Indonesia Amankan Stok Beras Antisipasi El Nino

Indonesia Amankan Stok Beras Antisipasi El Nino

Indonesia resmi membukukan volume Cadangan Beras Pemerintah (CBP) tertinggi dalam sejarah nasional, mencapai 5,2 juta ton. Angka ini menjadi instrumen krusial bagi pemerintah dalam menjaga stabilitas pasokan di tengah ancaman fenomena iklim El Nino yang berpotensi memengaruhi produktivitas sektor pertanian.

Sekretaris Utama Badan Pangan Nasional (Bapanas), Sarwo Edhy, menegaskan bahwa akumulasi cadangan tersebut berfungsi sebagai bantalan strategis yang memberikan fleksibilitas bagi negara untuk melakukan intervensi pasar, guna menekan potensi volatilitas harga yang kerap muncul akibat gangguan pada rantai pasok maupun penurunan produksi musiman.

“Cadangan ini bukan sekedar angka, tetapi merupakan bantalan strategis yang memberi ruang bagi pemerintah untuk menjaga pasokan sekaligus meredam gejolak harga ketika terjadi gangguan produksi maupun distribusi akibat musim kemarau,” ujar Sarwo Edhy dalam keterangan resminya yang dikutip Selasa 7 Juli 2026.

Sebagai langkah mitigasi, pemerintah telah mengimplementasikan serangkaian intervensi di seluruh wilayah. Hingga awal Juni 2026, tercatat lebih dari 5.573 unit Gerakan Pangan Murah (GPM) telah dilaksanakan di 37 provinsi.

Selain itu, pendistribusian beras melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) terus diakselerasi dengan realisasi mencapai 463.000 ton untuk memastikan keterjangkauan harga di tingkat konsumen akhir.

Pencapaian stok pangan nasional ini berakar pada peningkatan produktivitas di sektor hulu. Melalui optimalisasi lahan, perbaikan sistem irigasi, serta program pompanisasi yang masif, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat adanya lonjakan produksi beras sebesar 13,29 persen pada 2025 dibandingkan periode sebelumnya.

Keberhasilan ini mendapatkan pengakuan global. Berdasarkan laporan FAO Food Outlook edisi Juni 2026, Indonesia kini menempati posisi produsen beras terbesar di Asia Tenggara dan peringkat keempat di dunia.

“FAO Food Outlook edisi Juni 2026 menuliskan bahwa Indonesia dinobatkan sebagai produsen beras terbesar di Asia Tenggara dan peringkat keempat di dunia. Ini menunjukkan bahwa penguatan ketahanan pangan Indonesia diakui oleh lembaga pangan internasional,” tambah Sarwo Edhy.

Pemerintah menyatakan akan terus melakukan pengawasan ketat dan koordinasi lintas sektor untuk memastikan ketersediaan komoditas pokok tetap terjaga meski tantangan iklim global masih membayangi.

Stimulus ekonomi berupa bantuan pangan yang telah menjangkau 33,2 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) direncanakan berlanjut hingga triwulan ketiga tahun ini sebagai bentuk komitmen perlindungan daya beli masyarakat.

sumber : https://ekonomi.tvrinews.com/berita/t4r5cau-indonesia-amankan-stok-beras-antisipasi-el-nino

Investasi Rp1 Triliun, Gambir Menjadi Teras Jakarta

Investasi Rp1 Triliun, Gambir Menjadi Teras Jakarta

PT Kereta Api Indonesia (Persero) secara resmi mengumumkan rencana transformasi besar-besaran bagi Stasiun Gambir, Jakarta. Proyek strategis yang menelan anggaran hingga Rp1 triliun ini bertujuan mengintegrasikan moda transportasi dengan ruang publik ikonik, menjadikan stasiun tersebut sebagai “teras” bagi kawasan Monumen Nasional (Monas).

Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, menegaskan bahwa seluruh pendanaan proyek ini sepenuhnya berasal dari kas internal perusahaan. Menurutnya, langkah ini merupakan bagian dari upaya KAI untuk mengembangkan bisnis di luar operasional utama transportasi kereta api.

“Anggaran yang disiapkan mencapai Rp1 triliun. Kami mendanai sendiri karena ini adalah murni langkah bisnis,” ujar Bobby dikutip Kamis 9 Juli 2026.

Pengerjaan revitalisasi direncanakan mulai bergulir pada akhir tahun ini dan ditargetkan rampung sepenuhnya pada 2028. Fokus utama pengembangan ini bukan sekadar meningkatkan efisiensi layanan kereta api, melainkan menciptakan pengalaman baru bagi pengunjung dan penumpang.

Integrasi Wisata dan Transportasi

Selama ini, kawasan pusat Jakarta dinilai belum memiliki ruang publik yang optimal bagi masyarakat untuk menikmati panorama Monas secara leluasa. KAI ingin mengubah Stasiun Gambir menjadi titik pandang utama yang menyatu dengan estetika kawasan Monas.

“Monas adalah panggung besar Indonesia, namun hingga kini belum ada area yang benar-benar berfungsi sebagai ‘teras’ untuk memandangnya. Kami ingin menghadirkan in-journey experience, di mana pelanggan tidak hanya datang untuk bepergian, tetapi juga merasakan kenyamanan menikmati Monas,” tambah Bobby.

Sebagai bagian dari penataan kawasan Monas, proyek ini nantinya akan menyinergikan berbagai elemen penting, mulai dari transportasi antarkota, mobilitas urban, hingga sektor kuliner dan ritel.

Gambir akan diposisikan sebagai simpul kedatangan yang menghubungkan mobilitas harian dengan ruang publik yang lebih tertata dan ramah bagi warga.

Strategi ini dinilai krusial mengingat posisi strategis Stasiun Gambir yang berdekatan langsung dengan jantung ibu kota. Ke depan, KAI berharap wajah baru stasiun ini dapat memperkuat fungsi Monas sebagai pusat kegiatan sosial dan wisata nasional, sekaligus memberikan impresi positif bagi setiap orang yang menginjakkan kaki di Jakarta.

Sumber : https://ekonomi.tvrinews.com/berita/t81i2ph-investasi-rp1-triliun-gambir-menjadi-teras-jakarta

Bisnis Harus Berdasarkan Data dan Riset, Bukan Sekadar Passion

Bisnis Harus Berdasarkan Data dan Riset, Bukan Sekadar Passion

Kediri – Banyak orang percaya bahwa untuk memulai bisnis, seseorang harus mengikuti passion. Tidak sedikit motivator maupun konten di media sosial yang menyarankan agar kita mencari pekerjaan atau membangun usaha sesuai dengan apa yang disukai.

Namun, Pak Eggy memiliki sudut pandang yang berbeda. Menurut beliau, bisnis seharusnya dibangun berdasarkan data dan riset, bukan semata-mata karena idealisme atau passion.

Pesan ini mengingatkan bahwa tujuan utama bisnis adalah menciptakan nilai sekaligus menghasilkan keuntungan. Oleh karena itu, keputusan bisnis sebaiknya didasarkan pada fakta, kebutuhan pasar, dan peluang yang nyata.

Data dan Riset Menjadi Fondasi Bisnis

Sebelum memulai sebuah usaha, seorang pengusaha perlu memahami kondisi pasar. Apa yang sedang dibutuhkan masyarakat? Seberapa besar permintaannya? Bagaimana tingkat persaingannya? Apakah bisnis tersebut memiliki potensi keuntungan yang baik?

Jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tersebut tidak diperoleh dari perasaan, melainkan melalui data dan riset.

Dengan melakukan riset, seorang pengusaha dapat mengambil keputusan yang lebih objektif. Risiko memang tidak akan pernah hilang sepenuhnya, tetapi keputusan yang didasarkan pada data biasanya memiliki peluang keberhasilan yang lebih besar dibandingkan keputusan yang hanya mengandalkan keyakinan pribadi.

Passion Tidak Selalu Menjadi Dasar Memulai Bisnis

Menurut Pak Eggy, bisnis bukanlah soal mengejar passion semata. Bahkan, jika sebuah peluang bisnis terbukti menguntungkan berdasarkan hasil riset, maka peluang tersebut layak dipertimbangkan meskipun bukan bidang yang paling disukai.

Beliau menyampaikan bahwa seorang pengusaha tidak boleh terlalu terikat pada idealisme hingga menutup mata terhadap peluang yang ada di depan.

Dalam dunia bisnis, yang lebih penting adalah kemampuan melihat kebutuhan pasar dan memberikan solusi yang dibutuhkan pelanggan.

Contoh Nyata dalam Dunia Usaha

Sebagai contoh, Pak Eggy menceritakan pengalamannya ketika membuka usaha stasiun pengisian dan pengangkutan boks elpiji.

Beliau mengakui bahwa bisnis tersebut sama sekali bukan passion-nya.

Bahkan beliau mempertanyakan, siapa yang sejak awal bercita-cita atau memiliki passion untuk menjalankan usaha jasa pengisian elpiji? Hampir tidak ada.

Namun, keputusan tersebut tetap diambil karena didasarkan pada hasil riset yang menunjukkan adanya peluang bisnis yang menjanjikan.

Contoh ini menunjukkan bahwa dalam praktiknya, banyak bisnis besar lahir bukan karena pemiliknya mencintai bidang tersebut sejak awal, melainkan karena mereka mampu melihat peluang yang belum dimanfaatkan oleh orang lain.

Bisnis Adalah Bentuk Tanggung Jawab

Pak Eggy juga menekankan bahwa menjalankan bisnis bukan hanya soal mengikuti apa yang disukai, tetapi juga merupakan bentuk tanggung jawab.

Seorang pengusaha memiliki tanggung jawab untuk membangun usaha yang sehat, menciptakan lapangan pekerjaan, memberikan pelayanan kepada pelanggan, dan menjaga keberlangsungan bisnis dalam jangka panjang.

Karena itu, keputusan yang diambil harus bersifat rasional dan berdasarkan pertimbangan yang matang, bukan sekadar mengikuti emosi atau kesukaan pribadi.

Mengutamakan Peluang, Bukan Perasaan

Bukan berarti passion tidak penting. Passion dapat menjadi energi yang membuat seseorang lebih bersemangat dalam menjalankan usahanya.

Namun, menurut sudut pandang Pak Eggy, passion sebaiknya bukan menjadi satu-satunya dasar dalam memilih bisnis.

Jika hasil riset menunjukkan bahwa suatu bidang memiliki pasar yang luas, permintaan yang tinggi, dan peluang keuntungan yang baik, maka peluang tersebut layak diambil.

Dengan kata lain, seorang pengusaha perlu belajar menyeimbangkan antara logika bisnis dan semangat pribadi.

Berpikir Seperti Seorang Pengusaha

Cara berpikir seorang pengusaha berbeda dengan seorang hobiis. Hobiis biasanya memilih sesuatu karena menyukainya, sedangkan pengusaha melihat apakah ada kebutuhan pasar yang bisa dipenuhi.

Pertanyaan yang perlu diajukan bukan hanya:

  • Apakah saya menyukai bisnis ini?

Tetapi juga:

  • Apakah pasar membutuhkannya?
  • Apakah bisnis ini memiliki potensi keuntungan?
  • Apakah hasil riset menunjukkan peluang yang baik?
  • Apakah bisnis ini bisa berkembang dalam jangka panjang?

Ketika keputusan diambil berdasarkan data dan riset, peluang untuk membangun bisnis yang berkelanjutan akan menjadi lebih besar.

Penutup

Menurut Pak Eggy, bisnis sebaiknya tidak dibangun hanya berdasarkan passion atau idealisme. Seorang pengusaha perlu mengutamakan data, melakukan riset, dan memahami kebutuhan pasar sebelum mengambil keputusan.

Passion memang dapat menjadi penyemangat dalam bekerja, tetapi keberhasilan bisnis lebih banyak ditentukan oleh kemampuan membaca peluang dan mengambil keputusan secara objektif.

Pada akhirnya, bisnis bukan tentang melakukan apa yang paling kita sukai, melainkan tentang menciptakan solusi yang dibutuhkan pasar dan membangun usaha yang memberikan manfaat sekaligus menghasilkan keuntungan secara berkelanjutan.

Toko Offline Masih Bisa Berkembang, Asalkan Mau Berkolaborasi dengan Digital

Toko Offline Masih Bisa Berkembang, Asalkan Mau Berkolaborasi dengan Digital

Kediri – Banyak pelaku usaha mulai bertanya-tanya apakah toko offline masih memiliki masa depan di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital. Munculnya marketplace, media sosial, hingga live shopping membuat sebagian orang khawatir bahwa toko fisik akan semakin ditinggalkan.

Menurut Pak Eggy, toko offline tetap memiliki peluang untuk berkembang. Namun, ada satu syarat penting yang tidak boleh diabaikan, yaitu berkolaborasi dengan dunia digital.

Offline Tidak Harus Ditinggalkan

Pak Eggy tidak mengatakan bahwa toko offline sudah tidak relevan. Justru sebaliknya, toko fisik tetap bisa berjalan dan tetap menghasilkan keuntungan. Yang perlu diubah bukanlah model usahanya, melainkan cara memasarkan produk kepada calon pelanggan.

Saat ini, pelanggan tidak hanya datang dari orang yang melewati depan toko. Mereka juga datang dari media sosial, platform video, dan berbagai kanal digital yang mampu menjangkau masyarakat lebih luas.

Karena itu, bisnis offline tidak lagi cukup hanya menunggu pembeli datang. Pemilik usaha juga perlu aktif mendatangi calon pelanggan melalui platform digital.

Gabungkan Toko Offline dengan Live TikTok

Salah satu contoh yang disampaikan Pak Eggy adalah toko cat.

Bayangkan sebuah toko cat yang hanya membuka pintu setiap hari dan menunggu pelanggan datang. Cara ini memang masih bisa menghasilkan penjualan, tetapi jangkauannya sangat terbatas.

Sekarang bandingkan jika pemilik toko melakukan live TikTok setiap hari. Selama siaran langsung, ia dapat memperkenalkan berbagai jenis cat, menjelaskan kelebihan dan kekurangannya, memberikan tips memilih warna, hingga menjawab pertanyaan calon pembeli secara langsung.

Dengan cara tersebut, satu toko tidak lagi hanya dikenal oleh warga sekitar, tetapi berpotensi dikenal oleh ribuan bahkan jutaan pengguna internet.

Perhatian Masyarakat Sudah Berpindah ke Platform Digital

Pak Eggy juga memberikan gambaran menarik mengenai perubahan perilaku masyarakat saat ini.

Di platform seperti TikTok, aktivitas sederhana pun mampu menarik perhatian banyak orang. Ada orang yang melakukan tantangan ringan, berinteraksi dengan penonton, hingga mendapatkan hadiah (gift) saat melakukan siaran langsung.

Pesan yang ingin disampaikan bukanlah meniru konten tersebut, melainkan memahami bahwa perhatian masyarakat kini banyak berada di platform digital. Jika perhatian calon pelanggan ada di sana, maka pengusaha juga perlu hadir di sana.

Modal Saja Tidak Cukup

Menurut Pak Eggy, akan sangat disayangkan apabila seseorang sudah memiliki modal, sudah memiliki toko, memiliki produk yang berkualitas, tetapi belum memanfaatkan media digital sebagai sarana pemasaran.

Padahal, melalui media sosial dan live streaming, sebuah usaha memiliki peluang untuk memperkenalkan produknya kepada lebih banyak orang tanpa harus membuka cabang baru.

Digital bukan pengganti toko offline, melainkan alat untuk memperbesar jangkauan bisnis.

Ketika Usaha Sepi, Jangan Menyalahkan Keadaan

Pesan yang selalu ditekankan Pak Eggy adalah jangan memiliki mental BJE (Blame, Justify, Excuse).

Saat penjualan menurun, jangan langsung menyalahkan kondisi ekonomi, persaingan, ataupun perubahan zaman. Sebaliknya, lakukan evaluasi terhadap diri sendiri dan bisnis yang sedang dijalankan.

  • Apakah cara pemasaran masih relevan?
  • Apakah pelanggan sudah mengetahui produk yang kita jual?
  • Apakah kita sudah memanfaatkan media digital secara maksimal?
  • Apakah kita terus belajar mengikuti perkembangan zaman?

Pertanyaan-pertanyaan tersebut jauh lebih bermanfaat daripada terus mencari alasan mengapa bisnis belum berkembang.

Usia Bukan Alasan untuk Berhenti Belajar

Tidak sedikit pengusaha yang merasa sudah terlambat mempelajari teknologi karena faktor usia.

Pak Eggy memberikan contoh bahwa orang tuanya yang telah berusia 74 tahun masih terus berusaha agar tetap relevan dengan perkembangan zaman.

Artinya, belajar tidak mengenal usia. Selama masih memiliki kemauan untuk berkembang, selalu ada kesempatan untuk menyesuaikan diri dengan perubahan.

Dunia bisnis akan terus berubah. Yang menentukan keberhasilan bukanlah usia, melainkan kemauan untuk terus belajar dan beradaptasi.

Kolaborasi Adalah Kunci

Di era digital, memilih antara bisnis offline atau online bukan lagi pertanyaan yang tepat. Yang lebih penting adalah bagaimana keduanya dapat saling melengkapi.

  • Toko offline membangun kepercayaan pelanggan.
  • Media sosial memperluas jangkauan pasar.
  • Live streaming meningkatkan interaksi dengan calon pembeli.
  • Konten digital membantu memperkenalkan produk secara konsisten.

Ketika semua saluran tersebut berjalan bersama, peluang bisnis untuk berkembang akan semakin besar.

Penutup

Perubahan zaman tidak bisa dihentikan, tetapi selalu bisa diikuti. Menurut Pak Eggy, toko offline tetap memiliki masa depan selama pemilik usaha bersedia beradaptasi dan memanfaatkan teknologi digital sebagai bagian dari strategi bisnis.

Jangan menunggu pelanggan datang hanya karena memiliki toko yang bagus. Datangi pelanggan melalui platform yang mereka gunakan setiap hari. Jadikan media digital sebagai jembatan untuk memperkenalkan produk, membangun kepercayaan, dan memperluas pasar.

Pada akhirnya, keberhasilan sebuah bisnis bukan hanya ditentukan oleh lokasi toko atau besarnya modal, tetapi juga oleh kemauan pemilik usaha untuk terus belajar, beradaptasi, dan tidak pernah berhenti mengikuti perkembangan zaman.

Sumber : https://www.instagram.com/p/DYy-OIFsTSj/

Jangan BJE, Mentalitas Pemimpin di Tengah Ekonomi yang Sulit

Jangan BJE, Mentalitas Pemimpin di Tengah Ekonomi yang Sulit

Kediri – Setiap kali kondisi ekonomi memburuk, selalu ada alasan yang bisa dijadikan pembenaran. Nilai tukar mata uang naik turun, harga bahan baku semakin mahal, daya beli masyarakat menurun, konflik geopolitik memengaruhi pasar, hingga regulasi yang semakin kompleks. Semua itu adalah kenyataan yang tidak bisa dipungkiri.

Namun, menurut Pak Eggy, seorang pemimpin tidak boleh menjadikan kondisi tersebut sebagai alasan untuk berhenti berkembang. Justru di saat keadaan sulit, kualitas seorang pemimpin benar-benar diuji.

Ekonomi Sulit Adalah Fakta, Bukan Alasan

Tidak ada yang menyangkal bahwa dunia usaha saat ini menghadapi banyak tantangan. Fluktuasi kurs, kenaikan harga, perubahan kebijakan pemerintah, hingga persaingan yang semakin ketat menjadi bagian dari dinamika bisnis modern.

Dalam dunia konstruksi misalnya, proses perizinan kini jauh lebih kompleks dibanding beberapa tahun lalu. Jika dahulu masyarakat mengenal IMB, kini terdapat PBG, SLF, serta berbagai persyaratan administrasi lainnya. Bahkan untuk membangun sebuah hotel, dokumen yang harus dipersiapkan bisa mencapai puluhan berkas.

Semua itu memang membuat proses menjadi lebih panjang. Namun menurut Pak Eggy, kondisi tersebut tidak boleh dijadikan alasan untuk menyalahkan keadaan.

Jangan BJE (Blame, Justify, Excuse)

Salah satu pesan yang paling ditekankan oleh Pak Eggy adalah menghindari mentalitas BJE.

  • Blame — Menyalahkan orang lain atau keadaan.
  • Justify — Membenarkan kegagalan dengan berbagai alasan.
  • Excuse — Terlalu banyak mencari pembenaran sehingga tidak mengambil tindakan.

Ketiga hal tersebut sering kali menjadi penghambat terbesar dalam perkembangan bisnis. Saat seorang pemimpin terlalu sibuk mencari siapa yang harus disalahkan, ia kehilangan waktu untuk mencari solusi.

Pemimpin Harus Memiliki Mental Pemenang

Pak Eggy mengingatkan bahwa seorang pengusaha harus memiliki mental pemenang dan pola pikir yang positif. Mental pemenang bukan berarti tidak pernah gagal, melainkan mampu menghadapi setiap tantangan tanpa kehilangan fokus.

Orang dengan mental pemenang akan bertanya:

  • Apa yang masih bisa saya lakukan?
  • Bagaimana cara saya beradaptasi?
  • Apa yang harus saya perbaiki?

Sebaliknya, orang yang terjebak dalam BJE lebih sering bertanya:

  • Kenapa ekonomi sedang buruk?
  • Kenapa pemerintah membuat aturan seperti ini?
  • Kenapa pesaing saya lebih mudah berkembang?

Pertanyaan seperti itu tidak menghasilkan perubahan karena fokusnya berada pada sesuatu yang berada di luar kendali kita.

Evaluasi Boleh, Menyalahkan Jangan

Pesan lain yang tidak kalah penting adalah mengenai evaluasi. Menurut Pak Eggy, seorang pemimpin tetap harus melakukan evaluasi terhadap tim maupun perusahaan. Evaluasi merupakan bagian dari proses perbaikan.

Namun evaluasi berbeda dengan menyalahkan.

Evaluasi bertujuan menemukan akar masalah dan mencari solusi, sedangkan menyalahkan hanya mencari pihak yang harus bertanggung jawab tanpa menghasilkan perbaikan yang nyata.

Karena itu, sebelum menunjuk kesalahan orang lain, seorang pemimpin sebaiknya terlebih dahulu mengevaluasi dirinya sendiri. Apakah strategi yang digunakan sudah tepat? Apakah sistem yang dibangun sudah berjalan dengan baik? Apakah komunikasi kepada tim sudah jelas?

Ketika seorang pemimpin mau memulai evaluasi dari dirinya sendiri, budaya belajar dan bertumbuh akan lebih mudah tercipta di dalam organisasi.

Fokus Pada Hal yang Bisa Dikendalikan

Banyak hal dalam bisnis yang tidak dapat kita kendalikan. Kita tidak bisa mengatur nilai tukar mata uang, menghentikan perang, menentukan kebijakan pemerintah, ataupun mengendalikan kondisi ekonomi global.

Yang dapat kita kendalikan adalah bagaimana kita merespons semua perubahan tersebut.

  • Meningkatkan kualitas pelayanan.
  • Memperbaiki efisiensi operasional.
  • Mengembangkan kemampuan tim.
  • Mencari peluang baru.
  • Beradaptasi dengan perubahan.

Di situlah letak perbedaan antara pemimpin yang terus bertumbuh dengan pemimpin yang terjebak dalam alasan.

Penutup

Keadaan ekonomi mungkin tidak selalu berpihak kepada kita. Regulasi bisa berubah, biaya operasional dapat meningkat, dan tantangan bisnis akan terus bermunculan. Semua itu adalah bagian dari perjalanan seorang pengusaha.

Namun seperti yang disampaikan oleh Pak Eggy, seorang pemimpin tidak boleh memiliki mental BJE. Jangan menyalahkan keadaan, jangan menyalahkan orang lain, dan jangan terus mencari alasan.

Bangun mental pemenang, miliki pola pikir yang positif, lakukan evaluasi secara objektif, lalu fokuslah pada tindakan yang benar-benar bisa kita lakukan. Sebab pada akhirnya, keberhasilan sebuah bisnis lebih banyak ditentukan oleh kualitas kepemimpinan daripada kondisi yang sedang dihadapi.

sumber : https://www.instagram.com/p/DYy-OIFsTSj/

OJK Ungkap Pasar Modal Kian Besar, Emiten BEI Dekati Seribu

OJK Ungkap Pasar Modal Kian Besar, Emiten BEI Dekati Seribu

Liputan6.com, Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat pasar modal Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Jumlah emiten, investor, hingga nilai penghimpunan dana (fundraising) di Bursa Efek Indonesia (BEI) terus meningkat meski di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Namun, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, mengingatkan bahwa berbagai capaian tersebut harus diimbangi dengan upaya menjaga kepercayaan investor. Menurutnya, kepercayaan menjadi fondasi utama agar pertumbuhan pasar modal dapat berlangsung secara berkelanjutan.

Hasan mengungkapkan, berdasarkan data per 26 Juni 2026, jumlah perusahaan tercatat di pasar modal Indonesia telah mencapai 957 emiten. Angka tersebut meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan tahun 2011 yang baru berkisar di angka 440 emiten.

“Hingga data terakhir di 26 Juni 2026, kita melihat jumlah perusahaan tercatat yang melantai di bursa kita sudah mencapai 957 emiten. Ini tentu meningkat lebih dari dua kali lipat dibanding sekitar 440 emiten pada tahun 2011,” kata Hasan di Main Hall BEI, Jakarta, Kamis (2/7/2026).

Di sisi lain, partisipasi masyarakat dalam pasar modal juga terus mengalami peningkatan pesat. Hingga akhir Juni 2026, jumlah investor telah mencapai sekitar 28,81 juta investor atau tumbuh sebesar 41,45 persen secara year to date (ytd).

Menurut Hasan, pertumbuhan investor tersebut merupakan amanah besar bagi seluruh pemangku kepentingan di industri pasar modal. Pasalnya, mayoritas investor di Indonesia saat ini didominasi oleh investor pemula dari kalangan usia muda.

“Ini menjadi titipan amanah yang luar biasa besar karena terkonfirmasi mayoritas investor kita adalah investor pemula berusia muda. Selain membutuhkan dorongan untuk pemahaman secara mendalam, kita juga harus memastikan mereka mendapatkan informasi yang betul-betul tervalidasi dan berimbang,” ujarnya.

Fundraising Tembus Rp 81,09 Triliun

Di tengah kondisi ekonomi global yang masih penuh tantangan, aktivitas penghimpunan dana di pasar modal Indonesia tetap menunjukkan kinerja positif. Hasan menyebutkan, hingga 26 Juni 2026, nilai fundraising di pasar modal telah mencapai Rp 81,09 triliun. Selain itu, masih terdapat 61 rencana penawaran umum (pipeline) yang sedang berada dalam proses perizinan di OJK.

Nilai indikatif dari seluruh pipeline penawaran umum tersebut mencapai sekitar Rp 52,38 triliun. Hal ini menunjukkan minat perusahaan untuk memanfaatkan pasar modal sebagai sumber pendanaan masih tetap tinggi.

“Jadi, masih tercatat tinggi minat penggalangan dana untuk menunjang kegiatan korporasi dan pemerintah yang tercatat di tahun ini,” ujarnya.

Kepercayaan Investor Jadi Fondasi Pasar Modal

Hasan menuturkan, perkembangan pasar modal sepanjang semester pertama 2026 menjadi pengingat bahwa fundamental ekonomi yang baik belum tentu cukup untuk menjaga stabilitas pasar tanpa adanya faktor kepercayaan.

Sebagai gambaran dinamika pasar, berdasarkan data perdagangan per 26 Juni 2026, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat mengalami tekanan dan mencatatkan aksi jual bersih (net sell) investor asing sebesar Rp 71,68 triliun secara year to date.

“Dinamika tersebut mengonfirmasi bahwa kepercayaan akan selalu menjadi faktor utama yang menentukan arah pergerakan pasar modal di kawasan. Oleh karena itu, kita di Indonesia tidak cukup hanya membangun pasar modal yang besar, yang aktif, atau memiliki lebih banyak lagi investor,” pungkasnya.

Emiten Kertas dan Tisu Bakal Bagi Dividen Rp 492 Miliar

Emiten Kertas dan Tisu Bakal Bagi Dividen Rp 492 Miliar

Liputan6.com, Jakarta – Emiten manufaktur dan industri kertas dan tisu PT Suparma Tbk (SPMA) memutuskan membagikan dividen saham senilai Rp 492,04 miliar kepada para pemegang saham.

Mengutip Keterbukaan Informasi BEI, Kamis (2/7/2026) keputusan tersebut disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar pada 30 Juni 2026.

Pembagian dividen saham ini berasal dari kapitalisasi saldo laba Perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2025. Berdasarkan hasil RUPSLB, harga pasar yang digunakan sebagai dasar kapitalisasi dividen saham ditetapkan sebesar Rp 400 per saham.

Dengan nilai tersebut, Perseroan akan menerbitkan sebanyak-banyaknya 1.230.095.230 saham baru sebagai dividen saham kepada para pemegang saham yang berhak.

Dividen saham ini berasal dari kapitalisasi saldo laba Perseroan sehingga tidak dilakukan dalam bentuk pembagian dividen tunai. Melalui mekanisme ini, saldo laba dialihkan menjadi modal disetor dengan menerbitkan saham baru kepada pemegang saham.

Kebijakan tersebut juga diharapkan dapat memperkuat struktur permodalan Perseroan sekaligus meningkatkan likuiditas perdagangan saham di pasar.

Rasio Pembagian 30 Saham Baru untuk Setiap 100 Saham Lama

Dalam keterbukaan informasi, Perseroan menetapkan rasio pembagian dividen saham sebesar 30%. Artinya, setiap pemegang 100 saham lama akan memperoleh 30 saham baru yang berasal dari kapitalisasi saldo laba.

Jumlah dividen saham yang akan dibagikan mencapai sebanyak-banyaknya 1.230.095.230 saham sesuai persetujuan pemegang saham dalam RUPSLB.

Dengan skema tersebut, kepemilikan saham investor akan bertambah tanpa perlu melakukan pembelian saham baru, sementara nilai investasi secara keseluruhan tetap menyesuaikan dengan jumlah saham yang beredar setelah aksi korporasi.

Catat Jadwal Cum Dividen hingga Distribusi Saham

Perseroan juga telah menetapkan jadwal pembagian dividen saham kepada para pemegang saham. Cum dividen saham di pasar reguler dan negosiasi jatuh pada Rabu, 8 Juli 2026, sedangkan ex dividen di pasar reguler dan negosiasi berlangsung pada Kamis, 9 Juli 2026.

Sementara itu, cum dividen di pasar tunai ditetapkan pada Jumat, 10 Juli 2026, yang sekaligus menjadi tanggal daftar pemegang saham (recording date) yang berhak menerima dividen saham.

Adapun ex dividen di pasar tunai berlangsung pada Senin, 13 Juli 2026. Distribusi atau pembagian dividen saham kepada pemegang saham yang berhak dijadwalkan berlangsung pada 31 Juli 2026.

sumber : https://www.liputan6.com/saham/read/8161605/emiten-kertas-dan-tisu-bakal-bagi-dividen-rp-492-miliar

WhatsApp Username: Baik untuk Privasi atau Karpet Merah bagi Penipu Digital?

WhatsApp Username: Baik untuk Privasi atau Karpet Merah bagi Penipu Digital?

Liputan6.com, Jakarta – WhatsApp resmi memulai uji coba fitur reservasi username pekan ini, menjelang peluncuran globalnya pada akhir 2026. Langkah ini menandai perubahan besar bagi pengguna untuk saling mengidentifikasi.

Pengguna tidak lagi wajib membagikan nomor telepon, melainkan cukup menggunakan nama pengguna khusus. Meski Meta (induk perusahaan WhatsApp) mengklaim inovasi ini bakal mendongkrak privasi digital, gelombang kritik justru datang dari para pakar keamanan dan regulator di India.

Dengan basis lebih dari 500 juta pengguna di negara tersebut, fitur baru ini dikhawatirkan memicu ledakan kasus penipuan bermodus penyamaran akun (impersonation).

Dalam uji coba awal, sebagaimana dikutip dari TechCrunch, Kamis (2/7/2026), ditemukan fakta mengejutkan. Sejumlah username yang mirip dengan nama politisi, selebritas, hingga lembaga resmi masih tersedia bebas untuk diklaim.

Nama-nama seperti “indiamodi” (merujuk PM Narendra Modi), “shahrukh.actor”, “teamamitabh”, hingga “rbi_verify” (merujuk Bank Sentral India) belum diproteksi.

Di tempat terpisah, pendiri Binance, Changpeng Zhao, juga mengeluhkan lewat media sosial X bahwa dirinya tidak bisa memesan nama pengguna “cz_binance”.

Menanggapi hal ini, Meta berdalih bahwa mereka telah memesan atau memblokir username tokoh publik dan instansi pemerintah agar tidak disalahgunakan.

Sayangnya, raksasa teknologi itu enggan membeberkan indikator dan mekanisme sistem penyaringan mereka terhadap variasi nama tiruan tersebut.

Pemerintah Intervensi, Aktivis Kritik

Kondisi ini langsung memicu respons keras dari Kementerian Elektronika dan Teknologi Informasi India (Ministry of Electronics and Information Technology/MeitY).

Dalam surat teguran resminya kepada WhatsApp, pemerintah memperingatkan bahwa fitur ini berpotensi meningkatkan kasus phishing, penipuan berkedok aparat, dan serangan siber lainnya karena pelaku bisa bersembunyi di balik identitas anonim tanpa melacak nomor ponsel.

MeitY pun meminta WhatsApp menangguhkan peluncuran fitur ini hingga proses konsultasi selesai.

Namun, intervensi pemerintah ini menuai kritik dari kelompok hak digital Internet Freedom Foundation (IFF). Mereka menilai langkah sepihak kementerian tidak memiliki dasar hukum yang kuat dan berisiko memberi kekuasaan berlebih bagi pemerintah untuk mendikte desain produk sebuah platform digital.

Dilema Privasi dan Keamanan

Pakar keamanan siber sekaligus CEO SocialProof Security, Rachel Tobac, melihat fitur ini bak pisau bermata dua.

Di satu sisi, menyembunyikan nomor telepon adalah kemenangan besar untuk privasi karena melindungi pengguna dari bahaya pembajakan kartu SIM (SIM-swap). Di sisi lain, risiko salah sasaran akibat nama yang mirip tetap mengintai.

“Menggunakan username itu langkah bagus agar nomor ponsel tidak bocor ke orang asing. Namun, verifikasi identitas di dalam fungsi tersebut tetap menjadi hal krusial,” ujar Tobac.

Sebagai antisipasi, Tobac menyarankan pengguna untuk memilih nama yang tidak mudah ditebak demi menghindari pesan spam dan perundungan digital.

Monopoli Identitas Meta?

Selain isu keamanan, Mozilla Foundation menyoroti aspek monopoli ekosistem digital Meta. WhatsApp diketahui mengizinkan pengguna mengimpor username dari Instagram atau Facebook mereka.

Meski langkah ini diklaim Meta untuk mempermudah verifikasi kreator dan bisnis, Mozilla menilai hal ini memperlihatkan betapa kuatnya Meta dalam mengikat identitas digital pengguna lintas aplikasi, sementara pengguna tetap tidak bisa memindahkan basis data kontak mereka ke platform pesaing.

Menanggapi polemik global ini, WhatsApp menyatakan akan bergerak perlahan. “Kami meluangkan waktu dan mendengarkan masukan agar saat diluncurkan secara luas akhir tahun ini, semuanya berjalan dengan tepat,” tulis WhatsApp dalam laman tanya-jawab resminya.

Sumber : https://www.liputan6.com/tekno/read/8165586/whatsapp-username-baik-untuk-privasi-atau-karpet-merah-bagi-penipu-digital

Daftar Penyakit Katastropik Sedot Anggaran BPJS Terbesar Sepanjang 2025, Jantung Nomor 1

Daftar Penyakit Katastropik Sedot Anggaran BPJS Terbesar Sepanjang 2025, Jantung Nomor 1

Jakarta – Beban jaminan kesehatan nasional yang ditanggung oleh BPJS Kesehatan terus mengalami tren peningkatan yang signifikan. Berdasarkan data terbaru, sepanjang tahun 2025, angka pengeluaran biaya untuk pelayanan kesehatan masyarakat melesat hingga mencapai Rp 191,33 triliun. Angka ini mengalami kenaikan sebesar Rp 15,2 triliun jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang berada di angka Rp 176,11 triliun. Lonjakan ini mencerminkan bahwa skala perlindungan kesehatan yang diakses oleh rakyat kian meluas.
Namun, di sisi lain, situasi ini memberikan tantangan besar pada aspek sustainability atau keberlanjutan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Tercatat, rasio klaim BPJS Kesehatan pada tahun 2025 telah menyentuh angka 108,27 persen, yang berarti beban jaminan kesehatan terpantau lebih besar pasak daripada tiang dibanding pendapatan iuran yang diterima. Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito, mengungkapkan bahwa seiring dengan peningkatan biaya tersebut, cakupan kepesertaan masyarakat juga tumbuh luar biasa hingga menjelang akhir tahun.

“Hingga 31 Desember 2025, jumlah peserta JKN telah mencapai 282,7 juta jiwa atau mencakup 98,62 persen dari total seluruh penduduk Indonesia,” jelas Pujo dalam agenda BPJS Kesehatan, Kamis (2/7/2026).

Penyakit Katastropik Sedot Anggaran Hingga Rp 50,3 Triliun

Salah satu faktor terbesar yang menyedot anggaran pelayanan kesehatan ini adalah kelompok penyakit katastropik atau penyakit yang membutuhkan perawatan medis jangka panjang dan berbiaya tinggi. Sepanjang tahun 2025, penyakit katastropik menyerap sekitar 26,28% hingga 26,42% dari total seluruh biaya pelayanan kesehatan yang dibayarkan oleh BPJS Kesehatan, dengan akumulasi biaya menyentuh Rp 50,3 triliun dari total 59,9 jutaan kasus. Pujo menyayangkan tingginya angka kasus penyakit berbiaya mahal ini, mengingat sebagian besar dari jenis penyakit tersebut sebenarnya masih bisa diantisipasi sejak dini. “Penyakit katastropik ini sebagian besar sebenarnya bisa dicegah melalui penerapan pola hidup sehat dan deteksi dini,” imbau Pujo. Secara rinci, berikut adalah daftar penyakit katastropik yang menjadi beban pembiayaan BPJS Kesehatan sepanjang tahun 2025:

  1. Jantung: Menduduki posisi pertama dengan jumlah kasus fantastis mencapai 29,7 jutaan kasus dengan total biaya Rp 17,3 triliun.
  2. Gagal Ginjal: Mengikuti di posisi kedua dengan 12,6 jutaan kasus yang menelan biaya sebes Rp 13,3 triliun.
  3. Kanker: Menempati posisi ketiga dengan menghabiskan anggaran sebesar Rp 10,3 triliun dari total 7,1 jutaan kasus yang ditangani.
  4. Stroke: Berada di posisi keempat dengan menyerap anggaran sebesar Rp 7,2 triliun dari total sebaran 9,5 jutaan kasus.
  5. Hemofilia: Mencatat total 84,8 ribuan kasus sepanjang tahun dengan penyerapan biaya sebesar Rp 909,6 miliar.
  6. Thalassemia: Menyerap anggaran jaminan kesehatan sebesar Rp 852,7 miliar dengan total sebaran 398,1 ribuan kasus.
  7. Sirosis Hati: Menangani total 311,3 ribuan kasus dengan alokasi pembiayaan sebesar Rp 278,1 miliar.

Sumber : https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-8556594/daftar-penyakit-katastropik-sedot-anggaran-bpjs-terbesar-sepanjang-2025-jantung-nomor-1

MINDSET CERDAS SAAT MENGHADAPI MASALAH

MINDSET CERDAS SAAT MENGHADAPI MASALAH

Kediri – Masalah adalah bagian dari kehidupan yang tidak bisa dihindari. Setiap orang, tanpa terkecuali, pasti pernah menghadapi tantangan, tekanan, maupun situasi sulit. Kehadiran masalah bukan selalu sesuatu yang buruk, karena sering kali masalah menjadi tanda bahwa ada sesuatu yang perlu dipahami, diperbaiki, atau diputuskan dengan lebih bijak.

Cara seseorang menghadapi masalah sering kali menentukan kualitas keputusan yang diambil. Dengan mindset yang tepat, masalah tidak hanya menjadi beban, tetapi juga bisa menjadi sarana pembelajaran dan pendewasaan diri.

Kembali kepada Allah

Saat menghadapi masalah, langkah pertama yang perlu dilakukan adalah kembali kepada Allah. Mendekatkan diri melalui doa dan shalat sunnah dapat membantu menenangkan hati sekaligus menguatkan mental.

Ingatlah bahwa sabar adalah kunci. Setiap masalah yang datang adalah ujian yang memiliki tujuan, dan setiap ujian selalu membawa pelajaran bagi orang yang mau mengambil hikmahnya.

Cari Solusi dengan Kepala Dingin, Bukan Emosi

Ketika emosi menguasai, keputusan yang diambil sering kali terburu-buru dan kurang tepat. Karena itu, penting untuk menenangkan diri terlebih dahulu sebelum mengambil langkah.

Pahami inti masalahnya, lihat dari berbagai sudut pandang, lalu pilih solusi yang paling bijak. Masalah akan jauh lebih mudah diselesaikan ketika pikiran berada dalam keadaan tenang dan jernih.

Evaluasi Diri

Tidak semua masalah datang dari faktor luar. Ada kalanya masalah muncul karena kesalahan atau kekurangan dalam diri sendiri yang belum disadari.

Melalui evaluasi diri, kita dapat memahami bagian mana yang perlu diperbaiki. Sikap ini membantu kita menjadi pribadi yang lebih dewasa, lebih bijak, dan tidak mudah mengulangi kesalahan yang sama di masa depan.

Diskusikan dengan Rekan atau Atasan

Terkadang masalah terasa berat karena kita mencoba memikul semuanya sendirian. Dalam situasi seperti ini, berdiskusi dengan rekan kerja atau atasan bisa menjadi langkah yang sangat membantu.

Masukan dari orang lain sering kali membuka sudut pandang baru yang sebelumnya tidak kita pikirkan. Dengan diskusi yang baik, peluang menemukan jalan keluar yang tepat akan semakin besar.

Yakin Bahwa Setiap Masalah Pasti Ada Hikmah dan Jalan Keluarnya

Setiap masalah pasti membawa hikmah, meskipun terkadang kita belum langsung memahaminya. Karena itu, tetaplah yakin, terus berdoa, dan jangan kehilangan harapan.

Percayalah bahwa Allah selalu menolong hamba-Nya. Tidak ada keadaan sulit yang berlangsung selamanya, dan selalu ada jalan keluar bagi mereka yang bersabar dan berusaha.

Orang cerdas bukanlah orang yang tidak pernah memiliki masalah. Orang cerdas adalah mereka yang mampu tetap tenang, berpikir jernih, dan mengambil keputusan dengan bijak saat masalah datang.

Sumber : https://www.instagram.com/p/DaMscDtgDpE/?img_index=1