Radang Usus Buntu: Kenali Gejala dan Risiko Komplikasinya

Radang Usus Buntu: Kenali Gejala dan Risiko Komplikasinya

Jakarta, MCI News – Radang usus buntu atau apendisitis perlu mendapat perhatian karena dapat berkembang menjadi kondisi serius jika tidak segera ditangani. Informasi mengenai penyakit ini kembali menjadi perhatian publik setelah seorang selebgram, Fahira Almira, mengungkap diagnosis yang dialaminya dan memilih menjalani pengobatan di Penang, Malaysia, sebagaimana diberitakan pada Kamis (20/08/2026) Melansir dari Mayo Clinic.

Guru Besar Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI-RSCM Profesor Ari Fahrial Syah menjelaskan, apendisitis merupakan peradangan pada apendiks atau bagian kecil yang menempel pada usus besar. Kondisi tersebut dapat muncul secara akut dan membutuhkan penanganan medis sesuai tingkat keparahannya.

Gejala yang paling umum pada apendisitis akut berupa nyeri pada bagian kanan bawah perut. Rasa sakit biasanya dapat mengganggu aktivitas dan semakin terasa ketika peradangan berkembang.

“Jadi itu radang usus buntu bisa pasien datang dalam keadaan akut. Akut itu biasanya ditandai dengan nyeri tertekan di perut kanan bawah, dan bahkan pada pasien yang khas itu, dia merasakan nyeri yang luar biasa,” ujar Prof. Ari, Rabu.

Selain nyeri, penderita dapat mengalami sejumlah gejala lain. Keluhan tersebut antara lain demam, tubuh terasa lelah, perut membengkak atau kembung, mual dan muntah, diare, sembelit, hingga kesulitan mengeluarkan gas.

Pada sebagian kasus, rasa sakit awalnya muncul di sekitar pusar kemudian berpindah menuju bagian kanan bawah perut. Intensitas nyeri dapat meningkat seiring bertambahnya peradangan sehingga pasien perlu memperhatikan perubahan gejala dan segera mencari pertolongan medis ketika keluhan memburuk.

Penanganan yang terlambat dapat meningkatkan risiko komplikasi. Salah satu kondisi yang perlu diwaspadai adalah pecahnya apendiks atau ruptur usus buntu.

Ketika apendiks pecah, infeksi dapat menyebar ke rongga perut dan menimbulkan kondisi yang mengancam keselamatan pasien. Dokter dapat melakukan tindakan operasi untuk mengangkat apendiks sekaligus menangani infeksi yang telah menyebar.

Komplikasi lain dapat berupa terbentuknya abses atau kantung berisi nanah di dalam rongga perut. Pada kondisi tertentu, tenaga medis dapat melakukan pengeringan abses terlebih dahulu sebelum menentukan tindakan lanjutan, termasuk operasi pengangkatan apendiks.

Karena itu, masyarakat perlu mengenali perubahan gejala pada bagian perut, terutama ketika nyeri muncul dan berpindah ke sisi kanan bawah. Pemeriksaan medis menjadi langkah penting untuk memastikan penyebab keluhan karena gejala sakit perut dapat muncul akibat berbagai kondisi kesehatan.

Kasus yang dialami Fahira Almira juga menunjukkan bahwa keputusan mengenai tempat dan metode pengobatan merupakan bagian dari penanganan medis yang perlu disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien. Publik tetap perlu mengacu pada pemeriksaan dokter dan sumber kesehatan yang kredibel ketika menghadapi gejala yang mengarah pada apendisitis.

Radang usus buntu tidak selalu menunjukkan gejala yang sama pada setiap orang. Oleh sebab itu, munculnya nyeri perut yang semakin berat, terutama jika disertai demam, mual, muntah, atau gangguan pencernaan, perlu mendapat perhatian dan evaluasi

Sumber : https://mcinews.id/2026/08/24/radang-usus-buntu-kenali-gejala-dan-risiko-komplikasinya/