Tingkatkan Minat Baca, Sebanyak 1.700 Buku Dibagikan Melalui Program Gerbong Literasi

Tingkatkan Minat Baca, Sebanyak 1.700 Buku Dibagikan Melalui Program Gerbong Literasi

RENDAHNYA minat baca masyarakat menjadi pekerjaan rumah yang tak bisa diselesaikan hanya oleh pemerintah. Dunia usaha pun dituntut mengambil peran. Merespons kondisi tersebut, KAI Logistik (Kalog) menyalurkan 1.700 buku bacaan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) bertajuk “Gerbong Literasi”.

Program tersebut digelar bertepatan dengan momentum Hari Literasi Nasional yang diperingati setiap 8 September. Ribuan buku itu disebar ke delapan titik di wilayah Jabodetabek, Palembang, dan Surabaya, terutama bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional Kalog.

Manager of Public Relations Kalog, Adjeng Putri Adhatu, mengatakan program tersebut menjadi salah satu langkah perusahaan untuk ikut menumbuhkan minat baca masyarakat, terutama anak-anak. Persoalan literasi masih menjadi tantangan. Berdasarkan survei Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2020, hanya sekitar 10% penduduk Indonesia yang disebut rajin membaca buku.

“Melalui ‘Gerbong Literasi’ ini, kami ingin mengambil bagian dalam menumbuhkan minat baca masyarakat melalui langkah sederhana yang dapat memberikan manfaat secara berkelanjutan,” tuturnya.

Adjeng menambahkan, mayoritas buku yang disalurkan merupakan bacaan anak. Pemilihan tersebut diharapkan dapat memperkenalkan buku sekaligus membangun ketertarikan membaca sejak usia dini. Sebanyak 1.700 buku tersebut disalurkan ke delapan titik yang berada di wilayah operasional bisnis Kalog. Langkah ini diharapkan membuat akses terhadap bahan bacaan semakin dekat dengan masyarakat.

“Khususnya bagi anak-anak, keberadaan bahan bacaan yang sesuai dengan usia diharapkan dapat membuka kesempatan untuk mengenal beragam pengetahuan, mengembangkan imajinasi, sekaligus membangun kebiasaan membaca sejak dini,” terangnya.

BUKAN SEKEDAR BAGI BUKU
Menurut Adjeng, program “Gerbong Literasi” tidak sekadar menjadi kegiatan pembagian buku. Lebih jauh, program tersebut diarahkan untuk menciptakan ruang belajar dan membaca yang dapat dimanfaatkan masyarakat secara berkelanjutan. Program itu sekaligus menjadi bagian dari kontribusi perseroan terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan keempat tentang Pendidikan Berkualitas.

Melalui kegiatan tersebut, perseroan berupaya memperluas akses masyarakat terhadap sumber belajar sekaligus menciptakan lingkungan yang mendukung proses pendidikan dan peningkatan kapasitas masyarakat. “Sebagai bagian dari komitmen perusahaan terhadap keberlanjutan, kegiatan TJSL menjadi salah satu agenda yang terus dilakukan perusahaan secara konsisten untuk memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan sekitar,” imbuhnya.

Adjeng menyebut, semangat “Ispossible!” menjadi pijakan perusahaan dalam menjalankan berbagai kontribusi sosial. “Melalui semangat Ispossible!, kami percaya bahwa kontribusi positif dapat dimulai dari langkah-langkah sederhana yang dilakukan bersama dan secara berkelanjutan, termasuk menghadirkan akses bacaan yang lebih dekat bagi generasi penerus,” sambungnya.(E-2)

Sumber : https://mediaindonesia.com/nusantara/930029/tingkatkan-minat-baca-sebanyak-1700-buku-dibagikan-melalui-program-gerbong-literasi