7 Manfaat Tertawa yang Jarang Diketahui, Bikin Hidup Lebih Sehat

7 Manfaat Tertawa yang Jarang Diketahui, Bikin Hidup Lebih Sehat

Tertawa adalah salah satu cara alami untuk merasa bahagia dan sehat. Tidak hanya menghibur, tertawa ternyata menyimpan banyak manfaat untuk kesehatan fisik dan mental. Berikut adalah tujuh manfaat tertawa yang mungkin jarang diketahui, namun dapat membuat hidup kita lebih sehat.

Pentingnya Tertawa untuk Kesehatan Fisik dan Mental

Tertawa bukan hanya sekadar ekspresi kebahagiaan atau hiburan, tetapi juga memiliki dampak yang signifikan bagi kesehatan fisik dan mental kita. Dalam kehidupan yang sering kali penuh tekanan, tertawa bisa menjadi cara sederhana namun ampuh untuk meningkatkan kualitas hidup.

7 Manfaat Tertawa untuk Kesehatan

1. Meningkatkan Sistem Kekebalan Tubuh
Saat kita tertawa, tubuh melepaskan hormon endorfin yang dapat meningkatkan produksi sel-sel kekebalan tubuh. Hal ini membantu tubuh lebih siap melawan infeksi dan penyakit. Dengan tertawa secara teratur, kita bisa memperkuat sistem imun dan menjaga tubuh tetap sehat.
2. Mengurangi Stres dan Kecemasan
Tertawa adalah cara yang efektif untuk meredakan stres dan kecemasan. Ketika kita tertawa, produksi hormon stres seperti kortisol dan adrenalin menurun. Sebaliknya, kadar hormon yang membuat kita bahagia, seperti serotonin dan dopamin, meningkat. Ini membuat kita merasa lebih rileks dan tenang.
3. Melancarkan Sirkulasi Darah
Tertawa dapat melancarkan aliran darah dalam tubuh, sehingga membantu menurunkan tekanan darah. Ketika kita tertawa, pembuluh darah menjadi lebih elastis, yang berpengaruh pada kesehatan jantung. Ini adalah salah satu alasan mengapa tertawa sering dikaitkan dengan kesehatan jantung yang lebih baik.
4. Meningkatkan Kesehatan Jantung
Selain melancarkan sirkulasi darah, tertawa juga bisa dianggap sebagai latihan kardiovaskular ringan. Tertawa menyebabkan peningkatan detak jantung dan aliran darah, yang dapat membantu menjaga kesehatan jantung. Ini sangat bermanfaat terutama bagi mereka yang tidak dapat melakukan aktivitas fisik intensif.
5. Mengurangi Rasa Sakit
Percaya atau tidak, tertawa memiliki efek analgesik alami yang dapat mengurangi rasa sakit. Endorfin yang dilepaskan selama tertawa bertindak sebagai pereda nyeri alami, membantu tubuh mengatasi rasa sakit lebih baik. Ini sering dimanfaatkan dalam terapi tawa untuk pasien dengan kondisi kronis.
6. Meningkatkan Kualitas Hubungan Sosial
Tertawa bersama orang lain mempererat hubungan sosial dan menciptakan ikatan yang lebih kuat. Hal ini meningkatkan rasa percaya dan kedekatan dengan orang-orang di sekitar kita. Hubungan sosial yang baik sangat penting untuk kesejahteraan emosional dan mental kita.
7. Meningkatkan Kreativitas dan Produktivitas
Tertawa dapat merangsang otak untuk berpikir lebih kreatif. Ketika kita tertawa, otak kita melepaskan ketegangan dan kecemasan, yang dapat membantu kita berpikir lebih jernih dan mencari solusi dari berbagai masalah dengan cara yang lebih inovatif. Ini dapat meningkatkan produktivitas di tempat kerja atau dalam kegiatan sehari-hari.
Tertawa adalah obat alami yang bisa membuat kita merasa lebih sehat dan bahagia. Dengan banyak tertawa, kita tidak hanya memperbaiki suasana hati tetapi juga meningkatkan kesehatan fisik dan mental kita. Namun, selain tertawa dan menjaga gaya hidup sehat, kita juga perlu memikirkan perlindungan yang lebih menyeluruh untuk kesehatan dan masa depan kita.
Salah satu langkah penting dalam menjaga kesehatan adalah memiliki proteksi yang tepat, seperti asuransi jiwa. Dengan asuransi jiwa AIA, Kita bisa mendapatkan perlindungan optimal bagi diri sendiri dan keluarga, sehingga Kita bisa menjalani hidup dengan tenang dan lebih bahagia.

Jalani Hidup Sehat dan Bahagia Bersama AIA

Untuk memberikan perlindungan menyeluruh bagi diri sendiri dan keluarga, asuransi jiwa adalah solusi yang penting. Asuransi jiwa AIA hadir sebagai pilihan terbaik untuk memastikan Kita dan keluarga selalu terlindungi dari risiko kehidupan. Dengan memiliki proteksi dari AIA, Kita dapat menjalani hidup dengan lebih tenang, karena tahu bahwa masa depan Kita sudah terlindungi.

Proteksi dari Asuransi Jiwa AIA

1. Perlindungan Komprehensif
Asuransi jiwa AIA menawarkan perlindungan menyeluruh yang mencakup berbagai risiko kesehatan, termasuk penyakit kritis, kecelakaan, hingga meninggal dunia. Kita dan keluarga akan selalu merasa aman dengan cakupan yang luas dari produk-produk AIA.
2. Fleksibilitas Produk
AIA menyediakan berbagai jenis produk asuransi yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi finansial Kita. Mulai dari asuransi jiwa tradisional hingga unit link, AIA memastikan Kita bisa memilih proteksi yang paling tepat.
3. Manfaat Tambahan yang Lengkap
Selain perlindungan dasar, asuransi jiwa AIA menawarkan manfaat tambahan seperti perlindungan kesehatan, rawat inap, dan manfaat penyakit kritis. Hal ini memberikan nilai lebih bagi nasabah yang ingin memastikan setiap aspek kesehatannya terjamin.
4. Layanan Klaim yang Cepat dan Mudah
AIA dikenal dengan layanan klaim yang responsif dan mudah. Proses klaim yang efisien memastikan Kita mendapatkan dukungan keuangan tepat waktu saat dibutuhkan, sehingga Kita dapat fokus pada pemulihan dan kesehatan.
5. Kepercayaan dan Reputasi Global
Sebagai perusahaan asuransi terkemuka dengan pengalaman puluhan tahun, AIA memiliki reputasi yang solid dan dipercaya oleh jutaan orang di seluruh dunia. Keamanan dan kredibilitas ini membuat nasabah merasa nyaman dan yakin dalam memilih AIA sebagai mitra proteksi hidupnya.
Tertawa dan menjalani gaya hidup sehat adalah langkah awal untuk menjaga kesehatan. Namun, tidak ada yang lebih penting daripada melindungi masa depan kita dengan proteksi yang tepat. Bersama asuransi jiwa AIA, Kita tidak hanya mendapatkan perlindungan kesehatan, tetapi juga keamanan finansial yang lengkap. Lindungi diri Kita dan orang yang Kita cintai dengan solusi proteksi dari AIA, agar hidup lebih tenang, bahagia, dan penuh senyuman!
Cara Al-Qur’an Menguatkan Nabi Muhammad saat Dakwahnya Ditolak

Cara Al-Qur’an Menguatkan Nabi Muhammad saat Dakwahnya Ditolak

Hidup tidak selalu berjalan dalam satu warna. Ada siang dan malam, senang dan sedih, lapang dan sempit, berhasil dan gagal. Tidak ada seorang pun yang benar-benar bebas dari masalah. Orang kaya punya ujiannya sendiri, orang biasa pun demikian. Orang saleh diuji, orang yang belum baik pun diuji.

Karena itu, yang membedakan seseorang bukan terletak pada apakah ia punya masalah atau tidak, melainkan pada bagaimana ia bersikap ketika masalah itu datang. Ada orang yang runtuh karena masalah, tetapi ada pula yang justru semakin matang, semakin dekat dengan Allah, dan semakin kuat menjalani hidup.

Menariknya, Al-Qur’an memiliki cara tersendiri untuk mendidik manusia agar mampu menghadapi masalah. Cara itu tidak selalu hadir dalam bentuk nasihat panjang atau perintah langsung. Sering kali, Al-Qur’an mendidik melalui kisah. Dari kisah itulah manusia diajak untuk melihat, merenung, lalu menemukan kekuatan baru.

Bahkan, sasaran pertama pendidikan itu adalah manusia paling mulia, yaitu Baginda Nabi Muhammad SAW. Melalui kisah para nabi terdahulu, Allah menguatkan hati beliau ketika dakwahnya ditolak dan ketika kesedihan yang begitu berat dirasakan.

Saat Nabi Muhammad Bersedih karena Dakwahnya Ditolak

Ada anggapan yang kadang muncul di tengah masyarakat bahwa para nabi tidak pernah merasa sedih atau kecewa. Seolah-olah, karena mereka dekat dengan Allah, mereka tidak merasakan luka batin sebagaimana manusia pada umumnya.

Padahal, para nabi tetap manusia. Mereka merasa sedih, kecewa, berat, dan lelah. Bedanya, mereka tidak menyerah pada perasaan itu. Mereka tetap berjalan dalam bimbingan Allah.

Baginda Nabi Muhammad SAW pun demikian. Beliau pernah mengalami kesedihan yang sangat dalam ketika dakwahnya ditolak oleh kaum Quraisy. Bukan hanya ditolak, beliau juga dimusuhi, dihina, dan dituduh dengan berbagai tuduhan yang menyakitkan.

Kesedihan itu sampai diabadikan oleh Allah dalam
surah asy-Syu‘ara’ ayat 3:

لَعَلَّكَ بَاخِعٌ نَفْسَكَ أَلَّا يَكُونُوا مُؤْمِنِينَ

Artinya, “Boleh jadi engkau (Nabi Muhammad) akan membinasakan dirimu (dengan kesedihan) karena mereka (penduduk Makkah) tidak beriman.” (QS. asy-Syu‘ara’ [26]: 3)

Imam Abu Muhammad Sahl bin Abdullah at-Tustari (w. 283 H) dalam Tafsir at-Tustari menjelaskan ayat ini dengan sangat menyentuh:

لَعَلَّكَ بَاخِعٌ نَفْسَكَ أَيْ مُهْلِكٌ نَفْسَكَ بِاتِّبَاعِ الْمُرَادِ فِي هِدَايَتِهِمْ، وَقَدْ سَبَقَ الْحُكْمُ مِنَّا بِمَا يَكُونُ مِنْ إِيمَانِ الْمُؤْمِنِ وَكُفْرِ الْكَافِرِ، فَلَا تَغْيِيرَ وَلَا تَبْدِيلَ، وَبَاطِنُ ذَلِكَ أَنَّكَ شَغَلْتَ نَفْسَكَ عَنَّا بِالِاشْتِغَالِ بِهِمْ حِرْصًا عَلَى إِيمَانِهِمْ، مَا عَلَيْكَ إِلَّا الْبَلَاغُ، فَلَا يَشْغَلْكَ الْحُزْنُ فِي أَمْرِهِمْ عَنَّا

Artinya, “‘Boleh jadi engkau (Nabi Muhammad) akan membinasakan dirimu (dengan kesedihan)’; yakni engkau sedang membinasakan dirimu dengan terus mengikuti keinginanmu agar mereka mendapat hidayah, padahal keputusan telah Kami tetapkan sejak awal—tentang siapa yang beriman dan siapa yang kafir, dan itu tidak dapat diubah atau diganti.

Sedangkan makna batinnya adalah: engkau telah menyibukkan dirimu dari Kami dengan terlalu larut memikirkan mereka karena besarnya keinginanmu agar mereka beriman. Tugasmu hanyalah menyampaikan; jangan biarkan kesedihan atas urusan mereka memalingkanmu dari Kami.” (Sahl bin Abdullah at-Tustari, Tafsir at-Tustari, [Baerut, Lebanon, Dar al-Kutub al-Ilmiyah: 1423 H/2002 M] hlm. 115)

Penjelasan at-Tustari ini memuat pesan yang sangat mendalam. Di satu sisi, Allah mengingatkan bahwa hidayah ada dalam ketetapan-Nya. Nabi hanya bertugas menyampaikan, bukan memaksa hati manusia untuk beriman.

Di sisi lain, Allah juga menegur dengan penuh kasih. Jangan sampai kesedihan atas manusia membuat seseorang terlalu jauh dari ketenangan bersama Allah. Dakwah memang penting, perjuangan memang mulia, tetapi hati tetap harus bersandar pada Allah, bukan pada hasil yang tampak di hadapan manusia. Pesan inilah yang kemudian dijelaskan dalam Al-Qur’an melalui cara yang khas, yaitu kisah para nabi terdahulu.

Al-Qur’an Menguatkan Nabi dengan Kisah Nabi Musa
Ketika menenangkan Baginda Nabi, Allah tidak hanya memberi nasihat secara langsung. Allah juga mengajak beliau melihat perjalanan nabi-nabi sebelumnya. Seakan-akan, Allah memperlihatkan bahwa jalan dakwah memang berat, dan Nabi Muhammad SAW tidak sendirian dalam menghadapi penolakan.

Kisah pertama yang dihadirkan dalam surah Asy-Syu’ara’ adalah kisah Nabi Musa ‘alaihissalam. Allah menampilkan perjuangan panjang Nabi Musa melawan Fir’aun, hingga akhirnya Allah menyelamatkan beliau dan kaumnya dari kejaran musuh.

Allah berfirman dalam surah asy-Syu’ara’ ayat 63-67:

فَأَوْحَيْنَا إِلَى مُوسَى أَنِ اضْرِبْ بِعَصَاكَ الْبَحْرَ فَانْفَلَقَ فَكَانَ كُلُّ فِرْقٍ كَالطَّوْدِ الْعَظِيمِ ﴿٦٣﴾ وَأَزْلَفْنَا ثَمَّ الْآخَرِينَ ﴿٦٤﴾ وَأَنْجَيْنَا مُوسَى وَمَنْ مَعَهُ أَجْمَعِينَ ﴿٦٥﴾ ثُمَّ أَغْرَقْنَا الْآخَرِينَ ﴿٦٦﴾ إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآيَةً وَمَا كَانَ أَكْثَرُهُمْ مُؤْمِنِينَ ٦٧

Artinya, “Lalu Kami wahyukan kepada Musa, ‘Pukullah laut itu dengan tongkatmu.’ Maka terbelahlah laut itu, dan setiap belahan seperti gunung yang sangat besar. Dan di sana Kami dekatkan (ke tepi laut) golongan yang lain. Dan Kami selamatkan Musa beserta orang-orang yang bersamanya semuanya. Kemudian Kami tenggelamkan golongan yang lain. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat suatu tanda (kekuasaan Allah), tetapi kebanyakan mereka tidak  beriman.” (QS. Asy-Syu’ara’ [26]: 63-67)

Bagian akhir ayat ini penting untuk diperhatikan: “tetapi kebanyakan mereka tidak beriman.” Kalimat ini seakan mengingatkan Nabi Muhammad SAW bahwa Nabi Musa juga pernah menghadapi penolakan. Tidak semua orang yang melihat tanda-tanda kekuasaan Allah langsung beriman.

Namun, penolakan itu tidak membuat perjuangan Nabi Musa menjadi sia-sia. Pada akhirnya, Allah menyelamatkan beliau dan orang-orang yang beriman bersamanya. Dari sini, Nabi Muhammad SAW dikuatkan agar tidak mengukur dakwah hanya dari banyaknya atau sedikitnya orang yang menerima saat itu juga.

Kisah Nabi Ibrahim dan Kesedihan yang Lebih Berat
Setelah kisah Nabi Musa, Allah menghadirkan kisah Nabi Ibrahim ‘alaihissalam. Dalam kisah ini, Nabi Ibrahim berhadapan langsung dengan ayah dan kaumnya yang menyembah berhala.

Allah berfirman dalam surah asy-Syu‘ara’ ayat 69-77:

وَاتْلُ عَلَيْهِمْ نَبَأَ إِبْرَاهِيمَ ﴿٦٩﴾ إِذْ قَالَ لِأَبِيهِ وَقَوْمِهِ مَا تَعْبُدُونَ ﴿٧٠﴾ قَالُوا نَعْبُدُ أَصْنَامًا فَنَظَلُّ لَهَا عَاكِفِينَ ﴿٧١﴾ قَالَ هَلْ يَسْمَعُونَكُمْ إِذْ تَدْعُونَ ﴿٧٢﴾ أَوْ يَنْفَعُونَكُمْ أَوْ يَضُرُّونَ ﴿٧٣﴾ قَالُوا بَلْ وَجَدْنَا آبَاءَنَا كَذَلِكَ يَفْعَلُونَ ﴿٧٤﴾ قَالَ أَفَرَأَيْتُمْ مَا كُنْتُمْ تَعْبُدُونَ ﴿٧٥﴾ أَنْتُمْ وَآبَاؤُكُمُ الْأَقْدَمُونَ ﴿٧٦﴾ فَإِنَّهُمْ عَدُوٌّ لِي إِلَّا رَبَّ الْعَالَمِينَ ﴿٧٧

Artinya, “Dan bacakanlah kepada mereka kisah Ibrahim. Ketika dia berkata kepada ayahnya dan kaumnya, ‘Apakah yang kamu sembah?’ Mereka menjawab, ‘Kami menyembah berhala-berhala dan kami senantiasa tekun menyembahnya.’ Ibrahim berkata, ‘Apakah berhala-berhala itu mendengar kamu ketika kamu berdoa? Atau (dapatkah) mereka memberi manfaat atau mencelakakan kamu?’

Mereka menjawab, ‘Bukan, tetapi kami mendapati nenek moyang kami berbuat demikian.’ Ibrahim berkata, ‘Sudahkah kamu pikirkan apa yang kamu sembah, kamu dan nenek moyangmu yang terdahulu? Sesungguhnya mereka semua adalah musuhku, kecuali Tuhan semesta alam.’” (QS. Asy-Syu’ara’ [26]: 69-77)

Mengapa kisah Nabi Ibrahim dihadirkan setelah kisah Nabi Musa?
Imam Fakhruddin ar-Razi (w. 606 H) dalam Mafatihul Ghayb menjelaskan:

اعْلَمْ أَنَّهُ تَعَالَى ذَكَرَ فِي أَوَّلِ السُّورَةِ شِدَّةَ حُزْنِ مُحَمَّدٍ ﷺ بِسَبَبِ كُفْرِ قَوْمِهِ، ثُمَّ إِنَّهُ ذَكَرَ قِصَّةَ مُوسَى عَلَيْهِ السَّلَامُ لِيَعْرِفَ مُحَمَّدٌ أَنَّ مِثْلَ تِلْكَ الْمِحْنَةِ كَانَتْ حَاصِلَةً لِمُوسَى، ثُمَّ ذَكَرَ عَقِبَهَا قِصَّةَ إِبْرَاهِيمَ عَلَيْهِ السَّلَامُ لِيَعْرِفَ مُحَمَّدٌ أَيْضًا أَنَّ حُزْنَ إِبْرَاهِيمَ عَلَيْهِ السَّلَامُ بِهَذَا السَّبَبِ كَانَ أَشَدَّ مِنْ حُزْنِهِ، لِأَنَّ مِنْ عَظِيمِ الْمِحْنَةِ عَلَى إِبْرَاهِيمَ عَلَيْهِ السَّلَامُ أَنْ يَرَى أَبَاهُ وَقَوْمَهُ فِي النَّارِ وَهُوَ لَا يَتَمَكَّنُ مِنْ إِنْقَاذِهِمْ إِلَّا بِقَدْرِ الدُّعَاءِ وَالتَّنْبِيهِ

Artinya, “Ketahuilah bahwa Allah menyebut di awal surah ini beratnya kesedihan Nabi Muhammad SAW akibat kekufuran kaumnya. Kemudian Allah menghadirkan kisah Nabi Musa AS agar Muhammad tahu bahwa cobaan semacam itu pernah juga menimpa Musa.

Lalu setelahnya Allah menghadirkan kisah Nabi Ibrahim AS agar Muhammad juga tahu bahwa kesedihan Ibrahim atas sebab yang sama ternyata jauh lebih berat daripada kesedihannya sendiri.

Karena termasuk ujian terbesar yang menimpa Ibrahim adalah menyaksikan ayah dan kaumnya sendiri berada di neraka, sementara ia tidak mampu menyelamatkan mereka selain sebatas doa dan peringatan.” (Fakhruddin ar-Razi, Mafatihul Ghayb [Tafsir al-Kabir], [Baerut, Lebanon, Dar Ihya at-Turats al-Arabi: 1420 H] juz 21, hlm. 541)

Penjelasan ar-Razi ini memperlihatkan betapa halus cara Al-Qur’an mendidik hati Nabi Muhammad SAW. Allah tidak hanya berkata, “Jangan bersedih.” Allah justru menghadirkan kisah orang-orang mulia yang pernah merasakan beban yang sama.

Kisah Nabi Musa menunjukkan bahwa penolakan merupakan bagian dari perjalanan dakwah. Sementara kisah Nabi Ibrahim menunjukkan bahwa ada kesedihan yang jauh lebih berat, yaitu ketika seseorang menyaksikan orang terdekatnya sendiri menolak kebenaran.

Bagi Nabi Ibrahim, yang menolak bukan hanya orang-orang yang jauh. Ayah dan kaumnya sendiri berada dalam kesesatan. Beliau tidak mampu memaksa mereka menerima kebenaran. Yang bisa beliau lakukan hanyalah berdoa, mengingatkan, dan menyampaikan kebenaran sebaik-baiknya.

Belajar Kuat dari Kisah Orang-Orang Saleh

Di sinilah tampak salah satu metode pendidikan Al-Qur’an yang sangat penting. Ketika seseorang dilanda masalah, Al-Qur’an tidak selalu mengajaknya untuk melupakan masalah tersebut. Al-Qur’an justru mengajaknya untuk melihat masalah tersebut dari sudut pandang yang lebih luas.

Caranya adalah dengan menghadirkan kisah para orang-orang terdahulu. Bukan agar kita membanding-bandingkan penderitaan secara menyakitkan, melainkan agar kita sadar bahwa jalan hidup orang beriman memang tidak selalu mudah.

Para nabi pun pernah ditolak. Mereka pernah disakiti. Mereka pernah kehilangan orang yang mereka cintai. Mereka pernah menghadapi pengkhianatan, permusuhan, dan kesedihan yang dalam. Namun, mereka tetap bertahan karena hati mereka bersandar pada Allah.

Dari sini, kita belajar bahwa masalah yang kita hadapi hari ini bukanlah akhir dari segalanya. Boleh jadi ia berat, tetapi bukan berarti tidak bisa dilalui. Boleh jadi ia membuat hati lelah, tetapi bukan berarti Allah meninggalkan kita.

Kisah para nabi mengajarkan bahwa kesabaran bukan berarti tidak sedih. Sabar adalah tetap berada di jalan yang benar meskipun hati sedang terluka. Sabar adalah tetap percaya kepada Allah meskipun hasilnya belum terlihat. Sabar adalah terus melakukan yang terbaik, sambil menyerahkan hasilnya kepada Allah SWT.

Maka, ketika kita menghadapi masalah, penolakan, kegagalan, atau kesedihan, salah satu cara Al-Qur’an menguatkan kita adalah dengan mengingatkan bahwa orang-orang terbaik pun pernah melewati jalan yang berat. Jika mereka mampu bertahan dengan pertolongan Allah, maka kita pun semestinya tidak boleh kehilangan harapan.

Semoga Allah SWT membimbing kita agar mampu membaca setiap masalah dengan hati yang lebih jernih, mengambil pelajaran dari kisah para nabi, dan tetap teguh berjalan di jalan-Nya. Amin. Wallahu a’lam.

Sumber : https://islam.nu.or.id/hikmah/cara-al-qur-an-menguatkan-nabi-muhammad-saat-dakwahnya-ditolak-exO43

Mengapa Rasulullah Jarang Sakit? Ini Rahasia Beserta Dalilnya

Mengapa Rasulullah Jarang Sakit? Ini Rahasia Beserta Dalilnya

Nabi Muhammad SAW dikenal memiliki stamina dan kekuatan fisik yang luar biasa. Beliau tidak hanya berdakwah di atas mimbar, tetapi juga turun langsung memimpin berbagai peperangan.

Menariknya, dalam catatan sejarah Islam, sangat jarang disebutkan bahwa Rasulullah SAW jatuh sakit.

Berdasarkan beberapa riwayat hadis, beliau hanya tercatat mengalami sakit parah sebanyak tiga kali sepanjang hidupnya, yaitu ketika menerima wahyu pertama, saat diracun oleh seorang wanita Yahudi, dan menjelang wafatnya.

Lalu, apa yang membuat Rasulullah SAW begitu jarang sakit?

Ini Alasan Kenapa Rasulullah Jarang Sakit

1. Menjaga Pola Makan

Rasulullah SAW jarang sakit parah karena selalu menjaga pola makannya. Segala yang masuk ke dalam tubuhnya adalah makanan yang halal dan thayyiban.

Halal maksudnya didapat dengan cara yang benar, sedangkan thayyiban berarti baik, menyehatkan, berkualitas, dan bermanfaat bagi tubuh.

Selain itu, Nabi Muhammad SAW juga tidak pernah makan berlebihan, sebagaimana perintah Allah SWT dalam surah Al-A’raf ayat 31:

“Wahai anak cucu Adam! Pakailah pakaianmu yang bagus pada setiap (memasuki) masjid, makan dan minumlah, tetapi jangan berlebihan. Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan.”

Dalam sebuah hadis, Nabi Muhammad SAW juga bersabda:

“Tidaklah anak Adam memenuhi tempat yang lebih buruk dari perutnya. Cukuplah bagi anak Adam beberapa suap makanan untuk menegakkan tulang punggungnya. Jika ia harus (melebihi itu), maka sepertiga untuk makanannya, sepertiga untuk minumannya, dan sepertiga untuk napasnya.” (HR Tirmidzi dan Ibnu Majah)

2. Pola Tidur Teratur

Alasan lain kenapa Rasulullah SAW jarang sakit adalah mengatur pola tidurnya dengan teratur. Nabi Muhammad SAW terbiasa tidur pada awal malam atau setelah salat Isya.

Hal itu sesuai dengan hadis yang diriwayatkan Aisyah radhiyallahu anha. Ia berkata:

“Nabi shallallahu alaihi wasallam biasa tidur pada awal malam dan bangun pada akhir malam, lalu salat.” (HR Bukhari dan Muslim)

Setelah itu, Nabi Muhammad SAW juga selalu bangun sebelum subuh, sebagaimana disebutkan dalam hadis berikut:

“Rasulullah shallallahu alaihi wasallam biasa tidur di awal malam dan beliau menghidupkan akhir malam (dengan salat). Jika beliau memiliki hajat (hubungan suami istri), beliau menunaikan hajat tersebut kemudian tidur. Pada azan Subuh pertama, beliau duduk. Kemudian, beliau menuangkan air. Jika beliau tidak dalam keadaan junub, beliau berwudu seperti wudu seseorang yang hendak salat. Kemudian, beliau salat dua rakaat.” (HR Muslim)

3. Menjaga Kebersihan Diri

Islam sangat mementingkan kebersihan. Rasulullah SAW rutin berwudu, menjaga kebersihan pakaiannya, memotong kuku, bersiwak (menyikat gigi), serta menjaga kebersihan lingkungan.

Semua yang dilakukan Rasulullah SAW itu semata-mata mentaati perintah Allah SWT yang terdapat dalam surah Al-Baqarah ayat 222:

“Sungguh, Allah menyukai orang yang tobat dan menyukai orang yang menyucikan diri.”

Saking cintanya dengan kebersihan, Nabi Muhammad SAW pernah mengatakan ingin umatnya bersiwak setiap hendak salat.

Namun, hal itu tidak dilakukan Nabi Muhammad SAW sebab memberatkan umatnya.

“Seandainya tidak memberatkan umatku, niscaya aku perintahkan mereka untuk bersiwak setiap kali hendak salat.” (HR Bukhari dan Muslim)

4. Olahraga

Nabi Muhammad SAW jarang sakit karena rajin berolahraga. Dalam berbagai riwayat, dijelaskan  bahwa beliau sering berjalan kaki, bepergian, serta melakukan banyak aktivitas bersama para sahabatnya.

5. Rutin Puasa Sunah

Nabi Muhammad SAW juga rutin melakukan puasa sunah yang membuat staminanya terjaga dan tidak gampang sakit.

Rasulullah SAW rutin puasa Senin-Kamis, puasa ayyamul bidh, hingga puasa Nabi Daud. Dalam sebuah hadis, Nabi Muhammad SAW bersabda:

“Pada hari Senin dan Kamis semua amal (manusia) diserahkan kepada Allah. Maka, aku sangat menyukai ketika amalku diangkat, aku sedang dalam keadaan berpuasa.” (HR Muslim)

6. Tidur di Siang Hari

Nabi Muhammad SAW selalu menyempatkan qailulah atau tidur singkat yang dilakukan pada siang hari sebelum waktu Zuhur.

Dalam sebuah riwayat, Nabi Muhammad SAW bersabda: “Lakukanlah qailulah karena setan tidak melakukan qailulah.” (HR Thabrani)

Anjuran Nabi Muhammad SAW ini pun terbukti secara ilmiah. Tidur siang ternyata bagus untuk memulihkan tenaga, meningkatkan fokus, hingga memperbaiki suasana hati.

Namun, harus dipahami bahwa tidur siang ini dilakukan dengan singkat dan tidak berlebihan agar tak mengganggu pola hidup lainnya.

7. Menyambung Silaturahmi

Alasan lain yang membuat Rasulullah SAW jarang sakit adalah menyambung tali silaturahmi. Nabi Muhammad SAW bersabda:

“Siapa yang menginginkan rezekinya dimudahkan dan usianya dipanjangkan maka hendaklah dia menyambung silaturahmi.” (HR Bukhari, Muslim, Abu Dawud, dan Ahmad)

8. Tidak Mengonsumsi yang Haram

Nabi Muhammad SAW juga jarang sakit karena beliau tidak pernah mengonsumsi sesuatu yang haram, baik dari cara mendapatkannya maupun wujud makanan dan minumannya.

Dalam Alquran, Allah SWT juga sudah mengingatkan hamba-Nya untuk tidak menjerumuskan diri sendiri ke dalam kerusakan.

“Dan infakkanlah (hartamu) di jalan Allah, dan janganlah kamu jatuhkan (diri sendiri) ke dalam kebinasaan dengan tangan sendiri, dan berbuat baiklah. Sungguh, Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.”

Sumber : https://mozaik.inilah.com/dakwah/mengapa-rasulullah-jarang-sakit-ini-rahasia-beserta-dalilnya

Apa Hukum Menolak Meminjamkan Uang dalam Islam?

Apa Hukum Menolak Meminjamkan Uang dalam Islam?

Utang piutang diperbolehkan dalam Islam selama bertujuan menolong sesama Muslim. Mayoritas ulama juga sepakat bahwa hukum pinjaman adalah nadb alias dianjurkan.

Dalam sebuah hadis, Nabi Muhammad SAW bersabda:

“Setiap pinjaman yang diberikan kepada seorang muslim sebanyak dua kali, maka nilainya seperti satu kali sedekah.” (HR Ibnu Majah)

Meski begitu, Islam tetap mengatur etika yang berkaitan dengan harta dan pinjaman.

Bahkan, ayat terpanjang dalam Alquran yaitu surah Al-Baqarah ayat 282 berisi tentang pencatatan transaksi dan kehadiran saksi dalam proses utang piutang.

Aturan ini dibuat Allah SWT untuk menjaga keadilan, melindungi hak masing-masing, dan mencegah terjadinya perselisihan.

Lantas, bagaimana hukum menolak meminjamkan uang dalam Islam? Apakah otomatis menjadi haram dan kita berdosa?

Hukum Menolak Meminjamkan Uang dalam Islam

Menolak meminjamkan uang tidak otomatis menjadi haram atau berdosa sebab pada dasarnya, hukum meminjamkan uang pun dianjurkan bukan wajib.

Oleh karena itu, seseorang boleh menolak meminjamkan uangnya apabila terdapat alasan yang dibenarkan.

Alasan yang Dibenarkan untuk Menolak Pinjaman

1. Ketidakmampuan Penerima Pinjaman

Jika peminjam tidak mampu mengembalikan uang dalam waktu yang ditentukan, menolak memberikan pinjaman bisa dipertimbangkan.

2. Potensi Kerugian Finansial

Seorang Muslim juga berhak menolak meminjamkan uang jika merasa ada potensi kerugian finansial atau memberatkan kondisi ekonomi.

3. Peminjam Tidak Jujur

Alasan lainnya yang dibenarkan untuk menolak pinjaman adalah sifat tidak amanah atau tidak jujur dari sang peminjam.

Jika si peminjam dianggap tidak jujur berdasarkan informasi yang didapat, menolak untuk meminjamkan uang juga keputusan yang tepat.

4. Menimbulkan Kemudaratan

Ketidakjujuran si peminjam bisa saja menimbulkan sesuatu yang berdampak buruk atau membawa kemudaratan.

Misalnya, mengaku butuh uang untuk membayar sekolah anak, tetapi justru dipakai untuk foya-foya mengonsumsi barang haram.

Pemberi pinjaman berhak menolak karena tidak sesuai dengan syariat Islam.

Kapan Hukum Menolak Meminjamkan Uang Jadi Wajib atau Makruh?

Hukum menolak meminjamkan uang bisa menjadi wajib jika uang yang dipinjamkan digunakan untuk perbuatan maksiat.

Misalnya, membiayai praktik riba, membeli khamr atau minuman keras, berzina, dan perbuatan maksiat lainnya yang sangat dilarang.

Sementara, meminjamkan uang juga menjadi makruh jika uangnya dipakai untuk hal-hal yang dimakruhkan dalam agama.

Sebagai contoh, menggunakan uang pinjaman untuk membeli rokok, membeli sesuatu secara berlebihan atau boros, atau untuk membiayai kesenangan duniawi yang membuat lupa beribadah.

Adapun Allah SWT juga telah melarang hamba-Nya untuk tolong-menolong dalam berbuat dosa, sebagaimana firman-Nya dalam surah Al-Maidah ayat 2:

“Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan.”

Sumber : https://mozaik.inilah.com/dakwah/apa-hukum-menolak-meminjamkan-uang-dalam-islam

Imam Malik bin Anas: Pelita Ilmu dari Kota Madinah dan Keteguhan di Tengah Badai Fitnah

Imam Malik bin Anas: Pelita Ilmu dari Kota Madinah dan Keteguhan di Tengah Badai Fitnah

SIAPA PUN yang memasuki Masjid Nabawi pada pertengahan abad kedua Hijriah akan melihat seorang pria bertubuh tinggi, berpakaian indah, dan berpenampilan agung. Pria yang memancarkan wibawa serta ketenangan itu sedang duduk di dalam halakah ilmiah terbesar pada masa itu.

Pria tersebut adalah Malik bin Anas radhiyallahu ‘anhu. Allah Swt. telah menganugerahinya kelebihan yang luas dalam hal ilmu, fisik, dan akhlak.

Beliau memilih untuk menyelenggarakan majelis keilmuannya di dalam masjid Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Masjid ini merupakan masjid ketiga dari tiga masjid yang sangat dianjurkan untuk dikunjungi dalam perjalanan ibadah.

Beliau juga memilih tempat duduk di lokasi yang dahulu sering ditempati oleh Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu. Pengaruh dan reputasi Malik pun menjadi buah bibir penduduk di berbagai kota dan wilayah strategis Islam.

Fatwa-fatwanya tersebar luas dan menjadi rujukan utama di Mesir, Syam, hingga ke seluruh wilayah Maroko. Di Andalusia, beliau menjelma sebagai ulama nomor satu yang kealimannya tidak tertandingi oleh siapa pun.

Beliau memiliki otoritas kuat di Madinah, bahkan pengaruhnya setara dengan wewenang para gubernur di sana. Kedudukan tinggi tersebut tentu tidak diperoleh secara cuma-cuma, melainkan karena latar belakang pertumbuhan, kerja keras, guru-guru, dan karakter pribadinya.

Faktor pendukung lainnya adalah limpahan ilmu yang luas, kemampuan istinbat fikih yang akurat, kepekaan terhadap kemaslahatan manusia, serta penguasaan mendalam atas Al-Qur’an dan sunah. Imam Darul Hijrah ini dilahirkan pada tahun 93 Hijriah.

Keluarganya memiliki perhatian yang sangat besar terhadap hadis Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, kisah-kisah para sahabat, serta fatwa-fatwa mereka. Berdasarkan hal tersebut, jelaslah bahwa Malik radhiyallahu ‘anhu lahir di tengah keluarga yang tersohor dalam bidang periwayatan ilmu.

Pada masa tersebut, ilmu fikih masih bercampur baur dengan ilmu hadis. Setelah menghafal Al-Qur’an dan mendalami bahasa Arab, Imam Malik memfokuskan diri untuk menuntut ilmu periwayatan hadis sekaligus ilmu fikih.

Lingkungan masyarakat di sekitarnya, sebagaimana lingkungan internal keluarganya, turut mengarahkannya pada pengetahuan dan pencarian riwayat hadis. Beliau lahir dan tumbuh besar di kota Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang merupakan ibu kota Daulah Islamiah pada masa kekhalifahan Abu Bakar, Umar, dan Utsman radhiyallahu ‘anhum.

Pada masa Umar, kota ini dipenuhi oleh sebagian besar sahabat yang ahli dalam bidang fikih. Para tabi’in yang ingin menimba ilmu fikih sahabat pun berbondong-bondong menuju Madinah.

Madinah memegang kedudukan ilmiah yang sangat tinggi pada masa Dinasti Umayyah. Kota suci ini menjadi tempat lahirnya sunah-sunah dan fatwa-fatwa berharga yang diriwayatkan secara turun-temurun.

Inilah lingkungan tempat Malik menjalani kehidupan, dan itulah keluarganya. Kedua faktor tersebut terus memotivasi dirinya untuk belajar dan menguasai ilmu pengetahuan.

Ada pula faktor ketiga yang tidak kalah penting, yaitu ibundanya. Sang ibu mengawasi langsung arah pendidikan Malik, memilihkan guru-guru terbaik, serta membimbingnya dalam menyerap sari pati ilmu yang paling berharga dari setiap guru.

Malik pun melangkah untuk menuntut ilmu dengan kepribadian yang dikenal penuh wibawa dan ketenangan. Ketika masih kecil, beliau pernah berjalan melewati salah seorang gurunya yang sedang menyampaikan pelajaran hadis Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Karena kondisi tempat belajar saat itu sangat sempit, beliau memilih untuk tidak duduk dan tidak menyimak pelajaran tersebut. Ketika sang guru menemuinya di kemudian hari, guru tersebut menegurnya, “Apa yang menghalangimu duduk di majelisku?”

Malik menjawab, “Tempatnya sangat sempit, dan saya tidak suka menulis hadis Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam posisi berdiri.” Beliau kemudian menimba ilmu dari banyak guru, termasuk dari beberapa sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Setelah menguasai ilmu-ilmu yang ada pada zamannya dan merasa mantap dengan kapasitas keilmuannya, beliau mulai mengajar. Beliau membagi majelisnya menjadi dua sesi, yaitu sesi periwayatan hadis dan sesi fikih yang beliau sebut sebagai pembahasan masalah-masalah hukum (al-masa’il).

Dalam mengajar, beliau selalu menjauhkan diri dari sikap berlebih-lebihan (ghuluw). Sebagian muridnya menceritakan bahwa ketika Imam Malik duduk bersama mereka, beliau tampak bersahaja seperti orang biasa dan mengalir dalam obrolan umum.

Namun, ketika beliau mulai menyampaikan hadis Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, para murid langsung merasa segan dan takjub, seolah-olah mereka belum pernah saling mengenal sebelumnya. Ketika hendak menyampaikan hadis, beliau selalu berwudu dan mengenakan pakaian terbaiknya.

Saat beliau jatuh sakit, majelis keilmuannya dipindahkan ke rumah pribadinya. Dedikasi beliau dalam mengajar ini berlangsung selama kurang lebih lima puluh tahun.

Malik hidup pada masa yang penuh dengan fitnah dan pergolakan politik. Beliau memilih untuk mengasingkan diri dari para pelaku fitnah dan tidak melibatkan diri di dalamnya.

Beliau memandang fitnah-fitnah tersebut bagaikan serpihan malam yang gelap gulita. Beliau menyadari bahwa sikap yang paling tepat bagi seorang mukmin dalam kondisi penuh fitnah adalah mengambil pedangnya, menghancurkannya, lalu beralih profesi menjadi petani atau peternak domba.

Jika tidak memiliki lahan pertanian atau hewan ternak, seorang mukmin hendaknya mengungsi ke puncak-puncak gunung demi menyelamatkan agamanya, sebagaimana yang telah ditetapkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Malik benar-benar menjauhkan diri dari pusaran konflik tersebut.

Beliau konsisten menyuarakan kebenaran agama tanpa terpengaruh oleh opini penguasa maupun kelompok yang menentangnya. Sikap teguh ini bahkan sempat menyebabkannya dijatuhi hukuman cambuk, meskipun saat itu beliau telah menjadi seorang syekh yang dihormati.

Malik selalu memberikan nasihat yang tulus kepada para penguasa, dan mereka pun kerap meminta pandangannya. Beliau sangat mengkhawatirkan para penguasa terjerumus ke dalam pujian palsu dari orang-orang di sekitar mereka, sebab pujian tersebut dapat memutarbalikkan amalan buruk terkesan menjadi baik.

Kecerdasan, kejeniusan hafalan, dan kesabaran Malik senantiasa beriringan dengan keikhlasan yang memancar terang. Beliau sangat ikhlas dalam mencari kebenaran dan menuntut ilmu.

Karena keikhlasannya, beliau tidak menyukai ketergesaan dalam memberikan fatwa dan lebih mengutamakan sikap berhati-hati. Beliau terkadang berkata kepada penanya, “Pulanglah dahulu sampai aku mengkaji masalah ini.”

Demi menjaga keikhlasannya terhadap kitabullah dan sunah serta karena takut terjatuh dalam kesalahan, beliau enggan berkata, “Ini halal dan ini haram,” jika perkara tersebut murni bersandar pada opini dan ijtihad. Malik sangat membenci perdebatan.

Beliau hidup pada masa ketika perdebatan dan adu argumen antarkelompok sekte agama sedang marak terjadi. Malik ingin menjauhkan ilmu fikih dan hadis dari wilayah perdebatan karena keduanya merupakan ilmu tentang halal dan haram yang membutuhkan sudut pandang komprehensif, bukan parsial.

Beliau memandang bahwa perdebatan hanya akan memenangkan orang yang paling pandai bersilat lidah, bukan yang paling benar. Allah Swt. mengistimewakan Malik dengan satu sifat yang selalu melekat pada dirinya, yaitu kewibawaan yang besar.

Para penguasa merasa segan kepadanya dan merasa kecil saat berada di hadapannya. Kewibawaannya mencapai tingkat yang bahkan tidak dimiliki oleh para raja dan khalifah, sehingga beliau menjadi sosok yang disegani meskipun tanpa memegang takhta kekuasaan.

Malik hidup dengan menjaga harga dirinya dan senantiasa dimuliakan oleh masyarakat hingga ajalnya tiba pada tahun 179 Hijriah. Cahaya fisiknya memang telah padam, tetapi cahaya ilmunya tidak akan pernah redup karena beliau meninggalkan warisan ilmu yang bermanfaat bagi umat manusia.

Sumber : https://mediaislam.id/imam-malik-bin-anas-pelita-ilmu-dari-kota-madinah-dan-keteguhan-di-tengah-badai-fitnah/

Azana Style Hotel Jombang Gelar Lomba Mewarnai ‘Fun Colouring Season 1’ untuk Asah Kreativitas Anak

Azana Style Hotel Jombang Gelar Lomba Mewarnai ‘Fun Colouring Season 1’ untuk Asah Kreativitas Anak

Jombang (beritajatim.com) – Mengisi momen libur sekolah dengan kegiatan yang menyenangkan sekaligus mendidik, Azana Style Hotel Jombang mengadakan lomba mewarnai khusus anak-anak PAUD dan TK bertajuk ‘Fun Colouring Season 1’.

Kegiatan yang digelar pada Minggu, 12 Juli 2026, ini menjadi wadah bagi anak-anak usia 3 hingga 6 tahun untuk mengekspresikan kreativitas dan bakat seni mereka dalam suasana penuh keceriaan. Para peserta berasal dari berbagai lembaga PAUD dan TK di wilayah Kabupaten Jombang dan sekitarnya.

Lomba mewarnai ini bertujuan untuk mendorong perkembangan kreativitas, imajinasi, serta kemampuan berpikir anak sejak usia dini. Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan tersebut juga dirancang sebagai sarana edukasi yang memberikan pengalaman positif bagi anak-anak.

“Lomba ini bertujuan untuk mengembangkan daya kreativitas dan imajinasi anak-anak sejak usia dini. Selain itu juga untuk menstimulasi perkembangan pola pikir dan bakat seni mereka,” kata Ridwan Malik, General Manager Azana Style Hotel Jombang. di sela acara, Minggu (12/7/2026).

Acara yang berlangsung di hotel yang berlokasi di Jl Soekarno Hatta Kepuh Kembeng Peterongan Jombang ini berjalan meriah sejak pagi hari. Para peserta hadir dengan antusias sambil membawa perlengkapan mewarnai dan meja gambar masing-masing.

Mengusung tema ‘Kreativitas Ceria Dalam Warna’, anak-anak terlihat fokus dan bersemangat ketika memberikan warna pada lembar gambar yang telah disiapkan oleh panitia.

Setiap karya kemudian dinilai secara objektif oleh dua juri yang memiliki latar belakang di bidang seni dan sosial, yakni Ahmad Zaidan, seorang pelukis asal Jombang, serta Dewi Nazilatun Nafidza, seorang aktivis perempuan dari Kediri.

Dalam perlombaan tersebut, para pemenang memperoleh berbagai hadiah menarik. Juara pertama mendapatkan piala serta uang tunai sebesar Rp300 ribu. Juara kedua memperoleh piala dan uang tunai Rp200 ribu, sedangkan juara ketiga mendapatkan piala serta uang tunai Rp100 ribu.

Selain hadiah utama, seluruh juara juga menerima bingkisan menarik dari produk sponsor. Tidak hanya peserta yang berhasil menjadi pemenang, seluruh anak yang mengikuti lomba juga mendapatkan sertifikat serta bingkisan dari pihak hotel sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi mereka.

Kemeriahan acara semakin terasa dengan hadirnya pertunjukan badut, aksi sulap, serta pembagian doorprize yang membuat anak-anak dan orang tua semakin terhibur. Suasana hangat dan penuh keceriaan memenuhi area acara, menciptakan pengalaman liburan yang menyenangkan sekaligus berkesan bagi seluruh peserta.

Melalui kegiatan tersebut, Azana Style Hotel Jombang ingin memperkuat perannya sebagai tempat yang tidak hanya menyediakan layanan akomodasi, tetapi juga menghadirkan ruang edukatif dan rekreatif bagi keluarga.

“Kami ingin menjadikan hotel ini bukan hanya tempat menginap, tapi juga ruang edukatif dan rekreatif yang ramah untuk keluarga,” pungkas Ridwan Malik.

Sumber : https://beritajatim.com/azana-style-hotel-jombang-gelar-lomba-mewarnai-fun-colouring-season-1-untuk-asah-kreativitas-anak

Penjelasan Ahli Gizi: Alasan Medis Makanan Panas Sebaiknya Tak Langsung Masuk Kulkas

Penjelasan Ahli Gizi: Alasan Medis Makanan Panas Sebaiknya Tak Langsung Masuk Kulkas

Jakarta – Banyak orang terbiasa langsung memasukkan makanan yang masih panas ke dalam kulkas agar lebih praktis atau cepat dingin. Padahal, kebiasaan ini sebaiknya tidak dilakukan karena dapat memengaruhi keamanan dan kualitas makanan, sekaligus membuat kulkas bekerja lebih keras. Karena itu, makanan sebaiknya didinginkan terlebih dahulu sebelum disimpan.

Menyimpan makanan di kulkas atau freezer bertujuan menjaga makanan tetap segar, mempertahankan kandungan gizinya, serta memperlambat pertumbuhan mikroorganisme penyebab pembusukan. Agar manfaat tersebut tetap optimal, proses mendinginkan dan menyimpan makanan perlu dilakukan dengan benar.

Alasan Makanan Panas Sebaiknya Tak Langsung Masuk Kulkas

Ahli gizi asal Bengaluru, India, dr Anju Sood, menjelaskan memasukkan makanan atau minuman yang masih sangat panas ke dalam kulkas dapat membuat kulkas bekerja lebih keras untuk menurunkan suhunya. Selain itu, kualitas nutrisi makanan juga berpotensi menurun.

“Namun, makanan yang masih hangat suam-suam kuku masih boleh disimpan di kulkas. Setidaknya tunggulah hingga suhunya mendekati suhu ruang sebelum dimasukkan ke dalam kulkas,” ujar Sood, dikutip dari NDTV.

Senada dengan itu, ahli gizi FITPASS, Meher Rajput, mengatakan makanan yang masih mendidih sebaiknya didinginkan terlebih dahulu.

“Jika makanan yang masih mendidih langsung dimasukkan ke dalam kulkas, bakteri Salmonella dapat lebih mudah mencemari makanan. Selain itu, makanan yang masih panas juga berisiko meningkatkan suhu di dalam kulkas sehingga bahan makanan lain yang mudah rusak, seperti telur, sayuran, dan daging, lebih rentan terkontaminasi,” jelas Rajput.

Jangan Biarkan Makanan Terlalu Lama di Suhu Ruang
Meski demikian, makanan juga tidak boleh dibiarkan terlalu lama berada di luar kulkas. Ahli gizi Shalini Manglani mengingatkan agar makanan segera disimpan setelah cukup dingin dan tak dibiarkan selama lebih dari dua jam.

“Makanan panas sebaiknya tidak dibiarkan berada pada suhu ruang lebih dari dua jam karena setelah itu bakteri mulai berkembang biak,” kata Manglani.

Pilih Wadah Penyimpanan yang Tepat

Sementara itu, konsultan gizi dr Rupali Datta menyarankan agar makanan dapat dibagi ke dalam beberapa porsi kecil agar lebih cepat dingin sehingga bisa segera disimpan di kulkas. Datta juga menyarankan penggunaan wadah kedap udara atau bungkus yang rapat untuk menjaga kelembapan makanan, mencegah bau bercampur dengan makanan lain, sekaligus mengurangi risiko kontaminasi bakteri.

“Jika menyimpan makanan matang, lakukan dalam waktu dua jam setelah dimasak,” ujar Datta.

Senada, dosen senior regulasi keamanan pangan di Johns Hopkins University, Kantha Shelke, merekomendasikan penggunaan wadah kaca, terutama kaca tempered, karena tidak mudah menyerap bau maupun noda serta aman digunakan kembali di oven maupun microwave.

“Sisakan ruang di bagian atas agar cairan dapat mengembang saat membeku, bukan justru membuat wadah pecah,” ujar Shelke, dikutip dari NewYork Times.

Namun, ia mengingatkan agar makanan yang masih panas tidak langsung dimasukkan ke wadah plastik.

Ia menambahkan, wadah plastik yang terkena panas berisiko melepaskan bahan kimia seperti BPA, ftalat, dan kemungkinan PFAS, terutama jika sudah mengalami kerusakan akibat penggunaan berulang. Apa pun jenis wadah yang digunakan, pastikan memiliki label freezer-safe jika akan disimpan di freezer.

Bagaimana dengan Freezer?

Apakah makanan panas boleh langsung dimasukkan ke freezer? Idealnya tidak. Menurut United States Department of Agriculture (USDA), semakin cepat makanan membeku setelah didinginkan, semakin kecil kristal es yang terbentuk.

Hal ini membantu menjaga tekstur makanan saat dicairkan kembali. Daging dan makanan laut akan tetap lebih berair, buah serta sayuran tidak mudah hancur, sementara makanan bertekstur krim atau keju lebih kecil kemungkinannya terpisah.

Karena itu, makanan yang akan disimpan di freezer sebaiknya didinginkan terlebih dahulu menggunakan air es atau dimasukkan ke kulkas sebelum dipindahkan ke freezer.

Saat membekukan makanan berkuah atau cair, sisakan ruang kosong di bagian atas wadah agar cairan memiliki ruang untuk mengembang ketika membeku dan tidak membuat wadah pecah. Untuk makanan padat, sisakan ruang sekitar 1 cm agar wadah tetap dapat tertutup rapat.

Saat Kulkas Penuh Sisa Makanan

Ketika ada banyak makanan sisa, misalnya setelah acara keluarga atau hari raya, Sarah Peavitt menyarankan agar isi kulkas dirapikan terlebih dahulu.

Menurutnya, tidak semua makanan harus disimpan di kulkas. Beberapa contoh yang sering disimpan di kulkas padahal tidak selalu memerlukannya adalah acar dalam botol yang belum dibuka, saus tomat, beberapa jenis buah dan beri, serta selai kacang.

Sumber : https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-8570527/penjelasan-ahli-gizi-alasan-medis-makanan-panas-sebaiknya-tak-langsung-masuk-kulkas

7 Ide Budidaya Ikan Nila di Bak Plastik Bekas untuk Pekarangan Rumah Type 36

7 Ide Budidaya Ikan Nila di Bak Plastik Bekas untuk Pekarangan Rumah Type 36

Liputan6.com, Jakarta – Memiliki rumah Type 36 bukan berarti Anda tidak bisa menjalankan hobi sekaligus menghasilkan bahan pangan sendiri. Dengan memanfaatkan pekarangan yang terbatas, berbagai aktivitas produktif tetap dapat dilakukan, salah satunya budidaya ikan nila menggunakan bak plastik bekas. Cara ini semakin diminati karena tidak membutuhkan lahan luas maupun biaya pembangunan kolam permanen yang relatif mahal.

Penggunaan bak plastik bekas sebagai media budidaya juga menjadi bentuk pemanfaatan barang yang sudah tidak terpakai. Selama kondisinya masih layak dan tidak bocor, bak plastik dapat disulap menjadi kolam sederhana yang fungsional. Dengan sedikit penataan, area pekarangan rumah Type 36 tetap terlihat rapi, nyaman, dan produktif tanpa mengurangi ruang untuk aktivitas sehari-hari.

Agar hasil budidaya lebih optimal, pemilik rumah perlu memperhatikan beberapa aspek penting, seperti ukuran bak, jumlah benih yang ditebar, sistem sirkulasi air, pencahayaan, hingga jadwal pemberian pakan. Perencanaan yang baik sejak awal akan membantu mengurangi risiko kematian ikan sekaligus menjaga pertumbuhan tetap maksimal. Lantas bagaimana saja ide budidaya ikan nila di bak plastik bekas untuk pekarangan rumah type 36 yang hemat tempat dan mudah dirawat? Melansir dari berbagai sumber, Minggu (12/7/2026), simak ulasan informasinya berikut ini.

1. Memanfaatkan Bak Plastik Bekas Berukuran Besar sebagai Kolam Utama

Salah satu cara paling sederhana memulai budidaya ikan nila adalah menggunakan bak plastik bekas berukuran besar sebagai kolam utama. Bak berkapasitas sekitar 300–600 liter sudah cukup untuk memelihara puluhan ekor benih nila, tergantung ukuran bak dan sistem pemeliharaan yang digunakan. Sebelum dipakai, pastikan bak dibersihkan terlebih dahulu menggunakan air mengalir tanpa bahan kimia agar tidak meninggalkan residu yang dapat membahayakan ikan.

Penempatan bak juga perlu diperhatikan. Pilih area pekarangan yang memperoleh sinar matahari pagi selama beberapa jam, tetapi tidak terpapar panas berlebihan sepanjang hari. Kondisi tersebut membantu menjaga suhu air tetap stabil sekaligus mendukung pertumbuhan plankton alami yang dapat menjadi pakan tambahan bagi ikan. Agar bak lebih awet, letakkan di atas permukaan yang rata dan kokoh sehingga tidak mudah bergeser atau retak ketika terisi penuh.

Untuk meningkatkan kualitas budidaya, lengkapi bak dengan aerator sederhana agar kadar oksigen terlarut di dalam air tetap terjaga. Lakukan pergantian air sekitar 20–30 persen setiap satu hingga dua minggu, terutama jika air mulai keruh. Dengan perawatan seperti ini, ikan nila dapat tumbuh lebih sehat, nafsu makannya terjaga, dan risiko serangan penyakit menjadi lebih rendah. Konsep ini sangat cocok bagi pemula karena mudah diterapkan serta tidak membutuhkan investasi yang besar.

2. Menyusun Beberapa Bak Plastik secara Berjajar agar Pekarangan Tetap Rapi

Apabila memiliki lebih dari satu bak plastik bekas, Anda dapat menyusunnya secara berjajar di salah satu sisi pekarangan. Penataan seperti ini membuat area budidaya terlihat lebih rapi sekaligus memudahkan proses pemberian pakan, penggantian air, dan pemantauan kondisi ikan setiap hari. Selain itu, jalur di tengah pekarangan tetap dapat digunakan untuk aktivitas keluarga sehingga fungsi halaman tidak terganggu.

Setiap bak dapat memiliki fungsi yang berbeda. Misalnya, satu bak digunakan untuk benih berukuran kecil, bak kedua untuk proses pembesaran, dan bak ketiga sebagai tempat karantina apabila terdapat ikan yang mengalami gangguan kesehatan. Sistem pemisahan ini membantu mengurangi persaingan antarikan dan memudahkan pengelolaan budidaya secara bertahap. Dengan demikian, pertumbuhan ikan menjadi lebih seragam dan peluang panen meningkat.

Agar tampilannya semakin menarik, area di sekitar bak dapat dipercantik menggunakan batu koral, paving block, atau rak tanaman sederhana. Selain memperindah pekarangan, penataan tersebut membantu menjaga area tetap bersih dan tidak becek saat melakukan pergantian air. Dengan konsep yang terorganisasi seperti ini, pekarangan rumah Type 36 tidak hanya menjadi tempat budidaya ikan nila, tetapi juga berubah menjadi ruang produktif yang nyaman dipandang dan mudah dirawat setiap hari.

3. Memadukan Bak Plastik Bekas dengan Sistem Akuaponik Sederhana

Menggabungkan budidaya ikan nila dengan sistem akuaponik menjadi salah satu solusi cerdas untuk memaksimalkan pekarangan rumah Type 36. Pada konsep ini, bak plastik bekas digunakan sebagai kolam ikan, sedangkan bagian atas atau sisi kolam dimanfaatkan untuk menanam sayuran seperti kangkung, selada, pakcoy, bayam, atau seledri. Air dari kolam dipompa menuju media tanam sehingga nutrisi yang berasal dari kotoran ikan dapat dimanfaatkan oleh tanaman. Setelah melalui proses penyaringan alami oleh akar tanaman, air kembali ke kolam dalam kondisi yang lebih bersih.

Sistem ini menawarkan banyak keuntungan karena mampu menghasilkan dua jenis panen sekaligus, yaitu ikan nila dan sayuran segar. Selain menghemat penggunaan pupuk, metode akuaponik juga membantu menjaga kualitas air sehingga frekuensi pergantian air bisa dikurangi. Bagi penghuni rumah Type 36 yang memiliki keterbatasan lahan, konsep ini menjadi pilihan menarik karena memanfaatkan ruang secara vertikal maupun horizontal tanpa membuat halaman terasa sempit.

Meski terlihat modern, akuaponik sederhana sebenarnya dapat dibuat menggunakan peralatan yang mudah diperoleh. Anda hanya memerlukan pompa air berdaya rendah, pipa PVC, net pot, dan media tanam seperti hidroton atau kerikil. Pilih pompa yang bekerja secara kontinu agar sirkulasi air tetap lancar. Dengan pengaturan yang tepat, sistem ini tidak hanya membuat budidaya ikan lebih efisien, tetapi juga menghadirkan suasana hijau yang menyegarkan di pekarangan rumah.

Agar ikan nila tumbuh optimal, tetap perhatikan kepadatan tebar dan kualitas air. Jangan menambahkan benih terlalu banyak hanya karena air tampak bersih. Kepadatan yang berlebihan dapat meningkatkan persaingan mendapatkan oksigen dan pakan sehingga pertumbuhan ikan menjadi tidak merata. Sebaiknya lakukan pengamatan rutin terhadap warna air, perilaku ikan, serta kondisi tanaman untuk memastikan seluruh sistem bekerja dengan baik.

Selain bermanfaat dari sisi produksi, sistem akuaponik juga memiliki nilai edukasi. Anak-anak dapat belajar mengenai siklus air, hubungan antara ikan dan tanaman, serta pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem. Aktivitas merawat ikan dan tanaman bersama keluarga pun dapat menjadi kegiatan yang menyenangkan sekaligus mempererat kebersamaan di rumah.

Dengan perawatan yang konsisten, perpaduan bak plastik bekas dan akuaponik mampu menghasilkan pekarangan yang produktif, hemat tempat, sekaligus ramah lingkungan. Konsep ini sangat cocok diterapkan oleh keluarga yang ingin mulai hidup lebih mandiri dalam memenuhi sebagian kebutuhan pangan sehari-hari.

4. Menempatkan Bak Plastik di Sudut Pekarangan dengan Naungan Paranet

Ide berikutnya adalah menempatkan bak plastik bekas di sudut pekarangan yang dilengkapi naungan menggunakan paranet. Meskipun ikan nila tergolong tahan terhadap berbagai kondisi lingkungan, paparan sinar matahari yang terlalu intens sepanjang hari dapat menyebabkan suhu air meningkat secara drastis. Kondisi tersebut berpotensi menurunkan kadar oksigen terlarut dan membuat ikan mengalami stres, terutama pada musim kemarau.

Penggunaan paranet dengan tingkat kerapatan sekitar 60–70 persen mampu mengurangi intensitas cahaya matahari tanpa membuat kolam menjadi terlalu gelap. Dengan suhu air yang lebih stabil, ikan akan tetap aktif mencari makan dan pertumbuhannya dapat berlangsung lebih baik. Selain itu, naungan juga membantu memperlambat penguapan air sehingga kebutuhan untuk menambah volume air menjadi lebih sedikit.

Pemasangan paranet dapat dilakukan menggunakan rangka sederhana dari bambu, besi ringan, atau pipa PVC. Tinggi rangka sebaiknya disesuaikan agar masih memungkinkan sirkulasi udara berjalan dengan baik. Hindari memasang paranet terlalu rendah karena dapat menghambat akses saat memberi pakan atau membersihkan kolam. Jika ingin tampilan lebih menarik, rangka naungan dapat dipadukan dengan tanaman rambat yang tidak terlalu rimbun sehingga area budidaya tampak lebih asri.

Selain menjaga suhu, pemilik rumah juga perlu memperhatikan kebersihan bak secara rutin. Sisa pakan yang mengendap sebaiknya segera dibersihkan agar tidak menghasilkan amonia yang berbahaya bagi ikan. Gunakan pakan sesuai kebutuhan dan berikan dalam jumlah sedikit tetapi lebih sering. Cara ini membantu mengurangi pemborosan sekaligus menjaga kualitas air tetap baik.

Untuk meningkatkan kenyamanan area pekarangan, Anda dapat menambahkan jalur pijakan dari paving block atau batu alam di sekitar bak plastik. Jalur tersebut akan memudahkan proses perawatan, terutama saat musim hujan ketika tanah cenderung becek. Penataan sederhana seperti ini membuat area budidaya terlihat lebih rapi dan menyatu dengan desain rumah.

Konsep bak plastik dengan naungan paranet sangat sesuai bagi rumah Type 36 yang memiliki halaman samping atau belakang berukuran terbatas. Biaya pembuatannya relatif terjangkau, tetapi manfaatnya cukup besar dalam menjaga kondisi kolam tetap stabil. Dengan kombinasi penempatan yang tepat, kualitas air yang baik, dan pemberian pakan secara teratur, budidaya ikan nila dapat berjalan lebih optimal serta menghasilkan panen yang memuaskan.

5. Menggunakan Rak Bertingkat agar Budidaya Lebih Hemat Ruang

Bagi pemilik rumah Type 36 yang memiliki pekarangan sangat terbatas, memanfaatkan rak bertingkat untuk menempatkan beberapa bak plastik bekas dapat menjadi solusi yang efisien. Konsep ini memungkinkan area budidaya berkembang tanpa harus memperluas lahan. Rak dapat dibuat dari besi hollow galvanis, baja ringan, atau rangka besi siku yang memiliki daya tahan tinggi terhadap beban dan kelembapan. Pastikan setiap tingkat memiliki konstruksi yang kokoh karena bak berisi air memiliki bobot yang cukup besar.

Pada sistem ini, bak berukuran lebih besar sebaiknya ditempatkan di bagian bawah untuk menjaga keseimbangan rak. Sementara itu, bak yang lebih kecil dapat diletakkan di tingkat atas sebagai tempat pembesaran benih atau karantina ikan baru. Penataan seperti ini membuat proses pemeliharaan menjadi lebih terorganisasi karena setiap bak memiliki fungsi yang berbeda sesuai tahap pertumbuhan ikan nila.

Sistem bertingkat juga memudahkan pemilik rumah melakukan pengawasan setiap hari. Anda dapat dengan cepat melihat kondisi ikan, mengecek sisa pakan, atau mengetahui jika ada perubahan warna air yang mengindikasikan penurunan kualitas. Agar lebih praktis, setiap bak dapat dipasang keran pembuangan di bagian bawah sehingga pergantian air tidak perlu dilakukan dengan mengangkat bak yang berat.

Untuk menjaga keamanan, rak sebaiknya ditempatkan di permukaan yang rata dan tidak mudah bergeser. Jika memungkinkan, kaitkan bagian belakang rak ke dinding agar lebih stabil. Langkah ini penting terutama apabila di rumah terdapat anak-anak yang sering bermain di area pekarangan.

Selain fungsional, rak bertingkat juga membuat area budidaya terlihat lebih rapi. Tambahkan tanaman hias berukuran kecil atau tanaman herbal seperti mint dan kemangi di sekitar rak agar suasana pekarangan terasa lebih segar. Perpaduan kolam ikan dan tanaman hijau mampu menciptakan sudut rumah yang produktif sekaligus menarik secara visual.

Konsep ini cocok diterapkan oleh penghuni rumah minimalis yang ingin memaksimalkan ruang tanpa mengorbankan kenyamanan. Dengan penataan yang baik, pekarangan sempit tetap mampu menghasilkan ikan nila untuk kebutuhan keluarga maupun dijadikan peluang usaha skala rumahan.

6. Memanfaatkan Air Hujan yang Sudah Diendapkan untuk Menghemat Penggunaan Air

Salah satu biaya operasional dalam budidaya ikan nila adalah penggunaan air untuk mengganti air kolam secara berkala. Agar lebih hemat dan ramah lingkungan, Anda dapat memanfaatkan air hujan yang telah ditampung dan diendapkan sebelum digunakan. Air hujan umumnya memiliki kandungan mineral yang berbeda dengan air sumur atau air ledeng sehingga perlu didiamkan terlebih dahulu selama 24–48 jam agar kualitasnya lebih stabil.

Air yang sudah diendapkan dapat digunakan untuk menambah volume kolam setelah proses penguapan atau saat melakukan pergantian sebagian air. Namun, jangan langsung mengganti seluruh isi kolam sekaligus karena perubahan kondisi air yang terlalu drastis dapat membuat ikan mengalami stres. Sebaiknya lakukan pergantian sekitar 20–30 persen volume air agar ikan memiliki waktu beradaptasi.

Sebelum digunakan, pastikan air hujan tidak tercampur kotoran dari atap, dedaunan, atau bahan kimia lainnya. Anda dapat memasang penyaring sederhana pada saluran penampungan agar kualitas air lebih baik. Jika memiliki ruang yang cukup, gunakan tandon atau drum plastik sebagai tempat penyimpanan sehingga persediaan air tetap tersedia selama musim kemarau.

Selain menghemat biaya, penggunaan air hujan juga membantu mengurangi ketergantungan terhadap air bersih untuk kebutuhan budidaya. Cara ini menjadi salah satu bentuk pengelolaan sumber daya yang lebih bijak, terutama di kawasan perkotaan yang mulai menghadapi tantangan ketersediaan air.

Walaupun menggunakan air hujan, kualitas air kolam tetap harus dipantau secara rutin. Perhatikan apakah ikan berenang aktif, memiliki nafsu makan yang baik, dan tidak menunjukkan gejala penyakit seperti berenang lemah atau muncul bercak pada tubuh. Jika ditemukan tanda-tanda tersebut, segera lakukan pemeriksaan kualitas air dan sesuaikan jadwal pergantian air.

Dengan pengelolaan yang tepat, pemanfaatan air hujan dapat menjadi langkah sederhana untuk membuat budidaya ikan nila lebih hemat biaya, efisien, dan berkelanjutan. Konsep ini sangat cocok diterapkan pada rumah Type 36 yang ingin mengoptimalkan pekarangan sekaligus menerapkan gaya hidup yang lebih ramah lingkungan.

7. Mengombinasikan Budidaya Ikan Nila dengan Taman Minimalis agar Pekarangan Lebih Estetik

Ide terakhir yang sangat cocok untuk rumah Type 36 adalah menggabungkan budidaya ikan nila menggunakan bak plastik bekas dengan taman minimalis. Konsep ini membuat pekarangan tidak hanya berfungsi sebagai tempat memelihara ikan, tetapi juga menjadi ruang hijau yang nyaman dipandang. Bak plastik dapat disamarkan menggunakan panel kayu, roster beton, batu alam, atau pagar tanaman rendah sehingga tampil lebih menyatu dengan desain rumah modern.

Tanaman hias berukuran sedang seperti lili paris, lidah mertua, palem mini, aglaonema, atau sirih gading dapat ditempatkan di sekeliling kolam. Selain mempercantik tampilan, tanaman tersebut juga membantu menciptakan suasana yang lebih sejuk. Agar tidak terlihat penuh, pilih beberapa jenis tanaman dengan tinggi yang bervariasi sehingga tercipta komposisi visual yang seimbang. Penambahan kerikil putih atau batu koral di sekitar bak juga dapat memberikan kesan bersih dan rapi.

Untuk mempermudah perawatan, buat jalur akses menggunakan paving block atau batu pijakan menuju area kolam. Dengan demikian, proses pemberian pakan, pengecekan kualitas air, maupun pembersihan kolam dapat dilakukan tanpa merusak area taman. Tambahkan lampu taman LED berwarna warm white agar area budidaya tetap menarik saat malam hari sekaligus meningkatkan keamanan di sekitar pekarangan.

Konsep ini juga memberikan manfaat psikologis bagi penghuni rumah. Suara percikan air dari aerator, pemandangan ikan yang berenang, dan dominasi warna hijau dari tanaman mampu menciptakan suasana yang lebih rileks setelah menjalani aktivitas seharian. Oleh karena itu, area budidaya tidak hanya berfungsi sebagai tempat menghasilkan ikan, tetapi juga menjadi sudut relaksasi keluarga.

Dari sisi biaya, konsep taman minimalis ini tetap tergolong ekonomis karena sebagian besar material dapat memanfaatkan barang yang sudah ada di rumah. Bak plastik bekas menjadi kolam utama, sedangkan pot tanaman, batu koral, dan rak sederhana dapat ditambahkan secara bertahap sesuai anggaran. Dengan perencanaan yang baik, pekarangan rumah Type 36 akan terlihat lebih hidup tanpa memerlukan renovasi besar.

Apabila dirawat secara konsisten, perpaduan kolam ikan nila dan taman minimalis mampu meningkatkan nilai estetika rumah sekaligus memberikan manfaat fungsional. Hasil panen ikan dapat dimanfaatkan untuk konsumsi keluarga, sementara taman tetap menjadi area yang nyaman untuk berkumpul dan bersantai.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Ide Budidaya Ikan Nila di Bak Plastik Bekas

1. Apakah bak plastik bekas aman digunakan untuk budidaya ikan nila?

Ya, selama bak plastik masih dalam kondisi baik, tidak bocor, dan tidak pernah digunakan untuk menyimpan bahan kimia berbahaya. Sebelum digunakan, bak sebaiknya dicuci hingga bersih dan direndam beberapa kali menggunakan air bersih.

2. Berapa kapasitas bak plastik yang ideal untuk pemula?

Bak berkapasitas sekitar 300–600 liter sudah cukup untuk memulai budidaya ikan nila di rumah. Ukuran ini relatif mudah dirawat dan sesuai untuk pekarangan rumah Type 36.

3. Berapa lama ikan nila dapat dipanen?

Dengan pemberian pakan yang berkualitas dan pengelolaan air yang baik, ikan nila umumnya dapat dipanen dalam waktu sekitar 4–6 bulan, tergantung ukuran benih saat ditebar.

4. Seberapa sering air kolam perlu diganti?

Pergantian air sebaiknya dilakukan sebagian, sekitar 20–30% setiap satu hingga dua minggu. Cara ini membantu menjaga kualitas air tanpa membuat ikan mengalami stres akibat perubahan lingkungan yang mendadak.

5. Apakah ikan nila harus menggunakan aerator?

Penggunaan aerator sangat disarankan, terutama jika kepadatan ikan cukup tinggi. Aerator membantu menjaga kadar oksigen terlarut sehingga ikan tetap aktif dan pertumbuhannya lebih optimal.

Sumber : https://www.liputan6.com/citizen6/read/8244326/ide-budidaya-ikan-nila-di-bak-plastik-bekas

WHO Wanti-Wanti Dampak Gelombang Panas Eropa yang Meluas

WHO Wanti-Wanti Dampak Gelombang Panas Eropa yang Meluas

Liputan6.com, Jakarta – Gelombang panas ekstrem kembali melanda Eropa Barat. Kawasan ini bahkan mencatat suhu rata-rata tertinggi dalam sejarah pengamatan cuaca untuk bulan Juni.

Dampaknya mulai terasa di berbagai negara, mulai dari kebakaran hutan berskala besar, rekor suhu di sejumlah kota, hingga jatuhnya korban jiwa. Para ilmuwan memperingatkan bahwa kondisi ini menjadi bukti nyata dampak perubahan iklim yang semakin sulit dihindari.

Mengutip The Guardian pada Sabtu (11/7/2026), layanan pemantauan iklim Uni Eropa, Copernicus, melaporkan suhu udara permukaan di Eropa Barat pada Juni 2026 berada 3,06 derajat Celsius di atas rata-rata beberapa dekade terakhir. Kenaikan suhu tersebut diperparah oleh emisi karbon yang terus meningkatkan frekuensi dan intensitas gelombang panas.

Dalam enam pekan terakhir, Eropa Barat telah mengalami tiga gelombang panas berturut-turut. Kondisi yang semakin kering membuat titik api kecil dengan cepat berkembang menjadi kebakaran hutan besar yang sulit dikendalikan.

Copernicus menyebut rangkaian gelombang panas ini sebagai gambaran tantangan baru yang harus dihadapi Eropa akibat iklim yang semakin ekstrem, seperti dikutip dari Kanal Global Liputan6.com pada Minggu (12/7/2026)

Kebakaran hutan kini meluas di Prancis, Spanyol, dan sejumlah negara Eropa Selatan. Uni Eropa pun mengerahkan tambahan petugas pemadam kebakaran serta pesawat pengebom air untuk membantu negara-negara yang kewalahan menangani banyak titik api secara bersamaan.

Data terbaru menunjukkan luas lahan yang terbakar di Uni Eropa sepanjang tahun ini meningkat lebih dari 56 persen dibandingkan rata-rata periode yang sama.

Berdasarkan Sistem Informasi Kebakaran Hutan Eropa (European Forest Fire Information System/EFFIS), sekitar 35.400 hektare lahan di Prancis terbakar, atau empat kali lebih luas dari rata-rata tahunan.

Sementara di Spanyol, kebakaran telah menghanguskan sekitar 55.128 hektare lahan, atau dua kali lipat dari kondisi normal.

Gelombang panas juga memecahkan rekor suhu di sejumlah kota. Barcelona, misalnya, mencatat suhu tertinggi sepanjang sejarah, yakni 40,5 derajat Celsius pada Rabu.

Di Prancis, seorang petugas pemadam kebakaran berusia 22 tahun meninggal dunia saat bertugas memadamkan kebakaran di kawasan Pegunungan Alpen.

Alami Gangguan Tidur

Sementara itu, Inggris masih menghadapi gelombang panas yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Badan Meteorologi Inggris (Met Office) menyebut negara tersebut sedang mengalami gelombang panas ketiga sepanjang 2026. Suhu diperkirakan mencapai 34 derajat Celsius pada Kamis dan berpotensi bertahan hingga sekitar 10 hari.

Tak hanya siang hari yang terasa lebih panas, suhu malam juga terus meningkat. Fenomena yang dikenal sebagai malam tropis ini membuat suhu minimum rata-rata pada Juni menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah pencatatan. Kondisi tersebut mulai berdampak pada kesehatan masyarakat.

Survei yang dirilis pada Selasa menunjukkan dua dari tiga warga Inggris mengaku mengalami gangguan tidur akibat suhu malam yang tetap tinggi.

“Melihat suhu seperti ini terjadi di Inggris pada bulan Juni benar-benar mengkhawatirkan. Peristiwa seperti ini menunjukkan dampak nyata perubahan iklim,” kata Kepala Ilmuwan Met Office, Stephen Belcher.

Dewan Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Nasional Inggris (National Fire Chiefs Council/NFCC) juga mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan karena cuaca panas secara signifikan meningkatkan risiko kebakaran hutan. Dalam beberapa pekan terakhir, petugas telah menangani sejumlah kebakaran hutan di wilayah selatan dan timur Inggris.

“Sebagian besar kebakaran hutan sebenarnya dipicu oleh aktivitas manusia, mulai dari pemanggang sekali pakai yang ditinggalkan, puntung rokok yang dibuang sembarangan, hingga botol kaca yang terpapar sinar matahari. Semua orang memiliki peran untuk mencegahnya,” ujar Penasihat Taktis NFCC, Dave Swallow.

200 Ribu Orang Meninggal Dunia

Menurut perkiraan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), sekitar 200 ribu orang di Eropa meninggal akibat cuaca panas dalam empat tahun terakhir. WHO menilai sebagian besar kematian tersebut sebenarnya dapat dicegah melalui langkah mitigasi yang lebih baik.

Para pakar merekomendasikan sejumlah upaya, seperti menyediakan pendingin ruangan bagi kelompok rentan, membangun pusat pendinginan bagi masyarakat, memperbanyak peneduh pada bangunan, serta memperkuat sistem layanan kesehatan agar lebih siap menghadapi cuaca ekstrem.

Selain itu, penghijauan perkotaan dinilai menjadi solusi jangka panjang yang efektif. Pohon mampu menurunkan suhu lingkungan secara signifikan saat gelombang panas terjadi.

Namun, analisis Energy and Climate Intelligence Unit (ECIU) menunjukkan Inggris masih tertinggal dibandingkan negara-negara Eropa lainnya dalam hal tutupan pohon di kawasan perkotaan.

Rata-rata tutupan pohon di kota-kota Inggris hanya mencapai 18 persen, jauh di bawah rata-rata kota-kota Eropa yang mencapai 30 persen. Dari 47 kota yang dianalisis, sebanyak 45 kota memiliki tutupan pohon di bawah rata-rata Eropa.

London tercatat memiliki tutupan pohon sebesar 18 persen, Burnley menjadi yang terendah dengan 11 persen, sedangkan Guildford tertinggi dengan 37 persen.

Sebagai perbandingan, Barcelona memiliki tutupan pohon sekitar 31 persen, sementara Nice mencapai 39 persen.

“Penanaman pohon dapat membantu menurunkan suhu bangunan sekaligus menyediakan ruang yang lebih aman bagi masyarakat untuk tetap beraktivitas saat cuaca panas. Sayangnya, Inggris masih tertinggal jauh dalam hal ini,” kata analis ECIU, Tom Cantillon.

Sumber : https://kesehatan.liputan6.com/info-sehat/read/8244097/who-wanti-wanti-dampak-gelombang-panas-eropa-yang-meluas

Harga Emas Terkoreksi, Hartadinata Abadi Optimistis Permintaan Tetap Tumbuh

Harga Emas Terkoreksi, Hartadinata Abadi Optimistis Permintaan Tetap Tumbuh

Liputan6.com, Jakarta – Harga emas dunia memasuki fase koreksi setelah sempat mencetak rekor tertinggi pada awal 2026. Sepanjang Juni, rata-rata harga emas global turun sekitar 8% dibandingkan bulan sebelumnya. Namun, pelemahan tersebut belum menghapus tren kenaikan harga emas di dalam negeri karena harga emas dalam rupiah masih menguat sekitar 5,5% sejak awal tahun (year-to-date), didorong pelemahan nilai tukar rupiah.

PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) menilai koreksi harga emas merupakan bagian dari dinamika pasar yang wajar dan tidak mengubah prospek jangka panjang industri logam mulia. Perseroan melihat permintaan emas masih ditopang berbagai faktor fundamental, mulai dari ketidakpastian geopolitik, arah kebijakan suku bunga global, hingga meningkatnya kesadaran masyarakat menjadikan emas sebagai instrumen tabungan dan investasi.

Direktur Investor Relations Hartadinata Abadi Thendra Crisnanda mengatakan, fluktuasi harga emas merupakan konsekuensi dari berbagai perkembangan ekonomi global.

“Namun kami melihat fundamental permintaan emas masih tetap kuat, didukung oleh meningkatnya kesadaran masyarakat untuk menabung emas serta berkembangnya ekosistem bullion di Indonesia. Karena itu, kami tetap optimistis terhadap prospek industri emas dalam jangka panjang,” ujar Thendra dikutip Minggu (12/7/2026).

Tekanan terhadap harga emas dipengaruhi keputusan bank sentral Amerika Serikat (Federal Reserve) yang mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama (higher for longer). Kebijakan tersebut memperkuat dolar AS sehingga menekan harga emas di pasar global.

Di sisi lain, ketegangan geopolitik di Timur Tengah, termasuk dinamika hubungan Amerika Serikat dan Iran serta fluktuasi harga minyak dunia, masih menjadi faktor yang memengaruhi pergerakan harga emas.

Koreksi Jangka Pendek

Di dalam negeri, Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan menjadi 5,50% melalui kebijakan off-cycle untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Meski demikian, Hartadinata Abadi menilai prospek harga emas dalam jangka menengah hingga panjang masih didukung tingginya permintaan dari bank-bank sentral dunia yang terus menambah cadangan emas.

Perseroan juga terus memperkuat fondasi bisnis melalui penerapan tata kelola perusahaan yang baik, manajemen risiko, serta kepatuhan terhadap seluruh regulasi di setiap rantai pasok dan aktivitas operasional.

Optimisme terhadap industri emas juga datang dari kalangan analis. Analis BCA Sekuritas, Jesselyn, menilai koreksi harga emas saat ini lebih bersifat jangka pendek dibandingkan perubahan fundamental permintaan.

“Meski harga emas sempat terkoreksi, kami melihat ketidakpastian geopolitik dan makroekonomi yang masih berlanjut akan terus menopang permintaan emas, terutama sebagai aset lindung nilai,” kata dia.

Senada, Equity Research Analyst BNI Sekuritas Vera menilai koreksi harga emas lebih dipicu penyesuaian likuiditas jangka pendek akibat kenaikan imbal hasil obligasi Amerika Serikat, kuatnya data ekonomi negeri tersebut, serta pergeseran alokasi investasi ke instrumen lain setelah sejumlah aksi korporasi besar di pasar global.

Volume Penjualan Emas

Vera menilai prospek jangka panjang Hartadinata Abadi tetap menarik karena perubahan perilaku masyarakat yang semakin memilih emas batangan sebagai instrumen menabung dibandingkan perhiasan.

“Secara historis, volume penjualan emas Hartadinata Abadi tetap bertumbuh bahkan ketika harga emas mengalami koreksi pada 2022. Ke depan, kami melihat perubahan pola konsumsi masyarakat dari perhiasan menuju emas batangan sebagai instrumen menabung, serta berkembangnya ekosistem bullion di Indonesia, akan menjadi katalis positif bagi pertumbuhan HRTA,” ujar Vera.

Optimisme tersebut tercermin dari kinerja perusahaan. Sepanjang kuartal I 2026, Hartadinata Abadi membukukan pertumbuhan pendapatan sebesar 196,96% secara tahunan. Laba bersih juga meningkat 189,48%, didukung lonjakan volume penjualan emas murni sebesar 75,18%, yang menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap produk emas.

Sumber : https://www.liputan6.com/bisnis/read/8244155/harga-emas-terkoreksi-hartadinata-abadi-optimistis-permintaan-tetap-tumbuh