Kisah Ponpes di NTB Bangun Kemandirian Ekonomi, Unit Usaha Raup Omzet Rp 3 Miliar per Tahun

Kisah Ponpes di NTB Bangun Kemandirian Ekonomi, Unit Usaha Raup Omzet Rp 3 Miliar per Tahun

Liputan6.com, Mataram – Bank Indonesia (BI) terus memperkuat pengembangan ekonomi syariah melalui pemberdayaan pondok pesantren. Salah satu fokusnya adalah mendorong kemandirian ekonomi sekaligus memperkuat ketahanan pangan agar pesantren mampu menopang kebutuhan operasional secara mandiri.

Salah satu pesantren binaan yang menunjukkan hasil positif adalah Pondok Pesantren Salaf Modern Thohir Yasin di Nusa Tenggara Barat (NTB). Lewat berbagai unit usaha yang dikembangkan, sekitar 70 persen kebutuhan operasional pesantren kini dapat ditopang dari hasil bisnis sendiri. Bahkan, Badan Usaha Milik Pesantren (BUMPes) Thohir Yasin mencatatkan omzet hingga Rp3 miliar setiap tahun.

Deputi Kepala Perwakilan BI Provinsi Nusa Tenggara Barat, Andhi Wahyu Riyadno, mengatakan kerja sama dengan Ponpes Thohir Yasin telah berlangsung cukup lama. Pendampingan tersebut dilakukan agar pesantren tidak hanya mengandalkan biaya pendidikan dari para santri, tetapi juga memiliki sumber pendapatan yang berkelanjutan.

“Pesantren ini kan harapannya tidak hanya melulu tergantung dengan dana dari santri-santrinya, tapi selain itu juga mereka punya unit-unit bisnis atau unit-unit perusahaan yang bisa membuat mereka mandiri,” ujar Andhi saat ditemui di Mataram, NTB.

Untuk mendukung pengembangan usaha, BI memberikan berbagai bantuan, mulai dari mesin penggilingan padi hingga pembangunan rumah potong hewan unggas (RPHU). Selain itu, pelatihan juga diberikan kepada tenaga kerja yang mengelola BUMPes Thohir Yasin.

“Tahun ini mereka sudah bisa masuk rantai pasok MBG juga melayani beberapa SPPG dan juga mereka ini sudah (tersertifikasi) halal, karena masuk ke rantai pasok SPPG ini mereka harus halal dulu baru bisa,” ungkapnya.

Tak hanya dari sisi fasilitas produksi, BI juga membantu peningkatan tata kelola usaha, khususnya dalam pengelolaan keuangan.

“Kami (juga) mendorong mereka dari sisi manajemen keuangan, bicara mengenai unit bisnis pasti kan ujungnya bagaimana mereka mengelola atau me-manage keuangannya agar rapi, dipisahkan dengan manajemen pesantrennya,” imbuh Andhi.

Penuhi Kebutuhan Pesantren

Bantuan itu diakui sendiri oleh Pendiri dan Pimpinan Ponpes Thohir Yasin, Tuan Guru Haji (TGH) Ismail Thohir. Dia menerangkan, kemandirian ekonomi pesantren sudah jadi salah satu bagian cita-cita pesantren yang berdiri sejak 1990-an ini. Sederet kebutuhan pesantren seperti makan hingga gaji guru pun akhirnya bisa dipenuhi dari hasil bisnis pesantren.

“Pondok mandiri, siap, tanpa kita itu tidak selalu mengharapkan dari luar, kita ingin supaya dari hasil kita sendiri, untuk gaji gurunya, untuk pembangunannya, dan untuk semua. Itu harapan kita,” tegas TGH Ismail Thohir di kediamannya di Lombok Timur, NTB.

Perjalanan bisnis yang baik nampaknya turut memberikan manfaat ke masyarakat sekitar. Tak sebatas pada insan pondok pesantren, masyarakat sekitar juga ikut dilibatkan. Setidaknya ada 150 orang pegawai yang dipekerjakan di berbagai sektor. Bantuan bagi masyarakat tidak mampu juga diberikan Thohir Yasin.

“Anak-anak yang ekonominya kaum lemah, termasuk dari golongan yatim, piatu, para fakir mikin, yang ternyata tidak mampu untuk sekolah, alhamdulillah. Jadinya kita bisa menanggulanginya sekemampuan yang ada di Pondok Thohir Yasin ini. Jadinya dengan adanya dukungan-dukungan dari Bank Indonesia, kita semakin semangat,” beber dia.

Kantongi Omzet Miliaran Rupiah

Direktur BUMPes Thohir Yasin, Syahrullah mengatakan bantuan yang diberikan BI berdampak positif terhadap kinerja unit usaha ponpes. Mesin penggiling padi atau rice miller misalnya, mampu memberikan keuntungan hingga Rp 100 juta.

Sementara itu, RPHU mampu mencatatkan omzet hingga Rp 500 juta dalam enam bulan terakhir. Namun, dalam hitungan totalnya, BUMPes mampu mengantongi omzet Rp 3 miliar per tahun. Angka ini meningkat signifikan setelah masuk ke rantai pasok MBG.

Kesehatan bisnis pesantren ini mampu meneguhkan kemampuan ekonomi pesantren. Alhasil, mayoritas kebutuhan pesantren bisa dipenuhi dan ditanggung dari kegiatan usaha ponpes.

“Alhamdulillah. Sekarang masih di angka 70 persen, itu dukungan dari ekonomi pesantrennya,” katanya.

Pemberdayaan Masyarakat Sekitar

Syahrullah menjelaskan, bantuan BI yang berjalan sejak 2021 ini mampu meningkatkan kemampuan pesantren untuk memberdayakan masyarakat sekitar.

“Ada yang langsung praktik sama santrinya, dan sebagian profesionalnya. Itu yang bekerja langsung dari masyarakat, ada yang ikut pertanian, ada juga yang UMKM-nya. Jadi ibu-ibu yang sekitar ini kita juga berdayakan mereka melalui UMKM,” ucapnya.

Sumber : https://www.liputan6.com/bisnis/read/8247480/kisah-ponpes-di-ntb-bangun-kemandirian-ekonomi-unit-usaha-raup-omzet-rp-3-miliar-per-tahun

Mengapa Emas Selalu Menjadi Primadona di Dunia Investasi? Ini Penjelasan Analis dan Sejarahnya

Mengapa Emas Selalu Menjadi Primadona di Dunia Investasi? Ini Penjelasan Analis dan Sejarahnya

Kediri – Di tengah gempuran instrumen keuangan modern seperti aset kripto, saham sektor teknologi, hingga berbagai produk derivatif yang menjanjikan keuntungan kilat, ada satu instrumen klasik yang posisinya tak pernah tergoyahkan. Pertanyaan yang kemudian sering muncul di kalangan investor adalah: mengapa logam mulia bernama emas ini selalu berhasil mempertahankan mahkotanya sebagai primadona investasi lintas generasi?

Tidak sedikit investor yang beralih ke aset digital saat kondisi pasar sedang bergairah karena tergiur dengan volatilitasnya yang tinggi. Namun, ketika roda ekonomi berputar dan ketidakpastian global mulai melanda, sebagian besar dari mereka justru berbondong-bondong kembali melirik emas sebagai penyelamat modal.

Lalu, apa yang sebenarnya membuat daya tarik emas begitu magis di mata para pelaku pasar?

Kelangkaan yang Menjaga Nilai Intrinsik

Faktor mendasar yang membuat emas begitu diagungkan adalah sifatnya yang tidak bisa dimanipulasi. Berbeda dengan mata uang kertas yang nilainya bisa merosot tajam saat bank sentral memutuskan untuk mencetaknya secara massal demi kebijakan stimulus ekonomi, emas memiliki keterbatasan fisik yang nyata dari alam.

Untuk mendapatkan satu troy ons emas, diperlukan proses eksplorasi geologis yang memakan waktu tahunan, belanja modal yang masif, serta operasional penambangan yang rumit. Karakteristik pasokan yang terbatas inilah yang secara otomatis menciptakan harga dasar yang kokoh di pasar global, sehingga emas terbebas dari risiko devaluasi ekstrem yang sering menimpa mata uang konvensional.

Pelindung Alami dari Gerogotan Inflasi

Banyak pakar keuangan sepakat bahwa inflasi adalah musuh tersembunyi yang perlahan tapi pasti menghancurkan daya beli uang tunai yang disimpan di dalam tabungan. Di sinilah emas mengambil peran krusialnya sebagai instrumen pelindung nilai atau inflation hedge.

Secara historis, pergerakan harga emas cenderung mengalami penyesuaian naik secara signifikan saat inflasi struktural melonjak. Emas terbukti mampu menjaga nilai kekayaan agar tetap utuh secara riil dalam jangka panjang. Daya beli emas pada ratusan tahun lalu untuk memenuhi kebutuhan pokok manusia tidak banyak berubah jika dibandingkan dengan daya belinya di era modern saat ini.

Benteng Pertahanan Saat Terjadi Krisis

Dalam dunia pasar modal, emas memegang predikat tertinggi sebagai aset safe haven. Status ini merujuk pada kemampuan emas untuk mempertahankan atau bahkan meningkatkan nilainya ketika pasar saham, obligasi, dan sektor properti sedang mengalami guncangan akibat resesi atau ketegangan geopolitik.

Saat terjadi krisis finansial, insting psikologis para pengelola dana besar maupun investor ritel secara universal akan beralih dari aset yang berisiko tinggi menuju aset yang dinilai paling aman. Emas dipilih karena tidak memiliki risiko gagal bayar, tidak bergantung pada performa laporan keuangan korporasi mana pun, dan terbukti tidak bisa bangkrut.

Likuiditas Global Tanpa Batas Negara

Kelebihan lain yang membuat emas tak tertandingi oleh alternatif investasi fisik lainnya adalah tingkat likuiditasnya yang luar biasa tinggi. Pasar perdagangan logam mulia beroperasi tanpa henti secara global selama 24 jam.

Emas batangan dengan standar sertifikasi internasional diakui di belahan dunia mana pun. Pemiliknya dapat dengan mudah mengonversi aset fisik ini menjadi uang tunai dalam waktu singkat, baik melalui jaringan toko emas lokal, pegadaian, hingga bursa komoditas besar. Fleksibilitas inilah yang memberikan rasa tenang karena dana darurat dapat dicairkan kapan saja tanpa harus mengorbankan nilai aset secara drastis.

Harga Emas Terkoreksi, Hartadinata Abadi Optimistis Permintaan Tetap Tumbuh

Harga Emas Terkoreksi, Hartadinata Abadi Optimistis Permintaan Tetap Tumbuh

Liputan6.com, Jakarta – Harga emas dunia memasuki fase koreksi setelah sempat mencetak rekor tertinggi pada awal 2026. Sepanjang Juni, rata-rata harga emas global turun sekitar 8% dibandingkan bulan sebelumnya. Namun, pelemahan tersebut belum menghapus tren kenaikan harga emas di dalam negeri karena harga emas dalam rupiah masih menguat sekitar 5,5% sejak awal tahun (year-to-date), didorong pelemahan nilai tukar rupiah.

PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) menilai koreksi harga emas merupakan bagian dari dinamika pasar yang wajar dan tidak mengubah prospek jangka panjang industri logam mulia. Perseroan melihat permintaan emas masih ditopang berbagai faktor fundamental, mulai dari ketidakpastian geopolitik, arah kebijakan suku bunga global, hingga meningkatnya kesadaran masyarakat menjadikan emas sebagai instrumen tabungan dan investasi.

Direktur Investor Relations Hartadinata Abadi Thendra Crisnanda mengatakan, fluktuasi harga emas merupakan konsekuensi dari berbagai perkembangan ekonomi global.

“Namun kami melihat fundamental permintaan emas masih tetap kuat, didukung oleh meningkatnya kesadaran masyarakat untuk menabung emas serta berkembangnya ekosistem bullion di Indonesia. Karena itu, kami tetap optimistis terhadap prospek industri emas dalam jangka panjang,” ujar Thendra dikutip Minggu (12/7/2026).

Tekanan terhadap harga emas dipengaruhi keputusan bank sentral Amerika Serikat (Federal Reserve) yang mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama (higher for longer). Kebijakan tersebut memperkuat dolar AS sehingga menekan harga emas di pasar global.

Di sisi lain, ketegangan geopolitik di Timur Tengah, termasuk dinamika hubungan Amerika Serikat dan Iran serta fluktuasi harga minyak dunia, masih menjadi faktor yang memengaruhi pergerakan harga emas.

Koreksi Jangka Pendek

Di dalam negeri, Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan menjadi 5,50% melalui kebijakan off-cycle untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Meski demikian, Hartadinata Abadi menilai prospek harga emas dalam jangka menengah hingga panjang masih didukung tingginya permintaan dari bank-bank sentral dunia yang terus menambah cadangan emas.

Perseroan juga terus memperkuat fondasi bisnis melalui penerapan tata kelola perusahaan yang baik, manajemen risiko, serta kepatuhan terhadap seluruh regulasi di setiap rantai pasok dan aktivitas operasional.

Optimisme terhadap industri emas juga datang dari kalangan analis. Analis BCA Sekuritas, Jesselyn, menilai koreksi harga emas saat ini lebih bersifat jangka pendek dibandingkan perubahan fundamental permintaan.

“Meski harga emas sempat terkoreksi, kami melihat ketidakpastian geopolitik dan makroekonomi yang masih berlanjut akan terus menopang permintaan emas, terutama sebagai aset lindung nilai,” kata dia.

Senada, Equity Research Analyst BNI Sekuritas Vera menilai koreksi harga emas lebih dipicu penyesuaian likuiditas jangka pendek akibat kenaikan imbal hasil obligasi Amerika Serikat, kuatnya data ekonomi negeri tersebut, serta pergeseran alokasi investasi ke instrumen lain setelah sejumlah aksi korporasi besar di pasar global.

Volume Penjualan Emas

Vera menilai prospek jangka panjang Hartadinata Abadi tetap menarik karena perubahan perilaku masyarakat yang semakin memilih emas batangan sebagai instrumen menabung dibandingkan perhiasan.

“Secara historis, volume penjualan emas Hartadinata Abadi tetap bertumbuh bahkan ketika harga emas mengalami koreksi pada 2022. Ke depan, kami melihat perubahan pola konsumsi masyarakat dari perhiasan menuju emas batangan sebagai instrumen menabung, serta berkembangnya ekosistem bullion di Indonesia, akan menjadi katalis positif bagi pertumbuhan HRTA,” ujar Vera.

Optimisme tersebut tercermin dari kinerja perusahaan. Sepanjang kuartal I 2026, Hartadinata Abadi membukukan pertumbuhan pendapatan sebesar 196,96% secara tahunan. Laba bersih juga meningkat 189,48%, didukung lonjakan volume penjualan emas murni sebesar 75,18%, yang menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap produk emas.

Sumber : https://www.liputan6.com/bisnis/read/8244155/harga-emas-terkoreksi-hartadinata-abadi-optimistis-permintaan-tetap-tumbuh

Mengelola Risiko Fluktuasi Nilai Tukar dengan Layanan Treasury dan Produk Valas Bank Mayapada

Mengelola Risiko Fluktuasi Nilai Tukar dengan Layanan Treasury dan Produk Valas Bank Mayapada

Ekspansi ke pasar internasional membawa berbagai peluang pertumbuhan bagi pelaku usaha. Namun, di balik peluang tersebut terdapat tantangan yang tidak dapat diabaikan, yaitu fluktuasi nilai tukar valuta asing (valas). Pergerakan kurs dapat memengaruhi biaya transaksi, arus kas, hingga margin keuntungan perusahaan, terutama bagi bisnis yang aktif melakukan pembayaran maupun penerimaan dana dalam mata uang asing.

Untuk membantu nasabah menghadapi dinamika tersebut, Bank Mayapada menghadirkan layanan Treasury yang didukung berbagai solusi transaksi valas serta produk simpanan valas yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan nasabah perorangan maupun perusahaan.

Untuk solusi dan kebutuhan transaksi bisnis dan operasional perusahaan dalam mata uang asing, Bank Mayapada menyediakan produk myGIRO Valas yang tersedia dalam mata uang USD dan SGD. Produk ini dirancang untuk mendukung kebutuhan transaksi korporasi secara lebih optimal, dengan tetap mengedepankan kemudahan dan fleksibilitas dalam pengelolaan dana valas perusahaan.

Eksekusi Real-Time di 6 Mata Uang Utama

Di tengah aktivitas perdagangan global yang bergerak dinamis, kecepatan eksekusi transaksi keuangan menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung kelancaran bisnis. Oleh karena itu, Bank Mayapada menghadirkan layanan transaksi Foreign Exchange (FX) secara real-time dengan dukungan kurs yang kompetitif sesuai kondisi pasar.

Layanan Treasury Bank Mayapada mendukung transaksi dalam enam mata uang utama yang banyak digunakan dalam perdagangan internasional, yaitu Dolar Amerika Serikat (USD), Dolar Singapura (SGD), Dolar Australia (AUD), Yuan China (CNY), Yen Jepang (JPY), dan Dolar Hong Kong (HKD).

Ketersediaan berbagai pilihan mata uang tersebut memberikan fleksibilitas bagi nasabah dalam menjalankan aktivitas bisnis lintas negara, baik untuk kebutuhan pembayaran kepada pemasok, penerimaan hasil ekspor, maupun berbagai transaksi internasional lainnya. Dengan dukungan layanan Treasury yang terintegrasi, Bank Mayapada membantu nasabah mengelola kebutuhan transaksi valas secara efektif dan efisien.

Strategi Lindung Nilai untuk Menjaga Stabilitas Bisnis

Bagi perusahaan yang memiliki eksposur terhadap pergerakan kurs, pengelolaan risiko nilai tukar merupakan bagian penting dalam menjaga stabilitas keuangan dan mendukung perencanaan bisnis yang lebih terukur. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, Bank Mayapada menyediakan berbagai produk FX yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan transaksi dan pengelolaan likuiditas nasabah, misalnya pilihan transaksi Today (TOD)Tomorrow (TOM), dan Spot yang memberikan fleksibilitas dalam pelaksanaan transaksi valas.

Selain itu, Bank Mayapada juga menyediakan berbagai instrumen lindung nilai (hedging), seperti ForwardSwap, dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF). Berbagai solusi tersebut membantu nasabah mengelola risiko fluktuasi nilai tukar serta memperoleh kemudahan dalam perencanaan arus kas dan kebutuhan pembayaran di masa mendatang.

Melalui sinergi antara layanan pembiayaan melalui myLOAN, fasilitas trade finance, serta berbagai solusi Treasury yang komprehensif tersebut, Bank Mayapada berkomitmen untuk mendukung pertumbuhan usaha nasabah dalam menghadapi tantangan bisnis yang semakin dinamis. Dengan dukungan layanan yang terintegrasi, Bank Mayapada siap menjadi mitra andal bagi pelaku usaha yang ingin mengembangkan bisnisnya, baik di pasar domestik, regional, maupun internasional.

Sumber : https://www.inilah.com/mengelola-risiko-fluktuasi-nilai-tukar-dengan-layanan-treasury-dan-produk-valas-bank-mayapada

Dulu Dicap Buruk Rupa, Kini Birkenstock Jadi Simbol Kelas

Dulu Dicap Buruk Rupa, Kini Birkenstock Jadi Simbol Kelas

Liputan6.com, Jakarta – Industri sepatu dunia tengah sibuk mengejar tren mode cepat (fast fashion), di mana desain dan estetika sering kali mengorbankan kenyamanan kaki. Namun, Birkenstock justru hadir sebagai sebuah anomali. Merek ini memilih jalan berbeda, tetap kokoh dengan prinsipnya yang mengutamakan kenyamanan di atas segalanya.

Selama lebih dari dua abad, merek asal Jerman ini secara keras kepala mempertahankan bentuk sol gabus tebalnya yang ikonik. Di masa lalu, produk mereka kerap dicap sebagai alas kaki kuno, tidak menarik, bahkan jauh dari kata modis.

Namun, melalui komitmen tanpa kompromi terhadap kesehatan anatomi kaki manusia yang dipadukan dengan strategi reposisi merek yang genius di era modern, Birkenstock berhasil membalikkan persepsi tersebut secara radikal, mengubah sandal “buruk rupa” menjadi lambang status sosial dan pernyataan gaya hidup yang autentik.

Salah satu aspek paling menakjubkan dari Birkenstock adalah fakta sejarah bahwa merek ini telah berhasil bertahan dan relevan selama 250 tahun. Dimulai dari catatan silsilah Johann Adam Birkenstock sebagai perajin sepatu yang taat di sebuah desa kecil di Jerman pada tahun 1774, warisan keahlian ini diwariskan dari generasi ke generasi.

Ketahanan selama seperempat milenium ini bukanlah sebuah kebetulan, melainkan hasil dari konsistensi yang ekstrem terhadap satu misi tunggal, yakni mendukung kesehatan kaki manusia.

Ketika berbagai perang global terjadi, revolusi industri mengubah peta ekonomi, dan ribuan tren mode lahir lalu mati, Birkenstock tetap berpegang teguh pada cetakan sol gabus (footbed) kontur alami mereka yang legendaris. Ini membuktikan bahwa kebutuhan dasar manusia akan kenyamanan fisik adalah fondasi bisnis yang tidak akan pernah kedaluwarsa.

Dilansir dari laman Medium, Jumat (10/7/2026), kunci kekuatan Birkenstock terletak pada konsistensi mereka untuk tidak mengejar tren sesaat, melainkan berfokus pada nilai fungsi ortopedi yang tak lekang oleh waktu (timeless). Birkenstock secara geniusmerenovasi citra mereknya demi memenuhi tuntutan konsumen modern tanpa sedikit pun mengorbankan DNA kenyamanan aslinya.

Kolaborasi dengan Dior Hingga Manolo

Perusahaan membuka diri terhadap kolaborasi tingkat tinggi dengan rumah mode mewah dunia seperti Dior, Manolo Blahnik, dan Valentino, serta memperluas variasi material tanpa menghilangkan cetakan sol gabus (footbed) legendaris mereka. Langkah ini sukses mengangkat posisi Birkenstock dari sekadar sandal kesehatan fungsional menjadi barang buruan para pencinta mode premium global.

Strategi pemasaran Birkenstock sangat bergantung pada prinsip kejujuran produk dan kekuatan promosi dari mulut ke mulut (word-of-mouth). Merek ini tidak mengandalkan jargon pemasaran yang manipulatif; mereka membiarkan kualitas kenyamanan fisik yang dirasakan langsung oleh penggunanya menjadi duta merek terbaik.

Dengan menargetkan konsumen yang menghargai keberlanjutan produk (sustainability) dan kenyamanan yang jujur, Birkenstock berhasil membangun ekosistem branding yang sangat organik. Mereka membuktikan bahwa di tengah pasar yang bising dengan kepalsuan visual, mempertahankan identitas produk yang fungsional secara konsisten adalah taktik terbaik untuk memenangkan loyalitas konsumen lintas generasi.

Rahasia Keberhasilan Bertahan di Tengah Polarisasi Mode

Mengutip laman The Guardian, Jumat (10/7/2026), daya tahan Birkenstock yang luar biasa di panggung mode dunia didorong oleh karakteristik produknya yang aseksual (genderless), sangat nyaman (snug), dan konsisten hadir melampaui berbagai siklus tren.

Daya tarik utama Birkenstock justru bersumber dari sifatnya yang menolak dikotomi gender tradisional dan standar keindahan konvensional yang kaku. Ketika masyarakat urban mulai mengalami kejenuhan terhadap sepatu hak tinggi atau sepatu kets sintetis yang menyiksa kaki, Birkenstock hadir sebagai sebuah katarsis gaya hidup yang menawarkan kebebasan fisik sekaligus pernyataan anti-konformis yang berani.

Melalui kemunculannya di budaya populer, termasuk momen ikonik dalam film Barbie, Birkenstock semakin mempertegas posisinya sebagai simbol pilihan hidup yang rasional dan percaya diri. Rahasia kesuksesan abadi merek ini adalah kemampuannya untuk tetap relevan dengan cara menjadi diri sendiri.

Konsumen mengenakan Birkenstock bukan untuk mengesankan orang lain dengan kemewahan yang glamor, melainkan untuk merayakan kenyamanan diri mereka sendiri, sebuah filosofi yang sangat selaras dengan pergeseran nilai masyarakat modern yang kini lebih memprioritaskan kesehatan mental dan fisik di atas sekadar penampilan visual artifisial.

Konsistensi Identitas di Garis Depan Industri

Sinergi antara keteguhan mempertahankan nilai ortopedi serta keunikan karakter sosial menegaskan posisi Birkenstock sebagai pelopor gerakan anti-fashion yang paling sukses di dunia.

Rekor bertahan selama 250 tahun menjadi bukti nyata bahwa sebuah brand dapat mengungguli zaman jika memiliki akar fungsional yang kuat. Mereka berhasil membuktikan sebuah tesis bisnis bahwa kekurangan secara estetika konvensional dapat diubah menjadi keunggulan kompetitif yang mutlak jika dibarengi dengan kualitas fungsi yang tak tertandingi.

Di tengah ketatnya persaingan industri alas kaki global, Birkenstock tetap berdiri kokoh di jalurnya sendiri, mendikte bagaimana cara dunia melangkah dengan jujur, nyaman, dan penuh percaya diri.

Sumber : https://www.liputan6.com/bisnis/read/8242826/dulu-dicap-buruk-rupa-kini-birkenstock-jadi-simbol-kelas

S&P Global vs S&P Dow Jones Indices, Apa Bedanya?

S&P Global vs S&P Dow Jones Indices, Apa Bedanya?

Liputan6.com, Jakarta – Penyedia indeks global S&P Dow Jones Indices memasukkan Indonesia dan Turki ke dalam daftar pantau (watchlist) yang berpotensi mengalami reklasifikasi dari pasar emerging market menjadi frontier market dalam tinjauan tahunan 2027.

Keputusan tersebut memicu pertanyaan mengenai perbedaan antara S&P Global dan S&P Dow Jones Indices. Meski sama-sama berada dalam ekosistem S&P Global, keduanya memiliki fungsi yang berbeda dalam industri keuangan global.

Mengutip laman Spglobal.com, Rabu (8/7/2026), S&P Global merupakan perusahaan jasa keuangan yang dikenal luas sebagai penyedia peringkat kredit, data pasar, analisis risiko, hingga penyusunan indeks keuangan. Lembaga ini membantu investor, pemerintah, maupun perusahaan dalam menilai tingkat kelayakan kredit dan risiko investasi.

Cikal bakal perusahaan ini berasal dari dua entitas, yakni Poor’s Publishing yang berdiri pada 1868 dan Standard Statistics Bureau yang didirikan pada 1906. Keduanya bergabung pada 1941 menjadi Standard & Poor’s sebelum akhirnya berada di bawah McGraw-Hill.

Pada 2012, operasi indeks Standard & Poor’s digabungkan dengan Dow Jones Indices. Selanjutnya, pada 2016, McGraw Hill Financial resmi berganti nama menjadi S&P Global yang membawahi sejumlah divisi, termasuk Ratings, Market Intelligence, Platts, dan S&P Dow Jones Indices.

Saat ini S&P Global memiliki lebih dari 1.500 analis kredit dan telah menerbitkan lebih dari satu juta peringkat kredit bagi pemerintah, korporasi, lembaga keuangan, hingga berbagai instrumen utang di seluruh dunia.

Peringkat kredit yang diterbitkan S&P Global berkisar dari level tertinggi AAA hingga D. Selain itu, perusahaan juga menyediakan penilaian prospek kredit dalam jangka waktu enam bulan hingga dua tahun sebagai acuan investor dalam mengukur risiko.

S&P Dow Jones Indices Berperan Menyusun Indeks Pasar Saham

Berbeda dengan S&P Global yang berfokus pada analisis kredit, S&P Dow Jones Indices (S&P DJI) merupakan divisi yang bertugas mengembangkan dan mengelola berbagai indeks pasar saham global.

Perusahaan ini menjadi salah satu penyedia indeks terbesar di dunia yang produknya digunakan investor sebagai tolok ukur kinerja pasar, evaluasi portofolio, hingga dasar penyusunan berbagai produk investasi seperti reksa dana indeks dan ETF.

Jejak sejarah S&P DJI bermula ketika Charles Dow menciptakan indeks pasar saham pertama pada 1896. Dari sana lahir sejumlah indeks ikonik seperti Dow Jones Industrial Average (DJIA) dan S&P 500 yang kini menjadi acuan utama pergerakan pasar saham global. Dalam operasionalnya, S&P DJI mengedepankan empat prinsip utama, yakni independensi, transparansi, keandalan, dan integritas.

Seluruh metodologi penyusunan indeks dipublikasikan secara terbuka agar dapat dipahami pelaku pasar dan meminimalkan potensi konflik kepentingan.

Melalui jaringan kemitraan dengan berbagai bursa saham di dunia, S&P DJI juga menggabungkan perspektif global dengan keahlian lokal untuk menyusun indeks yang mencerminkan dinamika masing-masing pasar. Salah satu tugasnya adalah melakukan klasifikasi pasar negara, termasuk menempatkan Indonesia dalam daftar pantau yang berpotensi turun status dari emerging market menjadi frontier market pada evaluasi 2027.

Sumber : https://www.liputan6.com/saham/read/8241810/sampp-global-vs-sampp-dow-jones-indices-apa-bedanya

Indonesia Amankan Stok Beras Antisipasi El Nino

Indonesia Amankan Stok Beras Antisipasi El Nino

Indonesia resmi membukukan volume Cadangan Beras Pemerintah (CBP) tertinggi dalam sejarah nasional, mencapai 5,2 juta ton. Angka ini menjadi instrumen krusial bagi pemerintah dalam menjaga stabilitas pasokan di tengah ancaman fenomena iklim El Nino yang berpotensi memengaruhi produktivitas sektor pertanian.

Sekretaris Utama Badan Pangan Nasional (Bapanas), Sarwo Edhy, menegaskan bahwa akumulasi cadangan tersebut berfungsi sebagai bantalan strategis yang memberikan fleksibilitas bagi negara untuk melakukan intervensi pasar, guna menekan potensi volatilitas harga yang kerap muncul akibat gangguan pada rantai pasok maupun penurunan produksi musiman.

“Cadangan ini bukan sekedar angka, tetapi merupakan bantalan strategis yang memberi ruang bagi pemerintah untuk menjaga pasokan sekaligus meredam gejolak harga ketika terjadi gangguan produksi maupun distribusi akibat musim kemarau,” ujar Sarwo Edhy dalam keterangan resminya yang dikutip Selasa 7 Juli 2026.

Sebagai langkah mitigasi, pemerintah telah mengimplementasikan serangkaian intervensi di seluruh wilayah. Hingga awal Juni 2026, tercatat lebih dari 5.573 unit Gerakan Pangan Murah (GPM) telah dilaksanakan di 37 provinsi.

Selain itu, pendistribusian beras melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) terus diakselerasi dengan realisasi mencapai 463.000 ton untuk memastikan keterjangkauan harga di tingkat konsumen akhir.

Pencapaian stok pangan nasional ini berakar pada peningkatan produktivitas di sektor hulu. Melalui optimalisasi lahan, perbaikan sistem irigasi, serta program pompanisasi yang masif, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat adanya lonjakan produksi beras sebesar 13,29 persen pada 2025 dibandingkan periode sebelumnya.

Keberhasilan ini mendapatkan pengakuan global. Berdasarkan laporan FAO Food Outlook edisi Juni 2026, Indonesia kini menempati posisi produsen beras terbesar di Asia Tenggara dan peringkat keempat di dunia.

“FAO Food Outlook edisi Juni 2026 menuliskan bahwa Indonesia dinobatkan sebagai produsen beras terbesar di Asia Tenggara dan peringkat keempat di dunia. Ini menunjukkan bahwa penguatan ketahanan pangan Indonesia diakui oleh lembaga pangan internasional,” tambah Sarwo Edhy.

Pemerintah menyatakan akan terus melakukan pengawasan ketat dan koordinasi lintas sektor untuk memastikan ketersediaan komoditas pokok tetap terjaga meski tantangan iklim global masih membayangi.

Stimulus ekonomi berupa bantuan pangan yang telah menjangkau 33,2 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) direncanakan berlanjut hingga triwulan ketiga tahun ini sebagai bentuk komitmen perlindungan daya beli masyarakat.

sumber : https://ekonomi.tvrinews.com/berita/t4r5cau-indonesia-amankan-stok-beras-antisipasi-el-nino

Investasi Rp1 Triliun, Gambir Menjadi Teras Jakarta

Investasi Rp1 Triliun, Gambir Menjadi Teras Jakarta

PT Kereta Api Indonesia (Persero) secara resmi mengumumkan rencana transformasi besar-besaran bagi Stasiun Gambir, Jakarta. Proyek strategis yang menelan anggaran hingga Rp1 triliun ini bertujuan mengintegrasikan moda transportasi dengan ruang publik ikonik, menjadikan stasiun tersebut sebagai “teras” bagi kawasan Monumen Nasional (Monas).

Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, menegaskan bahwa seluruh pendanaan proyek ini sepenuhnya berasal dari kas internal perusahaan. Menurutnya, langkah ini merupakan bagian dari upaya KAI untuk mengembangkan bisnis di luar operasional utama transportasi kereta api.

“Anggaran yang disiapkan mencapai Rp1 triliun. Kami mendanai sendiri karena ini adalah murni langkah bisnis,” ujar Bobby dikutip Kamis 9 Juli 2026.

Pengerjaan revitalisasi direncanakan mulai bergulir pada akhir tahun ini dan ditargetkan rampung sepenuhnya pada 2028. Fokus utama pengembangan ini bukan sekadar meningkatkan efisiensi layanan kereta api, melainkan menciptakan pengalaman baru bagi pengunjung dan penumpang.

Integrasi Wisata dan Transportasi

Selama ini, kawasan pusat Jakarta dinilai belum memiliki ruang publik yang optimal bagi masyarakat untuk menikmati panorama Monas secara leluasa. KAI ingin mengubah Stasiun Gambir menjadi titik pandang utama yang menyatu dengan estetika kawasan Monas.

“Monas adalah panggung besar Indonesia, namun hingga kini belum ada area yang benar-benar berfungsi sebagai ‘teras’ untuk memandangnya. Kami ingin menghadirkan in-journey experience, di mana pelanggan tidak hanya datang untuk bepergian, tetapi juga merasakan kenyamanan menikmati Monas,” tambah Bobby.

Sebagai bagian dari penataan kawasan Monas, proyek ini nantinya akan menyinergikan berbagai elemen penting, mulai dari transportasi antarkota, mobilitas urban, hingga sektor kuliner dan ritel.

Gambir akan diposisikan sebagai simpul kedatangan yang menghubungkan mobilitas harian dengan ruang publik yang lebih tertata dan ramah bagi warga.

Strategi ini dinilai krusial mengingat posisi strategis Stasiun Gambir yang berdekatan langsung dengan jantung ibu kota. Ke depan, KAI berharap wajah baru stasiun ini dapat memperkuat fungsi Monas sebagai pusat kegiatan sosial dan wisata nasional, sekaligus memberikan impresi positif bagi setiap orang yang menginjakkan kaki di Jakarta.

Sumber : https://ekonomi.tvrinews.com/berita/t81i2ph-investasi-rp1-triliun-gambir-menjadi-teras-jakarta

Cegah PHK, Pemerintah Turunkan Harga Gas Industri

Cegah PHK, Pemerintah Turunkan Harga Gas Industri

Liputan6.com, Jakarta – Pemerintah memutuskan menurunkan harga liquefied natural gas (LNG) untuk sektor industri menjadi US$ 13 per MMBTU dari sebelumnya berkisar US$ 20-23 per MMBTU. Kebijakan tersebut diambil untuk menjaga daya saing industri nasional sekaligus mencegah terjadinya pemutusan hubungan kerja (PHK).

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan, keputusan tersebut merupakan hasil koordinasi pemerintah bersama DPR setelah menerima berbagai masukan dari pelaku industri di tengah lonjakan harga gas dunia.

Menurut Bahlil, dalam beberapa hari terakhir pemerintah menerima aspirasi dari sejumlah asosiasi industri, terutama sektor keramik, pelaku industri lainnya, hingga serikat pekerja yang mengeluhkan tingginya biaya energi.

“Kami berpandangan, memastikan keberlanjutan lapangan pekerjaan itu merupakan bagian daripada tanggung jawab pemerintah,” ujar Bahlil dalam konferensi pers di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (29/6/2026).

Pemerintah kemudian mengevaluasi struktur biaya LNG atas arahan Presiden agar sektor industri tetap mampu bersaing. Hasilnya, harga LNG yang sebelumnya mencapai US$ 20-23 per MMBTU dipangkas menjadi US$ 13 per MMBTU.

Bahlil berharap kebijakan tersebut dapat mengurangi beban biaya produksi yang selama ini dirasakan industri sehingga aktivitas usaha tetap berjalan dan penyerapan tenaga kerja dapat dipertahankan.

Bukan karena Langka

Bahlil menjelaskan, pemerintah tetap mempertahankan program Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT) bagi industri di kisaran US$ 6,5-7 per MMBTU. Sementara itu, industri pengguna gas pipa di luar skema HGBT dengan pasokan dari wilayah Jawa masih dikenakan harga US$ 9,6 per MMBTU.

Persoalan utama terjadi pada industri yang menggunakan LNG. Menurut Bahlil, penurunan produksi gas di wilayah Jawa bagian barat membuat pasokan harus didatangkan dari Papua, Sulawesi, Kalimantan, dan wilayah lain di luar Jawa.

Kondisi tersebut menyebabkan biaya transportasi dan regasifikasi meningkat sehingga harga LNG yang diterima industri melonjak hingga US$ 20-23 per MMBTU.

Meski demikian, Bahlil menegaskan kenaikan harga tersebut bukan disebabkan oleh kelangkaan gas di dalam negeri. Menurut dia, produksi gas nasional masih sesuai target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

“Secara akumulasi lifting gas kita itu mencapai target APBN. Karena itu gas tidak kita impor. Jadi masalahnya bukan tidak adanya gas, gas ada tapi harga LNG-nya yang mahal. Jadi kita sudah memutuskan untuk LNG industri harganya 13 dolar per MMBTU,” kata Bahlil.

Dengan kebijakan baru ini, pemerintah berharap industri tetap kompetitif di tengah dinamika harga energi global sekaligus mampu menjaga keberlangsungan investasi dan lapangan kerja.

sumber : https://www.liputan6.com/bisnis/read/8090171/cegah-phk-pemerintah-turunkan-harga-gas-industri

Emas Now luncurkan ‘Smart Buy’: Cara revolusioner beli logam mulia lebih murah dan bebas ongkir

Emas Now luncurkan ‘Smart Buy’: Cara revolusioner beli logam mulia lebih murah dan bebas ongkir

Minat masyarakat Indonesia terhadap investasi emas sebagai aset safe haven terus meningkat. Menjawab kebutuhan tersebut, Emas Now resmi meluncurkan inovasi terbaru bernama Emas Now Smart Buy. Program ini menjadi terobosan pertama di Indonesia yang menawarkan cara revolusioner bagi masyarakat untuk memiliki Logam Mulia (Antam, UBS, dan G24) dengan harga yang jauh lebih terjangkau dibandingkan situs resmi produsen maupun toko ritel konvensional.

Berbeda dengan skema pembelian emas pada umumnya, Emas Now Smart Buy mengusung konsep platform unik yang menjual kembali (re-trade) stok Logam Mulia milik Emas Now yang sebelumnya telah dijual kembali oleh para investor.

Jika biasanya perusahaan jual-beli emas mengambil margin keuntungan yang besar dari pasar sekunder (buyback dan jual kembali), Emas Now Smart Buy mendobrak tradisi tersebut dengan filosofi: Margin Lebih Rendah, Nilai Lebih Tinggi, dan Kepercayaan Pelanggan.

Dengan mengalokasikan langsung stok re-trade ini kepada pelanggan yang memenuhi syarat, Emas Now berkomitmen penuh untuk membuat kepemilikan emas menjadi lebih inklusif dan ramah di kantong. Tidak hanya menawarkan harga yang sangat kompetitif, Emas Now juga mengumumkan pencapaian besar lainnya (milestone), yaitu fasilitas gratis ongkos kirim (free shipping) ke seluruh wilayah Indonesia.

“Melalui Emas Now Smart Buy, kami ingin mendefinisikan ulang cara masyarakat Indonesia berinvestasi emas. Kami memangkas margin keuntungan kami demi memberikan nilai maksimal bagi konsumen. Ditambah dengan gratis ongkir ke seluruh Indonesia, kami percaya ini adalah era baru investasi logam mulia yang lebih adil dan transparan,” ujars Alif Fauzan sebagai Direktur Marketing & Operasional emasnow.

Cara Kerja Emas Now Smart Buy

Sesuai dengan slogan, “Harga Terbaik Logam Mulia”, program ini menawarkan kemudahan bagi siapa saja tanpa membedakan gramasi atau seri emas. Konsumen cukup mengikuti beberapa langkah mudah.

Yang pertama adalah registrasi, yaitu melakukan pendaftaran melalui platform resmi emas “Now Smart Buy”. Langkah kedua adalah pantau stok, dimana kita dapat mengakses ketersediaan stok emas hasil re-trade dengan harga khusus.

Langkah berikutnya adalah mendapatkan Informasi harga harian yang akan dipublikasikan secara transparan setiap hari melalui situs resmi dan terakhir mendapatkan alokasi stok, dimana ketersediaan produk sepenuhnya bergantung pada inventaris emas yang dijual kembali oleh investor sebelumnya.

Informasi Penting bagi Calon Pembeli

Mengingat tingginya nilai keuntungan yang ditawarkan, program ini menerapkan beberapa regulasi demi kenyamanan bersama:

  • Stok Terbatas: Kuota emas yang tersedia bersifat terbatas (limited stock).
  • Sistem Antrean: Berlaku sistem antrean dan masa tunggu (waiting period) untuk proses persetujuan maupun pengiriman produk.
  • Seleksi Registrasi: Persetujuan pendaftaran dilakukan secara berkala berdasarkan ketersediaan stok yang ada.
  • Kesempatan Menurun: Jika pendaftaran belum disetujui segera, data calon pembeli otomatis akan masuk ke dalam antrean kuota berikutnya untuk pengajuan ulang.

Masyarakat dan investor yang ingin memanfaatkan peluang emas ini sudah dapat mengunjungi situs resmi di www.emasnowsmartbuy.id untuk melakukan pendaftaran dan melihat informasi lebih lanjut.

Emas Now adalah platform jual-beli Logam Mulia terpercaya di Indonesia yang berkomitmen menyediakan akses investasi emas yang aman, transparan, dan terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat. Melalui inovasi berkelanjutan, Emas Now hadir untuk mendukung ketahanan finansial masyarakat Indonesia

sumber : https://www.lensaindonesia.com/emas-now-luncurkan-smart-buy-cara-revolusioner-beli-logam-mulia-lebih-murah-dan-bebas-ongkir/