Saham SpaceX Makin Anjlok Usai Menunda Peluncuran Starship

Saham SpaceX Makin Anjlok Usai Menunda Peluncuran Starship

Liputan6.com, Jakarta – Harga saham SpaceX telah turun di bawah harga debut sebulan lalu. Koreksi harga saham SpaceX juga terjadi setelah pembatalan rencana penerbangan uji pertama roket Starship.

Mengutip BBC, Jumat (17/7/2026), harga saham SpaceX merosot menjadi US$ 132,62 atau Rp 2,38 juta (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 17.990) pada Rabu, 15 Juli 2026. Harga saham ini di bawah harga penawaran awal US$ 135 atau Rp 2,42 juta pada Juni. Pada perdagangan perdana, harga saham SpaceX ditutup di US$ 135,27. Dibandingkan dengan harga tertinggi hari itu, harga saham SpaceX kini turun sekitar 41%.

Mengutip CNBC, harga saham SpaceX membatalkan peluncuran roket raksasa Starship pada Kamis. CEO Elon Musk berjanji untuk melakukan upaya lain “semoga dalam beberapa hari.”

Jendela peluncuran selama 90 menit dibuka pada pukul 18.45 ET, dan dalam beberapa menit, pembuat roket yang dapat digunakan kembali itu mengumumkan melalui siaran langsung mereka menunda peluncuran untuk hari itu. “Beberapa mesin tidak menyala, memicu pembatalan peluncuran otomatis,” tulis Musk dalam sebuah unggahan di X.

“Untuk memastikan penerbangan yang baik, 2 mesin Raptor akan dilepas & diganti. Waktu peluncuran yang paling mungkin adalah awal minggu depan,” ujar dia.

Saham SpaceX turun lebih dari 3% dalam perdagangan lanjutan, semakin merosot di bawah harga IPO-nya sebesar US$ 135.  Saham SpaceX ditutup turun 3,08% menjadi US$ 131,11 pada Kamis, 16 Juli 2026.Saham tersebut mengalami penurunan selama lima hari berturut-turut.

Mengutip Yahoo Finance, SpaceX akan mencoba penerbangan uji ke-13 roket Starship, roket terbesar dan terkuat yang pernah dibuat. Selain itu, peluncuran Starship pertama sejak IPO perusahaan pada 12 Juni.

Pada Kamis pagi, Starship telah dipasang di atas boosternya dan siap untuk peluncuran. Booster 20, kendaraan Super Heavy yang mendukung misi tersebut, telah dipindahkan kembali ke Pad 2 Starbase, dengan taha patas Ship 40 bergabung dengan booster, ketika keduanya dipasang untuk terakhir kali sebelum lepas landas.

Ini juga akan menjadi peluncuran kedua Starship Versi 3, desain yang lebih besar dan lebih kuat yang diluncurkan kurang dari dua bulan lalu.

Sentimen Saham SpaceX

BBC melaporkan, saham SpaceX mengalami volatilitas sejak mulai diperdagangkan di pasar saham publik sekitar satu bulan lalu. Setelah euforia awal investor yang membuat perusahaan tersebut dihargai lebih tinggi daripada Amazon dan Microsoft, harga sahamnya terus menurun.

Awalnya, SpaceX diperlakukan oleh investor sebagai peluang pertama mereka untuk berinvestasi di perusahaan AI, menurut apa yang baru-baru ini dikatakan oleh analis dan pakar pasar keuangan kepada BBC.

Awal tahun ini, SpaceX mengakuisisi perusahaan rintisan AI milik Musk, xAI, yang baru-baru ini berganti nama menjadi SpaceXAI, menandai langkah pertamanya ke dalam bisnis yang berfokus pada AI.

XAI paling dikenal karena chatbot kontroversial Grok, tetapi melalui akuisisi tersebut, SpaceX sekarang menyewakan kapasitas pusat data kepada perusahaan teknologi lain. Bisnis utama perusahaan adalah pembuatan dan peluncuran roket dan satelit telekomunikasi yang disebut Starlink.

Rilis Laporan Keuangan

Ketika Starlink mengatakan akan memangkas harga di wilayah Memphis, Tennessee di tengah kekhawatiran lokal atas proyek pusat data besar-besaran, saham SpaceX turun 8%.

Analis Interactive Brokers, Steve Sosnick mengatakan kepada Reuters, kalau belum ada hal baru-baru ini yang mengingatkan orang-orang tentang beberapa katalis mengapa mereka membeli SpaceX.

SpaceX diperkirakan merilis laporan pendapatan publik pertamanya pada Agustus.

“Fakta bahwa saham telah jatuh beberapa dolar di bawah harga IPO-nya bukanlah sebuah tragedi, tetapi SpaceX sangat dipantau dan memiliki peran penting dalam psikologi investor,” ujar Sosnick.

Sumber : https://www.liputan6.com/saham/read/8248516/saham-spacex-makin-anjlok-usai-menunda-peluncuran-starship

GameStop Genggam Hampir 10% Saham eBay

GameStop Genggam Hampir 10% Saham eBay

Liputan6.com, Jakarta – Perusahaan ritel video grame GameStop mempunyai hampir 10% saham perusahaan e-commerce eBay. Ini menunjukkan niatnya untuk melanjutkan rencana pembelian eBay meski telah ditolak.

Hal itu terungkap dalam pernyataan perusahaan dalam pengajuan regulasi pada Jumat malam, 17 Juli 2026. GameStop menuturkan memiliki 43,4 juta saham eBay yang beredar atau 9,8%, menandai peningkatan kepemilikan sejak awal Mei. Hal itu ketika CEO GameStop Ryan Cohen mengatakan kepada ketua dewan direksi Ebay ingin membeli perusahaan senilai US$ 56 miliar atau Rp 1.004 triliun (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 17.940). Demikian mengutip Channel News Asia, Sabtu (18/7/2026).

Pada saat itu, ia mengatakan, GameStop telah mengakumulasi kepemilikan ekonomi sebesar 5 persen melalui derivatif dan kepemilikan manfaat.

Selama beberapa minggu terakhir, GameStop mengubah kepemilikan ekonominya menjadi saham biasa. Bulan lalu, mereka membeli 3,5 juta saham eBay dengan harga sekitar US$ 381 juta atau Rp 6,83 trilun. Pada Jumat, GameStop menyelesaikan transaksi 39 juta saham eBay dari pasangan put atau call, demikian menurut pengajuan tersebut.

Perwakilan eBay tidak segera dapat dihubungi untuk memberikan komentar.

Dalam pengajuan kedua yang juga dilakukan pada Jumat, Cohen mengatakan, pihaknya tidak akan menentukan sendiri, tetapi akan mengakuisisi eBay dengan cara apa pun.

Pengajuan tersebut merupakan transkripsi wawancaranya dengan Bloomberg pada Kamis. Dua bulan lalu, ketika Cohen pertama kali mengusulkan untuk membeli perusahaan yang ukurannya kira-kira lima kali lipat dari perusahaannya sendiri, investor miliarder itu berpendapat penggabungan antara GameStop dan eBay, perusahaan yang akan ia kelola, akan menjadi pesaing yang lebih besar bagi Amazon.

Upaya Cohen

Pada Mei, eBay menolak tawaran tunai dan saham Cohen. eBay menyebutnya “tidak kredibel dan tidak menarik.”

Sejak itu, Cohen telah mengatakan dalam banyak wawancara  akan melanjutkan rencananya. Pemegang saham GameStop bulan lalu menyetujui peningkatan jumlah saham yang diizinkan perusahaan, yang memberi GameStop lebih banyak fleksibilitas untuk bermanuver. Cohen juga menginvestasikan US$ 500 juta atau Rp 8,97 triliun uang sendiri ke dalam transaksi tersebut.

Wall Street berulang kali mempertanyakan rencana pembiayaan Cohen karena sangat bergantung pada surat komitmen tidak mengikat dari TD Securities untuk utang hingga US$ 20 miliar atau Rp 358,8 triliun, yang bergantung pada perusahaan gabungan tersebut mencapai peringkat kredit layak investasi.

Sumber : https://www.liputan6.com/saham/read/8248985/gamestop-genggam-hampir-10-saham-ebay

Ubah Hobi Jadi Karier, Host TikTok Live Kini Bisa Dapat Kontrak Kerja Profesional

Ubah Hobi Jadi Karier, Host TikTok Live Kini Bisa Dapat Kontrak Kerja Profesional

Liputan6.com, Jakarta – Popularitas live streaming di media sosial terus melesat dalam beberapa tahun terakhir. Platform seperti TikTok Live kini tak lagi sekadar menjadi tempat hiburan, tetapi juga membuka peluang karier baru bagi banyak orang yang ingin memperoleh penghasilan dari dunia digital.

Di balik pesatnya pertumbuhan industri ini, masih ada tantangan besar yang dihadapi para host live streaming, mulai dari pendapatan yang tidak menentu hingga minimnya perlindungan kerja. Menjawab kebutuhan tersebut, Bringsal Management menghadirkan pendekatan baru dengan menerapkan sistem kerja yang lebih profesional melalui kontrak resmi bagi seluruh host di bawah naungannya.

Hadirkan Kepastian Kerja bagi Host Live Streaming

Bringsal Management mulai menerapkan standar operasional yang lebih terstruktur dengan mengikat para host melalui kontrak kerja sejak awal bergabung. Langkah ini dilakukan untuk memberikan kepastian hak sekaligus menciptakan hubungan kerja yang lebih jelas dibanding sistem freelance yang selama ini umum digunakan di industri live streaming.

Dalam kontrak tersebut diatur berbagai aspek penting, mulai dari sistem pembagian komisi, target performa, hingga mekanisme pengunduran diri. Selain itu, terdapat pula aturan mengenai perlindungan data akun dan penyelesaian sengketa apabila terjadi permasalahan di kemudian hari.

“Profesi host live streaming menuntut profesionalisme dan manajemen risiko, sehingga status mereka tidak lagi sekadar pekerja lepas,” ujar Founder Bringsal Management, Nurhamid.

Menurutnya, pendekatan ini diharapkan mampu meningkatkan rasa aman bagi para kreator sekaligus menjaga profesionalisme dalam industri hiburan digital yang terus berkembang.

Tak Hanya Kontrak, Host Juga Dibina Secara Berkala

Selain memberikan kepastian kerja, Bringsal Management juga menerapkan sistem pendampingan untuk membantu para host meningkatkan kualitas siaran mereka.

Setiap kreator memiliki jadwal live yang terukur, yakni sekitar empat hingga delapan jam setiap hari. Performa mereka kemudian dievaluasi secara rutin melalui penilaian mingguan agar perkembangan akun tetap konsisten.

Tak berhenti di situ, para host juga memperoleh mentoring dan pelatihan berkelanjutan yang membantu mereka menemukan identitas konten masing-masing. Mulai dari siaran musik, permainan, obrolan santai, hingga konten edukatif, seluruhnya diarahkan agar memiliki ciri khas yang mampu membangun komunitas penonton yang loyal.

Penghasilan Lebih Stabil Berkat Beragam Sumber Pendapatan

Penerapan sistem kerja yang lebih terstruktur juga berdampak pada stabilitas penghasilan para host. Mereka tidak lagi hanya mengandalkan hadiah virtual dari penonton, tetapi mulai memiliki berbagai sumber pemasukan lain.

Pendapatan kini berasal dari kombinasi hadiah virtual, bonus performa, kerja sama dengan berbagai merek, hingga komisi dari program afiliasi. Diversifikasi tersebut membuat para kreator memiliki peluang memperoleh penghasilan yang lebih stabil meski tren di media sosial terus berubah.

Melalui pendekatan ini, Bringsal Management berharap profesi host live streaming dapat semakin diakui sebagai pekerjaan profesional yang memiliki jenjang karier, sistem kerja yang jelas, serta peluang berkembang secara berkelanjutan di tengah pesatnya pertumbuhan ekonomi digital Indonesia.

Sumber : https://www.liputan6.com/lifestyle/read/8249050/ubah-hobi-jadi-karier-host-tiktok-live-kini-bisa-dapat-kontrak-kerja-profesional

5 Tips Mengatur Keuangan buat Freelancer yang Penghasilannya Gak Pasti

5 Tips Mengatur Keuangan buat Freelancer yang Penghasilannya Gak Pasti

Menjadi freelancer menawarkan banyak keuntungan, mulai dari waktu kerja yang lebih fleksibel hingga kesempatan memilih proyek yang sesuai minat. Namun, di balik kebebasan tersebut ada tantangan yang gak bisa dianggap remeh, yaitu penghasilan yang berubah-ubah setiap bulan. Ada masa ketika proyek datang bertubi-tubi, tetapi ada juga periode yang lebih sepi sehingga pemasukan ikut menurun. Kondisi ini membuat pengelolaan keuangan menjadi jauh lebih penting dibanding sekadar mencatat pemasukan dan pengeluaran.

Kalau kamu bekerja sebagai freelancer, cara mengatur uang tentu berbeda dengan karyawan yang menerima gaji tetap setiap bulan. Kamu perlu mempersiapkan diri menghadapi bulan-bulan yang penghasilannya lebih kecil tanpa mengorbankan kebutuhan sehari-hari. Kabar baiknya, kondisi tersebut tetap bisa diatasi jika kamu memiliki strategi yang tepat. Berikut lima tips mengatur keuangan yang bisa membantu freelancer menjaga kondisi finansial tetap stabil.

1. Buat anggaran berdasarkan penghasilan terendah

Salah satu kesalahan yang cukup sering dilakukan freelancer adalah menyusun anggaran berdasarkan penghasilan tertinggi yang pernah diterima. Padahal, nominal tersebut belum tentu kembali didapatkan pada bulan berikutnya. Cara yang lebih aman adalah membuat anggaran berdasarkan rata-rata pemasukan terendah dalam beberapa bulan terakhir. Dengan begitu, kebutuhan utama tetap bisa terpenuhi meski proyek sedang berkurang.

Kalau ternyata bulan itu kamu mendapatkan penghasilan lebih besar, anggap selisihnya sebagai bonus, bukan alasan untuk meningkatkan pengeluaran. Dana tambahan tersebut bisa dialokasikan untuk tabungan, investasi, atau dana darurat. Cara ini membuat kondisi keuangan lebih stabil karena kamu gak bergantung pada pemasukan yang belum tentu datang setiap bulan. Hidup pun terasa lebih tenang meski pendapatan berubah-ubah.

2. Pisahkan rekening pribadi dan rekening kerja

Sebagai freelancer, pemasukan dari klien sering bercampur dengan uang untuk kebutuhan sehari-hari. Kalau dibiarkan, kamu akan kesulitan mengetahui berapa sebenarnya pendapatan yang diperoleh dan berapa uang yang masih tersedia untuk kebutuhan pribadi. Karena itu, sebaiknya gunakan rekening terpisah untuk menerima pembayaran dari klien. Cara ini membuat arus kas menjadi lebih mudah dipantau.

Setelah menerima pembayaran, pindahkan sejumlah uang ke rekening pribadi sesuai anggaran bulanan yang sudah ditentukan. Sisanya bisa digunakan untuk biaya operasional, pajak, atau ditabung sebagai cadangan ketika proyek sedang sepi. Kebiasaan ini membuat pengelolaan keuangan terasa lebih rapi dan profesional. Kamu juga akan lebih mudah mengevaluasi perkembangan pendapatan dari waktu ke waktu.

3. Bangun dana darurat lebih besar dari pekerja bergaji tetap

Karena penghasilan freelancer gak selalu stabil, dana darurat menjadi salah satu prioritas yang perlu dipersiapkan. Idealnya, dana ini mampu menutupi kebutuhan hidup selama beberapa bulan jika sewaktu-waktu proyek berkurang atau berhenti sementara. Dana darurat memberikan rasa aman sehingga kamu gak perlu panik ketika pemasukan menurun. Keputusan finansial pun bisa diambil dengan lebih tenang.

Mulailah menyisihkan sebagian penghasilan setiap kali menerima pembayaran dari klien. Gak perlu langsung dalam jumlah besar, yang terpenting adalah konsisten. Simpan dana tersebut di tempat yang mudah diakses tetapi gak tercampur dengan uang belanja sehari-hari. Semakin cepat dana darurat terkumpul, semakin kuat pula kondisi keuanganmu enghadapi situasi yang gak terduga.

4. Jangan langsung menghabiskan penghasilan besar

Saat mendapatkan proyek bernilai tinggi, rasa ingin memberi hadiah untuk diri sendiri memang wajar. Namun, hindari kebiasaan langsung meningkatkan gaya hidup hanya karena pemasukan sedang naik. Ingat, bulan depan belum tentu ada proyek dengan nilai yang sama. Pengeluaran yang ikut naik akan sulit diturunkan ketika penghasilan kembali normal.

Lebih bijak jika penghasilan besar dimanfaatkan untuk memperkuat kondisi finansial terlebih dahulu. Tambahkan tabungan, dana darurat, atau modal untuk mengembangkan kemampuan kerja, seperti membeli perangkat baru atau mengikuti pelatihan. Cara ini membuat setiap pemasukan besar memberikan manfaat jangka panjang. Kamu pun lebih siap menghadapi fluktuasi pekerjaan sebagai freelancer.

5. Catat semua pemasukan dan pengeluaran secara rutin

Karena jumlah proyek bisa berbeda setiap bulan, freelancer perlu lebih disiplin mencatat arus keuangan. Tuliskan setiap pembayaran yang diterima, kapan proyek selesai, serta seluruh pengeluaran yang berkaitan dengan pekerjaan maupun kebutuhan pribadi. Catatan ini akan membantumu melihat pola pendapatan dan mengetahui bulan-bulan yang biasanya lebih ramai atau lebih sepi.

Selain itu, pencatatan juga memudahkanmu membuat target keuangan yang lebih realistis. Kamu bisa mengevaluasi apakah penghasilan sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan atau masih perlu mencari proyek tambahan. Semakin lengkap data yang dimiliki, semakin mudah pula mengambil keputusan finansial. Kebiasaan sederhana ini menjadi fondasi penting bagi freelancer yang ingin memiliki kondisi keuangan yang sehat.

Menjadi freelancer memang menuntut kemampuan mengelola keuangan yang lebih disiplin. Penghasilan yang gak tetap bukan berarti kondisi finansial harus selalu gak menentu. Selama kamu memiliki anggaran yang realistis, membangun dana darurat, dan mengendalikan pengeluaran, kehidupan finansial tetap bisa berjalan dengan baik. Kuncinya adalah mempersiapkan diri saat pemasukan sedang tinggi agar tetap aman ketika proyek berkurang.

Kalau kamu baru memulai karier sebagai freelancer, jangan menunggu sampai penghasilan besar untuk mulai mengatur keuangan. Bangun kebiasaan baik sejak sekarang, sekecil apa pun nominal yang diterima. Disiplin mencatat, menabung, dan memisahkan uang pribadi dari uang kerja akan memberikan manfaat besar dalam jangka panjang. Dengan begitu, kamu bisa menikmati fleksibilitas sebagai freelancer tanpa harus terus-menerus merasa cemas terhadap kondisi keuangan setiap bulan.

Sumber : https://www.idntimes.com/business/finance/5-tips-mengatur-keuangan-buat-freelancer-yang-penghasilannya-gak-pastic1c2-01-rnn9f-n68q4y

Ilusi Omset Besar: Jangan Biarkan Biaya Iklan Menggerus Profit Bisnis Anda

Ilusi Omset Besar: Jangan Biarkan Biaya Iklan Menggerus Profit Bisnis Anda

Kediri – Pernahkah Anda merasa performa bisnis sedang sangat bagus karena omset yang masuk terlihat besar, tetapi begitu melihat rekening di akhir bulan, sisa profitnya justru terasa sangat sedikit? Jika Anda sedang mengalami fase ini, Anda tidak sendirian. Banyak pebisnis terjebak dalam euforia angka penjualan yang tinggi tanpa menyadari adanya kebocoran di pos pengeluaran.

Salah satu penyebab utama dari fenomena ini adalah biaya iklan digital yang tidak terukur. Di era digital saat ini, anggaran pemasaran bisa memakan porsi yang sangat besar dari total pendapatan Anda jika tidak dipantau dengan ketat. Bayangkan omset Anda adalah sebuah kue yang utuh, namun kue tersebut harus dipotong besar-besaran hanya untuk membayar biaya iklan saja. Akibatnya, porsi yang tersisa untuk Anda nikmati sebagai keuntungan menjadi sangat kecil.

Mengapa Perhitungan Biaya Marketing Sangat Krusial?

Inilah alasan mengapa perhitungan biaya marketing sangat krusial bagi keberlangsungan profit bisnis Anda. Tanpa adanya perhitungan yang jelas, strategi pemasaran digital Anda hanya akan menjadi aktivitas “bakar uang” yang melelahkan tanpa memberikan dampak positif pada kesehatan finansial perusahaan.

Untuk mengatasi kebocoran ini, langkah pertama yang wajib Anda lakukan adalah mulai menghitung biaya akuisisi pelanggan atau yang biasa dikenal dengan istilah Customer Acquisition Cost (CAC). Selain itu, pastikan Anda memantau ROAS (Return on Ad Spend) secara rutin dan selalu menjaga margin keuntungan tetap aman.

Bergerak Berdasarkan Data, Bukan Asumsi

Dengan data yang tepat dan akurat, strategi pemasaran Anda akan jauh lebih efektif dan menguntungkan. Anda tidak lagi menebak-nebak iklan mana yang berhasil, melainkan bisa mengambil keputusan bisnis yang bijak berdasarkan angka yang riil.

Kesimpulan

Jangan biarkan profit bisnis Anda tergerus begitu saja. Kelola anggaran iklan Anda dengan bijak mulai sekarang. Ingat selalu prinsip dasar dalam berbisnis digital: iklan yang cerdas berarti profit tetap terjaga. Mari mulai berhitung dan lebih peduli pada angka keuangan bisnis kita!


Sumber Materi / Narasumber:

ilmukeuangan.com (Instagram)

7 Cara Menghasilkan Uang dari Hp dengan WhatsApp

7 Cara Menghasilkan Uang dari Hp dengan WhatsApp

Di era digital, memulai bisnis tidak harus memiliki toko, tetapi bisa dilakukan dengan fasilitas yang ada, seperti aplikasi WhatsApp.

Aplikasi pesan instan yang biasa digunakan untuk menjalin hubungan dengan keluarga, saudara, dan teman ini, juga bisa berfungsi sebagai sumber penghasilan.

Selain karena penerapan strategi bisnis yang tepat, mereka mampu memanfaatkan fitur-fitur gratis yang ada di dalamnya secara maksimal, sehingga WhatsApp bisa menjadi jendela penghasilan utamanya.

Apa Itu WA Bisnis?

Aplikasi WhatsApp punya dua jenis yang menawarkan fitur berdasarkan kemampuan operasionalnya, yaitu WA Biasa dan WA Bisnis.

Sesuai dengan namanya, WA Bisnis dirancang secara khusus bagi para pelaku usaha dengan tambahan fitur-fitur canggih, seperti:

  • Nama Bisnis
  • Kategori Bisnis
  • Tampilan Katalog Produk
  • Deskripsi Perusahaan
  • Lokasi dan Jam Operasional Kerja
  • Otomatisasi Pesan

Salah satu fitur yang menjadi andalan para pelaku usaha adalah otomatisasi pesan. Fitur ini memungkinkan pelaku usaha untuk memberikan respon pesan cepat kepada pelanggan.

Jenis Jualan yang Bisa Dijual di WA

Hampir semua jenis produk bisa dijual di WA, selama bukan produk yang melawan hukum.

Untuk memberikan gambaran, berikut adalah beberapa jenis produk yang berpotensi bisa dijual di platform ini:

1. Produk Barang

Kategori yang paling umum ditemui di WhatsApp dan jenisnya sangat beragam, seperti:

  • Kuliner: Makanan siap saji, frozen food.
  • Fashion & Lifestyle: Pakaian, aksesoris, produk kecantikan.
  • Peralatan Rumah Tangga: Barang-barang dekorasi atau perabot rumah tanggan.

2. Produk Jasa

Di WhatsApp, kamu juga bisa memasarkan produk jasa yang bersifat profesional, seperti:

  • Kreatif & Teknis: Desain grafis, penulisan artikel, jasa reparasi elektronik, hingga layanan kebersihan rumah.
  • Pendidikan & Pelatihan: Les privat, kursus memasak, atau bimbingan belajar.

3. Produk Digital

Kamu juga bisa menjual dan memasarkan produk-produk digital di WhatsApp. Berikut beberapa contohnya:

  • Edukasi dan Hiburan: Template desain, kursus dalam bentuk rekaman video, e-Book.
  • Voucher & Top-up: Jualan pulsa, paket data, voucher game.

Cara Berjualan dan Mendapatkan Pembeli dari WA

1. Beralih dari WA Biasa ke WA Bisnis

Untuk kebutuhan pribadi dan komunikasi dengan keluarga, sebaiknya menggunakan akun WA biasa.

Tetapi jika ingin serius menjalani bisnis, disarankan untuk membuat akun WA Bisnis agar terlihat lebih profesional dan bisa mengetahui mana pesan yang memang dari pelanggan atau bukan.

2. Buat Profil di WA Bisnis

Lengkapi profil bisnis di akun WA agar terlihat profesional dan tidak membuat calon pembeli ragu. Kamu bisa memulainya dengan:

  • Memasang logo toko atau foto produk jualan.
  • Lengkapi deskripsi dan jam operasional toko.
  • Cantumkan alamat, website, dan media sosial, untuk meningkatkan kepercayaan.

3. Buat Etalase Foto Produk di WA

Di WA Bisnis ada fitur katalog yang fungsinya adalah untuk menampilkan produk-produk jualan agar bisa dilihat oleh pelanggan, tanpa harus berkomunikasi kepada admin.

Biar pelanggan bisa mendapatkan informasi yang dibutuhkan, sertakan foto berkualitas tinggi minimal 2-3 foto dari sudut berbeda, lengkapi informasi barang (harga, ukuran, berat), dan manfaat produk.

Jika pelanggan tertarik dengan produknya, ia bisa langsung menekan tombol CTA (call to action) yang akan langsung terhubung ke admin.

4. Buat Story di WA untuk Mempromosikan Barang Jualan

Gunakan fitur status atau story di WA untuk memasarkan barang jualan. Biar tidak terlihat spam, buatlah agenda story agar tidak mengganggu kontak yang terhubung dengan nomor akun WA Bisnis.

Untuk jenis storynya sendiri bisa berupa gambar statis berisi kata-kata promo, video edukasi, testimoni, dan produk jualan.

5. Buat Pesan Broadcast di Kontak

Di WhatsApp bisnis ada fitur berupa Label yang bisa digunakan untuk mengelompokkan kontak, misalnya “Baru Tanya”, “Pelanggan Tetap”, “Reseller”.

Dengan label ini, kamu bisa membuat strategi promo yang berbeda untuk setiap kategori pelanggan.

Hasilnya, pesan siaran atau broadcast yang dikirim jadi lebih relevan dan tepat sasaran.

6. Buat Penawaran Khusus Lewat WhatsApp

Jangan lupa untuk membuat penawaran khusus secara berkala bagi pelanggan yang belanja lewat WA.

Promo yang ditawarkan bisa bermacam-macam, mulai dari diskon eksklusif di WA, bundling produk, dan lain sebagainya.

7. Gabung Komunitas atau Group dan Berbagai Produk Jualan

Bila memungkinkan, gabunglah dengan komunitas atau grup di WhatsApp yang relevan dengan produk yang dijual.

Misalnya, kalau kamu jualan produk digital, maka ikutilah grup yang relevan, seperti komunitas SEO, Affiliate Marketing, dan lain sebagainya.

Biasanya, mereka yang bergabung di dalam grup tersebut sering menggunakan produk-produk digital dan mencari rekomendasi atau vendor yang menjual produk yang dibutuhkan.

Ide Kata-Kata Broadcast Jualan di WA

Berikut adalah kumpulan contoh kata-kata broadcast yang bisa digunakan untuk berjualan di WA:

  1. “Baju baru, semangat baru! Dapatkan diskon 15% khusus hari ini untuk koleksi kemeja premium kami.”
  2. “Cuma hari ini! Beli 2 gratis 1 untuk semua kaos polos. Yuk, ajak teman kamu patungan!”
  3. “Spesial untuk pelanggan setia! Voucher potongan Rp20rb tanpa minimal belanja. Gunakan kode: SETIA20.”
  4. “Promo E-book eksklusif! Pelajari strategi [Topik] hanya dalam satu malam. Diskon 50% untuk 10 pembeli pertama.”
  5. “Akses akun premium [Nama Layanan] tanpa ribet. Proses cepat, legal, dan bergaransi penuh!”
  6. “Jasa service AC terpercaya di [Nama Kota]. Dingin maksimal, harga minimal. Hubungi kami untuk jadwal hari ini.”
  7. “Jasa titip (Jastip) [Nama Kota/Negara] buka besok! Kirim daftar belanjaanmu sekarang ya.”
  8. “Lagi malas masak? Pesan paket katering harian kami. Menu berganti setiap hari, gizi terjamin!”
  9. “Khusus untuk kontak WA saya: Harga spesial yang tidak ada di marketplace. Balas ‘MAU’ untuk dapatkan kodenya.”
  10. “Terima kasih sudah menyimpan nomor kami. Sebagai apresiasi, ini voucher diskon khusus buat kamu”

Sumber : https://www.inilah.com/cara-menghasilkan-uang-dari-hp-dengan-whatsapp

Kisah Ponpes di NTB Bangun Kemandirian Ekonomi, Unit Usaha Raup Omzet Rp 3 Miliar per Tahun

Kisah Ponpes di NTB Bangun Kemandirian Ekonomi, Unit Usaha Raup Omzet Rp 3 Miliar per Tahun

Liputan6.com, Mataram – Bank Indonesia (BI) terus memperkuat pengembangan ekonomi syariah melalui pemberdayaan pondok pesantren. Salah satu fokusnya adalah mendorong kemandirian ekonomi sekaligus memperkuat ketahanan pangan agar pesantren mampu menopang kebutuhan operasional secara mandiri.

Salah satu pesantren binaan yang menunjukkan hasil positif adalah Pondok Pesantren Salaf Modern Thohir Yasin di Nusa Tenggara Barat (NTB). Lewat berbagai unit usaha yang dikembangkan, sekitar 70 persen kebutuhan operasional pesantren kini dapat ditopang dari hasil bisnis sendiri. Bahkan, Badan Usaha Milik Pesantren (BUMPes) Thohir Yasin mencatatkan omzet hingga Rp3 miliar setiap tahun.

Deputi Kepala Perwakilan BI Provinsi Nusa Tenggara Barat, Andhi Wahyu Riyadno, mengatakan kerja sama dengan Ponpes Thohir Yasin telah berlangsung cukup lama. Pendampingan tersebut dilakukan agar pesantren tidak hanya mengandalkan biaya pendidikan dari para santri, tetapi juga memiliki sumber pendapatan yang berkelanjutan.

“Pesantren ini kan harapannya tidak hanya melulu tergantung dengan dana dari santri-santrinya, tapi selain itu juga mereka punya unit-unit bisnis atau unit-unit perusahaan yang bisa membuat mereka mandiri,” ujar Andhi saat ditemui di Mataram, NTB.

Untuk mendukung pengembangan usaha, BI memberikan berbagai bantuan, mulai dari mesin penggilingan padi hingga pembangunan rumah potong hewan unggas (RPHU). Selain itu, pelatihan juga diberikan kepada tenaga kerja yang mengelola BUMPes Thohir Yasin.

“Tahun ini mereka sudah bisa masuk rantai pasok MBG juga melayani beberapa SPPG dan juga mereka ini sudah (tersertifikasi) halal, karena masuk ke rantai pasok SPPG ini mereka harus halal dulu baru bisa,” ungkapnya.

Tak hanya dari sisi fasilitas produksi, BI juga membantu peningkatan tata kelola usaha, khususnya dalam pengelolaan keuangan.

“Kami (juga) mendorong mereka dari sisi manajemen keuangan, bicara mengenai unit bisnis pasti kan ujungnya bagaimana mereka mengelola atau me-manage keuangannya agar rapi, dipisahkan dengan manajemen pesantrennya,” imbuh Andhi.

Penuhi Kebutuhan Pesantren

Bantuan itu diakui sendiri oleh Pendiri dan Pimpinan Ponpes Thohir Yasin, Tuan Guru Haji (TGH) Ismail Thohir. Dia menerangkan, kemandirian ekonomi pesantren sudah jadi salah satu bagian cita-cita pesantren yang berdiri sejak 1990-an ini. Sederet kebutuhan pesantren seperti makan hingga gaji guru pun akhirnya bisa dipenuhi dari hasil bisnis pesantren.

“Pondok mandiri, siap, tanpa kita itu tidak selalu mengharapkan dari luar, kita ingin supaya dari hasil kita sendiri, untuk gaji gurunya, untuk pembangunannya, dan untuk semua. Itu harapan kita,” tegas TGH Ismail Thohir di kediamannya di Lombok Timur, NTB.

Perjalanan bisnis yang baik nampaknya turut memberikan manfaat ke masyarakat sekitar. Tak sebatas pada insan pondok pesantren, masyarakat sekitar juga ikut dilibatkan. Setidaknya ada 150 orang pegawai yang dipekerjakan di berbagai sektor. Bantuan bagi masyarakat tidak mampu juga diberikan Thohir Yasin.

“Anak-anak yang ekonominya kaum lemah, termasuk dari golongan yatim, piatu, para fakir mikin, yang ternyata tidak mampu untuk sekolah, alhamdulillah. Jadinya kita bisa menanggulanginya sekemampuan yang ada di Pondok Thohir Yasin ini. Jadinya dengan adanya dukungan-dukungan dari Bank Indonesia, kita semakin semangat,” beber dia.

Kantongi Omzet Miliaran Rupiah

Direktur BUMPes Thohir Yasin, Syahrullah mengatakan bantuan yang diberikan BI berdampak positif terhadap kinerja unit usaha ponpes. Mesin penggiling padi atau rice miller misalnya, mampu memberikan keuntungan hingga Rp 100 juta.

Sementara itu, RPHU mampu mencatatkan omzet hingga Rp 500 juta dalam enam bulan terakhir. Namun, dalam hitungan totalnya, BUMPes mampu mengantongi omzet Rp 3 miliar per tahun. Angka ini meningkat signifikan setelah masuk ke rantai pasok MBG.

Kesehatan bisnis pesantren ini mampu meneguhkan kemampuan ekonomi pesantren. Alhasil, mayoritas kebutuhan pesantren bisa dipenuhi dan ditanggung dari kegiatan usaha ponpes.

“Alhamdulillah. Sekarang masih di angka 70 persen, itu dukungan dari ekonomi pesantrennya,” katanya.

Pemberdayaan Masyarakat Sekitar

Syahrullah menjelaskan, bantuan BI yang berjalan sejak 2021 ini mampu meningkatkan kemampuan pesantren untuk memberdayakan masyarakat sekitar.

“Ada yang langsung praktik sama santrinya, dan sebagian profesionalnya. Itu yang bekerja langsung dari masyarakat, ada yang ikut pertanian, ada juga yang UMKM-nya. Jadi ibu-ibu yang sekitar ini kita juga berdayakan mereka melalui UMKM,” ucapnya.

Sumber : https://www.liputan6.com/bisnis/read/8247480/kisah-ponpes-di-ntb-bangun-kemandirian-ekonomi-unit-usaha-raup-omzet-rp-3-miliar-per-tahun

Mengapa Emas Selalu Menjadi Primadona di Dunia Investasi? Ini Penjelasan Analis dan Sejarahnya

Mengapa Emas Selalu Menjadi Primadona di Dunia Investasi? Ini Penjelasan Analis dan Sejarahnya

Kediri – Di tengah gempuran instrumen keuangan modern seperti aset kripto, saham sektor teknologi, hingga berbagai produk derivatif yang menjanjikan keuntungan kilat, ada satu instrumen klasik yang posisinya tak pernah tergoyahkan. Pertanyaan yang kemudian sering muncul di kalangan investor adalah: mengapa logam mulia bernama emas ini selalu berhasil mempertahankan mahkotanya sebagai primadona investasi lintas generasi?

Tidak sedikit investor yang beralih ke aset digital saat kondisi pasar sedang bergairah karena tergiur dengan volatilitasnya yang tinggi. Namun, ketika roda ekonomi berputar dan ketidakpastian global mulai melanda, sebagian besar dari mereka justru berbondong-bondong kembali melirik emas sebagai penyelamat modal.

Lalu, apa yang sebenarnya membuat daya tarik emas begitu magis di mata para pelaku pasar?

Kelangkaan yang Menjaga Nilai Intrinsik

Faktor mendasar yang membuat emas begitu diagungkan adalah sifatnya yang tidak bisa dimanipulasi. Berbeda dengan mata uang kertas yang nilainya bisa merosot tajam saat bank sentral memutuskan untuk mencetaknya secara massal demi kebijakan stimulus ekonomi, emas memiliki keterbatasan fisik yang nyata dari alam.

Untuk mendapatkan satu troy ons emas, diperlukan proses eksplorasi geologis yang memakan waktu tahunan, belanja modal yang masif, serta operasional penambangan yang rumit. Karakteristik pasokan yang terbatas inilah yang secara otomatis menciptakan harga dasar yang kokoh di pasar global, sehingga emas terbebas dari risiko devaluasi ekstrem yang sering menimpa mata uang konvensional.

Pelindung Alami dari Gerogotan Inflasi

Banyak pakar keuangan sepakat bahwa inflasi adalah musuh tersembunyi yang perlahan tapi pasti menghancurkan daya beli uang tunai yang disimpan di dalam tabungan. Di sinilah emas mengambil peran krusialnya sebagai instrumen pelindung nilai atau inflation hedge.

Secara historis, pergerakan harga emas cenderung mengalami penyesuaian naik secara signifikan saat inflasi struktural melonjak. Emas terbukti mampu menjaga nilai kekayaan agar tetap utuh secara riil dalam jangka panjang. Daya beli emas pada ratusan tahun lalu untuk memenuhi kebutuhan pokok manusia tidak banyak berubah jika dibandingkan dengan daya belinya di era modern saat ini.

Benteng Pertahanan Saat Terjadi Krisis

Dalam dunia pasar modal, emas memegang predikat tertinggi sebagai aset safe haven. Status ini merujuk pada kemampuan emas untuk mempertahankan atau bahkan meningkatkan nilainya ketika pasar saham, obligasi, dan sektor properti sedang mengalami guncangan akibat resesi atau ketegangan geopolitik.

Saat terjadi krisis finansial, insting psikologis para pengelola dana besar maupun investor ritel secara universal akan beralih dari aset yang berisiko tinggi menuju aset yang dinilai paling aman. Emas dipilih karena tidak memiliki risiko gagal bayar, tidak bergantung pada performa laporan keuangan korporasi mana pun, dan terbukti tidak bisa bangkrut.

Likuiditas Global Tanpa Batas Negara

Kelebihan lain yang membuat emas tak tertandingi oleh alternatif investasi fisik lainnya adalah tingkat likuiditasnya yang luar biasa tinggi. Pasar perdagangan logam mulia beroperasi tanpa henti secara global selama 24 jam.

Emas batangan dengan standar sertifikasi internasional diakui di belahan dunia mana pun. Pemiliknya dapat dengan mudah mengonversi aset fisik ini menjadi uang tunai dalam waktu singkat, baik melalui jaringan toko emas lokal, pegadaian, hingga bursa komoditas besar. Fleksibilitas inilah yang memberikan rasa tenang karena dana darurat dapat dicairkan kapan saja tanpa harus mengorbankan nilai aset secara drastis.

Bisnis Untung, Tapi Rekening Kosong. Kok Bisa?

Bisnis Untung, Tapi Rekening Kosong. Kok Bisa?

“Omzet bulan ini naik.”

“Penjualan meningkat.”

“Bahkan laporan laba rugi menunjukkan perusahaan memperoleh keuntungan.”

Namun ketika membuka mobile banking, saldonya justru hampir habis.

Kalau Anda pernah mengalami kondisi seperti ini, jangan langsung berpikir bahwa ada kesalahan pada laporan keuangan. Justru kondisi tersebut sangat sering terjadi di dunia bisnis.

Banyak pemilik usaha merasa bingung karena perusahaan terlihat untung, tetapi uang tunai yang tersedia sangat sedikit. Bahkan ada yang sampai kesulitan membayar gaji karyawan, membeli stok barang, atau melunasi tagihan supplier.

Lalu sebenarnya ke mana perginya keuntungan tersebut?

Jawabannya adalah karena laba tidak selalu sama dengan kas.

Inilah salah satu konsep yang paling penting dalam akuntansi sekaligus paling sering disalahpahami oleh para pelaku usaha.

Laba Tidak Selalu Berarti Uang Sudah Diterima

Banyak orang menganggap bahwa setiap penjualan otomatis akan menambah saldo rekening perusahaan.

Padahal kenyataannya tidak selalu demikian.

Misalnya Anda menjual produk kepada pelanggan senilai Rp50 juta.

Barang sudah dikirim.

Pelanggan sudah menerima barang.

Namun pelanggan baru akan membayar 30 hari kemudian.

Dari sudut pandang akuntansi, perusahaan sudah boleh mengakui penjualan tersebut sebagai pendapatan. Artinya, laba perusahaan mulai bertambah.

Namun dari sisi kas, uang tersebut belum masuk ke rekening perusahaan.

Jadi perusahaan bisa saja terlihat untung, padahal belum menerima uang sepeser pun dari transaksi tersebut.

Keuntungan Bisa Berubah Menjadi Piutang

Pada saat penjualan dilakukan secara tempo, keuntungan yang muncul belum berubah menjadi kas.

Sebaliknya, keuntungan tersebut berubah menjadi piutang usaha.

Artinya perusahaan memiliki hak untuk menerima pembayaran dari pelanggan pada waktu yang telah disepakati.

Selama pelanggan belum melakukan pembayaran, saldo rekening perusahaan tidak akan bertambah.

Inilah alasan mengapa laba yang besar belum tentu diikuti oleh kas yang besar.

Contoh yang Mudah Dipahami

Bayangkan Anda memiliki toko material bangunan.

Hari ini Anda menjual semen dan besi kepada kontraktor dengan nilai Rp200 juta.

Karena kontraktor merupakan pelanggan lama, Anda memberikan tempo pembayaran selama 60 hari.

Secara akuntansi:

  • Penjualan bertambah.
  • Laba mulai dihitung.
  • Piutang usaha bertambah.

Tetapi:

  • Rekening bank tetap belum bertambah.

Kalau selama dua bulan tersebut Anda harus membayar gaji karyawan, listrik, sewa gudang, dan membeli stok barang baru, maka seluruh pembayaran tersebut tetap harus menggunakan uang yang ada di kas perusahaan.

Akibatnya, perusahaan terlihat untung tetapi uang tunainya semakin sedikit.

Mengapa Cash Flow Sangat Penting?

Di sinilah pentingnya memahami laporan arus kas (cash flow).

Laporan laba rugi hanya menjelaskan apakah perusahaan memperoleh keuntungan atau mengalami kerugian.

Sedangkan laporan arus kas menjelaskan apakah perusahaan benar-benar memiliki uang untuk menjalankan operasional bisnis.

Banyak perusahaan yang sebenarnya memperoleh laba, tetapi mengalami kesulitan membayar kewajiban karena arus kasnya tidak sehat.

Sebaliknya, ada juga perusahaan yang sedang mengalami kerugian, tetapi masih memiliki kas yang cukup karena mendapatkan suntikan modal dari investor atau pinjaman dari bank.

Artinya, kondisi laba dan kondisi kas bisa saja berbeda.

Ke Mana Perginya Uang Perusahaan?

Kalau bukan hilang, lalu ke mana uang perusahaan?

Jawabannya bisa bermacam-macam.

Sebagian masih menjadi piutang karena pelanggan belum membayar.

Sebagian digunakan untuk membeli persediaan.

Sebagian dipakai membeli mesin atau kendaraan operasional.

Sebagian lagi digunakan untuk membayar utang, gaji, pajak, sewa, atau biaya operasional lainnya.

Dengan kata lain, keuntungan yang diperoleh perusahaan tidak selalu mengendap dalam bentuk uang tunai di rekening.

Jangan Hanya Melihat Laporan Laba Rugi

Kesalahan yang sering dilakukan pelaku usaha adalah hanya fokus pada satu laporan keuangan, yaitu laporan laba rugi.

Padahal laporan keuangan terdiri dari beberapa bagian yang saling berkaitan.

Laporan laba rugi menunjukkan apakah bisnis menghasilkan keuntungan.

Laporan posisi keuangan (neraca) menunjukkan aset, utang, dan modal yang dimiliki perusahaan.

Sedangkan laporan arus kas menunjukkan pergerakan uang masuk dan uang keluar.

Ketiga laporan tersebut harus dibaca secara bersamaan agar kondisi keuangan perusahaan dapat dipahami secara utuh.

Bagaimana Cara Menjaga Agar Kas Tetap Sehat?

Salah satu cara yang paling sederhana adalah mengelola piutang dengan baik.

Semakin lama pelanggan menunda pembayaran, semakin lama pula perusahaan harus menunggu uang masuk ke rekening.

Selain itu, perusahaan juga perlu mengendalikan pengeluaran, merencanakan pembelian aset dengan matang, dan memastikan bahwa kas yang tersedia cukup untuk membiayai operasional sehari-hari.

Keuntungan yang besar memang penting, tetapi kemampuan perusahaan menjaga arus kas jauh lebih menentukan apakah bisnis dapat terus berjalan.

Kesimpulan

Banyak orang mengira bahwa perusahaan yang untung pasti memiliki banyak uang.

Padahal dalam praktiknya tidak selalu demikian.

Perusahaan dapat memperoleh laba tanpa langsung menerima uang karena sebagian penjualan masih berbentuk piutang. Di sisi lain, perusahaan tetap harus membayar berbagai kebutuhan operasional menggunakan kas yang tersedia.

Itulah sebabnya seorang pemilik bisnis tidak cukup hanya memahami laporan laba rugi. Memahami laporan arus kas juga sama pentingnya agar dapat mengetahui kondisi keuangan perusahaan yang sebenarnya.

Ingatlah bahwa laba menunjukkan seberapa baik bisnis menghasilkan keuntungan, sedangkan arus kas menunjukkan apakah bisnis memiliki cukup uang untuk tetap beroperasi. Memahami perbedaan keduanya akan membantu Anda mengambil keputusan yang lebih tepat dalam mengelola usaha.

Apakah COD Termasuk Piutang Usaha? Banyak Pelaku Usaha Masih Salah Memahaminya

Apakah COD Termasuk Piutang Usaha? Banyak Pelaku Usaha Masih Salah Memahaminya

Kediri – Pernahkah Anda berpikir seperti ini?

“Barang sudah saya kirim ke pembeli, tetapi uangnya belum saya terima. Berarti itu sudah menjadi piutang usaha, kan?”

Kalau Anda pernah memiliki pemikiran tersebut, Anda tidak sendirian. Bahkan banyak pelaku UMKM, pemilik toko online, hingga pengusaha yang baru belajar akuntansi memiliki pertanyaan yang sama.

Sekilas logika tersebut memang terdengar benar. Barang sudah keluar dari gudang, pembeli sudah melakukan pemesanan, dan tinggal menunggu pembayaran. Bukankah itu berarti penjual memiliki hak untuk menerima uang?

Sayangnya, dalam dunia akuntansi jawabannya tidak sesederhana “iya” atau “tidak”.

Sebelum menjawab pertanyaan tersebut, kita perlu memahami terlebih dahulu apa yang dimaksud dengan piutang usaha dan kapan sebuah penjualan sebenarnya dianggap telah terjadi.

Apa Itu Piutang Usaha?

Secara sederhana, piutang usaha (Accounts Receivable) adalah hak perusahaan untuk menerima pembayaran dari pelanggan atas penjualan barang atau jasa yang telah diakui.

Perhatikan kalimat “telah diakui”.

Kalimat inilah yang sering terlewat oleh banyak pelaku usaha.

Banyak orang menganggap bahwa selama uang belum diterima, otomatis semuanya menjadi piutang. Padahal kenyataannya tidak selalu demikian.

Piutang hanya muncul apabila penjualan tersebut memang sudah memenuhi syarat untuk diakui menurut prinsip akuntansi.

Mengapa Banyak Orang Menganggap COD Sama dengan Piutang?

Mari kita lihat dari sudut pandang seorang penjual.

Misalnya Anda memiliki toko online.

Suatu hari ada pelanggan membeli sebuah produk dengan metode Cash on Delivery (COD).

Anda kemudian:

  • Mengemas barang.
  • Menyerahkan barang kepada kurir.
  • Barang sedang dalam perjalanan menuju pembeli.

Pada saat itu biasanya muncul pertanyaan:

“Barang sudah saya kirim. Saya tinggal menunggu uangnya. Bukankah itu berarti saya memiliki piutang?”

Logika tersebut memang masuk akal.

Karena secara bisnis Anda memang berharap menerima pembayaran.

Namun dalam akuntansi, kita tidak hanya melihat apakah uang sudah diterima atau belum. Kita juga harus melihat apakah penjualan tersebut sudah benar-benar terjadi.

Barang Sudah Dikirim Belum Tentu Sudah Menjadi Penjualan

Inilah bagian yang paling sering disalahpahami.

Banyak orang menganggap bahwa ketika barang sudah keluar dari gudang, maka penjualan otomatis telah terjadi.

Padahal belum tentu.

Dalam akuntansi modern, pengakuan penjualan tidak hanya ditentukan oleh perpindahan fisik barang, tetapi juga oleh kapan pengendalian atas barang tersebut berpindah kepada pelanggan.

Mengapa demikian?

Karena selama barang masih dalam perjalanan, masih ada berbagai kemungkinan yang dapat terjadi.

Misalnya:

  • Barang hilang selama pengiriman.
  • Pembeli menolak menerima barang.
  • Barang mengalami kerusakan di perjalanan.
  • Transaksi dibatalkan.

Apabila kondisi-kondisi tersebut masih mungkin terjadi, maka dalam banyak kasus penjualan belum dapat diakui.

Artinya, belum tentu muncul piutang usaha.

Lalu Kapan Piutang Usaha Muncul?

Piutang usaha biasanya muncul ketika dua kondisi telah terpenuhi.

Pertama, penjualan telah diakui.

Kedua, pelanggan belum melakukan pembayaran.

Sebagai contoh, sebuah perusahaan menjual produk kepada pelanggan dengan syarat pembayaran 30 hari.

Barang telah diterima pelanggan.

Penjualan telah diakui.

Namun pelanggan baru akan membayar satu bulan kemudian.

Dalam kondisi inilah perusahaan mencatat piutang usaha.

Artinya, perusahaan memang memiliki hak untuk menagih pembayaran kepada pelanggan.

Bagaimana dengan Transaksi COD?

Sekarang kita kembali ke pertanyaan utama.

Apakah transaksi COD termasuk piutang usaha?

Jawabannya adalah:

Tidak selalu.

Mengapa?

Karena proses COD memiliki beberapa tahapan.

Pelanggan melakukan pemesanan.

Penjual mengirim barang.

Kurir mengantarkan barang.

Pembeli menerima barang.

Pembeli melakukan pembayaran kepada kurir.

Dana diteruskan kepada penjual.

Pada setiap tahapan tersebut, perlakuan akuntansinya bisa berbeda tergantung pada kapan penjualan diakui.

Itulah sebabnya tidak semua barang yang sedang dikirim otomatis menjadi piutang usaha.

Jangan Hanya Melihat Apakah Uangnya Sudah Masuk

Kesalahan terbesar yang sering dilakukan pelaku usaha adalah hanya melihat satu hal.

“Uangnya sudah masuk atau belum?”

Padahal akuntansi melihat lebih banyak dari itu.

Akuntansi melihat:

  • Apakah penjualan sudah terjadi?
  • Apakah hak atas barang sudah berpindah?
  • Apakah perusahaan sudah memiliki hak untuk menagih?
  • Apakah pelanggan masih memiliki hak untuk membatalkan transaksi?

Semua pertanyaan tersebut akan menentukan apakah transaksi tersebut sudah menjadi penjualan, piutang usaha, atau bahkan belum bisa dicatat sama sekali.

Hubungan COD dengan Laporan Keuangan

Transaksi COD juga menunjukkan bahwa laporan keuangan saling berhubungan.

Apabila penjualan telah diakui tetapi pelanggan belum membayar, maka akan muncul piutang usaha pada laporan posisi keuangan (neraca).

Ketika pelanggan akhirnya melakukan pembayaran, piutang akan berkurang dan kas akan bertambah.

Yang menarik adalah, laba perusahaan tidak bertambah lagi ketika uang diterima.

Mengapa?

Karena laba sudah diakui pada saat penjualan terjadi.

Inilah alasan mengapa perusahaan bisa saja memiliki laba yang besar, tetapi kas yang dimiliki belum tentu banyak.

Kesimpulan

Apakah COD termasuk piutang usaha?

Jawabannya adalah tidak selalu.

Barang yang sudah dikirim belum tentu langsung menjadi piutang usaha. Semua bergantung pada apakah penjualan tersebut sudah memenuhi syarat untuk diakui menurut prinsip akuntansi.

Bagi pelaku usaha, memahami perbedaan antara penjualan, piutang usaha, dan arus kas merupakan hal yang sangat penting. Ketiga hal tersebut saling berkaitan, tetapi bukan berarti memiliki arti yang sama.

Semakin baik Anda memahami hubungan ketiganya, semakin mudah pula Anda membaca kondisi keuangan bisnis secara benar dan mengambil keputusan yang lebih tepat.