Pesawat Listrik Terbesar di Dunia Siap Jalani Uji Terbang Perdana

Pesawat Listrik Terbesar di Dunia Siap Jalani Uji Terbang Perdana

Jakarta, CNN Indonesia — Era penerbangan ramah lingkungan memasuki babak baru. Pesawat listrik terbesar di dunia besutan Heart Aerospace, X1, siap mengudara usai mengantongi izin resmi untuk melakukan uji terbang dari Badan Penerbangan Federal Amerika Serikat (FAA).

FAA menerbitkan Sertifikat Kelayakan Udara Khusus dalam Kategori Eksperimental atau SAC-EC setelah menginspeksi demonstrator pesawat tersebut di Bandara Internasional Plattsburgh, New York.

Izin tersebut memberikan lampu hijau bagi produsen pesawat yang berbasis di California ini untuk segera memulai uji terbang. Heart Aerospace sebelumnya telah bekerja sama dengan FAA selama lebih dari satu tahun serta menguji keandalan darat atau ground-testing untuk memastikan kesiapan pesawat eksperimental ini.

“Mendapatkan otorisasi penerbangan FAA membawa program X1 ke ambang penerbangan perdana,” ujar Pendiri sekaligus CEO Heart Aerospace, Anders Forslund, dalam keterangan resminya, seperti dilansir Robb Report.

“Pencapaian ini mencerminkan kerja keras tim rekayasa dan uji terbang Heart, serta hubungan kerja sama erat yang telah kami bangun dengan FAA,” tambahnya.

Dengan bentang sayap mencapai 32 meter, panjang badan pesawat (fuselage) 23 meter, serta bobot lepas landas melebihi 11,3 ton, X1 bakal memecahkan rekor sebagai pesawat listrik terbesar yang pernah terbang di udara.

Rekor sebelumnya dipegang oleh modifikasi pesawat Cessna Caravan 208B yang mengudara di Negara Bagian Washington pada tahun 2020 lalu.

Pesawat demonstrator ini akan berfungsi sebagai laboratorium terbang untuk menguji dan menyempurnakan teknologi hijau yang nantinya diterapkan pada model produksi massal, ES-30.

Model produksi ES-30 dirancang sebagai pesawat hybrid-electric bertipe regional jarak pendek yang mampu menampung hingga 30 penumpang.

Pesawat ini dibekali dua motor listrik serta dua mesin turboprop, sehingga dapat beroperasi menggunakan tenaga baterai murni, bahan bakar penerbangan berkelanjutan, maupun gabungan keduanya. Inovasi teknologi ini tak hanya menekan biaya operasional maskapai, tetapi juga secara signifikan mengurangi emisi karbon.

ES-30 memiliki jangkauan terbang hibrida hingga 800 kilometer dan jangkauan daya listrik murni sejauh 200 kilometer. Baterai pesawat dapat terisi penuh hanya dalam waktu sekitar 30 menit dan mampu mendarat di landasan pacu pendek sepanjang 1.100 meter.

Proses sertifikasi dan pengoperasian resmi ES-30 ditargetkan rampung pada tahun 2031 mendatang, dengan program uji coba X1 yang menjadi pilar utamanya.

“Dengan sertifikat yang telah kami pegang, fokus penuh kami kini tertuju pada penerbangan. Kami siap menerbangkan X1 ke udara,” tegas Forslund.

Saat ini, demonstrator X1 tengah menjalani persiapan akhir menjelang penerbangan pertamanya di New York yang diperkirakan bakal berlangsung dalam beberapa hari mendatang.

Sumber : https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20260728194140-269-1385890/pesawat-listrik-terbesar-di-dunia-siap-jalani-uji-terbang-perdana

Industri Sawit Jadi Penopang Ekonomi Nasional, BPDP: Ekspor Tembus Lebih dari USD 20 Miliar per Tahun

Industri Sawit Jadi Penopang Ekonomi Nasional, BPDP: Ekspor Tembus Lebih dari USD 20 Miliar per Tahun

JawaPos.com – Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) mengungkapkan, industri kelapa sawit memegang peranan strategis dalam menopang perekonomian Indonesia. Selain menjadi salah satu penyumbang devisa terbesar, sektor ini juga dinilai berkontribusi terhadap pertumbuhan produk domestik bruto (PDB), membuka jutaan lapangan pekerjaan, serta memperkuat program hilirisasi industri nasional.

Direktur Keuangan, Manajemen Risiko, dan Umum BPDP, Zaid Burhan Ibrahim, menjelaskan nilai ekspor produk sawit Indonesia secara konsisten melampaui USD 20 miliar setiap tahun. Menurutnya, komposisi ekspor sawit kini semakin didominasi produk hilir yang memiliki nilai tambah lebih tinggi dibandingkan bahan mentah.

“Lebih dari 80 persen ekspor sawit Indonesia saat ini sudah berbentuk produk hilir, bukan lagi minyak mentah. Hal ini menunjukkan hilirisasi mulai memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi industri nasional,” kata Zaid dalam sambutan kunjungan kerja media di Kalimantan Tengah, Rabu malam (29/7).

Ia menjelaskan, sektor perkebunan menyumbang sekitar 4,56 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia pada 2025. Kontribusi tersebut menjadikan subsektor perkebunan sebagai salah satu penggerak utama sektor pertanian sekaligus penopang penting bagi pertumbuhan ekonomi nasional.

Zaid menuturkan, dampak industri sawit sesungguhnya jauh lebih besar dari sekadar angka kontribusi terhadap PDB. Bahkan, ia menyebut sekitar 41 persen perkebunan kelapa sawit nasional dikelola oleh pekebun rakyat dengan total produksi lebih dari 16 juta ton minyak sawit setiap tahunnya.

“Fakta ini menunjukkan bahwa pekebun bukan hanya sekadar pelengkap industri sawit, tetapi merupakan aktor utama dalam rantai pasok sawit nasional,” ungkap Zaid.

BPDP juga mencatat industri sawit mampu menciptakan sekitar 16,5 juta lapangan kerja, baik secara langsung di sektor perkebunan maupun secara tidak langsung melalui sektor transportasi, logistik, perdagangan, industri pengolahan, hingga pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Menurut Zaid, keberadaan industri sawit turut mendorong pembangunan infrastruktur, pertumbuhan pusat-pusat ekonomi baru, berkembangnya UMKM, serta meningkatkan produk domestik regional bruto (PDRB) dan pendapatan daerah di berbagai wilayah sentra perkebunan sawit.

“Di berbagai daerah sentra sawit, kehadiran industri ini menjadi pendorong pembangunan infrastruktur, tumbuhnya pusat-pusat ekonomi baru, berkembangnya UMKM, hingga meningkatnya produk domestik regional bruto dan pendapatan regional bruto Indonesia,” pungkasnya.

Sumber : https://www.jawapos.com/energi/2607300110/industri-sawit-jadi-penopang-ekonomi-nasional-bpdp-ekspor-tembus-lebih-dari-usd-20-miliar-per-tahun

PNM Bekali Keterampilan Bernilai Ekonomi untuk Penyandang Disabilitas

PNM Bekali Keterampilan Bernilai Ekonomi untuk Penyandang Disabilitas

JawaPos.com  – Di tengah upaya pemerintah mendorong terciptanya ekonomi yang lebih inklusif, penyandang disabilitas masih menghadapi tantangan besar untuk memperoleh kesempatan kerja yang setara. Tidak sedikit yang memiliki kemampuan dan semangat berkarya, namun terbentur minimnya akses terhadap pelatihan maupun peluang usaha yang dapat menjadi sumber penghidupan.

Kondisi tersebut mendorong berbagai pihak mengambil peran untuk memperluas ruang pemberdayaan. Salah satunya dilakukan PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PNM Peduli yang menggelar pelatihan ecoprint bagi 50 penyandang disabilitas di Kabupaten Bekasi.

Program ini tidak sekadar mengajarkan teknik membuat motif pada kain menggunakan dedaunan dan bunga. Lebih dari itu, pelatihan dirancang untuk membuka peluang ekonomi baru melalui produk kreatif yang memiliki nilai jual sekaligus mendukung tren fesyen berkelanjutan yang semakin berkembang di Indonesia.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Bekasi, anggota DPRD Kabupaten Bekasi, serta sejumlah perangkat daerah lainnya. Kolaborasi lintas pemangku kepentingan ini menunjukkan bahwa pemberdayaan penyandang disabilitas membutuhkan dukungan bersama agar semakin banyak masyarakat yang memperoleh kesempatan untuk mandiri secara ekonomi.

Direktur Utama PNM Kindaris mengatakan bahwa pemberdayaan akan memiliki dampak yang lebih besar ketika masyarakat dibekali keterampilan yang dapat langsung diterapkan menjadi peluang usaha.

“Kami ingin pelatihan ini menjadi titik awal lahirnya karya-karya yang tidak hanya bernilai seni, tetapi juga memiliki nilai ekonomi. Ketika peserta memiliki keterampilan dan kepercayaan diri, mereka akan lebih siap membangun usaha secara mandiri dan berkelanjutan,” ujarnya.

Menurut Kindaris, pelatihan ecoprint juga menjadi sarana membangun rasa percaya diri para peserta. Sebab, tantangan yang dihadapi penyandang disabilitas sering kali bukan hanya keterbatasan akses terhadap pekerjaan, tetapi juga minimnya ruang untuk menunjukkan potensi yang mereka miliki.

Komitmen tersebut sejalan dengan upaya PNM dalam menghadirkan pemberdayaan yang menjangkau lebih banyak kelompok masyarakat, termasuk penyandang disabilitas. Berbagai pelatihan keterampilan terus dikembangkan sebagai bekal untuk meningkatkan kualitas hidup sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi.

Di tengah berkembangnya ekonomi kreatif yang semakin membutuhkan produk-produk bernilai tambah dan ramah lingkungan, keterampilan seperti ecoprint membuka peluang baru bagi para penyandang disabilitas untuk ikut mengambil peran. Dari selembar kain yang dihiasi motif alami, lahir harapan bahwa keterbatasan bukan lagi penghalang untuk berkarya.

Melalui semangat Disabilitas Berdaya, PNM berharap pelatihan ini menjadi langkah awal bagi lahirnya pengusaha baru yang mampu meningkatkan kesejahteraan diri, keluarga, sekaligus memperkuat ekosistem ekonomi yang lebih inklusif.

Sumber : https://www.jawapos.com/ekonomi/2607300187/pnm-bekali-keterampilan-bernilai-ekonomi-untuk-penyandang-disabilitas

8 Tanda Trauma Masa Kecil Masih Memengaruhi Kehidupan Dewasa Anda, Jangan Abaikan Sinyal yang Sering Dianggap Sepele Ini

8 Tanda Trauma Masa Kecil Masih Memengaruhi Kehidupan Dewasa Anda, Jangan Abaikan Sinyal yang Sering Dianggap Sepele Ini

JawaPos.com – Trauma masa kecil tidak selalu muncul dalam bentuk kenangan yang jelas atau peristiwa yang mudah diingat.

Bagi banyak orang, luka emosional justru berkembang secara perlahan dan tanpa disadari membentuk cara berpikir, bersikap, hingga menjalin hubungan dengan orang lain saat dewasa.

Karena itu, mengenali tanda trauma masa kecil menjadi langkah penting untuk memahami diri sendiri sekaligus memulai proses pemulihan.

Pengalaman masa kecil merupakan fondasi yang membentuk kepribadian seseorang.

Ketika seorang anak tumbuh dalam lingkungan yang penuh kasih sayang, rasa aman, dan dukungan emosional, mereka cenderung memiliki kemampuan yang lebih baik dalam mengelola emosi serta membangun hubungan yang sehat.

Sebaliknya, pengalaman seperti penolakan, pengabaian, kekerasan verbal, konflik keluarga yang terus-menerus, atau kurangnya perhatian emosional dapat meninggalkan bekas yang bertahan hingga bertahun-tahun.

Tidak sedikit orang dewasa yang menganggap kebiasaan tertentu sebagai bagian dari karakter mereka, padahal sebenarnya perilaku tersebut merupakan mekanisme bertahan hidup yang terbentuk sejak masa kanak-kanak.

Mereka mungkin selalu merasa tidak cukup baik, takut ditinggalkan, sulit mempercayai orang lain, atau terus berusaha menyenangkan semua orang agar diterima.

Memahami akar dari perilaku tersebut bukan untuk menyalahkan masa lalu, melainkan sebagai kesempatan untuk mengenali kebutuhan emosional yang selama ini belum terpenuhi.

Dengan kesadaran tersebut, seseorang dapat mulai membangun pola pikir yang lebih sehat dan memutus siklus luka emosional yang berpotensi terbawa hingga generasi berikutnya.

Dirangkum dari laman Your Tango, berikut delapan tanda bahwa trauma masa kecil mungkin masih memengaruhi kehidupan Anda hingga saat ini.

1. Sulit Mempercayai Orang Lain

Salah satu dampak paling umum dari trauma masa kecil adalah munculnya kesulitan membangun rasa percaya kepada orang lain. Hal ini sering dialami oleh mereka yang pernah dikecewakan, diabaikan, atau tidak mendapatkan rasa aman dari orang-orang terdekat semasa kecil.

Akibat pengalaman tersebut, seseorang menjadi sangat berhati-hati ketika menjalin hubungan. Mereka selalu merasa ada kemungkinan disakiti atau ditinggalkan sehingga memilih menjaga jarak secara emosional.

Bahkan ketika bertemu orang yang tulus, mereka tetap sulit membuka diri. Pikiran negatif dan rasa curiga sering muncul tanpa alasan yang jelas karena otak telah terbiasa menganggap hubungan sebagai sesuatu yang berisiko.

Jika tidak disadari, pola ini dapat menghambat terbentuknya hubungan yang sehat, baik dalam pertemanan, keluarga, maupun hubungan romantis.

2. Terlalu Keras terhadap Diri Sendiri

Banyak orang yang mengalami trauma masa kecil tumbuh dengan suara kritik yang terus bergema di dalam pikirannya. Mereka merasa harus selalu sempurna dan menganggap kesalahan kecil sebagai bukti bahwa dirinya gagal.

Pola ini biasanya terbentuk karena semasa kecil mereka sering menerima kritik, tuntutan tinggi, atau jarang mendapatkan apresiasi.

Akibatnya, mereka lebih mudah menyalahkan diri sendiri dibanding memberikan penghargaan atas usaha yang telah dilakukan.

Perasaan tidak pernah cukup baik dapat memicu stres berkepanjangan, kecemasan, bahkan menurunkan rasa percaya diri dalam berbagai aspek kehidupan.

3. Selalu Berusaha Menyenangkan Orang Lain

Jika Anda merasa sulit mengatakan “tidak”, mungkin ini bukan sekadar sifat ramah.

Anak yang tumbuh dalam lingkungan yang penuh tekanan sering belajar bahwa mereka harus memenuhi harapan orang lain agar mendapatkan kasih sayang atau menghindari konflik.

Kebiasaan tersebut terus terbawa hingga dewasa sehingga mereka rela mengorbankan kebutuhan sendiri demi menjaga hubungan tetap harmonis.

Meski terlihat sebagai pribadi yang baik, perilaku ini sering membuat seseorang kelelahan secara emosional karena terus mengabaikan dirinya sendiri.

4. Takut Ditolak atau Ditinggalkan

Trauma masa kecil juga dapat membuat seseorang memiliki rasa takut berlebihan terhadap penolakan.

Mereka menjadi sangat sensitif terhadap perubahan sikap orang lain. Pesan yang terlambat dibalas atau perubahan nada bicara saja bisa memicu kecemasan bahwa hubungan tersebut akan berakhir.

Ketakutan ini sering membuat seseorang terlalu bergantung pada pasangan atau teman karena merasa keberadaan dirinya bergantung pada penerimaan orang lain.

Padahal, hubungan yang sehat dibangun atas dasar kepercayaan, bukan rasa takut kehilangan.

5. Sulit Mengenali dan Mengekspresikan Emosi

Tidak semua keluarga memberikan ruang bagi anak untuk mengungkapkan perasaan.

Sebagian anak justru diajarkan untuk menahan tangis, menyembunyikan kemarahan, atau menganggap emosi sebagai tanda kelemahan.

Saat dewasa, mereka kesulitan memahami apa yang sebenarnya sedang dirasakan. Ketika menghadapi tekanan, mereka memilih memendam semuanya hingga akhirnya meledak atau mengalami kelelahan emosional.

Kemampuan mengenali emosi merupakan bagian penting dari kesehatan mental dan hubungan interpersonal yang sehat.

6. Selalu Merasa Harus Mengendalikan Segalanya

Bagi sebagian penyintas trauma masa kecil, mengendalikan segala sesuatu menjadi cara untuk menciptakan rasa aman.

Mereka merasa cemas ketika menghadapi situasi yang tidak dapat diprediksi. Akibatnya, mereka berusaha mengatur semua detail dalam pekerjaan, hubungan, maupun kehidupan sehari-hari.

Walaupun terlihat sebagai pribadi yang disiplin, kebutuhan untuk selalu mengontrol keadaan sering kali berasal dari rasa takut menghadapi ketidakpastian.

Jika terus berlanjut, kebiasaan ini dapat memicu stres dan membuat seseorang sulit menikmati hidup.

7. Merasa Tidak Layak Dicintai

Trauma emosional sering kali membuat seseorang percaya bahwa dirinya tidak cukup baik untuk dicintai.

Keyakinan tersebut muncul karena pengalaman masa kecil yang dipenuhi penolakan, kritik, atau minimnya kasih sayang.

Mereka sering mempertanyakan alasan mengapa orang lain ingin dekat dengannya dan merasa suatu saat pasti akan ditinggalkan.

Pola pikir ini dapat memengaruhi kualitas hubungan karena seseorang terus mencari bukti bahwa dirinya memang tidak pantas dicintai.

8. Sulit Merasa Bahagia Meski Kehidupan Sudah Baik

Salah satu tanda yang sering luput disadari adalah munculnya rasa bersalah ketika merasa bahagia.

Sebagian orang terbiasa hidup dalam tekanan sehingga ketika keadaan mulai tenang, mereka justru merasa ada sesuatu yang salah.

Mereka terus menunggu hal buruk terjadi dan sulit menikmati momen-momen positif.

Kondisi ini menunjukkan bahwa sistem saraf masih terbiasa berada dalam mode bertahan hidup, meskipun ancaman sebenarnya sudah tidak ada lagi.

Mengenali Trauma Bukan Berarti Terjebak pada Masa Lalu

Trauma masa kecil memang dapat memengaruhi kehidupan seseorang hingga dewasa, tetapi bukan berarti masa depan telah ditentukan oleh pengalaman tersebut.

Mengenali tanda-tandanya merupakan langkah awal untuk memahami diri sendiri dengan lebih baik. Dari sana, seseorang dapat mulai membangun kebiasaan baru, memperbaiki cara mengelola emosi, menetapkan batasan yang sehat, hingga mencari bantuan profesional jika diperlukan.

Setiap proses pemulihan membutuhkan waktu yang berbeda bagi setiap orang. Namun, dengan kesadaran, dukungan yang tepat, dan kemauan untuk bertumbuh, luka emosional masa lalu tidak harus terus mengendalikan kehidupan di masa depan.

Sumber : https://www.jawapos.com/lifestyle/2607110057/8-tanda-trauma-masa-kecil-masih-memengaruhi-kehidupan-dewasa-anda-jangan-abaikan-sinyal-yang-sering-dianggap-sepele-ini

Kebiasaan Kretek Leher Ternyata Bisa Picu Stroke, Ini Penjelasan Dokter

Kebiasaan Kretek Leher Ternyata Bisa Picu Stroke, Ini Penjelasan Dokter

Jakarta, MCI News – Kebiasaan membunyikan atau “kretek” leher yang kerap dianggap mampu meredakan pegal kini menjadi perhatian setelah viral di media sosial. Sejumlah pakar kesehatan mengingatkan bahwa gerakan memutar leher secara berlebihan dapat meningkatkan risiko cedera pembuluh darah yang berujung pada stroke, Senin (27/07/2026) Melansir dari The Economic Times.

Perhatian publik muncul setelah seorang perempuan asal Amerika Serikat, KayLynne Felthager, dilaporkan mengalami stroke usai terbiasa membunyikan persendian leher ketika merasakan sakit kepala. Awalnya ia mengaku merasa lebih lega, namun tidak lama kemudian muncul nyeri tajam di leher yang terus berlanjut.

Beberapa hari setelahnya, KayLynne mulai mengalami kesulitan menggerakkan kepala dan bicaranya menjadi pelo. Setelah menjalani pemeriksaan medis, dokter menyatakan ia mengalami stroke yang diduga berkaitan dengan cedera pada pembuluh darah di leher.

Dokter spesialis saraf Priyam Bordoloi menjelaskan bahwa di bagian leher terdapat arteri karotis dan arteri vertebralis yang berfungsi menyalurkan darah menuju otak. Gerakan memutar leher secara tiba-tiba atau terlalu kuat berpotensi menyebabkan cervical artery dissection atau diseksi arteri serviks, yaitu robekan pada lapisan dalam pembuluh darah.

Menurutnya, kondisi tersebut merupakan salah satu penyebab stroke yang cukup sering ditemukan pada orang sehat berusia di bawah 45 tahun. Risiko dapat meningkat apabila leher mengalami trauma atau tekanan berlebihan, termasuk akibat kebiasaan membunyikan persendian leher.

Bordoloi menegaskan bahwa meskipun kasus seperti ini tergolong jarang, dampaknya dapat mengancam keselamatan jiwa sehingga masyarakat tidak disarankan memaksakan gerakan yang menghasilkan bunyi pada persendian leher.

“Di dalam leher ada arteri karotis dan arteri vertebralis yang menyalurkan darah ke otak. Gerakan memutar leher secara tiba-tiba dan kuat bisa menyebabkan diseksi arteri serviks, robekan pada lapisan dalam arteri,” jelas Priyam Bordoloi.

Ia juga mengingatkan agar keluhan pegal pada leher ditangani dengan cara yang lebih aman. Peregangan ringan, kompres hangat, atau berkonsultasi dengan fisioterapis menjadi pilihan yang lebih dianjurkan dibandingkan memaksakan gerakan yang berisiko mencederai pembuluh darah.

Sumber : https://mcinews.id/2026/07/27/kebiasaan-kretek-leher-ternyata-bisa-picu-stroke-ini-penjelasan-dokter/

Jangan Abaikan! Ini Tanda Tubuh Terlalu Sering Terpapar Polusi Udara

Jangan Abaikan! Ini Tanda Tubuh Terlalu Sering Terpapar Polusi Udara

Jakarta, MCI News – Polusi udara masih menjadi ancaman serius bagi kesehatan masyarakat di berbagai kota besar di Indonesia, Minggu (26/07/2026). Emisi kendaraan bermotor, aktivitas industri, hingga partikel halus di udara dapat memicu berbagai gangguan kesehatan apabila seseorang terpapar dalam waktu lama dan berulang.

Berdasarkan informasi yang dimuat LiveScience, dampak polusi udara tidak hanya dirasakan pada lingkungan, tetapi juga memengaruhi kondisi tubuh, mulai dari keluhan ringan hingga penyakit kronis. Associate Specialist di bidang penilaian paparan polusi udara dan epidemiologi di University of California Irvine (UC Irvine), Shahir Masri, menjelaskan bahwa kualitas udara yang buruk dapat menimbulkan berbagai gangguan kesehatan.

“Gejala akibat kualitas udara dalam ruangan yang buruk dapat berkisar dari yang ringan, seperti sakit kepala dan kelelahan, hingga yang berat, termasuk asma, kanker paru-paru, serta penurunan harapan hidup secara keseluruhan,” terang Associate Specialist di bidang penilaian paparan polusi udara dan epidemiologi di UC Irvine, Shahir Masri.

Salah satu tanda yang paling sering muncul adalah iritasi saluran pernapasan berupa batuk, bersin, sesak napas, hidung tersumbat, tenggorokan gatal, hingga mata berair. Pendiri Haze Environmental asal Inggris, Chloe Fellows, mengatakan tubuh secara alami akan mempersempit saluran napas dan meningkatkan produksi lendir sebagai respons terhadap polutan.

“Efek dari paparan langsung terhadap kualitas udara yang buruk mirip dengan efek dari pilek dan penyakit virus lainnya, dan beberapa mungkin muncul segera setelah satu kali paparan, sementara yang lain merupakan akibat dari paparan berulang terhadap polutan,” jelasnya.

Selain gangguan pernapasan, paparan polusi udara juga dapat menyebabkan sakit kepala, pusing, dan tubuh cepat lelah karena sistem pernapasan harus bekerja lebih keras memasok oksigen. Peneliti Indoor Air Innovation & Research Institute, John McKeon, menyebut paparan karbon monoksida maupun tingginya karbon dioksida di ruangan dengan ventilasi buruk dapat memicu keluhan tersebut.

Polusi udara juga dapat memperparah asma dan alergi. Dokter spesialis anak di Children’s Allergy Clinic Inggris, José Costa, menyatakan tingginya konsentrasi alergen di udara berpotensi memperburuk gejala alergi hingga berkembang menjadi asma alergi pada sebagian orang.

Tak hanya menyerang sistem pernapasan, polutan juga dapat merusak lapisan pelindung kulit (skin barrier), sehingga memicu kulit kering, gatal, kemerahan, hingga memperparah eksim atau dermatitis atopik. Karena itu, masyarakat disarankan menggunakan masker saat kualitas udara memburuk, membatasi aktivitas luar ruangan, serta menjaga kualitas udara di dalam rumah untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan.

Sumber : https://mcinews.id/2026/07/27/jangan-abaikan-ini-tanda-tubuh-terlalu-sering-terpapar-polusi-udara/

Kemenkes Percepat Pengembangan Bedah Robotik dan AI Kesehatan

Kemenkes Percepat Pengembangan Bedah Robotik dan AI Kesehatan

Jakarta, MCI News – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mempercepat pengembangan teknologi bedah robotik sebagai bagian dari transformasi layanan kesehatan nasional. Langkah tersebut diperkuat melalui pengadaan 40 unit robot bedah untuk rumah sakit pemerintah, pembangunan ekosistem kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI), peningkatan kompetensi dokter, serta transfer teknologi guna mendukung kemandirian industri alat kesehatan nasional. Program itu disampaikan di Jakarta, Senin (27/07/2026) seperti yang dikutip di websitekemkes.go.id.

Komitmen tersebut disampaikan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin saat menghadiri peringatan hampir 1.000 tindakan bedah robotik di Rumah Sakit Bunda Jakarta sekaligus peluncuran kolaborasi strategis antara Kementerian Kesehatan, Rumah Sakit Bunda, dan Institut Teknologi Bandung (ITB).

Menurut Budi Gunadi Sadikin, robotik menjadi salah satu dari tiga teknologi prioritas Kemenkes bersama AI dan bioteknologi dalam memperkuat pelayanan kesehatan berbasis inovasi.

“Robotik adalah tren global. Teknologi ini memberikan kualitas layanan yang lebih baik bagi pasien, operasi lebih presisi, nyeri lebih ringan, dan masa rawat lebih singkat. Tugas pemerintah adalah memastikan layanan ini semakin mudah diakses, berkualitas, dan biayanya semakin terjangkau,” kata Budi Gunadi Sadikin.

Ia menilai pemanfaatan teknologi bedah robotik di Indonesia masih tertinggal dibandingkan sejumlah negara di kawasan Asia Tenggara. Karena itu, pemerintah membentuk Komite Robotik Kementerian Kesehatan untuk menyusun arah pengembangan teknologi robotik, mulai dari standar pelayanan, kebutuhan teknologi, hingga strategi pembiayaan agar layanan semakin mudah diakses masyarakat.

Selain itu, Kemenkes juga mengevaluasi skema pembiayaan melalui BPJS Kesehatan agar tindakan bedah robotik dapat menjadi bagian dari sistem pembiayaan nasional.

Sebagai fondasi pengembangan teknologi tersebut, Kemenkes memperluas pelatihan bedah minimal invasif melalui program operasi laparoskopi bagi dokter bedah di 514 kabupaten dan kota.

“Kita ingin semakin banyak dokter Indonesia memiliki kompetensi bedah minimal invasif dan robotik. Jangan sampai kemampuan ini hanya dimiliki kelompok tertentu atau hanya tersedia di kota-kota besar,” ujar Budi Gunadi Sadikin.

Ia menjelaskan pengembangan bedah robotik juga diarahkan untuk mendukung sistem AI kesehatan nasional melalui integrasi data kependudukan, data klinis, data genomik, serta data tindakan bedah robotik.

“AI bukan menggantikan dokter, tetapi menjadi augmented intelligence yang membantu dokter mengambil keputusan berdasarkan pembelajaran dari ribuan hingga jutaan data klinis,” jelasnya.

Dalam pengadaan robot bedah, Kemenkes mewajibkan adanya transfer teknologi, terutama untuk produksi komponen habis pakai (consumables) di dalam negeri. Kebijakan tersebut diharapkan dapat menekan biaya tindakan sekaligus memperkuat industri alat kesehatan nasional.

Rektor ITB Prof. Tatacipta Dirgantara menyatakan kolaborasi antara akademisi dan tenaga medis menjadi faktor penting dalam menghasilkan inovasi kesehatan.

“Fasilitasi dari Kementerian Kesehatan sangat penting agar peneliti dan dokter dapat bekerja bersama mengembangkan teknologi kesehatan yang sesuai dengan kebutuhan Indonesia. Dengan kolaborasi ini, kami optimistis Indonesia mampu menghasilkan inovasi alat kesehatan yang berdaya saing global,” ujarnya.

Presiden Komisaris PT Bundamedik Tbk dr. Ivan Rizal Sini menegaskan Rumah Sakit Bunda siap mendukung pengembangan pusat pelatihan dan transfer pengetahuan kepada dokter dari berbagai daerah.

“Kami percaya pengalaman harus dibagikan. Semakin banyak dokter Indonesia yang menguasai bedah robotik, semakin besar manfaat yang dapat dirasakan masyarakat,” kata Ivan Rizal Sini.

Melalui kolaborasi pemerintah, perguruan tinggi, rumah sakit, dan industri, Kemenkes menargetkan Indonesia menjadi salah satu pusat pengembangan teknologi bedah robotik di kawasan sekaligus memperkuat kemandirian industri alat kesehatan nasional.

Sumber : https://mcinews.id/2026/07/28/kemenkes-percepat-pengembangan-bedah-robotik-dan-ai-kesehatan/

Tak Lagi Dikuasai Belanja Online, Transaksi Cashless Fisik Kini Capai 69 Persen

Tak Lagi Dikuasai Belanja Online, Transaksi Cashless Fisik Kini Capai 69 Persen

Tren pembayaran digital (cashless) di Indonesia kini tak lagi didominasi oleh transaksi belanja daring (online). Data terbaru dari platform pembayaran OVO menunjukkan pergeseran perilaku konsumen yang masif menuju transaksi fisik (offline) di toko, gerai, maupun warung konvensional.

Pada tahun 2021, sebanyak 68 persen transaksi OVO masih terjadi di platform online. Namun, angka tersebut berbalik drastis pada tahun 2025, di mana porsi transaksi offline mendominasi hingga 69 persen. Lonjakan paling signifikan terjadi pada kategori makanan dan minuman (Food & Beverage/F&B) yang meroket hingga 590 persen dalam kurun waktu 2021–2025.

Bahkan, per Mei 2026, transaksi QRIS OVO pada kategori F&B didominasi oleh transaksi bernominal kecil atau yang kerap disebut “jajan receh”. Rata-rata pengguna melakukan transaksi hampir delapan kali per bulan untuk membeli jajanan populer seperti pentol, nasi ayam, crepes, es krim, hingga kopi kekinian.

Tingginya frekuensi jajan ini menimbulkan tantangan baru bagi kesehatan finansial. Secara psikologis, kemudahan transaksi memindai kode (scan QRIS) menghilangkan efek pain of paying atau rasa berat akibat kehilangan uang secara fisik. Transaksi digital yang mulus (seamless) kerap membuat uang menjadi “tidak terlihat”, memicu pengguna berbelanja secara impulsif.

Menyikapi fenomena tersebut, Perencana Keuangan tersertifikasi sekaligus Founder Finansialku, Melvin Mumpuni, S.T., MBA., CFP®, QWP®, membagikan jurus “Atur, Aman, dan Awasi” agar masyarakat bisa tetap jajan cerdas tanpa membuat dompet kering.

“Masyarakat tetap bisa menikmati kemudahan pembayaran digital dan memanfaatkan promo, selama hal itu dilakukan dengan prinsip mindful spending atau belanja secara sadar,” jelas Melvin dalam diskusi OVOFinTalk, beberapa waktu lalu di Jakarta.

Trik Jitu: Atur, Aman, dan Awasi

Berikut adalah tiga langkah cerdas mengelola keuangan di era cashless menurut pakar finansial:

Atur (Pisahkan Bujet): Di era digital, transaksi kecil sering terasa ringan namun bisa menumpuk tanpa disadari. Pengguna wajib memisahkan alokasi uang untuk kebutuhan pokok dan uang jajan. Terapkan batasan isi ulang (limit top up) mingguan di dompet digital (e-wallet) agar pengeluaran non-esensial lebih terukur.

Aman (Waspada Promo dan Penipuan): Selain menjaga kerahasiaan PIN dan OTP dari modus penipuan, pengguna juga harus mengamankan diri dari jebakan impulsif. Promo dan cashback harus dimanfaatkan untuk pembelian yang memang telah direncanakan, bukan sebagai dalih untuk menambah pengeluaran yang tidak perlu.

Awasi (Cek Riwayat dan Menabung): Evaluasi pola pengeluaran secara berkala dengan mengecek daftar riwayat transaksi. Kebiasaan ini membantu pengguna menyadari kategori jajanan mana yang paling menguras kantong.

Sejalan dengan pilar pengawasan dan menabung, Head of Strategy, Integrated Marketing Communication, Transport, OVO & Bank, Asep Haekal, menjelaskan bahwa ekosistem dompet digital kini tidak hanya berfungsi sebagai alat bayar, tetapi juga instrumen tabungan.

Hadirnya fitur OVO Nabung by Superbank memungkinkan pengguna menggunakan saldo untuk transaksi harian sekaligus mendapatkan manfaat bunga tabungan hingga 5 persen per tahun. Layanan yang mengintegrasikan kemudahan e-wallet dan bank digital ini tercatat telah menjaring lebih dari 2,3 juta pengguna hingga Juni 2026.

“Dengan memanfaatkan riwayat transaksi dan fitur menabung digital, dompet digital dapat membantu pengguna membangun kebiasaan finansial yang lebih sehat,” pungkas Asep Haekal.

Sumber : http://inilah.com/tak-lagi-dikuasai-belanja-online-transaksi-cashless-fisik-kini-capai-69-persen

Aplikasi Gojek Eror Massal, Bagaimana Kondisi Saldo GoPay Anda?

Aplikasi Gojek Eror Massal, Bagaimana Kondisi Saldo GoPay Anda?

GoTo memastikan layanan GoPay dan Gojek telah kembali beroperasi normal setelah sempat mengalami gangguan teknis pada Selasa (28/7/2026). Sebelumnya, kendala tersebut membuat sejumlah pengguna tidak bisa bertransaksi menggunakan saldo GoPay maupun memesan layanan melalui aplikasi Gojek.

Head of Corporate Affairs GoPay Audrey Petriny mengatakan seluruh layanan kini telah dipulihkan. Meski demikian, perusahaan masih terus melakukan pemantauan untuk memastikan sistem berjalan dengan stabil.

“Kami memastikan seluruh saldo dan data pengguna tetap aman. Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pelanggan,” kata Audrey dalam keterangannya, Selasa (28/7/2026).

Ia juga mengingatkan pengguna agar tetap waspada terhadap berbagai modus penipuan yang memanfaatkan situasi tersebut. Menurut Audrey, GoPay tidak pernah meminta pelanggan membagikan kode OTP, PIN, maupun data pribadi dalam kondisi apa pun.

Pengguna yang membutuhkan bantuan juga diminta menghubungi kanal resmi layanan pelanggan GoPay, termasuk melalui email customerservice@gopay.co.id.

Pembayaran GoPay di Gojek Kembali Berfungsi

Berdasarkan pantauan inilah.com, layanan di aplikasi Gojek telah kembali normal. Opsi pembayaran yang sebelumnya hanya menampilkan metode tunai kini kembali menyediakan berbagai pilihan pembayaran digital, termasuk GoPayLinkAja, dan metode pembayaran lainnya.

Pemulihan ini memungkinkan pengguna kembali menggunakan saldo GoPay untuk memesan layanan seperti GoRide, GoCar, GoFood, maupun layanan lainnya yang tersedia di aplikasi Gojek.

Gangguan Sempat Dikeluhkan Warganet

Sebelumnya, media sosial X dipenuhi keluhan pengguna yang mengaku tidak dapat menggunakan saldo GoPay untuk bertransaksi maupun melakukan isi ulang saldo.

Beberapa pengguna melaporkan saldo hasil top up belum masuk meski dana telah terpotong dari rekening atau mobile banking. Ada pula yang mengaku tidak dapat memilih metode pembayaran GoPay saat memesan layanan Gojek sehingga hanya tersedia opsi pembayaran tunai.

Sejumlah pelanggan juga mempertanyakan apakah sistem GoPay dan Gojek sedang mengalami gangguan atau menjalani pemeliharaan (maintenance). Mereka berharap perusahaan memberikan pemberitahuan lebih awal apabila memang dilakukan perawatan sistem agar tidak mengganggu aktivitas pengguna, terutama pada jam-jam sibuk.

Gangguan tersebut juga membuat sebagian pengguna gagal menyelesaikan transaksi, termasuk pemesanan makanan melalui layanan GoFood karena muncul notifikasi adanya kendala pada metode pembayaran.

Meski sempat memicu keluhan di media sosial, GoTo memastikan seluruh layanan kini telah kembali beroperasi normal. Perusahaan juga menegaskan saldo maupun data pengguna tetap aman selama terjadi gangguan teknis.

Sumber : https://www.inilah.com/aplikasi-gojek-eror-massal-bagaimana-kondisi-saldo-gopay-anda

12 Kebiasaan malam hari yang membantu tidur lebih berkualitas

12 Kebiasaan malam hari yang membantu tidur lebih berkualitas

Jakarta (ANTARA) – Tidur yang berkualitas menjadi salah satu kunci untuk menjaga kesehatan fisik maupun mental. Sayangnya, masih banyak orang yang sulit tidur nyenyak meski tubuh sudah terasa lelah. Penyebabnya bisa beragam, mulai dari kebiasaan menggunakan ponsel sebelum tidur hingga jadwal istirahat yang tidak teratur.

Padahal, kualitas tidur tidak hanya ditentukan oleh berapa lama seseorang tidur, tetapi juga bagaimana tubuh dipersiapkan menjelang waktu istirahat. Membangun rutinitas malam yang sehat dapat membantu tubuh lebih rileks sehingga proses tidur menjadi lebih cepat dan nyenyak.

Berikut beberapa kebiasaan malam hari yang dapat membantu meningkatkan kualitas tidur.

1. Tidur dan bangun pada jam yang sama

Menjaga jadwal tidur yang konsisten merupakan salah satu cara terbaik untuk mengatur ritme sirkadian atau jam biologis tubuh. Cobalah tidur dan bangun pada waktu yang sama setiap hari, termasuk saat akhir pekan.

Kebiasaan ini membantu tubuh mengenali kapan waktunya beristirahat dan kapan harus kembali aktif sehingga Anda lebih mudah mengantuk pada malam hari.

2. Kurangi penggunaan gawai sebelum tidur

Paparan cahaya biru dari layar ponsel, tablet, maupun laptop dapat menghambat produksi hormon melatonin, yaitu hormon yang membantu tubuh merasa mengantuk.

Sebaiknya hentikan penggunaan perangkat elektronik sekitar 30 hingga 60 menit sebelum tidur. Sebagai gantinya, Anda bisa membaca buku, mendengarkan musik yang menenangkan, atau melakukan aktivitas santai lainnya.

3. Hindari konsumsi kafein pada malam hari

Kafein yang terdapat dalam kopi, teh, minuman berenergi, maupun cokelat dapat bertahan di dalam tubuh selama beberapa jam.

Apabila dikonsumsi terlalu dekat dengan waktu tidur, kafein dapat membuat seseorang lebih sulit mengantuk atau sering terbangun di malam hari. Karena itu, sebaiknya batasi konsumsi minuman berkafein pada sore hingga malam hari.

4. Batasi makan dalam porsi besar sebelum tidur

Makan terlalu banyak menjelang tidur dapat membuat sistem pencernaan tetap bekerja sehingga tubuh menjadi kurang nyaman saat beristirahat.

Jika merasa lapar pada malam hari, pilih camilan ringan yang sehat, seperti buah, yogurt, atau segenggam kacang-kacangan.

5. Ciptakan suasana kamar yang nyaman

Lingkungan tidur yang nyaman berperan penting dalam meningkatkan kualitas istirahat. Pastikan kamar memiliki suhu yang sejuk, pencahayaan redup, dan suasana yang tenang.

Gunakan kasur dan bantal yang nyaman serta kurangi kebisingan agar tubuh lebih mudah memasuki fase tidur.

6. Lakukan relaksasi sebelum tidur

Aktivitas sederhana seperti latihan pernapasan, meditasi, atau peregangan ringan dapat membantu tubuh melepaskan ketegangan setelah seharian beraktivitas.

Relaksasi juga membantu menurunkan tingkat stres sehingga pikiran menjadi lebih tenang ketika hendak tidur.

7. Hindari pekerjaan yang memicu stres

Membalas email kantor, menyelesaikan pekerjaan, atau berdiskusi mengenai hal-hal yang memicu emosi sesaat sebelum tidur dapat membuat otak tetap aktif.

Sebaiknya gunakan satu jam terakhir sebelum tidur sebagai waktu untuk bersantai agar tubuh memiliki kesempatan beralih dari mode bekerja ke mode istirahat.

8. Kurangi paparan cahaya terang

Selain layar gawai, cahaya lampu yang terlalu terang juga dapat menghambat produksi melatonin.

Menjelang tidur, gunakan pencahayaan yang lebih redup agar tubuh menerima sinyal bahwa waktu istirahat sudah semakin dekat.

9. Mandi air hangat

Mandi menggunakan air hangat sekitar satu hingga dua jam sebelum tidur dapat membantu tubuh menjadi lebih rileks.

Saat suhu tubuh mulai kembali turun setelah mandi, otak menerima sinyal bahwa tubuh siap memasuki waktu tidur sehingga rasa kantuk muncul secara alami.

10. Tuliskan hal yang dipikirkan

Banyak orang sulit tidur karena pikirannya terus aktif memikirkan pekerjaan atau berbagai rencana.

Menulis daftar tugas untuk keesokan hari atau mencatat hal-hal yang sedang dipikirkan dapat membantu “mengosongkan” pikiran sehingga Anda lebih mudah merasa tenang saat berbaring.

11. Hindari konsumsi alkohol dan rokok menjelang tidur

Sebagian orang menganggap alkohol dapat membantu tidur lebih cepat. Padahal, alkohol justru dapat mengganggu siklus tidur sehingga kualitas istirahat menjadi kurang optimal.

Begitu pula dengan nikotin pada rokok yang bersifat stimulan dan dapat membuat seseorang lebih sulit tidur.

12. Lakukan aktivitas yang menenangkan

Mendengarkan musik dengan tempo lambat, membaca buku, berdoa, atau melakukan hobi ringan dapat menjadi penutup hari yang baik sebelum tidur.

Aktivitas tersebut membantu tubuh dan pikiran menjadi lebih rileks sehingga proses tidur berlangsung lebih alami.

Membangun kebiasaan malam yang sehat memang membutuhkan waktu. Namun, jika dilakukan secara konsisten, rutinitas tersebut dapat membantu meningkatkan kualitas tidur sekaligus membuat tubuh terasa lebih segar saat bangun keesokan harinya.

Tidur yang berkualitas bukan hanya membuat tubuh lebih bugar, tetapi juga berperan penting dalam menjaga konsentrasi, suasana hati, daya tahan tubuh, serta produktivitas sepanjang hari.

Sumber : https://www.antaranews.com/berita/5670461/12-kebiasaan-malam-hari-yang-membantu-tidur-lebih-berkualitas