Pesawat Listrik Terbesar di Dunia Siap Jalani Uji Terbang Perdana

Pesawat Listrik Terbesar di Dunia Siap Jalani Uji Terbang Perdana

Jakarta, CNN Indonesia — Era penerbangan ramah lingkungan memasuki babak baru. Pesawat listrik terbesar di dunia besutan Heart Aerospace, X1, siap mengudara usai mengantongi izin resmi untuk melakukan uji terbang dari Badan Penerbangan Federal Amerika Serikat (FAA).

FAA menerbitkan Sertifikat Kelayakan Udara Khusus dalam Kategori Eksperimental atau SAC-EC setelah menginspeksi demonstrator pesawat tersebut di Bandara Internasional Plattsburgh, New York.

Izin tersebut memberikan lampu hijau bagi produsen pesawat yang berbasis di California ini untuk segera memulai uji terbang. Heart Aerospace sebelumnya telah bekerja sama dengan FAA selama lebih dari satu tahun serta menguji keandalan darat atau ground-testing untuk memastikan kesiapan pesawat eksperimental ini.

“Mendapatkan otorisasi penerbangan FAA membawa program X1 ke ambang penerbangan perdana,” ujar Pendiri sekaligus CEO Heart Aerospace, Anders Forslund, dalam keterangan resminya, seperti dilansir Robb Report.

“Pencapaian ini mencerminkan kerja keras tim rekayasa dan uji terbang Heart, serta hubungan kerja sama erat yang telah kami bangun dengan FAA,” tambahnya.

Dengan bentang sayap mencapai 32 meter, panjang badan pesawat (fuselage) 23 meter, serta bobot lepas landas melebihi 11,3 ton, X1 bakal memecahkan rekor sebagai pesawat listrik terbesar yang pernah terbang di udara.

Rekor sebelumnya dipegang oleh modifikasi pesawat Cessna Caravan 208B yang mengudara di Negara Bagian Washington pada tahun 2020 lalu.

Pesawat demonstrator ini akan berfungsi sebagai laboratorium terbang untuk menguji dan menyempurnakan teknologi hijau yang nantinya diterapkan pada model produksi massal, ES-30.

Model produksi ES-30 dirancang sebagai pesawat hybrid-electric bertipe regional jarak pendek yang mampu menampung hingga 30 penumpang.

Pesawat ini dibekali dua motor listrik serta dua mesin turboprop, sehingga dapat beroperasi menggunakan tenaga baterai murni, bahan bakar penerbangan berkelanjutan, maupun gabungan keduanya. Inovasi teknologi ini tak hanya menekan biaya operasional maskapai, tetapi juga secara signifikan mengurangi emisi karbon.

ES-30 memiliki jangkauan terbang hibrida hingga 800 kilometer dan jangkauan daya listrik murni sejauh 200 kilometer. Baterai pesawat dapat terisi penuh hanya dalam waktu sekitar 30 menit dan mampu mendarat di landasan pacu pendek sepanjang 1.100 meter.

Proses sertifikasi dan pengoperasian resmi ES-30 ditargetkan rampung pada tahun 2031 mendatang, dengan program uji coba X1 yang menjadi pilar utamanya.

“Dengan sertifikat yang telah kami pegang, fokus penuh kami kini tertuju pada penerbangan. Kami siap menerbangkan X1 ke udara,” tegas Forslund.

Saat ini, demonstrator X1 tengah menjalani persiapan akhir menjelang penerbangan pertamanya di New York yang diperkirakan bakal berlangsung dalam beberapa hari mendatang.

Sumber : https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20260728194140-269-1385890/pesawat-listrik-terbesar-di-dunia-siap-jalani-uji-terbang-perdana

Kemenkes Percepat Pengembangan Bedah Robotik dan AI Kesehatan

Kemenkes Percepat Pengembangan Bedah Robotik dan AI Kesehatan

Jakarta, MCI News – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mempercepat pengembangan teknologi bedah robotik sebagai bagian dari transformasi layanan kesehatan nasional. Langkah tersebut diperkuat melalui pengadaan 40 unit robot bedah untuk rumah sakit pemerintah, pembangunan ekosistem kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI), peningkatan kompetensi dokter, serta transfer teknologi guna mendukung kemandirian industri alat kesehatan nasional. Program itu disampaikan di Jakarta, Senin (27/07/2026) seperti yang dikutip di websitekemkes.go.id.

Komitmen tersebut disampaikan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin saat menghadiri peringatan hampir 1.000 tindakan bedah robotik di Rumah Sakit Bunda Jakarta sekaligus peluncuran kolaborasi strategis antara Kementerian Kesehatan, Rumah Sakit Bunda, dan Institut Teknologi Bandung (ITB).

Menurut Budi Gunadi Sadikin, robotik menjadi salah satu dari tiga teknologi prioritas Kemenkes bersama AI dan bioteknologi dalam memperkuat pelayanan kesehatan berbasis inovasi.

“Robotik adalah tren global. Teknologi ini memberikan kualitas layanan yang lebih baik bagi pasien, operasi lebih presisi, nyeri lebih ringan, dan masa rawat lebih singkat. Tugas pemerintah adalah memastikan layanan ini semakin mudah diakses, berkualitas, dan biayanya semakin terjangkau,” kata Budi Gunadi Sadikin.

Ia menilai pemanfaatan teknologi bedah robotik di Indonesia masih tertinggal dibandingkan sejumlah negara di kawasan Asia Tenggara. Karena itu, pemerintah membentuk Komite Robotik Kementerian Kesehatan untuk menyusun arah pengembangan teknologi robotik, mulai dari standar pelayanan, kebutuhan teknologi, hingga strategi pembiayaan agar layanan semakin mudah diakses masyarakat.

Selain itu, Kemenkes juga mengevaluasi skema pembiayaan melalui BPJS Kesehatan agar tindakan bedah robotik dapat menjadi bagian dari sistem pembiayaan nasional.

Sebagai fondasi pengembangan teknologi tersebut, Kemenkes memperluas pelatihan bedah minimal invasif melalui program operasi laparoskopi bagi dokter bedah di 514 kabupaten dan kota.

“Kita ingin semakin banyak dokter Indonesia memiliki kompetensi bedah minimal invasif dan robotik. Jangan sampai kemampuan ini hanya dimiliki kelompok tertentu atau hanya tersedia di kota-kota besar,” ujar Budi Gunadi Sadikin.

Ia menjelaskan pengembangan bedah robotik juga diarahkan untuk mendukung sistem AI kesehatan nasional melalui integrasi data kependudukan, data klinis, data genomik, serta data tindakan bedah robotik.

“AI bukan menggantikan dokter, tetapi menjadi augmented intelligence yang membantu dokter mengambil keputusan berdasarkan pembelajaran dari ribuan hingga jutaan data klinis,” jelasnya.

Dalam pengadaan robot bedah, Kemenkes mewajibkan adanya transfer teknologi, terutama untuk produksi komponen habis pakai (consumables) di dalam negeri. Kebijakan tersebut diharapkan dapat menekan biaya tindakan sekaligus memperkuat industri alat kesehatan nasional.

Rektor ITB Prof. Tatacipta Dirgantara menyatakan kolaborasi antara akademisi dan tenaga medis menjadi faktor penting dalam menghasilkan inovasi kesehatan.

“Fasilitasi dari Kementerian Kesehatan sangat penting agar peneliti dan dokter dapat bekerja bersama mengembangkan teknologi kesehatan yang sesuai dengan kebutuhan Indonesia. Dengan kolaborasi ini, kami optimistis Indonesia mampu menghasilkan inovasi alat kesehatan yang berdaya saing global,” ujarnya.

Presiden Komisaris PT Bundamedik Tbk dr. Ivan Rizal Sini menegaskan Rumah Sakit Bunda siap mendukung pengembangan pusat pelatihan dan transfer pengetahuan kepada dokter dari berbagai daerah.

“Kami percaya pengalaman harus dibagikan. Semakin banyak dokter Indonesia yang menguasai bedah robotik, semakin besar manfaat yang dapat dirasakan masyarakat,” kata Ivan Rizal Sini.

Melalui kolaborasi pemerintah, perguruan tinggi, rumah sakit, dan industri, Kemenkes menargetkan Indonesia menjadi salah satu pusat pengembangan teknologi bedah robotik di kawasan sekaligus memperkuat kemandirian industri alat kesehatan nasional.

Sumber : https://mcinews.id/2026/07/28/kemenkes-percepat-pengembangan-bedah-robotik-dan-ai-kesehatan/

WhatsApp Web Resmi Bisa Telepon dan Video Call, Termasuk Grup

WhatsApp Web Resmi Bisa Telepon dan Video Call, Termasuk Grup

KOMPAS.com – WhatsApp resmi menggulirkan fitur baru di WhatsApp Web yang bernama Web Calling.

Fitur ini memungkinkan pengguna melakukan dan menerima panggilan suara maupun video langsung dari browser melalui WhatsApp Web, tanpa perlu mengunduh aplikasi desktop.

Kemampuan telepon dan video call di WhatsApp Web sebenarnya sudah mulai diuji dalam versi beta pada awal 2026. Saat itu, fitur tersebut baru tersedia untuk sebagian pengguna dan hanya mendukung panggilan individu.

Kini, WhatsApp mengumumkan fitur tersebut mulai dirilis secara bertahap untuk seluruh pengguna global. Selain tersedia di browser, Web Calling kini juga mendukung panggilan grup.

“Anda kini dapat melakukan dan menerima panggilan audio maupun video, baik satu lawan satu maupun grup, langsung dari WhatsApp Web. Tidak perlu mengunduh aplikasi,” tulis WhatsApp di blog resmi mereka.

Menurut WhatsApp, fitur ini ditujukan bagi pengguna yang memakai komputer bersama, menggunakan laptop kantor yang tidak mengizinkan pemasangan aplikasi, atau lebih bagi mereka yang lebih nyaman bekerja melalui browser.

Meski berjalan di browser, pengguna tetap bisa mengakses fitur seperti screen sharing, reaksi (reaction) saat panggilan, serta tab “Calls” yang berisi riwayat panggilan dan kontak favorit. Seluruh panggilan juga diklaim tetap dilindungi enkripsi end-to-end.

Bisa pindah panggilan tanpa terputus

Selain Web Calling, WhatsApp juga menghadirkan Call Transfer. Fitur ini memungkinkan pengguna memindahkan panggilan grup yang sedang berlangsung dari ponsel ke WhatsApp Web atau Desktop, maupun sebaliknya, tanpa harus mengakhiri panggilan.

WhatsApp turut menambahkan Waiting Room untuk panggilan grup. Jika opsi “Require approval to join” diaktifkan saat membuat tautan panggilan, peserta harus menunggu persetujuan penyelenggara sebelum dapat bergabung.

Pembaruan lainnya yang kini hadir di WhatsApp Web adalah QuickHD yang membuat kualitas video HD tersedia sejak detik-detik awal panggilan, serta Noise Suppression untuk meredam suara bising di sekitar pengguna agar percakapan terdengar lebih jelas.

WhatsApp mengatakan seluruh fitur baru tersebut mulai digulirkan secara bertahap dan akan tersedia untuk semua pengguna global dalam waktu dekat, sebagaimana dirangkum KompasTekno dari WhatsApp, Rabu (29/7/2026).

Pantauan KompasTekno pada Rabu pagi atau pada saat berita ini ditulis, kami sudah bisa mencoba fitur ini di Indonesia.

Pengguna bisa mengakses fitur Web Calling, baik itu individu maupun grup, melalui ikon “Video” yang ada di pojok kanan atas jendela percakapan.

Sumber : https://tekno.kompas.com/read/2026/07/29/07030017/whatsapp-web-resmi-bisa-telepon-dan-video-call-termasuk-grup

Elon Musk Rilis Layanan Perbankan X Money, Apa Keunggulannya?

Elon Musk Rilis Layanan Perbankan X Money, Apa Keunggulannya?

Liputan6.com, Jakarta – Platform media sosial milik Elon Musk resmi meluncurkan layanan perbankan baru bernama X Money. Layanan ini dikhususkan bagi pengguna Premium dan Premium Plus dengan membayar USD 40 (Rp 724.546) per bulan.

Layanan ini memungkinkan pengguna menyimpan uang di rekening, menarik uang melalui ATM menggunakan kartu debit Visa.

Selain itu, X menawarkan 3% cashback dan bunga tabungan (APY) 6% agar menarik pengguna untuk menggunakannya. Demikian sebagaimana dikutip dari Futurism, Rabu (29/7/2026).

Ambisi Elon Musk

Keinginan Musk untuk menciptakan aplikasi dengan fitur perbankan sudah ada sejak lama. Pada 1999, ia turut mendirikan X.com, sebuah sistem pembayaran e-commerce yang kemudian bergabung dengan perusahaan lain pada 2000 dan akhirnya membentuk PayPal.

Namun, pada akhirnya dewan direksi perusahaan mengeluarkan Musk dan menggantinya dengan Peter Thiel akibat perbedaan pendapat. Hal ini tentu memicu rasa frustrasi dan kemarahan bagi CEO SpaceX tersebut.

Elon Musk berambisi membuat aplikasi X menjadi “aplikasi serba bisa”. Menurut mantan CEO sekaligus juru bicara Musk, Linda Yaccarino, aplikasi ini dapat menghadirkan segalanya.

Ambisi itu dinilai mirip dengan aplikasi dari Tiongkok, WeChat. Namun, yang menjadi pertanyaan, apakah Elon Musk berhasil meyakinkan pengguna terkait keamanan X Money?

Rencana Peluncuran Awal

Tampaknya, Elon Musk lambat dalam mewujudkan fitur ini ke X. Awalnya, ia berjanji akan meluncurkan fitur ini pada 2024.

“Hal ini akan membuatku terkejut jika belum kunjung dirilis pada akhir tahun berikutnya,” ujar Musk kepada karyawan Twitter pada Oktober 2023.

Hingga akhirnya, fitur ini resmi dirilis setelah lebih dari dua setengah tahun dari janjinya.

Sumber : https://www.liputan6.com/tekno/read/8256971/elon-musk-rilis-layanan-perbankan-x-money-apa-keunggulannya

YLKI Minta Pemerintah Bentuk Aturan Soal Kuota Internet Hangus

YLKI Minta Pemerintah Bentuk Aturan Soal Kuota Internet Hangus

Liputan6.com, Jakarta – Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) mendesak pemerintah untuk segera membuat aturan mengenai kuota internet pascaputusan Mahkamah Konstitusi (MK). Operator juga diminta mengikuti putusan sebagai bentuk pemenuhan hak konsumen.

Sekretaris Eksekutif YLKI, Rio Priambodo meminta Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), operator telekomunikasi, dan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) tindaklanjuti Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 273/PUU-XXIII/2025 terkait praktik kuota internet hangus.

Putusan ini memberikan mandat agar penyelenggara telekomunikasi menyediakan mekanisme yang lebih adil, dan transparan. Serta, memberikan pilihan kepada konsumen atas sisa kuota yang masih menjadi haknya.

“Pertama, YLKI mendesak Komdigi untuk segera menyusun regulasi pelaksanaan Putusan Mahkamah Konstitusi sebagai pedoman bagi seluruh penyelenggara telekomunikasi,” kata Rio dalam keterangan resmi yang diterima Liputan6.com, Rabu (29/7/2026).

Regulasi tersebut harus mengatur mekanisme implementasi putusan, termasuk bentuk pilihan layanan agar sisa kuota tetap dapat dimanfaatkan oleh konsumen, standar pelayanan minimum, kewajiban transparansi informasi, mekanisme pengawasan, serta sanksi bagi operator yang tidak mematuhi ketentuan.

Rio menegaskan, Komdigi perlu menetapkan tenggat waktu implementasi agar putusan MK tidak berlarut-larut dan memberikan kepastian hukum bagi konsumen maupun pelaku usaha. “Selain itu, YLKI juga mendesak Komdigi untuk mengawasi agar harga paket rollover tidak melambung tinggi akibatnya konsumen konsumen tidak mampu membeli produk paket rollover,” tuturnya.

Minta Operator Ikuti Aturan

Kedua, YLKI meminta seluruh operator telekomunikasi untuk segera melakukan penyesuaian terhadap syarat dan ketentuan layanan, sistem operasional, serta model bisnisnya sesuai dengan Putusan Mahkamah Konstitusi.

Wajib Memberi Informasi Jujur

Rio meminta operator segera menyediakan pilihan layanan yang memungkinkan sisa kuota tetap dapat digunakan oleh konsumen sebagaimana diamanatkan Mahkamah Konstitusi.

“Selain itu, operator wajib memberikan informasi yang jujur, transparan, mudah dipahami, dan tidak menyesatkan mengenai hak-hak konsumen. Implementasi putusan ini juga tidak boleh dijadikan alasan untuk mengenakan biaya tambahan yang pada akhirnya justru mengurangi manfaat yang diterima konsumen,” terangnya.

KPPU Perlu Ikut Turun

Rio menjelaskan, poin ketiga, YLKI mendesak KPPU untuk melakukan pengawasan secara aktif terhadap implementasi putusan tersebut. Menururnya, perubahan model bisnis operator tidak boleh menjadi celah bagi terjadinya praktik kartel, penyeragaman tarif, maupun bentuk persaingan usaha tidak sehat lainnya yang berpotensi merugikan konsumen.

“KPPU juga perlu melakukan kajian terhadap dampak implementasi putusan terhadap struktur persaingan di industri telekomunikasi agar tercipta iklim usaha yang sehat, kompetitif, dan mendorong peningkatan kualitas layanan,” urainya.

Rio memastikan YLKI akan mengawal implementasi putusan MK dan mendorong adanya pengawasan yang efektif agar tidak ada lagi praktik yang merugikan konsumen. “Putusan ini harus menjadi titik balik bagi terciptanya tata kelola industri telekomunikasi yang lebih adil, transparan, akuntabel, serta berorientasi pada perlindungan hak-hak konsumen,” tandasnya.

Putusan MK Soal Kuota Hangus

Sebelumnya, Mahkamah Konstitusi memerintahkan operator telekomunikasi untuk menyediakan opsi layanan yang menjamin sisa kuota internet pelanggan tidak hangus, sehingga sisa paket data tersebut tetap aktif dan dapat terus digunakan.

Kewajiban itu ditegaskan dalam Putusan Nomor 273/PUU-XXIII/2025 yang mengabulkan sebagian permohonan uji materi pada Kamis (23/7/2026).

Permohonan tersebut diajukan oleh pengemudi ojek online (ojol) Didi Supandi, pedagang kuliner daring Wahyu Triana Sari, serta dosen sekaligus advokat Regaf Felix yang mempermasalahkan praktik penghangusan kuota internet. Selain itu, Mahkamah juga menegaskan bahwa pengaturan besaran tarif jasa telekomunikasi wajib mengikuti formula yang ditetapkan oleh pemerintah pusat.

Putusan diucapkan dalam Sidang Pengucapan Putusan/Ketetapan di Gedung MK, Jakarta, yang menyatakan permohonan para pemohon dikabulkan untuk sebagian.

“Mengabulkan permohonan para pemohon untuk sebagian,” kata Ketua MK, Suhartoyo, dalam Sidang Pengucapan Putusan/Ketetapan.

“Dengan kewajiban menyediakan pilihan layanan jasa telekomunikasi yang menjamin sisa kuota milik pengguna jasa telekomunikasi tetap aktif dan dapat digunakan,” lanjut Suhartoyo.

Sumber : https://www.liputan6.com/bisnis/read/8256939/ylki-minta-pemerintah-bentuk-aturan-soal-kuota-internet-hangus

Transaksi Judi Online Turun 20 Persen, Ini Kata Pakar

Transaksi Judi Online Turun 20 Persen, Ini Kata Pakar

Liputan6.com, Jakarta – Untuk pertama kalinya sejak 2017, perputaran uang judi online (judol) di Indonesia mencatatkan penurunan signifikan.

Laporan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menunjukkan nilai transaksi judol pada 2025 berada di angka Rp 286,84 triliun atau turun sekitar 20 persen dibandingkan tahun 2024 yang sempat menyentuh rekor tertinggi Rp 359,81 triliun.

Selain perputaran dana, nilai deposit masyarakat pada platform judi online juga menyusut dari Rp51,3 triliun (2024) menjadi Rp36,01 triliun pada 2025.

Kendati tren transaksi menurun, Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia (UI), Profesor Hikmahanto Juwana, mengingatkan pemerintah agar tidak cepat berpuas diri.

Menurutnya, pemblokiran masif yang dilakukan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) perlu diimbangi dengan penegakan hukum yang tegas terhadap aktor-aktor utama di balik industri gelap tersebut.

“Seberapa banyak pun situs diblokir, mereka akan terus bertumbuh jika penggerak di belakangnya tidak diatasi,” ujar Hikmahanto, dikutip dari Antara, Rabu (29/7/2026).

Ia mengapresiasi langkah cepat Komdigi yang tak hanya memblokir ratusan ribu akun dan situs judol, tetapi juga berkolaborasi dengan platform digital untuk membersihkan iklan serta pesan spam yang menyasar masyarakat.

Namun, laporan PPATK memetakan adanya pergeseran modus operandi. Aktivitas judol diprediksi belum mereda sepenuhnya hingga 2026, dengan pola transaksi yang kini berubah menjadi lebih tersebar, berfrekuensi tinggi, dan menggunakan nominal yang lebih kecil guna menghindari deteksi sistem keuangan.

Kejahatan Lintas Negara

“Judi online merupakan kejahatan transnasional terorganisasi (transnational organized crime). Sindikat ini beroperasi lintas negara dengan memanfaatkan peladen (server) dan aliran dana luar negeri,” kata Hikmahanto.

Bahkan, beberapa sindikat global tercatat telah menyusup dan mendirikan markas operasional di dalam negeri.

Dampak dari kejahatan ini tak sekadar persoalan ekonomi individual, tetapi sudah memicu krisis sosial, kehancuran finansial keluarga, hingga lonjakan tindak pidana pencucian uang (TPPU) lintas negara.

Penindakan dari Hulu ke Hilir

Agar pemberantasan judol berjalan efektif, Hikmahanto mendesak aparat penegak hukum untuk tidak berhenti pada penindakan pilar bawah semata, seperti pengelola lapangan atau agen lokal.

“Jangan hanya penggerak di lapangan saja yang ditangkap, tapi juga bandar-bandar besarnya sehingga judi online bisa diberantas dari hulu ke hilir,” ucap Hikmahanto.

Ia menambahkan, pemerintah Indonesia dan lembaga penegak hukum nasional harus memperkuat kolaborasi dengan otoritas internasional serta kepolisian negara tetangga. Langkah ini krusial untuk melacak aliran dana dan membongkar jaringan bandar besar yang bersembunyi di luar negeri.

Sumber : https://www.liputan6.com/tekno/read/8256916/transaksi-judi-online-turun-20-persen-ini-kata-pakar

Meta Luncurkan Seller, Aplikasi Khusus untuk Facebook Marketplace

Meta Luncurkan Seller, Aplikasi Khusus untuk Facebook Marketplace

KOMPAS.com – Induk Instagram, WhatsApp, dan Facebook, Meta resmi meluncurkan aplikasi baru bernama Seller.

Aplikasi ini dirancang khusus untuk pengguna yang aktif berjualan di platform jual beli yang ada di Facebook, Facebook Marketplace.

Secara umum, Seller menghadirkan berbagai tools untuk mengelola bisnis, mulai dari pembuatan listing berbasis kecerdasan buatan (AI), hingga pengelolaan inventaris.

Salah satu fitur unggulan Seller adalah Meta AI yang sudah terintegrasi ke dalam aplikasi.

Dengan fitur ini, pengguna cukup mengunggah foto barang, kemudian AI akan membuat judul, deskripsi, menentukan kategori, sekaligus memberikan rekomendasi harga.

Aplikasi ini juga mendukung fitur bulk listing untuk mengunggah banyak produk sekaligus. Sehingga, pengguna tak perlu repot mengunggah barang jualan satu per satu secara manual.

Seller turut menghadirkan Seller Home yang menampilkan aktivitas penting, seperti pesanan yang harus dikirim, pesan pembeli yang belum dibalas, serta ringkasan performa penjualan.

Kemudian ada fitur Unified Seller Inbox mengelompokkan percakapan berdasarkan produk sehingga lebih mudah dikelola.

Ada pula fitur Performance Insights yang menampilkan data seperti jumlah tayangan, klik, percakapan dengan pembeli, dan produk yang terjual untuk membantu penjual mengevaluasi performa bisnisnya.

Verifikasi penjual

Salah satu perubahan yang akan segera diberlakukan adalah kewajiban verifikasi identitas formal bagi pengguna yang ingin mendaftar sebagai penjual, terutama untuk kategori barang berisiko tinggi dan bernilai mahal, seperti barang elektronik, kendaraan, hingga properti.

Jika sebelumnya pengguna Facebook bisa dengan mudah mengunggah foto barang bekas dan langsung menawarkannya ke publik hanya dalam hitungan detik, kini Meta akan meminta penjual untuk melengkapi verifikasi tanda pengenal resmi (KTP) dan pemindaian wajah.

Langkah verifikasi ini bertujuan untuk memastikan bahwa akun yang menawarkan barang adalah manusia nyata yang dapat dimintai pertanggungjawaban, bukan bot komputasi atau sindikat penipu siber yang kerap memanfaatkan akun-akun kloningan atau akun hasil retasan.

Meta juga dikabarkan akan memberikan label khusus “Penjual Terverifikasi” (Verified Seller) pada profil pengguna yang telah lolos verifikasi.

Akun-akun terverifikasi ini nantinya akan diprioritaskan oleh algoritma Facebook, sehingga iklan produk mereka akan lebih mudah ditemukan oleh calon pembeli di sekitarnya.

Baru ada di iOS

Saat ini, Seller baru tersedia di Apple App Store bagi pengguna iOS berusia 18 tahun ke atas di Amerika Serikat (AS). Tak disebutkan kapan negara lain akan dapat aplikasi ini.

Selain menyediakan Seller di AS, Meta juga tengah menguji versi web dari Seller untuk pengguna aplikasi di iOS dan Android.

Meta menegaskan pengguna yang tak memakai aplikasi Seller akan tetap bisa berjualan melalui aplikasi Facebook seperti biasa.

Bagi yang menggunakan Seller, seluruh listing, riwayat pesan, dan histori penjualan akan otomatis tersinkronisasi dengan akun Facebook. Produk yang dibuat di Seller juga akan langsung muncul di Facebook Marketplace.

Sebagaimana dirangkum KompasTekno dari laman Meta, peluncuran Seller ini dilakukan bertepatan dengan hampir 10 tahun usia Facebook Marketplace.

Menurut Meta, platform tersebut kini menampung lebih dari 430 juta listing setiap bulan di seluruh dunia.

Platform ini, kata Meta, juga telah berkembang dari tempat jual beli barang bekas menjadi sarana usaha bagi banyak pengguna.

Sumber : https://tekno.kompas.com/read/2026/07/25/10400037/meta-luncurkan-seller-aplikasi-khusus-untuk-facebook-marketplace

Ternyata Ini Cara AI Bantu Konsultan SAP Kerja Lebih Rapi

Ternyata Ini Cara AI Bantu Konsultan SAP Kerja Lebih Rapi

JAKARTA – PT Soltius Indonesia mulai memakai teknologi AI baru bernama SAP Joule for Consultants. Sederhananya, ini adalah asisten AI yang bisa diajak “ngobrol” untuk membantu tim konsultan IT menyelesaikan pekerjaan lebih cepat dan hasilnya lebih seragam kualitasnya.

Soltius sendiri adalah salah satu mitra resmi SAP (perusahaan software besar asal Jerman yang biasa dipakai perusahaan-perusahaan untuk mengurus data keuangan, gudang, sampai karyawan) dengan status tertinggi, yaitu SAP Platinum Partner.

Soltius berkantor di Jakarta dengan sekitar 350 karyawan. Tugas mereka membantu banyak perusahaan mengatur sistem digitalnya, mulai dari sistem gudang, keuangan, sumber daya manusia, sampai analisis data.

Tapi makin lama, tim konsultan mereka makin kewalahan karena beberapa hal ini:

  • Waktu banyak habis hanya untuk mencari-cari dokumen dan panduan kerja yang berserakan
  • ⁠Hasil kerja tiap konsultan tidak selalu sama bagusnya, tergantung pengalaman masing-masing orang
  • Proses pengaturan sistem dan perbaikan masalah masih dikerjakan manual, jadi lambat
  • Saat klien bertanya hal rumit, tidak selalu bisa dijawab cepat
  • Karyawan baru butuh waktu lama untuk benar-benar siap kerja

Kalau dibiarkan, semua ini bikin pelanggan menunggu lebih lama dan kualitas layanan jadi naik-turun.

Apa yang Bisa Dilakukan SAP Joule?

SAP Joule for Consultants ibarat “kamus berjalan” yang sudah dilatih dengan semua pengetahuan resmi SAP — dokumentasi, diskusi komunitas, sampai panduan teknis.

Konsultan tinggal bertanya, jawabannya langsung muncul, kapan saja dibutuhkan selama proyek berjalan.

AI tersebut juga sudah terhubung langsung ke beberapa sistem SAP yang biasa dipakai perusahaan, yaitu SAP S/4HANA Cloud, SAP SuccessFactors, dan SAP Business Technology Platform.

Jadi konsultan bisa langsung mengambil data yang dibutuhkan dan mengerjakan tugas di sistem itu, dengan tetap aman dan terkontrol.

Bernardy Suhendra, Presiden Direktur PT Soltius Indonesia, menjelaskan alasan perusahaannya memakai AI ini.

“Masa depan konsultasi SAP ada pada pemanfaatan AI yang efektif. SAP Joule for Consultants memungkinkan tim kami memanfaatkan pengetahuan SAP secara kolektif, mempercepat pemecahan masalah, dan menghasilkan hasil yang lebih baik dengan keyakinan yang lebih tinggi,” kata Bernardy.

Sianto Wongjoyo, Managing Director SAP Indonesia, menambahkan bahwa mitra seperti Soltius berperan penting menyalurkan manfaat AI ke pelanggan.

“Mitra seperti Soltius berperan kunci dalam membawa nilai AI kepada pelanggan. Dengan SAP Joule for Consultants, kami memberdayakan tim konsultasi dengan konteks SAP yang mendalam dan bantuan berbasis AI,” ujar Sianto.

Sumber : https://tekno.sindonews.com/read/1732949/207/ternyata-ini-cara-ai-bantu-konsultan-sap-kerja-lebih-rapi-1785208038

China Pamer AI Mazu, Bisa Prediksi Banjir hingga Gelombang Panas

China Pamer AI Mazu, Bisa Prediksi Banjir hingga Gelombang Panas

KOMPAS.com – Di tengah ramainya pameran robot humanoid dan chatbot, China justru memamerkan teknologi kecerdasan buatan (AI) dengan fungsi berbeda.

Dalam acara World Artificial Intelligence Conference (WAIC) 2026 di Shanghai, Lembaga Meteorologi China/China Meteorological Administration (CMA), badan yang memiliki tupoksi setara BMKG di Indonesia, memperkenalkan sebuah AI yang dirancang untuk memprediksi bencana alam.

AI tersebut memiliki nama Mazu. CMA mengeklaim teknologi ini mampu mendeteksi potensi berbagai cuaca ekstrem, mulai dari banjir, badai, gelombang panas (heatwave), hingga angin kencang sebelum bencana terjadi.

Nama Mazu sendiri diambil dari dewi laut dalam kepercayaan masyarakat China yang dipercaya melindungi para pelaut. Kini, nama tersebut digunakan untuk sistem AI yang bertugas “melindungi” masyarakat dari ancaman cuaca ekstrem.

Mazu sebenarnya bukan teknologi baru. AI ini pertama kali diperkenalkan pada 2025 lalu, dan CMA terus mengembangkannya hingga versi terbaru yang dipamerkan di WAIC 2026.

Gabungkan data satelit dan AI

Mazu bekerja dengan menggabungkan data pengamatan dari berbagai sumber, termasuk satelit meteorologi Fengyun milik China.

Data tersebut kemudian dianalisis menggunakan sejumlah model AI, seperti Fenglei, Fengqing, dan Fengshun, untuk menghasilkan prakiraan serta peringatan dini cuaca ekstrem secara akurat.

Mazu juga didukung perangkat pemantauan yang dapat mengukur berbagai indikator cuaca, seperti suhu, tekanan udara, dan jarak pandang, sekaligus menerima data satelit secara langsung.

Seluruh data tersebut nantinya diproses AI untuk membentuk sistem terpadu yang mencakup pemantauan, peringatan, penyebaran informasi, hingga respons terhadap bencana.

Selain memprediksi cuaca, sistem ini juga telah disesuaikan untuk berbagai sektor, seperti transportasi, energi, pertanian, hingga ekonomi penerbangan rendah (low-altitude economy).

Teknologi ini rencananya akan dibuka untuk negara lain, tidak hanya terbatas di China saja.

Menurut staf Shanghai Meteorological Bureau, You Yang, setiap negara dapat memperoleh versi Mazu yang disesuaikan dengan kondisi geografis dan ancaman bencana yang berbeda-beda.

Sebagai contoh, implementasi di sebuah negara kecil di Afrika Timur, Djibouti difokuskan pada pemantauan gelombang panas dan peringatan angin kencang di kawasan pelabuhan.

Kemudian, AI seperti ini juga disebut dapat melindungi hasil panen, memperkuat ketahanan pangan, sekaligus mengurangi dampak ekonomi akibat bencana di beberapa negara berkembang, contohnya Pakistan.

You Yang mengatakan, Mazu sendiri kini telah dimanfaatkan oleh lembaga meteorologi dan penanggulangan bencana di lebih dari 40 negara dan wilayah melalui layanan berbasis cloud.

Tidak disebutkan negara apa saja yang sudah menerapkan AI yang bisa memprediksi bencana ini.

Namun yang jelas, setiap implementasi Mazu di tiap negara nantinya akan disesuaikan dengan karakteristik geografis serta jenis bencana yang umum terjadi di negara tersebut.

Adapun beberapa negara yang mendapatkan versi khusus Mazu, menurut CMA, adalah Pakistan, Djibouti, Nigeria, hingga Ethiopia, sebagaimana dirangkum KompasTekno dari GlobalTimes.

Selain mengumumkan versi terbaru Mazu, CMA juga memperkenalkan Mazu-FengYun Satellite AI Box, perangkat yang menggabungkan kemampuan satelit Fengyun dengan AI agar dapat digunakan oleh lembaga meteorologi di berbagai negara.

Menurut CMA, perangkat tersebut menjadi langkah baru dalam pengembangan Mazu, dari sekadar berbagi data prakiraan cuaca menjadi penyedia kemampuan AI untuk membantu proses analisis dan peringatan dini.

Sumber : https://tekno.kompas.com/read/2026/07/22/19020077/china-pamer-ai-mazu-bisa-prediksi-banjir-hingga-gelombang-panas

Perang Teknologi Memanas, China Siapkan Pembatasan Ekspor Chip dan AI

Perang Teknologi Memanas, China Siapkan Pembatasan Ekspor Chip dan AI

KOMPAS.com – Pemerintah China dikabarkan tengah menimbang untuk memperketat aturan ekspor teknologi kecerdasan buatan (AI) dan semikonduktor.

Upaya tersebut ditempuh demi menjaga teknologi AI mutakhir China tetap berada di dalam negeri, sekaligus menegaskan bahwa AI kini dipandang sebagai aset strategis nasional. Hal yang sama juga diterapkan oleh pemerintah Amerika Serikat.

Laporan ini pertama kali diungkap oleh outlet media Financial Times, yang menyebut Kementerian Perdagangan China menggelar serangkaian diskusi dengan perusahaan AI dan produsen chip domestik mengenai kemungkinan pembatasan ekspor teknologi tersebut.

Sebelumnya, Reuters juga melaporkan bahwa otoritas China telah bertemu dengan sejumlah perusahaan teknologi besar untuk membahas kemungkinan pembatasan akses luar negeri terhadap model AI paling canggih buatan China, termasuk model yang belum dirilis ke publik.

Dalam konsultasi tersebut, regulator meminta masukan mengenai cara mencegah teknologi AI dan semikonduktor buatan China diakuisisi atau dimanfaatkan oleh negara-negara Barat.

Beberapa perusahaan yang dilibatkan dalam pembahasan antara lain Alibaba, ByteDance, dan Zhipu.

Salah satu opsi yang dibahas adalah membatasi pemindahan data penting yang digunakan untuk melatih model AI ke luar negeri. Pemerintah juga mempertimbangkan pembatasan agar bobot model AI tidak dapat diunduh oleh pengguna asing.

Selain AI, pemerintah China juga dikabarkan mengkaji aturan yang dapat melarang perusahaan semikonduktor luar negeri, seperti Qualcomm dan TSMC, memproduksi chip canggih berdasarkan desain yang dikembangkan perusahaan China, seperti Huawei, Alibaba, maupun ByteDance.

Jika diterapkan, kebijakan tersebut akan dimasukkan ke dalam revisi daftar teknologi yang dilarang atau dibatasi untuk diekspor oleh pemerintah China.

Financial Times menyebut, usulan tersebut masih dalam tahap pembahasan. Pemerintah masih mengumpulkan masukan dari pelaku industri sebelum mengambil keputusan akhir.

Selain itu, regulator juga dikabarkan tengah mempertimbangkan pembatasan terhadap akuisisi teknologi strategis China oleh perusahaan asing, termasuk teknologi AI berbasis agentic AI.

Meski demikian, baik Kementerian Perdagangan China, Alibaba, ByteDance, Zhipu, Huawei, Qualcomm, maupun TSMC belum memberikan tanggapan resmi terkait laporan tersebut, dihimpun KompasTekno dari Reuters.

Sumber : https://tekno.kompas.com/read/2026/07/27/11030097/perang-teknologi-memanas-china-siapkan-pembatasan-ekspor-chip-dan-ai