10 Fakta Menarik Alquran, Umat Islam Harus Tahu!

10 Fakta Menarik Alquran, Umat Islam Harus Tahu!

Alquran merupakan kitab suci umat Islam yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW melalui perantaraan Malaikat Jibril sebagai pedoman hidup bagi seluruh manusia.

Mempelajari fakta menarik Alquran bukan hanya menambah wawasan, tetapi juga menumbuhkan kecintaan serta motivasi bagi seorang mukmin untuk terus membacanya.

Lantas, apa saja fakta-fakta Alquran yang harus diketahui umat Islam?

Kumpulan Fakta Menarik Alquran yang Wajib Dikethaui Umat Muslim

Alquran diturunkan Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW melalui Malaikat Jibril secara bertahap selama sekitar 22 tahun, 2 bulan, dan 22 hari.

Wahyu pertama turun pada 17 Ramadan di Gua Hira, yaitu Surah Al-Alaq ayat 1–5 yang berisi perintah membaca.

Nabi yang paling banyak disebut dalam Alquran adalah Nabi Musa AS sebanyak 136 kali, bukan Nabi Muhammad SAW.

Adapun satu-satunya wanita yang namanya dijadikan nama surah adalah Maryam, ibunda Nabi Isa AS, yang diabadikan dalam Surah Maryam.

Mari ketahui fakta menarik lainnya tentang Alquran pada penjelasan di bawah ini:

1. Diturunkan Bertahap

Allah SWT menurunkan Alquran kepada Nabi Muhammad SAW melalui Malaikat Jibril secara bertahap selama kurang lebih 22 tahun, 2 bulan, dan 22 hari.

Tahap penurunan Alquran pun dibagi menjadi dua periode, yakni periode Makkah selama 13 tahun dan periode Madinah selama 10 tahun.

Ayat-ayat Makkiyah atau yang turun di Makkah berfokus pada akidah, tauhid, dan keimanan. Sementara, ayat Madaniyah (Madinah) fokus membahas syariat, hukum, dan muamalah (bermasyarakat).

2. Diturunkan pada Bulan Ramadan

Alquran pertama kali diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW pada 17 Ramadan di Gua Hira, ketika beliau berusia 40 tahun.

3. Ayat Pertama yang Diturunkan

Dalam berbagai riwayat, dijelaskan bahwa ayat pertama yang diturunkan adalah Al-Alaq ayat 1-5 sebagai berikut:

اِقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِيْ خَلَقَۚ. خَلَقَ الْاِنْسَانَ مِنْ عَلَقٍۚ. اِقْرَأْ وَرَبُّكَ الْاَكْرَمُۙ. الَّذِيْ عَلَّمَ بِالْقَلَمِۙ. عَلَّمَ الْاِنْسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْۗ

Artinya: “Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan! Dia menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah! Tuhanmulah Yang Maha Mulia, yang mengajar (manusia) dengan pena. Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya.”

4. Jumlah Surah dan Juz dalam Alquran

Alquran terdiri dari 114 surah yang terbagi menjadi 30 juz.

Sementara, ada perbedaan metode dalam menghitung total ayatnya.

Meski begitu, mayoritas ulama sepakat bahwa jumlah ayat Alquran mencapai sekitar 6.200 ayat.

5. Surah Terpanjang

Surah terpanjang dalam Alquran adalah Al-Baqarah sebanyak 286 ayat yang tergolong surah Madaniyyah.

Secara garis besar, Al-Baqarah berisi tentang akidah, ibadah, muamalah, dan hukum Islam. Di dalamnya termasuk perintah salat dan zakat yaitu:

“Dan laksanakanlah salat, tunaikanlah zakat, dan rukuklah beserta orang yang rukuk.”

6. Surah Terpendek

Surah terpendek dalam Alquran adalah Al-Kausar (Nikmat yang Banyak) dan Al-Asr (Demi Masa) yang terdiri dari tiga ayat.

Surah Al-Kausar menjelaskan karunia yang Allah SWT berikan kepada Rasulullah SAW.

Dalam surah  yang sama juga disebutkan kabar terputusnya rahmat Allah SWT bagi orang-orang yang membenci Nabi Muhammad SAW.

Selain itu, Al-Kausar juga berisi perintah untuk salat dan berkurban. Sementara, Al-Asr menerangkan bahwa manusia berada dalam kerugian, kecuali mereka yang beriman, beramal saleh, serta saling menasihati dalam kebenaran dan kesabaran.

7. Ayat Terpanjang

Ayat terpanjang dalam Alquran adalah Al-Baqarah ayat 282 yang membahas tentang utang piutang secara rinci.

Dalam ayat tersebut, dijelaskan kewajiban mencatat utang piutang, menghadirkan saksi, dan bersikap adil dalam bermuamalah.

Islam memang mengatur secara tegas persoalan utang piutang. Bahkan, siapa pun yang wafat dalam keadaan meninggalkan utang akan terhalang masuk surga.

8. Ayat Terpendek dalam Alquran

Ayat  terpendek dalam Alquran adalah surah Ar-Rahman ayat 64 yang berbunyi sebagai berikut:

مُدْهَامَّتَانِ

Mudhaammataan

Artinya: “Kedua surga itu (kelihatan) hijau tua warnanya.”

9. Nabi yang Paling Banyak Disebut

Bukan Nabi Muhammad SAW, tetapi Nabi Musa AS merupakan nabi yang paling banyak disebut dalam Alquran yaitu sebanyak 136 kali.

Dalam Alquran, Nabi Musa AS juga disebut sebagai Kalimullah karena keistimewaannya bisa berbicara langsung dengan Allah SWT.

Mukjizat Nabi Musa AS itu tercantum dalam surah An-Nisa ayat 164:

“Dan ada beberapa rasul yang telah Kami kisahkan mereka kepadamu sebelumnya dan ada beberapa rasul (lain) yang tidak Kami kisahkan mereka kepadamu. Dan kepada Musa, Allah berfirman langsung.”

10. Wanita yang Diabadikan sebagai Nama Surah

Ada beberapa wanita yang disebut dalam Alquran. Namun, hanya Maryam ibunya Nabi Isa AS yang diabadikan sebagai nama surah ke-19, yakni surah Maryam.

Adapun surah Maryam terdiri dari 98 ayat dan tergolong surah Makkiyah karena diturunkan di Makkah. Secara keseluruhan, surah ini berisi tentang tauhid dan kekuasaan Allah SWT.

Salah satunya tentu kisah kesucian Maryam yang diberikan anugerah oleh Allah SWT berupa kehamilan tanpa suami.

Maryam mengandung Nabi Isa AS dalam keadaan belum pernah menikah setelah malaikat Jibril diperintahkan Allah SWT meniupkan ruh kepadanya.

Sumber : https://mozaik.inilah.com/dakwah/10-fakta-menarik-alquran-umat-islam-harus-tahu

10 Hadis tentang Sabar, Sikap yang Harus Dimiliki Umat Islam

10 Hadis tentang Sabar, Sikap yang Harus Dimiliki Umat Islam

Islam mengajarkan umatnya untuk senantiasa memiliki akhlak terpuji, salah satunya bersikap sabar.

Orang yang sabar akan mendapat pertolongan Allah SWT, sesuai janji-Nya dalam surah Al-Baqarah ayat 153:

“Wahai orang-orang yang beriman! Mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan salat. Sungguh, Allah beserta orang-orang yang sabar.”

Dengan kesabaran, seseorang mampu menahan diri dari kemaksiatan, tabah menghadapi ujian, serta tetap taat kepada Allah SWT.

Selain dalam Alquran, terdapat pula banyak hadis tentang sabar yang dapat menjadi pengingat bagi umat Islam.

Kumpulan Hadis tentang Sabar

1. Sabar sebagai Cahaya Hidup

Nabi Muhammad SAW mengumpamakan sabar sebagai cahaya bagi seorang hamba yang menuntunnya ke jalan Allah SWT.

“Sabar itu adalah cahaya.” (HR Muslim)

2. Orang Sabar Diangkat Derajatnya

Rasulullah SAW bersabda:

“Sesungguhnya besarnya pahala sesuai dengan besarnya ujian. Dan sesungguhnya apabila Allah mencintai suatu kaum, Dia menguji mereka. Barang siapa rida, maka baginya keridaan Allah. Barang siapa murka, maka baginya kemurkaan Allah.” (HR Tirmidzi)

Hadis ini menerangkan bahwa sakit adalah jembatan menuju derajat yang lebih tinggi di sisi Allah SWT.

Semakin besar ujiannya, Allah SWT akan memberikan pahala yang sama besarnya bagi orang-orang yang bersabar.

3. Pahala Besar bagi Orang Sabar

Nabi Muhammad SAW bersabda:

“Sabar ketika musibah (diganjar) dengan sembilan ratus (900) derajat.” (HR An Nawawi)

4. Bersabar Tanda Keimanan

Sabar merupakan salah satu tanda keimanan seorang Muslim, sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW berikut:

“Kesabaran itu pada saat pertama kali mendapat musibah.” (HR Bukhari)

Hadis ini menunjukkan bahwa jika seseorang diuji dan langsung bersabar, itu merupakan tanda keimanannya.

Namun, jika langsung mengeluh kepada Allah SWT, maka sifat sabarnya belum tertanam dengan sempurna.

5. Orang Sabar Disukai Allah SWT

Orang penyabar disukai Allah SWT, sebagaimana hadis Nabi Muhammad SAW berikut ini:

“Jika sabar itu seorang laki-laki, niscaya ia adalah orang yang pemurah dan Allah menyukai orang-orang yang sabar.” (HR At-Thabrani)

6. Sabar adalah Anugerah

Sabar merupakan anugerah dari Allah SWT. Rasulullah SAW bersabda:

“Barangsiapa yang berusaha menjaga diri, maka Allah menjaganya, barangsiapa yang berusaha merasa cukup, maka Allah mencukupinya. Barangsiapa yang berusaha sabar, maka Allah akan menjadikannya bisa bersabar dan tidak ada seorang pun yang dianugerahi sesuatu yang melebihi kesabaran.” (HR Bukhari)

7. Sabar sebagai Penggugur Dosa

Dalam hadis riwayat Imam Bukhari dan Muslim, Nabi Muhammad SAW bersabda:

“Seorang Muslim yang tertimpa suatu gangguan berupa penyakit atau yang lainnya, pasti Allah akan menggugurkan bersamanya dosa-dosanya seperti pohon yang menggugurkan daun-daunnya.”

8. Sabar dalam Menghadapi Ujian dan Sakit

Senada dengan hadis sebelumnya, hadis berikut ini juga menegaskan anjuran bagi umat Islam untuk bersabar saat diberi ujian dan sakit oleh Allah SWT.

“Tidaklah seorang Muslim tertimpa kelelahan, penyakit, kegelisahan, kesedihan, gangguan, hingga duri yang menusuknya, melainkan Allah akan menghapuskan sebagian dari dosa-dosanya.” (HR Bukhari dan Muslim)

9. Sabar Tanda Orang Mukmin

Nabi Muhammad SAW bersabda:

“Sungguh menakjubkan urusan seorang mukmin. Jika ia mendapat kesenangan, ia bersyukur. Jika ia ditimpa kesusahan, ia bersabar. Maka itu baik baginya.” (HR Muslim)

10. Sabar sebagai Kekuatan

Sabar juga dianggap menjadi kekuatan untuk mengendalikan diri, terutama ketika marah. Rasulullah SAW bersabda:

“Orang yang kuat itu bukanlah karena jago gulat, tetapi orang kuat adalah orang yang dapat menahan dirinya di kala sedang marah.” (HR Bukhari dan Muslim)

Sumber : https://mozaik.inilah.com/dakwah/10-hadis-tentang-sabar-sikap-yang-harus-dimiliki-umat-islam

5 Azab Durhaka kepada Orang Tua, Langsung Dibalas di Dunia!

5 Azab Durhaka kepada Orang Tua, Langsung Dibalas di Dunia!

Allah SWT melarang hamba-Nya berlaku durhaka kepada orang tua.

Bahkan, ada berbagai ayat Alquran yang memerintahkan untuk berbakti kepada orang tua.

Salah satunya tercantum dalam surah Al-Isra ayat 23. Dalam ayat tersebut, perintah berbakti kepada orang tua disebutkan setelah perintah menyembah Allah SWT.

“Dan Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada ibu bapak. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah engkau mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah engkau membentak keduanya, dan ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang baik.”

Allah SWT juga memberi peringatan keras melalui Alquran maupun lisan Nabi Muhammad SAW untuk orang-orang yang durhaka kepada orang tuanya.

Lantas, apa saja azab yang akan menimpa seorang Muslim jika durhaka kepada orang tua?

Azab Durhaka kepada Orang Tua

Berikut ini adalah azab atau hukuman jika menyakiti orang tuanya berdasarkan hadis Nabi Muhammad SAW:

1. Mendapat Murka Allah SWT

Siapa pun yang durhaka kepada orang tuanya akan mendapat murka Allah SWT dan tidak mendapat rida-Nya.

“Rida Allah tergantung pada rida orang tua dan murka Allah tergantung pada murka orang tua.” (HR At-Tirmidzi)

2. Tidak Masuk Surga

Nabi Muhammad SAW menyebut tiga golongan yang tidak masuk surga, termasuk durhaka kepada orang tua.

“Ada tiga golongan yang tidak akan masuk surga, di antaranya adalah orang yang durhaka kepada kedua orang tuanya.” (HR Ahmad dan An-Nasa’i)

3. Termasuk Orang Rugi

Seorang Muslim yang durhaka kepada orang tuanya termasuk golongan orang yang merugi, sebagaimana sabda Rasulullah SAW:

“Akan terhina, akan terhina dan akan terhina!” Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, siapakah gerangan?” Beliau menjawab, “Orang yang mendapati orang tuanya masih hidup atau salah satunya pada hari tuanya, tetapi justru ia tidak masuk surga.” (HR Muslim)

4. Tidak Diterima Amalnya

Azab durhaka kepada orang tua lainnya adalah tidak diterima semua amal kebaikannya. Rasulullah SAW bersabda:

“Ada tiga hal yang menyebabkan terhapusnya seluruh amal, yakni syirik kepada Allah, durhaka kepada orang tua, dan seorang alim yang dipermainkan oleh orang dungu.” (HR At-Thabrani)

5. Hukuman Langsung di Dunia

Setiap dosa akan dibalas setimpal pada hari kiamat, kecuali durhaka kepada orang tua. Hal ini sesuai sabda Nabi Muhammad SAW:

“Setiap dosa, Allah akan menunda (hukumannya) sesuai dengan kehendak-Nya pada hari kiamat, kecuali durhaka kepada orang tua dan memutuskan silaturahmi. Sesungguhnya orangnya akan dipercepat (hukumannya sebelum hari kiamat).” (HR Bukhari)

Bentuk Azab yang Disegerakan di Dunia

Berikut adalah beberapa azab yang diberikan Allah SWT di dunia apabila durhaka kepada orang tua:

  • Disempitkan jalan rezekinya
  • Dijauhkan dari keberkahan
  • Diberikan berbagai petaka dan kesedihan
  • Mendapatkan balasan serupa dari anak-anaknya kelak di masa tua

Bentuk Durhaka kepada Orang Tua yang Harus Dihindari

Di bawah ini adalah sejumlah bentuk durhaka kepada orang tua yang sangat dilarang dilakukan oleh seorang Muslim:

  • Mengucapkan kata-kata yang menyakiti orang tua
  • Melakukan perbuatan yang menyakitkan dan membuat sedih orang tua
  • Berkata “ah” dan tidak memenuhi panggilan orang tua
  • Tidak mengurus orang tuanya, bahkan ketika orang tuanya membutuhkan
  • Memberi nafkah dengan perhitungan
  • Cemberut atau bermuka masam di depan orang tua
  • Merendahkan orang tua
  • Mengatakan hal-hal yang tidak pantas kepada orang tua
  • Menyuruh orang tua mencuci piring, memasak, dan lain sebagainya. Namun, jika orang tuanya melakukan pekerjaan itu dengan sukarela, sang anak wajib berterima kasih
  • Menyebut kejelekan orang tua dan mencemarkan nama baik mereka
  • Melakukan hal-hal yang tidak bermanfaat di dalam rumah
  • Mendahulukan taat kepada istri daripada orang tua
  • Malu mengakui orang tuanya

sumber : https://mozaik.inilah.com/dakwah/5-azab-durhaka-kepada-orang-tua-langsung-dibalas-di-dunia

Belajar dari Masa Kecil Bapak Eggy Adityawan, CEO Trisna Group

Belajar dari Masa Kecil Bapak Eggy Adityawan, CEO Trisna Group

Kesuksesan dalam dunia bisnis sering kali bukan hanya hasil dari kerja keras di usia dewasa, tetapi juga buah dari pendidikan dan kebiasaan yang ditanamkan sejak kecil. Hal inilah yang dapat kita pelajari dari perjalanan hidup Bapak Eggy Adityawan, CEO Trisna Group.

Lahir dan besar di Kediri, Jawa Timur, Bapak Eggy berasal dari keluarga yang sejak dahulu berprofesi sebagai wiraswasta. Jiwa berbisnis yang dimiliki orang tuanya ternyata menurun kepadanya dan terus berkembang hingga kini. Berkat kerja keras dan pengalaman panjang, beliau dipercaya memimpin sekitar 60 perusahaan (PT) serta lebih dari 30 merek (brand) di bawah naungan Trisna Group.

Namun, perjalanan tersebut tidak dimulai dengan kemewahan. Justru sejak duduk di bangku Sekolah Dasar, beliau sudah diajarkan untuk memahami arti bekerja dan menghargai hasil usaha.

Belajar Bekerja Sejak Usia Dini

Saat anak-anak lain menghabiskan masa liburan untuk bermain, Bapak Eggy justru diajak orang tuanya membantu pekerjaan di pabrik pupuk milik keluarga. Salah satu tugas yang beliau lakukan adalah menempelkan stiker pada botol produk.

Menariknya, pekerjaan tersebut bukan sekadar membantu orang tua. Beliau juga diberikan upah atau tambahan fee atas hasil kerjanya. Dari pengalaman sederhana itu, beliau belajar bahwa setiap usaha memiliki nilai dan setiap pekerjaan yang dilakukan dengan sungguh-sungguh akan menghasilkan imbalan.

Pelajaran ini membentuk pola pikir bahwa rezeki diperoleh melalui kerja keras, bukan hanya menunggu pemberian.

Belajar Investasi Sejak SD

Selain diajarkan bekerja, orang tua Bapak Eggy juga mengenalkan konsep investasi sejak usia yang sangat muda.

Ketika Hari Raya tiba dan beliau menerima uang dari tante, om, pakde, maupun bude, uang tersebut tidak langsung dihabiskan untuk membeli mainan atau kebutuhan konsumtif. Sebaliknya, orang tuanya memberikan nasihat sederhana namun sangat berharga.

“Uangmu ini beli ayam saja. Nanti yang mengelola dulu bude.”

Ayam tersebut kemudian dipelihara hingga berkembang biak. Dari hasil berkembangnya ternak itu, nilai aset yang dimiliki pun terus bertambah.

Melalui pengalaman tersebut, Bapak Eggy memahami bahwa uang tidak selalu harus dihabiskan. Jika dikelola dengan benar, uang dapat berkembang dan menghasilkan nilai yang lebih besar di masa depan.

Pendidikan Finansial Dimulai dari Rumah

Kisah masa kecil Bapak Eggy menunjukkan bahwa pendidikan finansial tidak harus diajarkan melalui teori yang rumit. Orang tuanya memberikan pelajaran langsung melalui pengalaman nyata.

Beliau belajar bekerja untuk memperoleh penghasilan, belajar menghargai uang hasil jerih payah, dan belajar menginvestasikan uang agar terus berkembang. Nilai-nilai sederhana inilah yang kemudian menjadi pondasi kuat dalam membangun jiwa kewirausahaan.

Pelajaran yang Bisa Kita Ambil

Ada beberapa pelajaran berharga dari masa kecil Bapak Eggy Adityawan:

  • Biasakan anak menghargai proses kerja sejak usia dini.
  • Ajarkan bahwa setiap penghasilan berasal dari usaha yang dilakukan.
  • Kenalkan konsep investasi sedini mungkin, meskipun dalam bentuk yang sederhana.
  • Tanamkan pola pikir untuk membangun aset, bukan sekadar menghabiskan uang.
  • Pendidikan karakter dan finansial yang dimulai dari keluarga akan menjadi bekal berharga di masa depan.

Perjalanan Bapak Eggy Adityawan membuktikan bahwa kebiasaan-kebiasaan kecil yang ditanamkan sejak masa kanak-kanak dapat menjadi fondasi lahirnya seorang pengusaha besar. Kesuksesan bukan hanya dibangun oleh peluang, tetapi juga oleh nilai-nilai kehidupan yang diajarkan sejak dini oleh keluarga.

Sumber : https://www.instagram.com/p/DQL-AsgkcmO/

Kemendikdasmen Perluas Pelatihan Koding dan AI untuk Guru Indonesia

Kemendikdasmen Perluas Pelatihan Koding dan AI untuk Guru Indonesia

TVRINews, Jakarta – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti mendorong peningkatan kompetensi guru melalui pemanfaatan teknologi digital. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah meluncurkan Pelatihan Mandiri Pembelajaran Mendalam serta Koding dan Kecerdasan Artifisial (PM-KKA) yang dapat diakses guru di seluruh Indonesia.

Program tersebut dirancang untuk memperluas kesempatan pengembangan kompetensi pendidik tanpa terbatas jarak dan waktu. Melalui kanal Ruang GTK pada Aplikasi Rumah Pendidikan, guru dapat mengikuti pelatihan secara mandiri melalui berbagai materi pembelajaran, video, serta pendampingan fasilitator.

Dalam peluncuran program di Balai Guru dan Tenaga Kependidikan Provinsi DKI Jakarta. Menteri Abdul Mu’ti menegaskan bahwa peningkatan kualitas guru menjadi bagian penting dalam membangun pendidikan yang bermutu.

“Guru tidak hanya mengajar untuk mengembangkan kemampuan atau keterampilan murid, tetapi juga membentuk karakter. Guru hebat bukan yang tahu segalanya, tetapi guru yang mau belajar segalanya,” ujar Abdul Mu’ti dalam keterangan yang dikutip, Jumat, 10 Juli 2026.

Menurut Menteri Mu’ti, perkembangan teknologi digital harus menjadi peluang bagi guru untuk terus meningkatkan kemampuan. Ruang GTK menjadi salah satu sarana pemerintah dalam menyediakan akses pembelajaran yang lebih luas bagi tenaga pendidik.

“Digitalisasi adalah arusnya, dan Ruang GTK adalah tempat peningkatan kompetensi guru,” tambahnya.

Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikdasmen Nunuk Suryani mengatakan program PM-KKA tahun 2026 merupakan penguatan dari pelaksanaan yang telah dimulai sebelumnya. Jika tahap awal berfokus pada persiapan dan percontohan, tahun ini pelatihan diarahkan agar lebih banyak diterapkan dalam proses pembelajaran di sekolah.

“Kita ingin memastikan filosofi Pembelajaran Mendalam yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan benar-benar hadir di ruang kelas, bukan hanya menjadi konsep,” kata Nunuk.

Pelatihan PM-KKA tahun ini dilakukan melalui dua skema. Pertama, pelatihan secara tatap muka melalui kelompok kerja guru seperti KKG dan MGMP dengan pendekatan praktik langsung di sekolah.

Kedua, pembelajaran berbasis digital melalui Ruang GTK yang memungkinkan guru mengikuti pelatihan secara fleksibel melalui modul, video, webinar, hingga sistem pembelajaran terstruktur melalui Learning Management System.

Kemendikdasmen menargetkan program PM-KKA 2026 dapat menjangkau lebih dari 300 ribu pendidik dan tenaga kependidikan dari sekitar 140 ribu satuan pendidikan di seluruh Indonesia.

Pemerintah berharap peningkatan kompetensi guru melalui program berbasis teknologi tersebut dapat memperkuat kualitas pembelajaran serta menghadirkan pendidikan yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman.

Sumber : https://nasional.tvrinews.com/berita/t513irc-kemendikdasmen-perluas-pelatihan-koding-dan-ai-untuk-guru-indonesia

BRIN akan Luncurkan Satelit NEO 1 Buatan Lokal pada Januari 2027

BRIN akan Luncurkan Satelit NEO 1 Buatan Lokal pada Januari 2027

Liputan6.com, Jakarta – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersiap mengukir sejarah baru dalam dunia kedirgantaraan kebangsaan, yaitu peluncuran satelit buatan lokal.

Pada Januari 2027, BRIN dijadwalkan meluncurkan Nusantara Earth Observation (NEO 1), sebuah satelit observasi bumi mutakhir yang murni dirancang oleh para peneliti Tanah Air dengan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) mencapai 65 persen.

Kepala BRIN, Arif Satria, menegaskan proyek ini menjadi bukti nyata bahwa Indonesia berhasil melakukan regenerasi inovasi di bidang teknologi antariksa secara mandiri.

“Peluncuran NEO 1 ini akan menjadi tonggak penting yang menunjukkan Indonesia semakin mampu menguasai seluruh rantai teknologi satelit,” ujar Arif, dikutip dari Antara, Kamis (9/7/2026).

Langkah ini dinilai sebagai lompatan besar karena seluruh aset dan proses pengembangan NEO 1 mengandalkan keahlian anak bangsa.

Mulai dari perancangan misi, desain sistem, pengujian perangkat lunak, operasi satelit, hingga dukungan stasiun bumi–semuanya digarap secara domestik.

NEO 1 sendiri dikategorikan sebagai satelit kelas mini (minisat). Meski berukuran ringkas, satelit ini dibekali kemampuan pencitraan Bumi dengan resolusi tinggi dan menengah.

Multifungsi untuk Berbagai Sektor

Nantinya, satelit NEO 1 akan memegang peran strategis dalam menyediakan data citra nasional. Data tersebut akan dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan krusial, di antaranya:

  • Pemetaan wilayah dan pemantauan lingkungan.
  • Sektor pertanian dan kehutanan.
  • Sektor kelautan, termasuk pemantauan aktivitas kapal melalui sistem Automatic Identification System (AIS).
  • Mitigasi bencana alam.

Selain mendukung riset industri dan layanan publik, kehadiran NEO 1 diharapkan mampu memenuhi kebutuhan data pencitraan berbasis satelit bagi pemerintah secara mandiri.

Menuju Kedaulatan Digital

Keberhasilan NEO 1 diproyeksikan menjadi batu loncatan bagi BRIN untuk mengembangkan jenis satelit lainnya. Target berikutnya adalah pengembangan satelit telekomunikasi nasional demi memperkuat konektivitas dan persatuan bangsa.

Arif menambahkan penguasaan teknologi ini bukan sekadar pencapaian ilmiah, melainkan investasi strategis jangka panjang.

Langkah ini penting untuk memperkuat kedaulatan digital, mendongkrak daya saing ekonomi, serta mengikis ketergantungan Indonesia terhadap penyedia teknologi dan layanan dari luar negeri.

Sumber : https://www.liputan6.com/tekno/read/8242199/brin-akan-luncurkan-satelit-neo-1-buatan-lokal-pada-januari-2027

Dulu Dicap Buruk Rupa, Kini Birkenstock Jadi Simbol Kelas

Dulu Dicap Buruk Rupa, Kini Birkenstock Jadi Simbol Kelas

Liputan6.com, Jakarta – Industri sepatu dunia tengah sibuk mengejar tren mode cepat (fast fashion), di mana desain dan estetika sering kali mengorbankan kenyamanan kaki. Namun, Birkenstock justru hadir sebagai sebuah anomali. Merek ini memilih jalan berbeda, tetap kokoh dengan prinsipnya yang mengutamakan kenyamanan di atas segalanya.

Selama lebih dari dua abad, merek asal Jerman ini secara keras kepala mempertahankan bentuk sol gabus tebalnya yang ikonik. Di masa lalu, produk mereka kerap dicap sebagai alas kaki kuno, tidak menarik, bahkan jauh dari kata modis.

Namun, melalui komitmen tanpa kompromi terhadap kesehatan anatomi kaki manusia yang dipadukan dengan strategi reposisi merek yang genius di era modern, Birkenstock berhasil membalikkan persepsi tersebut secara radikal, mengubah sandal “buruk rupa” menjadi lambang status sosial dan pernyataan gaya hidup yang autentik.

Salah satu aspek paling menakjubkan dari Birkenstock adalah fakta sejarah bahwa merek ini telah berhasil bertahan dan relevan selama 250 tahun. Dimulai dari catatan silsilah Johann Adam Birkenstock sebagai perajin sepatu yang taat di sebuah desa kecil di Jerman pada tahun 1774, warisan keahlian ini diwariskan dari generasi ke generasi.

Ketahanan selama seperempat milenium ini bukanlah sebuah kebetulan, melainkan hasil dari konsistensi yang ekstrem terhadap satu misi tunggal, yakni mendukung kesehatan kaki manusia.

Ketika berbagai perang global terjadi, revolusi industri mengubah peta ekonomi, dan ribuan tren mode lahir lalu mati, Birkenstock tetap berpegang teguh pada cetakan sol gabus (footbed) kontur alami mereka yang legendaris. Ini membuktikan bahwa kebutuhan dasar manusia akan kenyamanan fisik adalah fondasi bisnis yang tidak akan pernah kedaluwarsa.

Dilansir dari laman Medium, Jumat (10/7/2026), kunci kekuatan Birkenstock terletak pada konsistensi mereka untuk tidak mengejar tren sesaat, melainkan berfokus pada nilai fungsi ortopedi yang tak lekang oleh waktu (timeless). Birkenstock secara geniusmerenovasi citra mereknya demi memenuhi tuntutan konsumen modern tanpa sedikit pun mengorbankan DNA kenyamanan aslinya.

Kolaborasi dengan Dior Hingga Manolo

Perusahaan membuka diri terhadap kolaborasi tingkat tinggi dengan rumah mode mewah dunia seperti Dior, Manolo Blahnik, dan Valentino, serta memperluas variasi material tanpa menghilangkan cetakan sol gabus (footbed) legendaris mereka. Langkah ini sukses mengangkat posisi Birkenstock dari sekadar sandal kesehatan fungsional menjadi barang buruan para pencinta mode premium global.

Strategi pemasaran Birkenstock sangat bergantung pada prinsip kejujuran produk dan kekuatan promosi dari mulut ke mulut (word-of-mouth). Merek ini tidak mengandalkan jargon pemasaran yang manipulatif; mereka membiarkan kualitas kenyamanan fisik yang dirasakan langsung oleh penggunanya menjadi duta merek terbaik.

Dengan menargetkan konsumen yang menghargai keberlanjutan produk (sustainability) dan kenyamanan yang jujur, Birkenstock berhasil membangun ekosistem branding yang sangat organik. Mereka membuktikan bahwa di tengah pasar yang bising dengan kepalsuan visual, mempertahankan identitas produk yang fungsional secara konsisten adalah taktik terbaik untuk memenangkan loyalitas konsumen lintas generasi.

Rahasia Keberhasilan Bertahan di Tengah Polarisasi Mode

Mengutip laman The Guardian, Jumat (10/7/2026), daya tahan Birkenstock yang luar biasa di panggung mode dunia didorong oleh karakteristik produknya yang aseksual (genderless), sangat nyaman (snug), dan konsisten hadir melampaui berbagai siklus tren.

Daya tarik utama Birkenstock justru bersumber dari sifatnya yang menolak dikotomi gender tradisional dan standar keindahan konvensional yang kaku. Ketika masyarakat urban mulai mengalami kejenuhan terhadap sepatu hak tinggi atau sepatu kets sintetis yang menyiksa kaki, Birkenstock hadir sebagai sebuah katarsis gaya hidup yang menawarkan kebebasan fisik sekaligus pernyataan anti-konformis yang berani.

Melalui kemunculannya di budaya populer, termasuk momen ikonik dalam film Barbie, Birkenstock semakin mempertegas posisinya sebagai simbol pilihan hidup yang rasional dan percaya diri. Rahasia kesuksesan abadi merek ini adalah kemampuannya untuk tetap relevan dengan cara menjadi diri sendiri.

Konsumen mengenakan Birkenstock bukan untuk mengesankan orang lain dengan kemewahan yang glamor, melainkan untuk merayakan kenyamanan diri mereka sendiri, sebuah filosofi yang sangat selaras dengan pergeseran nilai masyarakat modern yang kini lebih memprioritaskan kesehatan mental dan fisik di atas sekadar penampilan visual artifisial.

Konsistensi Identitas di Garis Depan Industri

Sinergi antara keteguhan mempertahankan nilai ortopedi serta keunikan karakter sosial menegaskan posisi Birkenstock sebagai pelopor gerakan anti-fashion yang paling sukses di dunia.

Rekor bertahan selama 250 tahun menjadi bukti nyata bahwa sebuah brand dapat mengungguli zaman jika memiliki akar fungsional yang kuat. Mereka berhasil membuktikan sebuah tesis bisnis bahwa kekurangan secara estetika konvensional dapat diubah menjadi keunggulan kompetitif yang mutlak jika dibarengi dengan kualitas fungsi yang tak tertandingi.

Di tengah ketatnya persaingan industri alas kaki global, Birkenstock tetap berdiri kokoh di jalurnya sendiri, mendikte bagaimana cara dunia melangkah dengan jujur, nyaman, dan penuh percaya diri.

Sumber : https://www.liputan6.com/bisnis/read/8242826/dulu-dicap-buruk-rupa-kini-birkenstock-jadi-simbol-kelas

Kemnaker Wajibkan Calon Perusahaan Mitra MagangHub Terdaftar di WLKP

Kemnaker Wajibkan Calon Perusahaan Mitra MagangHub Terdaftar di WLKP

Liputan6.com, Jakarta – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menetapkan sejumlah persyaratan bagi perusahaan yang ingin bergabung sebagai mitra penyelenggara Program Magang Nasional atau MagangHub 2026. Salah satu syarat utama yang harus dipenuhi adalah terdaftar dalam Wajib Lapor Ketenagakerjaan Perusahaan (WLKP) serta memiliki data perusahaan yang aktif dan valid.

Persyaratan tersebut menjadi bagian dari proses verifikasi untuk memastikan perusahaan calon mitra memiliki identitas, legalitas, serta informasi ketenagakerjaan yang jelas. Perusahaan juga diminta memperbarui data dalam sistem WLKP sebelum mengajukan pendaftaran sebagai mitra MagangHub 2026.

Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (Binalavotas) Kemnaker, Darmawansyah, mengatakan kelengkapan dan validitas data dapat membantu memperlancar proses pendaftaran perusahaan.

“Perusahaan yang ingin bergabung sebagai mitra penyelenggara perlu memastikan telah terdaftar dalam WLKP, memperbarui data perusahaan, serta memastikan seluruh informasi perusahaan aktif dan valid. Dengan demikian, proses pendaftaran dapat berjalan lebih lancar dan sesuai ketentuan,” ujar Darmawansyah dalam siaran pers, Jumat (10/7/2026).

Menurut Darmawansyah, persyaratan tersebut merupakan bagian dari upaya Kemnaker menjaga kualitas penyelenggaraan Program MagangHub. Melalui proses verifikasi, pemerintah dapat memastikan perusahaan mitra memiliki legalitas yang jelas sekaligus siap menjadi tempat belajar dan pengembangan kompetensi bagi peserta magang.

Data Perusahaan Harus Aktif dan Valid

Perusahaan yang berminat menjadi mitra MagangHub 2026 dapat memeriksa sekaligus memperbarui informasi perusahaan melalui laman resmi WLKP sebelum mengajukan pendaftaran.

Validitas data dinilai penting karena dapat mempermudah proses seleksi dan administrasi calon mitra. Dengan data yang lengkap dan terbaru, penyelenggaraan Program MagangHub diharapkan dapat berjalan secara tertib, transparan, dan akuntabel.

Kemnaker turut mengajak perusahaan dari berbagai sektor untuk berpartisipasi dalam program tersebut. Kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha diharapkan mampu memperluas kesempatan bagi generasi muda untuk memperoleh pengalaman serta meningkatkan keterampilan di lingkungan kerja.

Program MagangHub juga diarahkan untuk membantu mencetak talenta muda yang kompeten, adaptif, dan memiliki kemampuan sesuai kebutuhan industri. Di sisi lain, keterlibatan dalam program tersebut dapat membuka peluang bagi perusahaan untuk menemukan calon tenaga kerja potensial.

“Melalui Program MagangHub, perusahaan tidak hanya berkontribusi dalam menyiapkan sumber daya manusia yang berkualitas, tetapi juga memiliki kesempatan menjaring talenta muda yang sesuai dengan kebutuhan industrinya,” pungkas Darmawansyah.

Sumber : https://www.liputan6.com/bisnis/read/8243192/kemnaker-wajibkan-calon-perusahaan-mitra-maganghub-terdaftar-di-wlkp

Bingung Pilih SUV atau MPV, Simak Dulu Perbedaannya

Bingung Pilih SUV atau MPV, Simak Dulu Perbedaannya

Liputan6.com, Jakarta – Membeli mobil baru untuk keluarga bukan hanya soal memilih merek atau desain. Salah satu keputusan penting yang perlu dipertimbangkan adalah menentukan jenis kendaraan yang paling sesuai dengan kebutuhan, yakni Sport Utility Vehicle (SUV) atau Multi Purpose Vehicle (MPV).

Sekilas, kedua jenis mobil ini memang sama-sama memiliki dimensi besar dan mampu mengangkut banyak penumpang. Namun, SUV dan MPV dirancang dengan karakteristik serta fungsi yang berbeda.

Karena itu, memahami perbedaan keduanya dapat membantu calon pembeli mendapatkan kendaraan yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan mobilitas sehari-hari.

Dikutip dari laman resmi Suzuki, berikut lima perbedaan utama antara mobil SUV dan MPV yang perlu diketahui sebelum memutuskan membeli mobil baru.

1. Fungsi dan Peruntukan Berbeda

Perbedaan paling mendasar terletak pada tujuan penggunaannya. MPV dikenal sebagai mobil keluarga yang mengutamakan kenyamanan, kabin yang lega, serta kapasitas penumpang untuk aktivitas harian, terutama di kawasan perkotaan.

Sebaliknya, SUV dirancang sebagai kendaraan serbaguna yang memadukan kenyamanan mobil penumpang dengan kemampuan melintasi berbagai kondisi jalan. Tak heran jika SUV menjadi pilihan bagi pengendara yang sering bepergian ke luar kota atau melewati medan yang lebih menantang.

 

2. Desain Eksterior Memiliki Karakter Berbeda

Dari sisi tampilan, MPV umumnya mengusung desain yang lebih membulat, aerodinamis, dan berorientasi pada kenyamanan serta kesan elegan.

Sementara itu, SUV tampil lebih gagah dengan bodi yang kokoh, garis desain tegas, serta penggunaan ban berukuran lebih besar. Karakter tersebut tidak hanya meningkatkan tampilan, tetapi juga mendukung kemampuan kendaraan saat melintasi berbagai kondisi jalan.

3. Ground Clearance SUV Lebih Tinggi

SUV memiliki ground clearance atau jarak terendah ke tanah yang lebih tinggi, umumnya berada di atas 200 mm. Hal ini membuat SUV lebih siap menghadapi jalan berbatu, tanjakan, genangan air, hingga medan yang tidak rata.

Di sisi lain, MPV memiliki ground clearance yang lebih rendah. Desain tersebut memberikan stabilitas lebih baik saat melaju di jalan aspal sekaligus memudahkan penumpang, termasuk anak-anak dan lansia, ketika naik maupun turun dari kendaraan.

4. Kapasitas Kabin dan Penumpang

Dalam urusan kenyamanan kabin, MPV masih menjadi pilihan utama keluarga. Mobil jenis ini dirancang untuk memaksimalkan ruang hingga baris ketiga, lengkap dengan konfigurasi kursi yang fleksibel sehingga dapat dilipat untuk membawa barang berukuran besar.

Meski kini banyak SUV yang juga menawarkan konfigurasi tujuh penumpang, ruang di baris ketiganya umumnya tidak selapang MPV. Hal itu karena fokus pengembangan SUV tetap pada keseimbangan antara kenyamanan berkendara dan kemampuan melintasi berbagai medan.

5. Performa Mesin dan Sistem Penggerak

SUV umumnya dibekali mesin berkapasitas lebih besar dengan tenaga yang lebih tinggi. Beberapa model bahkan menawarkan sistem penggerak empat roda (4WD) untuk meningkatkan kemampuan saat melintasi medan berat.

Sebaliknya, MPV biasanya menggunakan mesin berkapasitas sekitar 1.300 cc hingga 1.500 cc. Konfigurasi tersebut dipilih untuk menghasilkan konsumsi bahan bakar yang lebih efisien sekaligus memberikan kenyamanan berkendara saat membawa seluruh anggota keluarga.

 

Pilih Sesuai Kebutuhan

Memilih SUV atau MPV pada akhirnya bergantung pada kebutuhan mobilitas dan anggaran yang dimiliki.

Jika kendaraan akan lebih sering digunakan untuk mengantar keluarga di dalam kota dengan fokus pada kenyamanan, efisiensi bahan bakar, serta ruang kabin yang lega, MPV bisa menjadi pilihan yang tepat.

Namun, apabila aktivitas berkendara lebih sering melintasi jalur luar kota, daerah pegunungan, atau medan yang beragam, SUV menawarkan kemampuan yang lebih sesuai berkat ground clearance tinggi dan performa mesin yang lebih tangguh.

Apa pun pilihan kendaraan, jangan lupa melakukan servis berkala di bengkel resmi agar kondisi mesin, kaki-kaki, sasis, dan fitur keselamatan tetap terjaga sehingga mobil selalu siap digunakan dalam berbagai perjalanan.

Sumber : https://www.liputan6.com/otomotif/read/8242239/bingung-pilih-suv-atau-mpv-simak-dulu-perbedaannya

Kapan Musafir Boleh Menjamak dan Mengqashar Sholat? Simak Syarat dan Penjelasannya

Kapan Musafir Boleh Menjamak dan Mengqashar Sholat? Simak Syarat dan Penjelasannya

Liputan6.com, Jakarta – Saat bersiap melakukan perjalanan, kerap kali muncul pertanyaan, mengenai kapan musafir boleh menjamak dan mengqashar sholat? Pertanyaan ini wajar mengingat seseorang yang sedang melakukan perjalanan mendapatkan anugrah berupa keringanan atau rukhshah ibadah.

Keringanan ini adalah kasih sayang Allah SWT kepada hamba-Nya, sebagaimana termaktub dalam QS. An-Nisa ayat 101: “Dan apabila kamu bepergian di muka bumi, maka tidaklah mengapa kamu men-qashar sembahyang(mu).”

Imam Ibnu Katsir di dalam Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim menjelaskan bahwa keringanan atau rukhsah ini adalah anugerah yang patut disyukuri. Pelaksanaannya sangat dianjurkan demi meringankan beban fisik dan psikis hamba selama di perjalanan.

batasan waktu dan syarat dimulainya keringanan ibadah ini perlu dipahami secara mendalam. Merujuk berbagai literatur fikih, berikut adalah ulasan mengenai kapan seorang musafir mendapatkan rukhsah berupa jamak dan qashar.

Kapan Musafir Boleh Menjamak dan Mengqashar Sholat?

Terdapat batasan waktu dan tempat yang jelas mengenai kapan seseorang berhak memulai dan mengakhiri rukhsah (keringanan) ibadahnya. Berikut adalah penjelasannya:

1. Telah Keluar dari Batas Wilayah Tempat Tinggal (Wathan)

Seseorang baru diizinkan mengambil keringanan shalat apabila secara fisik ia telah melewati tapal batas desanya atau batas kota tempat tinggalnya. Selama ia masih berada di dalam rumah atau masih di dalam perbatasan wilayahnya sendiri, ia tetap berstatus penduduk mukim dan wajib shalat utuh.

Hal ini disandarkan pada hadis riwayat Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu: “Aku shalat bersama Rasulullah SAW di Madinah sebanyak empat rakaat (Zuhur) dan di Dzulhulaifah sebanyak dua rakaat (Asar).” (HR. Bukhari dan Muslim). Dzulhulaifah adalah batas luar kota Madinah.

Imam An-Nawawi di dalam kitab Al-Majmu’ Syarh Al-Muhadzdzab menegaskan bahwa hukum safar belum berlaku sebelum seseorang secara nyata berpisah dari bangunan-bangunan tempat tinggal di kotanya.

2. Jarak Tempuh Memenuhi Standar Minimal (Masafah as-Safar)

Perjalanan yang dilakukan harus mencapai jarak minimal yang telah ditetapkan syariat, bukan sekadar bepergian jarak dekat antar-kecamatan.

Berlandaskan pada riwayat hadis dari sahabat Ibnu Abbas RA: “Wahai penduduk Mekkah, janganlah kalian mengqashar shalat bila kurang dari empat burud, dari Mekkah ke Usfan.” (HR. Ad-Daruquthni).

Ibnu Rusyd dalam kitab Bidayatul Mujtahid memaparkan bahwa mayoritas ulama (Jumhur: Mazhab Syafi’i, Maliki, dan Hambali) menyepakati batas minimal adalah 4 burud atau 16 farsakh. Ulama kontemporer seperti Aulia Fadhli dalam Buku Tuntunan Shalat Musafir mengonversikan jarak tersebut berada di kisaran 76,8 km hingga 88,7 km.

3. Tujuan Perjalanan Harus Mubah (Bukan Maksiat)

Keringanan dari Allah (rukhshah) tidak boleh digunakan untuk memfasilitasi niat buruk atau kemaksiatan. Perjalanan harus bersifat mubah (halal), seperti untuk berdagang, bersilaturahmi, dinas pekerjaan, atau berlibur.

Ulama mengkiaskan syarat ini pada firman Allah SWT mengenai kebolehan memakan bangkai saat darurat dalam QS. Al-Baqarah ayat 173: “Tetapi barangsiapa dalam keadaan terpaksa (memakannya) sedang dia tidak menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, maka tidak ada dosa baginya.”

Syekh Zainuddin Al-Malibari dalam kitab Fathul Mu’in menjelaskan kaidah fikih bahwa “Rukhshah (keringanan) tidak bisa dihubungkan dengan kemaksiatan.” Jika seseorang bepergian sejauh ratusan kilometer dengan niat untuk merampok, berjudi, atau menipu, maka hak qashar dan jamaknya gugur total.

4. Memiliki Tujuan Destinasi yang Pasti

Musafir diwajibkan memiliki niat tempat tujuan yang spesifik sejak awal perjalanannya.

Abdullah Haidir dalam Ebook Panduan Musafir, Adab dan Hukum Safar menjelaskan bahwa orang yang mengembara tak tentu arah (haa-im), atau seseorang yang berkeliling mencari barang yang hilang tanpa mengetahui sejauh mana ia akan mencarinya, tidak sah mengambil rukhsah.

Hal ini karena mereka tidak memiliki kepastian apakah perjalanannya akan mencapai batas minimal jarak safar atau tidak.

5. Hanya Berlaku untuk Shalat Tertentu

Tidak semua jenis shalat dapat menerima keringanan ini. Qashar (meringkas menjadi dua rakaat) hanya berlaku mutlak untuk shalat yang berjumlah empat rakaat (Zuhur, Asar, Isya). Sedangkan Jamak (menggabung waktu) hanya berlaku untuk pasangan Zuhur-Asar dan Maghrib-Isya.

Termaktub dalam hadis riwayat Sayyidah Aisyah RA: “Awal mula shalat diwajibkan adalah dua rakaat, lalu ditetapkanlah shalat safar (tetap dua rakaat), dan shalat hadhar (saat mukim) ditambahkan (menjadi empat rakaat).” (HR. Bukhari).

Ibnu Qudamah dalam kitab Al-Mughni menjelaskan kesepakatan ulama bahwa shalat Maghrib (tiga rakaat) dan Subuh (dua rakaat) mutlak tidak bisa diqashar. Begitu pula shalat Subuh tidak akan pernah bisa dijamak dengan shalat lainnya.

Shalat yang Bisa Dijamak dan Diqashar

Tak semua sholat bisa dijamak dan diqashar. Shalat yang bisa diqashar hanya shalat yang berjumlah empat rakaat: Zuhur, Ashar, dan Isya, diringkas menjadi 2 rakaat. Sholat Maghrib dan Subuh tidak bisa diqashar.

Adapun shalat yang bisa dijamak yaitu; Zuhur dengan Ashar, dan Maghrib dengan Isya.

5 Hikmah Melaksanakan Rukhsah dalam Safar

• Menerima Sedekah Ilahi: Keringanan beribadah di perjalanan merupakan sedekah dari Allah SWT kepada hamba-Nya. Menolak keringanan ini berarti menolak hadiah dari Sang Pencipta.

• Menolak Kesulitan (Daf’ul Masyaqqah): Agama Islam diturunkan untuk mempermudah. Rukhsah qashar dan jamak menjauhkan musafir dari rasa lelah berlebih dan kesulitan membagi waktu saat bepergian.

• Menjaga Kontinuitas Ibadah: Keringanan ini secara efektif meminimalisasi celah bagi para musafir untuk menunda atau meninggalkan kewajiban sholat fardhu di tengah padatnya jadwal perjalanan.

• Menghidupkan Sunnah Rasulullah SAW: Secara konsisten melaksanakan qashar dan jamak saat safar sama dengan menghidupkan dan melestarikan sunnah yang selalu diamalkan oleh Nabi Muhammad SAW serta Khulafaur Rasyidin.

• Membantu Kekhusyukan: Durasi sholat yang lebih singkat dan waktu yang digabungkan membantu musafir menjaga fokus (khusyu’) dalam beribadah di tengah keterbatasan ruang dan kenyamanan saat safar.

Pertanyaan Seputar Sholat Jamak Bagi Musafir

1. Kapan musafir boleh menjamak dan mengqashar sholat?

Musafir baru boleh menjamak dan mengqashar sholat sesaat setelah ia keluar dari batas wilayah permukiman atau kotanya, dan keringanan ini terus berlaku hingga ia kembali ke kampung halamannya atau berniat menetap lebih dari 4 hari di daerah tujuan.

2. Bolehkah saya sholat jamak qashar di rumah sebelum berangkat ke bandara?

Tidak boleh. Syarat mutlak diberlakukannya rukhsah adalah seseorang harus telah meninggalkan batas wilayah kota/desanya. Jika Anda masih berada di dalam rumah, Anda masih berstatus mukim dan wajib melaksanakan sholat tepat pada waktunya secara sempurna.

3. Kapan status musafir seseorang berakhir?

Status musafir berakhir dalam dua kondisi: pertama, ketika ia tiba dan masuk kembali ke perbatasan wilayah tempat tinggal asalnya; kedua, ketika ia berada di kota tujuan dan berniat untuk tinggal di sana selama lebih dari batas waktu yang ditetapkan (misalnya 4 hari menurut Mazhab Syafi’i).

4. Jika saya singgah di hotel selama 2 hari untuk dinas luar kota, apakah masih boleh qashar?

Masih diperbolehkan. Karena niat Anda singgah hanya selama 2 hari (kurang dari batas maksimal mukim 4 hari), Anda masih dihitung sebagai musafir secara fikih dan berhak menikmati rukhsah jamak maupun qashar selama berada di hotel tersebut.

5. Apakah sholat jamak takhir harus niat di waktu sholat yang pertama?

Ya. Jika Anda merencanakan jamak takhir (misalnya melaksanakan sholat Zuhur di waktu Asar), maka saat waktu sholat Zuhur masuk, Anda diwajibkan menghadirkan niat di dalam hati untuk menunda sholat Zuhur tersebut agar dikerjakan bersama Asar kelak.

Sumber : https://www.liputan6.com/islami/read/8239906/kapan-musafir-boleh-menjamak-dan-mengqashar-sholat-simak-syarat-dan-penjelasannya