Waspada DBD di Musim Kemarau: Cuaca Panas Bukan Berarti Bebas Nyamuk

Waspada DBD di Musim Kemarau: Cuaca Panas Bukan Berarti Bebas Nyamuk

Banyak orang mengira Demam Berdarah Dengue (DBD) hanya meningkat saat musim hujan. Padahal, memasuki musim kemarau, risiko DBD tetap perlu diwaspadai. Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) Kementerian Kesehatan menyampaikan bahwa nyamuk akan lebih sering menggigit ketika suhu meningkat, sehingga musim kemarau justru dapat meningkatkan potensi kasus DBD. Sementara itu, genangan air di bak mandi, ember, talang air, hingga barang bekas masih menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti penyebab DBD.

Apa Itu DBD dan Bagaimana Gejalanya?

DBD merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus dengue dan ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Gejala yang umum muncul antara lain:

  • Demam tinggi mendadak.
  • Sakit kepala.
  • Nyeri otot dan sendi.
  • Nyeri di belakang mata.
  • Mual dan muntah.
  • Ruam kemerahan.
  • Perdarahan pada kondisi yang lebih berat.

Apabila mengalami demam tinggi selama 2–3 hari disertai gejala tersebut, segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan agar mendapatkan penanganan sedini mungkin.

Data DBD di Indonesia

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan RI, hingga minggu ke-17 tahun 2024 tercatat 88.593 kasus DBD dengan 621 kasus kematian di Indonesia. Angka ini mencakup 456 kabupaten/kota di 34 provinsi, dengan kematian terjadi di 174 kabupaten/kota di 28 provinsi. Data ini menunjukkan bahwa DBD masih menjadi ancaman kesehatan yang nyata dan memerlukan kewaspadaan sepanjang tahun.

Cara Mencegah DBD dengan 3M Plus

Kementerian Kesehatan RI menganjurkan masyarakat untuk menerapkan 3M Plus sebagai langkah pencegahan utama DBD:

  • Menguras tempat penampungan air secara rutin.
  • Menutup rapat tempat penyimpanan air.
  • Memanfaatkan atau mendaur ulang barang bekas yang dapat menampung air.
  • Plus: menggunakan lotion antinyamuk, memasang kawat kasa atau kelambu, menghindari menggantung pakaian terlalu lama, serta melakukan pemeriksaan jentik nyamuk secara berkala.

Selain 3M Plus, Kementerian Kesehatan juga menyebutkan bahwa vaksin DBD kini sudah tersedia dan telah mendapatkan persetujuan dari BPOM sebagai salah satu upaya perlindungan tambahan. Konsultasikan dengan tenaga kesehatan untuk informasi lebih lanjut mengenai vaksinasi DBD.

Komitmen Nasional Pengendalian DBD

Sebagai bagian dari upaya jangka panjang, Indonesia bersama WHO telah meluncurkan Strategi Nasional Pengendalian Dengue 2021–2025. Strategi ini mencakup enam pendekatan utama, mulai dari penguatan pengelolaan vektor nyamuk, peningkatan tata laksana kasus, hingga pengembangan inovasi dan riset berbasis bukti untuk menekan beban penyakit dengue di Indonesia.

Musim kemarau bukan berarti bebas dari ancaman DBD. Dengan menerapkan 3M Plus secara konsisten dan meningkatkan kewaspadaan terhadap gejala awal, kita dapat melindungi diri dan keluarga dari penyakit ini sepanjang tahun.

Sumber : https://www.biofarma.co.id/id/announcement/detail/waspada-dbd-di-musim-kemarau-cuaca-panas-bukan-berarti-bebas-nyamuk

Astra Catatkan Pendapatan Rp 157,9 Triliun Semester I 2026

Astra Catatkan Pendapatan Rp 157,9 Triliun Semester I 2026

Liputan6.com, Jakarta – Grup Astra merilis laporan kinerja keuangan untuk periode semester I 2026 yang berakhir pada 30 Juni 2026. Di tengah kondisi pasar yang dinamis, perusahaan mencatatkan pertumbuhan yang solid pada sektor otomotif dan jasa keuangan, meskipun harus menghadapi tantangan pelemahan di sektor solusi pertambangan dan alat berat.

Mengutip laporan kinerja perusahaan, Kamis (30/7/2026, secara keseluruhan, Grup Astra membukukan pendapatan bersih konsolidasian sebesar Rp 157,9 triliun. Angka ini sedikit mengalami penurunan sebesar 3% dibandingkan periode yang sama pada tahun 2025 yang mencapai Rp 162,8 triliun.

Sementara itu, laba bersih Grup Astra tanpa memperhitungkan non-recurring items tercatat sebesar Rp 14,8 triliun, atau turun 7% dari tahun sebelumnya. Penurunan ini utamanya disebabkan oleh minimnya kontribusi dari divisi pertambangan emas, melemahnya penjualan alat berat, serta turunnya volume jasa penambangan dan batu bara.

Jika memperhitungkan non-recurring items yang utamanya berupa kerugian penyesuaian nilai wajar atas investasi ekuitas dan penurunan nilai (impairment) sebesar Rp 2,3 triliun, total laba bersih Grup tercatat menjadi Rp 12,5 triliun, atau turun 19% dibandingkan tahun lalu yang berada di angka Rp 15,5 triliun. Dari sisi pemegang saham, nilai aset bersih per saham Grup Astra naik tipis 1% menjadi Rp 5,7 triliun.

Fokus pada Tiga Bisnis Inti dan Aksi Korporasi

Sejalan dengan dinamika bisnis, Astra pada Mei 2026 lalu telah mengumumkan strategy roadmap baru yang dirancang untuk memberikan imbal hasil yang berkelanjutan bagi para pemegang saham. Strategi ini ditopang oleh empat pilar, yakni Focus (fokus pada tiga bisnis inti), Clarity (pengelolaan bisnis turunan yang sinergis), Discipline (disiplin alokasi modal), dan Commitment (komitmen transformasi kepemimpinan).

Tiga bisnis inti (core businesses) yang kini menjadi fokus utama Grup adalah otomotif, jasa keuangan, serta solusi pertambangan & alat berat. Bisnis di luar ketiga sektor tersebut kini dilaporkan secara terpadu dalam segmen lain-lain.

Sebagai bentuk komitmen untuk meningkatkan nilai bagi pemegang saham, Astra dan anak usahanya, United Tractors (UT), gencar melakukan pembelian kembali saham (share buyback).

Sejak November 2025 hingga akhir Juni 2026, keduanya telah merampungkan program buyback senilai total Rp 7,4 triliun. Tak berhenti di situ, program baru juga telah disiapkan yaitu, Astra mengalokasikan dana hingga Rp 8 triliun untuk 12 bulan ke depan, sementara UT menyiapkan hingga Rp 2 triliun untuk periode tiga bulan yang dimulai pada Juli 2026.

Rincian Kinerja per Sektor Bisnis

Untuk lebih jelasnya, berikut adalah gambaran performa masing-masing lini bisnis Astra selama semester pertama 2026:

Sektor Otomotif

Sektor ini menjadi salah satu penopang utama dengan raihan laba bersih mencapai Rp 5,9 triliun, tumbuh 9% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pertumbuhan ini didorong oleh naiknya penjualan mobil baru dan kontribusi kuat dari divisi Komponen (laba naik 23% menjadi Rp 921 miliar). Di pasar roda dua yang secara nasional mencapai 3,1 juta unit, penjualan motor Honda ikut naik 1% dan kokoh mendominasi dengan 77% pangsa pasar. Di segmen roda empat, penjualan mobil nasional naik 16% menjadi 437.000 unit, di mana penjualan mobil Grup Astra naik 10%. Toyota dan Daihatsu tetap menjadi primadona di Indonesia dengan penguasaan pangsa pasar sebesar 51%.

Jasa Keuangan

Bisnis Jasa Keuangan juga tampil prima dengan peningkatan laba bersih sebesar 6% menjadi Rp 4,6 triliiun. Angka pembiayaan baru di sektor konsumen naik 10% menjadi Rp 61,8 triliun. Laba bersih dari pembiayaan sepeda motor naik 4% menjadi Rp 2,4 triliun, sementara pembiayaan mobil naik 6% menjadi Rp 1,2 triliun. Sektor asuransi Grup juga tak mau kalah dengan menyumbang laba bersih Rp 906 miliar (tumbuh 7%).

Sektor Solusi Pertambangan & Alat Berat

Sektor ini mengalami koreksi cukup dalam. Laba bersih (tanpa non-recurring items) tercatat Rp 2,7 triliun, anjlok 46%. Hal ini dipicu oleh terhentinya operasional tambang emas Martabe pada awal tahun yang membuat penjualan emas terjun bebas dari 125.000 ons menjadi hanya 23.000 ons (meski kini sudah beroperasi kembali). Selain itu, penurunan kuota produksi batu bara nasional (RKAB) membuat penjualan alat berat Komatsu anjlok 27% menjadi 1.994 unit dan volume pengupasan lapisan tanah turun 10%. Jika ditambah dengan kerugian non-recurring di divisi panas bumi dan nikel sebesar Rp 2,1 triliun, total laba bersih yang dilaporkan dari sektor ini tersisa Rp 607 miliar (turun 88%).

Segmen Lain-lain

Segmen ini (di luar tiga bisnis inti) justru mencatatkan performa gemilang dengan laba bersih (tanpa non-recurring items) naik 31% menjadi Rp 1,6 triliun. Kenaikan harga dan volume penjualan minyak kelapa sawit di divisi agribisnis, serta kontribusi industrial warehouse platform baru di divisi properti menjadi motor penggerak utamanya.

Pandangan Manajemen ke Depan

Menyikapi hasil kinerja semester pertama ini, Presiden Direktur Astra, Rudy, menyampaikan optimisme serta pandangan strategis perusahaan ke depannya. “Pada semester pertama 2026, Grup mencatat peningkatan kontribusi dari bisnis Otomotif dan Jasa Keuangan. Namun, penurunan kontribusi dari bisnis Solusi Pertambangan & Alat Berat mengakibatkan penurunan laba bersih Grup secara keseluruhan” katanya Rudy dikutip dari keterangan resmi perusahaan.

“Pada Mei 2026, kami mengumumkan strategi korporasi baru yang bertujuan untuk memberikan imbal hasil pemegang saham yang stabil dan berkelanjutan. Strategi tersebut mencakup fokus pada tiga Core Businesses Grup, yaitu Otomotif, Jasa Keuangan dan Solusi Pertambangan & Alat Berat; kerangka alokasi modal yang lebih disiplin, termasuk dividen dan share buyback; serta komitmen untuk bertransformasi melalui penyelarasan kepemimpinan,” tambahnya.

Astra telah mengumumkan program pembelian kembali saham baru hingga Rp 8 triliun untuk 12 bulan ke depan, yang telah memperoleh persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa pada 17 Juli 2026. Selain itu, UT juga mengumumkan program pembelian kembali saham baru hingga Rp 2 triliun untuk tiga bulan ke depan.

Sebelumnya, sejak November 2025, Astra dan UT telah menyelesaikan program share buyback dengan total nilai Rp 7,4 triliun hingga akhir Juni 2026. Selain itu, Astra juga telah manjalankan penyelarasan insentif manajemen melalui program MSOP.

Di tengah ketidakpastian global yang masih berlanjut, kami tetap fokus untuk menjalankan strategi korporasi kami yang baru. Kami yakin terhadap keunggulan operasional, resiliensi dan kekuatan neraca keuangan Astra, yang didukung oleh alokasi modal yang disiplin dalam menghadapi berbagai tantangan bisnis.

“Kami akan senantiasa mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia, sekaligus memposisikan Grup untuk dapat memberikan peningkatan total imbal hasil bagi para pemegang saham serta mencapai pertumbuhan jangka panjang yang berkelanjutan.”

Sumber : https://www.liputan6.com/bisnis/read/8258405/astra-catatkan-pendapatan-rp-1579-triliun-semester-i-2026

Polres Pasuruan Salurkan Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan

Polres Pasuruan Salurkan Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan

Pasuruan, MCI News – Kepedulian terhadap warga yang terdampak musim kemarau kembali ditunjukkan Polres Pasuruan Polda Jawa Timur dengan menyalurkan bantuan air bersih di sejumlah desa di Kecamatan Winongan dan Purwodadi, Senin (27/07/2026).

Dalam aksi kemanusiaan tersebut, Polres Pasuruan memodifikasi mobil patroli backbone menjadi armada pengangkut air bersih agar mampu menjangkau permukiman warga yang berada di jalan sempit dan sulit dilalui truk tangki berukuran besar.

Inovasi tersebut menjadi solusi untuk mempercepat distribusi air bersih kepada masyarakat yang mengalami krisis air akibat kemarau. Dengan kendaraan yang lebih fleksibel, bantuan dapat disalurkan langsung hingga ke depan rumah warga.

Kapolres Pasuruan AKBP Harto Agung Cahyono menegaskan bahwa kehadiran Polri tidak hanya berfokus pada pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat maupun penegakan hukum, tetapi juga memberikan bantuan sosial bagi masyarakat yang membutuhkan.

“Kami hadir bukan hanya dalam hal kamtibmas dan penegakan hukum tetapi juga peduli terhadap kondisi masyarakat yang memerlukan bantuan,” tegas AKBP Harto.

Distribusi air bersih dilakukan melalui jajaran Polsek di wilayah terdampak sebagai bentuk respons cepat terhadap kebutuhan masyarakat selama musim kemarau. Langkah tersebut diharapkan mampu membantu memenuhi kebutuhan air untuk keperluan rumah tangga sehari-hari.

Sekretaris Desa Sumberejo, Abdul Muin, menyampaikan apresiasi atas inisiatif Polres Pasuruan dan Polsek Winongan yang dinilai sangat membantu warga. Menurutnya, penggunaan mobil patroli sebagai armada distribusi air menjadi solusi efektif karena mampu menjangkau permukiman yang selama ini sulit dilalui kendaraan besar.

“Kami sangat berterima kasih kepada jajaran Polsek Winongan. Bantuan lewat mobil patroli ini benar-benar menyentuh langsung ke depan rumah warga yang jalannya sempit. Semoga aksi sosial seperti ini bisa terus berjalan rutin selama masa kekeringan belum berakhir,” tutur Abdul Muin.

Program penyaluran air bersih tersebut menjadi bagian dari upaya Polres Pasuruan untuk meringankan beban masyarakat yang terdampak kekeringan sekaligus memperkuat pelayanan kemanusiaan kepada warga.

Ke depan, Polres Pasuruan Polda Jatim berkomitmen terus memetakan wilayah yang mengalami krisis air bersih sehingga distribusi bantuan dapat dilakukan secara berkala dan tepat sasaran selama musim kemarau masih berlangsung.

Sumber : https://mcinews.id/2026/07/28/polres-pasuruan-salurkan-air-bersih-untuk-warga-terdampak-kekeringan/

Setelah Lama Berdarah-darah, GoTo Akhirnya Cetak Laba Rp607 Miliar

Setelah Lama Berdarah-darah, GoTo Akhirnya Cetak Laba Rp607 Miliar

PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp607,48 miliar pada semester I 2026. Kinerja tersebut menjadi pembalikan signifikan dibandingkan periode yang sama tahun lalu ketika perusahaan masih mencatatkan rugi bersih Rp580,01 miliar.

Perbaikan kinerja keuangan itu ditopang oleh pertumbuhan pendapatan bersih yang mencapai Rp10,99 triliun, meningkat 28,45 persen secara tahunan (year on year/yoy) dibandingkan semester I 2025 sebesar Rp8,55 triliun.

Direktur Utama Grup GoTo, Hans Patuwo, mengatakan perusahaan juga mencetak laba bersih selama dua kuartal berturut-turut, seiring peningkatan profitabilitas operasional.

“Kami mencetak laba bersih selama dua kuartal berturut-turut, dengan EBITDA grup yang disesuaikan meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya, melampaui angka Rp1 triliun untuk pertama kalinya,” ujar Hans, Kamis (30/7).

Bisnis Pengiriman Jadi Penyumbang Terbesar

Pendapatan GoTo masih didominasi oleh bisnis jasa pengiriman yang menyumbang Rp3,2 triliun, tumbuh 16,48 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Selain itu, pendapatan dari imbalan jasa mencapai Rp3,15 triliun, disusul pendapatan imbalan jasa e-commerce sebesar Rp550,72 miliar dan pendapatan iklan senilai Rp254,45 miliar.

Perusahaan juga membukukan pendapatan lain-lain sebesar Rp1,12 triliun, sementara dana yang diperoleh dari pinjaman meningkat menjadi Rp2,7 triliun atau tumbuh 64,67 persen secara tahunan.

Di sisi lain, seiring meningkatnya aktivitas bisnis, biaya dan beban perusahaan juga naik 16,87 persen menjadi Rp10,21 triliun dari sebelumnya Rp8,73 triliun.

Hingga 30 Juni 2026, GoTo mencatat total aset sebesar Rp47,47 triliun, dengan total liabilitas dan ekuitas berada pada level yang sama.

Dampak Aturan Komisi Baru Mulai Kuartal III

Hans mengatakan mulai 1 Juli 2026, GoTo telah menerapkan struktur komisi baru sesuai Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 532 Tahun 2026.

Kebijakan tersebut berlaku untuk layanan transportasi roda dua Gojek yang berkontribusi sekitar 7 persen terhadap pendapatan bersih grup.

“Dampak dari perubahan komisi ini akan terlihat pada laporan keuangan kuartal ketiga. Namun, setelah satu bulan berjalan, kondisi bisnis tetap stabil,” kata Hans.

Meski demikian, GoTo tetap mempertahankan proyeksi EBITDA Grup yang disesuaikan sepanjang 2026 di kisaran Rp3,2 triliun hingga Rp3,4 triliun.

Perseroan memperkirakan kontribusi bisnis on-demand services akan menurun akibat penyesuaian komisi aplikasi, sementara lini bisnis fintech diproyeksikan menjadi pendorong utama pertumbuhan laba.

Target Fintech Naik, On-Demand Diturunkan

Seiring kinerja yang terus membaik, GoTo menaikkan target EBITDA bisnis fintech menjadi Rp1,7 triliun hingga Rp1,8 triliun, lebih tinggi dari proyeksi sebelumnya sebesar Rp1,4 triliun-Rp1,5 triliun.

Sebaliknya, target EBITDA bisnis on-demand services diturunkan menjadi Rp1,4 triliun hingga Rp1,5 triliun dari sebelumnya Rp1,7 triliun-Rp1,8 triliun sebagai dampak penerapan komisi aplikasi sebesar 8 persen.

Hans menegaskan GoTo akan terus berinvestasi dalam pengembangan ekosistem, termasuk meningkatkan kesejahteraan mitra pengemudi melalui berbagai program seperti BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan, beasiswa, hingga program umrah gratis.

“Bagi kami, kesuksesan tidak hanya diukur dari pertumbuhan bisnis, tetapi juga dari kemajuan seluruh pihak di dalam ekosistem GoTo,” ujarnya.

Meski optimistis terhadap prospek bisnis, Hans mengingatkan bahwa proyeksi kinerja perusahaan tetap bergantung pada berbagai faktor eksternal seperti persaingan industri, inflasi biaya, serta kondisi ekonomi makro.

Sumber : https://www.inilah.com/setelah-lama-berdarah-darah-goto-akhirnya-cetak-laba-rp607-miliar

Macam-Macam Thaharah dalam Islam, Lengkap dengan Pengertian, Dalil, dan Medianya

Macam-Macam Thaharah dalam Islam, Lengkap dengan Pengertian, Dalil, dan Medianya

Bersuci menjadi salah satu syarat yang harus dipenuhi sebelum seorang Muslim melaksanakan ibadah, terutama salat.

Dalam ajaran Islam, proses menyucikan diri dari hadas dan najis ini dikenal sebagai thaharah.

Meski sering dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari, tidak sedikit yang belum memahami bahwa thaharah memiliki beberapa macam dengan fungsi dan tata cara yang berbeda.

Pengertian Thaharah dalam Islam

Secara sederhana, thaharah memiliki arti bersuci dari hadas dan najis. Hal ini dilakukan dengan wudu, mandi wajib, atau tayamum jika memang tidak memungkinkan menggunakan air.

Sementara itu, bersuci dari najis dilakukan dengan membersihkan kotoran yang menempel pada tubuh, pakaian, maupun tempat yang digunakan untuk salat.

Karena menjadi salah satu syarat sah salat, sangat penting bagi umat Muslim untuk mempelajari thaharah, terutama bagi mereka yang sudah baligh dan berakal.

Tanpa bersuci, ibadah salat tidak bisa dilaksanakan dengan sempurna dan sesuai ketentuan syariat.

Dalil Alquran dan Hadis tentang Thaharah

Perintah untuk menjaga kesucian sendiri sudah dijelaskan secara tegas dalam ayat-ayat Alquran.

Berikut adalah beberapa dalilnya:

1. Surat Al-Baqarah Ayat 222

وَيَسْأَلُونَكَ عَنِ الْمَحِيضِ ۖ قُلْ هُوَ أَذًى فَاعْتَزِلُوا النِّسَاءَ فِي الْمَحِيضِ ۖ وَلَا تَقْرَبُوهُنَّ حَتَّىٰ يَطْهُرْنَ ۖ فَإِذَا تَطَهَّرْنَ فَأْتُوهُنَّ مِنْ حَيْثُ أَمَرَكُمُ اللَّهُ ۚ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ التَّوَّابِينَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِينَ

Latin: Wa yas’aloonaka ‘anil maheedi qul huwa azan fa’tazilun nisaaa’a fil maheedi wa laa taqraboo hunna hattaa yathurna fa-izaa tathharna faatoohunna min haisu amarakumul laah;

innallaaha yuhibbut Tawwaabeena wa yuhibbul mutatahhireen

Artinya: “Dan mereka menanyakan kepadamu (Muhammad) tentang haid. Katakanlah, ‘Itu adalah sesuatu yang kotor.’

Karena itu jauhilah istri pada waktu haid; dan jangan kamu dekati mereka sebelum mereka suci.

Apabila mereka telah suci, campurilah mereka sesuai dengan (ketentuan) yang diperintahkan Allah kepadamu.

Sungguh, Allah menyukai orang yang tobat dan menyukai orang yang menyucikan diri.” (QS. Al-Baqarah: 222)

2. Surat Al-Maidah Ayat 6

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قُمْتُمْ إِلَى الصَّلَاةِ فَاغْسِلُوا وُجُوهَكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ إِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوا بِرُءُوسِكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ إِلَى الْكَعْبَيْنِ ۚ وَإِن كُنتُمْ جُنُبًا فَاطَّهَّرُوا ۚ وَإِن كُنتُم مَّرْضَىٰ أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ أَوْ جَاءَ أَحَدٌ مِّنكُم مِّنَ الْغَائِطِ أَوْ لَامَسْتُمُ النِّسَاءَ فَلَمْ تَجِدُوا مَاءً فَتَيَمَّمُوا صَعِيدًا طَيِّبًا فَامْسَحُوا بِوُجُوهِكُمْ وَأَيْدِيكُم مِّنْهُ ۚ مَا يُرِيدُ اللَّهُ لِيَجْعَلَ عَلَيْكُم مِّنْ حَرَجٍ وَلَٰكِن يُرِيدُ لِيُطَهِّرَكُمْ وَلِيُتِمَّ نِعْمَتَهُ عَلَيْكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

Latin: Yaaa aiyuhal lazeena aamanoo izaa qumtum ilas Salaati faghsiloo wujoohakum wa Aidiyakum ilal maraafiqi wamsahoo biru’oosikum wa arjulakum ilal ka’bayn; 

wa in kuntum junuban fattahharoo; wain kuntum mardaaa aw’alaa safarin aw jaaa’a ahadum minkum minal ghaaa’iti aw laamastumunnisaaa’a falam tajidoo maaa’an fatayammamoo sa’eedan taiyiban famsahoo biwujoohikum wa aideekum minh; 

ma yureedul laahu liyaj’ala ‘alaikum min harajinw wa laakidy yureedu liyutahhirakum wa liyutimma m’matahoo ‘alaikum la’allakum tashkuroon

Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu hendak melaksanakan salat, maka basuhlah wajahmu dan tanganmu sampai ke siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kedua kakimu sampai ke kedua mata kaki.

Jika kamu junub, maka mandilah. Dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, maka jika kamu tidak memperoleh air, maka bertayamumlah dengan debu yang baik (suci);

usaplah wajahmu dan tanganmu dengan (debu) itu. Allah tidak ingin menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, agar kamu bersyukur.” (QS. Al-Maidah: 6)

Macam-Macam Thaharah dalam Islam

Secara umum, para ulama membagi thaharah menjadi dua macam, yaitu thaharah ma’nawiyah dan thaharah hissiyah.

Keduanya sama-sama penting karena Islam mengajarkan kebersihan fisik sekaligus kebersihan hati.

Berikut adalah penjelasan selengkapnya:

A. Thaharah Ma’nawiyah

Thaharah ma’nawiyah adalah upaya membersihkan hati dari penyakit seperti iri, dengki, riya, sombong, dan syirik.

Cara menjaganya adalah dengan memperbanyak istigfar, bertaubat kepada Allah SWT, serta berusaha meninggalkan perbuatan maksiat.

B. Thaharah Hissiyah

Sementara itu, thaharah hissiyah berkaitan dengan kebersihan fisik, yang mana dibagi lagi menjadi dua jenis:

Bersuci dari Hadas

Dilakukan dengan wudu, mandi wajib, atau tayamum jika tidak memungkinkan untuk menggunakan air.

Bersuci dari Najis

Dilakukan dengan menghilangkan najis yang ada pada tubuh, pakaian, atau tempat salat menggunakan air yang suci dan menyucikan.

Berbagai Media untuk Thaharah

Pada dasarnya, media utama untuk bersuci adalah air. Namun, dalam kondisi tertentu, Islam juga memberikan kemudahan dengan memperbolehkan media lain.

Berikut adalah penjelasan selengkapnya:

1. Air

Air yang digunakan harus berupa air mutlak, yaitu air yang masih suci dan belum berubah warna, rasa, maupun baunya karena bercampur dengan benda lain.

Adapun tujuh sumber air yang telah disepakati oleh para ulama sebagai sumber air yang sah untuk bersuci adalah:

  • Air hujan.
  • Air laut.
  • Air sungai.
  • Air sumur.
  • Air telaga.
  • Air embun.
  • Air salju.

2. Debu atau Tanah

Jika tidak ada air atau penggunaan air justru membahayakan, tayamum boleh dilakukan menggunakan debu yang suci.

3. Batu

Batu dapat digunakan untuk beristinja setelah buang hajat. Namun, untuk menggunakannya, ada beberapa syarat yang perlu dipenuhi, yaitu:

  • Menggunakan minimal tiga batu.
  • Najis belum mengering.
  • Tidak menyebar.
  • Belum berpindah ke benda lain.

Sumber : https://mozaik.inilah.com/ibadah/macam-macam-taharah-dalam-islam-lengkap-dengan-pengertian-dalil-dan-medianya

Rasulullah Ingatkan Tanda Munafik dalam Salat Asar, Mengapa Banyak Muslim tak Menyadarinya?

Rasulullah Ingatkan Tanda Munafik dalam Salat Asar, Mengapa Banyak Muslim tak Menyadarinya?

Tidak banyak hadis yang memuat peringatan sekeras sabda Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam mengenai salat. Salah satunya adalah hadis tentang salat Asar yang ditunda hingga menjelang matahari terbenam.

Dalam hadis ini, Nabi bahkan mengulang tiga kali kalimat yang sama sebagai bentuk penegasan agar umat Islam benar-benar memperhatikannya.

Pengulangan tersebut menunjukkan bahwa persoalan ini bukan sekadar tentang terlambat menunaikan salat. Rasulullah sedang mengungkap penyakit hati yang dapat menggerogoti kualitas keimanan seseorang tanpa disadari.

Fenomena menunda salat hingga akhir waktu menjadi salah satu persoalan yang kerap terjadi di tengah kehidupan modern.

Kesibukan pekerjaan, aktivitas bisnis, pendidikan, hingga hiburan digital sering kali membuat salat bergeser dari prioritas utama menjadi aktivitas yang dikerjakan ketika seluruh urusan dunia dianggap selesai.

Padahal, dalam pandangan Islam, kualitas hubungan seorang hamba dengan Allah tidak hanya diukur dari apakah ia masih sempat menunaikan salat, tetapi juga dari bagaimana ia memuliakan waktu yang telah ditetapkan Allah.

Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

تِلْكَ صَلَاةُ الْمُنَافِقِ, تِلْكَ صَلَاةُ الْمُنَافِقِ, تِلْكَ صَلَاةُ الْمُنَافِقِ. يَجْلِسُ يَرْقُبُ الشَّمْسَ حَتَّى إِذَا كَانَتْ بَيْنَ قَرْنَيْ الشَّيْطَانِ. قَامَ فَنَقَرَهَا أَرْبَعًا, لَا يَذْكُرُ اللهَ فِيْهَا إِلَّا قَلِيْلًا
Artinya: “Itu adalah salatnya orang-orang munafik, itu adalah salatnya orang-orang munafik, itu adalah salatnya orang-orang munafik.

Salah seorang dari mereka duduk hingga sinar matahari telah menguning, tatkala itu ia sedang berada di antara dua tanduk setan atau pada dua tanduk setan.

Maka dia bangkit untuk salat, dia salat empat rakaat dengan sangat cepat (seperti burung mematuk makanan), dia tidak mengingat Allah padanya kecuali sangat sedikit.” (HR. Sunan Abu Dawud No. 350).

Bukan Sekadar Terlambat, tetapi Gambaran Kondisi Hati

Hadis tersebut tidak sedang menyatakan setiap orang yang pernah terlambat salat otomatis menjadi munafik. Para ulama menjelaskan Rasulullah sedang menggambarkan karakter dan kebiasaan orang munafik dalam memperlakukan salat.

Ada tiga ciri yang disebutkan secara berurutan.

Pertama, mereka sengaja menunda salat hingga waktu hampir habis.

Kedua, ketika akhirnya berdiri menunaikan salat, mereka melakukannya dengan sangat tergesa-gesa, tanpa ketenangan dan tanpa kekhusyukan.

Ketiga, mereka sangat sedikit mengingat Allah dalam salatnya sehingga ibadah hanya menjadi gerakan fisik yang kehilangan ruh.

Ketiga ciri ini menunjukkan persoalan utama bukan terletak pada gerakan salat, melainkan pada cara seseorang memandang kewajiban tersebut. Ketika salat hanya diposisikan sebagai beban yang harus segera diselesaikan, maka nilai spiritualnya perlahan menghilang.

Mengapa Rasulullah Mengulanginya Tiga Kali?

Salah satu bagian paling menarik dari hadis ini adalah pengulangan kalimat, تِلْكَ صَلَاةُ الْمُنَافِقِ “Itu adalah salatnya orang-orang munafik,” sebanyak tiga kali.

Dalam tradisi penyampaian Rasulullah, pengulangan memiliki makna yang sangat penting. Nabi biasa mengulang suatu peringatan apabila perkara tersebut memiliki dampak besar terhadap keselamatan agama seseorang.

Artinya, ancaman dalam hadis ini tidak boleh dipahami secara ringan. Rasulullah ingin agar umat Islam melakukan evaluasi terhadap kualitas salatnya, bukan sekadar memastikan bahwa kewajiban tersebut telah gugur.

Tantangan Muslim Modern

Di era digital, bentuk “menunda salat” sering kali tidak lagi disebabkan oleh kemalasan semata. Notifikasi telepon genggam, rapat kerja, media sosial, hiburan digital, hingga aktivitas ekonomi yang berlangsung tanpa jeda membuat banyak orang menempatkan salat sebagai agenda terakhir.

Ironisnya, seseorang dapat terlihat sangat disiplin terhadap jadwal pekerjaannya, tetapi justru paling longgar ketika menyangkut waktu salat.

Di sinilah hadis Rasulullah menjadi sangat relevan. Bahaya terbesar bukan sekadar kehilangan waktu salat di awal waktu, melainkan ketika hati mulai merasa bahwa urusan dunia lebih penting daripada memenuhi panggilan Allah.

Alarm Muhasabah Sebelum Terlambat

Hadis ini sejatinya merupakan alarm untuk melakukan muhasabah. Rasulullah tidak sedang menutup pintu harapan, melainkan mengingatkan umat Islam agar tidak membiarkan kebiasaan buruk berubah menjadi karakter.

Selama seorang Muslim masih berusaha memperbaiki diri, menjaga salat pada waktunya, menghadirkan kekhusyukan, serta memperbanyak zikir kepada Allah di dalam salat, maka ia sedang menjauhkan dirinya dari sifat-sifat yang diperingatkan Rasulullah.

Pada akhirnya, hadis ini mengajarkan ukuran keberhasilan seorang Muslim bukan hanya mampu menunaikan salat, tetapi juga menjadikan salat sebagai prioritas utama yang membentuk seluruh ritme kehidupannya.

Sebab, ketika salat mulai kehilangan posisi istimewanya, saat itulah hati perlu bertanya apakah yang berubah hanyalah jadwal, atau justru kualitas iman yang perlahan memudar?

Sumber : https://mozaik.inilah.com/ibadah/rasulullah-ingatkan-tanda-munafik-dalam-salat-asar-mengapa-banyak-muslim-tak-menyadarinya

Pelajari Hukum dan Hadis Larangan Mencela Makanan dalam Islam, Lengkap dengan Alasannya

Pelajari Hukum dan Hadis Larangan Mencela Makanan dalam Islam, Lengkap dengan Alasannya

Tidak semua makanan yang tersaji di hadapan kita selalu sesuai dengan selera.

Meski begitu, Rasulullah SAW mengajarkan agar seorang Muslim tetap menjaga lisannya dan tidak mencela makanan yang disajikan.

Sikap inilah yang menjadi salah satu bentuk adab dalam Islam ketika menikmati rezeki dari Allah SWT.

Di samping itu, anjuran untuk tidak mencela makanan sendiri juga pernah disebutkan dalam sebuah hadis sahih.

Hadis Rasulullah SAW tentang Larangan Mencela Makanan

Rasulullah SAW memberikan teladan terbaik dalam bersikap saat menikmati hidangan. Beliau tidak pernah mengeluhkan atau merendahkan makanan yang disajikan di hadapannya.

Hal ini dijelaskan dalam hadis sahih yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah RA dan disepakati kesahihannya (muttafaq ‘alaih):

مَا عَابَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ طَعَامًا قَطُّ، إِنِ اشْتَهَاهُ أَكَلَهُ، وَإِنْ كَرِهَهُ تَرَكَهُ

Latin: Maa ‘aaba Rasulullahi shallallahu ‘alaihi wa sallama tha’aaman qaththu. Inisytahaahu akalahu, wa in karihahu tarakahu.

Artinya: “Rasulullah SAW tidak pernah mencela makanan. Jika beliau menyukainya, beliau memakannya. Jika beliau tidak menyukainya, beliau meninggalkannya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Lewat hadis ini, Rasulullah mengajarkan sikap yang sederhana dengan tidak melanjutkan makan hidangan yang tidak disukainya, alih-alih mencela hidangan tersebut.

Mengapa Islam Melarang Mencela Makanan?

1. Bentuk Kufur Nikmat dan Kesombongan

Imam An-Nawawi menjelaskan bahwa mencela makanan bisa menjadi tanda kurang bersyukur atas rezeki yang telah Allah SWT berikan.

Sikap seperti ini juga mencerminkan kesombongan karena meremehkan nikmat yang sebenarnya harus disyukuri.

2. Menjaga Perasaan Orang yang Memasak

Setiap hidangan pada dasarnya dibuat dengan waktu, tenaga, dan usaha.

Karena itu, komentar seperti “tidak enak” atau “gagal masaknya” bisa melukai perasaan orang yang telah memasaknya, baik itu pasangan, anggota keluarga, maupun tuan rumah yang sedang menjamu tamu.

3. Meneladani Akhlak Rasulullah SAW

Ada sebuah kisah yang cukup terkenal ketika Rasulullah SAW menerima hadiah berupa buah jeruk.

Setelah dicicipi, ternyata rasanya sangat asam. Namun, beliau tetap memakannya sendiri hingga habis.

Ketika para sahabat bertanya mengapa buah itu tidak dibagikan, Rasulullah SAW menjelaskan bahwa beliau khawatir para sahabat akan menunjukkan ekspresi tidak suka.

Hal itu dikhawatirkan membuat orang yang memberi hadiah merasa sedih atau kecewa.

Kisah ini menunjukkan betapa Rasulullah SAW sangat menjaga perasaan orang lain, bahkan dalam hal yang terlihat sederhana.

Apa Bedanya Mencela Makanan dan Memberikan Kritikan?

Tidak semua komentar tentang makanan termasuk mencela.

Para ulama menjelaskan adanya perbedaan antara celaan dan masukan yang bertujuan memperbaiki.

Berikut adalah penjelasan selengkapnya:

Contoh Celaan yang Dilarang

Dalam Al Minhaj Syarh Shahih Muslim, Imam An-Nawawi menjelaskan bahwa ucapan seperti “terlalu asin”, “hambar”, “masih keras”, atau “belum matang” bisa termasuk celaan apabila diucapkan dengan maksud merendahkan makanan.

Kritik yang Diperbolehkan

Berbeda halnya jika komentar tersebut disampaikan sebagai masukan yang baik.

Dalam Syarh Riyadh Ash-Shalihin dijelaskan bahwa memberikan evaluasi untuk memperbaiki masakan diperbolehkan.

Misalnya, seseorang berkata, “Masakan hari ini agak terlalu banyak garamnya. Mungkin lebih baik jika sedikit dikurangi takarannya”

Jika disampaikan dengan sopan dan bertujuan memperbaiki hasil masakan di kemudian hari, ucapan seperti ini tidak termasuk mencela.

Sumber : https://mozaik.inilah.com/dakwah/pelajari-hukum-dan-hadis-larangan-mencela-makanan-dalam-islam-lengkap-dengan-alasannya

Produksi Nikel INCO Sentuh 29.773 Ton hingga Semester I 2026

Produksi Nikel INCO Sentuh 29.773 Ton hingga Semester I 2026

Liputan6.com, Jakarta – PT Vale Indonesia Tbk (INCO) mencatat produksi nikel dalam matte melonjak hingga semester I 2026. Perseroan menilai didukung disiplin dalam pelaksanaan operasional serta keberlanjutan peningkatan kapasitas operasi penambangan, perseroan tetap berada pada posisi yang baik untuk menciptakan nilai berkelanjutan di tengah dinamika pasar yang terus berlangsung.

Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Kamis, (30/7/2026), PT Vale Indonesia Tbk memproduksi 16.153 metrik ton nikel dalam matte pada kuartal II 2026, naik 19% dibandingkan kuartal sebelumnya 13.260 ton.

Seiring hal itu, total produksi nikel matte pada semester pertama 2026 mencapai 29.773 ton. Pada periode sama tahun lalu, produksi nikel mencapai 35.584.

Perseroan mencatat kinerja operasional yang lebih kuat setelah selesainya proyek Pembangunan Kembali Tanur Listrik 3 pada Juni 2026, dengan tetap mempertahankan fokus yang tinggi pada keselamatan kerja dan keandalan operasional.

Perseroan tetap berada pada jalur yang tepat untuk mencapai target produksi tahunan, serta berada dalam posisi yang baik untuk memanfaatkan fundamental pasar nikel yang kondusif. Selain produksi nikel dalam matte, PT Vale terus memperkuat platform pertumbuhannya melalui pengoperasian tiga hub pertambangan di Sorowako, Bahodopi, dan Pomalaa, yang menandai tonggak penting dalam transformasi Perseroan. Ekspansi strategis ini menghasilkan pertumbuhan yang signifikan pada volume produksi dan penjualan bijih nikel.

Pada kuartal kedua 2026, Blok Bahodopi membukukan penjualan bijih nikel saprolit sebesar 1,07 juta wet metric ton (wmt), meningkat dari 886 ribu wmt pada triwulan sebelumnya, sehingga total volume penjualan pada semester pertama mencapai 1,96 juta wmt.

Sementara itu, Blok Pomalaa mencatat peningkatan signifikan dalam penjualan bijih nikel menjadi 1,26 juta wmt pada kuartal kedua 2026, dibandingkan 89 ribu wmt pada kuartal pertama 2026, sehingga volume penjualan kumulatif pada semester pertama mencapai 1,35 juta wmt. Kinerja kuat dari kedua proyek pertumbuhan tersebut menunjukkan keberhasilan peningkatan kapasitas operasi serta memperkuat strategi PT Vale untuk mendiversifikasi sumber pendapatannya dan membangun fondasi operasional yang lebih kokoh guna mendukung pertumbuhan jangka panjang.

Volume Penjualan

Sementara itu, volume penjualan tetap stabil di 13.932 ton. Perseroan memperoleh manfaat dari kenaikan harga realisasi rata-rata nikel matte menjadi US$ 14.765 per ton, meningkat 4% QoQ, yang turut mendorong pendapatan mencapai US$ 290 juta, atau naik 15% dibandingkan kuartal pertama 2026.

Dari sisi biaya, biaya tunai pokok penjualan nikel matte tetap kompetitif di level US$ 10.005 per ton pada kuartal kedua 2026, membaik dibandingkan US$ 10.382 per ton pada kuartal pertama 2026, mencerminkan disiplin dan ketangguhan Perseroan yang berkelanjutan dalam pengelolaan biaya.

Pada bisnis bijih nikel, biaya tunai per unit tetap stabil, yaitu US$ 21 per ton di Bahodopi dan AS$7 per ton di Pomalaa, termasuk biaya royalti dan logistik. Secara khusus, operasi Pomalaa memperoleh manfaat dari optimalisasi biaya tunai yang lebih lanjut, didorong oleh peningkatan volume penjualan seiring kapasitas operasi yang terus meningkat.

Sumber : https://www.liputan6.com/saham/read/8257694/produksi-nikel-inco-sentuh-29773-ton-hingga-semester-i-2026

Banyak Orang Tak Sadar, Batu Ginjal Bisa Berakhir Cuci Darah

Banyak Orang Tak Sadar, Batu Ginjal Bisa Berakhir Cuci Darah

Liputan6.com, Jakarta – Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Ginjal Hipertensi Bethsaida Hospital Gading Serpong, dr. Mutalib Abdullah, Sp.PD-KGH, FINASIM, mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan gejala awal penyakit ginjal, terutama batu ginjal. Menurutnya, mengenali gejala sejak dini merupakan salah satu cara mencegah gagal ginjal agar tidak cuci darah akibat komplikasi yang terlambat ditangani.

“Kalau batunya kita diamkan, bisa menyebabkan infeksi, aliran urine menjadi tersumbat sehingga terjadi hidronefrosis atau pembengkakan ginjal. Kalau terlambat ditangani, akhirnya bisa menjadi gagal ginjal,” kata Mutalib dalam peluncuran Urology & Nephrology Clinic Bethsaida Hospital Gading Serpong di Auditorium Bethsaida Hospital, Tangerang, Rabu (29/7/2026)

Mutalib menjelaskan bahwa batu ginjal merupakan salah satu penyakit yang paling sering ditangani di layanan urologi. Jika tidak segera diobati, kondisi ini dapat menyebabkan infeksi saluran kemih berulang, penyumbatan aliran urine, penurunan fungsi ginjal, hingga gagal ginjal terminal yang memerlukan terapi cuci darah.

Oleh sebab itu, masyarakat perlu mewaspadai gejala awal, seperti nyeri di pinggang atau punggung bagian bawah, nyeri saat buang air kecil, urine bercampur darah, serta gangguan berkemih. Pemeriksaan medis sejak keluhan pertama muncul menjadi salah satu cara mencegah gagal ginjal agar tidak cuci darah, karena kerusakan ginjal dapat dicegah sebelum menjadi permanen.

Penyebab Batu Ginjal yang Perlu Diwaspadai

Salah satu faktor risiko utama pembentukan batu ginjal, lanjut Mutalib, adalah kurangnya asupan cairan, terutama di negara beriklim tropis seperti Indonesia.

“Kalau kurang minum, tubuh cenderung mengalami dehidrasi. Kristal hasil metabolisme makanan akan berkumpul di ginjal dan lama-kelamaan membentuk batu,” ujarnya.

Selain dehidrasi, konsumsi makanan, minuman, obat-obatan, maupun jamu secara berlebihan yang berpotensi merusak ginjal juga perlu diwaspadai. Oleh sebab itu, edukasi mengenai pola hidup sehat dan penggunaan obat secara bijak menjadi bagian penting dalam upaya mencegah penyakit ginjal.

Usia Muda Juga Berisiko Terkena Batu Ginjal

Mutalib menegaskan penyakit ginjal tidak hanya menyerang lansia. Kelompok usia produktif juga memiliki risiko tinggi akibat kebiasaan kurang minum dan jarang menjalani pemeriksaan kesehatan.

Ia menyebutkan kasus batu ginjal cukup banyak ditemukan pada kelompok usia 25–35 tahun. Oleh sebab itu, pemeriksaan kesehatan, termasuk urinalisis, disarankan dilakukan sejak usia muda, terutama bagi mereka yang memiliki riwayat penyakit ginjal dalam keluarga.

Perhatian juga perlu diberikan kepada anak-anak. Menurut Mutalib, konsumsi minuman tinggi gula dan pewarna secara berlebihan dapat meningkatkan risiko gangguan ginjal. Orang tua diimbau mengawasi pola makan dan minum anak sejak dini.

Cara Mencegah Gagal Ginjal agar Tidak Cuci Darah

Sebagai cara mencegah gagal ginjal agar tidak cuci darah, Mutalib menyarankan masyarakat membiasakan minum air putih sekitar 1,5–2 liter per hari, rutin berolahraga, menerapkan pola makan seimbang, serta tidak menunda pemeriksaan ke dokter apabila muncul gejala batu ginjal.

Menurutnya, deteksi dini dan perubahan gaya hidup menjadi kunci menjaga fungsi ginjal tetap optimal, dikutip dari Antara.

Sumber : https://kesehatan.liputan6.com/info-sehat/read/8257244/banyak-orang-tak-sadar-batu-ginjal-bisa-berakhir-cuci-darah

Catat, Ini Aturan Bawa dan Pakai Powerbank di Pesawat

Catat, Ini Aturan Bawa dan Pakai Powerbank di Pesawat

Liputan6.com, Jakarta – Video meledaknya powerbank milik penumpang di dalam pesawat rute Makassar-Jakarta yang viral di media sosial. Selama penerbangan, powerbank tersebut mengeluarkan asap dan percikan api. Awak kabin pesawat langsung melakukan penanganan darurat.

Powerbank sudah jadi salah barang wajib bawa saat bepergian. Alat ini memberikan kemudahan untuk mengisi daya ponsel kapan saja dan di mana saja, tanpa perlu mencari sumber listrik.

Namun yang perlu dicatat, membawa powerbank di pesawat punya aturan tersendiri yang diterapkan oleh otoritas penerbangan internasional dan pemerintah Indonesia. Aturan ini menjadi rujukan bagi maskapai-maskapai demi menjaga keamanan dan keselamatan selama penerbangan.

Otoritas penerbangan internasional seperti IATA (International Air Transport Association) dan FAA (Federal Aviation Administration) menetapkan standar ketat soal baterai lithium di pesawat. Aturan ini diadopsi oleh hampir seluruh maskapai dan bandara di dunia, termasuk di Indonesia.

Aturan Internasional Membawa Powerbank di Pesawat:

1. Powerbank wajib dibawa di bagasi kabin (carry-on) dan dilarang dimasukkan ke bagasi tercatat (checked baggage).

2. Powerbank dengan kapasitas hingga 100 Wh dapat dibawa tanpa memerlukan persetujuan khusus dari maskapai.

3. Powerbank berkapasitas 100–160 Wh umumnya hanya boleh dibawa setelah mendapat persetujuan maskapai, dengan jumlah maksimal dua unit per penumpang.

4. Powerbank berkapasitas di atas 160 Wh tidak diperbolehkan dibawa ke dalam pesawat.

5. Terminal atau konektor powerbank harus dilindungi untuk mencegah korsleting, misalnya dengan penutup terminal atau disimpan dalam kantong terpisah.

6. Powerbank yang rusak, menggembung, bocor, atau menunjukkan tanda kerusakan tidak boleh dibawa karena berisiko memicu kebakaran.

7. Sejumlah maskapai juga melarang penggunaan powerbank untuk mengisi daya perangkat selama penerbangan atau mengharuskan powerbank tetap dalam pengawasan penumpang, bukan disimpan di kompartemen bagasi atas.

Aturan dari Pemerintah Indonesia

Aturan tersebut kemudian diadopsi oleh pemerintah Indonesia ke dalam Surat Edaran Direktur Jenderal Perhubungan Udara Nomor SE 02 Tahun 2023. Surat edaran ini ditujukan pada maskapai penerbangan dalam dan luar negeri yang terbang di atau dari wilayah Indonesia.

Peraturan itu muncul sebagai upaya nyata perlindungan keselamatan dalam penerbangan di Indonesia. Berikut ketentuan membawa power bank di pesawat yang dikeluarkan Kemenhub.

1. Simpan power bank hanya dalam bagasi kabin

2. Tidak mengisi daya selama penerbangan

3. Tidak terhubung ke perangkat lain

4. Batas kapasitas power bank:

– Kurang dari 100Wh (Boleh dibawa tanpa izin)

– 100Wh 160Wh (Boleh dibawa, dengan persetujuan maskapai)

– Lebih dari 160Wh atau kapasitas tidak jelas (Tidak diperbolehkan).

Aturan-aturan tersebut dibuat lantaran powerbank menggunakan baterai lithium-ion yang berpotensi mengalami thermal runaway, yakni kondisi ketika baterai mengalami panas berlebih hingga mengeluarkan asap atau terbakar.

Dengan menyimpan powerbank di kabin, awak pesawat dapat segera menangani apabila terjadi insiden, sehingga risikonya lebih kecil dibandingkan jika disimpan di bagasi tercatat.

Batik Air Buka Suara soal Powerbank Meledak di Pesawat

Corporate Communications Strategic of Batik Air, Danang Mandala Prihantoro buka suara terkait insiden power bank milik seorang penumpang yang mengeluarkan asap disertai percikan api dalam penerbangan ID-6143 rute Makassar-Jakarta, Rabu 29 Juli 2026.

Dia menegaskan, insiden tersebut terjadi saat pesawat tengah mengudara. Awak kabin yang telah mendapat pelatihan penanganan keadaan darurat langsung menjalankan prosedur keselamatan sesuai standar operasional.

“Penanganan dilakukan secara cepat dan tepat menggunakan peralatan keselamatan yang tersedia di dalam pesawat sehingga kondisi dapat segera dikendalikan dan tidak berkembang lebih lanjut,” kata Danang dalam keterangannya, Kamis (30/7/2026).

Menurut dia, selama proses penanganan awak kabin juga memastikan keamanan penumpang yang berada di sekitar lokasi kejadian serta terus berkoordinasi dengan kapten penerbang sesuai prosedur operasional.

“Penerbangan kemudian dilanjutkan dan pesawat mendarat dengan selamat di Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, sesuai prosedur operasional. Seluruh pelanggan dan awak pesawat bera dadalam kondisi aman,” jelas Danang.

Sumber : https://www.liputan6.com/news/read/8258081/catat-ini-aturan-bawa-dan-pakai-powerbank-di-pesawat