Di balik kesuksesan Lamine Yamal membawa Spanyol menjuarai Piala Dunia 2026, ada satu momen yang menyentuh perhatian publik dunia. Sesaat setelah peluit panjang final dibunyikan, ketika sebagian pemain masih larut dalam euforia dan ketegangan, Yamal justru memilih berlutut dan memanjatkan doa.
Momen itu menjadi viral karena terjadi di tengah suasana yang masih memanas. Beberapa pemain Argentina tampak meluapkan kekecewaan, bahkan sempat terjadi adu argumen antara Leandro Paredes dan Gavi. Namun, Yamal terlihat tenang, mengangkat kedua telapak tangannya untuk berdoa sebelum akhirnya bergabung merayakan gelar juara bersama rekan-rekannya.
Bagi sebagian orang, aksi tersebut mungkin hanya bentuk rasa syukur. Namun bagi Yamal, berdoa merupakan kebiasaan yang telah ia lakukan sejak kecil, berkat nasihat sang nenek, Fatima.
Doa yang Diajarkan Sang Nenek
Dalam sebuah wawancara dengan televisi Maroko Le7tv pada 2024, Fatima menceritakan bahwa ia selalu mengingatkan cucunya agar tidak pernah melupakan doa sebelum memasuki lapangan.
“Aku selalu berkata kepadanya sebelum pertandingan, ‘Ya Rabb, berilah aku taufik (keberhasilan) dan tolonglah aku menghadapi segala kesulitan yang ada di hadapanku’,” tuturnya.
Fatima juga mengaku tak pernah berhenti mendoakan agar cucunya selalu berada dalam perlindungan Allah SWT, diberi petunjuk, serta dijauhkan dari keburukan.
Meski doa yang diucapkan Yamal sebelum bertanding tidak pernah dipublikasikan secara utuh, banyak warganet kemudian mengaitkannya dengan doa yang terdapat pada penghujung Surah Al-Baqarah ayat 286, salah satu doa yang paling sering diamalkan umat Islam.
Doa Penutup Surah Al-Baqarah
Ayat terakhir Surah Al-Baqarah tidak hanya memuat prinsip bahwa Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai kemampuannya, tetapi juga berisi doa yang sangat agung.
Allah SWT berfirman:
رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَا إِن نَّسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِن قَبْلِنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِ ۖ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا ۚ أَنتَ مَوْلَانَا فَانصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ
Artinya:
“Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tidak sanggup kami memikulnya. Maafkanlah kami, ampunilah kami, dan rahmatilah kami. Engkaulah Pelindung kami, maka tolonglah kami menghadapi orang-orang kafir.” (QS. Al-Baqarah: 286)
Ayat ini menjadi doa yang mengandung permohonan ampun, rahmat, kemudahan, kekuatan menghadapi ujian, serta pertolongan dari Allah SWT.
Keutamaan Al-Baqarah Ayat 286
Dalam hadis riwayat Imam Bukhari dan Imam Muslim, Rasulullah SAW bersabda:
“Barang siapa membaca dua ayat terakhir Surah Al-Baqarah pada malam hari, maka kedua ayat itu akan mencukupinya.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Para ulama menjelaskan bahwa “mencukupi” dalam hadis tersebut mencakup perlindungan dari berbagai keburukan, kecukupan pahala, hingga ketenangan hati bagi orang yang membacanya dengan penuh keimanan.
Karena itu, dua ayat terakhir Surah Al-Baqarah menjadi salah satu bacaan yang dianjurkan untuk diamalkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama ketika menghadapi tekanan, kesulitan, maupun ujian hidup.
Menjadikan Doa sebagai Sumber Ketenangan
Bagi seorang atlet, tekanan tidak hanya datang dari lawan di lapangan, tetapi juga dari ekspektasi jutaan pendukung, sorotan media, hingga beban membawa nama negara.
Momen yang diperlihatkan Lamine Yamal usai final Piala Dunia 2026 menjadi pengingat bahwa di balik kerja keras dan kemampuan, seorang Muslim tetap diajarkan untuk menggantungkan harapan kepada Allah SWT.
Sumber : https://mozaik.inilah.com/news/lamine-yamal-dan-amalan-doa-al-baqarah-ayat-286




