Nabi Muhammad SAW dikenal memiliki stamina dan kekuatan fisik yang luar biasa. Beliau tidak hanya berdakwah di atas mimbar, tetapi juga turun langsung memimpin berbagai peperangan.
Menariknya, dalam catatan sejarah Islam, sangat jarang disebutkan bahwa Rasulullah SAW jatuh sakit.
Berdasarkan beberapa riwayat hadis, beliau hanya tercatat mengalami sakit parah sebanyak tiga kali sepanjang hidupnya, yaitu ketika menerima wahyu pertama, saat diracun oleh seorang wanita Yahudi, dan menjelang wafatnya.
Lalu, apa yang membuat Rasulullah SAW begitu jarang sakit?
Ini Alasan Kenapa Rasulullah Jarang Sakit
1. Menjaga Pola Makan
Rasulullah SAW jarang sakit parah karena selalu menjaga pola makannya. Segala yang masuk ke dalam tubuhnya adalah makanan yang halal dan thayyiban.
Halal maksudnya didapat dengan cara yang benar, sedangkan thayyiban berarti baik, menyehatkan, berkualitas, dan bermanfaat bagi tubuh.
Selain itu, Nabi Muhammad SAW juga tidak pernah makan berlebihan, sebagaimana perintah Allah SWT dalam surah Al-A’raf ayat 31:
“Wahai anak cucu Adam! Pakailah pakaianmu yang bagus pada setiap (memasuki) masjid, makan dan minumlah, tetapi jangan berlebihan. Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan.”
Dalam sebuah hadis, Nabi Muhammad SAW juga bersabda:
“Tidaklah anak Adam memenuhi tempat yang lebih buruk dari perutnya. Cukuplah bagi anak Adam beberapa suap makanan untuk menegakkan tulang punggungnya. Jika ia harus (melebihi itu), maka sepertiga untuk makanannya, sepertiga untuk minumannya, dan sepertiga untuk napasnya.” (HR Tirmidzi dan Ibnu Majah)
2. Pola Tidur Teratur
Alasan lain kenapa Rasulullah SAW jarang sakit adalah mengatur pola tidurnya dengan teratur. Nabi Muhammad SAW terbiasa tidur pada awal malam atau setelah salat Isya.
Hal itu sesuai dengan hadis yang diriwayatkan Aisyah radhiyallahu anha. Ia berkata:
“Nabi shallallahu alaihi wasallam biasa tidur pada awal malam dan bangun pada akhir malam, lalu salat.” (HR Bukhari dan Muslim)
Setelah itu, Nabi Muhammad SAW juga selalu bangun sebelum subuh, sebagaimana disebutkan dalam hadis berikut:
“Rasulullah shallallahu alaihi wasallam biasa tidur di awal malam dan beliau menghidupkan akhir malam (dengan salat). Jika beliau memiliki hajat (hubungan suami istri), beliau menunaikan hajat tersebut kemudian tidur. Pada azan Subuh pertama, beliau duduk. Kemudian, beliau menuangkan air. Jika beliau tidak dalam keadaan junub, beliau berwudu seperti wudu seseorang yang hendak salat. Kemudian, beliau salat dua rakaat.” (HR Muslim)
3. Menjaga Kebersihan Diri
Islam sangat mementingkan kebersihan. Rasulullah SAW rutin berwudu, menjaga kebersihan pakaiannya, memotong kuku, bersiwak (menyikat gigi), serta menjaga kebersihan lingkungan.
Semua yang dilakukan Rasulullah SAW itu semata-mata mentaati perintah Allah SWT yang terdapat dalam surah Al-Baqarah ayat 222:
“Sungguh, Allah menyukai orang yang tobat dan menyukai orang yang menyucikan diri.”
Saking cintanya dengan kebersihan, Nabi Muhammad SAW pernah mengatakan ingin umatnya bersiwak setiap hendak salat.
Namun, hal itu tidak dilakukan Nabi Muhammad SAW sebab memberatkan umatnya.
“Seandainya tidak memberatkan umatku, niscaya aku perintahkan mereka untuk bersiwak setiap kali hendak salat.” (HR Bukhari dan Muslim)
4. Olahraga
Nabi Muhammad SAW jarang sakit karena rajin berolahraga. Dalam berbagai riwayat, dijelaskan bahwa beliau sering berjalan kaki, bepergian, serta melakukan banyak aktivitas bersama para sahabatnya.
5. Rutin Puasa Sunah
Nabi Muhammad SAW juga rutin melakukan puasa sunah yang membuat staminanya terjaga dan tidak gampang sakit.
Rasulullah SAW rutin puasa Senin-Kamis, puasa ayyamul bidh, hingga puasa Nabi Daud. Dalam sebuah hadis, Nabi Muhammad SAW bersabda:
“Pada hari Senin dan Kamis semua amal (manusia) diserahkan kepada Allah. Maka, aku sangat menyukai ketika amalku diangkat, aku sedang dalam keadaan berpuasa.” (HR Muslim)
6. Tidur di Siang Hari
Nabi Muhammad SAW selalu menyempatkan qailulah atau tidur singkat yang dilakukan pada siang hari sebelum waktu Zuhur.
Dalam sebuah riwayat, Nabi Muhammad SAW bersabda: “Lakukanlah qailulah karena setan tidak melakukan qailulah.” (HR Thabrani)
Anjuran Nabi Muhammad SAW ini pun terbukti secara ilmiah. Tidur siang ternyata bagus untuk memulihkan tenaga, meningkatkan fokus, hingga memperbaiki suasana hati.
Namun, harus dipahami bahwa tidur siang ini dilakukan dengan singkat dan tidak berlebihan agar tak mengganggu pola hidup lainnya.
7. Menyambung Silaturahmi
Alasan lain yang membuat Rasulullah SAW jarang sakit adalah menyambung tali silaturahmi. Nabi Muhammad SAW bersabda:
“Siapa yang menginginkan rezekinya dimudahkan dan usianya dipanjangkan maka hendaklah dia menyambung silaturahmi.” (HR Bukhari, Muslim, Abu Dawud, dan Ahmad)
8. Tidak Mengonsumsi yang Haram
Nabi Muhammad SAW juga jarang sakit karena beliau tidak pernah mengonsumsi sesuatu yang haram, baik dari cara mendapatkannya maupun wujud makanan dan minumannya.
Dalam Alquran, Allah SWT juga sudah mengingatkan hamba-Nya untuk tidak menjerumuskan diri sendiri ke dalam kerusakan.
“Dan infakkanlah (hartamu) di jalan Allah, dan janganlah kamu jatuhkan (diri sendiri) ke dalam kebinasaan dengan tangan sendiri, dan berbuat baiklah. Sungguh, Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.”
Sumber : https://mozaik.inilah.com/dakwah/mengapa-rasulullah-jarang-sakit-ini-rahasia-beserta-dalilnya




