Adab Menutup Majelis dengan Doa Kafaratul Majelis

Adab Menutup Majelis dengan Doa Kafaratul Majelis

Jakarta – Setiap kali menghadiri majelis ilmu, pengajian, maupun pertemuan kebaikan, umat Islam diajarkan untuk menjaga adab dan kesantunan.

Sebagai manusia, seseorang tidak selalu luput dari kata-kata yang kurang berguna, prasangka, atau kekhilafan lisan selama majelis berlangsung.

Oleh karena itu, Rasulullah SAW mengajarkan doa yang dibaca ketika hendak meninggalkan majelis. Doa tersebut dikenal sebagai doa kafaratul majelis dan berisi permohonan ampun kepada Allah atas kekhilafan yang terjadi selama majelis.

Adab-adab Mengakhiri dan Menutup Majelis

Mengutip kitab Riyadhus Shalihin karya Imam An-Nawawi, terdapat beberapa adab dalam majelis, yaitu:

Melapangkan Ruang Majelis

Rasulullah SAW bersabda, “Sebaik-baik majelis adalah majelis yang paling luas.” (HR. Abu Dawud).

Umat Islam dianjurkan untuk saling melapangkan tempat duduk bagi saudaranya yang baru datang.

Tidak Menyuruh Orang Lain Berdiri

Dilarang menyuruh orang lain berdiri dari tempat duduknya hanya untuk kita tempati. Ibnu Umar RA bahkan menolak menduduki tempat orang yang dengan sukarela berdiri untuknya.

Menjaga Hak Tempat Duduk

“Apabila seseorang berdiri sejenak dari tempat duduknya lalu kembali lagi, maka ia adalah orang yang paling berhak atas tempat duduk tersebut.” (HR. Muslim)

Duduk di Tempat yang Masih Kosong

Para sahabat memiliki kebiasaan jika menghadiri majelis Nabi SAW, mereka akan langsung duduk di barisan atau tempat paling belakang yang masih kosong tanpa mengganggu jemaah lain.

Tidak Memisahkan Dua Orang Tanpa Izin

“Tidak halal bagi seseorang memisahkan di antara dua orang (dari tempat duduk keduanya), kecuali dengan izin mereka berdua.” (HR. Abu Daud dan Tirmidzi)

Tidak Duduk di Tengah Lingkaran Majelis

“Allah melaknat atas lisan Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada orang yang duduk di tengah lingkaran (kumpulan orang).” (HR. Tirmidzi)

Bacaan Doa Kafaratul Majelis Lengkap dengan Artinya

Merujuk buku Kumpulan Doa dan Zikir Nabawi karya Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dan kitab Riyadhus Shalihin oleh Imam Nawawi, Rasulullah SAW biasa membaca doa ini saat hendak meninggalkan majelis.:

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ، أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ

Latin: Subhanakallahumma wa bihamdika, asyhadu alla ilaha illa anta, astaghfiruka wa atubu ilaik.

Artinya: “Maha Suci Engkau, ya Allah, dan dengan memuji-Mu, aku bersaksi bahwa tidak ada tuhan selain Engkau, aku memohon ampunan kepada-Mu dan bertobat kepada-Mu.” (HR. Abu Daud)

Selain doa kafaratul majelis, terdapat pula doa lain yang diajarkan Rasulullah SAW dan berisi permohonan perlindungan serta kebaikan dalam kehidupan.

اَللَّهُمَّ اقْسِمْ لَنَا مِنْ خَشْيَتِكَ مَاتَحُوْلُ بَيْنَنَا وَبَيْنَ مَعْصِيَتِكَ وَمِنْ طَاعَتِكَ مَا تُبَلِّغُنَابِهِ جَنَّتَكَ وَمِنَ الْيَقِيْنِ مَاتُهَوِّنُ بِهِ عَلَيْنَا مَصَائِبَ الدُّنْيَا

اَللَّهُمَّ مَتِّعْنَا بِأَسْمَاعِنَا وَأَبْصَارِنَا وَقُوَّتِنَا مَا أَحْيَيْتَنَا وَاجْعَلْهُ الْوَارِثَ مِنَّا وَاجْعَلْهُ ثَأْرَنَا عَلَى مَنْ عَاداَنَا وَلاَ تَجْعَلْ مُصِيْبَتَنَا فِى دِيْنِنَاوَلاَ تَجْعَلِ الدُّنْيَا أَكْبَرَ هَمِّنَا وَلاَ مَبْلَغَ عِلْمِنَا وَلاَ تُسَلِّطْ عَلَيْنَا مَنْ لاَ يَرْحَمُنَا

Latin: Allahummaqsim lana min khasy-yatik, maa tahuulu bainanaa wa baina ma’shiyyatik, wa min thaa’atika maa tuballighuna bihi jannatak wa minal yaqiini ma tuhawwinu bihi ‘alaina mashaaibad dunya.

Allahumma matti’naa bi asmaa’inaa wa abshaarina wa quwwatinaa ma ahyaytana waj’alhul waaritsa minna waj’alhu tsa’ranaa ‘alaa man ‘aadanaa wa laa taj’al mushiibatanaa fii diininaa wa laa taj’alid dunya akbara hamminaa wa laa mablagha ‘ilminaa wa laa tusallith ‘alainaa man laa yarhamunaa.

Artinya: “Ya Allah, anugerahkanlah untuk kami rasa takut kepada-Mu, yang dapat menghalangi antara kami dan perbuatan maksiat kepada-Mu, dan (anugerahkanlah kepada kami) ketaatan kepada-Mu yang akan menyampaikan kami ke surga-Mu dan (anugerahkanlah pula) keyakinan yang akan menyebabkan ringannya bagi kami segala musibah dunia ini.

Ya Allah, anugerahkanlah kenikmatan kepada kami melalui pendengaran kami, penglihatan kami dan dalam kekuatan kami selama kami masih hidup, dan jadikanlah ia warisan dari kami. Jadikanlah balasan kami atas orang-orang yang menganiaya kami, dan tolonglah kami terhadap orang yang memusuhi kami, dan janganlah Engkau jadikan musibah kami dalam urusan agama kami, dan janganlah Engkau jadikan dunia ini sebagai cita-cita terbesar kami dan puncak dari ilmu kami, dan jangan Engkau jadikan orang-orang yang tidak menyayangi kami berkuasa atas kami.”

Sumber : https://www.detik.com/hikmah/khazanah/d-8633569/adab-menutup-majelis-dengan-doa-kafaratul-majelis