10 Cara Berbakti kepada Orang Tua agar Dapat Rida Allah SWT

10 Cara Berbakti kepada Orang Tua agar Dapat Rida Allah SWT

Berbakti kepada orang tua tertulis setelah perintah menyembah Allah SWT dalam surah Al-Isra ayat 23:

“Dan sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun. Dan berbuat baiklah kepada orang tua…”

Selain itu, rida Allah SWT juga bergantung pada rida orang tua, sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW:

“Rida Allah bergantung pada rida kedua orang tua, dan murka Allah bergantung pada murka kedua orang tua.” (HR Tirmidzi, Ibnu Hibban, dan Al-Hakim)

Lantas, bagaimana cara berbakti kepada orang tua menurut Islam?

Begini Cara Berbakti kepada Orang Tua yang Baik Menurut Islam

Bertutur kata dengan sopan, taat perintah orang tua, rendah hati, menafkahi dan merawat orang tua, mengajarkan agama dengan benar, sabar, mendoakan orang tua, bersedekah atas nama orang tua, dan juga menjalin silaturahmi dengan kenalan orang tua merupakan cara berbakti yang baik kepada mereka.

Untuk lebih lengkapnya, mari simak penjelasan berikut:

1. Berkata Lemah Lembut dan Sopan

Cara berbakti kepada orang tua yang pertama adalah menjaga cara berbicara, yakni harus sopan dan penuh kelembutan.

Dalam surah Al-Isra ayat 23, Allah SWT berfirman:

“Janganlah engkau mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah engkau membentak keduanya, dan ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang baik.”

Selain berkata baik dan lemah lembut, seorang anak juga harus segera menjawab panggilan orang tuanya.

Dari Abu Hurairah RA, Nabi Muhammad SAW bersabda:

“Suatu hari datanglah ibu Juraij dan memanggil anaknya (Juraij) ketika ia sedang melaksanakan shalat, ”Wahai Juraij.” Juraij lalu bertanya dalam hatinya, ”Apakah aku harus memenuhi panggilan ibuku atau meneruskan shalatku?” Rupanya dia mengutamakan shalatnya. Ibunya lalu memanggil untuk yang kedua kalinya. Juraij kembali bertanya di dalam hati, ”Ibuku atau shalatku?” Rupanya dia mengutamakan shalatnya. Ibunya memanggil untuk kali ketiga. Juraij bertanya lagi dalam hatinya, ”Ibuku atau shalatku?” Rupanya dia tetap mengutamakan shalatnya. Ketika sudah tidak menjawab panggilan, ibunya berkata, “Semoga Allah tidak mewafatkanmu, wahai Juraij sampai engkau melihat wajah pelacur” (HR. Al Bukhari)

2. Menaati Perintah Orang Tua

Seorang anak wajib menaati perintah orang tua selama tidak bertentangan dengan syariat Islam. Allah SWT berfirman dalam surah Al-Ankabut ayat 8:

“Dan Kami wajibkan kepada manusia agar (berbuat) kebaikan kepada kedua orang tuanya. Jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan Aku dengan sesuatu yang engkau tidak mempunyai ilmu tentang itu, maka janganlah engkau patuhi keduanya. Hanya kepada-Ku tempat kembalimu dan akan Aku beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”

3. Bersikap Rendah Hati (Tawadhu)

Dalam Islam, seorang anak dianjurkan bersikap tawadhu atau rendah hati dan penuh kasih sayang kepada orang tua.

Artinya, setiap anak tidak berhak merasa sombong, meskipun ilmu yang dimiliki atau hartanya melebihi orang tuanya.

Dalam surah Al-Isra ayat 24, Allah SWT berfirman:

“Dan rendahkanlah dirimu terhadap keduanya dengan penuh kasih sayang dan ucapkanlah, “Wahai Tuhanku! Sayangilah keduanya sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku pada waktu kecil.”

4. Merawat Orang Tua

Bentuk bakti lainnya adalah merawat orang tua, khususnya ketika masa tua mereka. Dalam surah Al-Isra ayat 23, Allah SWT juga berfirman:

“Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah engkau mengatakan “ah” dan jangan membentaknya.”

5. Menafkahi Orang Tua

Pada dasarnya, Islam mengajarkan bahwa harta seorang anak juga milik orang tuanya. Allah SWT berfirman dalam surah Al-Baqarah ayat 215:

“Mereka bertanya kepadamu (Muhammad) tentang apa yang harus mereka infakkan. Katakanlah, “Harta apa saja yang kamu infakkan, hendaknya diperuntukkan bagi kedua orang tua, kerabat, anak yatim, orang miskin, dan orang yang dalam perjalanan.” Dan kebaikan apa saja yang kamu kerjakan, maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahui.”

Oleh karena itu, jika seorang Muslim memiliki rezeki yang berkecukupan, hendaknya ia mengutamakan menafkahkan hartanya kepada kedua orang tuanya.

6. Mengajarkan Agama dengan Benar

Mengajarkan agama yang benar termasuk bakti yang diwajibkan dalam Islam. Hal ini pernah dilakukan Nabi Ibrahim AS yang ingin ayahnya berhenti menyembah berhala.

Kisah Nabi Ibrahim AS itu tertulis dalam surah Maryam ayat 42-45:

“Ingatlah ketika dia (Ibrahim) berkata kepada ayahnya, “Wahai ayahku! Mengapa engkau menyembah sesuatu yang tidak mendengar, tidak melihat, dan tidak dapat menolongmu sedikit pun? Wahai ayahku! Sungguh, telah sampai kepadaku sebagian ilmu yang tidak diberikan kepadamu, maka ikutilah aku, niscaya aku akan menunjukkan kepadamu jalan yang lurus. Wahai ayahku! Janganlah engkau menyembah setan. Sungguh, setan itu durhaka kepada Tuhan Yang Maha Pengasih. Wahai ayahku! Aku sungguh khawatir engkau akan ditimpa azab dari Tuhan Yang Maha Pengasih, sehingga engkau menjadi teman bagi setan.”

7. Bersikap Sabar

Bersikap sabar saat merawat orang tua termasuk bentuk bakti kepada mereka. Ini mencakup menahan emosi, berkata dengan lemah lembut, mendengarkan keluh kesah mereka, dan tidak memotong pembicaraan mereka.

8. Mendoakan Orang Tua

Cara berbakti kepada orang tua selanjutnya adalah mendoakan keduanya, baik ketika masih hidup atau sudah wafat.

Bahkan, ada doa khusus orang tua yang diajarkan dalam Islam yaitu sebagai berikut:

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرً

Rabbighfirli waliwalidayya warhamhuma kamaa rabbayani saghira

Artinya: “Ya Allah, ampunilah dosaku dan (dosa) kedua orang tuaku, dan kasihilah kedua orang tuaku sebagaimana mereka menyayangiku di waktu kecil.”

9. Bersedekah atas Nama Orang Tua

Bersedekah atas nama orang tua, terutama yang sudah meninggal, bisa menjadi pahala jariyah bagi mereka.

Dari Aisyah radhiyallahu anhuma, ia berkata:

“Bahwasanya ada seorang laki-laki berkata kepada Nabi Muhammad SAW, “Sesungguhnya ibuku meninggal dunia secara tiba-tiba (dan tidak memberikan wasiat), dan aku mengira jika ia bisa berbicara, maka ia akan bersedekah. Apakah ia memperoleh pahala jika aku bersedekah atas namanya (dan aku pun mendapatkan pahala?)” Beliau menjawab, “Ya (maka bersedekahlah untuknya).” (HR Bukhari, Muslim, Ahmad, Abu Daud, an-Nasa’i, Ibnu Majah, al-Baihaqi)

Bersedekah atas nama orang tua juga termasuk ciri anak saleh. Dalam riwayat lain, dijelaskan bahwa anak saleh menjadi amalan yang tidak terputus bagi orang tua yang sudah wafat.

“Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara (yaitu): sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan doa anak saleh.” (HR Muslim)

10. Menjalin Silaturahmi dengan Kerabat Orang Tua

Menyambung silaturahmi dengan kerabat orang tua, khususnya setelah mereka wafat, termasuk bakti yang sangat dianjurkan.

Nabi Muhammad SAW bersabda:

“Sesungguhnya kebaikan yang utama ialah apabila seseorang melanjutkan hubungan (silaturahmi) dengan keluarga sahabat baik ayahnya.” (HR Muslim)

Selain itu, menjaga tali silaturahmi juga pada dasarnya memiliki banyak keutamaan, termasuk dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya.

“Siapa yang suka dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, hendaklah ia menyambung silaturahmi.” (HR Bukhari dan Muslim).

Sumber : https://mozaik.inilah.com/dakwah/10-cara-berbakti-kepada-orang-tua-agar-dapat-rida-allah-swt