Manila (ANTARA) – Dua raksasa bisnis Filipina, SM Investments dan DMCI Holdings, sedang mempersiapkan landasan untuk membangun perusahaan pertambangan terbesar di negara itu melalui konsolidasi ekuitas strategis, demikian dilaporkan media lokal sebagaimana warta Xinhua.
Dominion Holdings Inc., sebuah perusahaan cangkang yang terdaftar di bursa Filipina, diposisikan sebagai kendaraan korporasi untuk menampung saham pertambangan yang terkonsolidasi.
Menurut laporan itu, Presiden Dominion Frederic DyBuncio, yang juga menjabat sebagai Presiden sekaligus CEO SM Investments, mengonfirmasi bahwa restrukturisasi ekuitas di antara perusahaan-perusahaan yang terlibat sedang berjalan untuk menciptakan kelompok pertambangan terkemuka di negara tersebut di masa depan.
Setelah rampung, Dominion diperkirakan akan memegang posisi ekuitas terkonsolidasi di dua deposit tembaga-emas domestik utama, yakni tambang tembaga-emas Atlas di Cebu, Filipina tengah, dan proyek Tampakan di South Cotabato, Mindanao.
Proyek Tampakan, yang secara luas dianggap sebagai salah satu deposit tembaga-emas terbesar di Asia Tenggara, saat ini berada dalam tahap prapengembangan bersama para pemangku kepentingan konsorsium utama, yang menargetkan pengoperasian paling cepat pada 2028, menurut DyBuncio.



