Alasan Kebiasaan Minum Teh Seperti Ini Bisa Turunkan Risiko Stroke

Alasan Kebiasaan Minum Teh Seperti Ini Bisa Turunkan Risiko Stroke

Jakarta – Teh merupakan minuman yang banyak disukai orang. Tak hanya karena rasanya yang nikmat dan bisa menenangkan, ternyata teh juga sangat bermanfaat bagi kesehatan, terutama menurunkan risiko stroke.

Diketahui, teh mengandung senyawa tumbuhan seperti katekin, theaflavin, flavonoid, dan polifenol. Senyawa tersebut memiliki sifat antioksidan dan antiinflamasi, yang melindungi pembuluh darah dari kerusakan akibat radikal bebas.

Bagaimana Cara Teh Memangkas Risiko Stroke?

Dikutip dari VNExpress, manfaat ini bisa dirasakan dengan mengonsumsi 500-1.000 ml teh setiap hari. Jumlah itu setara dengan 2-4 cangkir teh, yang mendukung sistem kardiovaskular dan mengurangi risiko kematian akibat gangguan jantung serta pembuluh darah.

Salah satu penyebab utama dari gangguan kardiovaskular adalah stres oksidatif. Jika kondisi itu terjadi dalam jangka panjang, dapat mengganggu fungsi endotelium, lapisan dalam pembuluh darah, mendorong penumpukan kolesterol dan pengerasan arteri.

Senyawa polifenol dalam teh dapat membantu menjaga fleksibilitas arteri, meningkatkan sirkulasi, dan mengurangi peradangan kronis yang mendukung kesehatan kardiovaskular.

Meski begitu, perlu diingat bahwa teh tidak dapat mengobati penyakit jantung. Para ahli menegaskan bahwa teh dapat melindungi sistem kardiovaskular sebagai bagian dari gaya hidup sehat.

Seperti Apa Hasil dari Penelitian?

Sebuah meta-analisis dari 14 studi yang melibatkan lebih dari 510 ribu peserta menemukan bahwa mengonsumsi teh dikaitkan dengan risiko stroke yang lebih rendah.

Minum sekitar tiga cangkir teh setiap hari dikaitkan dengan penurunan risiko stroke sebesar 13 persen. Khususnya stroke iskemik, yang disebabkan oleh penyumbatan pembuluh darah.

Sebagian besar penelitian menunjukkan bahwa 2-4 cangkir teh tanpa pemanis yang diminum per hari dapat memberikan manfaat kesehatan terbesar, tanpa meningkatkan risiko.

Namun, para peneliti juga memperingatkan bahwa studi tersebut menunjukkan hubungan, bukan membuktikan langsung bahwa teh secara langsung mengurangi risiko penyakit jantung.

Menurut mereka, perlu lebih banyak uji klinis untuk menentukan jumlah dan jenis teh yang ideal untuk melindungi kardiovaskular. Bisa jadi dari teh hijau, teh hitam, atau teh oolong.

Sumber : https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-8581888/alasan-kebiasaan-minum-teh-seperti-ini-bisa-turunkan-risiko-stroke