Sholat safar merupakan salat sunah dua rakaat yang dilakukan sebelum melakukan safar atau perjalanan jauh.
Ibadah itu dilakukan sebagai bentuk ikhtiar atau permohonan perlindungan serta keselamatan kepada Allah SWT.
Amalan ini juga selalu dilakukan Nabi Muhammad SAW ketika hendak bepergian jauh, sebagaimana hadis riwayat Anas bin Malik berikut:
“Nabi Muhammad SAW tidak tinggal di suatu tempat kecuali meninggalkan tempat tersebut dengan salat dua rakaat.”
Lantas, bagaimana tata cara, niat, dan apa keutamaan sholat safar?
Niat Sholat Safar
أُصَلِّي سُنَّةَ السَّفَرِ رَكْعَتَيْنِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Ushallii sunnatas safari rak’ataini lillahi ta’ala
Artinya: “Saya niat shalat sunnah perjalanan dua rakaat karena Allah ta’ala.”
Tata Cara Sholat Safar
Cara salat safar tidak berbeda dengan salat sunah pada umumnya, yakni diawali niat, takbiratul ihram, rukuk, iktidal, sujud, dan tasyahud.
Berikut adalah tata cara sholat safar secara lengkap:
- Membaca niat
- Melakukan takbiratul ihram
- Pada rakaat pertama membaca surah Al-Fatihah, lalu dilanjutkan dengan surah Al-Kafirun
- Surah lain yang dianjurkan pada rakaat pertama adalah Al-Falaq
- Rukuk, iktidal, sujud
- Berdiri untuk mengerjakan rakaat kedua
- Membaca Al-Fatihah dan dilanjutkan dengan surah Al-Ikhlas atau An-Nas
- Melakukan gerakan seperti rakaat pertama
- Setelah salat, dianjurkan memperbanyak membaca ayat kursi dan surah Quraisy
Kapan Waktu Salat Safar?
Salat safar boleh dilakukan kapan pun oleh seorang Muslim yang hendak bepergian jauh. Artinya, boleh dilakukan pada pagi, siang, sore, atau malam sebelum perjalanan.
Doa setelah Salat Safar
Di bawah ini adalah doa yang dibaca setelah mengerjakan salat safar:
اَللهم بِكَ أَسْتَعِيْنُ، وَعَلَيْكَ أَتَوَكَّلُ ، اَللهم ذَلِّلْ لِي صُعُوْبَةَ أَمْرِيْ ، وَسَهِّلْ عَلَيَّ مَشَقَّةَ سَفَرِيْ، وَارْزُقْنِيْ مِنَ الْخَيْرِ أَكْثَرَ مِمَّا أَطْلُبُ، وَاصْرِفْ عَنِّي كُلَّ شَرٍّ، رَبِّ اشْرَحْ لِيْ صَدْرِيْ، وَيَسِّرْ لِيْ أَمْرِيْ، اللهم إِنِّي أَسْتَحْفِظُكَ وَأَسْتَوْدِعُكَ نَفْسِيْ وَدِيْنِيْ وَأَهْلِي وَأَقَارِبِي وَكُلَّ مَا أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَيْهِمْ بِهِ مِنْ آَخِرَةٍ وَدُنْيًا، فَاحْفَظْنَا أَجْمَعِيْنَ مِنْ كُلِّ سُوْءٍ يَا كَرِيْمُ
Allahumma bika asta’inu, wa ‘alaika atawakkalu. Allahumma zallil li su’ubata amri, wa sahhil ‘alayya masyaqqata safari, warzuqni minal khairi mim ma atlubu, wasrif ‘anni kulla syarr, rabbisrah li sadri wa yassir li amri.
Artinya: “Ya Allah, kepada-Mu aku memohon pertolongan dan kepada-Mu aku berpasrah. Ya Allah, ringankan kesulitan pada urusanku, mudahkanlah kendala perjalananku, karuniakanlah kebaikan bagiku melebihi apa yang kuminta, palingkanlah segala keburukan dariku. Tuhanku, lapangkanlah hatiku dan mudahkanlah urusanku.”
Apa Keutamaan Salat Safar?
Beberapa keutamaan salat safar di antaranya:
- Memohon perlindungan Allah SWT dari segala keburukan dan bahaya selama perjalanan
- Menghalangi keburukan setelah keluar dari rumah
- Bekal untuk keluarga yang ditinggalkan di rumah
- Mendapat keberkahan dari Allah SWT
Selain itu, mengerjakan salat Safar dan salat sunah lainnya juga bisa menjadi penyempurna salat wajib, sebagaimana firman Allah SWT dalam surah Al-Isra ayat 79:
وَمِنَ اللَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهِ نَافِلَةً لَّكَ عَسَىٰ أَن يَبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَّحْمُودًا
Wa minal laili fatahajjad bihee naafilatal laka ‘asaaa any yab’asaka Rabbuka Maqaamam Mahmoodaa
Artinya: “Dan pada sebagian malam, lakukanlah salat tahajud (sebagai suatu ibadah) tambahan bagimu: mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji.”
sumber : https://mozaik.inilah.com/ibadah/salat-sunah-safar-tata-cara-niat-doa-dan-keutamaannya




