OJK Ungkap Pasar Modal Kian Besar, Emiten BEI Dekati Seribu

OJK Ungkap Pasar Modal Kian Besar, Emiten BEI Dekati Seribu

Liputan6.com, Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat pasar modal Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Jumlah emiten, investor, hingga nilai penghimpunan dana (fundraising) di Bursa Efek Indonesia (BEI) terus meningkat meski di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Namun, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, mengingatkan bahwa berbagai capaian tersebut harus diimbangi dengan upaya menjaga kepercayaan investor. Menurutnya, kepercayaan menjadi fondasi utama agar pertumbuhan pasar modal dapat berlangsung secara berkelanjutan.

Hasan mengungkapkan, berdasarkan data per 26 Juni 2026, jumlah perusahaan tercatat di pasar modal Indonesia telah mencapai 957 emiten. Angka tersebut meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan tahun 2011 yang baru berkisar di angka 440 emiten.

“Hingga data terakhir di 26 Juni 2026, kita melihat jumlah perusahaan tercatat yang melantai di bursa kita sudah mencapai 957 emiten. Ini tentu meningkat lebih dari dua kali lipat dibanding sekitar 440 emiten pada tahun 2011,” kata Hasan di Main Hall BEI, Jakarta, Kamis (2/7/2026).

Di sisi lain, partisipasi masyarakat dalam pasar modal juga terus mengalami peningkatan pesat. Hingga akhir Juni 2026, jumlah investor telah mencapai sekitar 28,81 juta investor atau tumbuh sebesar 41,45 persen secara year to date (ytd).

Menurut Hasan, pertumbuhan investor tersebut merupakan amanah besar bagi seluruh pemangku kepentingan di industri pasar modal. Pasalnya, mayoritas investor di Indonesia saat ini didominasi oleh investor pemula dari kalangan usia muda.

“Ini menjadi titipan amanah yang luar biasa besar karena terkonfirmasi mayoritas investor kita adalah investor pemula berusia muda. Selain membutuhkan dorongan untuk pemahaman secara mendalam, kita juga harus memastikan mereka mendapatkan informasi yang betul-betul tervalidasi dan berimbang,” ujarnya.

Fundraising Tembus Rp 81,09 Triliun

Di tengah kondisi ekonomi global yang masih penuh tantangan, aktivitas penghimpunan dana di pasar modal Indonesia tetap menunjukkan kinerja positif. Hasan menyebutkan, hingga 26 Juni 2026, nilai fundraising di pasar modal telah mencapai Rp 81,09 triliun. Selain itu, masih terdapat 61 rencana penawaran umum (pipeline) yang sedang berada dalam proses perizinan di OJK.

Nilai indikatif dari seluruh pipeline penawaran umum tersebut mencapai sekitar Rp 52,38 triliun. Hal ini menunjukkan minat perusahaan untuk memanfaatkan pasar modal sebagai sumber pendanaan masih tetap tinggi.

“Jadi, masih tercatat tinggi minat penggalangan dana untuk menunjang kegiatan korporasi dan pemerintah yang tercatat di tahun ini,” ujarnya.

Kepercayaan Investor Jadi Fondasi Pasar Modal

Hasan menuturkan, perkembangan pasar modal sepanjang semester pertama 2026 menjadi pengingat bahwa fundamental ekonomi yang baik belum tentu cukup untuk menjaga stabilitas pasar tanpa adanya faktor kepercayaan.

Sebagai gambaran dinamika pasar, berdasarkan data perdagangan per 26 Juni 2026, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat mengalami tekanan dan mencatatkan aksi jual bersih (net sell) investor asing sebesar Rp 71,68 triliun secara year to date.

“Dinamika tersebut mengonfirmasi bahwa kepercayaan akan selalu menjadi faktor utama yang menentukan arah pergerakan pasar modal di kawasan. Oleh karena itu, kita di Indonesia tidak cukup hanya membangun pasar modal yang besar, yang aktif, atau memiliki lebih banyak lagi investor,” pungkasnya.

Emiten Kertas dan Tisu Bakal Bagi Dividen Rp 492 Miliar

Emiten Kertas dan Tisu Bakal Bagi Dividen Rp 492 Miliar

Liputan6.com, Jakarta – Emiten manufaktur dan industri kertas dan tisu PT Suparma Tbk (SPMA) memutuskan membagikan dividen saham senilai Rp 492,04 miliar kepada para pemegang saham.

Mengutip Keterbukaan Informasi BEI, Kamis (2/7/2026) keputusan tersebut disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar pada 30 Juni 2026.

Pembagian dividen saham ini berasal dari kapitalisasi saldo laba Perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2025. Berdasarkan hasil RUPSLB, harga pasar yang digunakan sebagai dasar kapitalisasi dividen saham ditetapkan sebesar Rp 400 per saham.

Dengan nilai tersebut, Perseroan akan menerbitkan sebanyak-banyaknya 1.230.095.230 saham baru sebagai dividen saham kepada para pemegang saham yang berhak.

Dividen saham ini berasal dari kapitalisasi saldo laba Perseroan sehingga tidak dilakukan dalam bentuk pembagian dividen tunai. Melalui mekanisme ini, saldo laba dialihkan menjadi modal disetor dengan menerbitkan saham baru kepada pemegang saham.

Kebijakan tersebut juga diharapkan dapat memperkuat struktur permodalan Perseroan sekaligus meningkatkan likuiditas perdagangan saham di pasar.

Rasio Pembagian 30 Saham Baru untuk Setiap 100 Saham Lama

Dalam keterbukaan informasi, Perseroan menetapkan rasio pembagian dividen saham sebesar 30%. Artinya, setiap pemegang 100 saham lama akan memperoleh 30 saham baru yang berasal dari kapitalisasi saldo laba.

Jumlah dividen saham yang akan dibagikan mencapai sebanyak-banyaknya 1.230.095.230 saham sesuai persetujuan pemegang saham dalam RUPSLB.

Dengan skema tersebut, kepemilikan saham investor akan bertambah tanpa perlu melakukan pembelian saham baru, sementara nilai investasi secara keseluruhan tetap menyesuaikan dengan jumlah saham yang beredar setelah aksi korporasi.

Catat Jadwal Cum Dividen hingga Distribusi Saham

Perseroan juga telah menetapkan jadwal pembagian dividen saham kepada para pemegang saham. Cum dividen saham di pasar reguler dan negosiasi jatuh pada Rabu, 8 Juli 2026, sedangkan ex dividen di pasar reguler dan negosiasi berlangsung pada Kamis, 9 Juli 2026.

Sementara itu, cum dividen di pasar tunai ditetapkan pada Jumat, 10 Juli 2026, yang sekaligus menjadi tanggal daftar pemegang saham (recording date) yang berhak menerima dividen saham.

Adapun ex dividen di pasar tunai berlangsung pada Senin, 13 Juli 2026. Distribusi atau pembagian dividen saham kepada pemegang saham yang berhak dijadwalkan berlangsung pada 31 Juli 2026.

sumber : https://www.liputan6.com/saham/read/8161605/emiten-kertas-dan-tisu-bakal-bagi-dividen-rp-492-miliar

WhatsApp Username: Baik untuk Privasi atau Karpet Merah bagi Penipu Digital?

WhatsApp Username: Baik untuk Privasi atau Karpet Merah bagi Penipu Digital?

Liputan6.com, Jakarta – WhatsApp resmi memulai uji coba fitur reservasi username pekan ini, menjelang peluncuran globalnya pada akhir 2026. Langkah ini menandai perubahan besar bagi pengguna untuk saling mengidentifikasi.

Pengguna tidak lagi wajib membagikan nomor telepon, melainkan cukup menggunakan nama pengguna khusus. Meski Meta (induk perusahaan WhatsApp) mengklaim inovasi ini bakal mendongkrak privasi digital, gelombang kritik justru datang dari para pakar keamanan dan regulator di India.

Dengan basis lebih dari 500 juta pengguna di negara tersebut, fitur baru ini dikhawatirkan memicu ledakan kasus penipuan bermodus penyamaran akun (impersonation).

Dalam uji coba awal, sebagaimana dikutip dari TechCrunch, Kamis (2/7/2026), ditemukan fakta mengejutkan. Sejumlah username yang mirip dengan nama politisi, selebritas, hingga lembaga resmi masih tersedia bebas untuk diklaim.

Nama-nama seperti “indiamodi” (merujuk PM Narendra Modi), “shahrukh.actor”, “teamamitabh”, hingga “rbi_verify” (merujuk Bank Sentral India) belum diproteksi.

Di tempat terpisah, pendiri Binance, Changpeng Zhao, juga mengeluhkan lewat media sosial X bahwa dirinya tidak bisa memesan nama pengguna “cz_binance”.

Menanggapi hal ini, Meta berdalih bahwa mereka telah memesan atau memblokir username tokoh publik dan instansi pemerintah agar tidak disalahgunakan.

Sayangnya, raksasa teknologi itu enggan membeberkan indikator dan mekanisme sistem penyaringan mereka terhadap variasi nama tiruan tersebut.

Pemerintah Intervensi, Aktivis Kritik

Kondisi ini langsung memicu respons keras dari Kementerian Elektronika dan Teknologi Informasi India (Ministry of Electronics and Information Technology/MeitY).

Dalam surat teguran resminya kepada WhatsApp, pemerintah memperingatkan bahwa fitur ini berpotensi meningkatkan kasus phishing, penipuan berkedok aparat, dan serangan siber lainnya karena pelaku bisa bersembunyi di balik identitas anonim tanpa melacak nomor ponsel.

MeitY pun meminta WhatsApp menangguhkan peluncuran fitur ini hingga proses konsultasi selesai.

Namun, intervensi pemerintah ini menuai kritik dari kelompok hak digital Internet Freedom Foundation (IFF). Mereka menilai langkah sepihak kementerian tidak memiliki dasar hukum yang kuat dan berisiko memberi kekuasaan berlebih bagi pemerintah untuk mendikte desain produk sebuah platform digital.

Dilema Privasi dan Keamanan

Pakar keamanan siber sekaligus CEO SocialProof Security, Rachel Tobac, melihat fitur ini bak pisau bermata dua.

Di satu sisi, menyembunyikan nomor telepon adalah kemenangan besar untuk privasi karena melindungi pengguna dari bahaya pembajakan kartu SIM (SIM-swap). Di sisi lain, risiko salah sasaran akibat nama yang mirip tetap mengintai.

“Menggunakan username itu langkah bagus agar nomor ponsel tidak bocor ke orang asing. Namun, verifikasi identitas di dalam fungsi tersebut tetap menjadi hal krusial,” ujar Tobac.

Sebagai antisipasi, Tobac menyarankan pengguna untuk memilih nama yang tidak mudah ditebak demi menghindari pesan spam dan perundungan digital.

Monopoli Identitas Meta?

Selain isu keamanan, Mozilla Foundation menyoroti aspek monopoli ekosistem digital Meta. WhatsApp diketahui mengizinkan pengguna mengimpor username dari Instagram atau Facebook mereka.

Meski langkah ini diklaim Meta untuk mempermudah verifikasi kreator dan bisnis, Mozilla menilai hal ini memperlihatkan betapa kuatnya Meta dalam mengikat identitas digital pengguna lintas aplikasi, sementara pengguna tetap tidak bisa memindahkan basis data kontak mereka ke platform pesaing.

Menanggapi polemik global ini, WhatsApp menyatakan akan bergerak perlahan. “Kami meluangkan waktu dan mendengarkan masukan agar saat diluncurkan secara luas akhir tahun ini, semuanya berjalan dengan tepat,” tulis WhatsApp dalam laman tanya-jawab resminya.

Sumber : https://www.liputan6.com/tekno/read/8165586/whatsapp-username-baik-untuk-privasi-atau-karpet-merah-bagi-penipu-digital

Daftar Penyakit Katastropik Sedot Anggaran BPJS Terbesar Sepanjang 2025, Jantung Nomor 1

Daftar Penyakit Katastropik Sedot Anggaran BPJS Terbesar Sepanjang 2025, Jantung Nomor 1

Jakarta – Beban jaminan kesehatan nasional yang ditanggung oleh BPJS Kesehatan terus mengalami tren peningkatan yang signifikan. Berdasarkan data terbaru, sepanjang tahun 2025, angka pengeluaran biaya untuk pelayanan kesehatan masyarakat melesat hingga mencapai Rp 191,33 triliun. Angka ini mengalami kenaikan sebesar Rp 15,2 triliun jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang berada di angka Rp 176,11 triliun. Lonjakan ini mencerminkan bahwa skala perlindungan kesehatan yang diakses oleh rakyat kian meluas.
Namun, di sisi lain, situasi ini memberikan tantangan besar pada aspek sustainability atau keberlanjutan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Tercatat, rasio klaim BPJS Kesehatan pada tahun 2025 telah menyentuh angka 108,27 persen, yang berarti beban jaminan kesehatan terpantau lebih besar pasak daripada tiang dibanding pendapatan iuran yang diterima. Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito, mengungkapkan bahwa seiring dengan peningkatan biaya tersebut, cakupan kepesertaan masyarakat juga tumbuh luar biasa hingga menjelang akhir tahun.

“Hingga 31 Desember 2025, jumlah peserta JKN telah mencapai 282,7 juta jiwa atau mencakup 98,62 persen dari total seluruh penduduk Indonesia,” jelas Pujo dalam agenda BPJS Kesehatan, Kamis (2/7/2026).

Penyakit Katastropik Sedot Anggaran Hingga Rp 50,3 Triliun

Salah satu faktor terbesar yang menyedot anggaran pelayanan kesehatan ini adalah kelompok penyakit katastropik atau penyakit yang membutuhkan perawatan medis jangka panjang dan berbiaya tinggi. Sepanjang tahun 2025, penyakit katastropik menyerap sekitar 26,28% hingga 26,42% dari total seluruh biaya pelayanan kesehatan yang dibayarkan oleh BPJS Kesehatan, dengan akumulasi biaya menyentuh Rp 50,3 triliun dari total 59,9 jutaan kasus. Pujo menyayangkan tingginya angka kasus penyakit berbiaya mahal ini, mengingat sebagian besar dari jenis penyakit tersebut sebenarnya masih bisa diantisipasi sejak dini. “Penyakit katastropik ini sebagian besar sebenarnya bisa dicegah melalui penerapan pola hidup sehat dan deteksi dini,” imbau Pujo. Secara rinci, berikut adalah daftar penyakit katastropik yang menjadi beban pembiayaan BPJS Kesehatan sepanjang tahun 2025:

  1. Jantung: Menduduki posisi pertama dengan jumlah kasus fantastis mencapai 29,7 jutaan kasus dengan total biaya Rp 17,3 triliun.
  2. Gagal Ginjal: Mengikuti di posisi kedua dengan 12,6 jutaan kasus yang menelan biaya sebes Rp 13,3 triliun.
  3. Kanker: Menempati posisi ketiga dengan menghabiskan anggaran sebesar Rp 10,3 triliun dari total 7,1 jutaan kasus yang ditangani.
  4. Stroke: Berada di posisi keempat dengan menyerap anggaran sebesar Rp 7,2 triliun dari total sebaran 9,5 jutaan kasus.
  5. Hemofilia: Mencatat total 84,8 ribuan kasus sepanjang tahun dengan penyerapan biaya sebesar Rp 909,6 miliar.
  6. Thalassemia: Menyerap anggaran jaminan kesehatan sebesar Rp 852,7 miliar dengan total sebaran 398,1 ribuan kasus.
  7. Sirosis Hati: Menangani total 311,3 ribuan kasus dengan alokasi pembiayaan sebesar Rp 278,1 miliar.

Sumber : https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-8556594/daftar-penyakit-katastropik-sedot-anggaran-bpjs-terbesar-sepanjang-2025-jantung-nomor-1

MINDSET CERDAS SAAT MENGHADAPI MASALAH

MINDSET CERDAS SAAT MENGHADAPI MASALAH

Kediri – Masalah adalah bagian dari kehidupan yang tidak bisa dihindari. Setiap orang, tanpa terkecuali, pasti pernah menghadapi tantangan, tekanan, maupun situasi sulit. Kehadiran masalah bukan selalu sesuatu yang buruk, karena sering kali masalah menjadi tanda bahwa ada sesuatu yang perlu dipahami, diperbaiki, atau diputuskan dengan lebih bijak.

Cara seseorang menghadapi masalah sering kali menentukan kualitas keputusan yang diambil. Dengan mindset yang tepat, masalah tidak hanya menjadi beban, tetapi juga bisa menjadi sarana pembelajaran dan pendewasaan diri.

Kembali kepada Allah

Saat menghadapi masalah, langkah pertama yang perlu dilakukan adalah kembali kepada Allah. Mendekatkan diri melalui doa dan shalat sunnah dapat membantu menenangkan hati sekaligus menguatkan mental.

Ingatlah bahwa sabar adalah kunci. Setiap masalah yang datang adalah ujian yang memiliki tujuan, dan setiap ujian selalu membawa pelajaran bagi orang yang mau mengambil hikmahnya.

Cari Solusi dengan Kepala Dingin, Bukan Emosi

Ketika emosi menguasai, keputusan yang diambil sering kali terburu-buru dan kurang tepat. Karena itu, penting untuk menenangkan diri terlebih dahulu sebelum mengambil langkah.

Pahami inti masalahnya, lihat dari berbagai sudut pandang, lalu pilih solusi yang paling bijak. Masalah akan jauh lebih mudah diselesaikan ketika pikiran berada dalam keadaan tenang dan jernih.

Evaluasi Diri

Tidak semua masalah datang dari faktor luar. Ada kalanya masalah muncul karena kesalahan atau kekurangan dalam diri sendiri yang belum disadari.

Melalui evaluasi diri, kita dapat memahami bagian mana yang perlu diperbaiki. Sikap ini membantu kita menjadi pribadi yang lebih dewasa, lebih bijak, dan tidak mudah mengulangi kesalahan yang sama di masa depan.

Diskusikan dengan Rekan atau Atasan

Terkadang masalah terasa berat karena kita mencoba memikul semuanya sendirian. Dalam situasi seperti ini, berdiskusi dengan rekan kerja atau atasan bisa menjadi langkah yang sangat membantu.

Masukan dari orang lain sering kali membuka sudut pandang baru yang sebelumnya tidak kita pikirkan. Dengan diskusi yang baik, peluang menemukan jalan keluar yang tepat akan semakin besar.

Yakin Bahwa Setiap Masalah Pasti Ada Hikmah dan Jalan Keluarnya

Setiap masalah pasti membawa hikmah, meskipun terkadang kita belum langsung memahaminya. Karena itu, tetaplah yakin, terus berdoa, dan jangan kehilangan harapan.

Percayalah bahwa Allah selalu menolong hamba-Nya. Tidak ada keadaan sulit yang berlangsung selamanya, dan selalu ada jalan keluar bagi mereka yang bersabar dan berusaha.

Orang cerdas bukanlah orang yang tidak pernah memiliki masalah. Orang cerdas adalah mereka yang mampu tetap tenang, berpikir jernih, dan mengambil keputusan dengan bijak saat masalah datang.

Sumber : https://www.instagram.com/p/DaMscDtgDpE/?img_index=1

Keunggulan Pemupukan Foliar untuk Pertumbuhan Tanaman yang Lebih Optimal

Keunggulan Pemupukan Foliar untuk Pertumbuhan Tanaman yang Lebih Optimal

Kediri – Dalam dunia pertanian modern, pemenuhan nutrisi tanaman menjadi salah satu faktor utama yang menentukan hasil panen. Salah satu metode pemupukan yang semakin banyak digunakan adalah pemupukan foliar, yaitu metode pemberian nutrisi melalui daun.

Berbeda dengan pemupukan konvensional yang mengandalkan penyerapan melalui akar, pemupukan foliar memungkinkan unsur hara masuk langsung ke jaringan tanaman melalui permukaan daun. Metode ini dinilai efektif untuk membantu tanaman mendapatkan nutrisi secara lebih cepat dan efisien.

Mengapa Pemupukan Foliar Efektif?

  1. Penyerapan Nutrisi Lebih CepatSalah satu keunggulan utama pemupukan foliar adalah kecepatan penyerapan nutrisi. Saat pupuk disemprotkan ke daun, unsur hara dapat langsung diserap melalui jaringan daun.

    Hal ini membuat tanaman mampu merespons lebih cepat, terutama ketika membutuhkan tambahan nutrisi dalam waktu singkat, seperti pada fase pertumbuhan aktif, pembungaan, atau pembentukan buah.

  2. Efektif Saat Kondisi Tanah Kurang Subur atau Akar TergangguTidak semua lahan memiliki kondisi tanah yang ideal. Pada beberapa kondisi, tanah yang kurang subur, pH yang tidak seimbang, atau akar tanaman yang terganggu dapat menghambat penyerapan nutrisi dari tanah.

    Pemupukan foliar menjadi solusi yang efektif karena nutrisi tidak perlu melewati akar terlebih dahulu. Dengan pemberian melalui daun, tanaman tetap bisa memperoleh unsur hara penting meskipun kondisi media tanam kurang optimal.

  3. Lebih Hemat dan Tepat SasaranKeunggulan lainnya adalah penggunaan pupuk yang lebih efisien. Nutrisi dapat langsung diarahkan ke bagian tanaman yang membutuhkan, sehingga mengurangi potensi kehilangan unsur hara akibat penguapan atau pencucian oleh air.

    Dengan dosis yang tepat, pemupukan foliar dapat membantu petani mengoptimalkan penggunaan pupuk sekaligus menjaga efisiensi biaya.

Optimalkan Hasil dengan Nutrisi yang Tepat

Pemupukan foliar dapat menjadi strategi efektif untuk mendukung pertumbuhan tanaman yang sehat, kuat, dan produktif. Namun, hasil yang optimal juga dipengaruhi oleh kualitas pupuk yang digunakan.

Untuk mendukung kebutuhan nutrisi tanaman secara maksimal, gunakan pupuk cair AGRONIK sebagai solusi pemupukan yang praktis dan efektif.

AGRONIK — Nutrisi Tepat untuk Hasil yang Hebat

By: PT. Dyriz Indonesia

Sumber : https://www.instagram.com/p/DZ9fZMFD-bi/?img_index=1

Investasi Asing di Indonesia Tetap Tangguh

Investasi Asing di Indonesia Tetap Tangguh

TVRINews – Jakarta

Realisasi Penanaman Modal Asing mencapai Rp250 triliun pada kuartal pertama 2026, membuktikan ketahanan ekonomi nasional di tengah gejolak pasar global.

Di tengah ketidakpastian kondisi ekonomi dunia, Indonesia mencatatkan performa investasi yang solid pada awal tahun ini.

Data terbaru dari Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menunjukkan bahwa kepercayaan investor mancanegara tetap kuat, dengan realisasi Penanaman Modal Asing (PMA) menyentuh angka Rp250 triliun sepanjang periode Januari hingga Maret 2026.

Angka tersebut merepresentasikan lebih dari separuh, tepatnya 50,1 persen, dari total realisasi investasi nasional yang mencapai Rp498,8 triliun pada triwulan pertama. Capaian ini sekaligus memperpanjang tren pertumbuhan investasi asing yang konsisten dalam lima tahun terakhir.

Juru Bicara Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Dendy Apriandi, menekankan bahwa investasi langsung (FDI) merupakan indikator yang lebih mencerminkan keyakinan jangka panjang dibandingkan volatilitas pasar keuangan.

Juru Bicara Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Dendy Apriand (Foto: Bakom RI)

“Menarik investasi bukanlah pekerjaan yang mudah di tengah situasi geopolitik global saat ini. Data menunjukkan investor asing tetap tertarik berinvestasi di Indonesia. Hal ini tercermin dari realisasi investasi yang terus tumbuh,” ujar Dendy dalam keterangan resminya yang dikutip Rabu 1 Juli 2026

Dalam analisis data historis yang dirilis kementerian, pertumbuhan PMA menunjukkan kenaikan bertahap: dari Rp147,2 triliun pada kuartal pertama 2022, hingga mencapai angka Rp250 triliun di kuartal pertama 2026.

Sejumlah negara tercatat sebagai kontributor utama, dengan Singapura, Hong Kong, Tiongkok, Amerika Serikat, dan Jepang menempati posisi lima besar asal investasi.

Selain nilai nominal, pemerintah menyoroti dampak ekonomi riil yang dihasilkan dari aliran modal tersebut. Sektor-sektor strategis yang menjadi fokus hilirisasi dinilai mampu menciptakan nilai tambah sekaligus menggerakkan roda ekonomi domestik.

Dampak nyata bagi sektor ketenagakerjaan juga cukup signifikan. Berdasarkan laporan kementerian, realisasi investasi pada kuartal pertama tahun ini berhasil menyerap 706.569 tenaga kerja di berbagai daerah di Indonesia.

Menghadapi tantangan global ke depan, Dendy menegaskan komitmen pemerintah untuk terus membenahi ekosistem investasi melalui penyederhanaan birokrasi perizinan dan penguatan regulasi hilirisasi.

“Investasi hari ini menentukan masa depan generasi selanjutnya. Karena itu, mari bersama-sama menjaga iklim investasi yang semakin ramah bagi investor agar investasi terus tumbuh dan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi nasional,” pungkas Dendy.

Stabilitas arus investasi ini menjadi sinyal positif bagi prospek ekonomi Indonesia tahun 2026, di tengah upaya pemerintah mempertahankan daya saing di pasar internasional melalui agenda hilirisasi yang berkelanjutan.

Sumber : https://nasional.tvrinews.com/berita/twgsayy-investasi-asing-di-indonesia-tetap-tangguh

Pertamina Turunkan Harga BBM Non-Subsidi Hari Ini

Pertamina Turunkan Harga BBM Non-Subsidi Hari Ini

PT Pertamina Patra Niaga resmi memberlakukan penyesuaian harga untuk sejumlah produk bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi di seluruh Indonesia mulai Rabu 1 Juli 2026, Diantaranya mencakup penurunan signifikan pada harga produk bensin RON 98 serta varian diesel berkualitas tinggi.

Berdasarkan data terbaru di SPBU wilayah Jakarta, Pertamax Turbo kini dipatok pada harga Rp 19.300 per liter, turun sebesar Rp 1.450 dari periode sebelumnya.

Penurunan lebih tajam terjadi pada produk diesel; Pertamina Dex kini dijual seharga Rp 21.150 per liter, sementara harga Dexlite terkoreksi menjadi Rp 19.700 per liter.

Di sisi lain, perusahaan memutuskan untuk mempertahankan harga produk BBM lainnya. Pertamax (RON 92) tetap stabil di angka Rp 16.250 per liter, dan Pertamax Green 95 di angka Rp 17.000 per liter.

Begitu pula dengan bahan bakar bersubsidi, yaitu Pertalite dan Solar, yang harganya tidak mengalami perubahan, masing-masing tetap di angka Rp 10.000 dan Rp 6.800 per liter.

Tidak hanya sektor otomotif darat, penyesuaian harga juga menyentuh bahan bakar penerbangan. Harga Avtur di Bandara Internasional Soekarno-Hatta kini tercatat sebesar Rp 19.190 per liter, lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai Rp 22.190 per liter.

Pada laman resmi Pertamina Rabu 1 juli 2026 menyatakan bahwa kebijakan ini merupakan bagian dari prosedur rutin perusahaan. Penyesuaian dilakukan dengan mempertimbangkan fluktuasi harga komoditas minyak mentah di pasar global serta keselarasan dengan regulasi pemerintah yang berlaku.

Kebijakan ini mencerminkan dinamika pasar energi global yang belakangan menunjukkan tren positif bagi konsumen domestik, yang diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi stabilitas biaya operasional transportasi dan logistik di Indonesia.

Sumber : https://ekonomi.tvrinews.com/berita/tn7le8p-pertamina-turunkan-harga-bbm-non-subsidi-hari-ini

Pemerintah Luncurkan Skema Pembiayaan Baru UMKM

Pemerintah Luncurkan Skema Pembiayaan Baru UMKM

Pemerintah Indonesia resmi memperkenalkan skema pembiayaan baru yang menyasar pelaku usaha mikro perempuan guna memperluas akses permodalan yang lebih terjangkau, sebagai upaya strategis untuk mengakselerasi inklusi keuangan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata hingga ke level akar rumput.

Hingga 28 Juni 2026, total realisasi penyaluran Kredit Program nasional telah mencapai Rp167,97 triliun, atau merepresentasikan 49,20 persen dari target tahunan sebesar Rp341,39 triliun.

Data Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menunjukkan, Kredit Usaha Rakyat (KUR) menjadi motor utama dengan kontribusi Rp147,70 triliun yang tersalurkan kepada 2,32 juta debitur, dengan tingkat rasio kredit bermasalah (NPL) yang tetap terjaga di angka 2,39 persen.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menegaskan komitmen pemerintah untuk terus menyempurnakan ekosistem pembiayaan agar lebih inklusif dan tepat sasaran.

Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Haryo Limanseto, dalam kesempatan yang sama menyatakan bahwa pemerintah berupaya memastikan pelaku usaha memiliki daya saing yang lebih baik melalui akses modal yang terjangkau.

“Pemerintah tidak hanya memastikan akses pembiayaan bagi UMKM tetap tersedia, tetapi juga terus menyempurnakan berbagai skema Kredit Program agar semakin tepat sasaran, lebih inklusif, dan mampu menjawab kebutuhan pelaku usaha di berbagai sektor.

Melalui penguatan Kredit Program, kita ingin mendorong semakin banyak masyarakat yang naik kelas dan memperoleh kesempatan untuk mengembangkan usahanya,” ujar Haryo dalam keterangan resminya.

Efisiensi Biaya bagi Pelaku Usaha Perempuan

Salah satu terobosan kunci dalam skema baru ini adalah transformasi pembiayaan bagi perempuan pelaku usaha mikro yang sebelumnya berada dalam ekosistem PNM Mekaar. Pemerintah memutuskan untuk memangkas tingkat suku bunga secara signifikan, dari kisaran 18–25 persen per tahun menjadi hanya 8 persen (flat) per tahun.

“Selama ini pembiayaan PNM Mekaar berada pada kisaran 18–25 persen. Melalui Kredit Program bagi perempuan pelaku usaha mikro, pemerintah menurunkan suku bunganya menjadi 8 persen (flat) per tahun sehingga ibu-ibu yang mau berusaha, yang sedang berusaha, dan yang pernah serta akan kembali berusaha dapat memperoleh pembiayaan yang jauh lebih terjangkau,” tambah Haryo.

Skema ini menawarkan plafon pembiayaan hingga Rp15 juta per debitur dengan masa pengembalian atau tenor antara 6 hingga 24 bulan. Kebijakan ini diharapkan mampu meringankan beban biaya modal bagi pelaku usaha mikro perempuan secara berkelanjutan.

Untuk memastikan keberlanjutan program ini, pemerintah telah menyiapkan dukungan fiskal berupa subsidi bunga atau subsidi marjin senilai Rp2,62 triliun sepanjang tahun 2026. Regulasi pendukung saat ini tengah dirampungkan guna memastikan implementasi di lapangan berjalan optimal, melengkapi ekosistem Kredit Program yang telah ada sebelumnya, yakni KUR, Kredit Alsintan, Kredit Industri Padat Karya, dan Kredit Program Perumahan.

Sumber : https://ekonomi.tvrinews.com/berita/tvb7a2u-pemerintah-luncurkan-skema-pembiayaan-baru-umkm

Kebanjiran Informasi Bikin Pengusaha Kehilangan Arah? Ini Solusi dari Eggy Adityawan (CEO Trisna Group)

Kebanjiran Informasi Bikin Pengusaha Kehilangan Arah? Ini Solusi dari Eggy Adityawan (CEO Trisna Group)

Kediri – Di era digital saat ini, informasi berkembang dengan kecepatan yang luar biasa. Hanya dengan sekali klik, seorang pengusaha bisa mendapatkan ribuan strategi bisnis, tips pemasaran, hingga puluhan jadwal workshop. Namun, apakah melimpahnya informasi ini selalu berdampak baik? Nyatanya, tidak sedikit pelaku usaha yang justru merasa bingung, stres, bahkan kehilangan arah karena terjebak dalam information overload.

Dalam sebuah kesempatan, bapak Eggy Adityawan, CEO Trisna Group, membagikan pandangannya yang sangat tajam mengenai fenomena ini. Beliau menceritakan sebuah realitas di lapangan yang sering dialami oleh para pengusaha hari ini.

Ketika “Banjir Ilmu” Justru Membawa Kebuntuan

bapak Eggy Adityawan menceritakan pengalaman salah satu rekannya yang enggan lagi mengikuti pelatihan bisnis.

“Ada teman saya coba kasih insight untuk ikut workshop, jawabnya: ‘Saya enggak mau ikut workshop-workshop lagi, karena antara satu workshop dengan workshop lain tuh keilmuannya berbeda’.”
Eggy Adityawan

Fenomena ini sangat sering terjadi. Ketika seorang pengusaha menelan semua informasi dan teori dari berbagai mentor tanpa filter, mereka akan menemukan kontradiksi. Mentor A menyarankan strategi X, sementara Mentor B menyarankan strategi Y. Akibatnya? Bukannya mengeksekusi bisnis, pengusaha justru mengalami analysis paralysis—lumpuh karena terlalu banyak berpikir dan bingung harus mulai dari mana.

Solusi Bukan Berhenti Belajar, tapi Mengasah Filter

Melihat kebingungan tersebut, bapak Eggy Adityawan menegaskan bahwa solusinya bukan dengan menutup diri dari ilmu baru. Menolak informasi dengan menganggap semua pelatihan itu sama saja atau menggeneralisasi bahwa semua informasi luar itu tidak berguna adalah sebuah kekeliruan besar.

Menurut beliau, seorang pengusaha sejati harus tetap mempertahankan mentalitas seorang murid. Namun, ada satu skill krusial yang wajib dimiliki di zaman sekarang: Kecerdasan Emosional (EQ) dalam memilah informasi.

Skill Abad 21: Pilih, Cacah, dan Sesuaikan dengan Goal

Kecerdasan emosional dalam konteks ini bukan sekadar mengatur emosi saat marah, melainkan kemampuan untuk tetap tenang, objektif, dan tidak impulsif di tengah gempuran informasi.

Berikut adalah langkah cerdas dalam mengelola informasi menurut pemimpin Trisna Group ini:

  • Tidak Menelan Mentah-mentah: Jangan langsung mempraktikkan setiap tren atau tips bisnis yang Anda dengar tanpa menganalisis situasinya terlebih dahulu.
  • Tidak Apatis: Jangan malas mencari tahu hanya karena merasa informasi terlalu banyak atau menganggap semua informasi itu bohong.
  • Mencacah dan Memilah: Ambil informasi, bedah isinya, dan saring bagian mana yang benar-benar relevan.
  • Fokus pada Goal: Ambil ilmu yang hanya sesuai dengan target atau tujuan besar (goal) bisnis Anda saat ini. Jika suatu informasi tidak mendukung goal Anda, singkirkan terlebih dahulu agar tidak menjadi beban pikiran.

Kesimpulan: Menjadi Pembelajar yang Cerdas

Ilmu dan informasi adalah bahan bakar bagi pertumbuhan bisnis, tetapi kecerdasan emosional adalah kemudinya. Tanpa kemudi yang kuat, banyaknya informasi hanya akan membuat bisnis Anda berputar-putar di tempat tanpa arah yang jelas.

Pesan dari bapak Eggy Adityawan mengingatkan kita semua: Jadilah pembelajar yang baik, miliki kecerdasan emosional yang matang untuk menyaring informasi, dan pastikan setiap ilmu yang Anda ambil bekerja untuk mewujudkan goal bisnis Anda, bukan justru menghambatnya.

sumber : https://www.instagram.com/eggy_adityawan/reels/