Minyak Ikan: Ikhtiar Mencegah Diabetes LADA dalam Thibbun Nabawi

Minyak Ikan: Ikhtiar Mencegah Diabetes LADA dalam Thibbun Nabawi

Diabetes Melitus, atau yang lebih dikenal masyarakat sebagai kencing manis, masih menjadi salah satu problem kesehatan yang belum selesai hingga hari ini. Penyakit ini tidak hanya mengganggu kadar gula darah, tetapi juga memengaruhi stamina, daya tahan tubuh, dan kualitas hidup seseorang.

Selama ini masyarakat lebih banyak mengenal Diabetes Melitus tipe 1 dan tipe 2. Namun, ada satu jenis diabetes lain yang juga mulai banyak diperhatikan, yaitu Latent Autoimmune Diabetes in Adult atau LADA. Penyakit ini sering disebut sebagai diabetes tipe 1,5 karena memiliki karakteristik yang berada di antara diabetes tipe 1 dan tipe 2

Salah satu keluhan yang sering dialami penderita diabetes adalah tubuh terasa lemas dan kurang bertenaga. Hal ini terjadi karena gula darah tidak dapat dimanfaatkan sel tubuh secara optimal sebagai sumber energi. Akibatnya, stamina mudah menurun, aktivitas terganggu, dan tubuh cepat lelah

Karena itu, pembahasan tentang diabetes tidak cukup hanya berhenti pada pengobatan. Pencegahan juga sangat penting. Salah satu hal yang menarik untuk dibahas adalah peran makanan bergizi, terutama ikan berlemak dan minyak ikan, dalam membantu menjaga kesehatan tubuh

Pertanyaannya, apakah minyak ikan dapat membantu menurunkan risiko LADA dan diabetes lainnya? Apakah kandungan gizinya juga bermanfaat untuk meningkatkan stamina? Dan bagaimana menariknya, dalam tradisi Islam, ada keterangan hadits tentang makanan pertama penduduk surga yang berhubungan dengan hati ikan Hūt?

<h2>Minyak Ikan dan Potensinya untuk Mencegah LADA</h2>
LADA atau diabetes tipe 1,5 merupakan penyakit autoimun yang menyerang sel penghasil insulin di pankreas. Pada kondisi ini, tubuh secara perlahan mengalami gangguan dalam mengatur gula darah. Karena sifatnya yang berkembang secara perlahan, LADA sering kali tidak teridentifikasi sejak awal.

Salah satu nutrisi yang banyak dikaitkan dengan kesehatan metabolik adalah omega-3. Nutrisi ini banyak terdapat pada ikan berlemak dan minyak ikan. Dalam pola makan modern, konsumsi ikan juga menjadi bagian penting dari Diet Mediterania, yaitu pola makan yang dikenal baik untuk kesehatan jantung, pembuluh darah, tekanan darah, dan metabolisme tubuh.

Hasil penelitian di Swedia menunjukkan bahwa konsumsi ikan berlemak berpotensi menurunkan risiko LADA. Dalam penelitian tersebut disebutkan bahwa konsumsi lebih dari satu porsi ikan berlemak setiap minggu berkaitan dengan penurunan risiko LADA. Penelitian ini dilakukan oleh Lofvenborg dkk. dengan judul “Fatty fish consumption and risk of latent autoimmune diabetes in adults,” yang diterbitkan dalam Nutrition & Diabetes, 20 Oktober 2014

Temuan ini tentu tidak berarti bahwa minyak ikan adalah obat tunggal untuk diabetes. Namun, ia menunjukkan bahwa pola makan yang kaya ikan berlemak dapat menjadi salah satu ikhtiar untuk menjaga kesehatan, terutama bila disertai pola hidup yang baik, aktivitas fisik, tidur yang cukup, dan pemeriksaan kesehatan secara berkala.

<h2>Hati Ikan, Omega-3, dan Nutrisi Penting Lainnya</h2>
Salah satu bagian ikan yang kaya minyak adalah hati. Pada jenis ikan tertentu, terutama ikan besar dan ikan berlemak, minyak tidak hanya terdapat pada daging, tetapi juga pada hati dan organ lainnya. Ikan seperti tuna, sidat, sardin, lemuru, cucut, beberapa jenis hiu, pari, dan ikan besar lainnya dikenal memiliki kandungan minyak yang bermanfaat

Jenis-jenis ikan tersebut tidak seluruhnya berasal dari kelompok yang sama. Ada ikan bertulang lunak, ikan sejati, dan ada pula mamalia laut yang bentuk tubuhnya menyerupai ikan. Ikan sejati bernapas dengan insang, sedangkan mamalia laut seperti paus bernapas dengan paru-paru. Meski demikian, keduanya sama-sama dikenal memiliki kandungan minyak dan nutrisi tertentu pada jaringan tubuhnya.

Hati dan daging ikan berlemak mengandung banyak nutrisi yang bermanfaat, seperti omega-3, vitamin A, vitamin D, squalene, dan berbagai zat lain yang baik untuk kesehatan. Kandungan inilah yang membuat ikan berlemak sering dibahas dalam ilmu gizi, farmasi, dan kesehatan masyarakat.

Dalam bahasa Arab, ikan besar sering disebut dengan istilah Hūt (حوت). Istilah ini dapat mencakup ikan besar seperti hiu, paus, dan jenis ikan besar lainnya. Penggunaan istilah Hūt bersifat relatif, sehingga dapat merujuk pada binatang laut berukuran besar yang dikenal dalam konteks bahasa Arab klasik.

<h2>Hati Ikan Hūt dalam Hadits</h2>
Menariknya, dalam hadits disebutkan bahwa makanan pertama penduduk surga adalah tambahan dari hati ikan Hūt. Tentu, makanan surga tidak dapat disamakan dengan makanan dunia. Namun, keterangan ini menunjukkan gambaran istimewa tentang organ hati ikan Hūt dalam tradisi Islam.

Dalam hadits riwayat Imam Bukhari disebutkan:

أَوَّلُ شَيْءٍ يَأْكُلُهُ أَهْلُ الْجَنَّةِ زِيَادَةُ كَبِدِ الْحُوْتِ

Artinya, “Sesuatu yang pertama kali dimakan oleh penduduk surga adalah tambahan hati ikan Hūt.” (HR. Bukhari)
Ibnu Hajar menjelaskan bahwa makanan pertama yang akan dimakan oleh penghuni surga adalah lobus tambahan hati ikan Hūt. Lobus tambahan ini merupakan bagian yang menggantung pada hati, dan dalam penjelasan ulama disebut sebagai bagian yang sangat lezat dan memuaskan.

Dalam kajian biologi, bagian yang disebut sebagai tambahan pada hati ikan dapat dikaitkan dengan lobus kaudatif, yaitu organ tambahan yang terletak di antara lobus hati kanan dan lobus hati kiri. Pada ikan hiu karang, deskripsi morfologi hati ini pernah dibahas oleh De Melo dkk. dalam “Morphological description of blue shark liver, Prionace glauca (Linnaeus, 1758), Elasmobranchii, Carcharhiniformes,” yang diterbitkan dalam International Journal of Advanced Engineering Research and Science 6(5), 286–290, tahun 2019.

<h2>Vitamin D, LADA, dan Kesehatan Tubuh</h2>
Selain omega-3, minyak ikan juga dikenal mengandung vitamin D. Vitamin ini sangat penting untuk kesehatan tulang, daya tahan tubuh, dan fungsi metabolisme. Dalam beberapa kajian, vitamin D juga dikaitkan dengan kesehatan autoimun, termasuk pada diabetes autoimun seperti LADA.

Penelitian Morelatau dkk. membahas kemungkinan peran vitamin D sebagai strategi tambahan dalam pengelolaan diabetes autoimun, termasuk LADA. Kajian tersebut diterbitkan dengan judul “Vitamin D Supplementation as a Therapeutic Strategy in Autoimmune Diabetes: Insights and Implications for LADA Management,” dalam Nutrients, 16(23): 4072, tahun 2024.

Meski hasilnya menjanjikan, penggunaan vitamin D tetap perlu dipahami secara proporsional. Vitamin D bukan pengganti pengobatan diabetes. Suplementasi juga sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan tubuh dan, bila perlu, dikonsultasikan dengan tenaga kesehatan, terutama bagi orang yang sudah memiliki penyakit tertentu atau sedang menjalani terapi medis.

<h2>Squalene: Kandungan Minyak Ikan yang Dikaitkan dengan Stamina</h2>
Kandungan lain yang menarik dari minyak ikan tertentu adalah squalene. Zat ini berbentuk cairan mirip minyak, tetapi tidak mudah membeku ketika dimasukkan ke dalam freezer. Squalene banyak dibahas karena potensinya dalam mendukung kesehatan tubuh.

Beberapa manfaat yang sering dikaitkan dengan squalene antara lain membantu memperlancar peredaran darah, mendukung penurunan kadar kolesterol, digunakan sebagai bahan kosmetik untuk kesehatan kulit, serta memiliki potensi antiradang dan antikanker. Squalene juga dikenal dalam beberapa tradisi kesehatan di Asia Timur, termasuk Jepang, sebagai salah satu bahan bernilai tinggi.

Pada jenis ikan cucut seperti hiu botol atau Centrophorus atromarginatus, hati ikan diketahui mengandung squalene dalam jumlah besar. Ikan jenis ini banyak ditemukan di perairan Nusantara. Karena itu, minyak dari hati ikan cucut sering dikaitkan dengan manfaat untuk menjaga stamina, terutama bagi orang yang membutuhkan energi tambahan dalam bekerja atau beraktivitas berat.

Jenis hūṭ lain yang disebut memiliki kandungan squalene adalah paus sei atau paus balin. Penelitian Hashimoto dan Namuro menunjukkan bahwa minyak dari paus balin mengandung squalene. Penelitian tersebut berjudul “Unsaponifiable Matter of Sei-Whale Blubber Oil Presence of Pristane and Squalene,” diterbitkan dalam Yukagaku Oil Chemistry, Vol. 16, No. 12, halaman 657–661, tahun 1967.

Namun, terdapat catatan menarik dari sisi anatomi. Penelitian disertasi doktoral Massaro dari Universitas Charles menyebutkan bahwa hati ikan paus dikategorikan sebagai hati tidak berlobus. Keterangan ini terdapat dalam disertasi “Repopulation of decellularized scaffold with cells: Development and optimization of repopulation techniques for engineering functional vessel and liver tissue,” Charles University, Republik Ceko, tahun 2025, halaman 43.

<h2>Cara Mengonsumsi Ikan Berminyak dengan Lebih Sehat</h2>
Bila dikaitkan dengan pencegahan LADA dan diabetes secara umum, konsumsi ikan berlemak dapat menjadi bagian dari pola makan yang sehat. Masyarakat dapat meningkatkan konsumsi ikan berminyak secara rutin, misalnya sekitar 3–5 porsi dalam satu minggu, sesuai dengan kebutuhan dan kondisi tubuh masing-masing.

Manfaat pola konsumsi ikan tidak hanya berkaitan dengan diabetes, tetapi dengan kesehatan jantung dan pembuluh darah. Omega-3, vitamin D, dan zat gizi lain dalam ikan berlemak dapat mendukung fungsi tubuh dengan lebih baik bila dikonsumsi dalam pola makan seimbang.

Cara pengolahan juga penting. Ikan sebaiknya tidak terlalu sering digoreng, apalagi jika minyaknya digunakan berulang kali. Cara yang lebih baik adalah dipanggang, direbus, dibakar, dikukus, atau dipepes. Dengan cara ini, kandungan gizinya lebih terjaga dan tambahan lemak dari proses penggorengan dapat dikurangi.

Ikan berminyak yang mudah dijumpai oleh masyarakat antara lain sardin, lemuru, tuna, lele, dan sidat. Bila sulit mendapatkan ikan besar yang masuk dalam kategori Hūt, ikan-ikan lokal yang tersedia di pasar tetap dapat menjadi pilihan yang baik. Bagi yang ingin lebih praktis, kapsul minyak ikan juga dapat digunakan, tetapi sebaiknya tetap memperhatikan dosis, kualitas produk, serta kondisi kesehatan masing-masing.

Minyak ikan merupakan salah satu sumber nutrisi penting yang berpotensi mendukung kesehatan tubuh. Kandungan omega-3, vitamin D, dan squalene di dalamnya dapat berperan dalam menjaga metabolisme, mendukung stamina, dan membantu ikhtiar pencegahan penyakit tertentu, termasuk LADA, meskipun tetap tidak dapat menggantikan pemeriksaan dan penanganan medis.

Dalam perspektif Islam, pembahasan tentang hati ikan Hūt menjadi semakin menarik karena disebutkan dalam hadits sebagai makanan pertama bagi penduduk surga. Tentu, kenikmatan surga berada di luar jangkauan perbandingan dengan dunia. Namun, keterangan ini memberi ruang untuk merenungkan bahwa ciptaan Allah di laut menyimpan banyak rahasia, baik dari sisi nutrisi, kesehatan, maupun tanda-tanda kebesaran-Nya.

Karena itu, mengonsumsi ikan berminyak dengan cara yang sehat dapat menjadi bagian dari ikhtiar menjaga kesehatan tubuh. Di dunia, ia bermanfaat sebagai sumber nutrisi. Kelak di akhirat, hati ikan Hūt disebut sebagai bagian dari hidangan pembuka bagi penduduk surga. Wallahu a’lam bis shawab.

<h3>Ustadz Yuhansyah Nurfauzi</h3>, Apoteker dan peneliti farmasi.

Sumber: https://nu.or.id/kesehatan/minyak-ikan-ikhtiar-mencegah-diabetes-lada-dalam-thibbun-nabawi-zvg6K

sumber : https://nu.or.id/kesehatan/minyak-ikan-ikhtiar-mencegah-diabetes-lada-dalam-thibbun-nabawi-zvg6K

Hukum Memberikan Hadiah kepada Pejabat Publik

Hukum Memberikan Hadiah kepada Pejabat Publik

Dalam kehidupan sosial, memberi hadiah merupakan tradisi yang lazim dilakukan. Islam bahkan mendorong umatnya untuk saling memberi hadiah karena dapat mempererat hubungan antarsesama dan menumbuhkan rasa cinta. Rasulullah saw. bersabda:

تَهَادَوْا تَحَابُّوا

“Saling memberi hadiahlah kalian, niscaya kalian akan saling mencintai.”

Semangat hadis ini menunjukkan bahwa hadiah pada dasarnya merupakan perbuatan yang terpuji. Hadiah menjadi sarana memperkuat ukhuwah, menghilangkan kebencian, dan menumbuhkan kasih sayang di tengah masyarakat.

Namun demikian, Islam tidak hanya melihat bentuk lahiriah suatu perbuatan. Islam juga melihat tujuan dan motif yang melatarbelakanginya. Karena itu Rasulullah saw. mengingatkan:

إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ

“Sesungguhnya segala amal perbuatan bergantung pada niatnya.” (HR. al-Bukhari dan Muslim)

Prinsip ini menjadi kunci dalam memahami hukum pemberian hadiah kepada pejabat. Hadiah yang diberikan kepada teman, kerabat, atau tetangga tentu berbeda dengan hadiah yang diberikan kepada seseorang karena kedudukannya sebagai pejabat atau pemegang kewenangan.

Ketika hadiah diberikan kepada pejabat setelah suatu urusan selesai, sering kali muncul pertanyaan apakah hadiah itu benar-benar murni sebagai ungkapan terima kasih ataukah merupakan investasi untuk memperoleh kemudahan di masa mendatang. Di sinilah Islam memberikan peringatan yang sangat tegas. Rasulullah Saw bersabda:

هَدَايَا الْعُمَّالِ غُلُولٌ

“Hadiah yang diterima para pejabat adalah ghulul (penggelapan atau korupsi).” (HR. Ahmad)

Hadis ini menunjukkan bahwa hadiah yang berkaitan dengan jabatan bukan lagi sekadar hadiah biasa. Seorang pejabat telah menerima gaji dan fasilitas dari negara untuk menjalankan tugasnya secara profesional. Karena itu, menerima pemberian dari pihak yang memiliki kepentingan terhadap kewenangannya berpotensi menimbulkan konflik kepentingan, ketidakadilan, dan penyalahgunaan jabatan.

Dalam konteks modern, praktik semacam ini dikenal dengan istilah gratifikasi. Gratifikasi dapat berupa uang, barang, komisi, diskon, tiket perjalanan, fasilitas, atau berbagai bentuk pemberian lainnya yang berhubungan dengan jabatan seseorang. Walaupun dibungkus dengan istilah “ucapan terima kasih”, substansinya dapat berubah menjadi sarana mempengaruhi keputusan pejabat atau memperoleh perlakuan khusus.

Persoalan menjadi semakin serius ketika pejabat secara langsung meminta fee, cashback, atau komisi sebagai syarat pemberian proyek atau pelayanan. Praktik semacam ini termasuk bentuk risywah atau suap yang diharamkan dalam Islam. Tujuannya bukan lagi menjaga hubungan baik, melainkan memperoleh keuntungan dengan menyalahgunakan kewenangan yang dimiliki.

Al-Qur’an mengingatkan:

ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ

“Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan oleh perbuatan tangan manusia.” (QS. ar-Rum [30]: 41)

Ayat ini relevan untuk menggambarkan dampak buruk korupsi, suap, dan penyalahgunaan wewenang. Ketika jabatan dijadikan alat mencari keuntungan pribadi, yang rusak bukan hanya individu yang terlibat, melainkan juga sistem pelayanan publik, keadilan, dan kepercayaan masyarakat terhadap negara.

Karena itu, etika Islam menuntut agar hubungan antara masyarakat dan pejabat dibangun di atas profesionalitas, transparansi, dan amanah. Masyarakat tidak perlu memberikan hadiah kepada pejabat karena pelayanan yang diberikan memang merupakan kewajiban jabatan. Sebaliknya, pejabat juga tidak boleh memanfaatkan kedudukannya untuk meminta imbalan di luar hak yang telah ditetapkan.

Referensi:

Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah, “Hukum Memberi Hadiah Kepada Pejabat”, Majalah Suara Muhammadiyah edisi 108 tahun 2023.

sumber : https://muhammadiyah.or.id/2026/06/hukum-memberikan-hadiah-kepada-pejabat-publik/

Banyuwangi BMX Supercross 2026 Dongkrak Ekonomi Warga, Rumah Disewa Atlet hingga Warung Kebanjiran Pembeli

Banyuwangi BMX Supercross 2026 Dongkrak Ekonomi Warga, Rumah Disewa Atlet hingga Warung Kebanjiran Pembeli

Banyuwangi (beritajatim.com) – Satu bulan menjelang penyelenggaraan Banyuwangi BMX Supercross 2026, geliat ekonomi mulai dirasakan masyarakat di sekitar Sirkuit BMX Muncar, Kabupaten Banyuwangi. Kedatangan ratusan atlet, ofisial, dan keluarga dari berbagai daerah hingga mancanegara membawa berkah bagi pelaku usaha lokal, mulai dari penyedia penginapan, warung makan, penyewaan kendaraan, hingga pedagang kaki lima.

Banyuwangi BMX Supercross 2026 diikuti 343 pembalap dari empat negara, yakni Indonesia, Singapura, Thailand, dan Filipina. Selain para atlet, ribuan orang turut datang sebagai ofisial tim maupun anggota keluarga sehingga menciptakan perputaran ekonomi di kawasan sekitar sirkuit.

Kompetisi ini menjadi satu-satunya ajang BMX di Indonesia yang masuk kalender resmi Federasi Balap Sepeda Dunia atau Union Cycliste Internationale (UCI). Status tersebut membuat para pembalap memanfaatkan kejuaraan ini untuk mengumpulkan poin internasional sekaligus meningkatkan peringkat mereka.

Dampaknya mulai dirasakan masyarakat bahkan sejak sebulan sebelum perlombaan berlangsung. Banyak atlet memilih datang lebih awal untuk menjalani latihan sehingga kebutuhan akomodasi meningkat signifikan.

Salah satunya dirasakan Erwin yang telah dua tahun menyewakan rumahnya kepada atlet BMX beserta keluarganya.

“Awalnya diberitahu saudara kalau ada yang mencari penginapan. Akhirnya saya tawarkan, dan mereka mau. Sampai sekarang keterusan karena pendapatannya lumayan,” ujarnya.

Tidak hanya rumah Erwin, sejumlah rumah warga di sekitar sirkuit juga dimanfaatkan sebagai penginapan bagi para peserta yang datang dari luar daerah maupun luar negeri.

Manfaat ekonomi juga dirasakan Tumini yang tinggal tepat di samping Sirkuit BMX Muncar. Selain membuka warung makan, ia menyediakan jasa penyewaan kendaraan dan toilet umum bagi para pengunjung.

Menurutnya, keberadaan sirkuit bertaraf internasional tersebut telah membuka peluang usaha baru yang terus memberikan tambahan pendapatan setiap kali digelar kejuaraan.

“Kehadiran sirkuit BMX ini sangat menguntungkan. Karena sering ada lomba, kami ikut kecipratan rezeki dengan berjualan makanan, menyewakan kendaraan, dan toilet umum,” ujarnya.

Hal serupa diungkapkan Dewi, warga yang setiap penyelenggaraan lomba BMX membuka lapak makanan dan minuman di sekitar arena balap.

Ia mengaku mulai berjualan sejak sekitar satu pekan sebelum perlombaan dimulai karena banyak atlet telah datang lebih awal untuk berlatih di lintasan.

Sehari-hari Dewi menjalankan usaha toko kelontong di rumahnya. Namun, momentum kejuaraan BMX selalu dimanfaatkan untuk menambah penghasilan keluarga melalui penjualan makanan dan minuman.

“Senang banget. Setiap ada lomba, kami bisa berjualan. Bisa menambah penghasilan keluarga,” jelasnya.

sumber : https://beritajatim.com/banyuwangi-bmx-supercross-2026-dongkrak-ekonomi-warga-rumah-disewa-atlet-hingga-warung-kebanjiran-pembeli

Pertumbuhan Ekonomi Tembus 6,05 Persen, Mojokerto Jadi Contoh Kebijakan Daerah yang Sukses

Pertumbuhan Ekonomi Tembus 6,05 Persen, Mojokerto Jadi Contoh Kebijakan Daerah yang Sukses

Mojokerto (beritajatim.com) – Meski memiliki wilayah yang relatif kecil dan minim sumber daya alam (SDA), Kota Mojokerto berhasil menarik perhatian peserta Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan LXVI Tahun 2026 dari Lembaga Administrasi Negara. Kota ini dipilih sebagai lokasi Kunjungan Lapangan Pendalaman Policy Brief berkat berbagai kebijakan inovatif yang mampu mengubah keterbatasan menjadi beragam prestasi dan capaian pembangunan.

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari memaparkan berbagai strategi penguatan ekonomi kerakyatan yang menjadi salah satu kunci keberhasilan pembangunan daerah. Menurutnya, sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) merupakan tulang punggung perekonomian Kota Mojokerto sehingga perlu mendapatkan afirmasi dan dukungan yang berkelanjutan.

“Pemerintah Kota Mojokerto secara konsisten melaksanakan berbagai program penguatan UMKM, mulai dari pelatihan upscaling, packaging dan branding, digital marketing, coaching clinic, fasilitasi promosi melalui berbagai event regional dan nasional, hingga fasilitasi sertifikasi produk secara berkelanjutan,” ungkapnya di Ruang Sabha Mandala Madya, Balai Kota Mojokerto, Kamis (25/6/2026).

Ning Ita (sapaan akrab, red) menjelaskan, khusus sektor makanan dan minuman, sebanyak 3.430 dari total 4.649 UMKM atau sekitar 73,8 persen telah mengantongi sertifikat halal. Sementara 1.219 UMKM lainnya terus difasilitasi untuk memperoleh sertifikasi melalui skema self-declare bekerja sama dengan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH).

Berbagai upaya tersebut turut berdampak pada peningkatan kinerja ekonomi daerah. Pada 2025, pertumbuhan ekonomi Kota Mojokerto mencapai 5,34 persen, naik dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar 5,32 persen. Bahkan pada triwulan I tahun 2026, pertumbuhan ekonomi Kota Mojokerto mencapai 6,05 persen, melampaui capaian pertumbuhan ekonomi nasional maupun Provinsi Jawa Timur.

“Capaian ini menunjukkan bahwa strategi penguatan UMKM, koperasi, industri kecil dan menengah, serta ekonomi kreatif yang dijalankan secara kolaboratif telah memberikan dampak nyata terhadap peningkatan perekonomian daerah. Namun, capaian ini bukan alasan untuk berpuas diri, tetapi sebagai motivasi untuk terus memperkuat fondasi ekonomi daerah agar semakin adaptif, inklusif, dan tangguh menghadapi berbagai tantangan global,” katanya.

Deputi Bidang Penyelenggaraan Pengembangan Kapasitas ASN LAN RI, Tri Widodo Wahyu Utomo, menilai Kota Mojokerto layak disebut sebagai laboratorium kepemimpinan. Menurutnya, Kota Mojokerto menunjukkan bagaimana sebuah kebijakan dapat diimplementasikan secara efektif hingga menghasilkan dampak nyata bagi kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat.

“PKN merupakan pelatihan untuk membentuk karakter dan kapasitas pemimpin. Kota Mojokerto menjadi contoh bagaimana kebijakan yang dirancang pemimpin daerah dapat diwujudkan dan memberikan hasil yang konkret. Kami mengapresiasi capaian pembangunan Kota Mojokerto yang luar biasa, termasuk pertumbuhan ekonomi yang melampaui rata-rata Jawa Timur maupun nasional,” ujarnya.

Menurutnya, dinamika sosial dan ekonomi masyarakat yang berkembang pesat menjadikan Kota Mojokerto sebagai salah satu simpul pertumbuhan ekonomi di Jawa Timur. “Pihaknya ingin menggali berbagai best practice yang ada di sini untuk kemudian dianalisis dan dikembangkan menjadi rekomendasi kebijakan yang akan disampaikan kepada para pemangku kepentingan di tingkat pusat,” tambahnya.

Sementara itu, Wali Peserta PKN Tingkat I Angkatan LXVI Tahun 2026 LAN RI, Hendriyanto Hadi Tjahyono, menjelaskan bahwa peserta tengah menyusun rekomendasi kebijakan yang berfokus pada tiga isu utama, yakni penguatan UMKM, tata kelola Koperasi Desa Merah Putih, serta hilirisasi industri kecil dan menengah.

“Untuk penyusunan policy brief terkait tiga aspek tersebut, kami melihat Kota Mojokerto memiliki banyak contoh dan praktik baik,” imbuhnya.

Karena itulah, lanjutnya, pihaknya datang ke Mojokerto untuk belajar secara langsung. Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan PKN Tingkat I Angkatan LXVI Tahun 2026, para peserta juga dijadwalkan mengunjungi sejumlah lokus strategis, antara lain Sentra IKM Maja Barama Wastra dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Gunung Gedangan.

Kota Mojokerto sendiri bukan kali pertama menjadi tujuan studi lapangan bagi peserta pelatihan kepemimpinan nasional. Pada tahun 2024, kota ini juga dipercaya menjadi lokus Studi Lapangan bagi peserta Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Angkatan III. Kepercayaan yang kembali diberikan tersebut semakin menegaskan posisi Kota Mojokerto sebagai salah satu daerah rujukan dalam pengembangan kebijakan dan tata kelola pemerintahan yang inovatif.

sumber : https://beritajatim.com/pertumbuhan-ekonomi-tembus-605-persen-mojokerto-jadi-contoh-kebijakan-daerah-yang-sukses

DPRD Kota Kediri Sahkan Perda Cagar Budaya dan Kota Cerdas

DPRD Kota Kediri Sahkan Perda Cagar Budaya dan Kota Cerdas

Kediri – DPRD Kota Kediri bersama Pemerintah Kota Kediri menyetujui dua Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) menjadi Peraturan Daerah (Perda) dalam Rapat Paripurna DPRD Kota Kediri, Kamis (25/6). Kedua regulasi tersebut yakni Raperda tentang Pelestarian dan Pengelolaan Cagar Budaya serta Raperda tentang Penyelenggaraan Kota Cerdas.

Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati mengatakan Perda Pelestarian dan Pengelolaan Cagar Budaya menjadi landasan hukum penting dalam menjaga warisan budaya yang dimiliki Kota Kediri. Menurutnya, cagar budaya merupakan aset daerah yang memiliki nilai penting bagi sejarah, ilmu pengetahuan, pendidikan, agama, dan kebudayaan.

“Keberadaannya menjadi identitas dan jati diri daerah yang harus dijaga, dilestarikan, serta dimanfaatkan secara bertanggung jawab untuk sebesar-besarnya kemakmuran masyarakat,” ujarnya.

Vinanda menjelaskan, di tengah pesatnya pembangunan dan perkembangan kota, upaya pelestarian cagar budaya memerlukan payung hukum yang kuat guna memberikan kepastian dalam perlindungan, pengembangan, dan pemanfaatan cagar budaya secara berkelanjutan.

“Peraturan daerah ini diharapkan menjadi pedoman bagi pemerintah daerah, masyarakat, pelaku usaha, akademisi, maupun seluruh pemangku kepentingan dalam mewujudkan pelestarian cagar budaya yang terencana, terpadu, dan berkesinambungan,” katanya.

Selain itu, regulasi tersebut juga diharapkan mampu memperkuat karakter masyarakat, meningkatkan kualitas pendidikan sejarah dan kebudayaan, serta mendukung pengembangan sektor usaha berbasis kebudayaan yang memiliki daya saing dan nilai tambah bagi perekonomian daerah.

Sementara itu, terkait Perda Penyelenggaraan Kota Cerdas, Vinanda menegaskan bahwa transformasi digital telah menjadi salah satu pendorong utama pembangunan daerah. Karena itu, pemerintah daerah dituntut menghadirkan tata kelola pemerintahan yang efektif, efisien, transparan, akuntabel, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

“Konsep kota cerdas bukan semata-mata penerapan teknologi digital, tetapi juga pendekatan pembangunan yang mengintegrasikan inovasi, tata kelola pemerintahan, pelayanan publik, pengelolaan sumber daya, pembangunan ekonomi, pelestarian lingkungan, serta partisipasi masyarakat untuk meningkatkan kualitas hidup secara berkelanjutan,” jelasnya.

Ketua DPRD Kota Kediri, Firdaus, menyambut baik disahkannya kedua perda tersebut. Menurutnya, Perda Pelestarian dan Pengelolaan Cagar Budaya menjadi instrumen penting untuk menjaga berbagai situs dan warisan budaya yang dimiliki Kota Kediri.

“Kalau pelestarian cagar budaya tentu situs-situs yang kita miliki dan budaya-budaya yang kita miliki perlu kita rawat dan jaga. Karena kita sudah memiliki perda, tentu pemerintah harus memberikan dukungan, termasuk melalui penganggaran,” ujarnya.

Terkait Perda Penyelenggaraan Kota Cerdas, Firdaus menilai seluruh institusi pemerintahan harus mengambil peran aktif agar tujuan pembangunan kota cerdas dapat terwujud secara optimal.

“Tujuannya sama-sama memacu Kota Kediri menjadi kota yang benar-benar cerdas, baik cerdas insannya maupun cerdas lingkungannya. Karena itu semua institusi pemerintahan harus mengampu dan mendukung pelaksanaannya,” pungkasnya.

sumber : https://www.beritakediri.com/dprd-kota-kediri-sahkan-perda-cagar-budaya-dan-kota-cerdas/

Pembangunan Sekolah Rakyat Kota Kediri Capai 87 Persen, Ditarget 90 Persen Akhir Pekan Ini

Pembangunan Sekolah Rakyat Kota Kediri Capai 87 Persen, Ditarget 90 Persen Akhir Pekan Ini

Kediri – Pembangunan fasilitas Sekolah Rakyat (SR) Kota Kediri terus dikebut menjelang dimulainya tahun ajaran baru. Hingga saat ini, progres pembangunan telah mencapai sekitar 87 persen dan ditargetkan meningkat menjadi 90 persen pada akhir pekan ini.

Kepala Dinas Sosial Kota Kediri Imam Muttaqin mengatakan pekerjaan konstruksi kini memasuki tahap akhir. Sejumlah bangunan utama telah berdiri dan hanya menyisakan beberapa pekerjaan penyelesaian.

“Untuk bangunan saat ini kurang lebih 87 persen. Targetnya hari Minggu besok itu 90 persen. Saat ini tinggal pekerjaan atap di satu gedung asrama dan finishing bangunan saja,” kata Imam, Kamis (25/6).

Selain pembangunan fisik, pemerintah daerah juga terus mempersiapkan kebutuhan operasional Sekolah Rakyat. Kebutuhan tenaga pendidik, tenaga kependidikan, wali asuh, hingga personel pendukung lainnya masih dikoordinasikan dengan Kementerian Sosial dan instansi terkait.

“Untuk tenaga operasional baik itu guru, tendik, wali asuh dan sebagainya, kami masih koordinasikan dengan Kementerian Sosial dan instansi terkait. Tapi secara umum pemerintah daerah sudah siap untuk memenuhinya,” ujarnya.

Imam menjelaskan, untuk kebutuhan guru saat ini masih menunggu arahan dan keputusan dari Kementerian Sosial. Meski demikian, hasil koordinasi dengan Dinas Pendidikan Kota Kediri menunjukkan kesiapan pemerintah daerah dalam memenuhi kebutuhan tenaga pengajar.

“Ini masih menunggu dari Kemensos. Tapi dari hasil koordinasi dengan Dinas Pendidikan kemarin, setelah dihitung perkiraan kebutuhan gurunya, mereka menyatakan siap untuk memenuhi,” terangnya.

Di sisi lain, proses penjaringan peserta didik juga terus berjalan. Hingga saat ini tercatat sekitar 158 calon siswa atau 58 persen dari kuota yang tersedia telah menyatakan minat dan melengkapi berkas administrasi. Jumlah tersebut terdiri dari 13 siswa jenjang SD, 69 siswa SMP, dan 76 siswa SMA.

“Data ini masih terus bergerak karena kami masih menunggu kelengkapan data beberapa calon siswa. Sesuai data ada total 164 calon siswa, tetapi enam orang datanya belum lengkap,” pungkasnya.

sumber : https://www.beritakediri.com/pembangunan-sekolah-rakyat-kota-kediri-capai-87-persen-ditarget-90-persen-akhir-pekan-ini/

Penanaman 300 Pohon Mangrove di Kawasan Ekowisata Wonorejo

Penanaman 300 Pohon Mangrove di Kawasan Ekowisata Wonorejo

Jakarta – Komitmen menjaga lingkungan dapat dimulai dari langkah sederhana yang dilakukan secara konsisten. Dari keyakinan tersebut, Pureco bersama LindungiHutan melaksanakan kegiatan penanaman 300 pohon mangrove di kawasan Ekowisata Mangrove Wonorejo, Surabaya, Jawa Timur (Jatim) pada 4 Juni 2026.

Kegiatan ini merupakan wujud nyata dari CSR ‘Pureco for Mangroves’, sebuah inisiatif yang mengajak konsumen berpartisipasi dalam pelestarian lingkungan melalui skema ‘1 Pembelian Pureco = 1 Pohon Mangrove Tertanam’.

“Melalui program ini, setiap pembelian Pureco tidak hanya berkontribusi pada terciptanya lingkungan rumah yang lebih bersih dan nyaman, tetapi juga mendukung upaya pelestarian ekosistem pesisir yang berperan penting bagi keberlangsungan hidup di masa depan,” ujar Managing Director Pureco Ringgo, Jumat (26/6/2026).

Dia mengatakan, penanaman dilakukan bersama tim Pureco, LindungiHutan, serta petani lokal yang selama ini berperan aktif dalam menjaga dan merawat kawasan mangrove.

“Sebanyak 300 bibit mangrove berhasil ditanam sebagai hasil partisipasi konsumen dalam kampanye yang berlangsung selama periode program,” ucap Ringgo.

Peran Penting Mangrove

Menurut Ringgo, mangrove memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan pesisir. Selain membantu mengurangi risiko abrasi, mangrove juga berfungsi sebagai penyerap karbon alami serta menjadi habitat bagi berbagai jenis biota yang mendukung keberlangsungan ekosistem laut.

“Setiap bibit yang ditanam hari ini merupakan investasi bagi kehidupan di masa depan. Kami percaya bahwa menjaga lingkungan bukan hanya tanggung jawab satu pihak, melainkan perjalanan bersama yang membutuhkan kolaborasi dari berbagai pihak,” ucap dia.

Ringgo mengatakan, program ini juga menjadi bentuk apresiasi kepada seluruh konsumen Pureco yang telah berpartisipasi selama periode kampanye berlangsung.

“Setiap produk yang dipilih menjadi bagian dari langkah bersama untuk menciptakan dampak positif yang lebih luas, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi lingkungan,” kata dia.

Alasan Pemilihan Lokasi

Ringgo menjelaskan, sebagai kawasan konservasi yang memiliki peran strategis bagi wilayah pesisir Surabaya, Ekowisata Mangrove Wonorejo dipilih sebagai lokasi penanaman.

“Melalui kegiatan ini, Pureco berharap dapat turut mendukung upaya rehabilitasi lingkungan sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kelestarian alam,” terang dia.

“Ke depan, Pureco akan terus menghadirkan berbagai inisiatif berkelanjutan yang sejalan dengan nilai perusahaan dalam menciptakan dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan. Karena masa depan yang lebih baik tidak hanya dibangun melalui inovasi produk, tetapi juga melalui aksi nyata yang dilakukan bersama,” jelas Ringgo.

sumber : https://www.liputan6.com/news/read/8005572/penanaman-300-pohon-mangrove-di-kawasan-ekowisata-wonorejo

Xpeng MONA L03 Menggoda Jelang Peluncuran

Xpeng MONA L03 Menggoda Jelang Peluncuran

Jakarta – Xpeng bersiap meluncurkan MONA L03 di Tiongkok pada Juli 2026. Sebelum resmi mengaspal, SUV listrik bergaya fastback ini, telah diperlihatkan dengan tampilan yang mengusung bahasa desain yang memiliki keterkaitan dengan sedan MONA M03.

Disitat dari Carnewschina, bagian depan dibekali lampu utama berbentuk ‘T’ yang menjadi ciri khas keluarga MONA. Sementara siluet bodinya mengadopsi konsep SUV coupe, dengan garis atap melandai ke belakang.

Tampilan samping terlihat bersih berkat penggunaan gagang pintu semi tersembunyi, serta kaca spion tanpa bingkai.

Dari sisi dimensi, MONA L03 diposisikan sebagai SUV di bawah XPeng G6 dalam jajaran produk perusahaan.

Mobil ini juga memiliki sejumlah kamera yang ditempatkan di berbagai titik bodi, termasuk pada bumper depan, fender, bagian belakang, dan spion samping untuk mendukung fitur bantuan berkendara canggih berbasis visi kamera milik XPeng.

Untuk kaki-kaki, XPeng menyediakan pilihan pelek berukuran 18 inci dan 20 inci yang dipadukan dengan ban 225/60 serta 245/45.

Selain itu, bagian bumper depan dirancang dengan saluran udara aktif yang diklaim membantu efisiensi aerodinamika kendaraan sekaligus meningkatkan performa pendinginan komponen penting.

Beralih ke sektor performa, MONA L03 menggunakan motor listrik berkode TZ200XY01D03X yang diproduksi Luxshare. Motor tersebut memiliki tenaga puncak mencapai 245 hp.

Tenaga disalurkan ke roda depan dan dipadukan dengan baterai lithium iron phosphate (LFP) dari CALB.

Meski demikian, kapasitas baterai dan jarak tempuh resminya masih belum diumumkan oleh pabrikan.

<h2>Ekspansi Xpeng</h2>
Kehadiran MONA L03 juga menandai ekspansi lini MONA, yang sebelumnya hanya diisi sedan listrik MONA M03.

Nama MONA sendiri merupakan singkatan dari ‘Made Of New AI’, lini kendaraan yang dikembangkan XPeng untuk menyasar konsumen muda, dengan harga lebih terjangkau dibanding model-model premiumnya.

Meski harga resmi belum diumumkan, berbagai laporan di China memperkirakan Xpeng MONA L03 akan dipasarkan mulai sekitar 150.000 yuan atau setara Rp 341 juta.

sumber : https://www.liputan6.com/otomotif/read/7950387/xpeng-mona-l03-menggoda-jelang-peluncuran

Amalan yang Membuat Rezeki Terasa Cukup Meski Penghasilan Kecil, Rahasia Hidup Berkah

Amalan yang Membuat Rezeki Terasa Cukup Meski Penghasilan Kecil, Rahasia Hidup Berkah

Jakarta – Amalan yang membuat rezeki terasa cukup meski penghasilan kecil menjadi pembahasan yang banyak dicari masyarakat di tengah kebutuhan hidup yang terus meningkat. Tidak sedikit orang yang merasa penghasilannya pas-pasan meski telah bekerja keras setiap hari.

Amalan yang membuat rezeki terasa cukup meski penghasilan kecil sebenarnya telah diajarkan dalam Islam sejak lama. Ajaran tersebut tidak hanya berfokus pada jumlah harta, tetapi juga keberkahan yang membuat hidup terasa lapang dan menenangkan.

Banyak orang beranggapan bahwa kebahagiaan hanya datang ketika penghasilan besar. Padahal, tidak sedikit orang yang memiliki pendapatan tinggi justru masih merasa kurang dan terus dikejar rasa cemas.

Islam mengajarkan bahwa rezeki bukan sekadar uang yang masuk ke rekening. Rezeki juga berupa kesehatan, keluarga harmonis, waktu yang bermanfaat, serta hati yang tenteram.

Meluruskan Pemahaman Tentang Rezeki

Ketika seseorang memahami makna rezeki secara luas, ia akan lebih mudah bersyukur. Dari rasa syukur itulah muncul ketenangan yang membuat kehidupan terasa lebih ringan.

Allah SWT adalah Ar-Razzaq atau Maha Pemberi Rezeki. Setiap makhluk telah dijamin rezekinya sesuai ketentuan dan hikmah yang ditetapkan-Nya.

Karena itu, seorang Muslim diperintahkan untuk berikhtiar secara maksimal. Setelah berusaha, ia bertawakal dan menyerahkan hasil akhirnya kepada Allah SWT.

Sikap ini membuat seseorang tidak mudah putus asa ketika menghadapi kesulitan ekonomi. Ia tetap bekerja keras sambil memperkuat hubungan spiritual dengan Allah SWT.

Memperbanyak Istighfar Setiap Hari

Salah satu amalan yang dianjurkan untuk membuka pintu keberkahan adalah memperbanyak istighfar. Istighfar menjadi sarana memohon ampun atas dosa yang mungkin menghalangi datangnya rezeki.

Allah SWT berfirman dalam Surat Nuh ayat 10-12:

فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا

Latin: Faqultustaghfiruu rabbakum innahu kaana ghaffaraa.

Artinya: Maka aku berkata, mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia Maha Pengampun.

Ayat tersebut dilanjutkan dengan janji Allah berupa tambahan nikmat dan kemudahan. Karena itu, banyak ulama menganjurkan istighfar sebagai dzikir harian.

Membaca “Astaghfirullahal ‘adzim” secara rutin dapat menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT. Amalan sederhana ini dapat dilakukan kapan saja dan di mana saja.

Takwa Membuka Jalan Keluar

Takwa berarti menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya. Sikap ini menjadi salah satu kunci utama datangnya pertolongan Allah SWT.

Dalam Surat At-Talaq ayat 2-3 disebutkan:

وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا ۝ وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ

Latin: Wa may yattaqillaha yaj’al lahu makhrajaa, wa yarzuqhu min haitsu laa يحتasib.

Artinya: Barang siapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan memberinya jalan keluar dan rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.

Ayat ini memberikan harapan besar bagi siapa pun yang sedang menghadapi kesulitan ekonomi. Ketakwaan tidak pernah membuat seseorang rugi dalam hidupnya.

Takwa juga membuat hati lebih tenang dalam mengambil keputusan. Seseorang menjadi lebih berhati-hati dalam mencari penghasilan yang halal.

Sholat Dhuha Menjemput Keberkahan

Sholat Dhuha dikenal sebagai salah satu amalan yang erat kaitannya dengan rezeki. Ibadah sunnah ini dilakukan pada waktu pagi setelah matahari terbit.

Banyak ulama menjelaskan bahwa Sholat Dhuha merupakan bentuk syukur atas nikmat anggota tubuh yang diberikan Allah SWT. Melalui ibadah ini, seorang Muslim memulai hari dengan mendekatkan diri kepada-Nya.

Rasulullah SAW juga menjelaskan keutamaan sholat sunnah di pagi hari. Salah satunya adalah kecukupan dari Allah SWT dalam menjalani aktivitas hingga sore hari.

Sholat Dhuha dapat dilakukan dua hingga delapan rakaat. Amalan ini ringan tetapi memiliki manfaat spiritual yang besar.

Silaturahim Membuka Pintu Rezeki

Menjaga hubungan baik dengan keluarga dan kerabat termasuk amalan yang sangat dianjurkan. Silaturahim bukan hanya mempererat hubungan sosial tetapi juga mendatangkan keberkahan.

Rasulullah SAW bersabda:

مَنْ سَرَّهُ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِي رِزْقِهِ فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ

Latin: Man sarrahu an yubsatha lahu fii rizqihi falyashil rahimahu.

Artinya: Barang siapa ingin dilapangkan rezekinya maka hendaklah ia menyambung silaturahim.

Silaturahim dapat dilakukan dengan berbagai cara. Mulai dari menghubungi keluarga, menjenguk kerabat, hingga membantu mereka yang sedang membutuhkan.

Kehangatan hubungan keluarga sering kali menjadi sumber ketenangan yang tidak dapat dinilai dengan uang. Inilah salah satu bentuk rezeki yang sering terlupakan.

Sedekah Membawa Keberkahan Harta

Banyak orang takut bersedekah karena khawatir hartanya berkurang. Padahal, Islam mengajarkan bahwa sedekah justru menjadi sebab bertambahnya keberkahan.

Rasulullah SAW bersabda:

يَا ابْنَ آدَمَ أَنْفِقْ أُنْفِقْ عَلَيْكَ

Latin: Yaa ibna aadam anfiq unfiq ‘alaik.

Artinya: Wahai anak Adam, berinfaklah maka Aku akan memberi kepadamu.

Sedekah tidak harus dalam jumlah besar. Sedikit tetapi rutin sering kali lebih baik dibanding banyak namun jarang dilakukan.

Melalui sedekah, seseorang belajar melepaskan sifat kikir. Hatinya menjadi lebih lapang dan lebih mudah merasakan kecukupan.

Syukur dan Tahajud Menambah Ketenangan

Rasa syukur merupakan amalan yang membuat hidup terasa lebih nikmat. Orang yang bersyukur cenderung fokus pada nikmat yang dimiliki dibanding kekurangan yang ada.

Allah SWT berfirman:

لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ

Latin: La in syakartum la aziidannakum.

Artinya: Jika kalian bersyukur maka Aku akan menambah nikmat kepada kalian.

Selain syukur, sholat Tahajud juga menjadi amalan yang sangat dianjurkan. Pada sepertiga malam terakhir, seorang hamba dapat bermunajat langsung kepada Allah SWT.

Tahajud membantu hati menjadi lebih tenang dan optimis menghadapi kehidupan. Banyak orang merasakan perubahan besar dalam hidup setelah membiasakan ibadah malam ini.

Pada akhirnya, amalan yang membuat rezeki terasa cukup meski penghasilan kecil bukan hanya tentang mendapatkan uang lebih banyak. Yang lebih penting adalah hadirnya keberkahan, ketenangan, rasa syukur, dan keyakinan bahwa Allah SWT selalu mencukupi kebutuhan hamba-Nya yang beriman dan bertakwa

sumber : https://www.liputan6.com/islami/read/7961948/amalan-yang-membuat-rezeki-terasa-cukup-meski-penghasilan-kecil-rahasia-hidup-berkah

4 Doa Memohon Husnul Khatimah untuk Diri Sendiri dan Keluarga Lengkap Latin dan Artinya, Simak Hikmahnya

4 Doa Memohon Husnul Khatimah untuk Diri Sendiri dan Keluarga Lengkap Latin dan Artinya, Simak Hikmahnya

Jakarta – Kematian adalah gerbang kepastian yang akan dilalui oleh setiap insan dan tak diketahui waktu kedatangannya. Untuk itu, umat Islam penting mengetahui doa memohon husnul khatimah untuk diri sendiri dan keluarga lengkap latin dan artinya.

Dalam pandangan keilmuan Islam, kondisi seseorang pada detik-detik terakhir kehidupannya sangat menentukan fase selanjutnya di alam baka. Harapan tertinggi setiap mukmin adalah menutup usia dalam akhir yang baik. Rasulullah SAW menegaskan, “Sesungguhnya amalan itu (tergantung) dengan penutupnya” (HR. Bukhari).

Untuk menggapai derajat tersebut, ikhtiar lahiriah berupa ketakwaan harus senantiasa diiringi dengan munajat dan doa, baik untuk diri sendiri maupun keluarga tercinta. Selain itu, menjaga ketenangan hati dan pikiran dari kegelisahan akibat ujian hidup, merupakan pondasi agar jiwa senantiasa terpaut kepada Sang Pencipta hingga akhir hayat.

Merujuk ebook Kumpulan Doa Harian, terbitan Yayasan Ponpes Darul Hikmah, buku Kumpulan Doa Sehari-hari, terbitan Kemenag, dan literatur relevan lainnya, berikut ini adalah doa-doa memohon husnul khatimah.

1. Doa Memohon Akhir yang Baik

Buku pedoman resmi dari Kementerian Agama RI merangkum doa permohonan agar diwafatkan dalam keadaan terbaik, diampuni segala dosa, dan disatukan bersama orang-orang yang berbuat kebajikan.

Arab: رَّبَّنَا إِنَّنَا سَمِعْنَا مُنَادِيًا يُنَادِي لِلْإِيمَانِ أَنْ ءَامِنُوا بِرَبِّكُمْ فَـَٔامَنَّا ۚ رَبَّنَا فَٱغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَكَفِّرْ عَنَّا سَيِّـَٔاتِنَا وَتَوَفَّنَا مَعَ ٱلْأَبْرَارِ رَبَّنَا وَءَاتِنَا مَا وَعَدتَّنَا عَلَىٰ رُسُلِكَ وَلَا تُخْزِنَا يَوْمَ ٱلْقِيَامَةِ ۗ إِنَّكَ لَا تُخْلِفُ ٱلْمِيعَادَ

Latin: Robbana innaanaa sami’naa munaadiyay yunaadii lil iimaani an aaminuu birobbikum fa aamannaa. Robbanaa faghfirlanaa dzunuubanaa wa kaffir ‘annaa sayyi’aatinaa wa tawaffanaa ma’al abroor. Robbanaa wa aatinaa maa wa’adtanaa ‘alaa rusulika wa laa tukhzinaa yaumal qiyaamah, innaka laa tukhliful mii’aad.

Artinya: “Ya Tuhan sungguh kami telah mendengar seruan yang menyeru kepada iman: “Barimanlah kamu kepada Tuhanmu, maka kami pun beriman. Ya Tuhan, ampunilah dosa-dosa kami dan hapuskanlah kesalahan-kesalahan kami, serta matikanlah kami beserta orang-orang yang banyak berbuat kebajikan. Ya Tuhan, berilah kami apa yang telah Engkau janjikan kepada kami dengan perantaraan rasul-rasul-Mu, dan janganlah Engkau hinakan kami pada hari kiamat nanti. Sungguh Engkau sama sekali tidak akan pernah menyalahi janji.”

Doa ini diabadikan dalam Al-Qur’an Surah Ali ‘Imran ayat 193-194. Dalam kitab Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim, Ibnu Katsir menjelaskan bahwa frasa tawaffanaa ma’al abroor merupakan puncak permohonan hamba agar kelak dicabut nyawanya dalam keadaan tergabung ke dalam barisan orang-orang saleh, yang senantiasa menjaga keimanan bersama keluarga dan keturunannya.

2. Doa Khas Tradisi Pesantren Nusantara

Kalangan pesantren memiliki rumusan doa yang sangat masyhur dan ringkas, yang secara lugas memohon tiga hal mendasar pada detik-detik kematian: Islam, Iman, dan Husnul Khatimah.

Lafal Doa: اللَّهُمَّ اخْتِمْ لَنَا بِالْإِسْلَامِ وَاخْتِمْ لَنَا بِالْإِيْمَانِ وَاخْتِمْ لَنَا بِحُسْنِ الْخَاتِمَةِ

Latin: Allohummakhtim lanaa bil islaam, wakhtim lanaa bil imaan, wakhtim lanaa bihusnil khootimah

Artinya: “Ya Alloh, akhirilah hidup kami dengan Islam, akhirilah hidup kami dengan membawa iman, akhirilah hidup kami dengan husnul khotimah”

Doa ini tercatat sebagai salah satu wirid harian santri sebagaimana dibukukan oleh Yayasan Pondok Pesantren Darul Hikmah. Secara historis, ulama terkemuka Nusantara seperti Syekh Nawawi al-Bantani dalam kitab Nashaihul Ibad sangat menganjurkan amalan wirid yang meminta keselamatan akhir hayat.

Para ulama mengajarkan bahwa setan akan sangat berputus asa ketika mendengar hamba yang istiqamah membaca doa ini, karena memohon husnul khatimah berarti menolak segala godaan yang merusak iman di momen sakaratul maut.

3. Doa Mengharap Umur dan Amal yang Paripurna

Husnul khatimah bukan semata-mata tentang saat kematian tiba, melainkan akumulasi dari kualitas usia dan ibadah sehari-hari.

Arab: اللَّهُمَّ اجْعَلْ خَيْرَ عُمْرِي آخِرَهُ، وَخَيْرَ عَمَلِي خَوَاتِيمَهُ، وَخَيْرَ أَيَّامِي يَوْمَ أَلْقَاكَ فِيهِ

Latin: Allahummaj’al khaira ‘umri akhirahu, wa khaira ‘amali khawatimahu, wa khaira ayyami yauma alqaka fiih.

Artinya: “Ya Allah, jadikanlah sebaik-baik umurku pada akhirnya. Dan jadikanlah sebaik-baik amalku pada akhir hayatku, dan jadikanlah sebaik-baik hariku pada saat aku bertemu dengan Engkau.”

Doa mulia ini diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah dalam kitab Al-Mushannaf, yang sering dibaca oleh Sahabat Abu Bakar Ash-Shiddiq radhiyallahu ‘anhu.

Imam As-Suyuthi menempatkan doa ini sebagai permohonan yang strategis. Mengingat tidak ada jaminan manusia luput dari kesalahan di masa lalunya, maka ia memohon agar fase penutup kehidupannya justru menjadi periode ketaatan yang paling gemilang.

4. Doa Diwafatkan dalam Islam dan Digabung dengan Orang Saleh

Nabi Yusuf AS memberikan teladan agar setelah semua pencapaian duniawi teraih, fokus utama dikembalikan pada keselamatan akhirat diri dan keluarganya.

Lafal Doa: فَاطِرَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ أَنْتَ وَلِيِّي فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ ۖ تَوَفَّنِي مُسْلِمًا وَأَلْحِقْنِي بِالصَّالِحِينَ

Latin: Fathiras-samawati wal ardh, anta waliyyi fid-dunya wal-akhirah, tawaffani musliman wa alhiqni bish-shalihin.

Artinya: “(Wahai Tuhan) Pencipta langit dan bumi. Engkaulah Pelindungku di dunia dan di akhirat, wafatkanlah aku dalam keadaan Islam dan gabungkanlah aku dengan orang-orang yang saleh.”

Diabadikan dalam QS. Yusuf ayat 101. Imam Al-Qurthubi dalam kitab tafsirnya, Al-Jami’ li Ahkam al-Qur’an, menjelaskan bahwa munajat ini adalah bentuk kepasrahan dan tawakal mutlak.

Menyebut nama Allah sebagai “Pencipta” dan “Pelindung” membuktikan kesadaran manusia akan ketidakmampuannya mempertahankan iman tanpa hidayah-Nya. Doa ini sangat dianjurkan untuk mendidik diri dan keturunan agar tetap istiqamah bertauhid hingga ajal datang.

Hikmah Berdoa Memohon Husnul Khatimah
Memohon husnul khatimah (akhir kehidupan yang baik) bukan sekadar rutinitas lisan, melainkan memiliki hikmah spiritual dan psikologis yang sangat mendalam bagi seorang Muslim. Berikut adalah beberapa hikmah utamanya:

1. Pengingat Hakikat Kematian (Tadzkiratul Maut)

Secara psikologis, merutinkan doa ini menjadi alarm spiritual yang senantiasa mengingatkan bahwa kehidupan dunia hanyalah fana dan sementara. Kesadaran ini sangat efektif untuk meredam sifat sombong, serakah, dan cinta dunia (hubbud dunya) yang berlebihan.

2. Menjaga Keistiqomahan (Konsistensi Iman)

Karena manusia tidak pernah tahu kapan dan di mana ajalnya akan tiba, doa husnul khatimah menumbuhkan dorongan kuat untuk terus menjaga keimanan dan ketaatan setiap saat. Seseorang akan lebih berhati-hati dalam bertindak agar tidak wafat saat sedang bermaksiat.

3. Perlindungan Kuat di Momen Kritis (Sakaratul Maut)

Para ulama menjelaskan bahwa godaan setan berada pada puncaknya ketika manusia mengalami sakaratul maut. Memanjatkan doa ini adalah bentuk permohonan proaktif agar Allah SWT memberikan kekuatan, kejernihan pikiran, dan keteguhan hati untuk mempertahankan kalimat tauhid di detik-detik paling menentukan tersebut.

4. Mendorong Peningkatan Kualitas Amal Ibadah

Harapan untuk meraih penutup usia yang baik secara otomatis akan memotivasi seseorang untuk selalu mengevaluasi dan memperbaiki kualitas ibadahnya. Kesadaran ini membuat seseorang berlomba-lomba memperbanyak tabungan amal saleh agar pantas menerima karunia husnul khatimah.

5. Menghadirkan Ketenangan Batin dan Kepasrahan

Menyerahkan akhir dari perjalanan hidup kepada kehendak dan rahmat Allah memberikan kedamaian yang mendalam. Doa ini membantu melepaskan ketakutan atau kecemasan berlebih akan kematian, dan menggantinya dengan rasa rida serta kepasrahan penuh kepada Dzat Yang Maha Menghidupkan dan Mematikan.

Pertanyaan Seputar Doa Memohon Husnul Khatimah
Bagaimana cara Anda meraih husnul khatimah dalam akhir kehidupan Anda?

Menjaga Iman dan Ketakwaan secara Istiqamah: Selalu bertakwa kepada Allah SWT di mana pun dan kapan pun kita berada. Husnul khatimah harus diupayakan secara terus-menerus dan selalu dimintakan kepada Allah SWT agar diberi husnul khatimah.

Allahumma inni as aluka husnul khotimah doa apa?

Itu adalah penggalan doa memohon akhir hidup yang baik.

Doa agar dimudahkah segala urusan?

Berikut adalah beberapa doa utama yang diajarkan dalam Islam untuk memohon kemudahan, kelancaran, dan pertolongan dalam menghadapi segala urusan.

Bacaan husnul khatimah yang benar?

Penulisan yang benar adalah husnul khatimah (menggunakan huruf “ha” dan “kha”), bukan khusnul. Dalam bahasa Arab, husnul (حُسْنُ) berarti kebaikan, dan khatimah (خَاتِمَةِ) berarti akhir atau penutup.

sumber : https://www.liputan6.com/islami/read/7894295/4-doa-memohon-husnul-khatimah-untuk-diri-sendiri-dan-keluarga-lengkap-latin-dan-artinya-simak-hikmahnya