Alasan Nonmuslim Tidak Boleh Memasuki Kota Makkah

Alasan Nonmuslim Tidak Boleh Memasuki Kota Makkah

Jakarta – Kota Makkah atau yang sering disebut Tanah Suci adalah tempat yang dimuliakan oleh Allah SWT sebagai pusat ibadah umat Islam di seluruh dunia. Setiap wilayahnya dijaga dengan aturan khusus, termasuk mengenai larangan nonmuslim memasuki Kota Makkah.

Lantas, apa alasan yang melatarbelakangi nonmuslim tidak boleh memasuki Kota Makkah?

Larangan Nonmuslim Memasuki Kota Makkah

Larangan nonmuslim masuk Kota Makkah tidak diatur oleh otoritas setempat, melainkan secara tegas ditetapkan oleh Allah SWT dalam Al-Qur’an Surah At-Taubah ayat 28. Allah SWT berfirman:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِنَّمَا الْمُشْرِكُوْنَ نَجَسٌ فَلَا يَقْرَبُوا الْمَسْجِدَ الْحَرَامَ بَعْدَ عَامِهِمْ هٰذَا ۚوَاِنْ خِفْتُمْ عَيْلَةً فَسَوْفَ يُغْنِيْكُمُ اللّٰهُ مِنْ فَضْلِهٖٓ اِنْ شَاۤءَۗ اِنَّ اللّٰهَ عَلِيْمٌ حَكِيْمٌ

Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, sesungguhnya orang-orang musyrik itu najis (kotor jiwanya). Oleh karena itu, janganlah mereka mendekati Masjidil Haram setelah tahun ini. Jika kamu khawatir menjadi miskin (karena orang kafir tidak datang), Allah SWT nanti akan memberikan kekayaan kepadamu dari karunia-Nya jika Dia menghendaki. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.”

Ayat ini menjadi penegas bahwa Allah SWT menetapkan Makkah sebagai kota pusat ibadah umat Islam yang terjaga kesuciannya.

Aturan serupa juga diriwayatkan oleh Umar bin Khattab, ia mendengar Rasulullah SAW bersabda demikian:

وَحَدَّثَنِي زُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ، حَدَّثَنَا الضَّحَّاكُ بْنُ مَخْلَدٍ، عَنِ ابْنِ جُرَيْجٍ، ح وَحَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بْنُ رَافِعٍ، – وَاللَّفْظُ لَهُ – حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ، أَخْبَرَنَا ابْنُ جُرَيْجٍ، أَخْبَرَنِي أَبُو الزُّبَيْرِ، أَنَّهُ سَمِعَ جَابِرَ بْنَ عَبْدِ اللَّهِ، يَقُولُ أَخْبَرَنِي عُمَرُ بْنُ الْخَطَّابِ، أَنَّهُ سَمِعَ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ يَقُولُ ” لأُخْرِجَنَّ الْيَهُودَ وَالنَّصَارَى مِنْ جَزِيرَةِ الْعَرَبِ حَتَّى لاَ أَدَعَ إِلاَّ مُسْلِمًا ” .

Artinya: “Aku akan mengusir orang Yahudi dan Nasrani dari Jazirah Arab dan tidak akan membiarkan kecuali Muslim.” (HR. Muslim)

Disebutkan dalam buku Sejarah Peradaban Islam Terlengkap karya Rizem Aizid, Jazirah Arab memiliki daerah penting, yakni Hijaz, yang mencakup dua kota terkenal, di antaranya adalah Makkah dan Madinah.

Asal-Usul Larangan Nonmuslim Memasuki Tanah Suci

Penegasan larangan nonmuslim memasuki Tanah Suci Makkah terjadi pada tahun ke-9 Hijriah, ketika pelaksanaan ibadah haji yang dipimpin oleh Abu Bakar Ash-Shiddiq RA. Saat itu, Rasulullah SAW mengutus Ali bin Abi Thalib untuk membacakan ayat-ayat Surah At-Taubah mengenai larangan nonmuslim melakukan haji di Tanah Suci Makkah, sebagaimana hadis yang diriwayatkan Abu Hurairah berikut:

حَدَّثَنَا إِسْحَاقُ، قَالَ حَدَّثَنَا يَعْقُوبُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ، قَالَ حَدَّثَنَا ابْنُ أَخِي ابْنِ شِهَابٍ، عَنْ عَمِّهِ، قَالَ أَخْبَرَنِي حُمَيْدُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ عَوْفٍ، أَنَّ أَبَا هُرَيْرَةَ، قَالَ بَعَثَنِي أَبُو بَكْرٍ فِي تِلْكَ الْحَجَّةِ فِي مُؤَذِّنِينَ يَوْمَ النَّحْرِ نُؤَذِّنُ بِمِنًى أَنْ لاَ يَحُجَّ بَعْدَ الْعَامِ مُشْرِكٌ، وَلاَ يَطُوفَ بِالْبَيْتِ عُرْيَانٌ. قَالَ حُمَيْدُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ ثُمَّ أَرْدَفَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ عَلِيًّا، فَأَمَرَهُ أَنْ يُؤَذِّنَ بِبَرَاءَةَ قَالَ أَبُو هُرَيْرَةَ فَأَذَّنَ مَعَنَا عَلِيٌّ فِي أَهْلِ مِنًى يَوْمَ النَّحْرِ لاَ يَحُجُّ بَعْدَ الْعَامِ مُشْرِكٌ، وَلاَ يَطُوفُ بِالْبَيْتِ عُرْيَانٌ.

Artinya: “Pada Hari Nahr (10 Zulhijah, di tahun sebelum Haji terakhir Nabi Muhammad SAW ketika Abu Bakar menjadi pemimpin jemaah haji pada haji itu) Abu Bakar mengutus saya bersama para pengumum untuk Mina untuk membuat pengumuman publik: ‘Tidak ada penyembah berhala yang diizinkan untuk melakukan Haji setelah tahun ini dan tidak ada orang telanjang yang diizinkan untuk melakukan Tawaf di sekitar Ka’bah.’ Kemudian Rasulullah SAW mengutus Ali untuk membacakan Surat Bara’ah (At-Taubah) kepada orang-orang; maka ia mengumumkan bersama kami pada Hari Nahr di Mina: ‘Tidak ada penyembah berhala yang diizinkan untuk melakukan Haji setelah tahun ini dan tidak ada orang telanjang yang diizinkan untuk melakukan Tawaf di sekitar Kakbah.” (HR. Bukhari)

Sumber : https://www.detik.com/hikmah/khazanah/d-8627662/alasan-nonmuslim-tidak-boleh-memasuki-kota-makkah