Spesies Monyet Baru Ditemukan di Kongo, Bibir Berwarna Oranye

Spesies Monyet Baru Ditemukan di Kongo, Bibir Berwarna Oranye

Jakarta, CNN Indonesia — Para peneliti berhasil menemukan spesies monyet baru di hutan hujan Republik Demokratik Kongo. Spesies monyet ini belum pernah teridentifikasi sebelumnya.

Dalam jurnal berjudul ‘Likweli: A remarkable new species of Colobus monkey from the Lomami National Park, Democratic Republic of Congo’ yang terbit di jurnal PLOS, satwa misterius ini dinamai monyet ‘Likeweli’ oleh warga setempat. Monyet ini merupakan spesies monyet Afrika baru kelima yang berhasil ditemukan dalam 75 tahun terakhir.

Ciri fisik monyet ini terbilang cukup unik, yakni berbulu hitam jabrik, berkulit oranye krem di sekitar mulutnya, dan bercak putih di area pinggul. Bobotnya sekitar 7 kilogram, panjang tubuhnya dari hidung hingga ujung ekor mencapai sekitar 1,2 meter.

Melansir Smithsonian Magazine, petunjuk keberadaan spesies ini pertama kali didapat pada tahun 2008, ketika tim peneliti lapangan mengabadikan penampakan seekor monyet tak biasa saat ekspedisi di sepanjang Sungai Lomami.

Foto pertama tersebut belum begitu jelas karena hanya menangkap sebagian tubuh sangat monyet. Kendati begitu, para ilmuwan meyakini bahwa satwa yang mereka lihat adalah spesies yang sangat khusus. Setelah momen itu, jejak monyet Likweli sempat menghilang hingga November 2018.

Saat itu, Jean Pierre Kapale, peneliti lapangan dari Lukuru Wildlife Research Foundation yang juga salah satu penulis penelitian ini, berhasil memotretnya kembali. Selama 10 bulan berikutnya, Kapale dan timnya menggelar patroli pemantauan khusus hingga berhasil mencatat tujuh kali penampakan tambahan.

Karakteristik unik

Monyet-monyet ini secara umum hidup dalam kelompok kecil yang terdiri dari sekitar enam ekor di kanopi hutan yang lebat. Sifat mereka sangat tenang dan waspada.

“Saat kami berpapasan dengan kelompok ini, mereka tidak langsung kabur seperti jenis primata lainnya. Mereka justru memanjat lebih tinggi ke kanopi hutan dan sekadar mengamati kami. Kerap kali rasanya seperti kami dan mereka sedang saling mempelajari satu sama lain,” kata para peneliti.

Selain mengamati perilakunya di alam liar, para ilmuwan menganalisis sampel kulit, rangka, dan jaringan tubuh dari tiga ekor monyet yang telah mati akibat sitaan dari pemburu liar. Perbandingan anatomi, termasuk struktur tengkorak dan corak bulu dengan spesies monyet Afrika lainnya di koleksi museum, makin mempertegas keunikan spesies baru ini.

Hasil uji DNA menunjukkan bahwa monyet Likweli secara genetik berbeda dari primata lainnya. Kerabat terdekat mereka adalah kolobus hitam yang habitatnya berjarak lebih dari 1.100 kilometer di wilayah Afrika barat-tengah. Kedua spesies ini diperkirakan terpisah dari nenek moyang yang sama sekitar lima juta tahun lalu.

Monyet Likweli tergolong dalam genus Colobus, kelompok monyet di Afrika Barat dan Tengah yang hanya memiliki empat jari di setiap tangannya. Nama spesiesnya, congoensis, diberikan sebagai bentuk penghormatan terhadap kawasan Cekungan Kongo atas kekayaan hayatinya.

Ancaman kepunahan

Para peneliti juga mewawancarai warga di 52 desa yang berbatasan dengan wilayah jelajah spesies tersebut. Menariknya, warga dari delapan desa saja yang mengenali monyet Likweli.

Padahal, masyarakat setempat sangat paham mengenai jenis-jenis primata lokal. Hal ini semakin membuktikan betapa langka dan tersembunyinya spesies ini. Monyet Likweli diperkirakan hanya mendiami wilayah yang sangat sempit, yakni seluas sekitar 1.700 kilometer persegi di bagian tengah negara tersebut.

Atas alasan ini, para peneliti mengusulkan agar monyet Likweli dimasukkan ke dalam daftar spesies terancam punah oleh IUCN (International Union for Conservation of Nature). Statusnya yang endemik di wilayah terbatas membuat potensi kepunahannya sangat tinggi.

Sebagian besar populasi monyet ini hidup di dalam kawasan Taman Nasional Lomami, sebuah area perlindungan seluas 8.800 kilometer persegi yang dibentuk setelah penemuan monyet Lesula pada tahun 2012.

Meski perburuan dilarang keras di dalam kawasan taman nasional, para konservasionis tetap mengkhawatirkan kawasan penyangga di sekitarnya, di mana alih fungsi lahan dan aktivitas perburuan liar dapat mengancam kelangsungan hidup mereka.

Meski para peneliti telah mencatat 114 pengamatan lapangan antara tahun 2018 hingga 2022, masih banyak hal mengenai perilaku, pola makan, dan gaya hidup satwa ini yang belum terkuak.

Diharapkan, penelitian lebih lanjut, khususnya dari segi pemetaan genomik, dapat menguraikan lebih dalam mengenai sejarah evolusi dan peranan penting spesies purba ini bagi ekosistem primata di Afrika.

Sumber : https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20260721180520-199-1383324/spesies-monyet-baru-ditemukan-di-kongo-bibir-berwarna-oranye

Intel dan AMD Meneken Kesepakatan Jangka Panjang CPU Server dengan Klien China

Intel dan AMD Meneken Kesepakatan Jangka Panjang CPU Server dengan Klien China

KONTAN.CO.ID – BEIJING. Raksasa pembuat chip AS, Intel dan Advanced Micro Devices, menandatangani komitmen pembelian jangka panjang dengan pelanggan server China untuk prosesor pusat data seiring melonjaknya harga, menurut dua orang yang mengetahui pembicaraan tersebut.

Mengutip Reuters, Kamis (23/7/2026), langkah ini menyoroti konsekuensi yang lebih luas dari booming AI: permintaan telah meluas melampaui akselerator AI ke memori, peralatan jaringan, dan prosesor server, memberikan pemasok daya tawar yang lebih besar untuk mencari kesepakatan pembelian jangka panjang.

Pusat data AI tidak hanya membutuhkan prosesor grafis (GPU) ala Nvidia, tetapi juga sejumlah besar unit pemrosesan pusat (CPU) untuk mendukung server, penyimpanan, jaringan, dan beban kerja inferensi.

Perjanjian yang sedang dibahas biasanya mengunci volume pembelian tetapi bukan harga, kata sumber tersebut.

Sebagian besar mencakup pasokan sekitar satu tahun, meskipun Intel dan AMD telah membahas komitmen dua tahun atau lebih dari beberapa pelanggan, kata salah satu sumber.

Pergeseran ini mencerminkan tren di pasar chip memori, di mana kekurangan yang didorong oleh AI telah mendorong pembeli menuju komitmen pasokan jangka panjang.

Intel dan AMD tidak menanggapi permintaan komentar.

Pembicaraan tersebut menandai pergeseran untuk CPU server, yang lebih mudah diperoleh daripada akselerator AI atau chip memori.

Pasokan CPU yang lebih ketat dapat meningkatkan biaya dan memperlambat penerapan bagi penyedia layanan cloud dan perusahaan internet Tiongkok yang memperluas layanan AI.

Harga CPU server masih terus naik di China, dengan kenaikan bulanan mencapai lebih dari 10% untuk beberapa produk, kata salah satu sumber.

Harga beberapa produk CPU telah naik lebih dari 40% di China sejak awal tahun, tambah sumber tersebut.

Reuters melaporkan awal tahun ini bahwa Intel dan AMD telah memberi tahu pelanggan China tentang waktu tunggu yang lama untuk CPU server, dengan waktu tunggu Intel mencapai hingga enam bulan untuk beberapa produk.

Kekurangan CPU kemungkinan akan menjadi salah satu topik utama yang dibahas pada hari Kamis ketika Intel melaporkan hasil kuartalannya.

CEO Lip-Bu Tan mengatakan kepada analis pada bulan April bahwa permintaan “terus melampaui pasokan,” terutama untuk CPU server Xeon.

Ia juga menyebutkan kesepakatan multi-tahun dengan Google sebagai salah satu dari beberapa kontrak jangka panjang yang ditandatangani Intel pada kuartal pertama.

AMD, yang akan melaporkan hasilnya pada awal Agustus, telah menaikkan perkiraan pasar CPU servernya menjadi lebih dari US$ 120 miliar pada tahun 2030, dengan alasan permintaan yang kuat terkait dengan beban kerja AI yang dinamis.

China adalah salah satu pasar server terbesar di dunia, didorong oleh pembangunan rak pusat data yang cepat, klaster komputasi AI, dan infrastruktur komputasi nasional.

Pembangunan infrastruktur tersebut telah meningkatkan persaingan untuk prosesor Intel dan AMD, bahkan ketika pembeli Tiongkok menghadapi pembatasan terpisah dari AS terkait akses ke GPU AI tercanggih.

Server : https://internasional.kontan.co.id/news/intel-dan-amd-meneken-kesepakatan-jangka-panjang-cpu-server-dengan-klien-china

XLSMART Bidik Percepatan Pemerataan Layanan 4G dan 5G Setelah Kantongi Spektrum Baru

XLSMART Bidik Percepatan Pemerataan Layanan 4G dan 5G Setelah Kantongi Spektrum Baru

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (XLSMART) akan memanfaatkan tambahan spektrum frekuensi 700 megahertz (MHz) dan 2,6 gigahertz (GHz), untuk mempercepat pemerataan layanan 4G dan 5G di Indonesia. Tambahan spektrum tersebut dinilai menjadi fondasi penting bagi perusahaan, untuk memperluas jangkauan layanan sekaligus meningkatkan kualitas jaringan.

Presiden Direktur & CEO XLSMART, Rajeev Sethi mengatakan, tambahan spektrum yang diperoleh melalui seleksi pengguna pita frekuensi radio 700 MHz dan 2,6 GHz menjadi amanah bagi perusahaan untuk menghadirkan konektivitas digital yang semakin luas dan berkualitas.

“Kepercayaan ini merupakan amanah besar bagi XLSMART. Alokasi spektrum baru akan kami manfaatkan untuk menghadirkan jaringan yang semakin luas, andal, dan berkualitas sehingga masyarakat, pelaku usaha, sekolah, hingga layanan publik di seluruh Indonesia dapat menikmati pengalaman digital yang semakin baik,” ujar Rajeev dalam keterangan resmi, Rabu (22/7/2026).

Menurut perusahaan, pita frekuensi 700 MHz akan dimanfaatkan untuk memperluas cakupan layanan, terutama di wilayah pedesaan, daerah terpencil, dan kawasan yang selama ini belum terlayani secara optimal. Karakteristik frekuensi rendah tersebut memungkinkan jangkauan sinyal yang lebih luas dan penetrasi yang lebih baik.

Sementara itu, spektrum 2,6 GHz akan difokuskan untuk meningkatkan kapasitas jaringan di wilayah dengan trafik data tinggi. Tambahan kapasitas tersebut juga akan mendukung percepatan pengembangan layanan 5G seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan digital.

XLSMART menyatakan akan segera memulai tahapan implementasi dengan fokus pada perluasan cakupan layanan, peningkatan kapasitas jaringan, serta percepatan pengembangan 5G di berbagai wilayah Indonesia. Perusahaan juga berkomitmen memenuhi seluruh kewajiban pembangunan sesuai ketentuan yang ditetapkan pemerintah.

Sumber : https://industri.kontan.co.id/news/xlsmart-bidik-percepatan-pemerataan-layanan-4g-dan-5g-setelah-kantongi-spektrum-baru

AI Makin Canggih, tapi 4 Skill Manusia Ini Tak akan Bisa Ditiru Robot

AI Makin Canggih, tapi 4 Skill Manusia Ini Tak akan Bisa Ditiru Robot

Jakarta, CNN Indonesia — Perkembangan kecerdasan buatan (AI) yang kian cepat membuat banyak orang khawatir bahwa mesin bakal segera menggantikan pekerjaan mereka. Namun demikian, ternyata ada keahlian atau skill manusia yang tak akan bisa dimiliki AI. Apa itu?

Marco Iansiti, profesor Harvard Business School, mengatakan bahwa mesin belum mampu menirukan seluruh keahlian yang dimiliki oleh manusia.

“Kami tidak menganggap AI sebagai sesuatu yang melampaui atau membandingi kecerdasan manusia. Kami memandang AI sekadar sebagai aktivitas komputer untuk menjalankan tugas atau proses sederhana yang dulunya dikerjakan oleh manusia,” kata Marco, melansir laman resmi Harvard Business School, Selasa (21/7).

Menurutnya ada beberapa skill krusial yang tetap menjadi ciri khas manusia dan sulit dilakukan AI secara efektif. Mengembangkan kemampuan-kemampuan ini dapat membantu membangun ketahanan karier serta memperkuat nilai jual di lingkungan kerja berbasis AI.

Harvard Business School, dalam laman tersebut, menjelaskan bahwa keahlian manusia adalah kemampuan yang bertumpu pada sifat-sifat khas manusia yang belum dapat ditiru atau dijalankan dengan baik oleh AI maupun teknologi digital lainnya.

4 skill manusia yang tak bisa dimiliki AI

Walau AI mampu menyelesaikan berbagai tugas lebih cepat dan dalam skala yang lebih besar, teknologi ini sering kali kewalahan saat dihadapkan pada situasi yang membutuhkan pertimbangan, koneksi emosional, dan penafsiran khas manusia. Berikut adalah daftar skill manusia yang tak bisa digantikan oleh AI:

Kecerdasan emosional

Generatif AI memang dapat membuat teks, gambar, video, hingga suara yang terdengar sangat mirip manusia. Namun, AI tidak memiliki kecerdasan emosional (emotional intelligence), kemampuan untuk merasakan empati, membangun rasa percaya, dan menjalin hubungan yang tulus.

Manusia tetap jauh lebih unggul dalam peran-peran yang membutuhkan kemampuan untuk:

  • Membangun dan menjaga rasa percaya dari pelanggan, karyawan, serta pemangku kepentingan.
  • Mengelola dan menyelesaikan konflik antarindividu.
  • Memahami motivasi yang kompleks atau saling bertolak belakang di balik perilaku seseorang.

Meski kecerdasan emosional tidak dimiliki secara alami oleh semua orang, kemampuan ini dapat diasah secara sadar melalui kesadaran diri, empati, dan refleksi.

Mendengar dan memahami makna

Chatbot AI kemungkinan terlihat menyimak dan merespons dengan bijak, tapi mereka tidak benar-benar memahami makna. Model bahasa besar (LLM) yang menopang AI generatif menghasilkan jawaban berdasarkan pengenalan pola dan prediksi kata berikutnya, bukan dari pemahaman makna secara mendalam.

Keterbatasan ini terlihat jelas pada situasi yang bergantung pada nuansa, konteks, atau isyarat non-verbal, seperti keraguan, nada suara, dan gestur tubuh.

Pekerjaan di bidang-bidang seperti sales, customer services, dan sumber daya manusia, memahami hal-hal yang tidak terucap kerap kali sama pentingnya dengan mendengarkan kata-kata yang disampaikan.

Keberanian mengambil keputusan di tengah ketidakpastian

Teknologi AI bekerja maksimal ketika masalah memiliki batasan yang jelas serta jawaban pasti benar atau salah. Sebaliknya, AI akan kesulitan ketika data tidak lengkap atau tidak terstruktur. Kondisi ini membutuhkan pertimbangan manusia untuk mengisi kekosongan tersebut.

Contohnya, perusahaan bioteknologi Healx memanfaatkan platform AI mereka untuk memprediksi apakah obat yang sudah ada bisa digunakan untuk mengobati penyakit lain. Akan tetapi, para ahli di perusahaan tersebut tetap meninjau ulang hasil analisis AI untuk mengambil keputusan akhir.

Pada akhirnya, mengambil keputusan yang tepat di tengah ketidakpastian membutuhkan pemikiran kritis, kemampuan menimbang risiko dan konsekuensi, serta penerapan konteks ketika data saja tidak cukup untuk mengambil kesimpulan

Kreativitas manusia

AI boleh saja sanggup menghasilkan karya kreatif dengan kecepatan dan skala yang luar biasa. Namun, hasil ini murni berbasis pengenalan dan kombinasi ulang dari pola yang sudah ada, bukan gagasan yang benar-benar baru.

Kreativitas manusia melibatkan imajinasi, intuisi, serta keberanian untuk mempertanyakan asumsi dasar. Di dunia kerja, kreativitas inilah yang mendorong inovasi, adaptabilitas, dan pertumbuhan di berbagai industri maupun peran.

Kreativitas tidak terbatas pada seni atau penceritaan semata. Anda dapat mengasah kemampuan pemecahan masalah secara kreatif, seperti:

  • Berempati terhadap pemangku kepentingan
  • Merumuskan ulang masalah menjadi pertanyaan untuk membuka jalan bagi solusi baru
  • Mempertanyakan asumsi bawaan serta proses kerja yang sudah ada
  • Menyeimbangkan pola pikir eksploratif dengan pola pikir fokus.

Kenapa keahlian manusia sangat penting di era AI?

AI boleh jadi sangat unggul dalam mengenali pola dan bekerja paling optimal pada masalah yang memiliki seperangkat aturan jelas serta dukungan data berukuran besar. Namun, keahlian manusia menjadi jauh lebih krusial dalam skenario yang melibatkan:

  • Keterbatasan data untuk pelatihan
  • Interaksi langsung tatap muka
  • Komunikasi non-verbal
  • Pengambilan keputusan yang penuh nuansa dan pertimbangan mendalam

Konsep jagged frontier atau batas kemampuan AI yang tidak merata, membantu menjelaskan celah ini. Kerangka kerja tersebut menunjukkan bahwa AI bisa sangat unggul melebihi manusia dalam tugas-tugas tertentu, tapi di saat yang sama justru berkinerja buruk pada tugas lain yang sekilas terlihat mirip.

“Ada tugas-tugas lain yang berada di luar batas tersebut. Walau di permukaan tampak serupa, AI akan kesulitan menyelesaikannya. Sayangnya, kegagalan AI tidak selalu disadari oleh penggunanya,” kata Karim Lakhani, profesor Harvard Business School.

Menurut dia, AI akan bekerja paling efektif jika dipadukan dengan pengawasan manusia. Oleh karena itu, memahami kapan harus memakai AI dan kapan harus menahannya kini menjadi kemampuan kepemimpinan yang sangat krusial.

Sumber : https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20260721155900-192-1383241/ai-makin-canggih-tapi-4-skill-manusia-ini-tak-akan-bisa-ditiru-robot

Pengguna Instagram Sudah Bisa Jadi Affiliator, Begini Caranya

Pengguna Instagram Sudah Bisa Jadi Affiliator, Begini Caranya

Jakarta, CNBC Indonesia – Para pengguna Instagram sudah bisa menjadi affiliator dengan menaruh link produk dalam konten Reels. Kemampuan baru ini diumumkan langsung Head of Instagram Adam Mosseri.

“Sekarang, Anda bisa menggunakan tautan affiliate untuk menandai produk pada reels Anda dan mendapatkan komisis saat orang-orang berbelanja dari konten Anda,” kata Mosseri dalam salah satu unggahan dikutip Rabu (8/1/2026).

Dalam unggahan tersebut, Mosseri juga menyematkan cara menambahkan link untuk produk. Menu menambahkan link muncul sebelum konten diunggah.

Kreator tinggal mengklik ‘Add products’. Berikutnya masukkan link produk yang diinginkan.

Nantinya link produk itu akan muncul di bagian bawah konten, bersamaan dengan profil kreator. Saat link diklik, pengguna akan dibawa langsung ke situs produk yang dimaksud.

Mosseri tidak menjelaskan secara rinci kapan peluncuran fitu secara resmi. Dia hanya mengatakan fitur akan digulirkan dalam beberapa minggu ke depan.

“Rolling out over the coming weeks,” tulisnya.

Selain itu, tidak ada rincian syarat apa saja seseorang bisa menyematkan link produk dalam kontennya.

Kemampuan serupa sudah diluncurkan pada YouTube Shorts dan TikTok Shop. YouTube mensyaratkan jumlah 500 akun subscriber sementara salah satu syarat untuk akun pribadi yang bisa menggunakan fitur minimal 600 followers.

Sumber : https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260408151410-37-724983/pengguna-instagram-sudah-bisa-jadi-affiliator-begini-caranya

Tak Terima Dipecat, Karyawan Hapus Server Perusahaan Senilai Rp 16 M

Tak Terima Dipecat, Karyawan Hapus Server Perusahaan Senilai Rp 16 M

Jakarta, CNBC Indonesia – Seorang pemuda asal India nekat melakukan aksi kriminal dengan membobol sistem pengujian komputer dan menghapus 180 server virtual. Tindakan nekat ini dipicu oleh rasa sakit hati dan kekesalan karena dirinya dipecat oleh perusahaan tempatnya bekerja.
Akibat perbuatan tersebut, perusahaan mantan tempatnya bekerja mengalami kerugian yang tak main-main, yakni mencapai US$ 918.000 atau setara Rp 16,4 miliar.

Atas tindakan ilegalnya itu, pria bernama Kandula tersebut dijatuhi hukuman 2 tahun 8 bulan penjara. Mengutip CNA, Rabu (22/7/2026), pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap Kandula oleh perusahaan penyedia layanan informasi, komunikasi, dan teknologi bernama NCS dilakukan pada Oktober 2022 akibat kinerjanya yang dinilai buruk.

Ia resmi menyelesaikan hari terakhir kerjanya pada 16 November 2022. Berdasarkan dokumen pengadilan, Kandula mengaku bingung dan kesal atas pemecatan tersebut.

Ia merasa telah bekerja dengan baik dan memberikan kontribusi positif selama bergabung di NCS. Setelah diberhentikan, Kandula tidak lagi memiliki pekerjaan di Singapura dan terpaksa kembali ke kampung halamannya di India.

Sebelum dipecat, Kandula merupakan bagian dari tim beranggotakan 20 orang yang mengelola sistem komputer quality assurance (QA) di NCS sejak November 2021 hingga Oktober 2022. Sistem ini berfungsi untuk menguji perangkat lunak dan program baru sebelum resmi diluncurkan.

Pihak NCS mengonfirmasi bahwa sistem yang dirusak merupakan “sistem pengujian mandiri” yang terdiri dari sekitar 180 server virtual dan tidak menyimpan informasi sensitif di dalamnya.

Kronologi Pembobolan Server

Kendati telah kembali ke India, rasa sakit hati Kandula tak lantas padam. Menggunakan laptop pribadinya, ia menyusup ke dalam sistem NCS memanfaatkan kredensial login administrator secara ilegal sebanyak enam kali dalam rentang 6 Januari hingga 17 Januari 2023.

Pada Februari 2023, Kandula kembali ke Singapura untuk mencari pekerjaan baru dan menumpang di kamar milik mantan rekannya di NCS. Menggunakan jaringan Wi-Fi di tempat tersebut, ia kembali mengakses sistem NCS pada 23 Februari 2023.

Selama periode akses ilegal dalam dua bulan tersebut, Kandula menulis dan menguji beberapa skrip komputer di Google untuk memastikan apakah skrip tersebut dapat digunakan untuk menghapus server.

Puncaknya terjadi pada Maret 2023. Setelah mengakses sistem QA NCS sebanyak 13 kali, Kandula mengeksekusi skrip yang telah diprogram pada 18 dan 19 Maret untuk menghapus 180 server virtual secara berurutan satu per satu.

Keesokan harinya, tim IT NCS mendapati sistem tersebut tidak dapat diakses. Setelah berupaya melakukan troubleshooting tanpa hasil, mereka baru menyadari bahwa seluruh server telah hilang dihapus.

Kasus ini akhirnya dilaporkan ke pihak kepolisian pada 11 April 2023 usai penyelidikan internal menemukan beberapa alamat IP mencurigakan. Polisi kemudian menyita laptop milik Kandula dan menemukan bukti skrip yang digunakan untuk melakukan aksi penghapusan server tersebut.

Sumber : https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260722113640-37-752843/tak-terima-dipecat-karyawan-hapus-server-perusahaan-senilai-rp-16-m

China Ciptakan Baterai Nuklir yang Bisa Bertahan Ribuan Tahun

China Ciptakan Baterai Nuklir yang Bisa Bertahan Ribuan Tahun

BEIJING – Para ilmuwan di Tiongkok telah menciptakan tolok ukur baru dalam teknologi kedirgantaraan dan medis dengan pengembangan baterai nuklir kompak.

Didukung oleh isotop karbon-14, yang memiliki waktu paruh 5.730 tahun, baterai ini mampu menyediakan energi berkelanjutan selama ribuan tahun.

Teknologi yang disebut Qianjiyuan Tianshu ini dikembangkan melalui kolaborasi antara Universitas Normal Barat Laut dan Teknologi Zhulong Gansu.

Inovasi ini memiliki potensi besar untuk mengurangi ketergantungan perangkat penting pada metode pengisian daya konvensional.

Baterai berukuran 16,8 sentimeter kubik ini menggabungkan isotop karbon-14 dan material silikon karbida untuk menghasilkan listrik.

Sistem ini menyalurkan partikel beta dari peluruhan radioaktif karbon-14 dengan aktivitas 129 milicurie ke dalam semikonduktor silikon karbida.

Proses ini merangsang produksi elektron, yang menghasilkan arus hubung singkat sebesar 0,713 mikroampere (µA) dan tegangan rangkaian terbuka sebesar 2,06 V.

Model Qianjiyuan Tianshu adalah versi yang ditingkatkan dari prototipe sebelumnya, Zhulong-1, yang diperkenalkan pada November 2024.

Sebelumnya, baterai nuklir telah menjadi sumber daya utama untuk misi luar angkasa jarak jauh, termasuk wahana antariksa AS Voyager 1 dan Voyager 2.

China juga telah menggunakan teknologi serupa dalam misi eksplorasi bulannya.

Namun, ukuran yang lebih kecil dari baterai generasi baru ini membuka kemungkinan penggunaan komersial yang lebih luas.

Para peneliti kini menargetkan aplikasinya di bidang medis, khususnya implan seperti alat pacu jantung untuk menghindari kebutuhan operasi berkala untuk mengganti baterai.

Selain itu, teknologi ini memiliki potensi besar untuk operasi pemantauan jangka panjang di laut dalam, stasiun penelitian kutub, sistem pertahanan, dan aplikasi kedirgantaraan yang membutuhkan pasokan daya tanpa gangguan.

Sumber : https://tekno.sindonews.com/read/1727525/613/china-ciptakan-baterai-nuklir-yang-bisa-bertahan-ribuan-tahun-1783829257/7

Tren Rekrutmen IT Berbasis AI Kian Gencar, Dikshatek Perluas Kampanye dari Kereta hingga Bandara Jakarta

Tren Rekrutmen IT Berbasis AI Kian Gencar, Dikshatek Perluas Kampanye dari Kereta hingga Bandara Jakarta

KOMPAS.com – PT Dikshatek Indonesia membanjiri ruang publik Jakarta dengan kampanye visual, mulai dari kereta komuter hingga area kedatangan bandara internasional.

Kampanye tersebut memperkenalkan solusi percepatan rekrutmen IT berbasis teknologi kecerdasan buatan (AI) yang dikembangkan secara internal oleh Dikshatek.

Langkah tersebut bukan sekadar aktivitas promosi semata. Perusahaan konsultan teknologi informasi multinasional yang telah menerapkan AI dalam proses rekrutmen ini berupaya menjawab tantangan korporasi skala besar (huge Tier-1 businesses) dalam memperoleh talenta IT spesialis secara lebih cepat dan tepat.

Senior Digital Marketing PT Dikshatek Indonesia Rahma Andita Desi P mengatakan, perusahaan sengaja memilih kereta komuter dan bandara sebagai lokasi kampanye luar ruang (out-of-home/OOH). Pasalnya, kedua lokasi ini menjadi titik strategis untuk menjangkau target audiens.

Kereta komuter, lanjutnya, merupakan urat nadi mobilitas harian para profesional muda dan spesialis teknologi di Jakarta. Sementara, bandara adalah gerbang masuk para eksekutif, investor, dan pengambil keputusan bisnis business-to-business (B2B).

“Kami hadir di sepanjang rute perjalanan tersebut untuk menegaskan bahwa Dikshatek siap menjembatani kebutuhan kedua belah pihak secara instan,” ujar Rahma dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Senin (20/7/2026).

Jawab kebutuhan korporasi besar

Selama 25 tahun beroperasi di 25 pasar global, Dikshatek telah melayani berbagai perusahaan berskala internasional di sektor telekomunikasi, perbankan, manufaktur, dan industri lain.

Adapun teknologi AI yang dikembangkan secara internal oleh Dikshatek mampu mendukung kebutuhan korporasi dalam memperoleh talenta IT spesialis secara cepat dan sesuai kebutuhan. Pendekatan tersebut sejalan dengan komitmen perusahaan yang mengusung tagline “On Demand. On Budget”.

Kampanye di koridor transportasi utama Jakarta juga menjadi simbol komitmen jangka panjang Dikshatek untuk menghubungkan talenta digital Indonesia dengan berbagai proyek berskala enterprise.

Bagi perusahaan yang ingin mempercepat pengisian posisi IT, layanan konsultasi penyediaan “Dedicated IT Teams” dapat diakses melalui fitur “Talk to Sales” di situs resmi Dikshatek.

Sumber : https://biz.kompas.com/read/2026/07/20/135044428/tren-rekrutmen-it-berbasis-ai-kian-gencar-dikshatek-perluas-kampanye-dari-kereta

Google Rupanya Pantau Kita 24 Jam Penuh, Buruan Setop Pakai Cara Ini

Google Rupanya Pantau Kita 24 Jam Penuh, Buruan Setop Pakai Cara Ini

Jakarta, CNBC Indonesia – Banyak pengguna internet tidak menyadari aktivitas mereka saat menggunakan layanan Google terus direkam. Mulai dari pencarian di mesin telusur, video yang ditonton, hingga lokasi yang dikunjungi dapat menjadi bagian dari data yang dikumpulkan perusahaan.
Informasi tersebut kemudian dimanfaatkan Google untuk membangun profil pengguna berdasarkan kebiasaan, minat, dan aktivitas sehari-hari. Profil ini digunakan agar layanan menjadi lebih personal, sekaligus menampilkan iklan yang dinilai paling relevan.

Meski begitu, pengguna sebenarnya memiliki kendali untuk membatasi proses pelacakan tersebut. Google menyediakan pengaturan yang memungkinkan aktivitas pencarian dan penggunaan aplikasi tidak lagi disimpan secara otomatis.

Berikut cara menghentikan Google mengumpulkan data pengguna, dikutip dari CNET, Minggu (19/7/2026):

– Buka laman Google.com melalui browser di desktop atau ponsel.

– Masuk ke akun Google.

– Pilih menu Manage your Google Account.

– Masuk ke Privacy & Personalization, lalu pilih Manage your Data & Personalization.

– Gulir ke bawah hingga menemukan Activity Controls, kemudian pilih Manage your Activity Controls.

– Pada bagian Web & App Activity, geser tombol (toggle) hingga nonaktif.

– Setelah muncul konfirmasi, pilih Pause untuk menghentikan penyimpanan aktivitas.

Perlu diketahui, setelah fitur ini dimatikan, iklan yang muncul kemungkinan tidak lagi sesuai dengan minat pengguna. Pengalaman menggunakan berbagai layanan Google juga akan menjadi lebih sedikit dipersonalisasi.

Selain itu, menonaktifkan pelacakan tidak otomatis menghapus data yang telah tersimpan sebelumnya. Pengaturan tersebut hanya mencegah Google mengumpulkan aktivitas baru di masa mendatang.

Data yang Dikumpulkan Google

Google mengumpulkan berbagai informasi pengguna melalui layanan seperti Gmail, Google Search, hingga perangkat Android. Data tersebut digunakan untuk memahami preferensi pengguna dan meningkatkan layanan.

Berikut beberapa jenis data yang dikumpulkan Google, dikutip dari CNBC Internasional:

– Nama, jenis kelamin, dan tanggal lahir.

– Nomor telepon.

– Riwayat pencarian di Google.

– Situs web yang dikunjungi.

– Minat pengguna, mulai dari olahraga hingga makanan dan minuman favorit.

– Tempat bekerja.

– Alamat tempat tinggal.

– Video yang ditonton.

Pengguna juga dapat melihat data apa saja yang tersimpan pada masing-masing layanan Google melalui halaman pengaturan akun.

Jenis Iklan yang Diminati

Untuk mengetahui kategori iklan yang dipersonalisasi oleh Google, masuk ke akun Google lalu pilih Manage Ads Settings. Halaman tersebut menampilkan informasi seperti usia, jenis kelamin, hingga topik iklan yang diperkirakan sesuai dengan minat pengguna, termasuk daftar iklan yang pernah diblokir.

Tempat yang Pernah Dikunjungi

Riwayat lokasi pengguna juga dapat tersimpan melalui fitur Google Location History yang terhubung dengan Google Maps. Di sana pengguna bisa melihat lokasi-lokasi yang pernah dikunjungi.

Aktivitas YouTube

Google turut menyimpan aktivitas pengguna di YouTube, termasuk riwayat pencarian dan video yang ditonton. Informasi tersebut dapat dilihat melalui menu Search dan YouTube Watch History.

Hapus Riwayat Internet

Selain mematikan pelacakan, pengguna juga dapat mengurangi jejak digital dengan menghapus riwayat penelusuran di browser.

Berikut caranya:

1. Google Chrome

Buka menu Settings, pilih Privacy & Security, lalu klik Clear browsing data.

Pilih rentang waktu yang ingin dihapus, kemudian tekan Clear data.

2. Mozilla Firefox

Masuk ke Settings > Privacy & Security, lalu gulir ke bagian Cookies & Site Data.

Pengguna dapat menghapus seluruh data atau mengatur Firefox agar otomatis menghapus data penelusuran setiap kali browser ditutup.

3. Safari

Masuk ke menu Clear History, pilih periode waktu yang ingin dihapus, lalu tekan Clear History.

4. Microsoft Edge

Klik ikon tiga titik di pojok kanan atas, masuk ke Settings > Privacy, lalu pilih Clear browsing data dan klik Choose what to clear.

Pilih jenis data yang ingin dihapus, kemudian tekan Clear Now.

5. Opera

Masuk ke Settings, buka menu Privacy & Security, lalu pilih Browsing data.

Selanjutnya klik Clear, tentukan jenis data dan rentang waktu yang ingin dihapus, kemudian pilih Clear Data.

Sumber : https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260719111429-37-751943/google-rupanya-pantau-kita-24-jam-penuh-buruan-setop-pakai-cara-ini

China Sukses Daratkan Roket Reusable Pakai Jaring Raksasa di Laut

China Sukses Daratkan Roket Reusable Pakai Jaring Raksasa di Laut

Liputan6.com, Jakarta – China berhasil mencatatkan tonggak baru dalam pengembangan teknologi antariksa. Negeri Tirai Bambu ini sukses mendaratkan roket yang dapat digunakan kembali (reusable rocket) untuk pertama kalinya. Menariknya, proses pemulihan roket ini tidak meniru pendekatan vertikal ala SpaceX, melainkan menggunakan metode baru yang belum pernah diterapkan sebelumnya.

Badan Antariksa Nasional China (China National Space Administration atau CNSA) menyampaikan bahwa roket Long March 10B sukses menjalani penerbangan perdananya pada Jumat, 10 Juli 2026. Setelah menyelesaikan tugas mengirimkan satelit ke orbit, tahap pertama (booster) roket kembali menuju Bumi sekitar enam menit setelah lepas landas. Roket tersebut berhasil ditangkap dengan jaring raksasa (net-capture system) yang ditempatkan di atas platform kapal pemulihan di laut.

Keberhasilan metode inovatif ini menjadi pencapaian pertama bagi China dalam mengembalikan roket orbital secara terkendali ke permukaan Bumi.

Beda Pendekatan dengan Falcon 9 SpaceX

Disitat dari Ars Technica, Senin (13/7/2026), metode yang digunakan China ini berbeda jauh dengan pendekatan SpaceX pada Falcon 9 yang mendarat secara vertikal di atas drone ship menggunakan kaki pendaratan khusus.

Untuk Long March 10B, struktur roket tidak membawa kaki pendaratan sehingga bobotnya menjadi jauh lebih ringan. Sebagai gantinya, bagian tubuh roket dilengkapi kait khusus yang dirancang untuk tersangkut pada jaring baja elastis yang dibentangkan di atas kapal saat proses pendaratan berlangsung.

Keunggulan Metode Jaring Raksasa

Pendaratan sukses pada hari Jumat lalu tersebut resmi menjadikan China Aerospace Science and Technology Corporation (CASC) beserta anak perusahaannya, China Academy of Launch Vehicle Technology (CALT), sebagai lembaga ketiga di dunia yang berhasil mencapai kemampuan pemulihan roket orbital secara utuh.

Menurut pemaparan dari CALT, penggunaan sistem jaring raksasa ini memungkinkan roket untuk membawa muatan orbital yang jauh lebih besar. Hal ini terjadi karena roket tidak perlu mengorbankan kapasitas angkutnya demi memasang komponen kaki pendaratan yang berat. Selain itu, metode penangkapan ini dinilai jauh lebih fleksibel dalam menghadapi kondisi pendaratan di laut yang terus berubah akibat gelombang tinggi serta cuaca ekstrem.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Mao Ning, menyebut pencapaian tersebut sebagai momen yang sangat bersejarah bagi kelangsungan program antariksa negaranya.

“Hari yang bersejarah bagi program antariksa China! Long March 10B berhasil menyelesaikan penerbangan perdananya dan memulihkan tahap pertama roket menggunakan sistem jaring di laut. Ini menandai keberhasilan pertama China dalam melakukan pemulihan roket secara terkendali. Sebuah lompatan besar menuju kemampuan peluncuran roket yang dapat digunakan kembali,” tulis Mao Ning di akun X miliknya.

Langkah Strategis Menuju Peluncuran Ekonomis

Sebagai informasi, Long March 10B merupakan roket yang dikembangkan secara khusus untuk mendukung peluncuran satelit dalam jumlah besar sekaligus. Roket ini mampu mengangkut muatan hingga sedikitnya 16 ton ke orbit rendah Bumi (LEO) dalam konfigurasi reusable. Meski kapasitas totalnya masih berada di bawah Falcon 9 milik SpaceX, keberhasilan uji coba ini menjadi langkah krusial bagi China dalam mengejar ketertinggalan teknologi roket masa depan.

Keberhasilan ini juga membuktikan bahwa semakin banyak negara yang mulai berhasil mengembangkan teknologi peluncuran berbiaya rendah melalui roket yang dapat dipakai ulang. Jika selama ini SpaceX menjadi pemimpin tunggal di bidang tersebut dengan ratusan pendaratan booster yang sukses, China kini mulai menunjukkan taringnya lewat pendekatan alternatif yang berpotensi meningkatkan efisiensi biaya secara signifikan.

Pihak CALT kini menargetkan tahap pertama dari Long March 10B yang berhasil dipulihkan ini dapat diterbangkan kembali ke luar angkasa sebelum akhir tahun 2026. Jika rencana besar tersebut berjalan sesuai dengan jadwal, ambisi China untuk membangun sistem peluncuran antariksa yang jauh lebih ekonomis akan segera menjadi kenyataan.