Ilmuwan Temukan Cara Produksi Protein Susu Sapi dari Tanaman

Ilmuwan Temukan Cara Produksi Protein Susu Sapi dari Tanaman

PARA peneliti berhasil membuat tanaman menghasilkan β-casein, salah satu protein utama dalam susu sapi, membuka peluang baru untuk memproduksi bahan baku susu tanpa bergantung pada peternakan. Temuan tersebut dipublikasikan dalam jurnal Frontiers in Plant Science dan dinilai dapat mendukung pengembangan protein susu yang lebih berkelanjutan.

Penelitian dipimpin oleh Oded Shoseyov dari Hebrew University of Jerusalem bersama perusahaan bioteknologi asal Selandia Baru, Miruku. Dalam studi tersebut, tim merekayasa biji tanaman Arabidopsis agar mampu memproduksi β-casein sapi. Mereka kemudian mengarahkan protein tersebut ke berbagai kompartemen di dalam sel untuk mengetahui lokasi penyimpanan yang paling efektif.

Di luar dugaan, protein susu itu tidak tersimpan di vakuola penyimpanan seperti yang diperkirakan sebelumnya. Hasil pengamatan menggunakan mikroskop elektron menunjukkan β-casein justru membentuk struktur kaya protein yang menyerupai misel kasein alami dan berkumpul di sekitar badan minyak kecil di dalam sel biji tanaman. Struktur tersebut tetap terbentuk tanpa mengganggu proses perkecambahan biji.

Penemuan ini menunjukkan tanaman kemungkinan memiliki mekanisme penyimpanan protein kompleks yang sebelumnya belum pernah diketahui. Selain itu, tanaman dengan hasil terbaik mampu menghasilkan β-casein sekitar 1,26 persen dari total protein biji yang larut, angka yang lebih tinggi dibandingkan banyak penelitian terdahulu yang mencoba memproduksi kasein menggunakan tanaman.

“Salah satu hal paling menarik dalam sains adalah ketika alam memberikan kejutan kepada kita,” kata Shoseyov, dikutip dari laporan Earth, 19 Juli 2026. “Kami awalnya ingin mengirim protein itu ke satu lokasi tertentu di dalam sel, tapi justru menemukan bahwa tanaman secara efektif menciptakan sistem penyimpanannya sendiri.”

Ia menambahkan, “Memahami perilaku yang tidak terduga ini memberi kami wawasan berharga tentang bagaimana tanaman menangani protein kompleks dan dapat membantu kami merekayasa sistem yang lebih efisien untuk memproduksi protein susu berkelanjutan di masa depan.”

Menurut para peneliti, temuan tersebut tidak hanya bermanfaat bagi pengembangan alternatif produk susu, tapi juga dapat diterapkan dalam bidang plant molecular farming, yakni pemanfaatan tanaman sebagai penghasil protein bernilai tinggi untuk pangan, nutrisi, hingga obat-obatan. Dengan memahami cara protein rekombinan tersimpan secara alami di dalam sel tanaman, proses produksi berpotensi menjadi lebih efisien, biaya pemurnian dapat ditekan, dan hasil protein yang diperoleh bisa meningkat.

Sebagai langkah lanjutan, tim peneliti juga telah berhasil menerapkan teknologi yang sama pada tanaman safflower, tidak lagi hanya pada tanaman model Arabidopsis. Safflower dipilih karena merupakan tanaman penghasil minyak yang tahan terhadap iklim panas dan lahan kering, sehingga dinilai lebih berpotensi untuk dikembangkan dalam skala besar seiring meningkatnya kebutuhan akan sumber protein yang lebih ramah lingkungan.

Sumber : https://www.tempo.co/sains/ilmuwan-temukan-cara-produksi-protein-susu-sapi-dari-tanaman-2277169

Dari MPLS Ramah Menuju Ekosistem Budaya Sekolah Aman dan Nyaman

Dari MPLS Ramah Menuju Ekosistem Budaya Sekolah Aman dan Nyaman

Pekan ini, jutaan murid memasuki lingkungan pendidikan yang baru. Sekolah di berbagai wilayah Indonesia memulai Tahun Ajaran 2026/2027 melalui Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah atau MPLS Ramah.

Bagi sekolah, MPLS mungkin merupakan agenda rutin. Namun, bagi murid baru, hari pertama sekolah merupakan pengalaman penting yang dapat menentukan cara mereka memandang lingkungan belajar.

Mereka datang dengan rasa gembira, penasaran, cemas, bahkan mungkin takut. Karena itu, yang paling mereka ingat bukan hanya susunan acara atau materi yang diberikan, melainkan bagaimana sekolah memperlakukan mereka.

Apakah mereka disambut dengan senyum? Apakah mereka diberi ruang untuk bertanyah? Apakah mereka akan merasa diterima? Pertanyaan tersebut menunjukkan bahwa MPLS bukan sekadar kegiatan pengenalan gedung, tata tertib, dan warga sekolah. MPLS adalah kesan pertama tentang wajah pendidikan.

Lebih dari Sekadar Orientasi

Permendikdasmen Nomor 12 Tahun 2026 menegaskan bahwa MPLS merupakan kegiatan pertama bagi murid baru untuk menumbuhkan dan memperkuat karakter serta profil lulusan.

Kegiatan ini mencakup pengenalan potensi diri, warga sekolah, kurikulum, dan lingkungan belajar. Rumusan tersebut membawa perubahan penting. Pengenalan tidak lagi berlangsung satu arah. Bukan hanya murid yang harus mengenal sekolah, tetapi sekolah juga perlu mengenali murid.

Setiap anak datang dengan latar belakang, kemampuan, minat, kondisi fisik, kesiapan psikologis, dan pengalaman belajar yang berbeda.

Karena itu, MPLS perlu menjadi kesempatan bagi guru untuk memperoleh gambaran awal mengenai kebutuhan dan potensi murid. MPLS bukan ruang untuk menguji ketahanan murid menghadapi tekanan. MPLS adalah proses adaptasi agar murid merasa aman, memahami lingkungan baru, serta memiliki keberanian untuk belajar dan berkembang.

Makna “RAMAH”

Kata “ramah” tidak boleh berhenti sebagai slogan atau tulisan pada spanduk. Ramah juga bukan sekadar penyambutan meriah di gerbang sekolah. Makna ramah harus merujuk pada Permendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026 tentang Budaya Sekolah Aman dan Nyaman.

Peraturan tersebut menegaskan pentingnya perlindungan fisik, kesejahteraan psikologis, keamanan sosial dan budaya, pemenuhan kebutuhan spiritual, serta keadaban dan keamanan digital.

Dengan demikian, MPLS Ramah bukan MPLS tanpa aturan. Sekolah tetap perlu mengenalkan kedisiplinan, tanggung jawab, etika, dan budaya belajar.

Namun, semua itu harus dibangun melalui keteladanan, pembiasaan, dialog, dan kesadaran, bukan melalui ketakutan. Disiplin tidak perlu ditanamkan dengan mempermalukan. Ketertiban tidak harus dibangun dengan bentakan. Karakter tidak tumbuh melalui intimidasi.

Di sinilah perubahan dari budaya senioritas menuju budaya pendampingan menjadi penting. Kakak kelas seharusnya hadir sebagai sahabat yang membantu murid baru beradaptasi, bukan sebagai pihak yang merasa memiliki kuasa. Tanggung jawab utama MPLS tetap berada pada kepala sekolah, guru, dan tenaga kependidikan.

Menghindari Seremonialisme

Tantangan MPLS Ramah bukan hanya menghapus perpeloncoan. Sekolah juga perlu menghindari kegiatan yang terlalu seremonial, padat, dan tidak bermakna. MPLS dapat saja berlangsung tanpa kekerasan, tetapi tetap melelahkan apabila dipenuhi ceramah panjang, jadwal yang padat, serta materi yang tidak memberi ruang bagi murid untuk berinteraksi dan bereksplorasi.

Keberhasilan MPLS tidak ditentukan oleh kemegahan pembukaan, banyaknya narasumber, atau ramainya publikasi media sosial. Ukuran utamanya adalah pengalaman yang dirasakan murid.

Apakah mereka mulai mengenal teman dan gurunya? Apakah mereka mengetahui kepada siapa harus meminta bantuan? Apakah mereka memahami budaya belajar di sekolah? Apakah mereka merasa aman untuk berbicara dan bertanya?

Materi seperti Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (7 KAIH), Pagi Ceria, etika dan adab bermedia sosial, serta budaya senyum, salam, sapa, sopan, dan santun juga tidak cukup disampaikan sebagai hafalan.

Semua itu harus terlihat dalam perilaku nyata warga sekolah. Kesantunan tidak hanya diajarkan, tetapi dicontohkan. Kebiasaan baik tidak hanya diterangkan, tetapi dipraktikkan. Keramahan tidak hanya ditampilkan selama MPLS, tetapi dijaga sepanjang tahun.

Ujian Dimulai Setelah MPLS

MPLS berlangsung selama lima hari. Namun, budaya sekolah dibangun setiap hari. Karena itu, keberhasilan MPLS tidak cukup dinilai dari tidak adanya perpeloncoan pada minggu pertama. Ukuran yang lebih penting adalah apakah keramahan tetap hadir setelah kegiatan berakhir.

Sekolah ramah diuji ketika ada murid yang terlambat, mengalami kesulitan belajar, berbuat kesalahan, menghadapi konflik dengan teman, atau sedang memiliki masalah keluarga. Pada situasi seperti itulah cara sekolah memperlakukan murid menunjukkan budaya yang sesungguhnya.

Permendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026 menekankan pentingnya deteksi dini, kanal pengaduan, pendampingan psikososial, kesepakatan kelas, serta keterlibatan murid dan orang tua. Artinya, MPLS harus dilanjutkan dengan sistem pendampingan yang nyata.

Guru perlu mengenal muridnya. Wali kelas perlu membangun komunikasi dengan keluarga. Murid harus mengetahui ruang aman untuk menyampaikan masalah. Sekolah juga harus memastikan setiap laporan ditangani secara mendidik, adil, dan menjaga martabat semua pihak.

Pendidikan Bermutu Dimulai dari Rasa Aman

Pendidikan bermutu tidak hanya ditentukan oleh kurikulum, teknologi, fasilitas, dan hasil asesmen. Mutu pendidikan juga ditentukan oleh kualitas hubungan yang terjadi di sekolah. Murid akan sulit belajar secara optimal apabila merasa takut, tidak dihargai, atau tidak ada rasa memiliki terhadap sekolah.

Sebaliknya, ketika merasa aman dan diterima, mereka akan lebih berani bertanya, mencoba, menyampaikan pendapat, dan belajar dari kesalahan. Rasa aman bukan pelengkap pembelajaran. Rasa aman adalah salah satu syarat utama agar pembelajaran dapat berlangsung secara bermakna dan menggembirakan.

MPLS Ramah juga mencerminkan pendidikan inklusif. Setiap anak, apa pun kondisi fisik, kemampuan, latar belakang sosial, agama, budaya, bahasa, maupun keadaan ekonominya, berhak memperoleh pengalaman awal sekolah yang memuliakan. Sekolah tentu tidak dapat bekerja sendiri.

Orang tua perlu membangun komunikasi terbuka dengan guru. Pemerintah daerah perlu melakukan pendampingan dan pengawasan. Masyarakat perlu membantu menjaga lingkungan sekolah, serta media menyebarluaskan edukasi dan praktik baik pendidikan. Semua pihak memiliki peran dalam membangun budaya sekolah aman dan nyaman.

MPLS Ramah 2026 perlu menjadi titik awal untuk meninggalkan anggapan bahwa tekanan, penghinaan, dan senioritas diperlukan untuk membentuk mental murid. Ketangguhan tidak tumbuh karena seseorang direndahkan.

Karakter justru berkembang melalui keteladanan, tanggung jawab, pembiasaan, dan penghargaan terhadap martabat manusia. MPLS mungkin berakhir setelah lima hari. Namun, semangatnya harus hidup sepanjang tahun.

Ketika keramahan menjadi kebiasaan, rasa aman menjadi budaya, dan setiap murid diperlakukan sebagai pribadi yang berharga, MPLS menjadi langkah awal untuk mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua.

Sumber : https://kumparan.com/sam-teknodik/dari-mpls-ramah-menuju-ekosistem-budaya-sekolah-aman-dan-nyaman-27oHd2ECzHK

Makanan Dihinggapi Lalat, Masih Aman Dimakan atau Harus Dibuang?

Makanan Dihinggapi Lalat, Masih Aman Dimakan atau Harus Dibuang?

Makanan yang hanya dihinggapi seekor lalat selama beberapa detik umumnya masih memiliki risiko kesehatan yang rendah, terutama jika makanan baru dimasak dan orang yang memakannya mempunyai sistem imun yang baik.

Risiko akan meningkat jika banyak lalat mengerubungi makanan dalam waktu lama. Dalam kondisi tersebut, makanan sebaiknya tidak dikonsumsi karena lalat mempunyai lebih banyak kesempatan memindahkan kuman.

Apakah Lalat Muntah saat Hinggap di Makanan?

Lalat rumah memang mengeluarkan cairan ketika hinggap dan makan. Serangga ini tidak mempunyai gigi dan rahang untuk mengunyah makanan seperti manusia.

Lalat mengeluarkan air liur yang mengandung enzim untuk melarutkan sebagian makanan. Setelah makanan menjadi lebih cair, lalat mengisapnya melalui mulut berbentuk belalai.

Proses tersebut sering disebut sebagai lalat “memuntahkan” cairan ke atas makanan. Cairan yang dikeluarkan membantu lalat melakukan pencernaan sebelum makanan masuk ke tubuhnya.

Masalahnya, lalat rumah menghabiskan sebagian hidupnya di tempat yang tidak higienis. Lalat dapat memakan atau menyentuh tumbuhan yang membusuk, daging mentah, sampah, hingga kotoran.

“Lalat rumah berperan sebagai penghubung antara lingkungan yang bersih dan yang tercemar, bergerak bebas dari bahan-bahan yang terkontaminasi seperti limbah, ke lingkungan di dalam dan sekitar rumah, serta ke sumber makanan dan air,” tulis sebuah studi yang tayang di makalah ilmiah keluaran 2017 lalu, mengutip IFLScience.

Kuman Apa Saja yang Bisa Dibawa Lalat?

Sebuah tinjauan ilmiah mengidentifikasi 130 patogen pada lalat rumah. Daftar tersebut mencakup jamur, virus, parasit, dan bakteri. Beberapa di antaranya dapat menimbulkan penyakit serius.

Salah satu ancaman utamanya adalah patogen bawaan makanan. Kuman tersebut berpotensi menyebabkan keracunan makanan dengan gejala seperti:

  • Mual

  • Muntah

  • Sakit perut

  • Diare

  • Demam

Dalam penelitian di jurnal JDS Communications pada 2022, ilmuwan mengumpulkan lebih dari 100 lalat rumah di sekitar sebuah peternakan di New York, Amerika Serikat. Mereka menemukan sejumlah bakteri yang berkaitan dengan penyakit pada manusia, termasuk Salmonella, Escherichia coli, Staphylococcus aureus, Bacillus cereus, dan Bacillus subtilis.

Lalat dapat memindahkan mikroorganisme melalui kaki dan bagian tubuhnya yang menyentuh makanan. Kuman juga berpotensi berpindah melalui cairan pencernaan dan kotoran lalat.

Namun, keberadaan bakteri pada lalat tidak otomatis membuat setiap makanan yang dihinggapinya menyebabkan penyakit. Seseorang biasanya perlu terpapar patogen dalam jumlah tertentu sebelum mengalami infeksi atau keracunan makanan.

Kapan Makanan Sebaiknya Dibuang?

Jika hanya seekor lalat yang hinggap sebentar pada makanan yang baru dimasak, risikonya relatif rendah. Sebagian besar pakar kesehatan menilai makanan tidak harus langsung dibuang dalam situasi tersebut.

Makanan panas atau baru dimasak juga cenderung memiliki tingkat kontaminasi awal yang lebih rendah dibandingkan makanan mentah atau makanan yang sudah lama berada pada suhu ruang.

Meski demikian, risiko rendah tidak berarti benar-benar bebas risiko. Lalat tetap dapat memindahkan kuman meskipun hanya hinggap dalam waktu singkat.

Makanan lebih aman dibuang jika telah dikerubungi banyak lalat selama berjam-jam. Durasi kontak yang panjang dan jumlah lalat yang banyak meningkatkan peluang perpindahan patogen.

Jika kondisi dan keamanan makanan sulit dipastikan, pilihan yang paling aman adalah tidak mengonsumsinya sama sekali.

Sumber : https://kumparan.com/kumparansains/makanan-dihinggapi-lalat-masih-aman-dimakan-atau-harus-dibuang-27oS2jOdMnZ/full

Dua Buah Tertulis di Al Quran, Khasiatnya Bisa Turunkan Kolesterol

Dua Buah Tertulis di Al Quran, Khasiatnya Bisa Turunkan Kolesterol

Jakarta, CNBC Indonesia – Al Quran cukup sering menyebut buah-buahan seperti kurma, anggur, zaitun, delima, tin, dan pisang sebagai bagian dari gambaran tentang nikmat Allah dan tanda-tanda kebesaran-Nya. Menariknya, sejumlah buah tersebut kini diketahui memiliki kandungan nutrisi dan senyawa bioaktif yang bermanfaat bagi kesehatan.
Di antara buah-buahan yang disebut dalam Al Quran, ada dua yang ternyata memiliki manfaat dalam menurunkan kadar kolesterol. Berikut penjelasannya.

1. Buah tin atau ara
Al-Qur’an punya satu bab bernama Surah At-Tin yang berarti buah tin. Bahkan, Allah bersumpah atas nama buah tin dan juga buah zaitun.

Referensi buah tin dalam ayat Al-Qur’an berbicara tentang manfaat obat dari buah tersebut. Dalam tradisi Islam, apapun yang namanya digunakan untuk bersumpah oleh Allah memiliki keagungan atau kepentingan yang melekat padanya.

Buah tin atau buah ara memiliki kandungan pektin, serat larut yang membantu menurunkan kadar kolesterol. Serat larut menghilangkan kadar trigliserida berlebih dan membantu menghilangkan trigliserida.

Selain itu, buah ara kering mengandung asam lemak Omega 3 dan Omega 6, fitosterol yang bersifat kardioprotektif dan membantu meningkatkan kesehatan otak.

Buah ara yang dalam bahasa Inggris disebut fig juga mengandung magnesium, mineral dalam tubuh yang berperan penting dalam kesehatan tulang dan keseimbangan energi.

2. Buah zaitun
Zaitun disebutkan tujuh kali dalam Al-Qur’an. Hal ini menunjukkan betapa penting buah tersebut dalam sejarah perkembangan Islam. Buah zaitun tidak hanya memiliki nilai gizi, obat dan kosmetik; tapi juga memenuhi fungsi agama sebagai tanda kebesaran Allah SWT.

Dalam Surat Al Mu’minun ayat 20, Al-Quran memberitahu tentang buah-buahan yang harus dimakan, dan berbicara tentang pohon zaitun yang tumbuh di Gunung Sinai yang menyediakan minyak dan bumbu untuk dimakan.

Zaitun juga memiliki asam lemak esensial yang bagus untuk fungsi jantung dan otak, serta polifenol yang memiliki sifat antioksidan. Bahkan banyak orang memilih minyak dari buah zaitun sebagai pilihan minyak yang lebih sehat dibanding minyak kelapa sawit.

Minyak zaitun mengandung asam lemak tak jenuh tunggal yang tinggi sekitar 75%. Saat menggantikan lemak jenuh, lemak tak jenuh tunggal dari zaitun membantu menurunkan kolesterol jahat. Manfaat kesehatan dari minyak zaitun juga dikaitkan dengan sifat antioksidan dan anti-inflamasinya.

Sumber : https://www.cnbcindonesia.com/lifestyle/20260721083257-33-752434/dua-buah-tertulis-di-al-quran-khasiatnya-bisa-turunkan-kolesterol

Ini 5 Tanda Anak Cemburu pada Adik Baru dan Cara Menanganinya

Ini 5 Tanda Anak Cemburu pada Adik Baru dan Cara Menanganinya

Jakarta, CNN Indonesia — Ada yang harus diperhatikan oleh orang tua ketika baru saja memiliki anak kedua dan seterusnya. Ada sosok kakak yang bisa saja mengalami kecemburuan, apalagi jika jarak usianya tak terlalu jauh dari adik bayi yang baru lahir.

Namun sering kali kecemburuan anak tak terlihat secara langsung, seperti bersikap lebih agresif atau memusuhi adik. Ada pula anak yang cenderung lebih menarik diri dan murung.

Tanda anak cemburu pada adik baru

Orang tua perlu tahu apa saja tanda anak cemburu pada adik baru agar bisa meresponsnya dengan tepat. Berikut ini beberapa tanda yang perlu diperhatikan orang tua:

1. Perilaku regresif
Kecemburuan kakak terhadap adik baru tidak selalu berupa sikap agresif, melainkan perilaku regresif. Mengutip Living Textiles, hal ini sering terjadi pada anak yang masih berusia balita dan umurnya tak terpaut jauh dari adik bayi.

Karena merasa terancam oleh “persaingan” untuk mendapatkan perhatian orang tua, anak bisa kembali berperilaku seperti bayi, seperti bicara layaknya bayi hingga tantrum.

2. Menunjukkan ketidakpedulian pada adik
Kecemburuan juga bisa terlihat dari sikap tidak peduli yang diperlihatkan sang kakak. Ketimbang turut menyambut adik bayi yang baru lahir, ia lebih merasa tersisih.

Anak pun lebih sering menyalahkan adik bayi karena mencuri perhatian orang tua atau menganggapnya bukan bagian dari keluarga.

3. Menuntut perhatian Anda
Sumber kecemburuan anak terhadap adik baru sebenarnya satu, yakni perhatian Anda yang berkurang terhadapnya karena sibuk mengurus bayi.

Inilah mengapa anak cenderung mencari cara agar perhatian itu kembali kepadanya. Mulai dari mengganggu, membuat suara keras, hingga merusak barang.

4. Merebut mainan dari bayi
Tak hanya mengganggu orang tua, anak yang cemburu juga bisa mengganggu adik barunya. Salah satu caranya, dengan merebut mainan dari bayi.

“Bayi yang baru lahir mendapat mainan baru, pakaian, dan perhatian ekstra, sedangkan anak yang lebih besar diberikan tugas dan aturan. Mereka tidak mengerti mengapa hal-hal terasa tidak adil, yang dapat menyebabkan rasa kesal,” kata Analis Perilaku Emily Groben, seperti dilansir laman Cradle Wise.

5. Sulit membuat pilihan sederhana
Masih dalam rangka mencari perhatian orang tua, anak yang cemburu pada adiknya juga cenderung sulit membuat pilihan sederhana. Misalnya, dalam memilih camilan atau mainan.
Hal ini akan membuat orang tua turun tangan untuk membantu. Menurut Groben, logika di balik perilaku ini, yaitu mendapatkan perhatian negatif masih lebih baik ketimbang tidak dapat perhatian sama sekali.

“Jika seorang anak merasa diabaikan, mereka mungkin mencari perhatian dengan cara yang tidak membantu,” ucapnya.

Cara menghadapi anak yang cemburu pada adiknya

Jika Anda memperhatikan munculnya tanda-tanda ini pada anak pertama atau anak yang lebih tua, tak perlu panik. Ada cara sederhana untuk membantunya transisi menjadi seorang kakak.

Kasih sayang dan kesabaran Anda sebagai orang tua tetap dibutuhkan, sehingga bisa menciptakan hubungan yang positif juga bagi anak-anak ke depannya.

Menurut laman Parents, berikut ini beberapa hal yang bisa dilakukan untuk menangani kecemburuan anak pada adik baru:

  • Jangan mencoba “memperbaiki” emosi negatif anak. Sebaliknya, cobalah untuk memahami dan menerimanya.
  • Dorong anak untuk turut serta merawat bayi. Memberi tugas tersebut kepada anak bisa membuat mereka merasa terhubung dengan adik baru. Tugasnya pun sederhana, seperti mengambil popok atau memilihkan pakaian untuk adik.
  • Beri pujian setiap kali anak bersikap manis dan baik kepada adik bayi. Ia pun akan mengulangi tindakan tersebut.
  • Pahami bahwa menyesuaikan diri dengan bayi baru merupakan proses yang berkelanjutan. Jika Anda tidak yakin apa yang harus dilakukan, konsultasilah dengan teman yang berpengalaman, dokter anak, atau psikolog.
  • Bantu anak melihat hal-hal baik tentang memiliki adik. Misalnya, mereka dapat mengajarkan berbagai hal kepada saudara kandung mereka, dan mereka akan selalu saling menyayangi.

Itu dia beberapa tanda yang perlu diperhatikan pada anak yang alami kecemburuan terhadap adik bayi yang baru lahir dan cara menanganinya. Orang tua perlu mengidentifikasinya sejak dini agar bisa menciptakan keharmonisan antara kakak-adik.

Sumber : https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20260707174146-284-1377981/ini-5-tanda-anak-cemburu-pada-adik-baru-dan-cara-menanganinya

Tiap Tahun Jutaan Warga RI Berobat ke Luar Negeri, Apa Alasannya?

Tiap Tahun Jutaan Warga RI Berobat ke Luar Negeri, Apa Alasannya?

JAKARTA, KOMPAS.com – Keputusan masyarakat Indonesia untuk berobat ke luar negeri tidak semata-mata dipengaruhi oleh kecanggihan teknologi medis atau kualitas dokter.

Pengalaman pasien selama menjalani perawatan hingga rasa percaya kepada tenaga medis turut menjadi pertimbangan penting.

Pengalaman pasien jadi pertimbangan

Sekretaris Ditjen Kesehatan Lanjutan Kementerian Kesehatan, dr. Sunarto, M.Kes, mengatakan, pengalaman pasien atau patient experience menjadi salah satu faktor yang memengaruhi pilihan masyarakat dalam menentukan layanan kesehatan.

Menurutnya, pengalaman tersebut mencakup berbagai aspek yang dirasakan pasien sejak menerima layanan kesehatan.

“Patient experience itu berkaitan dengan hospitality, kenyamanan, dan mengenai ketepatan penyampaian hasil diskusi terhadap diagnosa, ketepatan waktu, dan sebagainya,” ujarnya dalam Press Conference ASMIHA ke-35: Beyond Borders, Training, and the Future of Indonesian Cardiology, di Jakarta Selatan, Kamis (16/7/2026).

Sunarto menjelaskan, kualitas dokter dan fasilitas kesehatan memang tetap menjadi bagian penting dalam pelayanan medis. Namun, aspek tersebut kini tidak dapat dipisahkan dari pengalaman pasien selama menjalani perawatan.

“Kualitas dokter maupun faskes itu menjadi salah satu bagian dari pengalaman pasien. Hal inilah yang menjadi pembanding utama masyarakat dalam memilih layanan kesehatan di luar atau dalam negeri,” jelasnya.

Ia mengatakan, Kementerian Kesehatan juga mencermati laporan mengenai jumlah masyarakat Indonesia yang memilih berobat ke luar negeri.

“Kementerian Kesehatan mendengar tentang laporan bahwa 1 tahun mungkin ada 1 atau 2 juta orang Indonesia yang berobat ke luar negeri. Hal ini menjadi refleksi bagi kami,” ujar Sunarto.

Besarnya angka tersebut, menurut Sunarto, menjadi bahan evaluasi bagi layanan kesehatan di dalam negeri.

Mutu layanan tak hanya soal dokter

Ia menilai, mutu pelayanan tidak lagi cukup diukur hanya dari kemampuan dokter atau ketersediaan fasilitas medis.

“Maka, dari sekarang mutu layanan kesehatan bukan hanya dari kualitas dokter, tetapi juga melihat bagaimana pelayanan terbaik yang bisa diberikan kepada masyarakat,” katanya.

Sunarto menuturkan, pelayanan terbaik mencakup sejumlah aspek yang dirasakan langsung oleh pasien. Mulai dari ketepatan layanan hingga pemanfaatan teknologi dalam proses perawatan.

“Hal ini juga mencakup ketepatan layanan, kualitas dari fungsi layanan, bangunan fisik, hingga bagaimana pemanfaatan teknologi digunakan untuk pelayanan pasien,” tambahnya.

Dengan demikian, rumah sakit dan fasilitas kesehatan perlu melihat layanan secara lebih menyeluruh.

Pasien tidak hanya datang untuk mendapatkan diagnosis dan pengobatan, tetapi juga mengalami seluruh proses pelayanan selama berada di fasilitas kesehatan.

Kepercayaan pasien perlu dibangun

Sementara itu, kardiolog senior sekaligus Ketua Dewan Etik PERKI, Muhammad Munawar, MD, FIHA menilai, kepercayaan menjadi faktor yang tidak kalah penting dalam layanan kesehatan.

“Hal yang tidak kalah penting yaitu membangun kepercayaan pasien. Sebab, teknologi yang canggih, pendidikan dokternya bagus, tapi pasiennya tidak percaya juga tidak bisa,” tutur Munawar.

Menurutnya, keberadaan teknologi medis yang canggih dan latar belakang pendidikan dokter yang baik belum cukup untuk membuat pasien merasa yakin.

Hubungan antara dokter dan pasien juga perlu dibangun melalui kejujuran serta keterbukaan.

“Kejujuran dan trasnparansi yang harus kita pertahankan di Indonesia. Pasien dapat rasa kepercayaan penuh kepada dokter, bukan masalah fasilitas. Integritas itu yang harus ditanamkan pada para dokter untuk menunjang valuenya,” pungkasnya.

Kepercayaan tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas layanan kesehatan di Indonesia.

Dengan pelayanan yang lebih menyeluruh dan hubungan dokter-pasien yang kuat, masyarakat diharapkan tidak lagi menjadikan layanan kesehatan luar negeri sebagai satu-satunya pilihan.

Sumber : https://health.kompas.com/read/26G18143500468/tiap-tahun-jutaan-warga-ri-berobat-ke-luar-negeri-apa-alasannya

Lamine Yamal dan Amalan Doa Al-Baqarah Ayat 286

Lamine Yamal dan Amalan Doa Al-Baqarah Ayat 286

Di balik kesuksesan Lamine Yamal membawa Spanyol menjuarai Piala Dunia 2026, ada satu momen yang menyentuh perhatian publik dunia. Sesaat setelah peluit panjang final dibunyikan, ketika sebagian pemain masih larut dalam euforia dan ketegangan, Yamal justru memilih berlutut dan memanjatkan doa.

Momen itu menjadi viral karena terjadi di tengah suasana yang masih memanas. Beberapa pemain Argentina tampak meluapkan kekecewaan, bahkan sempat terjadi adu argumen antara Leandro Paredes dan Gavi. Namun, Yamal terlihat tenang, mengangkat kedua telapak tangannya untuk berdoa sebelum akhirnya bergabung merayakan gelar juara bersama rekan-rekannya.

Bagi sebagian orang, aksi tersebut mungkin hanya bentuk rasa syukur. Namun bagi Yamal, berdoa merupakan kebiasaan yang telah ia lakukan sejak kecil, berkat nasihat sang nenek, Fatima.

Doa yang Diajarkan Sang Nenek

Dalam sebuah wawancara dengan televisi Maroko Le7tv pada 2024, Fatima menceritakan bahwa ia selalu mengingatkan cucunya agar tidak pernah melupakan doa sebelum memasuki lapangan.

“Aku selalu berkata kepadanya sebelum pertandingan, ‘Ya Rabb, berilah aku taufik (keberhasilan) dan tolonglah aku menghadapi segala kesulitan yang ada di hadapanku’,” tuturnya.

Fatima juga mengaku tak pernah berhenti mendoakan agar cucunya selalu berada dalam perlindungan Allah SWT, diberi petunjuk, serta dijauhkan dari keburukan.

Meski doa yang diucapkan Yamal sebelum bertanding tidak pernah dipublikasikan secara utuh, banyak warganet kemudian mengaitkannya dengan doa yang terdapat pada penghujung Surah Al-Baqarah ayat 286, salah satu doa yang paling sering diamalkan umat Islam.

Doa Penutup Surah Al-Baqarah

Ayat terakhir Surah Al-Baqarah tidak hanya memuat prinsip bahwa Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai kemampuannya, tetapi juga berisi doa yang sangat agung.

Allah SWT berfirman:

رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَا إِن نَّسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِن قَبْلِنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِ ۖ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا ۚ أَنتَ مَوْلَانَا فَانصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ

Artinya:

“Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tidak sanggup kami memikulnya. Maafkanlah kami, ampunilah kami, dan rahmatilah kami. Engkaulah Pelindung kami, maka tolonglah kami menghadapi orang-orang kafir.” (QS. Al-Baqarah: 286)

Ayat ini menjadi doa yang mengandung permohonan ampun, rahmat, kemudahan, kekuatan menghadapi ujian, serta pertolongan dari Allah SWT.

Keutamaan Al-Baqarah Ayat 286

Dalam hadis riwayat Imam Bukhari dan Imam Muslim, Rasulullah SAW bersabda:

“Barang siapa membaca dua ayat terakhir Surah Al-Baqarah pada malam hari, maka kedua ayat itu akan mencukupinya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Para ulama menjelaskan bahwa “mencukupi” dalam hadis tersebut mencakup perlindungan dari berbagai keburukan, kecukupan pahala, hingga ketenangan hati bagi orang yang membacanya dengan penuh keimanan.

Karena itu, dua ayat terakhir Surah Al-Baqarah menjadi salah satu bacaan yang dianjurkan untuk diamalkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama ketika menghadapi tekanan, kesulitan, maupun ujian hidup.

Menjadikan Doa sebagai Sumber Ketenangan

Bagi seorang atlet, tekanan tidak hanya datang dari lawan di lapangan, tetapi juga dari ekspektasi jutaan pendukung, sorotan media, hingga beban membawa nama negara.

Momen yang diperlihatkan Lamine Yamal usai final Piala Dunia 2026 menjadi pengingat bahwa di balik kerja keras dan kemampuan, seorang Muslim tetap diajarkan untuk menggantungkan harapan kepada Allah SWT.

Sumber : https://mozaik.inilah.com/news/lamine-yamal-dan-amalan-doa-al-baqarah-ayat-286

Inilah Alasan Barang Gunaan Wajib Bersertifikat Halal Mulai Oktober 2026

Inilah Alasan Barang Gunaan Wajib Bersertifikat Halal Mulai Oktober 2026

Perbincangan mengenai sertifikasi halal selama ini hampir selalu identik dengan makanan dan minuman.

Padahal, memasuki 17 Oktober 2026, cakupan kewajiban sertifikasi halal akan meluas ke sejumlah kategori barang gunaan, mulai dari pakaian, alat masak, botol minum, alat tulis, perlengkapan ibadah, hingga berbagai produk yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

Perluasan ini memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat. Mengapa barang yang tidak dikonsumsi juga harus bersertifikat halal? Apakah kebijakan tersebut sekadar mengikuti perkembangan industri halal global, atau memang memiliki landasan syariat dan pertimbangan ilmiah yang kuat?

Di balik kebijakan tersebut, terdapat satu aspek yang selama ini jarang menjadi perhatian publik, yakni potensi kontaminasi unsur najis dalam rantai produksi industri barang gunaan.

Inilah alasan strategis yang menjadi dasar lahirnya kebijakan sertifikasi halal pada kelompok produk tersebut.

Mengutip Jurnal Halal LPPOM, sertifikasi halal pada barang gunaan bukan sekadar mengikuti perkembangan pasar.

Kebijakan ini lahir sebagai upaya menjaga kehalalan produk dari potensi kontaminasi najis sepanjang proses produksi hingga digunakan oleh konsumen, sehingga memberikan kepastian dan ketenangan bagi umat Islam dalam menjalankan syariat.

Perspektif tersebut menunjukkan konsep halal tidak berhenti pada makanan yang masuk ke dalam tubuh manusia.

Dalam ajaran Islam, menjaga diri dari najis merupakan bagian dari kesempurnaan ibadah. Karena itu, suatu produk dinilai bukan hanya dari fungsi akhirnya, tetapi juga dari seluruh proses pembuatannya.

Dalam Islam, konsep halal tidak hanya berkaitan dengan apa yang dikonsumsi, tetapi juga mencakup upaya menjaga diri dari najis.

Karena itu, kehalalan suatu produk tidak dapat dipisahkan dari proses produksi, bahan yang digunakan, hingga kemungkinan terjadinya kontaminasi selama proses pengolahan.

Kontaminasi yang tak Terlihat

Salah satu isu yang selama ini kurang dipahami masyarakat adalah penggunaan bahan turunan hewan dalam industri manufaktur modern.

Banyak orang mengira persoalan halal hanya berkaitan dengan bahan makanan, padahal sejumlah komponen industri juga berpotensi menggunakan material yang berasal dari unsur haram atau najis.

Dalam fiqih, najis dibagi menjadi tiga kategori, yakni najis ringan (mukhaffafah), najis sedang (mutawassithah), dan najis berat (mughalladhah). Masing-masing memiliki tata cara penyucian yang berbeda.

Najis berat, seperti babi, anjing, dan turunannya, menjadi salah satu perhatian dalam proses produksi barang gunaan.

Pasalnya, bahan turunan babi dapat ditemukan pada berbagai komponen industri, seperti gelatin, enzim, lemak, hingga senyawa kimia yang digunakan dalam pelumas mesin, bahan plastik, pewarna tekstil, maupun perekat.

Kondisi ini membuka kemungkinan terjadinya kontaminasi pada barang yang digunakan sehari-hari.

Artinya, persoalan halal pada barang gunaan bukan semata-mata melihat apakah produk tersebut mengandung bahan haram sebagai komponen utama.

Hal yang menjadi perhatian adalah seluruh mata rantai produksi, termasuk bahan penolong, pelumas mesin, perekat, hingga fasilitas produksi yang digunakan.

Karena itu, sertifikasi halal pada barang gunaan tidak hanya berfokus pada bahan utama produk, tetapi juga mencakup penelusuran asal bahan, bahan penolong, fasilitas produksi, serta penerapan Sistem Jaminan Produk Halal (SJPH).

Seluruh tahapan tersebut bertujuan memastikan produk yang digunakan masyarakat bebas dari unsur najis dan memenuhi ketentuan halal.

Tidak Semua Barang Wajib Bersertifikat Halal

Di tengah berkembangnya berbagai informasi di media sosial, muncul anggapan seluruh produk nantinya harus memiliki sertifikat halal. Padahal, ketentuan tersebut tidak sepenuhnya benar.

Pemerintah melalui Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 741 Tahun 2021 yang kemudian disempurnakan dengan KMA Nomor 944 Tahun 2024 telah menetapkan secara spesifik kelompok barang gunaan yang wajib memiliki sertifikat halal.

Kelompok tersebut meliputi sandang, penutup kepala, aksesori, peralatan rumah tangga, alat kesehatan, perlengkapan ibadah, alat tulis kantor, kemasan produk, serta bahan penyusun barang gunaan.

Sebaliknya, produk di luar kelompok tersebut, seperti kendaraan maupun peralatan pertukangan, tidak termasuk kategori wajib bersertifikat halal selama tidak berkaitan langsung dengan kebutuhan konsumsi maupun penggunaan yang bersentuhan dengan kepentingan umat.

Dengan demikian, kebijakan ini tidak dimaksudkan untuk mewajibkan seluruh barang memiliki sertifikat halal, melainkan diterapkan pada kelompok produk yang telah ditetapkan dalam regulasi.

Momentum Besar Industri Halal Nasional

Batas waktu implementasi pada 17 Oktober 2026 menjadi tonggak penting bagi industri halal Indonesia.

Pada tanggal yang sama, kewajiban sertifikasi halal juga mulai berlaku bagi sejumlah kategori lain, seperti kosmetik, sebagian jenis obat, produk impor, serta produk usaha mikro dan kecil (UMK).

Bagi pelaku usaha, momentum ini bukan hanya berkaitan dengan kepatuhan terhadap regulasi.

Sertifikasi halal juga menjadi instrumen strategis untuk meningkatkan kepercayaan konsumen, memperkuat daya saing produk, sekaligus membuka akses menuju pasar halal global yang nilainya terus bertumbuh dari tahun ke tahun.

Di sisi lain, bagi masyarakat, sertifikasi halal pada barang gunaan memberikan kepastian bahwa produk yang digunakan sehari-hari telah melalui proses pemeriksaan yang mempertimbangkan aspek bahan, proses produksi, hingga potensi kontaminasi najis.

Dengan demikian, kebijakan tersebut tidak sekadar menghadirkan label halal, melainkan membangun ekosistem industri yang memberikan jaminan kepastian hukum, perlindungan konsumen, sekaligus ketenangan dalam menjalankan syariat Islam.

Sumber : https://mozaik.inilah.com/halal-living/inilah-alasan-barang-gunaan-wajib-bersertifikat-halal-mulai-oktober-2026

Latihan Beban Tak Harus di Gym, Pakar UGM Bagikan Cara Mudah Jaga Otot dan Jantung Tetap Sehat

Latihan Beban Tak Harus di Gym, Pakar UGM Bagikan Cara Mudah Jaga Otot dan Jantung Tetap Sehat

Yogyakarta (beritajatim.com) – Berlari, bersepeda, atau berjalan kaki menjadi pilihan banyak orang untuk menjaga kebugaran tubuh. Aktivitas olahraga kardio memang terbukti mampu meningkatkan kesehatan jantung, paru-paru, sekaligus membantu memperpanjang harapan hidup. Namun, hanya mengandalkan olahraga kardio ternyata belum cukup untuk menjaga kesehatan tubuh secara menyeluruh.

Dosen Departemen Fisiologi Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) UGM, Prof. Dr. dr. Denny Agustiningsih, M.Kes., AIFM, menegaskan bahwa latihan angkat beban memiliki peran yang sama pentingnya dengan olahraga kardio karena memberikan manfaat besar bagi otot, jantung, hingga fungsi otak.

Menurut Denny, sebagian besar komposisi tubuh manusia terdiri dari otot. Ketika otot digerakkan, tubuh akan melepaskan berbagai protein, seperti myosin dan actin, yang berfungsi sebagai sinyal biologis untuk membantu proses perbaikan jaringan, regenerasi sel, penyembuhan, hingga pencegahan berbagai penyakit.

“Olahraga yang melibatkan kerja otot penting dilakukan karena saat otot bergerak, protein-protein tersebut akan aktif dan berkomunikasi dengan organ lain, termasuk otak dan jantung,” ujarnya, Senin (13/7).

Kardio dan Angkat Beban Harus Saling Melengkapi

Denny menjelaskan tidak ada satu jenis olahraga yang lebih unggul dibandingkan yang lain. Justru, kebugaran optimal dapat diperoleh melalui kombinasi latihan kardio dan latihan kekuatan.

Olahraga kardio berfungsi meningkatkan kesehatan sistem kardiovaskular serta kapasitas paru-paru. Sementara itu, latihan beban mampu menjaga kekuatan otot, mempercepat regenerasi jaringan, serta membantu memperbaiki kerusakan otot yang terjadi selama aktivitas fisik.

Saat latihan beban dilakukan secara rutin, produksi protein myosin meningkat sehingga proses pemulihan dan pembentukan jaringan otot menjadi lebih optimal.

Ikuti Rekomendasi WHO

Mengacu pada pedoman Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), orang dewasa disarankan melakukan aktivitas fisik yang melibatkan otot-otot besar, seperti berlari, berenang, atau bersepeda sebanyak 3–5 kali dalam seminggu.

Selain itu, latihan kekuatan atau angkat beban serta latihan kelenturan sebaiknya dilakukan minimal dua kali dalam seminggu agar manfaat kesehatan yang diperoleh lebih maksimal.

“Kombinasi kedua jenis latihan tersebut perlu dilakukan secara rutin,” jelasnya.

Latihan Beban Bisa Dilakukan di Rumah

Denny menepis anggapan bahwa latihan beban hanya bisa dilakukan di pusat kebugaran. Menurutnya, berbagai gerakan sederhana menggunakan berat badan sendiri sudah termasuk latihan kekuatan.

Beberapa latihan yang dapat dilakukan di rumah antara lain:

Push-up
Pull-up
Plank
Squat
Latihan menggunakan kursi
Pilates

Seluruh latihan tersebut dinilai efektif memperkuat otot tanpa memerlukan peralatan mahal.

Ia juga menekankan pentingnya mulai melatih kekuatan otot sejak usia muda. Pasalnya, seiring bertambahnya usia, massa dan kekuatan otot akan menurun apabila jarang digunakan.

“Dengan menjaga kekuatan otot sejak dini, kita bisa mengurangi risiko tubuh menjadi lemah, bungkuk, hingga kehilangan kemandirian saat memasuki usia lanjut,” katanya.

Bermanfaat bagi Jantung dan Fungsi Otak

Selain meningkatkan kekuatan otot, latihan beban juga berdampak positif terhadap kesehatan jantung. Ketika otot bekerja lebih keras, jantung akan meningkatkan suplai darah dan nutrisi ke jaringan otot sehingga kapasitas kerja jantung ikut terlatih.

Meski demikian, Denny mengingatkan agar peningkatan beban latihan dilakukan secara bertahap sesuai kemampuan tubuh untuk menghindari risiko cedera maupun gangguan fungsi jantung.

Tak hanya itu, latihan kekuatan juga membantu memperlancar sirkulasi darah menuju otak. Aliran darah yang optimal akan merangsang pelepasan hormon yang meningkatkan suasana hati sekaligus mendukung fungsi kognitif.

“Aliran darah yang baik membuat otak memperoleh suplai oksigen dan nutrisi secara optimal sehingga dapat meningkatkan kemampuan berpikir dan menjaga kesehatan mental,” terangnya.

Komposisi Latihan Ideal untuk Menjaga Kebugaran

Untuk memperoleh manfaat maksimal, Denny merekomendasikan orang dewasa melakukan olahraga kardio selama sekitar 45 menit sebanyak 3–5 kali setiap minggu, seperti berlari, berenang, atau bersepeda.

Sementara itu, latihan angkat beban dapat dilakukan 2–3 kali dalam seminggu, dimulai dari beban ringan kemudian ditingkatkan secara bertahap sesuai kemampuan tubuh.

Ia juga mengingatkan agar setiap sesi latihan selalu diawali dan diakhiri dengan pemanasan (stretching) dan pendinginan untuk mengurangi risiko cedera.

“Rutinitas mengombinasikan kardio dan latihan beban sangat penting untuk menjaga kesehatan otot dan tulang. Jangan sampai kemampuan berpikir kita masih baik, tetapi kondisi tubuh sudah lemah karena otot dan tulang tidak terawat,” pungkasnya

Sumber : https://beritajatim.com/latihan-beban-tak-harus-di-gym-pakar-ugm-bagikan-cara-mudah-jaga-otot-dan-jantung-tetap-sehat

VASA Hotel Surabaya Hadirkan AYCE Gochisō Yakiniku Grill, Nikmati Yakiniku Premium Mulai Rp498 Ribu

VASA Hotel Surabaya Hadirkan AYCE Gochisō Yakiniku Grill, Nikmati Yakiniku Premium Mulai Rp498 Ribu

Surabaya (beritajatim.com) – VASA Hotel Surabaya menghadirkan pengalaman kuliner baru melalui promo All You Can Eat (AYCE) Gochisō Yakiniku Grill di Nagano Restaurant. Mengusung konsep panggangan ala Jepang, program ini menawarkan beragam pilihan daging premium dan hidangan khas Negeri Sakura dalam suasana restoran yang modern.

Konsep gochisō, yang berarti jamuan istimewa, menjadi tema utama dalam promo tersebut. Para tamu dapat memanggang sendiri berbagai pilihan daging sapi, ayam, hingga makanan laut segar sesuai selera.

General Manager VASA Hotel Surabaya, Eko Setiawan Winarto, mengatakan program ini dirancang untuk menghadirkan pengalaman bersantap yang menggabungkan kualitas bahan baku, kenyamanan, serta pelayanan khas hotel berbintang.

“Kami menghadirkan pengalaman yakiniku yang memadukan kualitas bahan, kenyamanan, dan standar layanan hotel kami,” ujar Eko Setiawan Winarto, Senin (20/7/2026).

Selain menu utama berupa yakiniku, pengunjung juga dapat menikmati beragam hidangan pendamping. Pilihan menu meliputi sushi, sashimi, tempura, mi ramen, hingga aneka hidangan penutup yang melengkapi pengalaman makan sepuasnya.

Menurut Eko, bersantap bersama bukan hanya soal menikmati makanan, tetapi juga menciptakan momen kebersamaan yang berkesan.

“Bersantap bukan hanya tentang mencicipi makanan. Ini juga tentang ruang untuk menciptakan momen kebersamaan yang berkesan bagi setiap tamu,” katanya.

Nagano Restaurant juga mengusung desain interior bernuansa Jepang modern yang dirancang untuk menghadirkan suasana nyaman. Konsep tersebut dinilai cocok untuk berbagai kesempatan, mulai dari makan siang bersama rekan kerja hingga perayaan bersama keluarga.

Promo Gochisō Yakiniku Grill ditawarkan dengan harga mulai Rp498.000++ per orang. Penawaran ini tersedia setiap Jumat malam, Sabtu sepanjang hari, serta Minggu siang.

Manajemen VASA Hotel Surabaya juga memberikan berbagai keuntungan tambahan berupa diskon hingga 30 persen bagi pemegang kartu bank mitra. Potongan harga serupa juga dapat dinikmati oleh anggota VASA Privilege serta tamu yang menginap di hotel.

Sumber : https://beritajatim.com/vasa-hotel-surabaya-hadirkan-ayce-gochiso-yakiniku-grill-nikmati-yakiniku-premium-mulai-rp498-ribu