4 Amalan Utama yang Mengangkat Derajat di Sisi Allah SWT

4 Amalan Utama yang Mengangkat Derajat di Sisi Allah SWT

Setiap muslim ingin memiliki kedudukan dan derajat yang mulia, khususnya di sisi Allah SWT. Sebagian orang mengira hal itu ditentukan dari jabatan atau kekayaan.

Padahal, Allah SWT sudah menegaskan bahwa orang yang paling mulia adalah yang bertakwa, sebagaimana firman-Nya dalam surah Al-Hujurat ayat 13:

“Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Mahateliti.”

Selain ketakwaan, derajat manusia di sisi Allah SWT juga ditentukan dengan amal perbuatan. Lantas, apa saja amalan yang bisa mengangkat derajat manusia?

Empat Amalan Utama untuk Meninggikan Derajat

1. Salat Berjamaah di Masjid

Salah satu amalan yang bisa mengangkat derajat manusia adalah salat berjemaah di masjid.

Dalam sebuah hadis, dijelaskan bahwa setiap langkah kita menuju masjid dihitung sebagai penghapus dosa sekaligus sebab diangkatnya derajat kita.

Nabi Muhammad SAW bersabda:

“Maukah kalian aku tunjukkan tentang sesuatu yang dengannya Allah menghapus dosa-dosa dan mengangkat derajat-derajat?” Para sahabat menjawab, ‘Tentu, wahai Rasulullah.’ Beliau bersabda: ‘Menyempurnakan wudhu dalam keadaan yang tidak disukai, memperbanyak langkah menuju ke masjid, dan menunggu salat setelah salat. Maka yang demikian itu adalah ar-ribath (perjuangan/kebaikan yang kokoh).” (HR. Muslim)

2. Menuntut Ilmu

Setiap muslim yang menuntut ilmu dan beriman juga diangkat derajatnya oleh Allah SWT.

Janji Allah SWT itu tercantum dalam surah Al-Mujadalah ayat 11:

“Wahai orang-orang yang beriman! Apabila dikatakan kepadamu, “Berilah kelapangan di dalam majelis-majelis,” maka lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan, “Berdirilah kamu,” maka berdirilah, niscaya Allah akan mengangkat (derajat) orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Dan Allah Mahateliti apa yang kamu kerjakan.”

Ilmu dalam konteks ini bukan hanya ilmu agama, tetapi juga semua ilmu yang bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain.

3. Berselawat kepada Nabi SAW

Membaca selawat Nabi Muhammad SAW termasuk amalan ringan, tetapi berat di timbangan amal.

Dengan memperbanyak selawat, seorang muslim akan mendapat rahmat dan diangkat derajatnya oleh Allah SWT.

Nabi Muhammad SAW bersabda:

“Siapa saja yang membaca selawat kepadaku sekali, niscaya Allah berselawat kepadanya 10 kali, menghapus 10 dosanya, dan mengangkat derajatnya 10 tingkatan.” (HR An-Nasa’i).

4. Salat Tahajud

Janji Allah SWT mengangkat derajat orang yang mengerjakan salat tahajud tercantum dalam surah Al-Isra ayat 79:

“Dan pada sebagian malam, lakukanlah salat tahajud (sebagai suatu ibadah) tambahan bagimu: mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji.”

Sifat yang Mengangkat Derajat Manusia

Sifat atau akhlak mulia juga menjadi jalan untuk meninggikan derajat seseorang.

Berikut adalah sifat-sifat yang bisa mengangkat derajat manusia di hadapan Allah SWT:

Sabar dan Murah Hati

Al-Hilm adalah sikap memiliki kelapangan hati dalam menghadapi berbagai situasi, tidak mudah marah, dan mampu menahan diri saat diperlakukan tidak baik oleh orang lain.

Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda:

“Orang yang kuat bukanlah orang yang menang saat bergulat, melainkan orang yang mampu mengendalikan dirinya saat marah.” (HR Bukhari dan Muslim).

Rendah Hati

At-Tawadhu berarti tidak sombong di hadapan sesama makhluk Allah, baik kepada yang lebih rendah kedudukannya maupun yang lebih tinggi.

Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda:

“Sedekah tidak akan mengurangi harta, orang yang suka memaafkan akan ditambah kemuliaannya oleh Allah, dan siapa pun yang merendahkan diri karena Allah pasti akan Allah angkat derajatnya.” (HR Muslim)

Dermawan

Dermawan artinya ringan tangan untuk membantu dan berbagi kepada sesama tanpa mengharap balasan dari manusia.

Allah SWT berfirman dalam Surah Ali Imran ayat 92:

لَن تَنَالُوا الْبِرَّ حَتَّىٰ تُنفِقُوا مِمَّا تُحِبُّونَ ۚ وَمَا تُنفِقُوا مِن شَيْءٍ فَإِنَّ اللَّهَ بِهِ عَلِيمٌ

Lan tanaalul birra hattaa tunfiqoo mimmaa tuhibboon; wa maa tunfiqoo min shai’in fa innal laaha bihee ‘Aleem

Artinya: “Kamu tidak akan memperoleh kebajikan, sebelum kamu menginfakkan sebagian harta yang kamu cintai. Dan apa pun yang kamu infakkan, tentang hal itu sungguh, Allah Maha Mengetahui.”

Ayat ini menegaskan bahwa kedermawanan adalah ketika seseorang rela berbagi dari sesuatu yang sebenarnya juga ia sukai, bukan sekadar dari sisa atau kelebihan yang tidak lagi ia butuhkan.

Sumber : https://mozaik.inilah.com/dakwah/4-amalan-utama-yang-mengangkat-derajat-di-sisi-allah-swt