Meta Luncurkan Seller, Aplikasi Khusus untuk Facebook Marketplace

Meta Luncurkan Seller, Aplikasi Khusus untuk Facebook Marketplace

KOMPAS.com – Induk Instagram, WhatsApp, dan Facebook, Meta resmi meluncurkan aplikasi baru bernama Seller.

Aplikasi ini dirancang khusus untuk pengguna yang aktif berjualan di platform jual beli yang ada di Facebook, Facebook Marketplace.

Secara umum, Seller menghadirkan berbagai tools untuk mengelola bisnis, mulai dari pembuatan listing berbasis kecerdasan buatan (AI), hingga pengelolaan inventaris.

Salah satu fitur unggulan Seller adalah Meta AI yang sudah terintegrasi ke dalam aplikasi.

Dengan fitur ini, pengguna cukup mengunggah foto barang, kemudian AI akan membuat judul, deskripsi, menentukan kategori, sekaligus memberikan rekomendasi harga.

Aplikasi ini juga mendukung fitur bulk listing untuk mengunggah banyak produk sekaligus. Sehingga, pengguna tak perlu repot mengunggah barang jualan satu per satu secara manual.

Seller turut menghadirkan Seller Home yang menampilkan aktivitas penting, seperti pesanan yang harus dikirim, pesan pembeli yang belum dibalas, serta ringkasan performa penjualan.

Kemudian ada fitur Unified Seller Inbox mengelompokkan percakapan berdasarkan produk sehingga lebih mudah dikelola.

Ada pula fitur Performance Insights yang menampilkan data seperti jumlah tayangan, klik, percakapan dengan pembeli, dan produk yang terjual untuk membantu penjual mengevaluasi performa bisnisnya.

Verifikasi penjual

Salah satu perubahan yang akan segera diberlakukan adalah kewajiban verifikasi identitas formal bagi pengguna yang ingin mendaftar sebagai penjual, terutama untuk kategori barang berisiko tinggi dan bernilai mahal, seperti barang elektronik, kendaraan, hingga properti.

Jika sebelumnya pengguna Facebook bisa dengan mudah mengunggah foto barang bekas dan langsung menawarkannya ke publik hanya dalam hitungan detik, kini Meta akan meminta penjual untuk melengkapi verifikasi tanda pengenal resmi (KTP) dan pemindaian wajah.

Langkah verifikasi ini bertujuan untuk memastikan bahwa akun yang menawarkan barang adalah manusia nyata yang dapat dimintai pertanggungjawaban, bukan bot komputasi atau sindikat penipu siber yang kerap memanfaatkan akun-akun kloningan atau akun hasil retasan.

Meta juga dikabarkan akan memberikan label khusus “Penjual Terverifikasi” (Verified Seller) pada profil pengguna yang telah lolos verifikasi.

Akun-akun terverifikasi ini nantinya akan diprioritaskan oleh algoritma Facebook, sehingga iklan produk mereka akan lebih mudah ditemukan oleh calon pembeli di sekitarnya.

Baru ada di iOS

Saat ini, Seller baru tersedia di Apple App Store bagi pengguna iOS berusia 18 tahun ke atas di Amerika Serikat (AS). Tak disebutkan kapan negara lain akan dapat aplikasi ini.

Selain menyediakan Seller di AS, Meta juga tengah menguji versi web dari Seller untuk pengguna aplikasi di iOS dan Android.

Meta menegaskan pengguna yang tak memakai aplikasi Seller akan tetap bisa berjualan melalui aplikasi Facebook seperti biasa.

Bagi yang menggunakan Seller, seluruh listing, riwayat pesan, dan histori penjualan akan otomatis tersinkronisasi dengan akun Facebook. Produk yang dibuat di Seller juga akan langsung muncul di Facebook Marketplace.

Sebagaimana dirangkum KompasTekno dari laman Meta, peluncuran Seller ini dilakukan bertepatan dengan hampir 10 tahun usia Facebook Marketplace.

Menurut Meta, platform tersebut kini menampung lebih dari 430 juta listing setiap bulan di seluruh dunia.

Platform ini, kata Meta, juga telah berkembang dari tempat jual beli barang bekas menjadi sarana usaha bagi banyak pengguna.

Sumber : https://tekno.kompas.com/read/2026/07/25/10400037/meta-luncurkan-seller-aplikasi-khusus-untuk-facebook-marketplace

Ternyata Ini Cara AI Bantu Konsultan SAP Kerja Lebih Rapi

Ternyata Ini Cara AI Bantu Konsultan SAP Kerja Lebih Rapi

JAKARTA – PT Soltius Indonesia mulai memakai teknologi AI baru bernama SAP Joule for Consultants. Sederhananya, ini adalah asisten AI yang bisa diajak “ngobrol” untuk membantu tim konsultan IT menyelesaikan pekerjaan lebih cepat dan hasilnya lebih seragam kualitasnya.

Soltius sendiri adalah salah satu mitra resmi SAP (perusahaan software besar asal Jerman yang biasa dipakai perusahaan-perusahaan untuk mengurus data keuangan, gudang, sampai karyawan) dengan status tertinggi, yaitu SAP Platinum Partner.

Soltius berkantor di Jakarta dengan sekitar 350 karyawan. Tugas mereka membantu banyak perusahaan mengatur sistem digitalnya, mulai dari sistem gudang, keuangan, sumber daya manusia, sampai analisis data.

Tapi makin lama, tim konsultan mereka makin kewalahan karena beberapa hal ini:

  • Waktu banyak habis hanya untuk mencari-cari dokumen dan panduan kerja yang berserakan
  • ⁠Hasil kerja tiap konsultan tidak selalu sama bagusnya, tergantung pengalaman masing-masing orang
  • Proses pengaturan sistem dan perbaikan masalah masih dikerjakan manual, jadi lambat
  • Saat klien bertanya hal rumit, tidak selalu bisa dijawab cepat
  • Karyawan baru butuh waktu lama untuk benar-benar siap kerja

Kalau dibiarkan, semua ini bikin pelanggan menunggu lebih lama dan kualitas layanan jadi naik-turun.

Apa yang Bisa Dilakukan SAP Joule?

SAP Joule for Consultants ibarat “kamus berjalan” yang sudah dilatih dengan semua pengetahuan resmi SAP — dokumentasi, diskusi komunitas, sampai panduan teknis.

Konsultan tinggal bertanya, jawabannya langsung muncul, kapan saja dibutuhkan selama proyek berjalan.

AI tersebut juga sudah terhubung langsung ke beberapa sistem SAP yang biasa dipakai perusahaan, yaitu SAP S/4HANA Cloud, SAP SuccessFactors, dan SAP Business Technology Platform.

Jadi konsultan bisa langsung mengambil data yang dibutuhkan dan mengerjakan tugas di sistem itu, dengan tetap aman dan terkontrol.

Bernardy Suhendra, Presiden Direktur PT Soltius Indonesia, menjelaskan alasan perusahaannya memakai AI ini.

“Masa depan konsultasi SAP ada pada pemanfaatan AI yang efektif. SAP Joule for Consultants memungkinkan tim kami memanfaatkan pengetahuan SAP secara kolektif, mempercepat pemecahan masalah, dan menghasilkan hasil yang lebih baik dengan keyakinan yang lebih tinggi,” kata Bernardy.

Sianto Wongjoyo, Managing Director SAP Indonesia, menambahkan bahwa mitra seperti Soltius berperan penting menyalurkan manfaat AI ke pelanggan.

“Mitra seperti Soltius berperan kunci dalam membawa nilai AI kepada pelanggan. Dengan SAP Joule for Consultants, kami memberdayakan tim konsultasi dengan konteks SAP yang mendalam dan bantuan berbasis AI,” ujar Sianto.

Sumber : https://tekno.sindonews.com/read/1732949/207/ternyata-ini-cara-ai-bantu-konsultan-sap-kerja-lebih-rapi-1785208038

China Pamer AI Mazu, Bisa Prediksi Banjir hingga Gelombang Panas

China Pamer AI Mazu, Bisa Prediksi Banjir hingga Gelombang Panas

KOMPAS.com – Di tengah ramainya pameran robot humanoid dan chatbot, China justru memamerkan teknologi kecerdasan buatan (AI) dengan fungsi berbeda.

Dalam acara World Artificial Intelligence Conference (WAIC) 2026 di Shanghai, Lembaga Meteorologi China/China Meteorological Administration (CMA), badan yang memiliki tupoksi setara BMKG di Indonesia, memperkenalkan sebuah AI yang dirancang untuk memprediksi bencana alam.

AI tersebut memiliki nama Mazu. CMA mengeklaim teknologi ini mampu mendeteksi potensi berbagai cuaca ekstrem, mulai dari banjir, badai, gelombang panas (heatwave), hingga angin kencang sebelum bencana terjadi.

Nama Mazu sendiri diambil dari dewi laut dalam kepercayaan masyarakat China yang dipercaya melindungi para pelaut. Kini, nama tersebut digunakan untuk sistem AI yang bertugas “melindungi” masyarakat dari ancaman cuaca ekstrem.

Mazu sebenarnya bukan teknologi baru. AI ini pertama kali diperkenalkan pada 2025 lalu, dan CMA terus mengembangkannya hingga versi terbaru yang dipamerkan di WAIC 2026.

Gabungkan data satelit dan AI

Mazu bekerja dengan menggabungkan data pengamatan dari berbagai sumber, termasuk satelit meteorologi Fengyun milik China.

Data tersebut kemudian dianalisis menggunakan sejumlah model AI, seperti Fenglei, Fengqing, dan Fengshun, untuk menghasilkan prakiraan serta peringatan dini cuaca ekstrem secara akurat.

Mazu juga didukung perangkat pemantauan yang dapat mengukur berbagai indikator cuaca, seperti suhu, tekanan udara, dan jarak pandang, sekaligus menerima data satelit secara langsung.

Seluruh data tersebut nantinya diproses AI untuk membentuk sistem terpadu yang mencakup pemantauan, peringatan, penyebaran informasi, hingga respons terhadap bencana.

Selain memprediksi cuaca, sistem ini juga telah disesuaikan untuk berbagai sektor, seperti transportasi, energi, pertanian, hingga ekonomi penerbangan rendah (low-altitude economy).

Teknologi ini rencananya akan dibuka untuk negara lain, tidak hanya terbatas di China saja.

Menurut staf Shanghai Meteorological Bureau, You Yang, setiap negara dapat memperoleh versi Mazu yang disesuaikan dengan kondisi geografis dan ancaman bencana yang berbeda-beda.

Sebagai contoh, implementasi di sebuah negara kecil di Afrika Timur, Djibouti difokuskan pada pemantauan gelombang panas dan peringatan angin kencang di kawasan pelabuhan.

Kemudian, AI seperti ini juga disebut dapat melindungi hasil panen, memperkuat ketahanan pangan, sekaligus mengurangi dampak ekonomi akibat bencana di beberapa negara berkembang, contohnya Pakistan.

You Yang mengatakan, Mazu sendiri kini telah dimanfaatkan oleh lembaga meteorologi dan penanggulangan bencana di lebih dari 40 negara dan wilayah melalui layanan berbasis cloud.

Tidak disebutkan negara apa saja yang sudah menerapkan AI yang bisa memprediksi bencana ini.

Namun yang jelas, setiap implementasi Mazu di tiap negara nantinya akan disesuaikan dengan karakteristik geografis serta jenis bencana yang umum terjadi di negara tersebut.

Adapun beberapa negara yang mendapatkan versi khusus Mazu, menurut CMA, adalah Pakistan, Djibouti, Nigeria, hingga Ethiopia, sebagaimana dirangkum KompasTekno dari GlobalTimes.

Selain mengumumkan versi terbaru Mazu, CMA juga memperkenalkan Mazu-FengYun Satellite AI Box, perangkat yang menggabungkan kemampuan satelit Fengyun dengan AI agar dapat digunakan oleh lembaga meteorologi di berbagai negara.

Menurut CMA, perangkat tersebut menjadi langkah baru dalam pengembangan Mazu, dari sekadar berbagi data prakiraan cuaca menjadi penyedia kemampuan AI untuk membantu proses analisis dan peringatan dini.

Sumber : https://tekno.kompas.com/read/2026/07/22/19020077/china-pamer-ai-mazu-bisa-prediksi-banjir-hingga-gelombang-panas

Perang Teknologi Memanas, China Siapkan Pembatasan Ekspor Chip dan AI

Perang Teknologi Memanas, China Siapkan Pembatasan Ekspor Chip dan AI

KOMPAS.com – Pemerintah China dikabarkan tengah menimbang untuk memperketat aturan ekspor teknologi kecerdasan buatan (AI) dan semikonduktor.

Upaya tersebut ditempuh demi menjaga teknologi AI mutakhir China tetap berada di dalam negeri, sekaligus menegaskan bahwa AI kini dipandang sebagai aset strategis nasional. Hal yang sama juga diterapkan oleh pemerintah Amerika Serikat.

Laporan ini pertama kali diungkap oleh outlet media Financial Times, yang menyebut Kementerian Perdagangan China menggelar serangkaian diskusi dengan perusahaan AI dan produsen chip domestik mengenai kemungkinan pembatasan ekspor teknologi tersebut.

Sebelumnya, Reuters juga melaporkan bahwa otoritas China telah bertemu dengan sejumlah perusahaan teknologi besar untuk membahas kemungkinan pembatasan akses luar negeri terhadap model AI paling canggih buatan China, termasuk model yang belum dirilis ke publik.

Dalam konsultasi tersebut, regulator meminta masukan mengenai cara mencegah teknologi AI dan semikonduktor buatan China diakuisisi atau dimanfaatkan oleh negara-negara Barat.

Beberapa perusahaan yang dilibatkan dalam pembahasan antara lain Alibaba, ByteDance, dan Zhipu.

Salah satu opsi yang dibahas adalah membatasi pemindahan data penting yang digunakan untuk melatih model AI ke luar negeri. Pemerintah juga mempertimbangkan pembatasan agar bobot model AI tidak dapat diunduh oleh pengguna asing.

Selain AI, pemerintah China juga dikabarkan mengkaji aturan yang dapat melarang perusahaan semikonduktor luar negeri, seperti Qualcomm dan TSMC, memproduksi chip canggih berdasarkan desain yang dikembangkan perusahaan China, seperti Huawei, Alibaba, maupun ByteDance.

Jika diterapkan, kebijakan tersebut akan dimasukkan ke dalam revisi daftar teknologi yang dilarang atau dibatasi untuk diekspor oleh pemerintah China.

Financial Times menyebut, usulan tersebut masih dalam tahap pembahasan. Pemerintah masih mengumpulkan masukan dari pelaku industri sebelum mengambil keputusan akhir.

Selain itu, regulator juga dikabarkan tengah mempertimbangkan pembatasan terhadap akuisisi teknologi strategis China oleh perusahaan asing, termasuk teknologi AI berbasis agentic AI.

Meski demikian, baik Kementerian Perdagangan China, Alibaba, ByteDance, Zhipu, Huawei, Qualcomm, maupun TSMC belum memberikan tanggapan resmi terkait laporan tersebut, dihimpun KompasTekno dari Reuters.

Sumber : https://tekno.kompas.com/read/2026/07/27/11030097/perang-teknologi-memanas-china-siapkan-pembatasan-ekspor-chip-dan-ai

Operator Seluler RI Akan Sediakan Paket Kuota Rollover Sesuai Putusan MK

Operator Seluler RI Akan Sediakan Paket Kuota Rollover Sesuai Putusan MK

Mahkamah Konstitusi (MK) mengabulkan sebagian gugatan terkait sisa kuota internet yang hangus. Artinya, operator seluler wajib menyediakan opsi paket akumulasi kuota data yang menjamin sisa kuota pengguna tetap aktif dan bisa digunakan (rollover). Sementara itu, paket kuota internet yang sifatnya hangus setelah masa berlakunya habis, tetap ada dan berlaku.

Direktur Eksekutif Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI), Marwan O. Baasir memastikan, operator seluler akan memfasilitasi dan menyediakan paket akumulasi kuota data atau rollover.

“(Gugatan) yang (dikabulkan) oleh majelis hakim MK itu adalah sebagian. Jadi ada kewajiban untuk menyediakan produk pilihan yang berbentuk kuota rollover,” kata Marwan kepada kumparanTECH.

“Tidak semua (gugatan) yang diterima tapi hanya sebagian. Bukan mengabulkan gugatan secara keseluruhan tapi sebagian,” tambahnya.

Marwan mengatakan, sebenarnya saat ini beberapa operator seluler telah menyediakan opsi paket internet kuota dengan sistem rollover atau tetap aktif dan bisa digunakan, meski tidak ada aturan yang mewajibkan.
Namun di sisi lain, ATSI tetap menunggu revisi Permenkomdigi nomor 5 tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Telekomunikasi. Sebagai catatan, ini adalah payung hukum bagi para operator seluler dalam memberikan layanan paket internet.

Permenkomdigi Nomor 5 tahun 2021 merupakan salah satu aturan turunan dari UU Nomor 6 Tahun 2023 tentang Ciptaker yang digugat ke MK.

Duduk perkara

Perdebatan kuota hangus mencuat setelah penggugat yakni Didi Supandi (driver online), Wahyu Triana Sari (pedagang online), dan Raga Felix (dosen/advokat) melayangkan gugatan ke MK.

Mereka menilai kuota internet yang sudah dibayar semestinya tidak otomatis hilang ketika masa aktif berakhir, apalagi jika belum digunakan sepenuhnya. Mereka mempersoalkan Pasal 71 UU Nomor 6 Tahun 2023 tentang Ciptaker yang sebelumnya berbunyi:

(1) Besaran tarif Penyelenggaraan Jaringan Telekomunikasi dan/atau Penyelenggaraan Jasa Telekomunikasi ditetapkan oleh penyelenggara Jaringan Telekomunikasi dan/atau Jasa Telekomunikasi dengan berdasarkan formula yang ditetapkan oleh Pemerintah Pusat.

(2) Pemerintah Pusat dapat menetapkan tarif batas atas dan/atau tarif batas bawah Penyelenggaraan Telekomunikasi dengan memperhatikan kepentingan masyarakat dan persaingan usaha yang sehat.

Namun, di tengah perdebatan tersebut, industri telekomunikasi mulai menawarkan paket rollover atau fasilitas akumulasi kuota data sebagai salah satu jalan tengah antara perlindungan konsumen dan keberlanjutan bisnis operator. Melalui skema ini, sisa kuota utama dari periode sebelumnya dapat dibawa ke periode berikutnya dan digabungkan dengan paket baru, sehingga tidak langsung hangus.

MK Kabulkan Sebagian Gugatan

MK memandang penting penyelenggara telekomunikasi meningkatkan keterbukaan dan kemudahan akses informasi kepada pengguna perihal harga, volume kuota, masa berlaku, segmentasi penggunaan, kebijakan pemakaian secara wajar, berakhirnya layanan, perlakuan sisa kuota harus disampaikan secara sederhana, jelas, dan mudah dipahami. Untuk itu, penyelenggara telekomunikasi juga harus menyediakan kanal yang memudahkan pengguna jasa telekomunikasi memantau penggunaan termasuk sisa kuota layanan yang telah dipilih.

Atas pertimbangan tersebut, ketentuan dalam Pasal 71 UU Nomor 6 Tahun 2023 kini berbunyi:

Besaran tarif penyelenggaraan jaringan telekomunikasi dan/atau penyelenggaraan jasa telekomunikasi ditetapkan oleh penyelenggara jaringan telekomunikasi dan/atau jasa telekomunikasi berdasarkan formula yang ditetapkan oleh Pemerintah Pusat dengan kewajiban menyediakan pilihan layanan jasa telekomunikasi yang menjamin sisa kuota milik pengguna jasa telekomunikasi tetap aktif dan dapat digunakan.

Respons Operator Seluler

Keputusan MK mengabulkan sebagian gugatan menuai respons dari operator seluler. VP Corporate Communications & Social Responsibility Telkomsel, Abdullah Fahmi mengatakan pihaknya menghormati putusan Mahkamah Konstitusi terkait penyelenggaraan layanan paket data. Telkomsel mendukung upaya untuk terus memperkuat perlindungan serta kepastian layanan bagi pelanggan.

“Kami memahami bahwa pemanfaatan kuota internet yang optimal merupakan hal yang penting bagi pelanggan di tengah kebutuhan digital yang terus berkembang,” ujar Abdullah.

“Telkomsel mencermati bahwa putusan tersebut menekankan pentingnya perlindungan hak pelanggan atas pemanfaatan layanan telekomunikasi, yang dapat diwujudkan melalui berbagai pilihan layanan yang memberikan fleksibilitas sesuai kebutuhan pelanggan.”

Ia mengatakan, saat ini, Telkomsel telah menyediakan beragam opsi produk dan layanan, termasuk paket dengan mekanisme rollover kuota pada produk terkait, sehingga pelanggan dapat memilih layanan yang paling sesuai dengan kebutuhan dan pola penggunaannya.

Telkomsel akan terus mengevaluasi dan mengembangkan layanan, memperkuat mekanisme penanganan pelanggan, serta menghadirkan inovasi yang memberikan nilai tambah dengan tetap mengedepankan perlindungan konsumen, kualitas layanan yang andal, dan keberlanjutan ekosistem telekomunikasi nasional.

“Telkomsel senantiasa terbuka untuk berdialog dan berkolaborasi dengan regulator, pelanggan, serta berbagai pemangku kepentingan guna memastikan layanan yang semakin relevan dengan kebutuhan masyarakat dan mendukung kemajuan ekosistem digital Indonesia,” jelasnya.

Sumber : https://kumparan.com/kumparantech/operator-seluler-ri-akan-sediakan-paket-kuota-rollover-sesuai-putusan-mk-27qhPsqMORp

Siap-Siap HP Android Makin Mahal, Qualcomm bakal Naikkan Harga Chipset per September!

Siap-Siap HP Android Makin Mahal, Qualcomm bakal Naikkan Harga Chipset per September!

Pengguna gawai dan pencinta teknologi siap-siap merogoh kocek lebih dalam. Raksasa semikonduktor asal Amerika Serikat, Qualcomm, dilaporkan berencana mengerek harga jual jajaran prosesor besutannya dalam waktu dekat seiring membengkaknya biaya produksi dan pasokan komponen global yang kian terbatas.

Berdasarkan laporan Bloomberg yang dikutip pada Minggu (26/7/2026), produsen chip yang mendominasi pasar ponsel pintar Android tersebut sudah melayangkan surat pemberitahuan resmi kepada para klien utamanya. Langkah penyesuaian tarif ini bakal berlaku efektif untuk seluruh pengiriman produk setelah 1 September 2026.

Pihak manajemen menyebut keputusan pahit ini terpaksa diambil lantaran perusahaan tak lagi sanggup menanggung beban lonjakan harga komponen dasar dari para pemasok hulu. Meski Qualcomm mengaku telah berupaya mencari jalur pasokan alternatif dari sumber-sumber baru, langkah efisiensi tersebut rupanya belum cukup untuk menahan tekanan biaya.

Imbas Krisis Komponen dan Demam Pusat Data AI

Sebagian besar lini chip Qualcomm selama ini dirakit oleh manufaktur semikonduktor ternama asal Taiwan, TSMC, yang saat ini tengah mengalami kebuntuan dan tekanan hebat pada rantai pasoknya.

Masalah ini kian diperparah oleh demam pengembangan kecerdasan artifisial (AI) secara global yang menyedot pasokan memori serta komponen mikro dalam jumlah masif untuk kebutuhan pembangunan pusat data.

Di sisi lain, hambatan rantai pasok tersebut sempat berimbas pada kinerja volume penjualan Qualcomm tahun ini, di mana banyak vendor gawai terpaksa memangkas target produksi karena kekurangan pasokan bahan baku.

Meski demikian, kinerja keuangan Qualcomm secara umum sejatinya masih terbilang tangguh dengan raihan pendapatan kuartal II-2026 yang sukses melampaui estimasi awal para analis.

Dari HP Lipat Samsung hingga Kacamata Pintar Ray-Ban

Langkah Qualcomm menaikkan harga prosesor dipastikan bakal memicu efek domino yang cukup tebal pada harga jual beragam lini perangkat elektronik di tingkat konsumen. Mengingat posisinya sebagai raja chipset Android, kenaikan tarif ini hampir dipastikan berimbas langsung pada banderol ponsel pintar kelas atas (flagship) buatan produsen papan atas.

Sederet gawai populer yang bergantung pada dapur pacu Qualcomm antara lain deretan ponsel lipat generasi terbaru Samsung, seperti Galaxy Z Fold8 Ultra, Fold8, hingga Flip8. Tak hanya ponsel pintar, dampaknya juga berpotensi menjalar ke lini perangkat laptop Microsoft CoPilot+ PC hingga gawai pintar kekinian seperti kacamata Ray-Ban Meta.

Sumber : https://www.inilah.com/siap-siap-hp-android-makin-mahal-qualcomm-bakal-naikkan-harga-chipset-per-september

Pakar usul pengembangan bioetanol dari sorgum agar tak ganggu pangan

Pakar usul pengembangan bioetanol dari sorgum agar tak ganggu pangan

Jakarta (ANTARA) – Pakar energi dari Universitas Indonesia Ali Ahmudi Achyak mengusulkan pengembangan bioetanol dari sorgum agar tidak mengganggu ketahanan pangan.

Menurut dia, masyarakat Indonesia lebih sedikit yang mengkonsumsi sorgum dibanding beras, jagung dan gandum. Karenanya sorgum lebih memiliki potensi dikembangkan menjadi bioetanol, tanpa harus mengganggu kebutuhan pasok pangan.

Ali yang merupakan peneliti bioenergi itu saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Minggu, mengatakan persyaratan lahan untuk menanam sorgum tidaklah sulit.

Lebih lanjut ia mengatakan sorgum bisa tumbuh di lahan yang kering, kurang air, di lahan bekas hutan gundul, hingga di daerah-daerah pesisir pantai yang kering.

“Itu sorgum bisa hidup. Kalau itu dikembangkan, misalnya di pesisir selatan Jawa, kemudian NTT, NTB, di pesisir barat Sumatera, itu bisa besar dan menjadi pasokan bioetanol,” kata Ali.

Sementara itu, bila pemerintah mengembangkan bioetanol dari bahan-bahan pangan pokok, seperti tebu, singkong, hingga jagung, Ali mengkhawatirkan pengembangan program bioetanol mengganggu program ketahanan pangan.

Ali berpandangan, bila pemerintah akan menggunakan tebu untuk pengembangan bioetanol, pemerintah harus betul-betul menghitung berapa kebutuhan gula dibanding produksi tebu nasional agar tidak mengganggu ketahanan pangan.

“Jangan sampai karena tebunya dipakai untuk etanol, gulanya jadi impor. Kan gula itu bukan hanya urusan konsumsi rumah tangga, tapi industri kue, industri makanan, itu menggunakan gula,” ujar Ali.

Ia juga berpesan untuk menghindari penggunaan jagung sebagai bahan baku bioetanol, sebab jagung tidak hanya dikonsumsi oleh manusia, tetapi juga untuk pakan ternak.

“Kalau jagung ini nanti muncul pertengkaran tiga pihak. Pertama untuk manusia, kedua pakan ternak, ketiga buat energi. Prioritaskan dulu yang pangan,” kata Ali.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan pemerintah menargetkan penerapan campuran etanol 10 persen dalam bahan bakar minyak (E10) mulai 2027 sebagai tahap awal sebelum beralih ke E20.

Ia mengatakan pemerintah telah mengkaji kebijakan mandatori etanol sejak 2025. Saat ini, kajian tersebut hampir rampung dan menjadi dasar penyusunan peta jalan penerapan E20 yang ditargetkan berlangsung secara bertahap hingga 2028–2029.

Menurut Bahlil, kebijakan pencampuran etanol ke dalam bensin bertujuan mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor bahan bakar minyak, khususnya bensin.

Sumber : https://www.antaranews.com/berita/5666359/pakar-usul-pengembangan-bioetanol-dari-sorgum-agar-tak-ganggu-pangan

OpenAI Rilis ChatGPT Health di AS, Sehari Setelah Digugat Pendeta

OpenAI Rilis ChatGPT Health di AS, Sehari Setelah Digugat Pendeta

OpenAI baru saja merilis ChatGPT Health kepada seluruh pengguna berusia 18 tahun ke atas di Amerika Serikat. Pengumuman tersebut datang sehari setelah OpenAI digugat oleh seorang pendeta asal Florida yang mengklaim saran medis dari ChatGPT membuatnya nyaris kehilangan nyawa.

Dilansir CBS, gugatan diajukan oleh Scott Winters, 55 tahun, ke Pengadilan Tinggi San Francisco pada 21 Juli lalu waktu setempat. Dalam dokumen gugatan disebutkan bahwa Winters mengandalkan ChatGPT untuk mencari informasi terkait kondisi kesehatannya, bahkan menolak desakan keluarga dan teman-temannya agar segera memeriksakan diri ke rumah sakit.

Beberapa pekan sebelum mengalami kondisi kritis, Winters mengaku berkonsultasi dengan ChatGPT mengenai pusing berulang dan tekanan darah yang tidak stabil. Alih-alih menyarankan pemeriksaan medis, chatbot tersebut disebut berulang kali meyakinkannya bahwa kondisinya akan membaik dan tidak memerlukan penanganan dokter.

Tak lama kemudian, Winters mengalami emboli paru masif akibat sejumlah gumpalan darah di kedua paru-parunya. Dokter yang menanganinya menyebut kondisi tersebut diduga dipicu oleh kurangnya mobilitas dalam waktu lama, situasi yang nyaris merenggut nyawanya.

Diduga Memanfaatkan Keyakinan Agama Pengguna

Salah satu poin yang menjadi sorotan dalam gugatan adalah dugaan bahwa ChatGPT tidak hanya memberikan saran medis yang keliru, tetapi juga mengaitkan jawabannya dengan keyakinan religius Winters.

Berdasarkan tangkapan layar percakapan yang dilampirkan dalam berkas perkara, chatbot tersebut beberapa kali memberikan kalimat bernuansa spiritual, seperti menyatakan bahwa Tuhan tidak menciptakan tubuh manusia untuk terus mengalami kegagalan serta masih menjaga setiap detak jantung dan napas penggunanya.

Kuasa hukum Winters menilai respons tersebut memperkuat ketergantungan kliennya terhadap ChatGPT. Mereka berpendapat gaya komunikasi chatbot yang terdengar meyakinkan, ditambah penggunaan konteks agama yang sebelumnya diketahui dari percakapan lain, membuat Winters semakin yakin tidak perlu mencari pertolongan medis.

Akibat ketergantungan tersebut, gugatan menyebut Winters kehilangan pekerjaan dan tempat tinggal, serta harus menjalani pemulihan fisik maupun psikologis dalam jangka panjang. Ia kini meminta ganti rugi kepada OpenAI sekaligus mendesak mereka menerapkan perlindungan yang lebih kuat agar kejadian serupa tidak dialami pengguna lain.

OpenAI: ChatGPT Bukan Pengganti Dokter

Menanggapi gugatan tersebut, juru bicara OpenAI, Drew Pusateri, menegaskan bahwa ChatGPT bukan tenaga medis dan tidak boleh dijadikan pengganti konsultasi, diagnosis, maupun pengobatan profesional.

Menurutnya, kecerdasan buatan seharusnya hanya membantu pengguna memahami informasi kesehatan, menyusun pertanyaan, dan mempersiapkan konsultasi dengan dokter, bukan menggantikan keputusan medis.

Sikap tersebut juga tercantum dalam ketentuan penggunaan ChatGPT. OpenAI mengingatkan pengguna agar tidak menjadikan chatbot sebagai satu-satunya sumber kebenaran, terutama saat mengambil keputusan penting yang berkaitan dengan kesehatan, hukum, keuangan, pendidikan, maupun aspek lain yang berdampak besar terhadap kehidupan.

ChatGPT Health Bisa Terintegrasi dengan Rekam Medis

Di tengah sorotan tersebut, OpenAI tetap melanjutkan peluncuran ChatGPT Health secara luas di Amerika Serikat sehari setelah gugatan tersebut didaftarkan Winters.

Fitur ini pertama kali diuji pada awal tahun melalui pusat layanan khusus yang memungkinkan pengguna menghubungkan data kesehatan dari berbagai platform, seperti Apple Health, MyFitnessPal, Function Health, One Medical, hingga rekam medis dari sistem rumah sakit Epic dan Oracle Health.

OpenAI mengungkapkan sekitar 70 persen pertanyaan kesehatan selama masa uji coba justru diajukan melalui percakapan biasa, sehingga perusahaan memutuskan mengintegrasikan kemampuan tersebut ke seluruh pengalaman ChatGPT.

Penggunaan chatbot untuk topik kesehatan juga mengalami lonjakan signifikan. Jika pada awal pengujian terdapat sekitar 230 juta pertanyaan kesehatan setiap pekan, kini jumlahnya meningkat menjadi sekitar 300 juta kueri mingguan.

OpenAI menyebut model AI terbarunya, GPT-5.6 Luna, menunjukkan peningkatan kemampuan dalam menjawab pertanyaan kesehatan berdasarkan pengujian HealthBench, benchmark open source yang dikembangkan untuk mengevaluasi kualitas model bahasa besar di bidang medis.

OpenAI juga menyatakan pengembangan fitur dilakukan bersama tenaga medis, namun tetap mengimbau pengguna untuk selalu memverifikasi informasi yang diterima dan menjadikan dokter sebagai rujukan utama sebelum mengambil keputusan terkait kesehatan.

Sumber : https://kumparan.com/kumparantech/openai-rilis-chatgpt-health-di-as-sehari-setelah-digugat-pendeta-27qhWaW1Twk

Strava Jadi Aplikasi Bawaan Samsung Galaxy Watch9 dan Watch Ultra2

Strava Jadi Aplikasi Bawaan Samsung Galaxy Watch9 dan Watch Ultra2

London – Strava, aplikasi pelacak kebugaran dengan lebih dari 200 juta pengguna di lebih dari 185 negara, mengumumkan kemitraan strategis dengan Samsung dalam ajang Galaxy Unpacked terbaru. Melalui kolaborasi ini, aplikasi Strava akan terpasang secara otomatis pada lini jam tangan pintar Galaxy Watch yang dipasarkan secara global.

Hadirnya Strava sebagai aplikasi bawaan ini akan dimulai dari perangkat terbaru Samsung, yakni Galaxy Watch9 dan Galaxy Watch Ultra2.

Setiap pembelian Galaxy Watch9 dan Galaxy Watch Ultra2 juga akan disertai dengan penawaran khusus bagi pengguna. Beberapa keuntungan yang diberikan mencakup:

  • Langganan Strava gratis selama 60 hari.
  • Akses langsung untuk menikmati seluruh fitur premium sejak pertama kali pengguna mengaktifkan jam tangan pintar mereka.

Lebih dari itu, Strava juga akan terintegrasi secara mendalam dengan aplikasi kesehatan bawaan perangkat, Samsung Health. Mulai akhir tahun ini, pelanggan akan dapat mengakses fitur Strava Routes langsung melalui Samsung Health. Hal ini memungkinkan salah satu fitur navigasi favorit pengguna tersebut dinikmati dengan mulus langsung dari Galaxy Watch.

Chief Executive Officer Strava, Michael Martin, menyampaikan bahwa Galaxy Watch kini semakin menjadi pilihan utama bagi komunitas penggunanya. Ia menyebutkan bahwa mereka ingin Strava hadir sejak pengguna memulai perjalanan aktif mereka, sehingga setiap rekam jejak aktivitas fisik dapat tercatat dengan mudah.

“Galaxy Watch semakin menjadi pilihan utama komunitas pengguna Strava. Karena itu, kami ingin Strava hadir sejak pengguna memulai perjalanan aktif mereka, sehingga setiap aktivitas dapat tercatat dengan mudah,” jelas Martin.

Dengan menghadirkan Strava sebagai aplikasi bawaan dan mengintegrasikan fitur Routes ke Samsung Health, pengguna diharapkan dapat merasakan pengalaman penggunaan yang maksimal sejak pertama kali mengenakan jam tangan mereka. Langkah ini disebut sebagai awal dari berbagai inovasi lanjutan yang akan segera dihadirkan untuk pengguna.

Pembaruan integrasi dengan Samsung Health yang mencakup dukungan bawaan untuk fitur Strava Routes ini akan mulai digulirkan secara bertahap bagi para pengguna Galaxy Watch di seluruh dunia dalam beberapa bulan ke depan.

Sumber :https://inet.detik.com/consumer/d-8588408/strava-jadi-aplikasi-bawaan-samsung-galaxy-watch9-dan-watch-ultra2

Google: AI dan YouTube Jadi Mesin Baru Pertumbuhan Ekonomi Kreatif Indonesia

Google: AI dan YouTube Jadi Mesin Baru Pertumbuhan Ekonomi Kreatif Indonesia

Liputan6.com, Jakarta – Google merilis laporan dan diskusi peluang AI serta pemanfaatannya untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi kreatif, Kamis (23/7/2026) di Jakarta. Acara ini bertujuan mewujudkan era AI di Indonesia dalam pertumbuhan ekonomi kreatif.

Sektor ekonomi di Indonesia terus tumbuh menjadi lebih kuat dari tahun ke tahun, terutama terlihat dari pertumbuhan dalam penggunaan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dan juga YouTube.

Di Indonesia sendiri pengguna AI tingkat menengah dan mahir hampir mencapai dua per tiga dari total keseluruhan pengguna.

Sebagai informasi, lebih dari 59% pengguna internet di Indonesia (sekitar 130 juta hingga 150 juta orang) telah menggunakan atau mencoba alat berbasis AI.

Mereka memanfaatkan AI sebagai wadah untuk mencari ide dan manfaat lainnya yang mendorong produktivitas.

YouTube menjadi wadah bagi kreator, memanfaatkan platform sebagai penggerak perekonomian. Country Director Google Indonesia, Veronica Utami, mengatakan ekosistem kreatif YouTube di Indonesia sudah berkontribusi lebih dari Rp 8,4 triliun produk domestik bruto atau PDB Indonesia.

Di Indonesia, kreator konten telah menjadi salah satu profesi utama, terutama di YouTube. Banyak kreator menjadi pelaku UMKM yang mampu membuka lapangan pekerjaan serta menggerakkan perekonomian.

“Tidak hanya ekosistem, tetapi juga mendukung lebih dari 190.000 lapangan pekerjaan dan juga membantu 81% kreator di Indonesia untuk memperoleh pendapatan dari YouTube dan menjangkau audiens internasional.” ujar Veronica.

Berkat YouTube, 81% kreator menyebutkan konten mereka menjadi mudah menjangkau audiens internasional yang sebelumnya sulit mereka akses. Tidak hanya itu, 75% usaha kecil dan menengah (UKM) dengan channel YouTube juga dapat menjangkau pasar internasional.

Bukti Nyata

Melalui AI, para kreator dan UKM Indonesia dapat dengan mudah menjangkau audiens internasional lebih luas tanpa hambatan penerjemahan, produksi, pemasaran, dan distribusi.

Salah satu bukti nyatanya pada Podcast “Keluarga Artis” oleh Mario Caesar dan Niky Putra yang mendapat ribuan subscribers. Melalui podcast ini, mereka dapat mengubah penonton setia mereka menjadi sumber pendapatan dengan perencanaan yang matang.

Selain itu, lebih dari 25% jumlah saluran di YouTube dapat menghasilkan pendapatan sebesar 10 digit atau lebih secara tahunan.

Sementara aplikasi streaming Vidio dapat menggaet 5 juta pelanggan berbayar dan 20 juta penonton bulanan. Dengan mengambil pendekatan hibrida terhadap AI, memudahkan mereka dalam mempercepat produksi dan penyuntingan.

Hasil dari pembuatan konten animasi yang didukung AI, selain waktu, mereka mendapat peningkatan penonton sebesar 93% naik dari peringkat 11 ke 6 dalam peringkat TV prime-time.

Hal ini menjadi bukti nyata atas sumber penghasilan dari YouTube tidak lagi terpaku pada satu jalur konvensional, namun kreator kini sudah lebih dapat melihat peluang lebih luas demi membangun penghasilan yang lebih stabil.

Sumber : https://www.liputan6.com/tekno/read/8253110/google-ai-dan-youtube-jadi-mesin-baru-pertumbuhan-ekonomi-kreatif-indonesia