CATL gaet Google, Xiaomi, dan BMW untuk susun aturan baterai global

CATL gaet Google, Xiaomi, dan BMW untuk susun aturan baterai global

China (ANTARA) – Rantai pasok baterai CATL diperluas menjadi sebuah aliansi standardisasi global, di mana produsen sel baterai terbesar di dunia itu bergabung dengan merek kendaraan seperti Google, Xiaomi, BMW, Renault, dan Volvo untuk meluncurkan kerangka kerja ekonomi sirkular yang terpadu.

Platform tersebut menetapkan jalur pengembangan yang terstruktur untuk pengelolaan aset baterai di masa depan dan regulasi siklus hidup kendaraan, sebagaimana dikonfirmasi oleh CATL, dilaporkan laman Carnewschina, Senin (30/6) waktu setempat.

Inisiatif rekayasa ini berpusat pada pengembangan Battery Circular Design Guide, yang dijadwalkan dirilis secara penuh pada 2027. Kerangka kerja tersebut memperkenalkan kriteria yang seragam untuk pengujian diagnostik sel baterai, penyederhanaan pembongkaran paket baterai (pack), dan manufaktur ulang sel baterai.

Parameter teknis akan menetapkan metrik evaluasi struktural untuk mobil penumpang listrik maupun kendaraan logistik komersial berat.

Standar desain teknis

Aliansi ini berfokus pada perluasan praktik standar melalui evaluasi riwayat pengoperasian sel baterai, tingkat degradasi, dan parameter kesehatan sisa baterai.

Dengan menetapkan aturan siklus hidup yang seragam, produsen otomotif dan operator armada dapat menghitung nilai aset secara akurat serta mengelola risiko penempatan finansial. Ellen MacArthur Foundation mengoordinasikan kolaborasi lintas industri untuk menyelaraskan strategi perusahaan dengan target pengurangan karbon.

Daur ulang sistem tertutup (closed-loop)

Emisi pada rantai nilai yang berasal dari kegiatan penambangan dan pemrosesan bahan baku masih lima kali lebih tinggi dibandingkan emisi dari operasi utama pabrik.

Untuk mengatasi hambatan ini, produsen tersebut memanfaatkan komponen hasil daur ulang, sehingga menurunkan intensitas karbon material sebesar 32 persen. Anak perusahaannya, Brunp, mengolah 210.000 ton limbah baterai pada 2025 dan berhasil memulihkan 99,6 persen mineral inti.

Ekspansi sistem penukaran baterai di Eropa

Untuk memperluas infrastruktur di luar negeri, perusahaan tersebut bermitra dengan Octopus Energy guna membangun jaringan kendaraan komersial di Eropa. Inisiatif ini menyusul pengenalan awal sistem penukaran baterai untuk truk berat di Eropa.

Proyek baru tersebut memanfaatkan rekayasa yang telah diverifikasi pada koridor penukaran baterai kendaraan berat sepanjang 1.250 km yang diterapkan di jalur logistik domestik pada tahun lalu.

Pemantauan operasional menunjukkan bahwa 1.000 proyek efisiensi telah mengurangi intensitas emisi pabrik utama sebesar 77 persen sejak 2022.

Upaya pembersihan proses manufaktur ini secara langsung memungkinkan perusahaan mencapai netralitas karbon operasional pada seluruh fasilitas manufaktur baterainya tahun lalu.

Pengurangan emisi yang distandardisasi memastikan bahwa ekspor sel baterai internasional di masa depan tetap mempertahankan keselarasan struktural secara penuh dengan mandat lingkungan Barat yang akan datang.

Sumber : https://otomotif.antaranews.com/berita/5629276/catl-gaet-google-xiaomi-dan-bmw-untuk-susun-aturan-baterai-global

Harga Pertamax Turbo dan solar nonsubsidi Pertamina turun mulai 1 Juli

Harga Pertamax Turbo dan solar nonsubsidi Pertamina turun mulai 1 Juli

Jakarta (ANTARA) – PT Pertamina (Persero) mengumumkan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi jenis solar, seperti Pertamina Dex dan Dexlite, dan Pertamax Turbo turun mulai 1 Juli 2026.

Berdasarkan laman resmi Pertamina, yang dikutip di Jakarta, Rabu, di wilayah Jabodetabek, tercatat harga Pertamina Dex Series atau BBM jenis solar nonsubsidi yakni jenis Dexlite (CN 51) turun menjadi Rp19.700 per liter dari Rp23.000 per liter pada Juni 2026.

Pertamina Dex (CN 53) juga turun menjadi Rp21.150 per liter dari yang sebelumnya Rp24.800 per liter.

Perubahan serupa juga terjadi untuk BBM jenis Pertamax Turbo (RON 98) yang mengalami penurunan ke angka Rp19.300 per liter dari Rp20.750 per liter pada Juni.

Sementara itu, harga untuk BBM jenis Pertamax (RON 92) masih berada di level Rp16.250 per liter, begitu pula Pertamax Green (RON 95) di level Rp17.000 per liter.

Kenaikan harga kedua produk tersebut terjadi pada 10 Juni 2026, beberapa bulan setelah pemerintah menahan harga BBM yang melonjak akibat perang antara Amerika Serikat (AS)-Israel dengan Iran.

Harga BBM penugasan dan subsidi tidak mengalami perubahan harga, yaitu Pertalite Rp10.000 per liter dan Biosolar Rp6.800 per liter.

Penyesuaian harga tersebut dalam rangka mengimplementasikan Keputusan Menteri (Kepmen) ESDM No. 245.K/MG.01/MEM.M/2022 sebagai Perubahan atas Kepmen No. 62 K/12/MEM/2020.

Kepmen tersebut mengatur tentang Formula Harga Dasar Dalam Perhitungan Harga Jual Eceran Jenis Bahan Bakar Minyak Umum Jenis Bensin dan Minyak Solar yang Disalurkan Melalui Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum.

Sumber : https://www.antaranews.com/berita/5629737/harga-pertamax-turbo-dan-solar-nonsubsidi-pertamina-turun-mulai-1-juli?utm_source=antaranews&utm_medium=desktop&utm_campaign=top_news

Google tengah uji Gmail Live pada platform Android dan iOS

Google tengah uji Gmail Live pada platform Android dan iOS

Jakarta (ANTARA) – Google dikabarkan tengah menguji layanan Gmail Live yang bakal hadir melalui sistem operasi Android maupun iOS.

Layanan itu diumumkan dalam ajang Google I/O 2026 yang berlangsung pada bulan lalu dan kini tampaknya semakin dekat dengan perilisan versi stabilnya.

Mengutip laporan 9to5 Google, Senin (29/6), Gmail Live memungkinkan penggunanya untuk mencari keperluannya melalui kotak masuk hanya dengan suara. Pengguna bisa memposisikan fitur itu selayaknya asisten kecerdasan artifisial (AI) Gemini Live yang dioptimalkan untuk layanan surel atau surat elektronik.

Google menghadirkan fitur itu sebagai bantuan bagi pengguna yang tengah mencari sesuatu di aplikasi Gmail, namun, tidak memiliki waktu untuk menelusurinya satu persatu.

Untuk versi teks, pengguna bisa mengakses layanan ini lewat bilah pencarian Ask Gmail.

Sama seperti penggunaan fitur itu menggunakan suara, pengguna dapat mengeksplorasi kebutuhannya di Gmail dengan bahasa sehari-hari dan mendapatkan Ringkasan AI.

Dalam versi Beta, ikon Gmail Live akan muncul di dekat kolom pencarian, tepat di luar bilah tersebut terdapat tombol panel samping Gemini. Ketika pengguna mengetuknya, pengguna akan diarahkan mengakses layanan Gmail Live ke tampilan antarmuka layar penuh.

Asisten AI di layanan itu akan menampilkan beberapa saran termasuk “Kapan tanggal perjalanan saya selanjutnya?”, “Bagaimana perkembangan pesanan terbaru saya?”. Ketika interaksi dimulai, cahaya biru bakal menyinari tepi layar pengguna, sementara perintah yang diajukan tengah diproses oleh AI.

Gmail Live membutuhkan waktu sejenak untuk memproses perintah pengguna, dengan respons yang dibacakan dan ditampilkan di layar. Tombol kontrol di bagian bawah memungkinkan pengguna untuk membisukan mikrofon dan keluar dari Gmail Live kembali ke tampilan kotak masuk pada umumnya.

Gmail Live saat ini sedang dalam tahap pengujian dan akan diluncurkan untuk pelanggan Google AI Pro dan Ultra pada musim panas ini. Pengguna juga dapat menantikan Docs Live dan fungsi serupa di Keep untuk membuat dokumen saat bepergian.

sumber : https://www.antaranews.com/berita/5629176/google-tengah-uji-gmail-live-pada-platform-android-dan-ios