Hal yang perlu diperhatikan saat konsumsi kopi untuk kesehatan ginjal

Hal yang perlu diperhatikan saat konsumsi kopi untuk kesehatan ginjal

Jakarta (ANTARA) – Ginjal merupakan organ penting yang berperan dalam menyaring kotoran dan cairan, serta menyeimbangkan elektrolit dalam tubuh.

Menurut siaran Eating Well pada Senin (17/8), salah satu cara untuk menjaga ginjal tetap sehat adalah dengan banyak meminum banyak cairan. Cara ini dimaksudkan untuk mencegah terjadinya kerusakan pada ginjal yang berpotensi menyebabkan penyakit ginjal kronis (CKD), yaitu hilangnya fungsi ginjal secara progresif yang mungkin memerlukan perawatan seperti dialisis untuk meniru peran ginjal.

Meski demikian, kita perlu mencermati jenis cairan yang diminum. Salah satu cairan yang pada masa kini banyak diminum masyarakat adalah kopi.

Asosiasi Jantung Amerika (AHA) menyebut orang dewasa yang sehat dapat menikmati hingga 400 miligram kafein atau sekitar 4 cangkir kopi per hari.

Menanggapi hal itu, Ahli Gizi dialisis Sara Prato, M.S., RDN, CSR mengatakan sebuah bukti penelitian menunjukkan bahwa asupan kopi moderat, sekitar 2 hingga 3 cangkir standar 8 ons per hari, aman bagi sebagian besar orang dengan penyakit ginjal kronis dan bahkan dapat mendukung kesehatan ginjal.

“Jumlah yang tepat untuk setiap individu dapat bervariasi tergantung pada faktor-faktor seperti tekanan darah, sensitivitas kafein, dan kesehatan secara keseluruhan,” katanya.

Prato melanjutkan bahwa kopi mengandung lebih dari 1.000 senyawa alami, termasuk asam klorogenik, polifenol, dan melanoidin, yang memiliki sifat antioksidan dan anti-inflamasi.

“Banyak dari potensi manfaat ini berasal dari senyawa alami kopi, bukan kafein itu sendiri, itulah sebabnya kopi tanpa kafein dapat memberikan banyak manfaat yang sama dengan kafein yang jauh lebih sedikit,” kata Prato.

Hasil penelitian lainnya menyebut minum kopi dapat membantu menurunkan risiko terkena CKD. Ahli gizi terdaftar yang berspesialisasi dalam pencegahan batu ginjal Melanie Betz, M.S., RD, CSR, FNKF, FAND menyampaikan sebuah meta-analisis menemukan bahwa orang yang minum 2 cangkir kopi atau lebih setiap hari memiliki risiko 14 persen lebih rendah terkena penyakit ginjal.

Betz menyebut alasannya mungkin terkait dengan senyawa bermanfaat dalam kopi yang dapat membantu mengurangi peradangan dan stres oksidatif.

Bagi penderita penyakit ginjal misalnya, dia menyebut kopi membantu penderita penyakit ginjal, karena dikaitkan dengan risiko lebih rendah terhadap perkembangan penyakit ginjal stadium akhir, protein dalam urin, dan kematian.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Prato yang menyebut jika meminum kopi secara teratur, anda mungkin memiliki risiko lebih rendah terkena batu ginjal.

“Kopi dapat membantu dengan meningkatkan volume urin, yang dapat mengencerkan dan membersihkan mineral pembentuk batu sebelum mineral tersebut memiliki kesempatan untuk membentuk kristal. Kafein juga dapat meningkatkan produksi urin, yang dapat berkontribusi pada efek perlindungan ini,” katanya.

Secara umum, baik Betz maupun Prato merekomendasikan untuk tetap terhidrasi untuk mencegah batu ginjal. Kopi memberikan cairan yang membantu mengencerkan urin dan mengurangi risiko pembentukan semua jenis batu ginjal.

Di sisi lain, keduanya mengatakan diperlukannya kehati-hatian dalam mengonsumsi kopi karena kafein di dalamnya dapat meningkatkan tekanan darah.

Hipertensi pada akhirnya dapat menyebabkan penyakit ginjal karena penyempitan pembuluh darah yang mengarah ke ginjal, menciptakan siklus yang mengganggu kemampuan untuk membuang limbah dengan benar dan karenanya meningkatkan tekanan darah karena kelebihan cairan.

Kopi berkafein dapat memengaruhi tekanan darah, tetapi hubungan antara asupan kafein dan hipertensi telah diperdebatkan. Beberapa penelitian menemukan bahwa minum kopi dapat mengurangi risiko hipertensi, tetapi penelitian lain menunjukkan sebaliknya.

Namun demikian, mereka yang sudah menderita hipertensi mungkin perlu berhati-hati saat menambahkan kafein ke dalam diet harian mereka.

“Lebih banyak kafein dapat meningkatkan tekanan darah, yang dapat langsung merusak ginjal,” kata Betz.

Ketika tekanan darah sudah tinggi atau mendekati batas tinggi, bahkan peningkatan terkecil pun dapat menjadi penyebab kekhawatiran.

“Jika Anda memiliki tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol, sebaiknya batasi konsumsi kopi berkafein menjadi 1 hingga 2 cangkir per hari dan pantau tekanan darah anda, karena jumlah kafein yang lebih besar yang dikonsumsi sekaligus dapat meningkatkan tekanan darah untuk sementara waktu,” tambah Prato.

Sumber : https://www.antaranews.com/berita/5699605/hal-yang-perlu-diperhatikan-saat-konsumsi-kopi-untuk-kesehatan-ginjal

Hentikan Tabur Garam! Ini Cara yang Benar Hadapi Ular Kobra

Hentikan Tabur Garam! Ini Cara yang Benar Hadapi Ular Kobra

Bandung – Temuan ular kobra yang masuk ke pemukiman warga kerap memicu kepanikan luar biasa. Sifat alami kobra yang memiliki bisa (venom) berbahaya serta kemampuan menegakkan tubuh dan menyemburkan bisa membuat siapa pun refleks merasa takut.

Namun, ketika Anda dihadapkan pada situasi darurat melihat ular kobra berada di dalam atau sekitar rumah, langkah dan reaksi pertama Anda sangat menentukan keselamatan seluruh penghuni rumah.

Mengapa Ular Kobra Masuk ke Rumah?

Sebelum memahami langkah penanganannya, penting untuk mengetahui alasannya. Ular kobra, seperti Kobra Jawa (Naja sputatrix), merupakan pemburu oportunis. Mereka masuk ke area pemukiman bukan untuk menyerang manusia, melainkan untuk mencari makanan (seperti tikus atau katak) serta berlindung di tempat yang gelap, lembap, dan hangat

Kebiasaan manusia menumpuk barang bekas atau membiarkan sampah dapur menumpuk kerap menjadi pemicu utama datangnya tikus, yang secara otomatis mengundang kobra datang berburu.

Panik adalah reaksi pertama yang wajar saat melihat ular masuk ke rumah. Namun, perlu diingat bahwa reaksi berlebihan, teriakan, atau gerakan mendadak justru bisa membuat ular merasa terancam dan memicu serangan bertahan diri.

Protokol ‘3 JANGAN’

Dikutip dari Tim Rescue Damkar Samarinda ada protokol ‘3 JANGAN’ yang bisa dilakukan, apabila bertemu dengan ular kobra untuk menghindari risiko gigitan dan semburan bisa.

JANGAN Disentuh

Biarkan ular tetap di posisinya dan amati pergerakannya dari jarak aman (minimal 2 meter). Jangan sekali-kali mencoba memukul, memprovokasi, atau menyentuhnya dengan kayu pendek/tangan kosong.

JANGAN Tabur Garam

Mitos menabur garam untuk mengusir ular masih banyak dipercaya, padahal ular sama sekali tidak takut garam karena kulit sisiknya tidak sensitif terhadap zat tersebut. Daripada garam, gunakan cairan pembersih lantai beraroma tajam (seperti karbol atau karbol wangi) untuk mengganggu indra penciumannya dan mencegah mereka mendekat di lain waktu.

JANGAN Tangkap Sendiri

Jika Anda tidak memiliki keahlian herpetologi dan peralatan khusus (seperti snake hook atau tongkat penjepit), jangan pernah nekat menagkapnya sendiri. Segera hubungi petugas pemadam kebakaran atau tim rescue profesional.

Langkah Taktis Jika Menemukan Ular Kobra di Rumah

Jika ular kobra sudah telanjur berada di dalam ruangan, lakukan prosedur evakuasi mandiri berikut:

  • Evakuasi Penghuni dan Hewan Peliharaan: Segera amankan anak-anak, lansia, dan hewan peliharaan ke luar rumah atau ke ruangan lain yang aman.
  • Isolasi Ruangan: Jika ular berada di satu kamar atau sudut ruangan, tutup pintu dan celah di bawah pintu menggunakan kain tebal/handuk basah agar ular tidak berpindah ke ruangan lain.
  • Amati Pergerakan dari Jarak Aman: Jika memungkinkan, awasi posisi terakhir ular dari jauh atau ambil foto/video menggunakan ponsel tanpa mendekat. Informasi visual ini akan sangat membantu tim evakuasi untuk mengidentifikasi jenis dan ukuran ular secara cepat.
  • Segera Hubungi Call Center Damkar: Kontak dinas pemadam kebakaran setempat (atau nomor darurat 112). Petugas Damkar dilatih khusus untuk melakukan evakuasi satwa berbahaya secara aman (humane rescue) tanpa membahayakan warga maupun satwa itu sendiri.

Pertolongan Pertama Jika Terkena Semburan atau Gigitan

Jika skenario terburuk terjadi dan ada warga yang terkena serangannya:

Jika Terkena Semburan Bisa (ke Mata): Segera bilas dan cuci mata dengan air bersih mengalir (water flush) sebanyak-banyaknya selama 15-20 menit untuk meminimalisasi risiko iritasi berat/kebutaan. Jangan digosok!

Jika Tergigit Ular (Sesuai Panduan WHO):

  1. Imobilisasi Total: Buat anggota tubuh yang tergigit benar-benar diam menggunakan bidai atau kayu, seperti penanganan patah tulang. Langkah ini krusial untuk memperlambat penyebaran bisa melalui kelenjar getah bening.
  2. Jangan Diikat Sangat Kencang / Disedot: Dilarang mengikat tubuh hingga aliran darah berhenti, dilarang menyedot luka, atau menoreh luka dengan pisau.
  3. Evakuasi Cepat: Segera bawa korban ke fasilitas kesehatan atau rumah sakit terdekat yang memiliki pasokan Serum Anti-Bisa Ular (SABU).

Sumber :https://www.detik.com/jabar/berita/d-8616491/hentikan-tabur-garam-ini-cara-yang-benar-hadapi-ular-kobra

Honor Resmi Rilis Robot Phone, Kamera Bisa Ngangguk

Honor Resmi Rilis Robot Phone, Kamera Bisa Ngangguk

Jakarta, CNN Indonesia — Honor resmi meluncurkan Robot Phone, HP berbekal kamera robotik. Ponsel ini sebelumnya sempat dipamerkan di ajang Mobile World Congress pada Maret 2026.

Robot Phone dilengkapi oleh gimbal mekanis tiga sumbu dengan empat arah pergerakan. Fitur ini memungkinkan penstabilan video sekaligus interaksi unik lewat gerakan mengangguk dan memiringkan kamera.

Melansir South China Morning Post pada Kamis (13/8), fitur ini cukup diaktifkan dengan gestur tangan. Nantinya, kamera gimbal tersebut akan muncul dan terbentang dari sisi belakang ponsel.

Di luar kemampuan kecerdasan buatan (AI agentic) standar yang dapat menjalankan berbagai tugas lintas aplikasi, Robot Phone dapat memanfaatkan embodied AI untuk meningkatkan performa perekaman video secara fisik.

Kamera gimbal tersebut dirancang untuk menggeser dan memiringkan posisinya secara otomatis agar pengguna tetap berada di tengah bingkai gambar saat melakukan panggilan video atau live streaming.

Honor juga menggandeng pembuat kamera sinema ternama asal Jerman, Arri, untuk menggarap teknologi pencitraan pada perangkat ini

Ponsel ini dijadwalkan mulai dijual di China pada Selasa (18/8). Honor membanderol ponsel ini dengan harga 9.999 yuan atau sekitar Rp26,5 juta.

Langkah berani Honor ini diambil di tengah situasi sulit yang sedang dihadapi para produsen perangkat keras.

Selain persaingan ketat antarperusahaan dalam mengintegrasikan fitur AI secara menyeluruh, industri ini juga mesti menghadapi lonjakan harga memori, kelangkaan komponen, serta proyeksi penurunan pengiriman ponsel pintar global sebesar 14 persen pada tahun ini menurut lembaga riset IDC.

Peluncuran ini juga sejalan dengan langkah besar perusahaan yang berbasis di Shenzhen tersebut, yang saat ini tengah bersiap untuk IPO di China.

Melanjutkan komitmennya pada tahun 2025 untuk menginvestasikan US$10 miliar selama lima tahun dalam transformasi AI, Honor berupaya bertransisi dari sekadar merek ponsel pintar tradisional menjadi bagian dari ekosistem perangkat AI yang lebih luas.

Perusahaan ini juga semakin erat mengaitkan identitasnya dengan dunia robotika. Awal tahun ini, Honor sempat memamerkan robot humanoid pertamanya, yang berhasil meraih medali emas pada ajang setengah maraton robot humanoid di Beijing pada bulan April lalu.

Sumber : https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20260813141344-206-1391879/honor-resmi-rilis-robot-phone-kamera-bisa-ngangguk

Bocoran Bos Google: AI Bakal Ubah Cara Manusia Pakai HP

Bocoran Bos Google: AI Bakal Ubah Cara Manusia Pakai HP

Jakarta, CNN Indonesia — Presiden Ekosistem Android Google Sameer Samat, mengungkap teknologi kecerdasan buatan (AI) bakal mengubah cara manusia menggunakan HP.

Menurut Sameer, Google biasanya merancang versi Android dengan memperhitungkan bagaimana konsumen bakal menggunakan ponsel mereka sekitar tiga tahun ke depan. Oleh karena itu, fitur-fitur yang diperkenalkan kali ini menjadi gambaran awal dari prediksi Google tentang bagaimana AI akan mengubah cara manusia menggunakan HP.

“Anda cukup menyampaikan tujuan atau apa yang ingin dicapai, lalu sistem yang cerdas akan menyelesaikannya untuk Anda,” kata Sameer, melansir CNN, Rabu (12/8).

Ia memprediksi bahwa pengguna tidak lagi perlu mengubek-ubek kotak masuk email hanya untuk menjadwalkan pertemuan dengan dokter atau mengetik di keyboard saat pergi bekerja.

Menurut Sameer, asisten atau agen AI yang ada di dalam HP akan menangani berbagai tugas di HP tanpa perlu terus menerus diperintah, sehingga memberi pengguna lebih banyak waktu untuk melakukan hal lain.

Pixel 11, HP seri terbaru dari Goole yang meluncur pekan lalu, membawa sejumlah fitur yang mengarah ke teknologi tersebut. Lampu baru di bagian belakang Pixel 11 Pro akan menyala untuk menunjukkan saat Gemini sedang memproses perintah.

Selain itu fitur Android bernama Halo yang akan dirilis akhir tahun ini bakal menampilkan progres tugas yang sedang dikerjakan oleh agen AI.

Fitur-fitur baru ini hadir di tengah persaingan sengit antara Google dan Apple dalam menguasai kehidupan digital miliaran masyarakat. Hal ini sekaligus mempertahankan teritori mereka dari kebereadaan ChatGPT yang kian dominan.

Kendati begitu, meningkatnya kekhawatiran masyarakat terhadap dampak sosial dan ekonomi dari teknologi ini menegaskan risiko bagi masa depan AI. Belum lagi, teknologi yang ada saat ini masih cukup jauh dari kemampuan untuk mewujudkan masa depan yang digambarkan Sameer.

“Saya melihat banyak orang, termasuk diri saya sendiri, yang terus menunduk menatap ponsel untuk menyelesaikan banyak hal,” jelas dia.

“Jika Anda bisa memberikan waktu itu kembali kepada mereka, 5 menit, 10 menit, atau 30 menit sehari, bayangkan apa saja yang bisa Anda lakukan dengan waktu tersebut,” lanjut Sameer.

Pengguna HP diprediksi berkurang

Sameer menjelaskan, kemunculan agen AI di HP diprediksi bakal mengurangi intensitas pengguna berpindah antaraplikasi untuk menyelesaikan suatu tugas.

Sebagai contoh, agen AI kemungkinan dapat membaca catatan dari dokter Anda, memeriksa cakupan klaim ke perusahaan asuransi, lalu menjadwalkan kunjungan pemeriksaan MRI.

Skenario ini memang belum memungkinkan di sistem Android saat ini. Namun, Google bertujuan membawa software tersebut ke arah yang tidak lagi memerlukan pengelolaan secara mendetail dari pengguna.

Lampu indikator baru di bagian belakang Pixel 11 Pro menunjukkan saat Gemini sedang memproses perintah atau merespons. Perusahaan berharap hal ini dapat membantu pengguna berbicara dengan asisten virtual tanpa harus memegang ponsel hanya untuk memastikan apakah agen AI tersebut mendengarkan atau tidak.

Masa depan AI dan HP

Langkah peluncuran Pixel terbaru dari Google ini merupakan bagian dari dorongan industri ponsel pintar yang lebih luas menuju era agen AI.

Samsung, salah satu produsen ponsel terbesar di dunia berdasarkan pangsa pasar, bermitra dengan Google untuk mengintegrasikan Gemini secara mendalam ke dalam perangkat lunaknya.

Apple berencana meluncurkan Siri versi baru yang dapat bekerja lintas aplikasi serta memasukkan informasi pribadi ke dalam jawabannya akhir tahun ini. Sementara itu, OpenAI juga merilis pembaruan besar untuk ChatGPT bulan lalu agar percakapan terasa lebih alami.

Namun begitu, masyarakat menjadi semakin waspada terhadap AI. Meskipun penggunaan chatbot AI terus meningkat, sebagian besar warga Amerika memprediksi bahwa teknologi ini akan berdampak negatif bagi masyarakat, menurut riset dari Pew Research.

Selain itu, 79 persen warga Amerika tidak percaya bahwa perusahaan akan menggunakan AI secara bertanggung jawab, menurut studi terpisah dari Gallup dan Bentley University.

Masih belum pasti apakah teknologi Google akan mampu memenuhi klaimnya, atau apakah konsumen benar-benar akan menghabiskan lebih sedikit waktu di ponsel mereka karena kehadiran AI.

“AI hanyalah sebuah kata yang kini memiliki banyak arti,” kata Sameer merujuk AI.

“Daripada terus membicarakan teknologinya, fokus utama kami adalah, ‘Bagaimana teknologi ini benar-benar bisa membantu Anda?'”

Sumber : https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20260818110821-206-1393485/bocoran-bos-google-ai-bakal-ubah-cara-manusia-pakai-hp

Jangan Tunggu Tua, Ini Cara Menjaga Otak agar Terhindar dari Pikun

Jangan Tunggu Tua, Ini Cara Menjaga Otak agar Terhindar dari Pikun

Liputan6.com, Jakarta – Pikun atau demensia kerap dianggap sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari proses menua. Padahal, sejumlah faktor yang berkaitan dengan gaya hidup dapat memengaruhi kesehatan otak dan risiko penurunan fungsi kognitif.

Dokter spesialis penyakit dalam konsultan geriatri Probosuseno dari Fakultas Kedokteran Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan UGM Yogyakarta mengatakan pikun atau demensia dipicu dari penyakit Alzheimer atau gangguan neurodegeneratif akibat obesitas, kandungan lemak darah yang tinggi. Bahkan tidur tidak cukup sehingga menimbulkan lelah berkepanjangan juga bisa memicu demensia.

Lalu, kebiasaan merokok dan mengonsumsi alkohol bisa mempercepat demensia datang.

Untuk mencegah dan menghindari penyakit demensia ini, berikut tips dari Probo:

  • Latih otak secara rutin dengan banyak membaca, mendengarkan, menulis, dan menerangkan kembali suatu hal. Aktivitas yang dilakukan secara berulang dapat memberikan stimulasi intelektual bagi otak.
  • Konsumsi makanan bergizi yang kaya antioksidan, sayur, dan buah, serta pastikan kebutuhan cairan tubuh tercukupi. Probo juga menyarankan jeruk dikonsumsi bersama serat putihnya karena dapat membantu menurunkan kadar lemak jahat. “Catatan untuk jeruk, lebih baik dimakan dengan seratnya yang berwarna putih karena membantu menurunkan lemak jahat,” ungkapnya.
  • Kelola stres dan jaga ketenangan pikiran melalui aktivitas spiritual seperti salat, puasa, dan sedekah. Aktivitas tersebut dinilai dapat membantu menenangkan pikiran dan mengurangi stres.
  • Rutin berolahraga ringan seperti berjalan kaki atau bersepeda untuk membantu menjaga kadar gula darah tetap normal. Probo menyarankan aktivitas fisik tersebut sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan tubuh dan otak.
  • Kontrol tekanan darah dan berat badan dengan menerapkan pola makan sehat. Probo juga mengingatkan pentingnya mengurangi konsumsi santan, gorengan, dan makanan berbahan tepung.

Sumber : https://kesehatan.liputan6.com/info-sehat/read/8271903/jangan-tunggu-tua-ini-cara-menjaga-otak-agar-terhindar-dari-pikun

Teknik Pomodoro, Cara Berhenti Menunda Pekerjaan dengan Fokus 25 Menit

Teknik Pomodoro, Cara Berhenti Menunda Pekerjaan dengan Fokus 25 Menit

Liputan6.com, Jakarta – Menunda pekerjaan sering membuat tugas terasa semakin berat, terutama ketika seseorang harus menyelesaikan banyak hal dalam waktu terbatas. Teknik pomodoro menawarkan cara sederhana untuk mengatur waktu dengan membagi pekerjaan menjadi beberapa sesi fokus singkat.

Metode ini membantu seseorang memulai tugas tanpa harus menunggu munculnya motivasi atau menyelesaikan pekerjaan dalam satu waktu sekaligus. Kebiasaan menunda juga dapat muncul ketika sebuah pekerjaan terasa terlalu besar untuk ditangani sekaligus.

Melansir Real Simple, Kamis, 30 Juli 2026, teknik pomodoro memecah pekerjaan menjadi bagian yang lebih mudah dikelola sehingga seseorang dapat memusatkan perhatian pada satu tugas dalam durasi tertentu. Metode ini pertama kali dikembangkan oleh konsultan bisnis asal Berlin, Francesco Cirillo, ketika ia masih menjadi mahasiswa.

“Ketika saya menjadi mahasiswa, saya mencoba mencari cara untuk menyelesaikan lebih banyak pekerjaan dalam waktu yang lebih singkat,” kata Cirillo dalam penjelasan mengenai metode tersebut.

Ia kemudian menggunakan pengatur waktu berbentuk tomat untuk membatasi waktu belajarnya. Ia membagi aktivitas belajar ke dalam interval 25 menit yang diikuti jeda lima menit. Pengaturan tersebut membuat waktu kerja terasa lebih terukur, sekaligus memberikan batas yang jelas antara periode berkonsentrasi dan beristirahat.

Cara Menerapkan Teknik Pomodoro

Langkah pertama dimulai dengan menentukan satu pekerjaan yang ingin diselesaikan. Pilih tugas yang jelas dan spesifik agar waktu 25 menit dapat digunakan untuk satu tujuan. Cara tersebut juga membantu menghindari kebiasaan berpindah-pindah pekerjaan sebelum tugas pertama selesai.

Fokus Bekerja

Atur timer selama 25 menit dan gunakan seluruh durasi tersebut untuk bekerja. Hindari membuka email, memeriksa media sosial, menerima panggilan yang tidak mendesak, atau mengerjakan tugas lain selama sesi berlangsung.

Fokus penuh menjadi bagian penting dari teknik ini karena gangguan dapat mengurangi manfaat dari waktu kerja yang sudah ditentukan. Timer yang sederhana sudah cukup untuk menjalankan metode ini.

Pengguna dapat memakai pengatur waktu dapur, jam di ponsel, atau aplikasi khusus. Pengguna ponsel sebaiknya mengaktifkan mode “Jangan Ganggu” agar notifikasi tidak memecah konsentrasi selama sesi kerja.

Setelah 25 menit selesai, ambil jeda selama lima menit. Gunakan waktu tersebut untuk benar-benar beristirahat dari pekerjaan. Berdiri dari meja, melakukan peregangan, mengambil minum, atau sekadar mengistirahatkan mata dapat menjadi pilihan selama jeda tidak berubah menjadi sesi produktivitas baru.

Jeda Lebih Panjang

Selesaikan empat sesi pomodoro sebelum mengambil istirahat yang lebih panjang. Jeda berikutnya dapat berlangsung selama 15 hingga 20 menit. Waktu tersebut memberi kesempatan bagi tubuh dan pikiran untuk memulihkan energi sebelum kembali menjalani rangkaian sesi berikutnya.

Teknik Pomodoro dapat membantu mengatasi penundaan karena metode ini mengubah cara seseorang melihat sebuah pekerjaan. Tugas yang awalnya tampak membutuhkan waktu berjam-jam berubah menjadi target yang hanya perlu dikerjakan selama 25 menit. Batas waktu tersebut membuat langkah awal terasa lebih mudah dan konkret.

Pola kerja dengan interval singkat juga dapat membantu mengurangi kecemasan akibat tenggat waktu. Seseorang tidak perlu terus memikirkan seluruh pekerjaan yang belum selesai. Perhatian cukup diarahkan pada sesi yang sedang berlangsung sehingga proses menyelesaikan tugas terasa lebih terkendali.

Tak Terbatas untuk Bekerja

Metode ini tidak terbatas pada pekerjaan kantor atau kegiatan belajar. Membaca buku, membereskan rumah, mengemas barang setelah pindah, serta menyelesaikan proyek kreatif dapat menggunakan pola yang sama. Setiap aktivitas dapat dibagi menjadi beberapa sesi fokus selama tugas tersebut membutuhkan konsentrasi dan memiliki target yang jelas.

Nama Pomodoro berasal dari bahasa Italia yang berarti tomat. Cirillo menggunakan timer dapur berbentuk tomat ketika mengembangkan metode tersebut. Perkembangan teknologi kemudian menghadirkan berbagai aplikasi timer yang menawarkan fitur tambahan seperti pencatatan sesi, daftar tugas, dan pelacakan progres.

Kunci penerapan teknik ini terletak pada konsistensi menjalankan siklus kerja dan istirahat. Seseorang tidak harus menunggu waktu luang panjang untuk mulai bekerja. Menetapkan satu tugas, mengatur timer 25 menit, lalu memulai pekerjaan dapat menjadi langkah sederhana untuk memutus kebiasaan menunda.

Sumber : https://www.liputan6.com/lifestyle/read/8258299/teknik-pomodoro-cara-berhenti-menunda-pekerjaan-dengan-fokus-25-menit

Rahasia Sepatu Tetap Awet dan Bebas Jamur, Jangan Salah Menyimpannya

Rahasia Sepatu Tetap Awet dan Bebas Jamur, Jangan Salah Menyimpannya

Liputan6.com, Jakarta – Menyimpan sepatu dengan tepat bukan sekadar soal membuat koleksi alas kaki tetap rapi. Cara penyimpanan yang benar juga berperan penting dalam menjaga bentuk, material, dan kualitas sepatu agar lebih awet.

Kebiasaan menumpuk sepatu di sudut ruangan atau langsung memasukkannya ke lemari setelah digunakan justru dapat memicu sejumlah masalah, mulai dari perubahan bentuk hingga bau tidak sedap. Kelembapan yang terperangkap juga bisa menjadi tempat tumbuhnya jamur.

Setiap material sepatu membutuhkan perhatian berbeda. Sepatu berbahan kulit dan suede, misalnya, sebaiknya disimpan jauh dari panas, serta sinar matahari langsung.

Paparan tersebut dapat membuat material mengering, memudar, bahkan retak seiring waktu. Jika tidak memiliki lemari tertutup, gunakan dust bag berbahan kain untuk melindungi sepatu dari debu, sekaligus mengurangi paparan cahaya.

Bentuk sepatu juga perlu dijaga selama penyimpanan. Gunakan shoe tree untuk membantu mempertahankan struktur sepatu, sementara boots dapat ditopang dengan penyangga khusus agar bagian batangnya tidak mudah terlipat. Gulungan kertas atau potongan busa juga bisa menjadi alternatif sederhana.

Sebelum menyimpan sepatu, pastikan seluruh bagiannya, terutama sol, sudah benar-benar kering. Membersihkan sepatu terlebih dahulu juga penting untuk mencegah kotoran menempel terlalu lama. Melansir ABC, Kamis, 30 Juli 2026, pengecekan berkala untuk memastikan tidak ada tanda kerusakan atau jamur juga direkomendasikan.

Rotasi pemakaian turut membantu memperpanjang usia sepatu. Memberikan waktu istirahat pada setiap pasangan memungkinkan material kembali kering sebelum digunakan lagi. Kebiasaan sederhana ini membuat sepatu lebih terawat, mudah ditemukan, dan tetap nyaman dikenakan.

Bersihkan dan Keringkan Sebelum Disimpan

Membersihkan sepatu sebelum disimpan menjadi langkah penting untuk menjaga kualitasnya. Debu, lumpur, dan noda yang dibiarkan terlalu lama dapat menempel lebih kuat hingga berisiko merusak material.

Bersihkan permukaan sepatu sesuai jenis bahannya sebelum memasukkannya ke tempat penyimpanan. Pastikan sepatu benar-benar kering sebelum disimpan.

Sepatu yang masih lembap, terutama setelah terkena hujan, dapat menimbulkan bau tidak sedap dan meningkatkan risiko pertumbuhan jamur. Jangan terburu-buru memasukkannya ke dalam lemari setelah digunakan.

Keringkan sepatu secara alami di ruangan dengan sirkulasi udara yang baik. Hindari penggunaan pengering rambut atau menjemurnya di bawah sinar matahari langsung.

Paparan panas berlebih dapat membuat sejumlah material mengeras, retak, atau mengalami perubahan warna. Dengan perawatan sederhana ini, sepatu akan tetap bersih, terawat, dan lebih tahan lama.

Atur Koleksi Sepatu

Cara menata koleksi sepatu turut menentukan ketahanannya. Sepatu yang sering digunakan sebaiknya diletakkan di tempat yang mudah dijangkau agar tidak perlu dipindahkan berulang kali.

Sementara itu, sepatu untuk acara khusus atau yang jarang dikenakan dapat disimpan di area yang lebih terlindungi dari debu dan risiko kerusakan. Hindari menumpuk sepatu karena tekanan dari pasangan lain dapat mengubah bentuknya, terutama pada bagian ujung dan sol.

Gunakan rak dengan susunan rapi agar setiap pasangan memiliki ruang yang cukup dan bentuknya tetap terjaga. Penataan yang baik juga memudahkan perawatan sehari-hari. Koleksi sepatu akan lebih mudah ditemukan saat dibutuhkan tanpa harus membongkar seluruh rak.

Cara ini sekaligus membantu memastikan setiap pasangan mendapat perhatian dan perawatan yang sesuai. Dengan penyimpanan yang teratur, sepatu tidak hanya terlihat rapi, tetapi juga lebih awet dan siap digunakan kapan saja.

Sesuaikan Perawatan dengan Material Sepatu

Setiap material sepatu membutuhkan perawatan yang berbeda agar tetap terlihat prima dan tahan lama. Sepatu kulit, misalnya, dapat dibersihkan menggunakan kain lembap, lalu dirawat secara berkala dengan leather conditioner atau krim khusus kulit.

Gunakan shoe polish untuk mempertahankan warna dan kilau, sementara mink oil dapat membantu menjaga kelembapan material agar tidak mudah kering atau retak.

Sepatu suede membutuhkan perhatian lebih karena permukaannya bertekstur dan mudah menangkap debu maupun kotoran. Bersihkan menggunakan sikat khusus suede dengan gerakan lembut agar serat material tetap terjaga.

Sepatu berbahan kain atau kanvas juga perlu dibersihkan secara rutin untuk mencegah noda menumpuk dan warna terlihat kusam. Membersihkan, mengeringkan, serta menyimpan sepatu sesuai karakter bahannya menjadi langkah sederhana untuk mempertahankan kualitas sekaligus memperpanjang usia pakainya.

Sumber : https://www.liputan6.com/lifestyle/read/8258037/rahasia-sepatu-tetap-awet-dan-bebas-jamur-jangan-salah-menyimpannya

Generasi Boomers Hemat Berkat Tak Beli 6 Hal Ini

Generasi Boomers Hemat Berkat Tak Beli 6 Hal Ini

Liputan6.com, Jakarta – Generasi baby boomers, layaknya generasi lainnya, selalu mencari tips pengeluaran yang dapat menekan budget mereka agar bisa hemat. Pensiun maupun tidak, boomers yang hemat menerapkan pengeluaran cermat dan tabungan bijak untuk mengontrol finansial mereka.

Melansir GOBankingRates, Senin (17/8/2026), seorang baby boomer dan guru yang sudah pensiun dari Kota New York, Denise, membagikan beberapa hal yang tidak pernah dibeli oleh generasi boomers yang hemat.

6 Hal yang Tidak Pernah Dibeli Generasi Boomers Hemat:

1.Makan Malam Rutin di Restoran

New York memiliki banyak restoran mahal, yang disarankan oleh Denise untuk dihindari. Sebagai penggantinya, ambil kesempatan ini untuk memasak hidangan yang lezat.

“Karena punya lebih banyak waktu, saya jadi tertarik dengan buku resep,” ujar Denise.

“Saya sudah menemukan sangat banyak buku resep menarik di toko loak atau toko online. Saya punya lebih banyak waktu untuk mendalami memasak dan menjelajahi hidangan yang berbeda agar makan di rumah terasa lebih menarik. Sebanyak 75% dari waktu saya makan itu dihabiskan di rumah,” lanjutnya.

Saat sedang istirahat dari memasak, Denise berusaha menghadiri acara happy hour dan menikmati menu makan siang spesial untuk bersosialisasi di lingkungan sekitar tanpa harus mengeluarkan banyak uang.

2.Pakaian dan Barang Mewah

Generasi boomer yang hemat biasanya tidak berbelanja di toko-toko mewah kelas atas seperti Bergdorf Goodman dan Neiman Marcus. Namun, itu tidak berarti mereka harus mengorbankan kualitas.

Denise mengatakan bahwa dia menemukan penawaran menarik untuk merek-merek berkualitas di toko konsinyasi dan toko barang bekas yang mendukung berbagai organisasi. “Dengan membeli barang bekas yang masih dalam kondisi baik, meskipun itu hanya peralatan rumah tangga, saya turut mendukung [lembaga nirlaba] dan berkontribusi dalam upaya daur ulang,” ujarnya.

3.Pendidikan Mahal

Karyawan seringkali harus membayar biaya pendidikan lanjutan sendiri saat atasan mereka tidak menyediakannya. Selain itu, orang dengan ketertarikan lain, seperti penulis dan seniman, membayar biaya tidak sedikit untuk kelas yang mendalami kesenian mereka.

“Sebagai seniman murni, selama bertahun-tahun saya telah menghabiskan ribuan dolar untuk mengikuti kelas seni dan membeli perlengkapan seni,” kata Denise.

“Setiap kelas ini (biayanya) antara US$ 200 (Rp 3,5 juta) hingga US$ 300 (Rp 5,3 juta) per bulan. Mengikuti kelas enam atau tujuh hari seminggu bisa jadi sangat mahal.”

Setelah pensiun, Denise mencari cara lain untuk membawa kesenian ke dalam komunitas lokalnya tanpa membayar ratusan dolar AS demi kelas profesional.

“Saya mengikuti berbagai organisasi seni dan bahkan mendirikannya juga,” kata Denise.

4.Liburan Mahal

Banyak guru berlibur panjang setiap musim panas, dan beberapa destinasi wisata terhitung mahal. Setelah pensiun, Denise memutuskan untuk berlibur di wilayah lokal untuk menghemat.

“Ada banyak pilihan wisata sehari yang menarik yang bisa dinikmati dengan Metro North atau Long Island Railroad, di mana semua bisa mengunjungi berbagai macam tempat,” kata Denise.

“Rutenya sudah dirancang dengan baik dan harganya terjangkau,” ujar dia.

5.Aktivitas dan Hiburan

Hiburan seperti tiket teater cukup mahal, terutama saat musim liburan. Meskipun berfoya-foya sesekali itu wajar, Denise menyarankan untuk lebih kreatif dengan aktivitas yang hemat, bahkan tidak memakan biaya.

“Saya sudah mengikuti berbagai tur jalan kaki, termasuk tur kuliner di Lower East Side, pameran lampu liburan, seni jalanan di Soho, dan tur ‘Haunted East Village,’” kata Denise.

Dia juga mengunjungi perpustakaan lokal untuk mengikuti ceramah dan kelas, serta menjadi bagian dari komite pelestarian sejarah yang melibatkan penelitian di perpustakaan. Kegiatan-kegiatan ini tidak hanya membangkitkan minatnya, tetapi juga membuatnya tetap sibuk tanpa harus mengeluarkan biaya yang besar.

6.Perlindungan Kesehatan Tanpa Membaca Ketentuannya

Sebagai generasi baby boomer, penting untuk melindungi keuangan dengan melakukan pengecekan yang cermat.

“Saya harus berhati-hati terhadap perubahan dalam program kesehatan,” kata Denise.

“Pihak asuransi kesehatan saya mengirimkan (surat) yang menyatakan bahwa mereka kini bermitra dengan CVS, tapi apa artinya itu? Apakah itu berarti mereka ingin Anda pergi ke CVS untuk vaksin flu?”

Denise menyarankan para lansia untuk sangat waspada terhadap perubahan dalam cakupan layanan kesehatan, dan selalu memilih penyedia layanan yang tergabung dalam jaringan.

Generasi baby boomer harus selalu membaca ketentuan-ketentuan kecil terkait program-program yang diklaim sebagai program yang lebih baik bagi para lansia dan pensiunan (karena seringkali kenyataannya tidak demikian).

Sumber : https://www.liputan6.com/bisnis/read/8269602/generasi-boomers-hemat-berkat-tak-beli-6-hal-ini

Perlunya Digital Decluttering untuk Bebaskan Diri dari Kekacauan Digital yang Bikin Stres dan Cemas

Perlunya Digital Decluttering untuk Bebaskan Diri dari Kekacauan Digital yang Bikin Stres dan Cemas

Liputan6.com, Jakarta – Di tengah laju kehidupan digital yang serba cepat, ponsel pintar telah menjelma menjadi perpanjangan tangan kita, menyimpan berbagai informasi mulai dari aplikasi, foto, hingga email. Namun, kemudahan ini seringkali berujung pada kekacauan digital yang tidak disadari, membebani perangkat sekaligus pikiran. Para ahli dan berbagai penelitian menunjukkan bahwa membersihkan kekacauan digital pada ponsel bukan sekadar mengosongkan ruang penyimpanan, melainkan juga kunci untuk meningkatkan kesehatan mental dan kesejahteraan secara keseluruhan.

Psikolog Susan Albers, PsyD, dari Cleveland Clinic, menegaskan bahwa kekacauan digital sama beracunnya bagi kesehatan mental seperti kekacauan fisik. Kondisi ini memicu tingkat stres dan kecemasan yang tinggi. Otak manusia cenderung menyukai keteraturan, sehingga paparan kekacauan digital yang terus-menerus dapat menimbulkan perasaan kewalahan, kesulitan fokus, dan penurunan produktivitas.

Fenomena ini juga melahirkan apa yang disebut Emanuel Maidenberg, PhD, seorang profesor klinis psikiatri di UCLA Health, sebagai “digital hoarding” atau penimbunan digital. Menurutnya, ini adalah “versi baru dari tantangan psikologis lama” yang melibatkan pengumpulan konten digital berlebihan, kesulitan menghapusnya, dan tekanan emosional terkait perilaku tersebut. Salah satu pendorong utamanya adalah “ketakutan akan kehilangan informasi”, di mana seseorang khawatir akan membutuhkan file, email, atau foto lama di masa depan, meskipun kemungkinan besar tidak akan pernah menggunakannya.

Dampak Kekacauan Digital pada Kesejahteraan Mental dan Perangkat

Kekacauan digital pada ponsel dapat menimbulkan konsekuensi signifikan pada berbagai aspek kehidupan. Selain memicu stres dan kecemasan, aliran notifikasi dan pembaruan yang konstan dapat menciptakan rasa urgensi serta ketakutan akan ketinggalan (FOMO), yang selanjutnya meningkatkan tingkat kecemasan. Psikolog menyebut bahwa kekacauan digital memicu kecemasan dengan menciptakan “rasa tugas yang belum selesai yang konstan”, dikenal sebagai “efek Zeigarnik”.

Penimbunan digital, yang didefinisikan sebagai akumulasi file digital secara berlebihan hingga menyebabkan stres dan disorganisasi, telah diakui sebagai masalah kesehatan mental. Penelitian menunjukkan bahwa 37% dari total kecemasan individu dapat dikaitkan dengan perilaku penimbunan digital. Kondisi ini juga dapat mengganggu kemampuan seseorang untuk mengelola atau menggunakan sumber daya digital secara efektif, menciptakan kekacauan mental.

Tidak hanya berdampak pada mental, perangkat yang berantakan juga dapat melambat dan bekerja kurang efisien. Menghapus aplikasi yang tidak digunakan dan file lama dapat mengurangi aktivitas latar belakang, meningkatkan masa pakai baterai, dan membuat ponsel berjalan lebih cepat.

Langkah Praktis Menuju Ponsel yang Lebih Rapi dan Efisien

Menerapkan “digital declutter” tidak harus rumit. Berikut adalah panduan langkah demi langkah yang disadur dari para ahli untuk merapikan ponsel Anda:

  • Audit Aplikasi Anda: Tinjau setiap aplikasi di ponsel. Hapus aplikasi yang tidak digunakan dalam enam bulan atau lebih. Colin Corby, yang dikenal sebagai The Digital Detox Coach, bahkan menyarankan untuk menghapus aplikasi yang tidak digunakan selama sebulan, karena dapat diunduh kembali nanti. Hapus aplikasi duplikat dan kelompokkan aplikasi serupa ke dalam folder. Pindahkan aplikasi penting ke layar utama untuk mengurangi gangguan. Pertimbangkan untuk menggunakan versi web jika fungsinya sama baiknya atau lebih baik daripada aplikasi.
  • Kelola Notifikasi: Matikan notifikasi untuk aplikasi yang tidak memerlukan perhatian segera. Perubahan kecil ini dapat mengurangi gangguan yang tidak perlu. Batasi waktu layar Anda menggunakan fitur bawaan ponsel atau aplikasi.
  • Bersihkan Foto dan Video: Hapus foto buram, duplikat, dan tangkapan layar yang tidak perlu. Aplikasi seperti Slidebox dapat membantu menghapus gambar lebih cepat. Cadangkan foto dan video penting ke penyimpanan cloud untuk menghemat ruang perangkat.
  • Atur File dan Unduhan: Hapus file acak yang tidak akan dibuka lagi. Buat sistem manajemen file sederhana dengan folder yang diberi nama jelas, seperti “Proyek Kerja” atau “Keuangan”.
  • Bersihkan Email dan Akun: Berhenti berlangganan dari milis yang tidak Anda baca. Aplikasi seperti Clean Email dapat membantu mengelola kotak masuk. Arsipkan atau hapus email yang tidak dibutuhkan. Tutup akun lama untuk mengurangi risiko keamanan.
  • Kelola Tab Browser dan Bookmark: Tutup tab browser yang tidak lagi dibutuhkan. Atur bookmark ke dalam folder relevan agar mudah ditemukan.

Membangun Kebiasaan Digital Declutter yang Berkelanjutan

“Digital decluttering tidak harus membebani atau memakan waktu terlalu banyak,” menurut Consumer Cellular.

Untuk menjaga ponsel tetap rapi dan pikiran tetap tenang, jadwalkan pembersihan rutin pada perangkat Anda, misalnya setiap beberapa bulan, untuk menghapus hal-hal yang tidak dibutuhkan. Terapkan aturan “satu masuk, satu keluar”: saat menambahkan aplikasi atau file baru, pertimbangkan untuk menghapus yang lain.

Praktikkan minimalisme digital, sebuah gerakan yang didorong oleh Gen Z. Ini melibatkan pengurangan keterlibatan digital dengan menyederhanakan penggunaan teknologi dan berfokus pada hal yang benar-benar penting. Penelitian menunjukkan bahwa mengurangi waktu layar dapat meningkatkan fokus, mengurangi stres, dan meningkatkan kualitas tidur.

Dengan menerapkan daftar “digital declutter” ini, Anda tidak hanya akan memiliki ponsel yang lebih cepat dan terorganisir, tetapi juga akan merasakan manfaat signifikan pada kesehatan mental dan kesejahteraan Anda. Ini adalah tentang membuat teknologi bekerja untuk Anda, bukan sebaliknya.

Sumber : https://www.liputan6.com/lifestyle/read/8259005/perlunya-digital-decluttering-untuk-bebaskan-diri-dari-kekacauan-digital-yang-bikin-stres-dan-cemas

Senja Kala Toko Buku UI: Dulu Diburu Mahasiswa, Kini Menanti Pembeli di Gang Sepi

Senja Kala Toko Buku UI: Dulu Diburu Mahasiswa, Kini Menanti Pembeli di Gang Sepi

DEPOK, KOMPAS.com – Gang kecil selepas Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Stasiun Universitas Indonesia (UI), Depok, Jawa Barat, tampak lengang siang itu.

Deretan toko yang dulu ramai kini banyak yang tutup. Hanya beberapa toko makanan, minuman, dan aksesori yang masih bertahan menjajakan dagangannya.

Di tengah deretan toko yang semakin sepi, dua toko buku masih berdiri.

Tumpukan buku memenuhi bagian dalam toko hingga teras. Sebagian buku tampak telah lama tersimpan, menunggu pembeli yang datang. Salah satunya adalah Toko Buku Jenny.

Pemilik Toko Buku Jenny, Rahidin Manullang (59), masih bertahan di tengah kondisi tersebut. Dari tokonya, ia menyaksikan satu per satu toko buku di sekitar UI tutup.

“Di sini, dari sini ada 10 dulu. Sekarang tinggal dua. Tutup semua baru-baru ini,” ujar Wahidin saat ditemui Kompas.com di tokonya, Depok, Kamis (13/8/2026).

Sebanyak 10 toko buku yang dulu berjejer di kawasan tersebut menjadi bagian dari ramainya aktivitas mahasiswa.

Buku kuliah, buku referensi, hingga buku-buku yang menjadi kebutuhan mahasiswa mudah ditemukan di sana.

Kini, pemandangan itu berubah. Toko-toko yang sebelumnya menjadi tempat mahasiswa mencari buku sudah banyak yang tutup.

Sebagian pedagang, kata Rahidin, memilih tidak lagi menyewa tempat dan membawa buku-buku mereka ke rumah untuk dijual secara daring. Rahidin pun sebenarnya berencana melakukan hal serupa akhir tahun ini.

Dari Senen hingga Bertahan di Sekitar UI

Rahidin bukan orang baru dalam bisnis buku. Sejak muda, ia sudah berjualan buku.

Sebelum membuka Toko Buku Jenny di sekitar kampus UI sekitar lima tahun lalu, ia lebih dulu berjualan di kawasan Senen, Jakarta Pusat dan Stasiun Pondok Cina, Depok.

Kala itu, berjualan buku masih menjadi sumber penghasilan yang cukup menjanjikan.

Ketika pindah ke kawasan UI, kondisi toko juga masih cukup baik. Mahasiswa menjadi pembeli utama, terutama ketika memasuki tahun ajaran baru.

Namun, pandemi Covid-19 menjadi titik perubahan. Ketika perkuliahan beralih ke sistem pembelajaran daring, mahasiswa tidak lagi datang ke kampus seperti sebelumnya. Kebutuhan membeli buku fisik pun ikut menurun.

“Di sini sebelum Covid bagus, mahasiswa masih banyak yang beli buku. Setelah Covid itu karena belajar di rumah, online, jadi langsung turun,” kata Rahidin.

Penurunan tersebut dirasakan sangat tajam. Sebelum pandemi, omzet toko Rahidin bisa mencapai sekitar Rp 2 juta dalam sehari.

Ketika memasuki tahun ajaran baru, pendapatannya bahkan bisa lebih besar karena mahasiswa biasanya membeli beberapa buku sekaligus.

Satu mahasiswa bisa membeli dua hingga lima buku dalam sekali datang. Buku untuk berbagai jurusan, mulai dari hukum, ilmu sosial dan politik, sastra hingga matematika dan ilmu pengetahuan alam, dulu masih banyak dicari.

Namun kini, situasinya jauh berbeda. Untuk mendapatkan omzet Rp 1 juta dalam sebulan saja, Rahidin mengaku tidak selalu berjalan mulus. “Dulu satu hari bisa Rp 2 juta. Sekarang kan enggak nentu sih, kalau terjual satu buku sehari saja sudah syukur kalau musim-musim begini,” ucapnya.

Hanya Ramai Saat Tahun Ajaran Baru

Penjualan buku di toko Rahidin kini sangat bergantung pada musim. Momen paling ramai biasanya terjadi ketika tahun ajaran baru dimulai. Itu pun tidak berlangsung sepanjang tahun.

Mahasiswa baru biasanya masih membeli buku-buku dasar yang dianggap penting untuk perkuliahan. Setelah masa tersebut berlalu, jumlah pembeli kembali turun.

“Kalau tahun ajaran baru itu biasa buku-buku dasar, kayak hukum, buku-buku wajibnya harus beli dulu dasarnya semua,” kata dia.

Untuk semester berikutnya, penjualan biasanya semakin menurun. Di sekitar UI, buku hukum menjadi salah satu jenis buku yang masih dicari.

Lokasi toko yang berdekatan dengan fakultas hukum membuat mahasiswa dari jurusan tersebut masih datang untuk mencari buku.

Namun, jumlahnya tidak lagi seperti dulu.

Perubahan kebutuhan perkuliahan juga ikut berpengaruh. Ia menyebut sejumlah buku dasar yang dahulu hampir pasti dibeli mahasiswa kini sudah jarang dicari.

Buku-buku seperti Pancasila, kewarganegaraan, hingga mata kuliah dasar lainnya tidak lagi menjadi barang yang rutin dibeli mahasiswa seperti pada masa lalu.

“Kalau dulu mahasiswa masuk semester satu, namanya PKN harus satu seorang, Pancasila satu seorang. Sekarang enggak ada lagi,” tuturnya.

Lima Tahun Tak Lagi Berani Menambah Stok

Sepinya pembeli membuat Wahidin harus berhati-hati dalam mengelola stok. Ia tidak lagi berani berbelanja buku dalam jumlah banyak kepada penerbit.

Buku-buku yang berada di tokonya sebagian besar merupakan stok lama yang sudah dimiliki sejak beberapa tahun lalu.

“Kalau bikin stok enggak berani lagi belanja,” katanya.

Sudah sekitar lima tahun Rahidin tidak banyak menambah stok buku. Kondisi tersebut berbeda dengan masa ketika toko masih ramai.

Dulu, ia bisa memesan buku dari penerbit dan stok tersebut kemudian dijual kepada mahasiswa. Kini, membeli stok baru justru berisiko membuat modal tertahan.

Perubahan itu juga terasa pada buku-buku hukum. Buku hukum memiliki pasar tersendiri karena mahasiswa masih membutuhkannya.

Namun, perubahan undang-undang membuat buku lama tidak selalu bisa dijual. Materi yang berkaitan dengan peraturan perundang-undangan harus mengikuti aturan terbaru. Buku yang memuat ketentuan lama akhirnya semakin sulit dicari pembelinya.

“Yang lama enggak laku. Harus diselesaikan. Paling pengantar-pengantarnya enggak berubah. Kalau masalah undang-undang kan berubah,” ucapnya.

Meski begitu, buku lama tetap memiliki pembeli. Menurutnya, mahasiswa terkadang masih mencari buku lama untuk memahami dasar suatu materi.

Oleh karena itu, ia tidak serta-merta membuang seluruh stok yang tersisa. Buku-buku tersebut tetap disimpan sambil menunggu seseorang datang mencarinya.

Ketika Buku Mulai Ditinggalkan

“Apalagi teknologi baru sekarang AI itu sudah lebih canggih lagi,” ujarnya.

Tak hanya itu, menurut dia kebiasaan membaca generasi muda saat ini juga ikut berubah. Rahidin melihat mahasiswa sekarang tidak lagi sebanyak dulu membeli buku untuk menunjang perkuliahan lantaran sebagian materi bisa diperoleh dari internet atau sumber digital lainnya.

Buku-buku komunikasi, misalnya, yang dahulu cukup banyak dicari kini tidak lagi menjadi andalan penjualan.

“Anak komunikasi dulu paling banyak bukunya. Sekarang enggak jalan itu komunikasi semua. Pengantar komunikasi, komunikasi antarbudaya, enggak pernah dicari lagi,” katanya.

Bertahan Lewat Toko Online

Di tengah penjualan toko fisik yang terus merosot, Rahidin akhirnya beralih mengandalkan penjualan daring.

Ia memiliki toko online bernama Catherine Book yang dipasarkan melalui sejumlah platform, termasuk Shopee dan TikTok Shop.

Ia mengaku pesanannya memang tidak langsung membanjir. Biasanya hanya ada satu atau dua pesanan dalam sehari. Pada kondisi paling ramai, pesanan bisa mencapai lima buku sehari.

Namun, bagi Rahidin, pesanan tersebut cukup berarti untuk membuatnya tetap bertahan.

“Lebih sering ada dari online. Ini kadang-kadang laku dalam satu minggu ada satu hari, dua,” kata dia.

Buku yang dijual secara daring bukan hanya berasal dari toko fisik. Sebagian besar stok justru berada di rumah Rahidin.

Toko yang berada di sekitar UI kini hanya menjadi salah satu tempat penyimpanan buku karena rumahnya tidak dapat menampung seluruh buku-buku dagangannya.

Ia bercerita, setiap pagi ia sendiri yang menyiapkan dan mengemas pesanan sebelum berangkat ke toko pada siang harinya.

Jika menggunakan jasa ekspedisi yang mengharuskan paket diantar, ia akan membawa paket tersebut ke agen. Sementara beberapa layanan lain memungkinkan paket dijemput oleh kurir.

Aktivitas tersebut menjadi rutinitas baru bagi Wahidin. Pagi hari, ia bisa menghabiskan waktu di rumah untuk merapikan pesanan daring. Setelah itu, ia datang ke toko sekitar pukul 10.00 atau 11.00 WIB.

Ia menuturkan, Toko Buku Jenny biasanya buka hingga sekitar pukul 18.00 WIB. Sebab, pada pagi dan malam hari tidak banyak orang datang.

Sewa Toko Tetap Berjalan

Masalahnya, toko fisik tetap membutuhkan biaya meskipun pembeli datang semakin jarang.

Rahidin harus membayar sewa sekitar Rp 1 juta setiap bulan.

Pada masa toko masih ramai, biaya tersebut tidak menjadi persoalan besar. Namun, ketika omzet merosot, biaya sewa menjadi beban tersendiri.

Rahidin bahkan mengaku saat ini ia tengah menunggak pembayaran hingga dua bulan.

“Kadang-kadang ketutup, kadang-kadang enggak,” ujarnya.

Ia masih mempertahankan toko karena tidak ingin begitu saja meninggalkan buku-buku yang tersisa.

Selain itu, rumahnya tidak cukup luas untuk menampung seluruh stok buku. Buku-buku yang tidak ditempatkan di toko disimpan di rumah dan sebagian diletakkan hingga ke teras. Yang penting, kata Rahidin, buku-buku tersebut tidak terkena air.

Namun, bertahan dengan kondisi seperti ini tentu tidak mudah. Untuk membantu memenuhi kebutuhan keluarga, istrinya ikut mencari penghasilan tambahan dengan menjadi pengemudi ojek daring dan mengantarkan pesanan makanan.

Menunggu Tahun Ajaran Baru

Karena penjualan sangat bergantung pada musim, Rahidin kini hanya bisa berharap pada tahun ajaran baru.

Saat mahasiswa baru mulai berdatangan, toko biasanya kembali mendapat pembeli.

Untuk satu bulan, pada periode tersebut, penjualan bisa mencapai sekitar 10 buku per hari.

Namun setelah masa tahun ajaran baru selesai, pembeli kembali sepi. Rahidin pun tidak tahu sampai kapan kondisi tersebut bisa dipertahankan.

Ia dan istrinya sudah mulai membicarakan kemungkinan menutup toko jika penjualan tidak juga membaik. Rencananya, jika hingga tahun ini kondisi masih sama, toko fisik akan ditutup.

Buku-buku yang masih layak jual akan dibawa ke rumah dan dipasarkan secara daring. Sementara buku yang benar-benar tidak laku akan dijual ke tempat loak.

“Kalau enggak dipilih lagi, yang kira-kira enggak laku kita buang, kita kiloin lagi. Jadi sampah,” tutur Rahidin.

Sumber : https://megapolitan.kompas.com/read/2026/08/14/14372631/senja-kala-toko-buku-ui-dulu-diburu-mahasiswa-kini-menanti-pembeli-di