Harga Emas Terkoreksi, Hartadinata Abadi Optimistis Permintaan Tetap Tumbuh

Harga Emas Terkoreksi, Hartadinata Abadi Optimistis Permintaan Tetap Tumbuh

Liputan6.com, Jakarta – Harga emas dunia memasuki fase koreksi setelah sempat mencetak rekor tertinggi pada awal 2026. Sepanjang Juni, rata-rata harga emas global turun sekitar 8% dibandingkan bulan sebelumnya. Namun, pelemahan tersebut belum menghapus tren kenaikan harga emas di dalam negeri karena harga emas dalam rupiah masih menguat sekitar 5,5% sejak awal tahun (year-to-date), didorong pelemahan nilai tukar rupiah.

PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) menilai koreksi harga emas merupakan bagian dari dinamika pasar yang wajar dan tidak mengubah prospek jangka panjang industri logam mulia. Perseroan melihat permintaan emas masih ditopang berbagai faktor fundamental, mulai dari ketidakpastian geopolitik, arah kebijakan suku bunga global, hingga meningkatnya kesadaran masyarakat menjadikan emas sebagai instrumen tabungan dan investasi.

Direktur Investor Relations Hartadinata Abadi Thendra Crisnanda mengatakan, fluktuasi harga emas merupakan konsekuensi dari berbagai perkembangan ekonomi global.

“Namun kami melihat fundamental permintaan emas masih tetap kuat, didukung oleh meningkatnya kesadaran masyarakat untuk menabung emas serta berkembangnya ekosistem bullion di Indonesia. Karena itu, kami tetap optimistis terhadap prospek industri emas dalam jangka panjang,” ujar Thendra dikutip Minggu (12/7/2026).

Tekanan terhadap harga emas dipengaruhi keputusan bank sentral Amerika Serikat (Federal Reserve) yang mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama (higher for longer). Kebijakan tersebut memperkuat dolar AS sehingga menekan harga emas di pasar global.

Di sisi lain, ketegangan geopolitik di Timur Tengah, termasuk dinamika hubungan Amerika Serikat dan Iran serta fluktuasi harga minyak dunia, masih menjadi faktor yang memengaruhi pergerakan harga emas.

Koreksi Jangka Pendek

Di dalam negeri, Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan menjadi 5,50% melalui kebijakan off-cycle untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Meski demikian, Hartadinata Abadi menilai prospek harga emas dalam jangka menengah hingga panjang masih didukung tingginya permintaan dari bank-bank sentral dunia yang terus menambah cadangan emas.

Perseroan juga terus memperkuat fondasi bisnis melalui penerapan tata kelola perusahaan yang baik, manajemen risiko, serta kepatuhan terhadap seluruh regulasi di setiap rantai pasok dan aktivitas operasional.

Optimisme terhadap industri emas juga datang dari kalangan analis. Analis BCA Sekuritas, Jesselyn, menilai koreksi harga emas saat ini lebih bersifat jangka pendek dibandingkan perubahan fundamental permintaan.

“Meski harga emas sempat terkoreksi, kami melihat ketidakpastian geopolitik dan makroekonomi yang masih berlanjut akan terus menopang permintaan emas, terutama sebagai aset lindung nilai,” kata dia.

Senada, Equity Research Analyst BNI Sekuritas Vera menilai koreksi harga emas lebih dipicu penyesuaian likuiditas jangka pendek akibat kenaikan imbal hasil obligasi Amerika Serikat, kuatnya data ekonomi negeri tersebut, serta pergeseran alokasi investasi ke instrumen lain setelah sejumlah aksi korporasi besar di pasar global.

Volume Penjualan Emas

Vera menilai prospek jangka panjang Hartadinata Abadi tetap menarik karena perubahan perilaku masyarakat yang semakin memilih emas batangan sebagai instrumen menabung dibandingkan perhiasan.

“Secara historis, volume penjualan emas Hartadinata Abadi tetap bertumbuh bahkan ketika harga emas mengalami koreksi pada 2022. Ke depan, kami melihat perubahan pola konsumsi masyarakat dari perhiasan menuju emas batangan sebagai instrumen menabung, serta berkembangnya ekosistem bullion di Indonesia, akan menjadi katalis positif bagi pertumbuhan HRTA,” ujar Vera.

Optimisme tersebut tercermin dari kinerja perusahaan. Sepanjang kuartal I 2026, Hartadinata Abadi membukukan pertumbuhan pendapatan sebesar 196,96% secara tahunan. Laba bersih juga meningkat 189,48%, didukung lonjakan volume penjualan emas murni sebesar 75,18%, yang menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap produk emas.

Sumber : https://www.liputan6.com/bisnis/read/8244155/harga-emas-terkoreksi-hartadinata-abadi-optimistis-permintaan-tetap-tumbuh

Mengelola Risiko Fluktuasi Nilai Tukar dengan Layanan Treasury dan Produk Valas Bank Mayapada

Mengelola Risiko Fluktuasi Nilai Tukar dengan Layanan Treasury dan Produk Valas Bank Mayapada

Ekspansi ke pasar internasional membawa berbagai peluang pertumbuhan bagi pelaku usaha. Namun, di balik peluang tersebut terdapat tantangan yang tidak dapat diabaikan, yaitu fluktuasi nilai tukar valuta asing (valas). Pergerakan kurs dapat memengaruhi biaya transaksi, arus kas, hingga margin keuntungan perusahaan, terutama bagi bisnis yang aktif melakukan pembayaran maupun penerimaan dana dalam mata uang asing.

Untuk membantu nasabah menghadapi dinamika tersebut, Bank Mayapada menghadirkan layanan Treasury yang didukung berbagai solusi transaksi valas serta produk simpanan valas yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan nasabah perorangan maupun perusahaan.

Untuk solusi dan kebutuhan transaksi bisnis dan operasional perusahaan dalam mata uang asing, Bank Mayapada menyediakan produk myGIRO Valas yang tersedia dalam mata uang USD dan SGD. Produk ini dirancang untuk mendukung kebutuhan transaksi korporasi secara lebih optimal, dengan tetap mengedepankan kemudahan dan fleksibilitas dalam pengelolaan dana valas perusahaan.

Eksekusi Real-Time di 6 Mata Uang Utama

Di tengah aktivitas perdagangan global yang bergerak dinamis, kecepatan eksekusi transaksi keuangan menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung kelancaran bisnis. Oleh karena itu, Bank Mayapada menghadirkan layanan transaksi Foreign Exchange (FX) secara real-time dengan dukungan kurs yang kompetitif sesuai kondisi pasar.

Layanan Treasury Bank Mayapada mendukung transaksi dalam enam mata uang utama yang banyak digunakan dalam perdagangan internasional, yaitu Dolar Amerika Serikat (USD), Dolar Singapura (SGD), Dolar Australia (AUD), Yuan China (CNY), Yen Jepang (JPY), dan Dolar Hong Kong (HKD).

Ketersediaan berbagai pilihan mata uang tersebut memberikan fleksibilitas bagi nasabah dalam menjalankan aktivitas bisnis lintas negara, baik untuk kebutuhan pembayaran kepada pemasok, penerimaan hasil ekspor, maupun berbagai transaksi internasional lainnya. Dengan dukungan layanan Treasury yang terintegrasi, Bank Mayapada membantu nasabah mengelola kebutuhan transaksi valas secara efektif dan efisien.

Strategi Lindung Nilai untuk Menjaga Stabilitas Bisnis

Bagi perusahaan yang memiliki eksposur terhadap pergerakan kurs, pengelolaan risiko nilai tukar merupakan bagian penting dalam menjaga stabilitas keuangan dan mendukung perencanaan bisnis yang lebih terukur. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, Bank Mayapada menyediakan berbagai produk FX yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan transaksi dan pengelolaan likuiditas nasabah, misalnya pilihan transaksi Today (TOD), Tomorrow (TOM), dan Spot yang memberikan fleksibilitas dalam pelaksanaan transaksi valas.

Selain itu, Bank Mayapada juga menyediakan berbagai instrumen lindung nilai (hedging), seperti Forward, Swap, dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF). Berbagai solusi tersebut membantu nasabah mengelola risiko fluktuasi nilai tukar serta memperoleh kemudahan dalam perencanaan arus kas dan kebutuhan pembayaran di masa mendatang.

Melalui sinergi antara layanan pembiayaan melalui myLOAN, fasilitas trade finance, serta berbagai solusi Treasury yang komprehensif tersebut, Bank Mayapada berkomitmen untuk mendukung pertumbuhan usaha nasabah dalam menghadapi tantangan bisnis yang semakin dinamis. Dengan dukungan layanan yang terintegrasi, Bank Mayapada siap menjadi mitra andal bagi pelaku usaha yang ingin mengembangkan bisnisnya, baik di pasar domestik, regional, maupun internasional.

Sumber : https://www.inilah.com/mengelola-risiko-fluktuasi-nilai-tukar-dengan-layanan-treasury-dan-produk-valas-bank-mayapada

Dulu Dicap Buruk Rupa, Kini Birkenstock Jadi Simbol Kelas

Dulu Dicap Buruk Rupa, Kini Birkenstock Jadi Simbol Kelas

Liputan6.com, Jakarta – Industri sepatu dunia tengah sibuk mengejar tren mode cepat (fast fashion), di mana desain dan estetika sering kali mengorbankan kenyamanan kaki. Namun, Birkenstock justru hadir sebagai sebuah anomali. Merek ini memilih jalan berbeda, tetap kokoh dengan prinsipnya yang mengutamakan kenyamanan di atas segalanya.

Selama lebih dari dua abad, merek asal Jerman ini secara keras kepala mempertahankan bentuk sol gabus tebalnya yang ikonik. Di masa lalu, produk mereka kerap dicap sebagai alas kaki kuno, tidak menarik, bahkan jauh dari kata modis.

Namun, melalui komitmen tanpa kompromi terhadap kesehatan anatomi kaki manusia yang dipadukan dengan strategi reposisi merek yang genius di era modern, Birkenstock berhasil membalikkan persepsi tersebut secara radikal, mengubah sandal “buruk rupa” menjadi lambang status sosial dan pernyataan gaya hidup yang autentik.

Salah satu aspek paling menakjubkan dari Birkenstock adalah fakta sejarah bahwa merek ini telah berhasil bertahan dan relevan selama 250 tahun. Dimulai dari catatan silsilah Johann Adam Birkenstock sebagai perajin sepatu yang taat di sebuah desa kecil di Jerman pada tahun 1774, warisan keahlian ini diwariskan dari generasi ke generasi.

Ketahanan selama seperempat milenium ini bukanlah sebuah kebetulan, melainkan hasil dari konsistensi yang ekstrem terhadap satu misi tunggal, yakni mendukung kesehatan kaki manusia.

Ketika berbagai perang global terjadi, revolusi industri mengubah peta ekonomi, dan ribuan tren mode lahir lalu mati, Birkenstock tetap berpegang teguh pada cetakan sol gabus (footbed) kontur alami mereka yang legendaris. Ini membuktikan bahwa kebutuhan dasar manusia akan kenyamanan fisik adalah fondasi bisnis yang tidak akan pernah kedaluwarsa.

Dilansir dari laman Medium, Jumat (10/7/2026), kunci kekuatan Birkenstock terletak pada konsistensi mereka untuk tidak mengejar tren sesaat, melainkan berfokus pada nilai fungsi ortopedi yang tak lekang oleh waktu (timeless). Birkenstock secara geniusmerenovasi citra mereknya demi memenuhi tuntutan konsumen modern tanpa sedikit pun mengorbankan DNA kenyamanan aslinya.

Kolaborasi dengan Dior Hingga Manolo

Perusahaan membuka diri terhadap kolaborasi tingkat tinggi dengan rumah mode mewah dunia seperti Dior, Manolo Blahnik, dan Valentino, serta memperluas variasi material tanpa menghilangkan cetakan sol gabus (footbed) legendaris mereka. Langkah ini sukses mengangkat posisi Birkenstock dari sekadar sandal kesehatan fungsional menjadi barang buruan para pencinta mode premium global.

Strategi pemasaran Birkenstock sangat bergantung pada prinsip kejujuran produk dan kekuatan promosi dari mulut ke mulut (word-of-mouth). Merek ini tidak mengandalkan jargon pemasaran yang manipulatif; mereka membiarkan kualitas kenyamanan fisik yang dirasakan langsung oleh penggunanya menjadi duta merek terbaik.

Dengan menargetkan konsumen yang menghargai keberlanjutan produk (sustainability) dan kenyamanan yang jujur, Birkenstock berhasil membangun ekosistem branding yang sangat organik. Mereka membuktikan bahwa di tengah pasar yang bising dengan kepalsuan visual, mempertahankan identitas produk yang fungsional secara konsisten adalah taktik terbaik untuk memenangkan loyalitas konsumen lintas generasi.

Rahasia Keberhasilan Bertahan di Tengah Polarisasi Mode

Mengutip laman The Guardian, Jumat (10/7/2026), daya tahan Birkenstock yang luar biasa di panggung mode dunia didorong oleh karakteristik produknya yang aseksual (genderless), sangat nyaman (snug), dan konsisten hadir melampaui berbagai siklus tren.

Daya tarik utama Birkenstock justru bersumber dari sifatnya yang menolak dikotomi gender tradisional dan standar keindahan konvensional yang kaku. Ketika masyarakat urban mulai mengalami kejenuhan terhadap sepatu hak tinggi atau sepatu kets sintetis yang menyiksa kaki, Birkenstock hadir sebagai sebuah katarsis gaya hidup yang menawarkan kebebasan fisik sekaligus pernyataan anti-konformis yang berani.

Melalui kemunculannya di budaya populer, termasuk momen ikonik dalam film Barbie, Birkenstock semakin mempertegas posisinya sebagai simbol pilihan hidup yang rasional dan percaya diri. Rahasia kesuksesan abadi merek ini adalah kemampuannya untuk tetap relevan dengan cara menjadi diri sendiri.

Konsumen mengenakan Birkenstock bukan untuk mengesankan orang lain dengan kemewahan yang glamor, melainkan untuk merayakan kenyamanan diri mereka sendiri, sebuah filosofi yang sangat selaras dengan pergeseran nilai masyarakat modern yang kini lebih memprioritaskan kesehatan mental dan fisik di atas sekadar penampilan visual artifisial.

Konsistensi Identitas di Garis Depan Industri

Sinergi antara keteguhan mempertahankan nilai ortopedi serta keunikan karakter sosial menegaskan posisi Birkenstock sebagai pelopor gerakan anti-fashion yang paling sukses di dunia.

Rekor bertahan selama 250 tahun menjadi bukti nyata bahwa sebuah brand dapat mengungguli zaman jika memiliki akar fungsional yang kuat. Mereka berhasil membuktikan sebuah tesis bisnis bahwa kekurangan secara estetika konvensional dapat diubah menjadi keunggulan kompetitif yang mutlak jika dibarengi dengan kualitas fungsi yang tak tertandingi.

Di tengah ketatnya persaingan industri alas kaki global, Birkenstock tetap berdiri kokoh di jalurnya sendiri, mendikte bagaimana cara dunia melangkah dengan jujur, nyaman, dan penuh percaya diri.

Sumber : https://www.liputan6.com/bisnis/read/8242826/dulu-dicap-buruk-rupa-kini-birkenstock-jadi-simbol-kelas

S&P Global vs S&P Dow Jones Indices, Apa Bedanya?

S&P Global vs S&P Dow Jones Indices, Apa Bedanya?

Liputan6.com, Jakarta – Penyedia indeks global S&P Dow Jones Indices memasukkan Indonesia dan Turki ke dalam daftar pantau (watchlist) yang berpotensi mengalami reklasifikasi dari pasar emerging market menjadi frontier market dalam tinjauan tahunan 2027.

Keputusan tersebut memicu pertanyaan mengenai perbedaan antara S&P Global dan S&P Dow Jones Indices. Meski sama-sama berada dalam ekosistem S&P Global, keduanya memiliki fungsi yang berbeda dalam industri keuangan global.

Mengutip laman Spglobal.com, Rabu (8/7/2026), S&P Global merupakan perusahaan jasa keuangan yang dikenal luas sebagai penyedia peringkat kredit, data pasar, analisis risiko, hingga penyusunan indeks keuangan. Lembaga ini membantu investor, pemerintah, maupun perusahaan dalam menilai tingkat kelayakan kredit dan risiko investasi.

Cikal bakal perusahaan ini berasal dari dua entitas, yakni Poor’s Publishing yang berdiri pada 1868 dan Standard Statistics Bureau yang didirikan pada 1906. Keduanya bergabung pada 1941 menjadi Standard & Poor’s sebelum akhirnya berada di bawah McGraw-Hill.

Pada 2012, operasi indeks Standard & Poor’s digabungkan dengan Dow Jones Indices. Selanjutnya, pada 2016, McGraw Hill Financial resmi berganti nama menjadi S&P Global yang membawahi sejumlah divisi, termasuk Ratings, Market Intelligence, Platts, dan S&P Dow Jones Indices.

Saat ini S&P Global memiliki lebih dari 1.500 analis kredit dan telah menerbitkan lebih dari satu juta peringkat kredit bagi pemerintah, korporasi, lembaga keuangan, hingga berbagai instrumen utang di seluruh dunia.

Peringkat kredit yang diterbitkan S&P Global berkisar dari level tertinggi AAA hingga D. Selain itu, perusahaan juga menyediakan penilaian prospek kredit dalam jangka waktu enam bulan hingga dua tahun sebagai acuan investor dalam mengukur risiko.

S&P Dow Jones Indices Berperan Menyusun Indeks Pasar Saham

Berbeda dengan S&P Global yang berfokus pada analisis kredit, S&P Dow Jones Indices (S&P DJI) merupakan divisi yang bertugas mengembangkan dan mengelola berbagai indeks pasar saham global.

Perusahaan ini menjadi salah satu penyedia indeks terbesar di dunia yang produknya digunakan investor sebagai tolok ukur kinerja pasar, evaluasi portofolio, hingga dasar penyusunan berbagai produk investasi seperti reksa dana indeks dan ETF.

Jejak sejarah S&P DJI bermula ketika Charles Dow menciptakan indeks pasar saham pertama pada 1896. Dari sana lahir sejumlah indeks ikonik seperti Dow Jones Industrial Average (DJIA) dan S&P 500 yang kini menjadi acuan utama pergerakan pasar saham global. Dalam operasionalnya, S&P DJI mengedepankan empat prinsip utama, yakni independensi, transparansi, keandalan, dan integritas.

Seluruh metodologi penyusunan indeks dipublikasikan secara terbuka agar dapat dipahami pelaku pasar dan meminimalkan potensi konflik kepentingan.

Melalui jaringan kemitraan dengan berbagai bursa saham di dunia, S&P DJI juga menggabungkan perspektif global dengan keahlian lokal untuk menyusun indeks yang mencerminkan dinamika masing-masing pasar. Salah satu tugasnya adalah melakukan klasifikasi pasar negara, termasuk menempatkan Indonesia dalam daftar pantau yang berpotensi turun status dari emerging market menjadi frontier market pada evaluasi 2027.

Sumber : https://www.liputan6.com/saham/read/8241810/sampp-global-vs-sampp-dow-jones-indices-apa-bedanya

Indonesia Amankan Stok Beras Antisipasi El Nino

Indonesia Amankan Stok Beras Antisipasi El Nino

Indonesia resmi membukukan volume Cadangan Beras Pemerintah (CBP) tertinggi dalam sejarah nasional, mencapai 5,2 juta ton. Angka ini menjadi instrumen krusial bagi pemerintah dalam menjaga stabilitas pasokan di tengah ancaman fenomena iklim El Nino yang berpotensi memengaruhi produktivitas sektor pertanian.

Sekretaris Utama Badan Pangan Nasional (Bapanas), Sarwo Edhy, menegaskan bahwa akumulasi cadangan tersebut berfungsi sebagai bantalan strategis yang memberikan fleksibilitas bagi negara untuk melakukan intervensi pasar, guna menekan potensi volatilitas harga yang kerap muncul akibat gangguan pada rantai pasok maupun penurunan produksi musiman.

“Cadangan ini bukan sekedar angka, tetapi merupakan bantalan strategis yang memberi ruang bagi pemerintah untuk menjaga pasokan sekaligus meredam gejolak harga ketika terjadi gangguan produksi maupun distribusi akibat musim kemarau,” ujar Sarwo Edhy dalam keterangan resminya yang dikutip Selasa 7 Juli 2026.

Sebagai langkah mitigasi, pemerintah telah mengimplementasikan serangkaian intervensi di seluruh wilayah. Hingga awal Juni 2026, tercatat lebih dari 5.573 unit Gerakan Pangan Murah (GPM) telah dilaksanakan di 37 provinsi.

Selain itu, pendistribusian beras melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) terus diakselerasi dengan realisasi mencapai 463.000 ton untuk memastikan keterjangkauan harga di tingkat konsumen akhir.

Pencapaian stok pangan nasional ini berakar pada peningkatan produktivitas di sektor hulu. Melalui optimalisasi lahan, perbaikan sistem irigasi, serta program pompanisasi yang masif, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat adanya lonjakan produksi beras sebesar 13,29 persen pada 2025 dibandingkan periode sebelumnya.

Keberhasilan ini mendapatkan pengakuan global. Berdasarkan laporan FAO Food Outlook edisi Juni 2026, Indonesia kini menempati posisi produsen beras terbesar di Asia Tenggara dan peringkat keempat di dunia.

“FAO Food Outlook edisi Juni 2026 menuliskan bahwa Indonesia dinobatkan sebagai produsen beras terbesar di Asia Tenggara dan peringkat keempat di dunia. Ini menunjukkan bahwa penguatan ketahanan pangan Indonesia diakui oleh lembaga pangan internasional,” tambah Sarwo Edhy.

Pemerintah menyatakan akan terus melakukan pengawasan ketat dan koordinasi lintas sektor untuk memastikan ketersediaan komoditas pokok tetap terjaga meski tantangan iklim global masih membayangi.

Stimulus ekonomi berupa bantuan pangan yang telah menjangkau 33,2 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) direncanakan berlanjut hingga triwulan ketiga tahun ini sebagai bentuk komitmen perlindungan daya beli masyarakat.

sumber : https://ekonomi.tvrinews.com/berita/t4r5cau-indonesia-amankan-stok-beras-antisipasi-el-nino

Investasi Rp1 Triliun, Gambir Menjadi Teras Jakarta

Investasi Rp1 Triliun, Gambir Menjadi Teras Jakarta

PT Kereta Api Indonesia (Persero) secara resmi mengumumkan rencana transformasi besar-besaran bagi Stasiun Gambir, Jakarta. Proyek strategis yang menelan anggaran hingga Rp1 triliun ini bertujuan mengintegrasikan moda transportasi dengan ruang publik ikonik, menjadikan stasiun tersebut sebagai “teras” bagi kawasan Monumen Nasional (Monas).

Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, menegaskan bahwa seluruh pendanaan proyek ini sepenuhnya berasal dari kas internal perusahaan. Menurutnya, langkah ini merupakan bagian dari upaya KAI untuk mengembangkan bisnis di luar operasional utama transportasi kereta api.

“Anggaran yang disiapkan mencapai Rp1 triliun. Kami mendanai sendiri karena ini adalah murni langkah bisnis,” ujar Bobby dikutip Kamis 9 Juli 2026.

Pengerjaan revitalisasi direncanakan mulai bergulir pada akhir tahun ini dan ditargetkan rampung sepenuhnya pada 2028. Fokus utama pengembangan ini bukan sekadar meningkatkan efisiensi layanan kereta api, melainkan menciptakan pengalaman baru bagi pengunjung dan penumpang.

Integrasi Wisata dan Transportasi

Selama ini, kawasan pusat Jakarta dinilai belum memiliki ruang publik yang optimal bagi masyarakat untuk menikmati panorama Monas secara leluasa. KAI ingin mengubah Stasiun Gambir menjadi titik pandang utama yang menyatu dengan estetika kawasan Monas.

“Monas adalah panggung besar Indonesia, namun hingga kini belum ada area yang benar-benar berfungsi sebagai ‘teras’ untuk memandangnya. Kami ingin menghadirkan in-journey experience, di mana pelanggan tidak hanya datang untuk bepergian, tetapi juga merasakan kenyamanan menikmati Monas,” tambah Bobby.

Sebagai bagian dari penataan kawasan Monas, proyek ini nantinya akan menyinergikan berbagai elemen penting, mulai dari transportasi antarkota, mobilitas urban, hingga sektor kuliner dan ritel.

Gambir akan diposisikan sebagai simpul kedatangan yang menghubungkan mobilitas harian dengan ruang publik yang lebih tertata dan ramah bagi warga.

Strategi ini dinilai krusial mengingat posisi strategis Stasiun Gambir yang berdekatan langsung dengan jantung ibu kota. Ke depan, KAI berharap wajah baru stasiun ini dapat memperkuat fungsi Monas sebagai pusat kegiatan sosial dan wisata nasional, sekaligus memberikan impresi positif bagi setiap orang yang menginjakkan kaki di Jakarta.

Sumber : https://ekonomi.tvrinews.com/berita/t81i2ph-investasi-rp1-triliun-gambir-menjadi-teras-jakarta

Cegah PHK, Pemerintah Turunkan Harga Gas Industri

Cegah PHK, Pemerintah Turunkan Harga Gas Industri

Liputan6.com, Jakarta – Pemerintah memutuskan menurunkan harga liquefied natural gas (LNG) untuk sektor industri menjadi US$ 13 per MMBTU dari sebelumnya berkisar US$ 20-23 per MMBTU. Kebijakan tersebut diambil untuk menjaga daya saing industri nasional sekaligus mencegah terjadinya pemutusan hubungan kerja (PHK).

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan, keputusan tersebut merupakan hasil koordinasi pemerintah bersama DPR setelah menerima berbagai masukan dari pelaku industri di tengah lonjakan harga gas dunia.

Menurut Bahlil, dalam beberapa hari terakhir pemerintah menerima aspirasi dari sejumlah asosiasi industri, terutama sektor keramik, pelaku industri lainnya, hingga serikat pekerja yang mengeluhkan tingginya biaya energi.

“Kami berpandangan, memastikan keberlanjutan lapangan pekerjaan itu merupakan bagian daripada tanggung jawab pemerintah,” ujar Bahlil dalam konferensi pers di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (29/6/2026).

Pemerintah kemudian mengevaluasi struktur biaya LNG atas arahan Presiden agar sektor industri tetap mampu bersaing. Hasilnya, harga LNG yang sebelumnya mencapai US$ 20-23 per MMBTU dipangkas menjadi US$ 13 per MMBTU.

Bahlil berharap kebijakan tersebut dapat mengurangi beban biaya produksi yang selama ini dirasakan industri sehingga aktivitas usaha tetap berjalan dan penyerapan tenaga kerja dapat dipertahankan.

Bukan karena Langka

Bahlil menjelaskan, pemerintah tetap mempertahankan program Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT) bagi industri di kisaran US$ 6,5-7 per MMBTU. Sementara itu, industri pengguna gas pipa di luar skema HGBT dengan pasokan dari wilayah Jawa masih dikenakan harga US$ 9,6 per MMBTU.

Persoalan utama terjadi pada industri yang menggunakan LNG. Menurut Bahlil, penurunan produksi gas di wilayah Jawa bagian barat membuat pasokan harus didatangkan dari Papua, Sulawesi, Kalimantan, dan wilayah lain di luar Jawa.

Kondisi tersebut menyebabkan biaya transportasi dan regasifikasi meningkat sehingga harga LNG yang diterima industri melonjak hingga US$ 20-23 per MMBTU.

Meski demikian, Bahlil menegaskan kenaikan harga tersebut bukan disebabkan oleh kelangkaan gas di dalam negeri. Menurut dia, produksi gas nasional masih sesuai target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

“Secara akumulasi lifting gas kita itu mencapai target APBN. Karena itu gas tidak kita impor. Jadi masalahnya bukan tidak adanya gas, gas ada tapi harga LNG-nya yang mahal. Jadi kita sudah memutuskan untuk LNG industri harganya 13 dolar per MMBTU,” kata Bahlil.

Dengan kebijakan baru ini, pemerintah berharap industri tetap kompetitif di tengah dinamika harga energi global sekaligus mampu menjaga keberlangsungan investasi dan lapangan kerja.

sumber : https://www.liputan6.com/bisnis/read/8090171/cegah-phk-pemerintah-turunkan-harga-gas-industri

Emas Now luncurkan ‘Smart Buy’: Cara revolusioner beli logam mulia lebih murah dan bebas ongkir

Emas Now luncurkan ‘Smart Buy’: Cara revolusioner beli logam mulia lebih murah dan bebas ongkir

Minat masyarakat Indonesia terhadap investasi emas sebagai aset safe haven terus meningkat. Menjawab kebutuhan tersebut, Emas Now resmi meluncurkan inovasi terbaru bernama Emas Now Smart Buy. Program ini menjadi terobosan pertama di Indonesia yang menawarkan cara revolusioner bagi masyarakat untuk memiliki Logam Mulia (Antam, UBS, dan G24) dengan harga yang jauh lebih terjangkau dibandingkan situs resmi produsen maupun toko ritel konvensional.

Berbeda dengan skema pembelian emas pada umumnya, Emas Now Smart Buy mengusung konsep platform unik yang menjual kembali (re-trade) stok Logam Mulia milik Emas Now yang sebelumnya telah dijual kembali oleh para investor.

Jika biasanya perusahaan jual-beli emas mengambil margin keuntungan yang besar dari pasar sekunder (buyback dan jual kembali), Emas Now Smart Buy mendobrak tradisi tersebut dengan filosofi: Margin Lebih Rendah, Nilai Lebih Tinggi, dan Kepercayaan Pelanggan.

Dengan mengalokasikan langsung stok re-trade ini kepada pelanggan yang memenuhi syarat, Emas Now berkomitmen penuh untuk membuat kepemilikan emas menjadi lebih inklusif dan ramah di kantong. Tidak hanya menawarkan harga yang sangat kompetitif, Emas Now juga mengumumkan pencapaian besar lainnya (milestone), yaitu fasilitas gratis ongkos kirim (free shipping) ke seluruh wilayah Indonesia.

“Melalui Emas Now Smart Buy, kami ingin mendefinisikan ulang cara masyarakat Indonesia berinvestasi emas. Kami memangkas margin keuntungan kami demi memberikan nilai maksimal bagi konsumen. Ditambah dengan gratis ongkir ke seluruh Indonesia, kami percaya ini adalah era baru investasi logam mulia yang lebih adil dan transparan,” ujars Alif Fauzan sebagai Direktur Marketing & Operasional emasnow.

Cara Kerja Emas Now Smart Buy

Sesuai dengan slogan, “Harga Terbaik Logam Mulia”, program ini menawarkan kemudahan bagi siapa saja tanpa membedakan gramasi atau seri emas. Konsumen cukup mengikuti beberapa langkah mudah.

Yang pertama adalah registrasi, yaitu melakukan pendaftaran melalui platform resmi emas “Now Smart Buy”. Langkah kedua adalah pantau stok, dimana kita dapat mengakses ketersediaan stok emas hasil re-trade dengan harga khusus.

Langkah berikutnya adalah mendapatkan Informasi harga harian yang akan dipublikasikan secara transparan setiap hari melalui situs resmi dan terakhir mendapatkan alokasi stok, dimana ketersediaan produk sepenuhnya bergantung pada inventaris emas yang dijual kembali oleh investor sebelumnya.

Informasi Penting bagi Calon Pembeli

Mengingat tingginya nilai keuntungan yang ditawarkan, program ini menerapkan beberapa regulasi demi kenyamanan bersama:

  • Stok Terbatas: Kuota emas yang tersedia bersifat terbatas (limited stock).
  • Sistem Antrean: Berlaku sistem antrean dan masa tunggu (waiting period) untuk proses persetujuan maupun pengiriman produk.
  • Seleksi Registrasi: Persetujuan pendaftaran dilakukan secara berkala berdasarkan ketersediaan stok yang ada.
  • Kesempatan Menurun: Jika pendaftaran belum disetujui segera, data calon pembeli otomatis akan masuk ke dalam antrean kuota berikutnya untuk pengajuan ulang.

Masyarakat dan investor yang ingin memanfaatkan peluang emas ini sudah dapat mengunjungi situs resmi di www.emasnowsmartbuy.id untuk melakukan pendaftaran dan melihat informasi lebih lanjut.

Emas Now adalah platform jual-beli Logam Mulia terpercaya di Indonesia yang berkomitmen menyediakan akses investasi emas yang aman, transparan, dan terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat. Melalui inovasi berkelanjutan, Emas Now hadir untuk mendukung ketahanan finansial masyarakat Indonesia

sumber : https://www.lensaindonesia.com/emas-now-luncurkan-smart-buy-cara-revolusioner-beli-logam-mulia-lebih-murah-dan-bebas-ongkir/

Rekomendasi Saham 26 Juni 2026: JPFA, MDKA, ASII, DSSA, GULA, RMKE

Rekomendasi Saham 26 Juni 2026: JPFA, MDKA, ASII, DSSA, GULA, RMKE

Jakarta – Laju Indeks Harga Saham Gabunan (IHSG) berpeluang naik terbatas pada perdagangan saham Jumat, (26/6/2026). Lalu apa saja rekomendasi saham-nya?

Berdasarkan catatan BNI Sekuritas, IHSG ditutup naik 1,96% ke level 5.999,04, tetapi masih disertai dengan aksi jual asing Rp 299 miliar. Saham yang paling banyak dijual asing antara lain saham BMRI, BBRI, KLBF, AMMN dan JSMR.

“Hari ini IHSG berpotensi melanjutkan kenaikan terbatas,” ujar Retail Research Analyst BNI Sekuritas, Muhammad Lutfi Permana, dalam catatannya.

Ia menuturkan, IHSG akan berada di level support 5.960-5.920 dan level resistance 6.060-6.120 pada perdagangan saham Jumat pekan ini.

Rekomendasi Saham

Untuk rekomendasi saham hari ini, Lutfi memilih saham PT Japfa Comfeed Tbk (JPFA), PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), PT Astra International Tbk (ASII), PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), PT RMK Energy Tbk (RMKE), dan PT Aman Agrindo Tbk (GULA).

Rekomendasi Teknikal

Trading Idea hari ini: JPFA, MDKA, ASII, GULA, DSSA, dan RMKE

  1. JPFA Spec Buy dengan area beli di 2.010-1.990, dengan target dekat di 2.040-2.070. Cutloss di bawah 1.985.
  2. MDKA Spec Buy dengan area beli di 2.890-2.870, cutloss di bawah 2.860. Target dekat di 2.940-2.980.
  3. ASII Spec Buy dengan area beli di 4.900-4.880, cutloss di bawah 4.870. Target dekat di 5.000-5.075.
  4. GULA Spec Buy dengan area beli di 645-640, dengan target dekat di 655-665. Cutloss di bawah 635.
  5. DSSA Spec Buy dengan area beli di 825-820, cutloss di bawah 820. Target dekat di 845-855.
  6. RMKE Spec Buy dengan area beli di 2.340-2.320, cutloss di bawah 2.320. Target dekat di 2.380-2.410.

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual saham. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

Penutupan IHSG 25 Juni 2026

Sebelumnya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan hari ini Kamis (25/6/2026) di zona hijau. Penguatan indeks sejalan dengan pergerakan mayoritas bursa saham Asia yang mendapat dorongan dari meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah serta koreksi harga minyak dunia.

IHSG ditutup menguat 115,16 poin atau 1,96 persen ke level 5.999,04. Sementara itu, indeks saham unggulan LQ45 turut naik 9,58 poin atau 1,66 persen menjadi 587,75.

Associate Director Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nicodemus atau Nico, mengatakan optimisme investor meningkat setelah muncul perkembangan positif dalam upaya perdamaian antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. Kondisi tersebut mendorong harga minyak mentah kembali turun ke level sebelum konflik meningkat.

“Bursa Asia didominasi penguatan karena sentimen investor didukung oleh kemajuan upaya perdamaian antara Amerika Serikat (AS) dan Iran, yang membantu mendorong harga minyak kembali ke level sebelum konflik,” ujar Nico dikutip dari Antara.

Menurut dia, turunnya harga minyak juga membantu meredakan kekhawatiran terhadap inflasi global sehingga mengurangi tekanan bagi bank-bank sentral untuk kembali menaikkan suku bunga acuan.

Sentimen IHSG Lainnya

Selain sentimen global, pasar juga mendapat dukungan dari kebijakan moneter di kawasan Asia. People’s Bank of China (PBoC) mengumumkan akan melakukan overnight reverse repurchase operations pada Senin (29/6/2026) dan Selasa (30/6/2026) untuk menjaga likuiditas jangka pendek di sistem perbankan.

Dari dalam negeri, Bank Indonesia (BI) mencatat aliran dana asing terus mengalir ke instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) tenor satu tahun serta obligasi pemerintah.

Sepanjang Juni 2026 hingga saat ini, dana asing yang masuk ke kedua instrumen tersebut mencapai sekitar Rp 105 triliun.

Di sisi lain, pasar masih mencermati turunnya posisi Indonesia dalam World Competitiveness Ranking, yang turun 21 peringkat. Meski demikian, sentimen tersebut belum mampu membendung optimisme investor di pasar saham.

“IHSG menguat seiring kembali masuknya aksi beli investor yang memburu saham-saham murah setelah pasar menyentuh level terendah dalam dua pekan,” ujar Nico.

IHSG dibuka menguat sejak awal perdagangan dan mampu mempertahankan tren positif hingga penutupan sesi kedua.

Sektor Saham

Penguatan IHSG ditopang oleh kenaikan seluruh sektor dalam Indeks Sektoral IDX-IC.

Sektor infrastruktur menjadi pemimpin penguatan dengan kenaikan 3,89 persen. Selanjutnya, sektor kesehatan naik 3,21 persen, disusul sektor barang konsumen primer yang menguat 2,89 persen.

Pada perdagangan hari itu, saham-saham dengan kenaikan tertinggi antara lain RBMS, YUPI, KONI, FUTR, dan ZONE. Sementara itu, saham yang mengalami pelemahan terbesar meliputi BSSR, HBAT, PTPW, TRUS, dan LUCY.

Aktivitas perdagangan di BEI juga berlangsung cukup ramai. Frekuensi transaksi mencapai sekitar 1,66 juta kali dengan volume perdagangan sebanyak 20,91 miliar saham dan nilai transaksi sekitar Rp 13,63 triliun.

Secara keseluruhan, terdapat 562 saham yang menguat, 148 saham melemah, sedangkan 249 saham ditutup tidak mengalami perubahan harga. Kondisi tersebut mencerminkan optimisme pelaku pasar yang kembali meningkat setelah tekanan pada perdagangan beberapa hari sebelumnya mulai mereda.

Sumber : https://www.liputan6.com/saham/read/7999594/rekomendasi-saham-26-juni-2026-jpfa-mdka-asii-dssa-gula-rmke

Rupiah Menguat, Efisiensi Anggaran MBG Jadi Pendorong

Rupiah Menguat, Efisiensi Anggaran MBG Jadi Pendorong

Jakarta – Nilai tukar rupiah berhasil mengakhiri perdagangan Jumat (26/6/2026) di zona hijau. Mata uang Garuda menguat 21 poin atau 0,12% menjadi 17.922 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya di level 17.943 per dolar AS.

Analis pasar uang Ibrahim Assuaibi menilai, penguatan rupiah dipicu sentimen positif dari rencana pemerintah melakukan efisiensi anggaran, termasuk penyesuaian belanja untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG), guna menjaga stabilitas fiskal.

Menurut Ibrahim, pagu anggaran Badan Gizi Nasional (BGN) dalam APBN 2026 telah mengalami penyesuaian dari rencana awal sebesar Rp 335 triliun menjadi Rp 268 triliun.

“Anggaran Badan Gizi Nasional (BGN) pada APBN (Anggaran Pendapatan Belanja Negara) 2026 telah disesuaikan. Pagu anggaran MBG telah dipangkas dari rencana awal sebesar Rp 335 triliun menjadi Rp 268 triliun,” ungkap Ibrahim.

Ia menambahkan, berdasarkan pembahasan terbaru, alokasi anggaran tersebut kembali dipertajam menjadi sekitar Rp 228,38 triliun.

Pemerintah juga disebut tengah mengkaji kemungkinan pemangkasan tambahan hingga Rp 50 triliun sebagai langkah memperkuat kondisi fiskal di tengah meningkatnya risiko ekonomi global, menjaga defisit anggaran, sekaligus memperbaiki tata kelola pelaksanaan program.

BI Perkuat Intervensi Pasar untuk Jaga Stabilitas Rupiah

Selain sentimen fiskal, Ibrahim mengatakan penguatan rupiah turut didukung langkah agresif Bank Indonesia (BI) dalam menjaga stabilitas nilai tukar melalui intervensi di pasar spot, Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF), serta pasar Surat Berharga Negara (SBN).

Langkah tersebut dilakukan untuk meredam volatilitas dan menahan tekanan terhadap rupiah yang dalam beberapa waktu terakhir sempat mendekati level Rp 18.000 per dolar AS.

“Apabila pelemahan masih berlanjut maka strategi yang dilakukan BI adalah menaikkan suku bunga acuan, meskipun bank sentral telah menaikkan 100 basis poin (bps) hanya dalam waktu dua bulan. Sedangkan yang dibutuhkan pasar saat ini adalah jangkar ekspektasi yang jelas bahwa stabilitas nilai tukar tetap menjadi prioritas utama serta didukung koordinasi yang erat antara kebijakan moneter dan fiskal,” ujar Ibrahim.

Ia juga menilai BI perlu terus menegaskan konsistensi arah kebijakan, kecukupan cadangan devisa, serta efektivitas instrumen stabilisasi yang dimiliki agar pelemahan rupiah tidak memicu lonjakan inflasi maupun mengganggu stabilitas sistem keuangan.

Pasar Nantikan Sinergi Kebijakan Fiskal dan Moneter

Menurut Ibrahim, kondisi pasar keuangan saat ini tidak hanya dipengaruhi oleh langkah Bank Indonesia, tetapi juga sangat bergantung pada sinergi antara kebijakan fiskal dan moneter.

Ia menilai pasar membutuhkan kepastian bahwa stabilitas nilai tukar tetap menjadi prioritas pemerintah dan bank sentral di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Selain menjaga stabilitas rupiah melalui intervensi pasar, pemerintah juga dinilai perlu memastikan kebijakan fiskal tetap kredibel agar mampu mempertahankan kepercayaan investor terhadap perekonomian Indonesia.

Efisiensi anggaran, termasuk evaluasi belanja program prioritas seperti MBG, dipandang menjadi salah satu langkah yang dapat memperkuat ruang fiskal sekaligus menjaga defisit anggaran tetap terkendali.

Dengan kombinasi kebijakan tersebut, pelaku pasar berharap tekanan terhadap rupiah dapat mereda sehingga stabilitas pasar keuangan tetap terjaga, inflasi terkendali, dan iklim investasi di Indonesia semakin kondusif.

Sumber :https://www.liputan6.com/bisnis/read/8011665/rupiah-menguat-efisiensi-anggaran-mbg-jadi-pendorong