit PD Hinduja & MRC, Rutu Dhodapkar, mengatakan kebutuhan hidrasi setiap orang berbeda.

Iklim, tingkat aktivitas, dan kondisi kesehatan berpengaruh. Orang-orang di kota dengan cuaca yang panas dan lembap lebih banyak berkeringat dan membutuhkan cairan ekstra. Keseimbangan elektrolit juga sangat penting.

Sulit untuk menentukan secara pasti di mana dan kapan aturan delapan gelas per hari berasal. Ada teori yang menyatakan bahwa aturan ini mungkin didasarkan pada asupan cairan 1 ml per kalori makanan yang dikonsumsi.

Namun, semakin banyak penelitian menunjukkan bahwa rekomendasi umum ini mungkin sebenarnya terlalu banyak air untuk sebagian orang dan tidak cukup untuk orang lain.

Takaran ideal minum air putih setiap hari

Dilansir Healthline, meskipun ada kondisi tubuh yang membuat kebutuhan air meningkat, orang sehat umumnya tidak perlu mengonsumsi air dalam jumlah yang begitu besar.

Di sisi lain, kurang minum air dapat menyebabkan dehidrasi ringan, yang didefinisikan sebagai kehilangan 1-2 persen berat badan akibat kehilangan cairan. Dalam kondisi ini, Bunda mungkin mengalami kelelahan, sakit kepala, dan perubahan suasana hati.

National Institute of Medicine telah menetapkan tingkat asupan yang memadai untuk total air dan minuman. Ini mengacu pada tingkat yang diasumsikan dapat memenuhi kebutuhan sebagian besar orang.

Adapun sejumlah faktor, baik di dalam tubuh maupun lingkungan sekitar, yang memengaruhi kebutuhan air seseorang.

Ukuran tubuh, komposisi tubuh, dan tingkat aktivitas sangat bervariasi dari orang ke orang. Jika seorang atlet, tinggal di iklim panas, atau sedang menyusui, kebutuhan air Bunda tentu meningkat.

Dengan mempertimbangkan semua ini, jelas bahwa kebutuhan air sangat individual. Delapan gelas air per hari mungkin sudah lebih dari cukup bagi sebagian orang, tetapi mungkin terlalu sedikit bagi orang lain.

Jika ingin semuanya tetap sederhana, cukup dengarkan tubuh dan biarkan rasa haus menjadi panduannya. Minum air saat Bunda merasa haus, ganti kehilangan cairan dengan minum lebih banyak air saat cuaca panas dan berolahraga.

Namun, perlu diingat bahwa hal ini tidak berlaku untuk semua orang. Beberapa lansia, misalnya, mungkin perlu secara sadar mengingatkan dirinya sendiri untuk minum air karena penuaan dapat mengurangi sensasi haus.

Manfaat minum air yang cukup untuk kesehatan

Bunda perlu minum cukup air agar tetap terhidrasi secara optimal. Secara umum, itu berarti mengganti air yang hilang melalui pernapasan, keringat, urine, dan feses. Minum air putih yang cukup dapat memberikan manfaat kesehatan, termasuk:

  • Penurunan berat badan: Minum air yang cukup dapat membantu Bunda membakar lebih banyak kalori, mengurangi nafsu makan jika dikonsumsi sebelum makan, dan menurunkan risiko penambahan berat badan jangka panjang.
  • Performa fisik yang lebih baik: Dehidrasi ringan dapat mengganggu performa fisik. Kehilangan hanya dua persen kandungan air tubuh selama berolahraga dapat meningkatkan kelelahan dan mengurangi motivasi.
  • Mengurangi keparahan sakit kepala: Bagi mereka yang rentan terhadap sakit kepala, minum air tambahan dapat mengurangi intensitas. Pada orang yang dehidrasi, air dapat membantu meredakan gejala sakit kepala.
  • Meredakan dan mencegah sembelit: Pada orang yang mengalami dehidrasi, minum air yang cukup dapat membantu mencegah dan meredakan sembelit. Namun, penelitian lebih lanjut tentang kemungkinan efek ini masih diperlukan.
  • Risiko batu ginjal menurun: Meskipun penelitian lebih lanjut masih diperlukan, ada beberapa bukti bahwa peningkatan konsumsi air dapat membantu mencegah kambuh batu ginjal pada orang yang memiliki kecenderungan untuk membentuknya.

Nah, itulah takaran ideal minum air putih yang dapat Bunda ketahui. Semoga bermanfaat, ya, Bunda.

Sumber : https://www.haibunda.com/moms-life/20260723181604-76-395036/bukan-8-gelas-sehari-ternyata-ini-takaran-ideal-minum-air-putih-per-hari

7 Cara Efektif Membantu Anak Lebih Berani Bicara di Depan Orang Lain

7 Cara Efektif Membantu Anak Lebih Berani Bicara di Depan Orang Lain

Jakarta, CNN Indonesia — Setiap orang tua tentu ingin anak tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri dan mampu menyampaikan pendapatnya dengan baik.

Namun, tidak sedikit anak yang memilih diam, merasa malu, atau ragu untuk berbicara di hadapan orang lain. Berikut cara efektif membantu anak berani bicara.

Kemampuan berbicara merupakan bekal penting yang dibutuhkan anak hingga dewasa nanti. Sayangnya, kebiasaan orang tua yang sering mengambil alih percakapan justru dapat menghambat perkembangan kepercayaan diri anak.

Padahal, anak perlu diberi kesempatan untuk mengutarakan pikiran, perasaan, dan kebutuhannya secara mandiri.

Melalui latihan yang konsisten dan dukungan yang tepat, anak dapat belajar bicara sendiri serta lebih berani menghadapi berbagai situasi sosial.

Cara membantu anak berani bicara

Dikutip dari Our Children, berikut cara membantu anak berani bicara yang perlu diketahui orang tua.

1. Kurangi kebiasaan berbicara atas nama anak

Banyak orang tua secara refleks menjawab pertanyaan yang sebenarnya ditujukan kepada anak. Meski dilakukan dengan niat baik, kebiasaan ini dapat menghambat kemampuan anak untuk berpikir dan merespons secara mandiri.

Mulailah memperhatikan kapan Anda terlalu sering mengambil alih percakapan. Berikan kesempatan kepada anak untuk menjawab sendiri, meskipun mereka membutuhkan waktu lebih lama untuk merangkai kata-kata.

Dengan begitu, anak akan memahami bahwa mereka diharapkan mampu menyampaikan pendapatnya sendiri.

2. Beri ruang dan waktu untuk menyampaikan pendapat

Salah satu cara membantu anak berani bicara adalah memberikan ruang bagi mereka untuk menemukan solusi dan jawaban sendiri. Saat anak menghadapi pertanyaan atau masalah sederhana, hindari langsung memberikan jawaban.

Biarkan mereka berpikir, mencoba, dan mengungkapkan pendapatnya. Pengalaman kecil yang terjadi setiap hari akan membantu anak belajar menggunakan suaranya sendiri dan membangun rasa percaya diri secara bertahap.

3. Biasakan anak berbicara di rumah

Rumah merupakan tempat terbaik bagi anak untuk berlatih mengungkapkan pikiran dan perasaannya. Orang tua dapat menciptakan suasana yang mendukung dengan mengadakan diskusi keluarga secara rutin.

Ajak anak membahas berbagai topik, mulai dari aturan di rumah hingga isu sosial yang sesuai dengan usianya. Berikan kesempatan yang sama kepada setiap anggota keluarga untuk berbicara dan dengarkan pendapat mereka tanpa menghakimi.

4. Dorong anak berani keluar dari zona nyaman

Keberanian berbicara sering kali tumbuh ketika anak berani mencoba hal-hal baru. Oleh karena itu, dorong mereka untuk mengambil risiko kecil yang positif.
Misalnya, ajak anak mengangkat tangan saat ingin menjawab pertanyaan di kelas, menyampaikan ide kepada guru, atau berbicara dalam kelompok kecil.

Jika masih merasa gugup, mereka dapat menuliskan ide terlebih dahulu sebelum menyampaikannya secara lisan. Semakin sering anak mencoba, semakin besar pula rasa percaya dirinya.

5. Latih dengan skenario dan simulasi percakapan

Terkadang anak mengetahui apa yang ingin disampaikan, tetapi bingung bagaimana mengatakannya. Dalam kondisi seperti ini, orang tua dapat membantu dengan membuat skenario percakapan sederhana.

Misalnya saat anak ingin berbicara kepada guru, pelatih, atau temannya, ajak mereka berlatih terlebih dahulu di rumah. Lakukan simulasi percakapan secara santai hingga anak merasa nyaman.

Metode ini membantu anak lebih siap menghadapi situasi nyata dan mengurangi rasa cemas ketika harus berbicara sendiri.

6. Ajarkan cara membela diri secara asertif
Bagian penting dari cara membantu anak berani bicara adalah mengajarkan keterampilan berbicara secara tegas namun tetap sopan. Anak perlu memahami bahwa mereka tidak dapat mengendalikan perilaku orang lain, tetapi dapat mengendalikan responsnya sendiri.

Orang tua dapat mengenalkan strategi sederhana berikut:

  • Tenangkan diri terlebih dahulu dengan menarik napas dalam-dalam.
  • Sampaikan pendapat secara tegas menggunakan kalimat singkat dan jelas.
  • Gunakan bahasa tubuh yang percaya diri, seperti berdiri tegak dan menatap lawan bicara.
  • Berbicara dengan suara yang mantap, tanpa berteriak atau terdengar marah.

Keterampilan ini sangat berguna ketika anak menghadapi tekanan dari teman sebaya atau situasi yang membuatnya tidak nyaman.

7. Berlatih setiap hari dan hargai prosesnya

Keberanian berbicara tidak terbentuk dalam semalam. Karena itu, biasakan anak untuk berbicara untuk dirinya sendiri setidaknya sekali setiap hari.

Anak yang lebih kecil dapat dilatih memesan makanan sendiri di restoran atau menjawab pertanyaan guru di kelas. Sementara itu, anak yang lebih besar dapat dilibatkan dalam aktivitas yang membutuhkan komunikasi mandiri sesuai usianya.

Yang tidak kalah penting, beri apresiasi atas setiap usaha yang mereka lakukan. Ketika anak melakukan kesalahan atau merasa gagal, yakinkan bahwa hal tersebut merupakan bagian dari proses belajar. Dukungan dan kepercayaan dari orang tua akan menjadi modal besar bagi anak untuk terus berkembang.

Itulah cara membantu anak berani bicara sejak dini untuk membangun kepercayaan diri.

Sumber : https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20260622113822-284-1371761/7-cara-efektif-membantu-anak-lebih-berani-bicara-di-depan-orang-lain

Analisis Degree of Operating Leverage sebagai Alat Evaluasi Risiko dan Pertumbuhan Bisnis

Analisis Degree of Operating Leverage sebagai Alat Evaluasi Risiko dan Pertumbuhan Bisnis

Kediri – Dalam praktik bisnis, peningkatan penjualan sering kali dianggap sebagai indikator utama keberhasilan perusahaan. Asumsi yang umum berkembang adalah bahwa apabila penjualan meningkat sebesar 10%, maka laba perusahaan juga akan meningkat dengan persentase yang sama. Kenyataannya, hubungan antara penjualan dan laba operasional tidak selalu bersifat proporsional. Pada banyak perusahaan, kenaikan penjualan yang relatif kecil dapat menghasilkan peningkatan laba operasional yang jauh lebih besar. Sebaliknya, penurunan penjualan dalam persentase yang kecil juga dapat menyebabkan penurunan laba yang jauh lebih besar.

Fenomena tersebut terjadi karena adanya perbedaan struktur biaya yang dimiliki setiap perusahaan, khususnya komposisi antara biaya tetap (fixed costs) dan biaya variabel (variable costs). Perusahaan dengan proporsi biaya tetap yang tinggi akan menunjukkan karakteristik pertumbuhan laba yang berbeda dibandingkan perusahaan yang sebagian besar biayanya bersifat variabel.

Untuk memahami hubungan tersebut, dikenal suatu konsep dalam analisis keuangan yang disebut Degree of Operating Leverage (DOL). Analisis ini tidak hanya digunakan untuk mengukur sensitivitas laba operasional terhadap perubahan penjualan, tetapi juga menjadi salah satu alat penting dalam mengevaluasi risiko operasional, perencanaan kapasitas produksi, serta pengambilan keputusan investasi.

Pengertian Degree of Operating Leverage

Degree of Operating Leverage (DOL) merupakan suatu ukuran yang menunjukkan tingkat sensitivitas Earnings Before Interest and Tax (EBIT) terhadap perubahan penjualan (sales atau revenue).

Dengan kata lain, DOL menjelaskan seberapa besar persentase perubahan laba operasional yang akan terjadi apabila penjualan mengalami perubahan dalam persentase tertentu.

Secara konseptual, DOL dapat dipahami sebagai pengaruh struktur biaya operasional terhadap kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba. Semakin besar proporsi biaya tetap yang dimiliki perusahaan, semakin besar pula perubahan EBIT yang dihasilkan akibat perubahan penjualan.

Oleh karena itu, DOL sering digunakan sebagai indikator untuk menilai seberapa besar efek pengungkit (operating leverage) yang dimiliki suatu perusahaan.

Konsep Dasar yang Mendasari DOL

Untuk memahami DOL secara menyeluruh, terlebih dahulu perlu dipahami beberapa komponen utama yang membentuk laba operasional perusahaan.

Penjualan (Revenue)

Penjualan merupakan seluruh pendapatan yang diperoleh perusahaan dari aktivitas operasional sebelum dikurangi berbagai biaya.

Biaya Variabel (Variable Cost)

Biaya variabel adalah biaya yang berubah secara langsung mengikuti volume penjualan atau volume produksi.

Contohnya meliputi:

  • bahan baku,
  • kemasan,
  • komisi penjualan,
  • biaya distribusi berdasarkan jumlah produk.

Semakin tinggi penjualan, semakin besar biaya variabel yang dikeluarkan perusahaan.

Biaya Tetap (Fixed Cost)

Biaya tetap merupakan biaya yang jumlahnya relatif tidak berubah dalam periode tertentu, meskipun volume penjualan mengalami kenaikan maupun penurunan.

Contohnya meliputi:

  • biaya sewa gedung,
  • gaji pegawai tetap,
  • penyusutan mesin,
  • asuransi,
  • biaya administrasi tertentu.

Karakteristik utama biaya tetap adalah tetap harus dibayar meskipun perusahaan tidak melakukan penjualan.

Earnings Before Interest and Tax (EBIT)

EBIT merupakan laba operasional yang diperoleh perusahaan sebelum memperhitungkan beban bunga dan pajak.

EBIT digunakan karena mencerminkan kemampuan operasional perusahaan dalam menghasilkan laba tanpa dipengaruhi oleh keputusan pendanaan maupun kebijakan perpajakan.

Dengan demikian, EBIT memberikan gambaran yang lebih objektif mengenai kinerja operasional perusahaan.

Mekanisme Terjadinya Degree of Operating Leverage

Konsep DOL muncul akibat keberadaan biaya tetap dalam struktur biaya perusahaan.

Apabila suatu perusahaan memiliki biaya tetap yang besar, maka pada saat penjualan meningkat, tambahan pendapatan tersebut tidak lagi digunakan untuk menutup biaya tetap yang telah dibayarkan sebelumnya. Sebagian besar tambahan pendapatan hanya akan dikurangi oleh biaya variabel sehingga menghasilkan peningkatan EBIT yang relatif lebih besar.

Sebaliknya, ketika penjualan mengalami penurunan, biaya tetap tetap harus dibayar sehingga penurunan EBIT dapat terjadi dalam persentase yang lebih besar dibandingkan penurunan penjualan.

Dengan demikian, biaya tetap berfungsi sebagai pengungkit (leverage) yang memperbesar perubahan laba operasional.

Rumus Degree of Operating Leverage

Secara umum, DOL dihitung menggunakan rumus berikut.

DOL = Persentase Perubahan EBIT ÷ Persentase Perubahan Penjualan

Rumus tersebut menunjukkan bahwa DOL merupakan rasio antara perubahan laba operasional dengan perubahan penjualan.

Sebagai ilustrasi:

  • Penjualan meningkat sebesar 10%.
  • EBIT meningkat sebesar 25%.

Maka:

DOL = 25% ÷ 10% = 2,5

Nilai tersebut menunjukkan bahwa setiap kenaikan penjualan sebesar 1% akan diikuti kenaikan EBIT sekitar 2,5%.

Sebaliknya, apabila penjualan turun sebesar 1%, maka EBIT diperkirakan akan turun sekitar 2,5%, dengan asumsi struktur biaya perusahaan tidak mengalami perubahan.

Interpretasi Nilai DOL

Nilai DOL memberikan informasi mengenai tingkat sensitivitas laba operasional perusahaan.

DOL Rendah

Perusahaan dengan DOL rendah memiliki perubahan EBIT yang relatif kecil terhadap perubahan penjualan.

Karakteristiknya antara lain:

  • proporsi biaya tetap relatif rendah,
  • risiko operasional lebih kecil,
  • pertumbuhan laba cenderung lebih stabil.

DOL Tinggi

Perusahaan dengan DOL tinggi menunjukkan perubahan EBIT yang jauh lebih besar dibandingkan perubahan penjualan.

Karakteristiknya meliputi:

  • proporsi biaya tetap tinggi,
  • potensi pertumbuhan laba lebih besar,
  • risiko operasional juga lebih tinggi.

Perusahaan dengan DOL tinggi dapat memperoleh peningkatan laba yang sangat cepat ketika penjualan meningkat. Namun pada kondisi penjualan menurun, perusahaan juga berpotensi mengalami penurunan laba yang signifikan.

DOL sebagai Alat Evaluasi Risiko

Salah satu fungsi utama DOL adalah membantu manajemen mengukur tingkat risiko operasional perusahaan.

Perusahaan dengan DOL tinggi memiliki ketergantungan yang lebih besar terhadap tingkat penjualan. Oleh karena itu, perubahan kondisi pasar, penurunan permintaan, atau meningkatnya persaingan akan memberikan dampak yang lebih besar terhadap laba operasional.

Sebaliknya, perusahaan dengan DOL rendah cenderung memiliki stabilitas laba yang lebih baik karena struktur biaya tetapnya relatif kecil.

Dengan demikian, DOL dapat digunakan sebagai indikator awal dalam mengevaluasi tingkat risiko operasional suatu perusahaan.

DOL sebagai Alat Evaluasi Pertumbuhan Bisnis

Selain digunakan untuk mengukur risiko, DOL juga memiliki peran penting dalam mengevaluasi potensi pertumbuhan perusahaan.

Ketika perusahaan mempertimbangkan investasi pada mesin baru, pembangunan fasilitas produksi, atau pembukaan cabang baru, manajemen perlu memahami bagaimana perubahan struktur biaya tersebut akan memengaruhi laba operasional di masa mendatang.

Investasi yang meningkatkan biaya tetap akan menyebabkan nilai DOL meningkat. Kondisi tersebut dapat menghasilkan pertumbuhan laba yang lebih cepat apabila target penjualan berhasil dicapai. Namun apabila pertumbuhan penjualan tidak sesuai harapan, peningkatan biaya tetap justru dapat menurunkan profitabilitas perusahaan.

Oleh karena itu, analisis DOL sering digunakan sebagai dasar dalam penyusunan strategi ekspansi bisnis.

Kelebihan dan Keterbatasan Analisis DOL

Kelebihan

  • Mengukur sensitivitas laba operasional terhadap perubahan penjualan.
  • Membantu manajemen dalam menyusun target penjualan.
  • Mendukung analisis risiko operasional.
  • Menjadi dasar evaluasi investasi aset tetap.
  • Membantu proses perencanaan pertumbuhan perusahaan.

Keterbatasan

Meskipun memiliki manfaat yang besar, DOL juga memiliki beberapa keterbatasan.

Perhitungan DOL umumnya mengasumsikan bahwa biaya tetap dan biaya variabel tidak berubah selama periode analisis. Dalam praktiknya, perusahaan dapat mengalami perubahan kapasitas produksi, perubahan harga bahan baku, maupun perubahan kebijakan operasional yang menyebabkan struktur biaya berubah.

Selain itu, DOL lebih tepat digunakan untuk analisis jangka pendek dibandingkan analisis jangka panjang, karena perubahan struktur biaya dalam jangka panjang sering kali cukup signifikan.

Kesimpulan

Degree of Operating Leverage merupakan salah satu alat analisis yang digunakan untuk mengukur sensitivitas laba operasional terhadap perubahan penjualan. Analisis ini memberikan pemahaman mengenai bagaimana struktur biaya, khususnya biaya tetap, memengaruhi pertumbuhan maupun penurunan laba operasional perusahaan.

Perusahaan dengan DOL yang tinggi memiliki peluang memperoleh pertumbuhan laba yang lebih besar ketika penjualan meningkat, namun juga menghadapi risiko operasional yang lebih tinggi apabila penjualan mengalami penurunan. Sebaliknya, perusahaan dengan DOL yang rendah cenderung memiliki pertumbuhan laba yang lebih stabil dengan tingkat risiko operasional yang lebih rendah.

Oleh karena itu, DOL tidak hanya berfungsi sebagai alat perhitungan matematis, tetapi juga sebagai instrumen analisis dalam mengevaluasi risiko, merencanakan ekspansi usaha, serta mendukung proses pengambilan keputusan strategis bagi manajemen maupun investor.

Stop Bilang ‘Tak Punya Uang’ ke Anak, Psikolog Sarankan 3 Kalimat Ini

Stop Bilang ‘Tak Punya Uang’ ke Anak, Psikolog Sarankan 3 Kalimat Ini

Jakarta, CNN Indonesia — Anak pasti pernah merengek meminta dibelikan sesuatu kepada orang tuanya. Dalam situasi seperti itu, banyak orang tua spontan menjawab, “Nggak punya uang”, “Nggak ada uangnya”, atau “Kita nggak mampu beli itu.”

Kalimat tersebut memang terdengar remeh dan sering kali menjadi respons paling cepat untuk menghentikan rengekan anak.

Namun, menurut psikologi, respons tersebut sebaiknya tidak dijadikan kebiasaan. Meski diucapkan dengan niat baik agar tidak boros, misalnya, kalimat “kita tidak punya uang atau kita tidak mampu membelinya” ternyata dapat membentuk cara pandang anak terhadap uang sejak dini.

Alih-alih memahami bahwa orang tua sedang membuat keputusan finansial, anak justru bisa menangkap pesan yang berbeda.

Dikutip dari Times of India, menurut American Psychological Association (APA), uang merupakan salah satu topik yang paling jarang dibicarakan secara terbuka dalam keluarga. Padahal, cara anak memandang uang terbentuk sejak masa anak-anak, jauh sebelum mereka dewasa hingga bekerja dan memiliki penghasilan sendiri.

Ketika anak terus-menerus mendengar kalimat, “Kita tidak punya uang,” mereka tidak memaknainya seperti orang dewasa. Anak yang masih kecil bisa benar-benar mengira kondisi keuangan keluarganya sedang buruk.

Kalimat yang awalnya dimaksudkan sebagai solusi mengakhiri percakapan, justru bisa menanamkan kecemasan dalam diri anak tentang kondisi finansial keluarga.

Karena itu, psikolog menyarankan orang tua mengganti kalimat “tidak punya uang” dengan ungkapan yang lebih edukatif.

Lantas, bagaimana kalimat yang lebih tepat untuk mengganti ungkapan “tidak punya uang” ke anak? Ini alternatif respons yang bisa disampaikan orang tua.

1. “Saat ini uangnya untuk kebutuhan yang lain”

Kalimat ini dinilai lebih baik daripada mengatakan “kita tidak mampu membelinya”. Menurut psikologi, frasa tersebut mengajarkan bahwa keputusan keuangan bukan semata-mata ditentukan oleh ada atau tidaknya uang, melainkan oleh pilihan dan prioritas keluarga.

Dengan cara ini, anak belajar bahwa setiap pengeluaran perlu dipertimbangkan. Mereka memahami bahwa uang bisa saja tersedia, tetapi tidak semua keinginan harus dipenuhi karena ada kebutuhan lain yang lebih penting.

Pola pikir seperti ini akan membantu anak membangun kebiasaan mengelola keuangan secara bijak saat dewasa.

2. “Kita perlu menabung dulu, ya”

Kalimat ini memperkenalkan konsep delayed gratification, yaitu kemampuan menunda kesenangan demi tujuan yang lebih besar. Menurut APA, keterampilan ini merupakan salah satu fondasi penting dalam membangun kebiasaan finansial yang sehat.

Selain mengurangi kekecewaan, mengajak anak menabung juga mengajarkan bahwa mendapatkan sesuatu membutuhkan proses, perencanaan, dan usaha.

Anak tidak hanya belajar sabar menunggu, tetapi juga memahami nilai dari barang yang mereka inginkan.

3. “Masukkan ke daftar kado ulang tahunmu”

Jika barang tersebut bukan kebutuhan mendesak, orang tua dapat mengarahkan anak untuk memasukkannya ke daftar keinginan atau hadiah ulang tahun atau momen spesial lainnya, misal kenaikan kelas, sunat, berhasil puasa sebulan penuh, atau hadiah Natal.

Respons ini tetap mengakui keinginan anak tanpa langsung menolaknya. Di saat yang sama, anak belajar bahwa tidak semua keinginan harus langsung dipenuhi saat itu juga.

Kebiasaan ini membantu mereka menahan keinginan sekaligus memahami bahwa ada waktu yang tepat untuk memperoleh sesuatu yang diinginkan.

Sumber : https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20260716160916-284-1381532/stop-bilang-tak-punya-uang-ke-anak-psikolog-sarankan-3-kalimat-ini