Kalau akuntansi itu cerita, maka jurnal umum adalah buku hariannya. Semua kejadian keuangan usaha kamu dicatat dulu di sini, sebelum dipindah ke buku besar.
Tenang, bikin jurnal umum nggak serumit skripsi. Ada 4 langkah aja. Ikutin ini, dijamin nggak kebalik debit-kredit.
1. Apa Itu Jurnal Umum?
Jurnal Umum = catatan kronologis semua transaksi usaha. Dicatat tiap hari, urut tanggal.
Fungsinya: biar semua transaksi ada buktinya, nggak ada yang kelewat, dan debit kreditnya seimbang.
Bentuknya tabel sederhana kayak gini:
| Tanggal | Keterangan | Ref | Debit | Kredit |
|---|---|---|---|---|
| 27 Jun 2026 | Kas | 101 | Rp500.000 | |
| Pendapatan Jasa | 401 | Rp500.000 |
2. 4 Langkah Bikin Jurnal Umum Anti Pusing
Langkah 1: Identifikasi Transaksinya Dulu
Tanya ke diri sendiri: “Apa yang kejadian hari ini?”
Contoh: “Tadi servis AC pelanggan, dibayar tunai Rp500rb”
Kalau ada bukti kayak nota, kwitansi, transferan, simpan. Itu jadi dasar nyatet.
Langkah 2: Tentukan Akun Apa Aja yang Kena
Dari transaksi tadi, 2 hal yang berubah:
- Kas nambah Rp500rb → Ini akun Harta
- Pendapatan Jasa nambah Rp500rb → Ini akun Pendapatan
Kalau masih bingung, cek lagi artikel blog 2 tentang 5 Jenis Akun Dasar.
Langkah 3: Tentukan Debit atau Kredit Pakai Rumus DEAL GIRL
- DEA = Debit → Dividends/Prive, Expenses/Beban, Assets/Harta
- GIRL = Kredit → Gains/Pendapatan, Income, Revenue, Liabilities/Utang, Equity/Modal
Balik ke contoh:
- Kas = Harta. Harta nambah → Debit Rp500.000
- Pendapatan Jasa = Pendapatan. Pendapatan nambah → Kredit Rp500.000
Aturan emas: Total Debit harus sama dengan Total Kredit. Kalau nggak sama, berarti salah.
Langkah 4: Tulis di Jurnal + Kasih Keterangan Jelas
Formatnya: Akun yang di-Debit tulis duluan, akun yang di-Kredit tulis di bawahnya agak menjorok.
| Tanggal | Keterangan | Ref | Debit | Kredit |
|---|---|---|---|---|
| 27 Jun 2026 | Kas | 101 | Rp500.000 | |
| Pendapatan Jasa | 401 | Rp500.000 | ||
| (Terima jasa servis AC Bu Ani) |
Keterangan di bawah itu penting. Biar 3 bulan lagi kamu baca masih ingat ini transaksi apa.
3. Contoh Transaksi Harian Lainnya
Biar makin nempel, nih contoh lain:
Contoh 1: Bayar Gaji Karyawan Rp2.000.000 Tunai
- Akun kena: Beban Gaji nambah, Kas berkurang
- Beban Gaji = Beban → Debit Rp2.000.000
- Kas = Harta berkurang → Kredit Rp2.000.000
| Keterangan | Debit | Kredit |
|---|---|---|
| Beban Gaji | Rp2.000.000 | |
| Kas | Rp2.000.000 |
Contoh 2: Beli Peralatan Rp3.000.000 Tapi Ngutang
- Akun kena: Peralatan nambah, Utang Usaha nambah
- Peralatan = Harta nambah → Debit Rp3.000.000
- Utang Usaha = Utang nambah → Kredit Rp3.000.000
| Keterangan | Debit | Kredit |
|---|---|---|
| Peralatan | Rp3.000.000 | |
| Utang Usaha | Rp3.000.000 |
Contoh 3: Pemilik Setor Modal Rp10.000.000 ke Rekening Usaha
- Akun kena: Kas nambah, Modal nambah
- Kas = Harta nambah → Debit Rp10.000.000
- Modal Disetor = Modal nambah → Kredit Rp10.000.000
| Keterangan | Debit | Kredit |
|---|---|---|
| Kas | Rp10.000.000 | |
| Modal Disetor | Rp10.000.000 |
4. 3 Kesalahan Pemula yang Harus Dihindari
- Lupa total Debit = Kredit → Selalu cek ulang. Kalkulator teman terbaikmu.
- Nulis keterangan males-malesan → Jangan cuma tulis “Bayar”. Tulis “Bayar listrik Juni ke PLN”. Detail itu menyelamatkan.
- Nggak urut tanggal → Jurnal itu diary. Kalau loncat-loncat tanggalnya, auditor bisa nangis.
Kesimpulan
Bikin jurnal umum itu cuma 4 langkah:
- Catat transaksi apa yang terjadi
- Tentuin kena akun apa aja
- Tentuin debit-kredit pakai DEAL GIRL
- Tulis rapi + kasih keterangan
Lakuin tiap hari. Jangan ditumpuk seminggu. Dijamin laporan keuangan akhir bulan jadi gampang banget.
Udah siap nyatet? Sekarang giliran kamu praktik. Ambil 1 transaksi hari ini, coba bikin jurnalnya pakai format di atas.




