Cegah PHK, Pemerintah Turunkan Harga Gas Industri

Cegah PHK, Pemerintah Turunkan Harga Gas Industri

Liputan6.com, Jakarta – Pemerintah memutuskan menurunkan harga liquefied natural gas (LNG) untuk sektor industri menjadi US$ 13 per MMBTU dari sebelumnya berkisar US$ 20-23 per MMBTU. Kebijakan tersebut diambil untuk menjaga daya saing industri nasional sekaligus mencegah terjadinya pemutusan hubungan kerja (PHK).

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan, keputusan tersebut merupakan hasil koordinasi pemerintah bersama DPR setelah menerima berbagai masukan dari pelaku industri di tengah lonjakan harga gas dunia.

Menurut Bahlil, dalam beberapa hari terakhir pemerintah menerima aspirasi dari sejumlah asosiasi industri, terutama sektor keramik, pelaku industri lainnya, hingga serikat pekerja yang mengeluhkan tingginya biaya energi.

“Kami berpandangan, memastikan keberlanjutan lapangan pekerjaan itu merupakan bagian daripada tanggung jawab pemerintah,” ujar Bahlil dalam konferensi pers di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (29/6/2026).

Pemerintah kemudian mengevaluasi struktur biaya LNG atas arahan Presiden agar sektor industri tetap mampu bersaing. Hasilnya, harga LNG yang sebelumnya mencapai US$ 20-23 per MMBTU dipangkas menjadi US$ 13 per MMBTU.

Bahlil berharap kebijakan tersebut dapat mengurangi beban biaya produksi yang selama ini dirasakan industri sehingga aktivitas usaha tetap berjalan dan penyerapan tenaga kerja dapat dipertahankan.

Bukan karena Langka

Bahlil menjelaskan, pemerintah tetap mempertahankan program Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT) bagi industri di kisaran US$ 6,5-7 per MMBTU. Sementara itu, industri pengguna gas pipa di luar skema HGBT dengan pasokan dari wilayah Jawa masih dikenakan harga US$ 9,6 per MMBTU.

Persoalan utama terjadi pada industri yang menggunakan LNG. Menurut Bahlil, penurunan produksi gas di wilayah Jawa bagian barat membuat pasokan harus didatangkan dari Papua, Sulawesi, Kalimantan, dan wilayah lain di luar Jawa.

Kondisi tersebut menyebabkan biaya transportasi dan regasifikasi meningkat sehingga harga LNG yang diterima industri melonjak hingga US$ 20-23 per MMBTU.

Meski demikian, Bahlil menegaskan kenaikan harga tersebut bukan disebabkan oleh kelangkaan gas di dalam negeri. Menurut dia, produksi gas nasional masih sesuai target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

“Secara akumulasi lifting gas kita itu mencapai target APBN. Karena itu gas tidak kita impor. Jadi masalahnya bukan tidak adanya gas, gas ada tapi harga LNG-nya yang mahal. Jadi kita sudah memutuskan untuk LNG industri harganya 13 dolar per MMBTU,” kata Bahlil.

Dengan kebijakan baru ini, pemerintah berharap industri tetap kompetitif di tengah dinamika harga energi global sekaligus mampu menjaga keberlangsungan investasi dan lapangan kerja.

sumber : https://www.liputan6.com/bisnis/read/8090171/cegah-phk-pemerintah-turunkan-harga-gas-industri

Baterai HP Cepat Habis Walau Jarang Dipakai? Ini Penyebabnya

Baterai HP Cepat Habis Walau Jarang Dipakai? Ini Penyebabnya

Jakarta, CNN Indonesia — Handphone (HP) modern saat ini memiliki banyak fungsi, yang membuatnya menjadi sering dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan sehari- hari. Hal ini membuat daya pada baterai HP akan cepat habis, karena memfasilitasi
berbagai aktivitas.

Namun, bagaimana jika baterai HP menjadi cepat habis, meski sangat jarang digunakan?

Baterai HP yang cepat habis walau jarang digunakan untuk kegiatan tertentu ini menjadi salah satu fenomena yang dialami banyak orang. Ternyata, ada sejumlah penyebab baterai HP cepat habis, walau jarang digunakan.

1. Aplikasi yang berjalan di latar belakang

Aplikasi media sosial, email, dan pesan instan terus aktif memperbarui data dan mengirim notifikasi meski sedang tidak dibuka, sehingga menguras daya baterai. Cobalah membatasi aktivitas latar belakangnya. Beberapa HP menyediakan fitur untuk membatasi penggunaan data dan notifikasi pada aplikasi tertentu. Dengan membatasi aktivitas latar belakang aplikasi, Anda dapat menghemat baterai HP secara aktif.

2. Masalah konektivitas

Fitur seperti WiFi, Bluetooth, GPS, dan data seluler dirancang untuk selalu terhubung dan mencari sinyal. Ketika fitur-fitur ini diaktifkan secara terus menerus, HP bakal terus bekerja mencari sinyal, memperbarui lokasi, dan mengirim data sehingga menguras daya baterai dengan cepat. Anda dapat mematikan fitur-fitur seperti WiFi, Bluetooth, atau GPS saat sedang tidak dipakai. Kemudian, Anda juga dapat memanfaatkan fitur mode hemat daya yang tersedia pada sebagian besar HP.

3. Layar terlalu terang

Layar merupakan komponen HP yang paling banyak mengonsumsi daya, sehingga ketika kecerahan layar diatur terlalu tinggi, HP akan terus bekerja keras menghasilkan cahaya yang lebih terang, sehingga mengurasi baterai dengan cepat. Untuk mengatasi masalah ini, Anda dapat mengaktifkan fitur kecerahan otomatis. Fitur ini akan secara otomatis menyesuaikan kecerahan layar sesuai kondisi pencahayaan sekitar.

4. Widget dan live wallpaper

Penyebab lainnya baterai HP cepat habis adalah fitur widget di tampilan home screen dan live wallpaper. Fitur yang biasanya digunakan untuk mempercantik tampilan layar HP, namun ternyata cukup boros daya dan menjadi penyebab baterai HP cepat habis.

Widget yang selalu aktif seperti widget cuaca atau jam digital, secara terus menerus memperbarui data di latar belakang. Proses pembaruan data ini membutuhkan daya yang tidak sedikit. Sementara, live wallpaper yang menampilkan animasi dinamis juga membutuhkan daya yang lebih besar dibandingkan dengan wallpaper statis.

5. Notifikasi berlebihan

Notifikasi yang terus bermunculan dari berbagai aplikasi juga bisa menjadi salah satu penyebab baterai HP cepat habis. Setiap ada notifikasi masuk, layar HP akan menyala dan memproses informasi tersebut, sehingga memakan banyak daya. Untuk mengatasi masalah ini, Anda dapat mematikan notifikasi untuk aplikasi yang tidak terlalu penting. Dengan mematikan notifikasi, Anda dapat mengurangi jumlah
gangguan dan menghemat daya baterai.

6. Masalah hardware

Salah satu penyebab utama daya HP cepat habis adalah kerusakan komponen hardware, terutama baterai. Masalah pada komponen lain seperti layar, modul sinyal, atau komponen internal lainnya juga dapat menyebabkan konsumsi daya meningkat secara signifikan.

Jika berbagai upaya penghematan daya sudah dilakukan tapi baterai cepat habis, ada kemungkinan terdapat kerusakan fisik pada baterai atau komponen lainnya. Dalam kasus seperti ini, sebaiknya segera bawa HP ke service center resmi untuk diperiksa dan diperbaiki.

7. Proses pengecasan tidak benar

Kebiasaan mengisi daya atau pengecasan yang salah, seperti mengisi daya terlalu sering atau jarang, juga dapat mempengaruhi umur baterai. Mengisi daya hingga 100 persen atau membiarkan baterai habis hingga 0 persen bisa mempercepat kerusakan baterai.

Anda sebaiknya menghindari mengisi daya HP terlalu sering atau membiarkan baterai habis total. Idealnya, isi daya HP saat baterai mencapai 20-30 persen dan hentikan pengisian saat mencapai sekitar 80-90 persen. Selain itu, hindari menggunakan HP saat sedang dicas, terutama untuk aktivitas berat seperti bermain game atau menonton video.

Terakhir, gunakan charger asli atau charger berkualitas baik yang sesuai dengan spesifikasi HP. Charger yang tidak sesuai dapat menyebabkan pengisian daya tidak stabil dan merusak baterai.

sumber : https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20260629131353-185-1374618/baterai-hp-cepat-habis-walau-jarang-dipakai-ini-penyebabnya.

PUI Pasdeg Ubaya Perluas Jejaring Global, Perkuat Kolaborasi Strategis dengan Universitas Terkemuka Thailand

PUI Pasdeg Ubaya Perluas Jejaring Global, Perkuat Kolaborasi Strategis dengan Universitas Terkemuka Thailand

Surabaya (beritajatim.com) – Pusat Unggulan Inovasi Perguruan Tinggi (PUI-PT) Produk Pangan dan Suplemen Kesehatan untuk Kondisi Degeneratif (Pasdeg) Universitas Surabaya (Ubaya) terus memperkuat langkah internasionalisasinya melalui pengembangan kolaborasi strategis dengan sejumlah institusi pendidikan dan riset terkemuka di Asia Tenggara.

Upaya tersebut diwujudkan melalui kunjungan Ketua PUI Pasdeg Ubaya, Prof. Tjie Kok, ke Thailand pada 11-15 Juni 2026. Dalam rangkaian agenda tersebut, PUI Pasdeg Ubaya tidak hanya tampil dalam forum ilmiah internasional bergengsi, tetapi juga membuka peluang kerja sama konkret dengan Mahidol University dan Chiang Mai University, dua universitas yang dikenal memiliki reputasi kuat dalam bidang kesehatan, farmasi, pangan, dan inovasi.

Kehadiran Prof. Tjie Kok sebagai invited speaker pada Food Innovation Asia Conference (FIAC) 2026 menjadi bukti semakin meningkatnya pengakuan internasional terhadap kapasitas riset dan inovasi yang dikembangkan PUI Pasdeg Ubaya.

Forum yang mempertemukan akademisi, peneliti, industri, dan pembuat kebijakan dari berbagai negara tersebut menjadi panggung strategis bagi Ubaya untuk memperkenalkan berbagai capaian inovasi produk pangan fungsional dan suplemen kesehatan yang telah
dikembangkan selama ini.

Dalam paparannya, Prof. Tjie Kok memperkenalkan berbagai program unggulan, aktivitas riset, serta inovasi produk yang dihasilkan PUI Pasdeg Ubaya sebagai kontribusi Indonesia dalam pengembangan solusi kesehatan berbasis pangan dan suplemen kesehatan untuk menghadapi meningkatnya kasus penyakit degeneratif di tingkat global.

“Partisipasi dalam forum internasional seperti FIAC menjadi sarana penting untuk memperluas visibilitas dan pengakuan internasional terhadap inovasi yang dikembangkan oleh peneliti Indonesia. Selain itu, forum ini membuka peluang kolaborasi lintas negara yang semakin luas,” ujar Prof. Tjie Kok, Selasa (23/6/2026).

Langkah internasionalisasi tersebut berlanjut melalui kunjungan resmi ke Faculty of Agro- Industry, Chiang Mai University. Dalam kunjungan tersebut, dilakukan diskusi mengenai peluang pengembangan riset bersama, pertukaran akademik, hingga hilirisasi inovasi pangan dan suplemen kesehatan.

Prof. Tjie Kok juga meninjau berbagai fasilitas unggulan, termasuk Sensory Evaluation Laboratory, Food Innovation and Packaging Center (FIN), dan Black Soldier Fly (BSF) Pilot Rearing Facility.

Menurutnya, salah satu kekuatan utama yang ditunjukkan Thailand adalah keberhasilan membangun ekosistem inovasi yang terintegrasi antara universitas, industri, dan pemerintah sehingga hasil penelitian dapat lebih cepat diadopsi dan dikomersialisasikan.

“Saya menyaksikan integrasi yang sangat baik antara riset, pengembangan produk, dan teknologi pengemasan inovatif. Ekosistem seperti ini membuat industri tertarik mengadopsi dan memproduksi inovasi dalam skala besar. Pengalaman ini menjadi referensi penting bagi penguatan ekosistem inovasi pangan dan suplemen kesehatan di Indonesia,” jelasnya.

Selain Chiang Mai University, Prof. Tjie Kok juga melakukan kunjungan akademik ke Mahidol University, salah satu universitas terbaik di Asia Tenggara.

Kunjungan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya memperpanjang dan memperluas ruang lingkup kerja sama antara Mahidol University dan Ubaya yang sebelumnya telah terjalin melalui Fakultas Kedokteran, Fakultas Teknobiologi, dan Fakultas Farmasi.

Melalui penguatan jejaring internasional ini, PUI Pasdeg Ubaya membuka peluang kolaborasi yang lebih luas dalam bentuk riset multidisiplin lintas negara, pertukaran mahasiswa dan dosen, publikasi ilmiah bersama, pengembangan inovasi bersama, hingga akses terhadap jejaring riset dan industri global.

Langkah tersebut semakin menegaskan posisi PUI Pasdeg Ubaya sebagai salah satu pusat unggulan riset Indonesia yang aktif membangun kemitraan internasional untuk meningkatkan kualitas penelitian, mempercepat hilirisasi inovasi, serta memperkuat daya saing Indonesia dalam bidang pangan fungsional dan suplemen kesehatan di tingkat global.

“Melalui kunjungan ke kedua universitas tersebut, terbuka berbagai peluang kerja sama internasional yang dapat dikembangkan bersama. Kami berharap kolaborasi ini dapat menghasilkan inovasi yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam jejaring riset global,” pungkas Prof. Tjie Kok.

Sumber : https://beritajatim.com/pui-pasdeg-ubaya-perluas-jejaring-global-perkuat-kolaborasi-strategis-dengan-universitas-terkemuka-thailand

Lawan Dominasi Tengkulak, Peternak Blitar Jual Telur Langsung ke Warga Rp20 Ribu per Kg

Lawan Dominasi Tengkulak, Peternak Blitar Jual Telur Langsung ke Warga Rp20 Ribu per Kg

Blitar (beritajatim.com) – Deretan mobil pikap bermuatan telur ayam ras tampak berjajar di sejumlah titik strategis di Kabupaten Blitar, Kediri, Tulungagung, hingga Malang, Senin (29/6/2026). Melalui pengeras suara, para peternak menawarkan telur segar dengan harga Rp20.000 per kilogram, jauh lebih murah dibandingkan harga di pasar yang masih berkisar Rp24.000 hingga Rp25.000 per kilogram.

Aksi tersebut langsung menarik perhatian masyarakat. Ratusan warga mengantre untuk mendapatkan telur dengan harga lebih terjangkau di tengah kebutuhan bahan pangan yang terus meningkat.

Namun, penjualan murah itu bukan bagian dari program bantuan sosial maupun operasi pasar pemerintah. Para peternak mengaku langkah tersebut merupakan strategi bertahan setelah harga telur di tingkat kandang terus merosot hingga berada di bawah biaya produksi.

Koordinator aksi sekaligus peternak mikro asal Blitar, Suyatno, mengatakan harga telur di tingkat peternak dalam beberapa pekan terakhir hanya berada di kisaran Rp15.600 hingga Rp15.800 per kilogram. Sementara di tingkat konsumen, harga tetap bertahan di kisaran Rp24.000 hingga Rp25.000 per kilogram.

Menurutnya, selisih harga yang mencapai hampir Rp10.000 per kilogram itu tidak mencerminkan kondisi sebenarnya di tingkat peternak.

“Kami ingin mendekat langsung kepada masyarakat. Kemarin harga telur di kandang jatuh sampai Rp15.600, padahal harga jual di konsumen akhir masih Rp24.000 hingga Rp25.000. Jarak harganya terlalu jauh, sangat jomplang. Karena itu, kami berinisiatif menjemput bola ke masyarakat agar bisa memberikan harga yang pantas, yaitu Rp20.000 per kilogram,” ujar Suyatno.

Selama sepekan terakhir, sekitar 10 armada mobil pikap dikerahkan untuk menjual telur secara langsung di berbagai daerah. Setiap kendaraan mengangkut sekitar dua hingga tiga kuintal telur segar yang dipasarkan tanpa melalui jalur distribusi konvensional.

Bagi peternak, harga Rp20.000 per kilogram menjadi solusi yang menguntungkan kedua belah pihak. Masyarakat memperoleh telur dengan harga lebih murah, sementara peternak mendapatkan harga jual yang lebih baik dibandingkan harus melepas produksi kepada perantara.

Suyatno menilai persoalan utama berada pada panjangnya rantai distribusi yang membuat margin keuntungan lebih banyak dinikmati oleh pedagang perantara. Ia mengungkapkan alasan kelebihan pasokan yang kerap digunakan untuk menekan harga di tingkat kandang tidak sejalan dengan kondisi permintaan di pasar.

“Middleman selalu berdalih pasokan banjir sehingga harga harus jatuh. Tapi kenyataannya, penjualan telur di tingkat konsumen di harga Rp24.000-Rp25.000 itu masih laris manis tanpa penurunan serapan bermakna. Terbukti, begitu kami lepas langsung ke warga dengan harga Rp20.000, antusiasmenya luar biasa,” tegasnya.

Menurutnya, penjualan langsung menjadi bentuk perlawanan terhadap sistem distribusi yang dinilai kurang berpihak kepada peternak rakyat. Selain memangkas mata rantai pemasaran, langkah tersebut juga memperlihatkan bahwa harga yang lebih adil masih dapat dinikmati peternak maupun konsumen secara bersamaan.

Kabupaten Blitar sendiri merupakan salah satu sentra produksi telur terbesar di Indonesia. Populasi ayam petelur di wilayah tersebut mencapai sekitar 39 juta ekor dengan produksi harian sekitar 1.500 ton telur. Besarnya kapasitas produksi itu, menurut peternak, perlu diimbangi tata niaga yang lebih efisien agar keseimbangan harga di tingkat produsen dan konsumen dapat terjaga.

Sumber : https://beritajatim.com/lawan-dominasi-tengkulak-peternak-blitar-jual-telur-langsung-ke-warga-rp20-ribu-per-kg

Masih Adakah Peluang Bisnis di Tengah Market yang Sudah Penuh?

Masih Adakah Peluang Bisnis di Tengah Market yang Sudah Penuh?

Kediri – Salah satu pertanyaan yang sering muncul ketika membahas marketing modern adalah:

Di zaman sekarang, hampir semua kebutuhan manusia sudah memiliki solusi. Apakah masih ada peluang bisnis baru?

Pertanyaan ini sangat relevan.

Jika dilihat sekilas, hampir semua kebutuhan dasar manusia memang sudah memiliki solusi.

  • Makan sudah ada banyak pilihan.
  • Transportasi sudah tersedia di mana-mana.
  • Belanja bisa dilakukan secara online maupun offline.
  • Hiburan tersedia hampir tanpa batas.

Dari sudut pandang tersebut, wajar jika banyak orang merasa bahwa market saat ini sudah terlalu penuh.

Namun, apakah benar peluang bisnis semakin kecil?

Jawabannya adalah tidak sesederhana itu.

Masalah Baru Bukan Satu-Satunya Sumber Peluang

Banyak orang menganggap bahwa bisnis sukses hanya bisa lahir dari penemuan masalah baru.

Padahal dalam praktiknya, sebagian besar bisnis sukses tidak selalu menyelesaikan masalah yang benar-benar baru.

Sering kali mereka hanya menghadirkan solusi yang lebih baik untuk masalah lama.

Peluang bisnis modern sering datang bukan dari masalah baru, melainkan dari solusi yang lebih unggul.

1. Masalah Lama dengan Solusi Lebih Baik

Banyak kebutuhan manusia sebenarnya tidak berubah selama bertahun-tahun.

Yang berubah adalah kualitas solusi yang tersedia.

Contohnya adalah transportasi.

Sebelum era aplikasi digital, layanan transportasi seperti ojek sudah lama ada.

Namun, masih ada banyak masalah seperti sulit ditemukan, harga tidak transparan, dan kurang praktis.

Di sinilah inovasi muncul.

Masalahnya tetap sama, tetapi solusi yang diberikan menjadi lebih baik.

2. Kebutuhan Sama, Delivery Berbeda

Terkadang kebutuhan pasar tidak berubah sama sekali.

Yang berubah hanyalah cara produk atau jasa tersebut sampai ke pelanggan.

Belanja adalah contoh yang sangat jelas.

Manusia sudah berbelanja sejak lama.

Namun, perkembangan teknologi mengubah cara transaksi terjadi.

Dulu orang harus datang ke toko.

Sekarang banyak kebutuhan bisa dipenuhi hanya melalui smartphone.

Perubahan delivery model seperti ini sering menciptakan peluang market yang besar.

3. Pain Point Kecil Sering Menjadi Peluang Besar

Tidak semua peluang bisnis berasal dari masalah besar.

Kadang justru peluang terbaik berasal dari gangguan kecil yang dialami banyak orang setiap hari.

  • Proses checkout yang rumit
  • Website yang lambat
  • Customer service yang sulit dihubungi
  • Antrean yang terlalu panjang

Masalah kecil yang terus berulang dapat menciptakan frustrasi besar.

Jika sebuah bisnis mampu memperbaiki pengalaman tersebut, nilainya bisa sangat besar.

4. Perubahan Perilaku Selalu Menciptakan Market Baru

Pasar selalu berubah karena manusia juga terus berubah.

Perubahan gaya hidup, teknologi, dan kebiasaan konsumen terus membuka peluang baru.

Contohnya sangat banyak.

Dulu hiburan identik dengan televisi.

Sekarang pola konsumsi konten berubah menjadi serba digital dan on-demand.

Setiap perubahan perilaku biasanya melahirkan kebutuhan baru.

Dan setiap kebutuhan baru berpotensi menjadi market baru.

5. Market Penuh Bukan Berarti Tidak Ada Peluang

Salah satu kesalahan berpikir yang umum adalah menganggap market yang ramai berarti tidak ada peluang.

Padahal kenyataannya sering justru sebaliknya.

Market yang ramai sering menjadi tanda bahwa demand di market tersebut besar.

Kompetisi tinggi memang membuat persaingan lebih ketat.

Namun, peluang tetap ada bagi bisnis yang mampu tampil berbeda.

Perbedaan ini bisa muncul melalui:

  • Harga yang lebih kompetitif
  • Pelayanan yang lebih baik
  • Positioning yang lebih jelas
  • Pengalaman pelanggan yang lebih nyaman

Perspektif Modern tentang Peluang Bisnis

Dalam dunia bisnis modern, pertanyaan terbaik bukan lagi:

Masalah baru apa yang bisa ditemukan?

Pertanyaan yang lebih tepat adalah:

  • Masalah lama mana yang belum selesai?
  • Solusi mana yang masih kurang optimal?
  • Pengalaman mana yang masih buruk?

Jawaban dari pertanyaan-pertanyaan tersebut sering menjadi sumber peluang bisnis yang sangat besar.

Kesimpulan

Di era modern, menemukan masalah yang benar-benar baru memang semakin sulit.

Namun, hal itu bukan berarti peluang bisnis ikut menghilang.

Sebaliknya, peluang masih sangat besar bagi mereka yang mampu melihat celah dalam solusi yang sudah ada.

Banyak bisnis sukses lahir bukan karena menemukan masalah baru.

Mereka sukses karena mampu memberikan solusi yang lebih cepat, lebih sederhana, lebih murah, atau lebih nyaman.

Dalam marketing modern, peluang besar sering tersembunyi di balik masalah lama yang belum diselesaikan dengan baik.

Mengapa Memahami Market Adalah Langkah Awal dalam Marketing

Mengapa Memahami Market Adalah Langkah Awal dalam Marketing

Kediri – Banyak orang memulai bisnis dengan cara yang sama: menemukan ide produk, mulai produksi, lalu berharap produk tersebut laku di pasaran.

Sayangnya, pendekatan seperti ini sering menjadi penyebab utama kegagalan bisnis, terutama bagi pemula.

Masalahnya bukan karena produknya buruk. Dalam banyak kasus, masalah utamanya adalah produk tersebut dibuat tanpa pemahaman yang cukup terhadap market.

Inilah alasan mengapa memahami market menjadi fondasi paling penting dalam ilmu marketing.

Sebelum berbicara tentang promosi, branding, iklan, atau penjualan, hal pertama yang wajib dipahami adalah market itu sendiri.

Apa Itu Market?

Secara sederhana, market adalah sekumpulan orang atau kelompok yang memiliki kebutuhan, masalah, atau keinginan tertentu terhadap suatu produk atau jasa.

Dalam konteks marketing, market bukan hanya tentang keramaian atau banyaknya calon pembeli.

Market adalah tempat bertemunya kebutuhan konsumen dengan solusi yang ditawarkan oleh bisnis.

Artinya, market selalu berkaitan dengan tiga hal utama:

  • Adanya kebutuhan atau keinginan
  • Adanya calon pelanggan
  • Adanya daya beli

Jika salah satu dari tiga elemen tersebut tidak ada, maka market yang sehat akan sulit terbentuk.

Mengapa Market Sangat Penting dalam Marketing?

Banyak orang terlalu fokus pada produk.

Mereka berpikir bahwa jika produk bagus, maka produk tersebut pasti laku.

Padahal kenyataannya tidak selalu demikian.

Produk yang bagus belum tentu berhasil jika dijual ke market yang salah.

Sebaliknya, produk yang sederhana bisa berkembang pesat jika dijual ke market yang tepat.

“Good marketing starts with understanding the market.”

Marketing yang baik selalu dimulai dari pemahaman terhadap market.

Karena itu, bisnis yang memahami market dengan baik biasanya lebih mudah menentukan produk, strategi promosi, dan cara menjangkau pelanggan.

Kesalahan Umum Pebisnis Pemula

Salah satu kesalahan paling umum adalah membuat produk terlebih dahulu tanpa melakukan riset market.

Prosesnya sering seperti ini:

  1. Punya ide produk
  2. Produksi barang
  3. Promosi
  4. Bingung karena penjualan sepi

Pola ini sangat sering terjadi, terutama pada bisnis kecil dan UMKM.

Mereka berasumsi bahwa semua orang adalah calon pelanggan.

Padahal, dalam marketing, tidak semua orang adalah target market Anda.

Mindset yang Benar dalam Marketing

Cara berpikir yang benar bukan dimulai dari produk, melainkan dari market.

Urutannya seharusnya seperti ini:

  1. Pahami market
  2. Temukan masalah mereka
  3. Buat solusi yang relevan
  4. Tawarkan dengan strategi yang tepat

Dengan pendekatan ini, bisnis tidak lagi sekadar menjual produk.

Bisnis mulai berfokus pada penyelesaian masalah konsumen.

Menurut Para Pakar Marketing

Banyak pakar marketing dunia memiliki pandangan yang sama mengenai pentingnya memahami market.

“Marketing starts with understanding human needs and wants.”
— Philip Kotler

Menurut Philip Kotler, marketing selalu dimulai dari pemahaman terhadap kebutuhan dan keinginan manusia.

“The aim of marketing is to know and understand the customer so well the product or service fits him and sells itself.”
— Peter Drucker

Peter Drucker juga menekankan bahwa tujuan marketing adalah memahami pelanggan dengan sangat baik hingga produk yang ditawarkan benar-benar sesuai dengan kebutuhan mereka.

Dari dua pandangan tersebut, kita bisa melihat bahwa inti marketing bukan sekadar menjual.

Inti marketing adalah memahami market secara mendalam.

Pertanyaan Dasar untuk Memahami Market

Sebelum memulai bisnis atau menjalankan strategi marketing, ada beberapa pertanyaan dasar yang perlu dijawab.

  • Siapa target market Anda?
  • Masalah apa yang mereka hadapi?
  • Solusi seperti apa yang mereka butuhkan?
  • Apakah mereka memiliki daya beli?
  • Seberapa besar market tersebut?

Jawaban dari pertanyaan-pertanyaan ini akan menjadi fondasi untuk seluruh strategi marketing Anda.

Kesimpulan

Memahami market adalah langkah pertama dan paling penting dalam marketing.

Tanpa pemahaman market yang baik, bisnis berisiko menciptakan produk yang sebenarnya tidak dibutuhkan oleh pasar.

Karena itu, sebelum fokus pada promosi atau penjualan, pastikan Anda memahami market terlebih dahulu.

Ingat, marketing yang efektif tidak dimulai dari produk.

Marketing yang efektif dimulai dari pemahaman mendalam terhadap market.

5 Dasar Ilmu Marketing yang Wajib Dipahami Sebelum Belajar Strategi Lanjutan

5 Dasar Ilmu Marketing yang Wajib Dipahami Sebelum Belajar Strategi Lanjutan

Kediri – Banyak orang ingin langsung belajar digital marketing, menjalankan iklan, atau membuat strategi promosi yang kompleks.
Padahal, sebelum masuk ke tahap tersebut, ada fondasi dasar dalam ilmu marketing yang wajib dipahami terlebih dahulu.

Tanpa memahami dasar-dasar ini, strategi marketing sering kali tidak efektif karena berjalan tanpa arah yang jelas.

Marketing pada dasarnya bukan hanya tentang menjual produk, melainkan tentang memahami pasar, mengenali kebutuhan konsumen,
serta menawarkan solusi yang tepat dengan cara yang efektif.

Berikut adalah lima dasar utama dalam ilmu marketing yang sebaiknya dipelajari oleh pemula.

1. Memahami Market (Pasar)

Dasar pertama dalam marketing adalah memahami market atau pasar. Sebelum menjual produk atau jasa, bisnis harus mengetahui
siapa target pasar yang ingin dijangkau.

Pertanyaan penting yang perlu dijawab antara lain:

  • Siapa target market Anda?
  • Seberapa besar pasar yang tersedia?
  • Apakah ada demand untuk produk tersebut?

Marketing yang baik selalu dimulai dari pemahaman pasar yang jelas. Tanpa market yang tepat, produk sebagus apa pun akan sulit berkembang.

Contoh sederhana, menjual jas hujan saat musim hujan tentu lebih mudah dibandingkan menjualnya saat musim kemarau.

“Pahami pasar sebelum mulai menjual.”

2. Memahami Customer (Konsumen)

Setelah memahami pasar, langkah berikutnya adalah memahami customer atau konsumen.

Bisnis perlu memahami siapa pelanggan mereka secara lebih dalam, termasuk kebutuhan, kebiasaan, pola pikir, hingga masalah yang mereka hadapi.

Beberapa hal yang perlu dipahami:

  • Kebutuhan pelanggan
  • Pain point atau masalah utama
  • Motivasi membeli
  • Kebiasaan saat mengambil keputusan

Semakin baik Anda memahami customer, semakin mudah menyusun strategi marketing yang efektif.

“People don’t want to buy a quarter-inch drill. They want a quarter-inch hole.”
— Theodore Levitt

Kutipan tersebut menjelaskan bahwa pelanggan sebenarnya membeli solusi, bukan sekadar produk.

3. Value Proposition

Value proposition adalah alasan utama mengapa pelanggan harus memilih produk atau jasa Anda dibandingkan kompetitor.

Dalam marketing, pertanyaan pentingnya adalah:

“Mengapa customer harus membeli dari Anda?”

Nilai lebih yang ditawarkan bisa berupa:

  • Harga lebih kompetitif
  • Kualitas lebih baik
  • Pelayanan lebih cepat
  • Pengalaman yang lebih nyaman

Jika bisnis tidak memiliki value proposition yang jelas, pelanggan akan kesulitan melihat alasan untuk memilih produk tersebut.

4. Positioning dan Branding

Positioning adalah bagaimana bisnis ingin dikenal oleh pasar, sedangkan branding adalah proses membangun persepsi tersebut.

Pertanyaan utamanya:

  • Apakah ingin dikenal sebagai brand premium?
  • Apakah ingin dikenal sebagai yang paling terjangkau?
  • Apakah ingin dikenal sebagai yang paling inovatif?

Brand yang kuat menciptakan identitas yang mudah diingat oleh pelanggan.

Ketika pelanggan mendengar nama suatu brand, biasanya mereka langsung memiliki asosiasi tertentu.

Inilah kekuatan branding dan positioning dalam marketing.

5. Marketing Funnel

Dasar penting lainnya adalah memahami perjalanan customer dari belum mengenal brand hingga akhirnya melakukan pembelian.

Proses ini dikenal sebagai marketing funnel.

Salah satu model yang paling terkenal adalah AIDA.

  1. Awareness — Customer mulai mengenal brand Anda.
  2. Interest — Customer mulai tertarik.
  3. Desire — Customer mulai memiliki keinginan membeli.
  4. Action — Customer melakukan pembelian.

Banyak bisnis gagal dalam marketing karena langsung mencoba menjual tanpa membangun awareness dan interest terlebih dahulu.

Kesimpulan

Belajar marketing sebaiknya dimulai dari memahami fondasi dasarnya terlebih dahulu.

Lima dasar utama yang wajib dipahami adalah:

  1. Memahami market
  2. Memahami customer
  3. Membangun value proposition
  4. Menentukan positioning dan branding
  5. Memahami marketing funnel

Kelima fondasi ini akan membantu Anda memahami bagaimana marketing bekerja secara menyeluruh.

Setelah menguasai dasar-dasar ini, Anda akan lebih siap untuk mempelajari bidang yang lebih lanjut seperti
copywriting, digital marketing, advertising, dan analytics.

Pada akhirnya, inti dari marketing adalah sederhana:

Marketing adalah tentang memahami manusia, lalu menawarkan solusi yang tepat dengan cara yang tepat.

Seberapa Luas Ilmu Marketing? Memahami Marketing dari Sudut Bisnis, Psikologi, dan Teknologi

Seberapa Luas Ilmu Marketing? Memahami Marketing dari Sudut Bisnis, Psikologi, dan Teknologi

Kediri – Banyak orang masih memahami marketing sebagai aktivitas menjual produk atau sekadar promosi kepada calon pelanggan.
Padahal, dalam dunia bisnis modern, marketing merupakan disiplin ilmu yang jauh lebih luas daripada itu.

Marketing tidak hanya berbicara tentang bagaimana menjual produk, tetapi juga bagaimana memahami kebutuhan pasar,
menciptakan nilai, menyampaikan nilai tersebut kepada pelanggan, hingga mempertahankan hubungan jangka panjang dengan konsumen.

Secara ilmiah, marketing dapat dipahami sebagai proses strategis yang menghubungkan perusahaan dengan pasar melalui penciptaan, komunikasi, dan penyampaian nilai.

“The activity, set of institutions, and processes for creating, communicating, delivering, and exchanging offerings that have value for customers, clients, partners, and society at large.”
— American Marketing Association

Definisi tersebut menunjukkan bahwa marketing bukan sekadar aktivitas penjualan, melainkan sistem yang melibatkan banyak aspek bisnis secara terintegrasi.

Marketing sebagai Ilmu Multidisiplin

Salah satu alasan mengapa marketing sangat luas adalah karena ilmu ini berada di persimpangan beberapa disiplin ilmu lain.

  • Bisnis
  • Psikologi
  • Komunikasi
  • Teknologi
  • Data dan Statistik

Dalam praktiknya, seorang marketer tidak hanya dituntut memahami produk, tetapi juga perilaku manusia, tren pasar, teknologi digital, serta kemampuan membaca data.

Secara umum, ruang lingkup ilmu marketing dapat dibagi menjadi beberapa bidang utama.

1. Market Research (Riset Pasar)

Riset pasar adalah fondasi dari seluruh strategi marketing. Sebelum perusahaan menjual produk, mereka perlu memahami pasar yang ingin dituju.

Riset pasar membantu bisnis menjawab pertanyaan penting seperti:

  • Siapa target pelanggan?
  • Apa kebutuhan mereka?
  • Masalah apa yang mereka hadapi?
  • Bagaimana perilaku mereka saat membeli?

Tanpa riset pasar yang baik, strategi marketing sering kali berjalan berdasarkan asumsi.

2. Consumer Behavior (Perilaku Konsumen)

Bidang ini mempelajari bagaimana dan mengapa seseorang memutuskan untuk membeli suatu produk.

Keputusan membeli sering kali tidak sepenuhnya rasional. Banyak faktor psikologis yang memengaruhi perilaku konsumen.

  • Emosi
  • Persepsi
  • Kepercayaan
  • Pengaruh sosial
  • FOMO (Fear of Missing Out)

Pemahaman terhadap perilaku konsumen membantu perusahaan menciptakan strategi komunikasi yang lebih efektif.

3. Branding

Branding adalah proses membangun identitas dan persepsi di benak konsumen.

Banyak orang menganggap branding hanya sebatas logo atau desain visual. Padahal, branding jauh lebih kompleks.

Branding mencakup bagaimana pelanggan memandang bisnis, produk, dan reputasi perusahaan.

4. Advertising (Periklanan)

Advertising adalah bentuk komunikasi berbayar yang bertujuan memperkenalkan produk atau jasa kepada pasar.

Media iklan terus berkembang dari media tradisional hingga media digital.

  • Televisi
  • Radio
  • Google Ads
  • Meta Ads

Tujuan iklan dapat berbeda-beda.

  • Meningkatkan brand awareness
  • Mendapatkan leads
  • Meningkatkan penjualan

5. Digital Marketing

Perkembangan teknologi melahirkan cabang marketing yang sangat besar, yaitu digital marketing.

Digital marketing mencakup:

  • SEO
  • Content Marketing
  • Social Media Marketing
  • Email Marketing
  • Paid Advertising

Digital marketing menjadi sangat penting karena perilaku konsumen modern semakin bergeser ke ranah digital.

6. Sales dan Marketing

Meski sering dianggap sama, sales dan marketing memiliki fungsi yang berbeda.

  • Marketing: menarik perhatian dan membangun minat calon pelanggan.
  • Sales: mengubah minat tersebut menjadi transaksi.

Keduanya saling mendukung dalam pertumbuhan bisnis.

7. Customer Retention dan Loyalty

Marketing tidak berhenti setelah transaksi terjadi.

Mempertahankan pelanggan lama sering kali lebih menguntungkan dibanding terus mencari pelanggan baru.

Strategi retention meliputi:

  • Program loyalitas
  • Membership
  • Customer service
  • After-sales follow-up

8. Marketing Analytics dan Data

Di era digital, data menjadi komponen penting dalam marketing.

Metrik yang biasa digunakan:

  • Traffic
  • Conversion Rate
  • Customer Acquisition Cost (CAC)
  • Return on Investment (ROI)

Melalui data, perusahaan dapat mengetahui strategi mana yang efektif dan mana yang perlu diperbaiki.

Kesimpulan

Ilmu marketing adalah bidang yang sangat luas dan terus berkembang mengikuti perubahan zaman.

Marketing tidak hanya berkaitan dengan promosi atau penjualan, tetapi mencakup proses memahami pasar, membangun hubungan dengan pelanggan, serta menciptakan nilai yang relevan.

Secara sederhana, marketing adalah kombinasi antara seni dan sains.

  • Seni: kreativitas dalam branding, komunikasi, dan storytelling.
  • Sains: riset, analisis data, dan strategi berbasis fakta.

Inilah yang membuat marketing menjadi salah satu ilmu paling dinamis dalam dunia bisnis modern.

Kok Duit Habis Padahal Masih Tengah Bulan?

Kok Duit Habis Padahal Masih Tengah Bulan?

Tanggal 5 baru gajian dari marketplace. Tanggal 20, rekening udah bunyi “saldo tidak mencukupi”.

Padahal Laba Rugi bilang untung. Tapi kok bayar supplier aja harus nunggu cair dulu?

Tenang, kamu nggak sendirian. 90% UMKM kena penyakit ini. Namanya: buta anggaran.

Solusinya bukan “kurang jualan”. Tapi “nggak punya rencana duit”. Kenalin: Budget vs Realisasi.

Masalahnya: Jualan Pake Ilmu “Yang Penting Jalan”

Coba jujur, kamu kayak gini nggak?

  1. Uang masuk langsung dipake. Ada orderan → langsung belanja bahan → sisa buat makan siang.
  2. Nggak tau biaya tetap bulanan berapa. Ditanya “sewa + gaji + listrik abis berapa?” Jawabnya “emmm… banyak”.
  3. Kaget pas ada tagihan dadakan. PPN, THR, mesin rusak. Langsung panik gali lobang.

Akibatnya: Duit berasa numpang lewat. Nggak pernah ngendap di rekening.

Budget = Rencana duit mau dipake buat apa aja sebulan.
Realisasi = Catatan duit beneran kepake buat apa aja.

Tugas kamu: Bikin budget di awal bulan, bandingin sama realisasi di akhir bulan. Selisihnya = pelajaran.

Step 1: Bikin Anggaran Bulanan – 30 Menit Aja

Tanggal 1, sebelum uang masuk, duduk dulu. Buka Excel atau kertas. Bagi jadi 2 kelompok besar:

A. RENCANA UANG MASUK – Target Omzet

Jangan ngasal. Pake data bulan lalu + target BEP kamu.

Contoh Toko “Kopi Melek”:
Target jual 500 cup × Rp18.000 = Rp9.000.000

Ini angka realistis, bukan mimpi. BEP kamu 380 cup, jadi 500 cup itu aman.

B. RENCANA UANG KELUAR – Pos-Pos Wajib

Ini yang penting. Bagi 3 amplop:

Amplop Isinya Budget “Kopi Melek”
1. Biaya Wajib Yang nggak bayar, bisnis tutup. Sewa, Gaji, Listrik, Cicilan, PPh 0.5% Rp 5.700.000
2. HPP / Kulakan Biaya Variabel. Ikut jualan. 500 cup × Rp10.800 HPP Rp 5.400.000
3. Pengembangan Marketing, Iklan, Beli alat baru, Tabungan ekspansi Rp 1.000.000
TOTAL RENCANA KELUAR Rp 12.100.000

Lho kok minus Rp3.1 juta? BENER. Ini namanya budget. Dia ngasih tau di awal: “Bro, target omzet 9jt nggak nutup biaya 12jt. Kamu bakal rugi.”

Jadi solusinya ada 2: Naikin target jualan ATAU pangkas biaya. Mending tau dari tanggal 1 daripada kaget tanggal 20.

Revisi Budget “Kopi Melek”: Naikin target jadi 700 cup. Omzet jadi Rp12.600.000. Baru aman. Ada sisa Rp500rb buat jaga-jaga.

Step 2: Catet Realisasi – 2 Menit Tiap Hari

Anggaran udah jadi. Sekarang tinggal tracking. Pake aplikasi, Excel, atau buku tulis juga bisa.

Kuncinya: Catet PAS uang keluar, jangan ditunda.

Contoh Catatan Tgl 5-10:

Tanggal Keterangan Budget Realisasi Selisih
1 Bayar Sewa 3.000.000 3.000.000 0
3 Beli Biji Kopi 5kg 1.000.000 1.200.000 +200.000
7 Iklan IG Ads 500.000 350.000 -150.000
10 Listrik 400.000 550.000 +150.000

Lihat? Tgl 10 kamu udah tau: Biaya kopi & listrik jebol. Total jebol Rp200rb. Tapi iklan hemat Rp150rb. Jadi minus Rp50rb.

Kamu masih punya 20 hari buat nge-rem. Bisa stop ngopi-ngopi cantik dulu, atau naikin target jualan 3 cup.

Step 3: Evaluasi Akhir Bulan – 15 Menit Doang

Tanggal 30, totalin semua. Bikin “Rapor Budget” kayak gini:

Pos Budget Realisasi Selisih Analisa
Omzet 12.600.000 11.500.000 -1.100.000 Jualan kurang 61 cup. Hujan terus minggu ke-3
Gaji 6.000.000 6.000.000 0 Aman
HPP Bahan 7.560.000 8.200.000 +640.000 Harga susu naik! Nggak ke-detect
Marketing 500.000 800.000 +300.000 Kalap ikut promo 9.9
Laba Bersih 500.000 -1.500.000 -2.000.000 BONCOS

Insight dari evaluasi:

  1. Harga susu naik = Bulan depan HPP harus di-update. Atau ganti supplier.
  2. Kalap promo = Budget marketing harus dikunci. Nggak boleh lewat 500rb.
  3. Omzet nggak capai target = Musim hujan = resiko. Bulan depan siapin plan B: jual via GoFood.

Ini namanya bisnis pake data. Bukan pake perasaan “kayaknya bulan ini rame deh”.

3 Jurus Anti-Jebol Tengah Bulan

Jurus Caranya Efeknya
1. Aturan Amplop Digital Pas uang masuk, langsung pindah ke 3 rekening: Wajib, HPP, Pengembangan. Rekening Wajib nggak boleh diutak-atik. Duit sewa & gaji aman sampe akhir bulan. Nggak kepake buat jajan.
2. Catat Sebelum Bayar Mau beli apa-apa, buka budget dulu. “Sisa budget kopi abis nggak ya?” Kalau abis, TOLAK. Ngilangin beli impulsif. Dompet nggak bocor alus.
3. Dana Darurat Bisnis Sisihin 5-10% dari laba tiap bulan. Target: kekumpul 3x biaya tetap bulanan. Mesin rusak, sepi sebulan, tetep bisa napas. Nggak gali lobang tutup lobang.
Cara Nagih Hutang Pelanggan yang Nunggak

Cara Nagih Hutang Pelanggan yang Nunggak

Kediri – “Mas, kapan bayarnya ya?”

“Iya bentar lagi, minggu depan ya.”

*Minggu depan nggak ada kabar. Bulan depan ngilang.*

Sound familiar? Piutang itu laba di atas kertas doang. Kalau nggak ketagih, namanya sedekah paksa.

Masalahnya, nagih utang itu serba salah. Dikejar terus dikira nggak sopan. Didiemin malah bablas.

Tenang, ada caranya nagih utang biar profesional, dibayar, dan nggak musuhan. Kuncinya: sistem, bukan perasaan.

1. Pencegahan: Biar Nggak Nunggak dari Awal

Nagih paling gampang itu sebelum kasih utang. Ini 4 aturan wajib sebelum jual tempo:

Aturan 1: Jangan Kasih Tempo ke Semua Orang

Tempo itu bukan hak pelanggan. Itu privilege. Kasih cuma ke:

  1. Langganan lama yang track record-nya bersih
  2. Perusahaan PT/CV jelas, bukan perorangan misterius
  3. Nominal gede yang kalau cash bakal nolak order

Pelanggan baru? Pembeli receh? Wajib cash atau DP 50% dulu. Tegas di awal lebih baik daripada sakit hati di akhir.

Aturan 2: Bikin Syarat Tempo yang Jelas Banget

Jangan cuma “tempo 2 minggu ya”. Tulis di invoice:

  • Jatuh Tempo: 14 hari kalender, tanggal 15 Oktober 2026
  • Denda: Keterlambatan dikenakan denda 2% per bulan
  • Rekening: Transfer ke BCA 12345 a.n PT Maju Jaya

Yang nggak tertulis = nggak ada. Kalau cuma omongan, nanti dia alesan “lho kirain sebulan”.

Aturan 3: Minta DP Berapa Pun Jumlahnya

DP 20% aja udah ngubah mindset pelanggan. Orang yang udah keluar duit, komitmennya beda.

DP = filter. Yang niat bayar pasti mau DP. Yang dari awal mau ngemplang, bakal kabur pas denger kata “DP”.

Aturan 4: Umur Piutang Wajib Dipantau Tiap Minggu

Buka Laporan Neraca, liat akun “Piutang Usaha”. Terus bikin tabel Analisa Umur Piutang kayak gini:

Nama Pelanggan Total Piutang Belum Jth Tempo Telat 1-30 Hari Telat 31-60 Hari Telat >60 Hari
PT Abadi Rp 10.000.000 Rp 7.000.000 Rp 3.000.000
Toko Berkah Rp 2.500.000 Rp 1.000.000 Rp 1.500.000

Makin tua umur piutang, makin kecil kemungkinan ketagih. Telat >60 hari = zona merah. Harus dikejar brutal.

2. Eksekusi: 4 Tahap Nagih Utang yang Profesional

Udah telat? Jangan langsung ngamuk. Pake eskalasi ini. Dari halus sampe tegas.

Tahap 1: H-3 Jatuh Tempo – Reminder Manis

Tujuan: Ngasih tau baik-baik. Anggap aja dia beneran lupa.

Channel: WA atau Email.

Template:
“Halo Pak Budi, izin mengingatkan untuk invoice #INV-092 senilai Rp3.000.000 akan jatuh tempo pada 15 Oktober 2026. Mohon info ya Pak jika pembayaran sudah ditransfer agar bisa kami catat. Terima kasih banyak 🙏”

Kunci: Nggak nuduh. Pake kata “mengingatkan” dan “mohon info”. Lampirin PDF invoice-nya lagi.

Tahap 2: H+1 Telat – Follow Up Tegas Tapi Sopan

Tujuan: Minta kejelasan tanggal bayar.

Channel: Telepon / WA Call.

Template:
“Selamat siang Bu Ani, saya [Nama] dari [Usaha Anda]. Menindaklanjuti invoice #INV-088 yang sudah jatuh tempo kemarin. Apakah ada kendala untuk pembayarannya Bu? Kira-kira bisa dibantu proses di tanggal berapa ya?”

Kunci: Tanyain “kendalanya apa” dulu. Dengerin. Terus minta tanggal pasti. Jangan mau jawaban “secepatnya”. Paksa: “Berarti kami catat tanggal 20 Oktober ya Bu?”

Tahap 3: H+7 Telat – Surat Teguran Resmi

Tujuan: Naik level. Kasih tau ini serius.

Channel: Email resmi + PDF kop surat.

Isi Surat:

  1. Sebutkan nomor invoice, nominal, tanggal jatuh tempo.
  2. Sampaikan sudah telat 7 hari.
  3. Minta pembayaran maksimal 3×24 jam.
  4. Infoin konsekuensi: “Jika belum ada pembayaran, kami akan menahan pengiriman order selanjutnya dan mengenakan denda sesuai syarat di invoice.”

Kunci: Profesional, bukan emosional. Ini dokumen. Suatu saat bisa jadi bukti hukum.

Tahap 4: H+30 Telat – Opsi Terakhir

Tujuan: Selamatkan duit sebisanya. Hubungan udah rusak, nggak apa-apa.

Pilih salah satu:

  1. Datengin langsung: Datang ke kantor/tokonya baik-baik. Bawa surat tagihan + materai. Kadang malu di depan karyawan bikin dia langsung bayar.
  2. Jasa Penagih Profesional: Pake debt collector resmi. Mereka ambil fee 20-30% dari yang ketagih. Daripada zonk 100%.
  3. Negosiasi Cicil: “Pak, daripada nggak bayar sama sekali, gimana kalau dicicil 3x? Kita buatkan surat perjanjiannya.”
  4. Ikhlasin + Blacklist: Kalau nominal kecil & capek, ikhlasin aja. Tapi blacklist. Jangan pernah kasih tempo lagi. Catet nama + NIK-nya.

3. Jurnalnya Gimana Kalau Piutang Beneran Zonk?

Kalau udah 6 bulan nggak bayar dan udah nyerah nagih, secara akuntansi kamu harus ngakuin rugi.

Namanya: Beban Piutang Tak Tertagih.

Jurnalnya:
Debit: Beban Piutang Tak Tertagih… Rp2.500.000
Kredit: Piutang Usaha… Rp2.500.000

Efeknya: Laba Bersih kamu bulan ini turun Rp2,5jt. Piutang di Neraca juga ilang. Ini sakit, tapi laporan kamu jadi jujur. Ini yang dibahas di artikel Jurnal Penyesuaian.

Checklist Anti-Boncos Piutang:

  1. [ ] Punya syarat tempo tertulis di semua invoice?
  2. [ ] Rutin cek Umur Piutang tiap Jumat?
  3. [ ] Berani nolak kasih tempo ke pelanggan baru?
  4. [ ] Punya template WA + Surat Teguran siap tempel?
  5. [ ] Berani blacklist pelanggan nakal?

Ingat: Bisnis bukan panti sosial. Kasih tempo itu kamu minjemin duit tanpa bunga. Kalau dia nggak balik, kamu yang tekor.

Tegas di awal, enak di akhir. Atau nggak tegas di awal, pusing 7 keliling di akhir.