Hindari “Cocokologi”, Berikut Lima Pilar Penting dalam Integrasi Islam dan Sains

Hindari “Cocokologi”, Berikut Lima Pilar Penting dalam Integrasi Islam dan Sains

MUHAMMADIYAH.OR.ID, YOGYAKARTA — Sekretaris Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian, dan Pengembangan (Diktilitbang) Pimpinan Pusat Muhammadiyah Ahmad Muttaqin menilai Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) telah membuat lompatan penting dalam mengoperasionalkan integrasi Islam dan ilmu pengetahuan, khususnya melalui penyusunan panduan penelitian integratif.

Hal itu disampaikan Ahmad Muttaqin dalam Seminar dan Sosialisasi Integrasi Islam dan Ilmu Pengetahuan yang diselenggarakan Center for Islamic Studies and Civilization (CISIC) UMY, Kamis (13/8). Menurutnya, panduan tersebut memiliki kesesuaian yang sangat kuat dengan berbagai regulasi dan pedoman Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) yang telah diterbitkan Majelis Diktilitbang.

Ahmad menjelaskan, Muhammadiyah sebenarnya telah memiliki sejumlah pedoman terkait AIK, mulai dari Pedoman Pendidikan AIK yang diterbitkan pada 2012, Standar Mutu AIK dalam SPMI 4.0 tahun 2020, Panduan Implementasi Al-Islam dan Kemuhammadiyahan untuk pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa pada 2025, hingga panduan pengembangan kurikulum pendidikan AIK untuk jenjang S1, S2, S3, dan profesi.

“Kesimpulannya secara metodologis dan yuridis organisatoris, draf naskah panduan penelitian integratif UMY ini memiliki tingkat kesesuaian mencapai 90 sampai 95 persen,” ujarnya.

Menurut Ahmad, kesesuaian tersebut menunjukkan bahwa panduan penelitian integratif UMY memiliki alignment yang kuat dengan regulasi AIK tingkat pusat yang didistribusikan Majelis Diktilitbang. Namun, kekuatan panduan tersebut menurutnya terletak pada langkah UMY menerjemahkan prinsip integrasi ke dalam petunjuk teknis penelitian.

“UMY tidak hanya berhasil melakukan kepatuhan administratif, melainkan berhasil melakukan creative leap, lompatan yang kreatif berupa operasionalisasi teknis riset integratif yang selama ini memang di tingkat majelis belum ada,” katanya.

Ia menilai panduan UMY memiliki keunggulan karena disusun secara operatif dan relatif mudah dipahami oleh akademisi dari berbagai latar belakang. Pendekatan tersebut berbeda dengan sejumlah perguruan tinggi yang menggunakan metafora tertentu untuk menjelaskan konsep integrasi ilmu.

“Di UMY memang tidak pakai metafor, tapi langsung memberikan panduan to the point, operatif,” ujarnya.

Lima Pilar Integrasi Islam dan Ilmu Pengetahuan

Menurut Ahmad, terdapat lima pilar yang menjadi kekuatan utama panduan integrasi UMY. Pilar tersebut mencakup inklusivitas integrasi, peta operasional dan model penelitian, upaya menghindari pendekatan apologetik, sistem eskalasi yang bertahap, serta akar genealogi keilmuan Muhammadiyah yang bersumber dari produksi pengetahuan, aturan, dan fatwa Majelis Tarjih.

Salah satu hal yang dinilai penting adalah pengakuan bahwa penelitian integratif tidak selalu harus mencantumkan ayat Al-Qur’an secara eksplisit. Nilai Islam dapat menjadi titik berangkat penelitian ketika orientasi riset diarahkan pada kemaslahatan.

Ahmad mencontohkan penelitian mengenai material bangunan murah agar rumah masyarakat miskin menjadi lebih aman. Penelitian semacam itu, menurutnya, tetap dapat dipandang sebagai bentuk integrasi karena memiliki orientasi nilai yang jelas.

“Pengakuan akan nilai ini saya kira penting,” katanya.

Ia juga mengapresiasi keberadaan delapan model penelitian integratif yang ditawarkan UMY. Menurutnya, keberagaman model tersebut menunjukkan kematangan epistemologis karena karakter penelitian di bidang kedokteran, teknik, sosial-humaniora, dan bidang lainnya tidak dapat diperlakukan secara seragam.

Kekuatan lain yang disoroti Ahmad adalah upaya panduan tersebut menghindari apologetic dan justificationism, termasuk kecenderungan concordism atau mencocok-cocokkan temuan sains dengan teks agama.

“Kekuatan terbesar dari draf ini adalah kejujuran intelektualnya,” ujarnya.

Menurutnya, transparansi terhadap ketegangan yang belum terselesaikan antara sains dan teks keagamaan justru penting dalam menjaga integritas akademik. Dengan pendekatan tersebut, peneliti tidak dipaksa menemukan kesesuaian antara teori ilmiah dan teks suci.

“Jadi menghindari cocokologi,” tegasnya.

Meski demikian, Ahmad melihat sejumlah hal yang perlu diperkuat. Salah satunya adalah potensi ketegangan antara visi UMY sebagai Leading Entrepreneur University dengan orientasi Muhammadiyah terhadap kemaslahatan umat dan masyarakat.

Menurutnya, orientasi terhadap inovasi, komersialisasi, paten, dan industri perlu dijembatani dengan nilai keadilan sosial dan keberpihakan kepada masyarakat. Ia mengusulkan pengembangan konsep Islamic social entrepreneurship sebagai salah satu titik temu.

“Inovasi teknologi ditujukan untuk value creation yang model bisnisnya berorientasi pada penyelesaian masalah umat, bukan sekadar mengikuti kapitalisasi atau kapitalisme pasar,” katanya.

Tantangan lain adalah ketersediaan sumber daya manusia yang mampu memahami dua epistemologi sekaligus. Panduan integratif mensyaratkan proses penjaminan mutu lintas disiplin, sementara jumlah akademisi yang menguasai sekaligus metodologi sains dan studi Islam masih terbatas.

Karena itu, Ahmad mengusulkan program bootcamp dan sertifikasi bagi dosen lintas bidang. Dosen sains perlu mendapatkan pemahaman dasar mengenai usul fikih, sementara dosen agama perlu memahami metodologi penelitian ilmiah.

“Bisa menggunakan program bootcamp khusus untuk mensertifikasi dosen sains agar memahami usul fikih dasar dan dosen agama agar memahami metodologi sains,” ujarnya.

Ia juga memberikan perhatian khusus terhadap penggunaan pendekatan tafsir ilmi dalam penelitian. Menurutnya, temuan sains modern tidak boleh dipakai untuk memvalidasi Al-Qur’an secara mutlak karena teori ilmiah bersifat tentatif dan dapat berkembang.

Sains, menurut Ahmad, lebih tepat digunakan untuk memperluas pemahaman terhadap ayat-ayat kauniah melalui proses dialog.

“Tambahan klausulnya, tafsir ilmi ini tidak boleh digunakan untuk memvalidasi Al-Qur’an menggunakan sains, melainkan menggunakan sains untuk memperluas pemahaman atas ayat kauniah dengan kesadaran bahwa sains itu bersifat tentatif,” jelasnya.

Untuk pendekatan irfani yang bersifat personal dan pengalaman batin, ia mengusulkan penggunaan perangkat metodologis dari ilmu sosial seperti fenomenologi keagamaan dan etnografi living Qur’an serta living hadith. Dengan demikian, pengalaman batin tidak berhenti sebagai klaim personal peneliti, tetapi dapat diterjemahkan menjadi objek penelitian yang dapat dipertanggungjawabkan secara akademik.

Ahmad kemudian menilai panduan penelitian integratif UMY memiliki posisi yang cukup kuat dibandingkan sejumlah model integrasi ilmu di perguruan tinggi lain. Menurutnya, UMY memiliki tingkat operasionalisasi yang tinggi karena panduan tersebut telah diarahkan secara langsung pada praktik penelitian.

Ia bahkan mengusulkan istilah “gradual proporsional” untuk menggambarkan paradigma integrasi UMY yang dinilainya lebih realistis dalam menerapkan integrasi ilmu sesuai kebutuhan dan karakter disiplin.

“UMY kalau sejauh yang saya baca dari beberapa model integrasi keilmuan milik PTKIN tampaknya mungkin yang lebih rasional, lebih objektif dan lebih realistis dalam memetakan itu,” tuturnya.

Di akhir pemaparannya, Ahmad memberikan apresiasi terhadap UMY yang menurutnya telah berada di garis depan dalam mengembangkan panduan integrasi yang secara khusus mencakup penelitian.

“Kalau ini terbit, ini akan menjadi yang pertama di lingkungan PTMA yang memiliki khusus sampai ke riset,” katanya.

Ia menilai panduan tersebut berpotensi memperkuat posisi Muhammadiyah sebagai gerakan ilmu. Integrasi yang dikembangkan UMY diharapkan dapat mendorong perguruan tinggi Muhammadiyah untuk menggali dan mengembangkan pengetahuan yang lahir dari pengalaman, tradisi, dan praktik Muhammadiyah sendiri.

“Pilar kelima ini saya kira penting agar kemudian integrasi-interkoneksi itu betul-betul memunculkan Muhammadiyah sebagai gerakan ilmu,” pungkasnya.

Sumber : https://muhammadiyah.or.id/2026/08/hindari-cocokologi-berikut-lima-pilar-penting-dalam-integrasi-islam-dan-sains/

Psikolog Ungkap Waktu Terbaik Anak Kerjakan PR, Bukan Sepulang Sekolah

Psikolog Ungkap Waktu Terbaik Anak Kerjakan PR, Bukan Sepulang Sekolah

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Banyak orang tua masih menganggap waktu terbaik anak mengerjakan pekerjaan rumah (PR) adalah segera setelah pulang sekolah. Namun, pandangan tersebut ternyata tidak selalu tepat dan bisa berdampak pada kondisi fokus anak.

Psikolog Anak dan Keluarga, Irma Gustiana, menegaskan tidak ada waktu baku yang sama untuk semua anak dalam mengerjakan PR.

Penentuan waktu belajar, menurutnya, harus disesuaikan dengan rutinitas dan kondisi masing-masing anak di rumah.

Bukan Waktu Tetap, Tapi Rutinitas Anak yang Paling Penting

Irma menjelaskan bahwa setiap keluarga memiliki pola aktivitas yang berbeda, sehingga waktu mengerjakan PR tidak bisa diseragamkan.

“Sebetulnya kerjain PR itu bagusnya itu ketika kapan? Kalau aku ya melihatnya, ini kan balik lagi kepada rutinitas harian tiap keluarga, itu kan pasti beda-beda,” ujarnya dalam konferensi pers, Jumat (24/4/2026).

Menurutnya, pendekatan yang terlalu kaku justru bisa membuat anak merasa tertekan dan kehilangan konsentrasi saat belajar.

Jangan Langsung Disuruh Kerjakan PR Sepulang Sekolah

Kebiasaan langsung menyuruh anak mengerjakan PR setelah pulang sekolah dinilai kurang efektif. Pasalnya, anak baru saja menjalani aktivitas belajar yang cukup padat di sekolah.

Kondisi tersebut membuat anak membutuhkan waktu untuk beristirahat terlebih dahulu.

“Contohnya dia pulang udah hektik banget, jangan disuruh main PR, dia main dulu, jadi biar otaknya itu ada waktu buat carry charge, jadi gak panas,” jelasnya.

Waktu jeda ini penting agar anak bisa kembali segar sebelum melanjutkan aktivitas belajar.

Waktu Ideal Saat Anak Sudah Tenang dan Siap

Menurut Irma, waktu yang lebih ideal untuk mengerjakan PR adalah ketika anak sudah berada dalam kondisi tenang dan siap belajar kembali.

Biasanya, setelah anak bermain dan beristirahat sejenak, fokusnya akan lebih stabil dan mudah menerima pelajaran.

Dengan kondisi tersebut, proses pengerjaan PR menjadi lebih efektif dan tidak terasa sebagai beban.

Rutinitas Harian Jadi Kunci Utama

Irma menekankan bahwa yang lebih penting bukan sekadar menentukan jam belajar, melainkan bagaimana orang tua mengatur rutinitas harian anak secara seimbang.

“Jadi lebih kepada bagaimana orang tua itu mengatur daily routine, jadi waktu rutinitas hariannya sudah terarah,” katanya.

Keseimbangan antara belajar, bermain, dan istirahat menjadi kunci agar anak tidak mengalami kelelahan mental.

Bermain Justru Membantu Anak Lebih Fokus

Masih banyak anggapan bahwa bermain hanya membuang waktu. Padahal, aktivitas bermain justru memiliki peran penting dalam membantu anak kembali segar setelah belajar.

Bermain membantu anak mengurangi stres, melepas penat, dan mengembalikan energi sebelum kembali belajar.

Selain itu, bermain juga menjadi sarana anak untuk mengembangkan kreativitas dan emosi secara alami.

Peran Orang Tua Menjadi Penentu Pola Belajar

Pada akhirnya, orang tua memiliki peran penting dalam membentuk pola belajar anak di rumah. Bukan hanya soal jadwal, tetapi juga memahami kondisi fisik dan emosional anak setiap hari.

Anak yang diberi waktu istirahat dan ruang bermain cenderung lebih siap saat kembali mengerjakan tugas sekolah.

Sebaliknya, anak yang dipaksa belajar saat lelah berisiko kehilangan minat belajar.

Bukan Soal Jam, Tapi Kesiapan Anak

Pertanyaan tentang kapan waktu terbaik mengerjakan PR bukan semata soal jam tertentu, melainkan kesiapan anak itu sendiri.

Ketika anak merasa rileks, tidak tertekan, dan dalam kondisi fokus, proses belajar akan berjalan lebih optimal.

Dengan pendekatan yang lebih fleksibel, PR dapat menjadi bagian dari proses belajar yang lebih sehat, efektif, dan menyenangkan bagi anak.

Sumber : https://www.tribunnews.com/kesehatan/7821172/psikolog-ungkap-waktu-terbaik-anak-kerjakan-pr-bukan-sepulang-sekolah

Bukan Sekadar Pencari Nafkah, Pentingnya Peran Ayah dalam Tumbuh Kembang Anak

Bukan Sekadar Pencari Nafkah, Pentingnya Peran Ayah dalam Tumbuh Kembang Anak

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Di sebagian besar keluarga Indonesia, urusan mengasuh anak kerap kali masih dianggap sebagai tugas domestik ibu. Sementara itu, sosok ayah lebih banyak diposisikan sebatas pencari nafkah.

Padahal, absennya keterlibatan ayah secara emosional atau fenomena fatherless dapat membawa dampak signifikan bagi perkembangan mental serta perilaku anak.

Konselor Dr. Heru Mugiarso, Kons, menegaskan bahwa kehadiran ayah dalam pengasuhan memiliki dampak yang sangat vital, dengan bentuk pendekatan yang berbeda antara anak perempuan dan anak laki-laki.

Bagi anak perempuan, sosok ayah adalah sumber utama kasih sayang dan tempat mendapatkan validasi. Kebutuhan psikologis ini sebenarnya dapat dipenuhi lewat tindakan sederhana sehari-hari, seperti memberikan pujian tulus atau pelukan hangat.

Sayangnya, Heru menilai gestur kasih sayang semacam ini masih sering dianggap canggung dalam budaya banyak keluarga. Padahal, ketika anak perempuan tidak mendapatkan penerimaan dan rasa berharga dari sang ayah di rumah, ia rentan mencari sosok pengganti dari luar.

“Jika anak tidak menemukan validasi di rumah, ia akan mencari perhatian dari luar. Risikonya, ia bisa terjebak dalam hubungan yang toksik karena dimanfaatkan atau dimanipulasi oleh orang yang salah,” ungkap Heru dalam acara Momspiration “Ramai Isu Fatherless: Tantangan Ayah LDM dan Single Mom” di kanal YouTube Tribun Health, Kamis (13/8/2026).

Role Model bagi Anak Laki-laki dan Pentingnya Co-Parenting

Berbeda dengan anak perempuan, bagi anak laki-laki ayah berperan sebagai cermin utama atau role model. Anak laki-laki belajar memahami gambaran ideal tentang cara bersikap, bertanggung jawab, dan bertindak sebagai seorang pria melalui perilaku ayahnya sehari-hari.

“Kalau ayahnya tidak bisa memberikan role model yang positif, anak berisiko tidak mendapatkan gambaran yang utuh tentang sosok pria sejati,” jelas Heru.

Oleh karena itu, Heru mendorong keluarga modern untuk mulai menerapkan pola pengasuhan bersama (co-parenting). Budaya yang menganggap tugas ayah selesai setelah memenuhi kebutuhan finansial harus dikikis.

Kedekatan emosional tidak harus dibangun melalui aktivitas rumit. Komunikasi sederhana, meluangkan waktu untuk bermain, serta mendengarkan cerita anak sudah cukup menjadi sarana bagi anak untuk merasakan kehadiran dan kepedulian seorang ayah.

Sumber : https://www.tribunnews.com/lifestyle/7868617/bukan-sekadar-pencari-nafkah-pentingnya-peran-ayah-dalam-tumbuh-kembang-anak

Android 17 QPR2 Beta 3 Hadir untuk Google Pixel, Bawa App Lock dan Fitur Baru

Android 17 QPR2 Beta 3 Hadir untuk Google Pixel, Bawa App Lock dan Fitur Baru

TRIBUNNEWS.COM – Google kembali melanjutkan pengembangan Android 17 QPR2 dengan merilis Beta 3 untuk perangkat Pixel yang kompatibel.

Meski berstatus versi beta, pembaruan kali ini membawa sejumlah perubahan yang cukup terasa.

Pembaruan tersebut mulai dari App Lock bawaan, opsi kustomisasi tampilan yang lebih luas, efek blur pada layar kunci, hingga sistem keamanan baru untuk mencegah penyalahgunaan fitur penerusan panggilan.

Beta 3 hadir hanya sekitar satu minggu setelah Beta 2 dan menjadi salah satu pembaruan QPR2 yang membawa perubahan paling banyak sejauh ini.

Google sendiri masih menargetkan Android 17 QPR2 versi stabil meluncur pada Desember 2026.

App Lock akhirnya hadir di Pixel

Salah satu fitur yang paling menarik perhatian adalah App Lock.

Fitur ini memungkinkan pengguna mengunci aplikasi tertentu sehingga tidak bisa dibuka sembarang orang meskipun perangkat sudah dalam keadaan terbuka.

Cara mengaktifkannya cukup sederhana. Pengguna hanya perlu menekan dan menahan ikon aplikasi, kemudian memilih opsi App lock.

Setelah diaktifkan, aplikasi tersebut akan meminta autentikasi berupa sidik jari atau PIN setiap kali hendak dibuka.

Google juga memberikan perlindungan tambahan. Notifikasi dari aplikasi yang dikunci tidak akan ditampilkan di layar kunci, sementara widget dan pintasan yang berkaitan dengan aplikasi tersebut juga akan disembunyikan.

Namun, App Lock bukanlah mekanisme untuk membatasi akses aplikasi secara menyeluruh.

Agen AI atau layanan lain yang sebelumnya sudah mendapatkan izin untuk mengakses data aplikasi masih dapat membacanya.

Dengan kata lain, fitur ini lebih ditujukan untuk mencegah orang lain yang memegang perangkat mengintip aplikasi pribadi.

Pengaturan App Lock juga dapat dikelola melalui Settings > Security & privacy > App lock.

Kustomisasi warna Dynamic Color semakin bebas

Google juga memperluas kemampuan kustomisasi Dynamic Color pada Android 17 QPR2 Beta 3.

Sebelumnya, pengguna Pixel hanya dapat memilih sejumlah opsi warna yang telah disediakan sistem.

Kini, pengguna mendapatkan penggeser warna yang memungkinkan mereka memilih nuansa warna aksen dengan lebih bebas.

Pengaturannya dapat ditemukan melalui Settings > Wallpaper & style > Colors.

Selain memilih warna, Google menambahkan empat gaya tema yang memberikan karakter berbeda pada tampilan sistem, yakni Neutral, Soft, Bright, dan Bold.

Dengan pilihan tersebut, pengguna memiliki kontrol lebih besar terhadap tampilan antarmuka tanpa harus bergantung sepenuhnya pada warna otomatis yang dipilih sistem.

Quick Settings kini bisa diatur ulang

Panel Quick Settings juga mendapatkan sedikit perubahan.

Pada Beta 3, pengguna dapat membuka ikon pensil untuk menemukan tab Layout baru.

Dari sana, posisi beberapa elemen seperti brightness bar, tiles, dan media player dapat diatur ulang.

Google menyediakan enam kemungkinan susunan.

Meski ketiga elemen tersebut belum dapat dihapus sepenuhnya, fleksibilitas ini memberikan ruang lebih besar bagi pengguna untuk menyesuaikan Quick Settings dengan kebiasaan mereka.

Layar kunci dibuat lebih transparan dan buram
Google juga terus mengembangkan tampilan layar kunci Android 17 dengan menambahkan efek blur yang lebih terlihat.

Pada Beta 3, efek tersebut diterapkan pada daftar notifikasi, dua pintasan di layar kunci, serta ikon pemindai sidik jari.

Tingkat keburamannya dapat berbeda tergantung wallpaper yang digunakan.

Perubahan ini membuat elemen antarmuka terlihat lebih menyatu dengan wallpaper sekaligus memberikan kesan visual yang lebih modern.

Google perketat keamanan penerusan panggilan

Selain perubahan visual, Android 17 QPR2 Beta 3 membawa peningkatan keamanan yang cukup penting.

Google memperketat mekanisme call forwarding untuk mengurangi risiko penipuan yang memanfaatkan rekayasa sosial.

Salah satu metode yang kerap digunakan dalam skema semacam ini adalah meminta korban memasukkan kode USSD tertentu untuk mengaktifkan penerusan panggilan.

Kini, aplikasi biasa tidak lagi dapat menjalankan kode USSD penerusan panggilan tertentu di latar belakang hanya dengan izin CALL_PHONE.

Jika aplikasi mencoba melakukannya tanpa memenuhi persyaratan yang ditentukan sistem, permintaan tersebut akan diblokir.

Pengguna yang memasukkan kode penerusan panggilan secara manual melalui aplikasi telepon juga akan mendapatkan dialog konfirmasi dari sistem sebelum perintah dijalankan.

Menariknya, perubahan ini tidak berlaku untuk seluruh kode USSD. Kode yang digunakan untuk kebutuhan lain, seperti mengecek saldo atau layanan transfer uang seluler, tidak terdampak oleh pembatasan tersebut.

Daftar perangkat Pixel yang mendukung Beta 3

Android 17 QPR2 Beta 3 tersedia untuk sejumlah perangkat Pixel yang memenuhi syarat, termasuk:

  • Pixel 6a
  • Pixel 7, 7 Pro, dan 7a
  • Pixel Tablet
  • Pixel Fold
  • Pixel 8, 8 Pro, dan 8a
  • Pixel 9, 9 Pro, 9 Pro XL, 9 Pro Fold, dan 9a
  • Pixel 10, 10 Pro, 10 Pro XL, 10 Pro Fold, dan 10a

Cara mengikuti Android 17 QPR2 Beta 3

Bagi pengguna Pixel yang ingin mencoba fitur-fitur terbaru sebelum versi stabil dirilis, Beta 3 dapat diikuti melalui Android Beta Program.

Secara umum, langkahnya adalah:

  1. Pastikan perangkat Pixel termasuk dalam daftar perangkat yang kompatibel.
  2. Cadangkan data penting sebelum memasang versi beta.
  3. Daftarkan perangkat ke Android Beta Program menggunakan akun Google yang digunakan pada perangkat.
  4. Setelah perangkat terdaftar, buka Settings > System > Software updates.
  5. Periksa pembaruan yang tersedia.
  6. Jika Beta 3 tersedia untuk perangkat, unduh dan instal pembaruan tersebut.
  7. Setelah proses selesai, perangkat akan menjalankan Android 17 QPR2 Beta 3.

Perlu diingat, versi beta masih dalam tahap pengembangan sehingga bug, aplikasi yang tidak berjalan sempurna, konsumsi baterai yang lebih tinggi, atau masalah kompatibilitas masih mungkin terjadi.

Karena itu, versi beta lebih cocok digunakan pada perangkat yang memang siap digunakan untuk pengujian.

Sumber : https://www.tribunnews.com/techno/7869643/android-17-qpr2-beta-3-hadir-untuk-google-pixel-bawa-app-lock-dan-fitur-baru

Google Rayakan HUT RI ke-81 dengan Doodle Tenun Indonesia

Google Rayakan HUT RI ke-81 dengan Doodle Tenun Indonesia

Jakarta, CNN Indonesia — Google punya cara berbeda untuk merayakan Hari Kemerdekaan Indonesia. Pada Senin (17/8), mesin pencari tersebut menampilkan logo khusus atau Google Doodle bertema tenun untuk memperingati HUT ke-81 Republik Indonesia.

Alih-alih menampilkan upacara, bendera, atau perlombaan khas 17 Agustus, Google mengubah logonya menjadi bentangan kain tenun berwarna merah, putih, dan keemasan.

Saat halaman utama Google dibuka, deretan huruf ‘Google’ tampak menyatu dengan pola kain yang seolah sedang terbentang di atas alat tenun. Beragam motif memenuhi permukaan kain, sementara kedua ujungnya masih berada pada bentangan kayu.

Doodle tersebut bukan sekadar perubahan tampilan logo. Google memilih seni tenun sebagai medium untuk menyoroti kekayaan budaya Indonesia bertepatan dengan peringatan kemerdekaan.

Dalam laman resmi Google Doodles, karya yang diluncurkan pada 17 Agustus 2026 itu disebut dibuat untuk merayakan Hari Kemerdekaan Indonesia. Ilustrasi tersebut digarap oleh seniman Anindya Anugrah.

Google menempatkan karya tersebut dalam kategori National Days/Independence Days. Tenun dipilih untuk merepresentasikan seni tekstil tradisional yang berkaitan erat dengan sejarah, warisan, dan identitas budaya Indonesia.

Tenun jadi pilihan Google

Pemilihan tenun membuat perayaan kemerdekaan tahun ini tampil berbeda. Jika sejumlah Doodle sebelumnya mengangkat aktivitas masyarakat, tradisi perayaan, hingga simbol kenegaraan, kali ini Google menyoroti salah satu warisan tekstil yang berkembang di berbagai daerah Indonesia.

Secara visual, warna merah dan putih menjadi elemen yang mudah dikaitkan dengan suasana kemerdekaan. Sementara itu, beragam motif pada permukaan kain menggambarkan kekayaan tradisi dan budaya yang menjadi bagian dari identitas Indonesia.

Menariknya, Google tidak menunjuk satu jenis tenun dari daerah tertentu. Tenun ditampilkan sebagai representasi yang lebih luas mengenai kekayaan tekstil tradisional Indonesia.

Sederhana secara bentuk, tetapi sarat dengan gambaran tentang Indonesia, beragam motif, warna, tradisi, dan cerita yang dirangkai menjadi satu kesatuan.

Pendekatan tersebut membuat Doodle ini tidak hanya berbicara tentang perayaan 17 Agustus, tetapi juga tentang identitas Indonesia yang terbentuk dari beragam tradisi yang hidup di tengah masyarakat.

Tenun sendiri lahir melalui proses merangkai benang secara teratur hingga membentuk selembar kain. Secara visual, proses itu menawarkan gambaran tentang keberagaman, banyak unsur berbeda ditempatkan dan dirangkai menjadi satu kesatuan.

Google tidak menyatakan bahwa filosofi tersebut merupakan makna resmi di balik desain Doodle 2026. Namun, gambaran kain yang tersusun dari banyak benang dapat dibaca sebagai simbol keberagaman yang saling terhubung.

Google memang rutin mengganti tampilan logonya untuk memperingati berbagai hari besar, tokoh, peristiwa, budaya, dan pencapaian di berbagai negara. Karya-karya khusus tersebut dikenal sebagai Google Doodle.

Menurut catatan Google, Doodle pertama muncul pada 1998. Seiring waktu, Doodle berkembang dari sekadar perubahan logo menjadi karya ilustrasi, animasi, hingga pengalaman interaktif untuk mengangkat berbagai cerita kepada pengguna di seluruh dunia.

Untuk Indonesia, tema yang berkaitan dengan budaya lokal juga bukan kali pertama diangkat Google. Pada peringatan kemerdekaan 2025, misalnya, Google menampilkan Pacu Jalur, tradisi balap perahu dari Riau, sebagai tema Doodle.

Google sebelumnya juga menyebut telah menggunakan Doodle untuk menyoroti berbagai momen lokal dan tokoh Indonesia. Google Indonesia pertama kali membuat Doodle untuk memperingati kemerdekaan Indonesia pada 2012.

Sumber : https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20260817092341-185-1393116/google-rayakan-hut-ri-ke-81-dengan-doodle-tenun-indonesia

Sering Main HP Sambil Dicas? Ini Daftar Risiko dan Bahayanya

Sering Main HP Sambil Dicas? Ini Daftar Risiko dan Bahayanya

Jakarta, CNN Indonesia — Kebiasaan menggunakan atau bermain HP sambil dicas kini kian umum. Padahal, kebiasaan ini memiliki dampak buruk bagi perangkat maupun pengguna.

Pasalnya, proses pengisian baterai melibatkan arus listrik dan berpotensi mengakibatkan setruman dan dampak buruk lainnya jika kondisinya terlalu parah.

Selain berdampak pada performa, kebiasaan menggunakan HP saat dicas juga berpotensi mengganggu siklus daya baterai secara keseluruhan. Kebiasaan ini juga dapat membuat siklus pengisian berjalan tidak optimal.

Selain itu, hal ini juga berpotensi menurunkan durasi ketahanan baterai secara perlahan, meski persentasenya menunjukkan angka penuh.

Risiko bahaya bermain HP saat dicas

Melansir laman resmi Rexus, terdapat risiko-risiko dan bahaya yang dapat diakibatkan oleh penggunaan HP saat pengisian daya. Berikut rinciannya:

Baterai menjadi panas

Pengisian daya dari adaptor dan charger dapat menaikkan suhu baterai (overheating). Jika pengisian daya dilakukan bersamaan dengan pelepasan daya saat ponsel digunakan, potensi kenaikan suhu baterai tentu semakin meningkat.

Selain membuat rasa tidak nyaman saat digunakan, kondisi ini juga akan memengaruhi komponen yang ada dalam baterai.

Baterai cepat rusak

Salah satunya penyebab panas berlebih pada ponsel disebabkan oleh arus keluar yang lebih besar daripada arus masuk ketika ponsel digunakan saat pengisian daya, kondisi ini dapat mengakibatkan reaksi kimia yang akan menghasilkan gas terperangkap dan menyebabkan penggelembungan.

Penurunan kinerja ponsel

GPU, Prosesor, RAM, dan komponen lainnya akan bekerja lebih keras ketika ponsel digunakan selama pengisian daya. Kondisi ini biasanya ditandai dengan lambatnya respon ponsel saat membuka aplikasi dan melakukan pekerjaan lainnya akibat penurunan kinerja sistem.

Potensi korsleting dan terbakar

Risiko paling fatal ketika ponsel digunakan ketika pengisian daya adalah kecelakaan akibat korsleting atau arus pendek yang dapat membuat ponsel terbakar atau meledak saat digunakan.

Solusi menggunakan HP saat pengisian daya

Langkah pencegahan risiko terbaik adalah dengan menghindari penggunaan ponsel saat pengisian daya, tapi ada beberapa kondisi yang mengharuskan pengguna untuk tetap menggunakan ponselnya, misalnya dalam perjalanan yang mengharuskan daya ponsel tetap terisi. Berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko bahaya tersebut.

1. Gunakan earphone saat menelepon

Penggunaan earphone setidaknya menjauhkan jarak telinga kita dengan ponsel. Tindakan ini akan meminimalkan risiko ketika ponsel terbakar, korsleting, menyetrum, atau bahkan meledak, terutama jika earphone yang digunakan berjenis nirkabel atau bluetooth.

2. Gunakan power bank

Penggunaan power bank membuat kita lebih tenang ketika daya baterai menipis, kita juga dapat melakukan pengisian dimanapun, termasuk dalam perjalanan. Sehingga tidak perlu menggunakan ponsel selama pengisian daya.

3. Gunakan charger original ponsel

Faktor risiko kecelakaan karena pengisian daya ponsel juga bisa terjadi karena penggunaan charger yang tidak sesuai dengan kapasitas baterai ponsel yang digunakan. Penggunaan charger yang asli dan sesuai dapat menghindarkan kita dari risiko-risiko yang ada.

Sumber : https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20260814134725-206-1392292/sering-main-hp-sambil-dicas-ini-daftar-risiko-dan-bahayanya

Teknologi Buatan Indonesia yang Diam-diam Dipakai Dunia

Teknologi Buatan Indonesia yang Diam-diam Dipakai Dunia

Jakarta, CNN Indonesia — Indonesia memiliki sejumlah teknologi yang tak hanya digunakan di dalam negeri, tetapi juga telah merambah berbagai negara.
Banyak yang beranggapan masyarakat Indonesia hanya konsumen produk dan inovasi teknologi.

Namun, beberapa inovasi seperti teknik konstruksi jalan layang, pesawat terbang, sistem peringatan dini tsunami, hingga sistem pembayaran digital yang lahir dan dikembangkan di Indonesia ternyata telah banyak dimanfaatkan di luar negeri.

Dikutip dari berbagai sumber, berikut empat teknologi Indonesia yang diam-diam dipakai dunia.

1. Teknologi Sosrobahu

Teknologi Landasan Putar Bebas Hambatan (LPBH) atau Sosrobahu merupakan inovasi konstruksi yang ditemukan insinyur Indonesia Tjokorda Raka Sukawati.

Teknik ini memungkinkan pembangunan bagian kepala tiang atau pier head jalan layang dilakukan tanpa terlalu mengganggu lalu lintas di bawahnya.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mencatat teknologi Sosrobahu tidak hanya digunakan di Indonesia, tetapi juga telah diterapkan di sejumlah negara lain.

Negara-negara tersebut antara lain Filipina, Thailand, Malaysia, dan Singapura.

Di Filipina, teknologi Sosrobahu bahkan digunakan dalam pembangunan salah satu jalan layang panjang di negara tersebut.

2. Pesawat CN235

Indonesia juga memiliki CN235, pesawat yang hingga kini diproduksi PT Dirgantara Indonesia (PTDI) dan telah digunakan berbagai negara.

CN235 pada awalnya merupakan hasil pengembangan bersama Industri Pesawat Terbang Nurtanio atau IPTN, yang kini menjadi PTDI, dengan perusahaan Spanyol CASA, yang kini menjadi bagian Airbus Defence and Space.

Kedua perusahaan membentuk perusahaan patungan Aircraft Technology atau Airtech pada 17 Oktober 1979 untuk merancang CN235. Pengembangan bersama dimulai pada 1980.

Prototipe buatan CASA bernama “Elena” melakukan penerbangan perdana pada 11 November 1983. Sementara prototipe buatan IPTN yang diberi nama “Tetuko” terbang untuk pertama kalinya pada Desember tahun yang sama.

Produksi serial CN235 kemudian dimulai pada 1986. Dalam perkembangannya, IPTN atau PTDI mengembangkan varian 110 dan 220, sedangkan CASA mengembangkan versi 200 dan 300.

Kini, PTDI menjadi satu-satunya perusahaan yang memproduksi CN235.

PTDI mencatat CN235-220 telah beroperasi di Malaysia, Brunei Darussalam, Thailand, Korea Selatan, Uni Emirat Arab, Burkina Faso, Pakistan, Senegal, dan Nepal.

Pesawat tersebut digunakan dalam beragam konfigurasi, termasuk transportasi militer dan patroli maritim.

CN235 diketahui memang dirancang sebagai pesawat multiguna dan kemudian digunakan untuk beragam misi penerbangan maupun patroli.

3. InaTEWS

Indonesia Tsunami Early Warning System atau InaTEWS merupakan sistem peringatan dini tsunami yang dioperasikan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Sistem tersebut tak hanya menjadi bagian penting mitigasi tsunami di Indonesia, tetapi juga sejumlah negara.

Pasalnya, BMKG menjalankan peran sebagai Tsunami Service Provider (TSP) untuk kawasan Samudra Hindia bersama Australia dan India.

Dalam peran tersebut, BMKG menyediakan informasi peringatan dini tsunami bagi 28 negara sebagai bagian dari kerja sama regional.

BMKG menyebut sistemnya mampu merilis parameter gempa dalam waktu sekitar 30 hingga 60 detik, sedangkan peringatan dini tsunami dapat dikeluarkan dalam waktu kurang dari tiga menit.

Artinya, sistem peringatan dini yang dioperasikan Indonesia tidak hanya digunakan untuk kebutuhan dalam negeri, tetapi menjadi salah satu sumber informasi bagi negara-negara di kawasan Samudra Hindia.

4. QRIS

Quick Response Code Indonesian Standard atau QRIS menjadi salah satu teknologi Indonesia yang belakangan semakin terasa kehadirannya di luar negeri.

QRIS dikembangkan Bank Indonesia bersama industri sistem pembayaran untuk membuat transaksi menggunakan kode QR lebih mudah dan terstandardisasi.

Melalui QRIS Antarnegara, wisatawan Indonesia dapat menggunakan aplikasi pembayaran domestik untuk bertransaksi di negara mitra. Sebaliknya, wisatawan dari negara mitra juga dapat melakukan transaksi di Indonesia melalui sistem pembayaran yang telah terkoneksi.

Bank Indonesia mencatat QRIS Antarnegara saat ini telah digunakan untuk transaksi yang terhubung dengan Thailand, Malaysia, Singapura, Jepang, Korea Selatan, dan China.

Sistem ini membuat transaksi lintas negara dapat dilakukan melalui interoperabilitas QR tanpa pengguna harus bergantung pada satu jaringan pembayaran yang sama.

Sumber : https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20260815005639-185-1392560/teknologi-buatan-indonesia-yang-diam-diam-dipakai-dunia

Dua raksasa bisnis Filipina berencana bentuk perusahaan tambang

Dua raksasa bisnis Filipina berencana bentuk perusahaan tambang

Manila (ANTARA) – Dua raksasa bisnis Filipina, SM Investments dan DMCI Holdings, sedang mempersiapkan landasan untuk membangun perusahaan pertambangan terbesar di negara itu melalui konsolidasi ekuitas strategis, demikian dilaporkan media lokal sebagaimana warta Xinhua.

Dominion Holdings Inc., sebuah perusahaan cangkang yang terdaftar di bursa Filipina, diposisikan sebagai kendaraan korporasi untuk menampung saham pertambangan yang terkonsolidasi.

Menurut laporan itu, Presiden Dominion Frederic DyBuncio, yang juga menjabat sebagai Presiden sekaligus CEO SM Investments, mengonfirmasi bahwa restrukturisasi ekuitas di antara perusahaan-perusahaan yang terlibat sedang berjalan untuk menciptakan kelompok pertambangan terkemuka di negara tersebut di masa depan.

Setelah rampung, Dominion diperkirakan akan memegang posisi ekuitas terkonsolidasi di dua deposit tembaga-emas domestik utama, yakni tambang tembaga-emas Atlas di Cebu, Filipina tengah, dan proyek Tampakan di South Cotabato, Mindanao.

Proyek Tampakan, yang secara luas dianggap sebagai salah satu deposit tembaga-emas terbesar di Asia Tenggara, saat ini berada dalam tahap prapengembangan bersama para pemangku kepentingan konsorsium utama, yang menargetkan pengoperasian paling cepat pada 2028, menurut DyBuncio.

Sumber : https://www.antaranews.com/berita/5696348/dua-raksasa-bisnis-filipina-berencana-bentuk-perusahaan-tambang

BPJPH ajak industri kesehatan penuhi ketentuan sertifikasi halal

BPJPH ajak industri kesehatan penuhi ketentuan sertifikasi halal

Jakarta (ANTARA) – Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) mengajak pelaku industri kesehatan nasional dan internasional untuk melakukan percepatan sertifikasi halal sebagai bagian dari ketentuan Jaminan Produk Halal (JPH).

Deputi Bidang Registrasi dan Sertifikasi Halal BPJPH Mamat Salamet Burhanudin dalam keterangannya di Jakarta, Senin, menilai penguatan tersebut penting seiring semakin luasnya cakupan produk yang masuk dalam penahapan kewajiban sertifikasi halal, termasuk sejumlah produk di sektor kesehatan.

“Penguatan industri kesehatan nasional perlu didukung dengan ekosistem yang kuat, termasuk pemenuhan aspek jaminan produk halal,” ujar Mamat.

Lebih lanjut, ia mengatakan sertifikasi halal merupakan salah satu aspek yang perlu diperhatikan dalam pengembangan produk kesehatan, terutama bagi produk yang berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan masuk dalam kategori yang wajib bersertifikat halal.

“Yang menjadi perhatian dalam sertifikasi halal di antaranya adalah adanya unsur yang berasal dari hewan atau bahan lain yang berkaitan dengan ketentuan kehalalan produk,” kata dia.

Menurut Mamat, kewajiban sertifikasi halal tidak dapat dilihat secara seragam untuk seluruh produk kesehatan. Penerapannya perlu memperhatikan jenis produk, bahan yang digunakan, serta ketentuan penahapan kewajiban sertifikasi halal yang berlaku.

Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 42 Tahun 2024 tentang Penyelenggaraan Bidang Jaminan Produk Halal, kewajiban sertifikasi halal untuk produk kesehatan diberlakukan secara bertahap sesuai jenis produknya.

Dengan masa penahapan sampai dengan 17 Oktober 2026, maka mulai 18 Oktober 2026 berlaku pemberlakuan kewajiban bagi jenis produk obat bahan alam, obat kuasi, dan suplemen kesehatan, serta alat kesehatan kelas risiko A.

Sementara itu, untuk obat bebas dan obat bebas terbatas, masa penahapan kewajiban sertifikasi halalnya berlangsung hingga 17 Oktober 2029, sedangkan obat keras dengan pengecualian psikotropika, memiliki masa penahapan hingga 17 Oktober 2034.

“Dengan demikian, pelaku industri kesehatan perlu memahami sejak dini jenis produk yang dihasilkan serta tahapan kewajiban sertifikasi halal yang berlaku,” kata Mamat.

Persiapan tersebut, lanjut dia, mencakup pemahaman terhadap bahan yang digunakan, proses produksi, hingga pemenuhan dokumen dan persyaratan sertifikasi halal.

“Oleh karena itu, pelaku industri perlu mempersiapkan sertifikasi halal sejak dini. Persiapan lebih awal akan memberikan waktu yang cukup bagi pelaku usaha untuk melakukan penyesuaian sebelum kewajiban berlaku pada masing-masing kategori produk,” ujarnya.

Sumber : https://www.antaranews.com/berita/5697877/bpjph-ajak-industri-kesehatan-penuhi-ketentuan-sertifikasi-halal?utm_source=antaranews&utm_medium=desktop&utm_campaign=editor_picks

Reaksi Emoji WhatsApp bakal Bisa Digonta-ganti Sesuai Selera

Reaksi Emoji WhatsApp bakal Bisa Digonta-ganti Sesuai Selera

Liputan6.com, Jakarta – WhatsApp dikabarkan sedang menguji fitur baru yang memungkinkan pengguna mengubah daftar emoji reaksi cepat (emoji reactions) sesuai keinginan.

Bocoran ini pertama kali ditemukan oleh pemantau pembaruan WhatsApp, WABetaInfo, pada versi beta terbaru untuk iOS via sistem peluncuran TestFlight.

Saat ini, ketika pengguna menekan dan menahan (long-press) suatu pesan, WhatsApp secara otomatis menampilkan enam emoji reaksi standar: 👍, ❤️, 😂, 😮, 😢, dan 🙏.

Jika ingin menggunakan emoji lain, pengguna harus menggeser menu atau menekan tombol “+” untuk membuka papan ketik emoji secara penuh.

Mengutip 9to5mac, Senin (17/8/2026), melalui fitur baru bernama “Default Reactions” yang sedang dikembangkan ini, batas tersebut akan dipangkas.

Pengguna nantinya dapat mengganti satu atau seluruh emoji dari enam daftar bawaan tersebut dengan emoji apa pun yang paling sering mereka gunakan langsung dari menu Pengaturan (Settings).

Pembaruan Emoji Reaksi WhatsApp

Berikut ini sejumlah poin utama pembaruan pada emoji reaksi WhatsApp.

  • Kustomisasi Penuh: Bebas mengganti enam emoji bawaan di panel reaksi cepat dengan emoji favorit dari papan ketik.
  • Reset Mudah: Pengguna dapat mengembalikan susunan emoji reaksi ke setelan awal (default) kapan saja.
  • Kemungkinan Fitur Eksklusif: WABetaInfo mengindikasikan opsi kustomisasi ini berpotensi menjadi fitur khusus bagi pelanggan berbayar WhatsApp Plus.

Fleksibilitas Penuh

Berdasarkan tangkapan layar yang dibagikan WABetaInfo, antarmuka Pengaturan akan menampilkan dua tampilan: setelan emoji bawaan di sebelah kiri dan versi yang sudah dikustomisasi di sebelah kanan. Pengguna diberikan fleksibilitas penuh untuk menukar emoji sebanyak yang diinginkan.

Meski jejak kode dan antarmukanya sudah ditemukan di WhatsApp Beta iOS maupun Android, fitur ini belum dibuka secara umum bahkan untuk para penguji beta (beta tester).

Namun, kemunculannya di kedua platform menandakan bahwa WhatsApp kemungkinan besar akan segera merilisnya dalam waktu dekat sebelum digelontorkan secara luas ke seluruh pengguna.

Sumber : https://www.liputan6.com/tekno/read/8270502/reaksi-emoji-whatsapp-bakal-bisa-digonta-ganti-sesuai-selera