4 Perusahaan Antre IPO, Sektor Saham Ini Mendominasi

4 Perusahaan Antre IPO, Sektor Saham Ini Mendominasi

Liputan6.com, Jakarta – Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat empat perusahaan masih dalam proses penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO). Dari empat perusahaan itu, sektor saham perawatan kesehatan mendominasi.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI, Saidu Solihin menuturkan, hingga 17 Juli 2026 telah tercatat tujuh perusahaan yang mencatatkan saham di BEI. Dana dihimpun dari BEI mencapai Rp 2,16 triliun.

“Hingga saat ini, terdapat empat perusahaan dalam pipeline pencatatan saham BEI,” kata Saidu, Jumat (17/7/2026).

Berdasarkan klasifikasi aset perusahaan yang saat ini berada dalam pipeline merujuk pada POJK Nomor 53/pojk.04/2017 antara lain dua perusahaan aset skala kecil atau aset di bawah Rp 50 miliar. Kemudian dua perusahaan aset skala besar atau aset di atas Rp 250 miliar.

Sedangkan dilihat dari sektornya, masing-masing satu perusahaan dari sektor basic materials dan consumer nonsiklikal. Kemudian dua perusahaan dari perusahaan perawatan kesehatan.

Selain itu, BEI juga mencatat 114 emisi dari 62 penerbit efek bersifat utang dan sukuk (EBUS) hingga saat ini. Dana dihimpun Rp 103,86 triliun.

“Sampai dengan 17 Juli 2026 terdapat 11 emisi dari 9 penerbit EBUS yang sedang berada dalam pipeline,” ujar Saidu.

Sektor penerbit EBUS itu antara lain masing-masing satu perusahaan dari sektor basic materials dan sektor consumer nonsiklikal, lima perusahaan dari sektor energi. Kemudian masing-masing dua perusahaan dari sektor keuangan dan infrastruktur.

BEI juga mencatat hingga 17 Juli 2026, terdapat 15 perusahaan tercatat atau emiten yang telah menerbitkan rights issue. Total nilai rights issue Rp 10,69 triliun. Saidu mengatakan, masih terdapat satu perusahaan tercatat dalam pipeline rights issue di BEI dari sektor properti.

BEI: BSA Jadi Emiten Perdana yang IPO pada 2026

Sebelumnya, di tengah dinamika dan ketidakpastian pasar modal yang sempat diwarnai gonjang-ganjing, PT BSA Logistik Indonesia Tbk (WBSA) justru membuka tahun 2026 dengan langkah berani. Perseroan resmi mencatatkan saham perdana di Bursa Efek Indonesia sebagai emiten pertama tahun ini.

“Saya mengucapkan selamat atas pencatatan perdana saham PT BSA Logistik Indonesia TBK yang resmi. Ini menarik nih, menjadi perusahaan pencatatan yang pertama di 2026,” kata Direktur PT Bursa Efek Indonesia I Gede Nyoman Yetna, dalam Pencatatan Perdana Saham PT BSA Logistik Indonesia Tbk, di Gedung BEI, Jakarta, Jumat (10/4/2026).

Menurutnya, momentum ini menjadi sinyal penting bahwa minat perusahaan untuk melantai di bursa tetap terjaga, sekaligus menunjukkan kepercayaan terhadap pasar modal Indonesia di tengah kondisi yang fluktuatif.

Keandalan Jaringan Distribusi

Nyoman mengatakan pencatatan perdana ini bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi awal perjalanan BSA Logistik di arena publik dengan berbagai tuntutan dari regulator dan investor.

“Hari ini kita menjadi saksi PT BSA Logistik Indonesia TBK memulai perjalanannya memasuki apa yang kita maksudkan sebagai public arena, arena publik dengan multiple stakeholder,” ujarnya.

Sebagai perusahaan yang bergerak di sektor logistik, BSA Logistik menghadapi tantangan bisnis yang sangat operasional, sensitif terhadap waktu, dan bergantung pada kualitas layanan.

BEI menilai, keandalan jaringan distribusi, efisiensi operasional, serta ketepatan waktu pengiriman menjadi faktor krusial yang harus dijaga. Keterlambatan dalam pengiriman tidak hanya berdampak pada biaya, tetapi juga dapat menggerus kepercayaan pelanggan.

“Oleh karena itu, perseroan diharapkan menjaga keandalan jaringan distribusi, mengoptimalkan efisiensi perusahaan, dan memastikan on-time delivery dan kualitas layanan,” ujarnya.

Sumber : https://www.liputan6.com/saham/read/8248712/4-perusahaan-antre-ipo-sektor-saham-ini-mendominasi

Rahasia Ray-Ban Menguasai Wajah Dunia

Rahasia Ray-Ban Menguasai Wajah Dunia

Liputan6.com, Jakarta – Dalam industri mode global, kacamata hitam (sunglasses) secara tradisional diperlakukan sebagai aksesori musiman, yang merupakan sebuah pelengkap gaya yang hanya dikenakan saat cuaca terik di luar ruangan atau saat berlibur di pantai. Namun, Ray-Ban berhasil memecahkan pakem tersebut secara radikal.

Merek legendaris yang lahir dari kebutuhan militer ini sukses melakukan disrupsi total dengan mengubah produknya dari sekadar pelindung silau menjadi sebuah simbol budaya pop, mahakarya teknologi kecerdasan buatan, sekaligus kebutuhan medis harian yang melekat di wajah konsumen sepanjang hari.

Melalui kombinasi penetrasi budaya lewat Hollywood, dominasi jalur distribusi vertikal yang ketat, serta keberanian melompat ke ranah teknologi masa depan, Ray-Ban membuktikan bagaimana sebuah warisan klasik dapat mendikte arah modernitas tanpa kehilangan jiwanya.

Mengutip artikel Calgary Vision Centre, Senin (20/7/2026), kekuatan fondasi Ray-Ban berakar pada fungsionalitas murni yang kemudian bertransformasi menjadi ikon mode abadi. Ray-Ban pertama kali diciptakan pada tahun 1930-an atas permintaan pihak militer AS untuk mengatasi masalah pusing dan silau yang dialami para pilot pesawat tempur, yang melahirkan model Aviator yang legendaris.

Kemampuan Ray-Ban untuk terus relevan melampaui berbagai dekade didorong oleh desainnya yang melintasi batas zaman. Ketika model Wayfarer dirilis pada tahun 1950-an dengan material plastik tebal yang mendobrak pakem kacamata logam saat itu, Ray-Ban resmi mengukuhkan posisinya sebagai bagian tak terpisahkan dari subkultur sinema, musik, dan ekspresi gaya hidup global.

Kekuatan Bisnis Ray-Ban

Artikel Fortune Europe membedah bagaimana kekuatan bisnis modern Ray-Ban ditopang oleh ekosistem raksasa induk perusahaannya, EssilorLuxottica. Ray-Ban tidak lagi sekadar dititipkan di toko-toko optik pihak ketiga yang rentan terhadap fluktuasi pasar. Melalui jaringan EssilorLuxottica, mereka menguasai penuh jalur distribusi vertikal (vertical integration). Mereka memiliki dan mengontrol langsung gerai ritel global raksasa seperti Sunglass Hut dan LensCrafters, di samping gerai resmi Ray-Ban Store mereka sendiri.

Penguasaan dari hulu ke hilir ini memberikan keuntungan strategis yang luar biasa: Ray-Ban dapat mendikte tren pasar secara langsung, mengontrol harga agar tidak hancur oleh perang diskon retail, serta menyajikan pengalaman berbelanja premium yang seragam di seluruh penjuru dunia.

Kejayaan komersial Ray-Ban tidak dapat dipisahkan dari kejeniusan mereka dalam memanfaatkan industri sinema sebagai mesin pemasaran organik. Ray-Ban secara konsisten menerapkan strategi penempatan produk (product placement), di mana kacamata mereka tidak sekadar menjadi properti pasif, melainkan representasi emosional dari karakter utama. Strategi ini secara historis berhasil menyelamatkan model-model klasik Ray-Ban dari kepunahan produksi.

Pada awal era 1980-an, lini Wayfarer hampir dihentikan karena hanya terjual 18.000 pasang setahun. Namun, setelah Tom Cruise mengenakan Ray-Ban Wayfarer (RB2140) dalam film Risky Business (1983) dan posternya memperlihatkan ia melirik dari balik lensa hitam tersebut, penjualan langsung meledak hingga 360.000 pasang di tahun pertama karena merepresentasikan pemberontakan remaja yang keren.

Fenomena serupa terulang secara lebih masif melalui film Top Gun (1986). Ray-Ban mengintegrasikan model Aviator (RB3025) sebagai bagian tak terpisahkan dari seragam emosional karakter Maverick yang diperankan Tom Cruise, menjadikannya simbol mutlak bagi maskulinitas, keberanian, dan kultur pilot tempur.

Efeknya, penjualan Aviator melonjak hingga 40% setelah film dirilis. Puluhan tahun kemudian, ketika sekuel Top Gun: Maverick tayang pada tahun 2022, model klasik ini kembali diburu di pasar global, membuktikan kekuatan investasi visual jangka panjang di layar lebar.

Ray-Ban juga berhasil menyuntikkan produknya sebagai penanda identitas mutlak dalam film kultus The Blues Brothers (1980), di mana duo karakter utamanya mengenakan Wayfarer hampir di setiap adegan untuk memperkuat persona misterius yang cool.

Memasuki era 90-an, strategi ini berevolusi menjadi lebih terintegrasi melalui film Men in Black (1997). Will Smith dan Tommy Lee Jones mengenakan Ray-Ban Predator 2 yang secara fungsional masuk ke dalam plot cerita sebagai pelindung mata dari alat penghapus memori (Neuralyzer). Sinergi antara rilis film dan kampanye iklan serentak ini sukses melambungkan penjualan model Predator hingga bernilai jutaan dolar, menegaskan bahwa penonton tidak sekadar membeli kacamata, melainkan membeli karisma dari karakter yang mereka kagumi.

Lompatan Radikal Kacamata Pintar

Dikutip dari Forbes, disrupsi paling radikal dari Ray-Ban terjadi ketika mereka memutuskan untuk melangkah ke ranah kecerdasan buatan melalui kolaborasi strategis bersama Meta. Industri kacamata pintar atau smart glasses sebelumnya kerap kali dikuasai oleh perusahaan teknologi murni yang menghasilkan desain kaku, aneh, dan tidak modis di wajah, seperti yang terlihat pada kegagalan Google Glass di masa lalu. Berkaca dari kegagalan tersebut, Meta mengambil langkah cerdas dengan mendekati Ray-Ban untuk menyatukan dua dunia yang berbeda.

Strategi genius dari kolaborasi ini adalah komitmen untuk tetap mempertahankan bentuk fisik ikonik khas Ray-Ban, seperti siluet model Wayfarer atau Headliner, namun menyuntikkan teknologi canggih berupa kamera 12MP, sistem audio open-ear, dan asisten kecerdasan buatan (Meta AI) langsung ke dalam gagangnya.

Produk ini sukses besar dan meledak di pasaran dengan catatan penjualan mencapai 7 juta unit pada tahun 2025, yang kemudian berlanjut pada lonjakan masif di awal tahun 2026 di mana EssilorLuxottica berhasil melipatgandakan volume penjualan kacamata pintar tersebut. Konsumen berbondong-bondong membelinya bukan sekadar karena perangkat ini merupakan gadget canggih, melainkan karena produk ini adalah sepasang kacamata Ray-Ban yang keren, modis, dan kebetulan memiliki fitur pintar di dalamnya.

Paradigma Penggunaan Kacamata Hitam

Keberhasilan finansial dan teknologi juga diperkuat oleh kemampuan Ray-Ban membalikkan paradigma penggunaan kacamata hitam. Mereka sangat gencar menawarkan opsi kacamata dengan lensa resep dokter (prescription lenses) dan teknologi lensa Transitions yang secara otomatis menggelap saat terkena sinar matahari dan kembali bening di dalam ruangan.

Langkah ini secara genius memperluas utilitas produk mereka, di mana Ray-Ban bukan lagi sekadar aksesori fesyen musiman yang dipakai sesekali, melainkan bertransformasi menjadi kebutuhan medis harian yang krusial untuk mengoreksi penglihatan sekaligus menjaga penampilan penggunanya sepanjang hari.

Sinergi antara ketahanan warisan desain, kekuatan kontrol ritel, serta ketajaman revolusi wearable tech, menegaskan posisi Ray-Ban sebagai inovator paling tangguh di industri kacamata global. Ray-Ban memberikan pelajaran bisnis yang sangat berharga bahwa teknologi masa depan yang canggih tidak akan diadopsi secara luas jika mengorbankan estetika dan kenyamanan manusia.

Dengan tetap memprioritaskan keindahan desain klasik dan kegunaan medis yang jujur, Ray-Ban memastikan bahwa mereka tidak sekadar mengikuti perkembangan zaman, melainkan tetap menjadi sang pemegang kendali gaya dan visi dunia.

Sumber : https://www.liputan6.com/bisnis/read/8249795/rahasia-ray-ban-menguasai-wajah-dunia

8 Cara Mengenali Orang dengan IQ Rendah, Ada di Sekitarmu?

8 Cara Mengenali Orang dengan IQ Rendah, Ada di Sekitarmu?

Jakarta, CNN Indonesia — Ada beberapa cara mengenali orang dengan IQ rendah. Cara seseorang berpikir bisa terlihat dari perilaku dan pengambilan keputusannya sehari-hari.

Adapun IQ atau intelligence quotient sering digunakan untuk menggambarkan kemampuan berpikir seseorang. Meski begitu, penting untuk dipahami IQ bukan satu-satunya ukuran kecerdasan dan tidak bisa menentukan nilai seseorang secara utuh.

Oleh karena itu, pembahasan tentang cara mengenali orang dengan IQ rendah sebaiknya dipahami sebagai gambaran umum, bukan label mutlak.

Kalau kamu penasaran, ada beberapa cara mengenali orang dengan IQ rendah dari perilakunya dalam keseharian:

1. Kurang rasa ingin tahu

Salah satu cara mengenali orang dengan IQ rendah, yaitu melihat tingkat rasa ingin tahunya. Ia cenderung tidak tertarik mempelajari hal baru atau menggali topik lebih dalam.

Mengutip Your Tango, pengetahuan yang dimiliki sering kali hanya di permukaan tanpa keinginan memahami sebab atau konteks lebih luas. Akibatnya, cara pandangnya juga bisa menjadi lebih sempit.

2. Melihat dunia secara hitam-putih

Orang dengan kemampuan berpikir yang terbatas, sering memandang segala sesuatu secara mutlak, misalnya benar atau salah, tanpa ruang abu-abu. Ia kerap menggunakan kata-kata seperti “selalu”, “tidak pernah”, atau “mustahil.”

Pola pikir seperti ini membuatnya sulit menerima kenyataan bahwa banyak situasi dalam hidup bersifat kompleks.

3. Sulit mengubah pendapat

Ciri berikutnya, keras kepala dalam mempertahankan opini. Bahkan saat diberi informasi baru yang lebih akurat, ia tetap enggan mengubah sudut pandang. Hal ini menunjukkan kurangnya fleksibilitas kognitif atau kemampuan untuk terbuka terhadap ide lain.

4. Terlalu fokus pada diri sendiri

Kemampuan memahami sudut pandang orang lain membutuhkan kecerdasan kognitif sekaligus emosional. Orang yang kesulitan dalam hal ini cenderung lebih fokus pada kebutuhan dan pengalamannya sendiri.

Ia mungkin sulit mengerti mengapa orang lain berpikir berbeda atau membutuhkan bantuan. Sikap minim empati ini sering muncul dalam interaksi sosial.

5. Keterampilan bahasa terbatas

Cara mengenali orang dengan IQ rendah juga bisa dilihat dari kemampuan berbahasanya. Mengutip Housely, orang ini cenderung kesulitan menyampaikan ide secara jelas, baik dari sisi pilihan kata maupun susunan kalimat.

Memahami instruksi yang rumit atau pembicaraan yang kompleks pun bisa terasa sulit bagi mereka. Akibatnya, komunikasi sering tidak nyambung atau menimbulkan salah paham.

6. Sulit menerima kritik

Menerima kritik dari orang lain membutuhkan kemampuan berpikir terbuka dan kesiapan mengevaluasi diri.

Orang yang mudah defensif, marah, atau langsung menolak masukan bisa sulit memproses umpan balik. Mereka cenderung melihat kritik sebagai serangan, bukan peluang untuk berkembang.

7. Pesimistis dan mudah kehilangan motivasi

Saat menghadapi kegagalan, sebagian orang mampu bangkit dan belajar dari kesalahan. Namun, ada juga yang langsung merasa semuanya sia-sia lalu kehilangan semangat.

Sikap pesimis berlebihan dan sulit beradaptasi setelah mengalami hambatan sering dikaitkan dengan kemampuan problem solving yang rendah.

8. Sering bicara tidak pada tempatnya

Mengucapkan hal yang salah di waktu yang salah juga bisa menjadi tanda kurangnya kemampuan menyaring pikiran sebelum berbicara. Orang seperti ini kerap melontarkan komentar yang tidak sensitif, tidak sesuai situasi, atau menyinggung orang lain tanpa sadar.

Selain menunjukkan impulsivitas, kebiasaan ini juga menandakan lemahnya pemahaman konteks sosial.

Memahami cara mengenali orang dengan IQ rendah bisa membantu kita membaca pola perilaku tertentu, tetapi tetap harus dilakukan dengan hati-hati. IQ bukan satu-satunya ukuran kecerdasan, apalagi nilai seseorang sebagai manusia.

Ada banyak orang yang mungkin lemah dalam aspek akademik, tetapi unggul dalam empati, kerja keras, atau kreativitas. Oleh karena itu, lebih baik melihat ciri-ciri ini sebagai bahan refleksi dan pemahaman, bukan alat untuk merendahkan orang lain.

Sumber : https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20260713095951-284-1380011/8-cara-mengenali-orang-dengan-iq-rendah-ada-di-sekitarmu

Bukan soal Galak atau Ditakuti, Ini 7 Ciri Orang Berwibawa

Bukan soal Galak atau Ditakuti, Ini 7 Ciri Orang Berwibawa

Jakarta, CNN Indonesia — Orang yang berwibawa tak perlu meninggikan suara atau bersikap keras untuk membuat orang lain segan.

Ada sesuatu dari cara mereka berbicara, bersikap, hingga memperlakukan orang lain yang memunculkan rasa hormat secara alami.

Kewibawaan bukan sekadar soal jabatan atau penampilan. Berbagai studi menunjukkan bahwa wibawa lebih banyak dibangun melalui cara seseorang membawa diri dan berinteraksi dengan orang lain secara konsisten.

Lantas seperti apa ciri orang yang berwibawa?

1. Tetap tenang saat berada di bawah tekanan

Situasi sulit sering kali menjadi momen yang menunjukkan kualitas seseorang. Orang yang berwibawa umumnya tidak mudah panik atau terbawa emosi ketika menghadapi masalah.

Melansir studi Personality and Individual Differences, kemampuan tetap tenang saat berada di bawah tekanan (grace under pressure) merupakan salah satu komponen utama gravitas, yakni kualitas yang membuat seseorang lebih dipercaya dan dihormati.

Sikap tenang juga membantu mereka mengambil keputusan dengan lebih jernih tanpa terburu-buru.

2. Berbicara jelas dan percaya diri

Orang berwibawa tidak selalu menjadi pembicara paling banyak, tetapi mereka tahu cara menyampaikan pendapat secara jelas dan lugas.

Seseorang akan lebih mudah dipersepsikan memiliki wibawa ketika mampu berbicara dengan percaya diri, tidak bertele-tele, dan membuat lawan bicara merasa dihargai. Fokusnya bukan mendominasi percakapan, melainkan menyampaikan pesan secara efektif.

3. Ucapan dan tindakannya sejalan

Kepercayaan sulit dibangun jika seseorang sering berkata satu hal tetapi melakukan hal lain. Mengutip studi dari Personality and Individual Differences, integritas menjadi salah satu fondasi utama kewibawaan.

Orang cenderung lebih menghormati mereka yang menepati janji, bertanggung jawab, dan tidak mudah mengubah prinsip demi kepentingan sesaat. Konsistensi inilah yang membuat orang lain merasa yakin terhadap dirinya.

4. Lebih banyak mendengar daripada berbicara

Mendengarkan secara aktif membuat seseorang dipersepsikan lebih bijaksana, kompeten, dan layak dipercaya. Mereka memberi ruang bagi orang lain untuk berbicara sebelum memberikan tanggapan. Karena itu, orang berwibawa sering kali dikenal sebagai pendengar yang baik.

5. Dihormati karena kemampuan, bukan karena ditakuti

Melansir jurnal Current Directions in Psychological Science, seseorang dapat memperoleh status melalui dominance (dominasi atau intimidasi) maupun prestige (kemampuan dan pengetahuan).

Orang yang benar-benar berwibawa lebih banyak memperoleh rasa hormat melalui jalur prestige. Artinya, orang lain menghormati mereka karena kualitas dan kemampuannya, bukan karena rasa takut.

6. Memiliki bahasa tubuh yang tenang

Wibawa juga tercermin dari bahasa tubuh. Orang yang memiliki executive presence cenderung menjaga kontak mata, memiliki postur tubuh tegap, dan menunjukkan gerakan yang tenang tanpa tergesa-gesa.

Bahasa tubuh seperti ini membuat seseorang terlihat lebih percaya diri sekaligus meyakinkan saat berinteraksi.

7. Bersikap konsisten di berbagai situasi

Sikap seseorang terhadap atasan, rekan kerja, hingga orang yang baru dikenalnya sering kali menjadi cerminan karakter. Kepribadian lebih terlihat dari pola perilaku yang muncul berulang kali dibanding satu tindakan sesaat.

Karena itu, orang berwibawa biasanya tetap menunjukkan sikap hormat, bertanggung jawab, dan tenang, siapa pun lawan bicaranya.

Sumber : https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20260709141857-284-1378742/bukan-soal-galak-atau-ditakuti-ini-7-ciri-orang-berwibawa

Ini 5 Ciri-ciri Orang yang Sulit Fokus, Kamu Termasuk Enggak?

Ini 5 Ciri-ciri Orang yang Sulit Fokus, Kamu Termasuk Enggak?

Jakarta, CNN Indonesia — Fokus menjadi salah satu kunci keberhasilan untuk mengerjakan sesuatu. Pada saat seseorang sulit fokus, maka hasilnya tidak dapat maksimal atau bahkan mengalami kegagalan.

Tingkat fokus yang baik penting dalam hal bekerja. Nah, coba cek ciri-ciri orang sulit fokus berikut ini untuk mendeteksi apakah kamu termasuk salah satu di antaranya atau tidak.

Sulit fokus bukanlah sebuah kondisi yang bisa diabaikan begitu saja. Kesulitan untuk dapat memusatkan perhatian ini juga menjadi salah satu tanda seseorang mengidap gangguan attention deficit hyperactivity disorder (ADHD).

Jika dibiarkan dalam jangka waktu yang lama, kondisi ini dapat membuat individu tersebut mengalami kesulitan untuk dapat berpikir dengan jernih dan mengambil keputusan yang tepat.

Selain itu, mereka juga akan mengalami penurunan daya ingat, terutama hal- hal yang baru saja terjadi atau short term memory loss. Bahkan pada beberapa individu, sulit fokus juga dapat memicu munculnya kecemasan, frustrasi, hingga depresi ringan.

Ciri-ciri orang yang sulit fokus

Terdapat beberapa ciri-ciri atau gejala yang menunjukkan orang tersebut mengalami sulit fokus. Untuk dapat mengetahui, berikut ini ciri-ciri orang yang sulit fokus yang telah dirangkum dari berbagai sumber.

1. Sering gagal menyelesaikan tugas
Ciri pertama orang yang sulit fokus adalah sering kali gagal untuk menyelesaikan tugas atau masalah. Kesulitan fokus membuat seseorang tidak dapat menindaklanjuti instruksi dengan baik. Hal inilah yang membuatnya gagal untuk menyelesaikan tugas, pekerjaan, atau hanya sekedar pekerjaan rumah.

2. Sering berbuat salah
Hal ini disebabkan karena orang yang sulit fokus mengalami kesulitan untuk memberikan perhatian lebih pada detail sebuah tugas atau pekerjaan. Kondisi ini membuat mereka sering membuat kesalahan yang tak penting dan cenderung ceroboh.

3. Menghindari tugas
INFOGRAFIS: Mengenal Kepribadian Anyar Bernama ‘Otrovert’
Orang yang sulit fokus akan cenderung untuk menghindari tugas, terlebih tugas yang menuntut usaha dan fokus yang tinggi.

Bagi mereka, satu tugas baru berarti satu masalah baru yang harus diselesaikan. Masalahnya mereka tidak memiliki cukup kemampuan untuk menyelesaikannya.

4. Sering kehilangan
Kehilangan sebuah barang mungkin pernah dialami oleh semua orang. Namun, beda ceritanya bagi orang-orang yang sulit menjaga fokus.

Kehilangan atau lupa menaruh barang bagi mereka seperti sebuah rutinitas yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari.

5. Sulit mengatur kegiatan
Ciri orang yang sulit fokus terakhir adalah kesulitan untuk mengatur kegiatan. Semakin banyak kegiatan yang dilakukan, maka semakin sulit pula mereka untuk dapat menyelesaikan kegiatan tersebut dengan maksimal.

Jika kamu mengalami tanda di atas, langkah pertama yang bisa dilakukan adalah dengan memperbaiki kualitas tidur dan mengurangi hal-hal yang bisa memicu stres.

Istirahat yang cukup antara 7 – 9 jam juga bisa dilakukan untuk memastikan otak dapat beristirahat dengan baik, agar mudah untuk fokus.

Dampak buruk sulit fokus

Terdapat berbagai macam dampak buruk yang akan dialami oleh seseorang yang sulit untuk menjaga fokusnya. Dampak yang paling dirasakan adalah menurunnya produktivitas. Hal ini disebabkan karena otak mengalami kesulitan untuk menjaga performa secara maksimal.

Selain itu, sulit fokus juga akan membuat penderitanya mengalami kelelahan mental. Otak akan dipaksa untuk selalu bekerja lebih keras agar dapat memproses informasi. Inilah yang membuat seseorang yang sulit fokus merasa sangat kelelahan sama seperti pada saat melakukan aktivitas fisik yang berat.

Demikianlah ciri-ciri orang yang sulit fokus dan dampaknya yang dapat dijadikan referensi.

Sumber : https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20260717133922-284-1381845/ini-5-ciri-ciri-orang-yang-sulit-fokus-kamu-termasuk-enggak

Dianjurkan Menutup Pintu, Jendela dan Wadah-Wadah di Malam Hari

Dianjurkan Menutup Pintu, Jendela dan Wadah-Wadah di Malam Hari

Terdapat hadits dari sahabat Jabir radhiallahu’anhu, bahwa Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

( إِذَا كَانَ جُنْحُ اللَّيْلِ أَوْ أَمْسَيْتُمْ فَكُفُّوا صِبْيَانَكُمْ ، فَإِنَّ الشَّيْطَانَ يَنْتَشِرُ حِينَئِذٍ ، فَإِذَا ذَهَبَ سَاعَةٌ مِنْ اللَّيْلِ فَخَلُّوهُمْ ، وَأَغْلِقُوا الْأَبْوَابَ ، وَاذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ ، فَإِنَّ الشَّيْطَانَ لَا يَفْتَحُ بَابًا مُغْلَقًا ، وَأَوْكُوا قِرَبَكُمْ وَاذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ ، وَخَمِّرُوا آنِيَتَكُمْ وَاذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ وَلَوْ أَنْ تَعْرُضُوا عَلَيْهَا شَيْئًا، وَأَطْفِئُوا مَصَابِيحَكُمْ ) رواه البخاري (3280)

Jika malam datang menjelang, atau kalian berada di sore hari, maka tahanlah anak-anak kalian (di rumah), karena  ketika itu setan sedang bertebaran. Jika telah berlalu sesaat dari waktu malam, maka biarkan mereka (jika ingin keluar). Tutuplah pintu dan berzikirlah kepada Allah, karena sesungguhnya setan tidak dapat membuka pintu yang tertutup. Tutup pula wadah minuman dan makanan kalian dan berzikirlah kepada Allah, walaupun dengan sekedar meletakkan sesuatu di atasnya, matikanlah lampu-lampu kalian” (HR. Bukhari 3280, Muslim 2012).

Dan dengan lafadz lain riwayat Bukhari (5624):

أَطْفِئُوا الْمَصَابِيحَ إِذَا رَقَدْتُمْ وَغَلِّقُوا الْأَبْوَابَ وَأَوْكُوا الْأَسْقِيَةَ وَخَمِّرُوا الطَّعَامَ وَالشَّرَابَ

matikanlah lampu-lampu kalian, jika kalian hendak tidur. Dan tutuplah pintu-pintu serta tutuplah bejana serta wadah-wadah makan dan minum kalian

Dan dalam riwayat Ahmad (14747):

خَمِّرُوا الْآنِيَةَ وَأَوْكِئُوا الْأَسْقِيَةَ وَأَجِيفُوا الْبَابَ وَأَطْفِئُوا الْمَصَابِيحَ عِنْدَ الرُّقَادِ فَإِنَّ الْفُوَيْسِقَةَ رُبَّمَا اجْتَرَّتْ الْفَتِيلَةَ فَأَحْرَقَتْ الْبَيْتَ ، وَأَكْفِتُوا صِبْيَانَكُمْ عِنْدَ الْمَسَاءِ فَإِنَّ لِلْجِنِّ انْتِشَارًا وَخَطْفَةً

tutuplah bejana-bejana dan tempat minum kalian. Serta matikanlah lampu-lampu ketika hendak tidur. Karena fuwaisiqoh (binatang kecil, seperti cicak, tokek, dll) terkadang menyenggol sumbu dan bisa membakar rumah. Dan tahanlah anak-anak kalian (di rumah) ketika sore hari karena jin bertebaran ketika itu dan terkadang menculiknya

Juga dalam riwayat Ahmad (14597):

أَغْلِقُوا الْأَبْوَابَ بِاللَّيْلِ وَأَطْفِئُوا السُّرُجَ وَأَوْكُوا الْأَسْقِيَةَ وَخَمِّرُوا الطَّعَامَ وَالشَّرَابَ وَلَوْ أَنْ تَعْرُضُوا عَلَيْهِ بِعُودٍ

tutuplah pintu-pintu ketika malam, dan matikanlah lampu-lampu. Tutuplah bejana serta tempat makan dan minum, walaupun hanya engkau taruh sepotong kayu di atasnya

Hadits-hadits ini menunjukkan beberapa hal:

  1. Dianjurkan untuk melarang anak-anak kecil keluar rumah ketika menjelang malam. Yaitu mulai sore hari menjelang maghrib hingga beberapa saat setelah isya’. Karena ketika itu setan yang berupa jin sedang bertebaran di muka bumi. Adapun setelah beberapa saat masuknya waktu malam (yaitu waktu isya’), maka dibolehkan untuk keluar.
  2. Dianjurkan menutup pintu rumah, kamar, dan jendela ketika malam hari. Ketika tidak ada kebutuhan untuk membukanya. Anjuran ini terutama ketika hendak tidur.
  3. Juga dianjurkan untuk menutup bejana, tempat minum, tempat makan atau semisalnya. Jika tidak ada benda untuk menutupnya, dianjurkan tetap berusaha menutup walaupun dengan tidak sempurna, semisal dengan menaruh sebatang kayu di atasnya.

Ibnu ‘Abdil Barr mengatakan:

وفي هذا الحديث الأمر بغلق الأبواب من البيوت في الليل ، وتلك سنة مأمور بها رفقا بالناس لشياطين الإنس والجن

“dalam hadits ini adalah perintah untuk menutup pintu rumah di malam hari. Sunnah ini diperintahkan sebagai bentuk kasih menjaga manusia dari gangguan setan yang berupa manusia atau berupa jin” (Al Istidzkar, 8/363).

Ibnu Bathal mengatakan:

أمره عليه السلام بإغلاق الأبواب بالليل خشية انتشار الشياطين وتسليطهم على ترويع المؤمنين وأذاهم

“Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam memerintahkan untuk menutup pintu-pintu ketika malam hari karena mengkhawatirkan tersebarnya jin akan membuat orang kesurupan atau menimbulkan ketakutan dan gangguan pada kaum mu’minun” (Syarah Shahih Al Bukhari, 9/67).

Imam An Nawawi menjelaskan:

هذا الحديث فيه جمل من أنواع الخير والأدب الجامعة لمصالح الآخرة والدنيا ، فأمر صلى الله عليه وسلم بهذه الآداب التي هي سبب للسلامة من إيذاء الشيطان ، وجعل الله عز وجل هذه الأسباب أسبابا للسلامة من إيذائه ، فلا يقدر على كشف إناء ، ولا حل سقاء ، ولا فتح باب ، ولا إيذاء صبي وغيره إذا وجدت هذه الأسباب ، وهذا كما جاء في الحديث الصحيح أن العبد إذا سمى عند دخول بيته قال الشيطان : ( لا مبيت ) أي : لا سلطان لنا على المبيت عند هؤلاء ، وكذلك إذا قال الرجل عند جماع أهله : ( اللهم جنبنا الشيطان وجنب الشيطان ما رزقتنا ) كان سبب سلامة المولود من ضرر الشيطان ، وكذلك شبه هذا مما هو مشهور في الأحاديث الصحيحة

“Hadits ini mengandung sejumlah ajaran kebaikan serta adab-adab yang mengumpulkan maslahah dunia dan akhirat. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam memerintahkan untuk melaksanakan adab-adab sebagai sebab agar terhindar dari gangguan setan. Allah ‘Azza wa Jalla menjadikan hal-hal ini sebagai sebab agar terhindar dari gangguan setan. Maka setan tidak mampu membuka penutup wadah makan dan minum, tidak dapat membuka pintu dan tidak dapat mengganggu anak kecil dan selainnya jika sebab-sebab dilakukan. Sebagaimana juga disebutkan dalam hadits shahih bahwa jika seorang hamba membaca basmalah ketika masuk rumahnya, maka setan berkata, “Tidak ada tempat bermalam untukku“. Maksudnya mereka mengatakan: “kita tidak memiliki kekuatan untuk bermalam di rumah mereka”.

Demikian pula jika sebelum berjima’ seorang membaca,

اللهم جنبنا الشيطان وجنب الشيطان ما رزقتنا

/Allahumma jannibnas syaithoona wa jannibis syaitho0na maa rozaqtanaa/

Ya Allah, jauhkanlah kami dari syetan dan jauhkan syetan dari apa yang Engkau berikan rizki kepada kami.

Maka hal itu akan menjadi sebab keselamatan bagi bayi yang akan dilahirkan dari gangguan setan. Demikian pula hal serupa dalam beberapa hadits yang masyhur dan shahih” (Syarah Shahih Muslim, 13/185).

Namun, boleh membuka pintu atau jendela ketika malam jika ada kebutuhan. Karena perintah untuk melakukan adab-adab di atas adalah dalam rangka mencegah terjadinya keburukan atau sadd adz dzari’ah. Kaidah fiqhiyyah mengatakan:

ما حرم لذاته لا يباح إلا لضرورة، وما حرم سدا للذريعة أبيح للحاجة

“setiap apa yang diharamkan dzatnya, tidak diperbolehkan kecuali darurat. setiap apa yang diharamkan karena sadd adz-dazara’i, dibolehkan ketika ada hajat”.

Dan yang dimaksud al hajah atau hajat adalah hal-hal yang ada tuntutan untuk melakukannya dan jika tidak dipenuhi maka ia mendapatkan kesusahan dan kesulitan, namun tidak sampai membahayakan.

Oleh karena itu Syaikh Muhammad Shalih Al Munajjid mengatakan:

فإذا أراد أهل البيت فتح النوافذ مثلا لشدة الحر ، مع التحرز للحرمات ، فلا حرج في فتحها ، وإذا كان هناك ما يستدعي فتح باب معين بصفة دائمة لكثرة الدخول والخروج فلا حرج في فتحه ، ومتى انقضت الحاجة أوصد وأغلق

“jika penghuni rumah ingin membuka jendela karena udara terlalu panas misalnya, selama terhindar dari hal-hal yang haram, maka tidak mengapa dibuka. Atau jika ada kebutuhan untuk membuka pintu tertentu karena seringnya orang mondar-mandir keluar-masuk, maka tidak mengapa dibuka. Setelah kebutuhannya sudah selesai, segera ditutup”

Wallahu a’lam.

Sumber : https://muslim.or.id/27255-dianjurkan-menutup-pintu-jendela-dan-wadah-wadah-di-malam-hari.html

7 Doa Memohon Kemenangan dalam Pertandingan dan Berbagai Urusan

7 Doa Memohon Kemenangan dalam Pertandingan dan Berbagai Urusan

Kemenangan tidak selalu berarti mengalahkan lawan dalam pertandingan, perlombaan, atau kompetisi, seperti sepak bola dan olahraga lainnya.

Dalam Islam, kemenangan juga dimaknai sebagai keberhasilan seseorang mengendalikan amarah, melawan hawa nafsu, serta tetap teguh dalam menjalankan kebaikan.

Untuk meraih kemenangan, tentu dibutuhkan usaha, persiapan, dan kerja keras. Namun, ikhtiar tersebut hendaknya disertai dengan doa agar setiap langkah mendapatkan pertolongan, keberkahan, dan hasil terbaik dari Allah SWT.

Berdoa sebelum bertanding atau menghadapi suatu urusan juga menjadi bentuk tawakal sekaligus pengingat bahwa segala kemenangan pada hakikatnya berasal dari-Nya.

Kumpulan Doa Meraih Kemenangan

Berikut adalah beberapa doa yang dapat dipanjatkan sebelum bertanding, menghadapi perlombaan, ujian, maupun berbagai urusan penting lainnya sebagai ikhtiar memohon pertolongan dan kemenangan dari Allah SWT.

1. Doa Memohon Kemenangan dan Kesabaran (Surat Al-Baqarah Ayat 250)

Doa ini dipanjatkan untuk memohon kesabaran, keteguhan hati, serta pertolongan Allah dalam menghadapi lawan atau berbagai tantangan:

رَبَّنَا أَفْرِغْ عَلَيْنَا صَبْرًا وَثَبِّتْ أَقْدَامَنَا وَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ

Latin: Rabbanaa afrigh ‘alainaa shobran wa tsabbit aqdaamanaa wanshurnaa ‘alal qoumil kaafiriin.

Artinya: “Ya Tuhan kami, limpahkanlah kesabaran kepada kami, teguhkanlah pendirian kami, dan tolonglah kami menghadapi orang-orang kafir.” (QS. Al-Baqarah: 250)

2. Doa Memohon Kemenangan yang Gemilang (Surat Al-Fath Ayat 1-3)

Ayat ini dianjurkan dibaca untuk memohon agar Allah memberikan kemenangan, petunjuk, serta pertolongan yang nyata.

اِنَّا فَتَحۡنَا لَكَ فَتۡحًا مُّبِيۡنًاۙ لِّيَغۡفِرَ لَكَ اللّٰهُ مَا تَقَدَّمَ مِنۡ ذَنۡۢبِكَ وَمَا تَاَخَّرَ وَيُتِمَّ نِعۡمَتَهٗ عَلَيۡكَ وَيَهۡدِيَكَ صِرَاطًا مُّسۡتَقِيۡمًاۙ وَيَنۡصُرَكَ اللّٰهُ نَصۡرًا عَزِيۡزًا

Latin: Innaa fatahnaa laka fathan mubiinaa. Liyaghfira lakallaahu maa taqaddama min dzambika wa maa ta’akhkhara wa yutimma ni’matahu ‘alaika wa yahdiyaka shiraatham mustaqiimaa. Wa yanshurakallaahu nashran ‘aziizaa. 

Artinya: “Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu kemenangan yang nyata agar Allah mengampuni dosa-dosamu yang telah lalu dan yang akan datang,

menyempurnakan nikmat-Nya kepadamu, memberi petunjuk kepadamu ke jalan yang luru, serta memberikan pertolongan yang kuat.”

3. Doa Memohon Keberuntungan dan Terhindar dari Dosa

Doa ini berisi permohonan agar memperoleh rahmat, ampunan, keselamatan dari dosa, serta kemenangan berupa surga:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ مُوجِبَاتِ رَحْمَتِكَ، وَعَزَائِمَ مَغْفِرَتِكَ، وَالسَّلَامَةَ مِنْ كُلِّ إِثْمٍ، وَالْغَنِيمَةَ مِنْ كُلِّ بِرٍّ، وَالْفَوْزَ بِالْجَنَّةِ، وَالنَّجَاةَ مِنَ النَّارِ

Latin: Allahumma inni as’aluka muujibaati rahmatika, wa ‘azaa’ima maghfiratika, was salaamata min kulli itsmin, wal ghaniimata min kulli birrin, wal fawza bil jannati, wan najata minan naar. 

Artinya: “Ya Allah, aku memohon kepada-Mu segala sebab yang mendatangkan rahmat-Mu, segala yang menghadirkan ampunan-Mu,

keselamatan dari setiap dosa, keberuntungan dalam setiap kebaikan, kemenangan berupa surga, dan keselamatan dari api neraka.”

4. Doa Singkat Memohon Keberuntungan dan Kesuksesan

Doa pendek ini dapat dibaca sebelum bertanding maupun saat menghadapi berbagai urusan penting:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْفَلَاحَ وَالنَّجَاحَ

Latin: Allahumma inni as’alukal falaaha wan najaaha.

Artinya: “Ya Allah, aku memohon kepada-Mu keberuntungan dan kesuksesan.”

5. Doa Agar Diberi Kemudahan Bertanding

Doa yang diajarkan Rasulullah SAW ini dipanjatkan agar setiap kesulitan dimudahkan oleh Allah SWT:

اللَّهُمَّ لَا سَهْلَ إِلَّا مَا جَعَلْتَهُ سَهْلًا وَأَنْتَ تَجْعَلُ الْحَزْنَ إِذَا شِئْتَ سَهْلًا

Latin: Allahumma laa sahla illaa maa ja’altahu sahlan wa anta taj’alul hazna idzaa syi’ta sahlan. 

Artinya: “Ya Allah, tidak ada kemudahan kecuali apa yang Engkau jadikan mudah. Engkau pula yang mampu menjadikan kesulitan menjadi mudah apabila Engkau menghendakinya.”

6. Doa Menghadapi Lawan

Doa ini dibaca ketika menghadapi musuh atau lawan sebagai permohonan agar Allah memberikan pertolongan:

اللَّهُمَّ مُنْزِلَ الْكِتَابِ، وَمُجْرِيَ السَّحَابِ، وَهَازِمَ الْأَحْزَابِ، اهْزِمْهُمْ وَانْصُرْنَا عَلَيْهِمْ

Latin: Allahumma munzilal kitaabi, wa mujriyas sahaabi, wa haazimal ahzaabi, ihzimhum wanshurnaa ‘alaihim. 

Artinya: “Ya Allah, Dzat yang menurunkan Alquran, yang menggerakkan awan, dan yang mengalahkan pasukan-pasukan musuh. Kalahkanlah mereka dan berilah kami kemenangan atas mereka.”

7. Doa Memohon Rahmat dan Kemenangan yang Besar

رَبَّنَا وَسِعْتَ كُلَّ شَيْءٍ رَّحْمَةً وَعِلْمًا فَاغْفِرْ لِلَّذِينَ تَابُوا وَاتَّبَعُوا سَبِيلَكَ وَقِهِمْ عَذَابَ الْجَحِيمِ ۝ رَبَّنَا وَأَدْخِلْهُمْ جَنَّاتِ عَدْنٍ الَّتِي وَعَدْتَّهُمْ وَمَنْ صَلَحَ مِنْ آبَائِهِمْ وَأَزْوَاجِهِمْ وَذُرِّيَّاتِهِمْ ۚ إِنَّكَ أَنْتَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ ۝ وَقِهِمُ السَّيِّئَاتِ ۚ وَمَنْ تَقِ السَّيِّئَاتِ يَوْمَئِذٍ فَقَدْ رَحِمْتَهُ ۚ وَذَٰلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ

Latin: Rabbanaa wasi’ta kulla syai’in rahmatan wa ‘ilman faghfir lilladziina taabuu wattaba’uu sabiilaka wa qihim ‘adzaabal jahiim. 

Rabbanaa wa adkhilhum jannaati ‘adninillatii wa’adtahum wa man shalaha min aabaa’ihim wa azwaajihim wa dzurriyyaatihim innaka antal ‘aziizul hakiim. 

Wa qihimus sayyiaati wa man taqis sayyiaati yauma’idzin faqad rahimtah, wa dzaalika huwal fauzul ‘azhiim. 

Artinya: “…Peliharalah mereka dari balasan kejahatan. Barang siapa yang Engkau pelihara dari balasan kejahatan pada hari itu, sungguh Engkau telah menganugerahkan rahmat kepadanya. Itulah kemenangan yang besar.” (QS. Gafir: 7-9)

Sumber : https://mozaik.inilah.com/ibadah/7-doa-memohon-kemenangan-dalam-pertandingan-dan-berbagai-urusan

Tanda Kekuasaan Allah pada Cicak dan Anak Burung Gagak

Tanda Kekuasaan Allah pada Cicak dan Anak Burung Gagak

Siapa yang tidak kenal dengan lagu anak-anak fenomenal berjudul “Cicak di Dinding”? Hampir semua masyarakat Indonesia pasti sangat akrab dengan lagu karya Abdullah Totong Mahmud atau AT Mahmud ini.

Lagu yang begitu viral sepanjang zaman, yang rasanya tidak perlu platform apa pun untuk menyebar, melainkan lewat mulut ke mulut seolah diwariskan dari generasi ke generasi. Lagu ini sering dinyanyikan oleh para ibu untuk menghibur anak-anak mereka.

Cicak-cicak di dinding

Diam-diam merayap

Datang seekor nyamuk

Hap, lalu ditangkap.

Tidak seperti lagu-lagu populer masa kini yang sering mengangkat tema cinta, patah hati, perselingkuhan, atau uang, “Cicak di Dinding” memiliki lirik yang sederhana namun penuh makna. Di balik kesederhanaannya, lagu ini menampilkan satu fenomena alam yang terdapat nilai ajaran dalam Islam, yaitu fenomena saat cicak mencari makan.

Lalu, nilai Islam apa yang dimaksud?

Dimensi Iman dalam Tindakan Cicak Mencari Makan

Kita mengenal cicak sebagai hewan reptil yang biasanya merayap di dinding atau tembok, hidup berdampingan dengan manusia, dan oleh sebagian orang dianggap menjijikkan.

Namun, di balik sifatnya itu, ada sesuatu yang menarik dari hewan ini. Salah satunya adalah makanannya yang tak lain adalah nyamuk atau laron, sebagaimana disebutkan dalam lagu tersebut.

Nyamuk atau laron, seperti yang kita ketahui, merupakan hewan dengan kemampuan terbang.

Sadar atau tidak, di sini logika manusia seakan diuji. Bagaimana mungkin seekor hewan yang tidak bisa terbang memakan hewan lain yang bisa terbang? Apakah cicak harus melompat untuk menangkap nyamuk?

Jawabannya, nyamuklah yang datang menghampiri, sebagaimana disyairkan dalam lagu anak-anak ini. Lantas, siapa yang mendatangkan?

Allahlah yang mendatangkan nyamuk sebagai makanan cicak karena rezeki cicak sepenuhnya di tangan Allah yang memiliki sifat ar-Raziq, Maha Pemberi Rezeki.

Fenomena ini sekaligus menjadi bukti bahwa siapa pun atau apa pun makhluk bernyawa yang berada di muka bumi pasti telah memiliki ketetapan rezeki. Manusia maupun hewan, bahkan muslim maupun kafir.

Allah subhanahu wataala berfirman,

وَمَا مِنْ دَاۤبَّةٍ فِى الْاَرْضِ اِلَّا عَلَى اللّٰهِ رِزْقُهَا وَيَعْلَمُ مُسْتَقَرَّهَا وَمُسْتَوْدَعَهَا ۗ كُلٌّ فِيْ كِتٰبٍ مُّبِيْنٍ

Dan tidak satu pun makhluk bergerak (bernyawa) di bumi melainkan semuanya dijamin Allah rezekinya. Dia mengetahui tempat kediamannya dan tempat penyimpanannya. Semua (tertulis) dalam Kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh).” (QS. Hud: 6)

Ibnu Katsir rahimahullah dalam Tafsir al-Quran al-Adhim menyatakan,

Allah Taala mengabarkan bahwa Dialah yang menjadi penjamin rezeki seluruh makhluk di muka bumi, baik yang kecil maupun yang besar, yang di laut maupun yang di darat.”

Fenomena hampir serupa juga diperlihatkan oleh Allah pada salah satu makhluk-Nya, yaitu anak burung gagak (bughâts).

Keunikan anak burung ini terlihat ketika baru menetas, penampilannya tidak sama dengan induknya, melainkan berwarna putih. Hal ini menyebabkan sang induk enggan memberikan pengasuhan, termasuk memberinya makanan.

Lalu, bagaimana anak gagak ini makan?

Allah memberikannya suatu bau yang menarik serangga mendekat dan menjadi makanannya. Inilah yang konon melandasi seorang ulama ketika memohon doa kepada Allah, dia mengucap,

اللَّهُمَّ ارْزُقْنَا كَمَا تَرْزُقُ الْبُغَاثَ

Ya Allah, berikanlah kami rezeki sebagaimana Engkau memberikan rezeki kepada anak gagak.”

Inilah pelajaran iman yang dimaksud, yaitu tauhid bahwa Allah adalah ar-Raziq, Sang Maha Pemberi Rezeki, yang jika diteorikan maka masuk ke dalam pembagian tauhid rububiyah.

Merenungi Semua Tanda Kekuasaan Allah

Apa yang disebutkan di atas adalah kuasa Allah yang sekaligus Dia jadikan sebagai pelajaran dan tanda kekuasaan-Nya kepada hamba. Sebab, tidaklah Allah menciptakan sesuatu apa pun kecuali itu menjadi tanda kekuasaan-Nya.

Namun, hanya mereka yang menggunakan akal dan hatinya untuk berpikir yang dapat membaca dan menemukannya.

Allah subhanahu wataala berfirman,

اِنَّ فِيْ خَلْقِ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ وَاخْتِلَافِ الَّيْلِ وَالنَّهَارِ لَاٰيٰتٍ لِّاُولِى الْاَلْبَابِ

الَّذِيْنَ يَذْكُرُوْنَ اللّٰهَ قِيَامًا وَّقُعُوْدًا وَّعَلٰى جُنُوْبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُوْنَ فِيْ خَلْقِ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ

Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan pergantian malam dan siang terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang berakal,

(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri, duduk atau dalam keadaan berbaring, dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi.” (QS. Ali Imran: 190—191)

Bertafakur adalah memikirkan dan memahami setiap hikmah dan pelajaran yang terdapat di langit dan bumi, yang menunjukkan keagungan, kuasa, ilmu, hikmah, iradah, serta rahmat-Nya. (Tafsir al-Quran al-Adhim)

Oleh karena itu, dalam sebuah hadits maukuf disebutkan bahwa tafakur atau berpikir itu lebih utama dari shalat sunah malam.

تَفَكُّرُ ‌سَاعَةٍ ‌خَيْرٌ مِنْ قِيَامِ لَيْلَةٍ

Bertafakur sejenak lebih baik dari shalat malam.” (HR. Ibnu Abi Syaibah, 19/349, no. 37307)

Imam Nawawi Banten memberikan nasihat kepada orang-orang beriman agar banyak berpikir dan merenung. Setidaknya ada lima perkara yang hendaknya dijadikan bahan untuk merenung dan bertafakur,

قَالَ جُمْهُوْرُ الْعُلَمَاءِ: إِنَّ التَّفَكُّرَ عَلَى خَمْسَةِ أَوْجُهٍ: إِمَّا فِيْ آيَاتِ اللَّهِ وَيَلْزَمُهُ التَّوَجُّهُ إِلَيْهِ وَالْيَقِيْنُ بِهِ؛ أَوْ فِيْ نِعْمَةِ اللهِ وَيَتَوَلَّدُ عَنْهُ الْمَحَبَّةُ؛ أَوْ فِيْ وَعْدِ اللهِ وَيَتَوَلَّدُ عَنْهُ الرَّغْبَةُ؛ أَوْ فِيْ وَعِيْدِ اللهِ وَيَتَوَلَّدُ عَنْهُ الرَّهْبَةُ؛ أَوْ فِيْ تَقْصِيْرِ النَّفْسِ عَنِ الطَّاعَةِ وَيَتَوَلَّدُ عَنْهُ الْحَيَاءُ

“Mayoritas ulama menyatakan bahwa tafakur harus diarahkan pada lima hal.

(1) Tafakur pada ayat-ayat Allah untuk memperkuat keimanan dan keyakinan,

(2) tafakur pada nikmat Allah untuk memunculkan rasa cinta,

(3) tafakur pada janji Allah untuk membangkitkan semangat,

(4) tafakur pada ancaman Allah untuk membangkitkan rasa takut, atau

(5) tafakur pada diri sendiri yang kurang dalam ketaatan untuk memunculkan rasa malu.” (Kasyifatu as-Saja, Nawawi al-Bantani,38)

Maka bagi orang beriman lagi berakal, tidak ada alasan untuk tidak semakin menumbuhkan dan menguatkan imannya kepada Allah, karena ketika mereka berpikir dan merenungkan apa yang ada di alam dunia, mereka akan menemukan tanda keberadaan Sang Pencipta. Wallahu alam

Sumber : https://www.dakwah.id/tanda-kekuasaan-allah-pada-cicak-dan-anak-burung-gagak/

Cara Islam Mengatasi FOMO dan Perilaku Belanja Impulsif Gen Z

Cara Islam Mengatasi FOMO dan Perilaku Belanja Impulsif Gen Z

Menemukan cara mengatasi FOMO (Fear of Missing Out) dan kebiasaan belanja impulsif adalah tantangan nyata hari ini.

Di era yang serba instan, perubahan adalah hal yang pasti. Ritme kehidupan masa kini seakan dikendalikan oleh standar Generasi Z (kelahiran 1997—2012). Segala pernak-pernik dan kebiasaan yang melekat pada mereka perlahan bergeser menjadi identitas sekaligus standar kewajaran baru bagi masyarakat luas. Kata kuncinya adalah: instan dan cepat.

Tanpa sadar, paparan informasi yang melesat cepat dan kebiasaan membandingkan diri di media sosial melahirkan generasi yang rentan secara emosional. Dari titik inilah muncul wabah psikologis bernama FOMO atau rasa takut tertinggal tren.

Ironisnya, ekosistem digital hari ini mendukung penuh gaya hidup tersebut. Berbagai kemudahan untuk menikmati hidup—mulai dari fitur paylater, pinjaman online (pinjol), hingga godaan promo e-commerce—tersedia di ujung jari. Generasi Z, yang berstatus sebagai penduduk asli era digital (digital natives), menjadi kelompok yang paling rentan terjangkit perilaku belanja impulsif.

Pembelian impulsif sering kali terjadi tanpa rencana; semata karena konsumen terpancing stimulus visual tanpa pertimbangan matang. Fenomena lonjakan pembelian boneka Labubu baru-baru ini adalah contoh nyata. Produk tersebut dibeli bukan untuk memenuhi kebutuhan dasar, melainkan demi memuaskan keinginan dan mencari validasi sosial.

Ketika keinginan ini gagal terpenuhi, yang muncul adalah krisis kepercayaan diri. Mereka merasa tertekan, teralienasi dari pergaulan, dan dihakimi sebagai kelompok yang “tidak mampu”.

Nilai prioritas pun bergeser drastis. Kepemilikan barang bermerek tak lagi sekadar soal fungsi, melainkan telah menjadi alat validasi jati diri di mata teman sebaya. Pergeseran nilai inilah yang menjadi pintu masuk bagi masalah yang lebih mengakar: Materialisme.

Materialisme di Tubuh Gen Z

Mengapa gaya hidup instan dan FOMO begitu mudah menjangkiti generasi ini? Ada dua faktor utama yang memicu perilaku khas tersebut.

Pertama, perbandingan sosial (social comparison).

Perbandingan ini mencakup banyak aspek: mulai dari adu ide dan gagasan, pencapaian finansial, hingga standar penampilan fisik.[1] Berbagai kajian psikologi menyimpulkan bahwa kebiasaan membandingkan diri ini adalah dorongan spontan yang mengakar kuat di era media sosial.

Jauh sebelum era media sosial, Islam sejatinya telah memberikan resep psikologis untuk meredam kecemasan ini. Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam bersabda, “Lihatlah ke arah orang-orang yang berada di bawah kalian dan jangan melihat ke arah orang-orang yang lebih tinggi dari kalian. Hal itu lebih layak agar kalian tidak memandang remeh nikmat Allah atas kalian.” (HR. Muslim No. 2963)

Membandingkan diri dengan mereka yang lebih unggul secara duniawi (upward comparison) hanya akan melahirkan kecemasan (anxiety) dan perasaan inferior.

Semakin sering membandingkan, semakin tinggi tingkat kecemasan.[2] Sebaliknya, melihat mereka yang kurang beruntung (downward comparison) akan menumbuhkan harga diri dan rasa syukur yang mendalam.

Kedua, menguatnya watak materialisme.

Materialisme pada dasarnya adalah sifat bawaan manusia yang menyukai harta. Namun, ia bisa tumbuh liar jika terus dipupuk oleh lingkungan. Materialisme menjadikan benda berwujud sebagai tolok ukur kesuksesan tunggal, yang pada akhirnya meniscayakan lahirnya budaya konsumerisme.

Secara logis, kedua pemicu di atas sebenarnya bisa dikendalikan oleh diri sendiri. Meski demikian, berbagai studi menemukan sebuah ironi: pengendalian diri Gen Z terhadap pembelian impulsif saat ini tergolong sangat lemah.[3]

Lebih jauh, fenomena ini sejatinya adalah bagian dari skenario setan untuk menyesatkan manusia melalui godaan duniawi. Allah subhanahu wata’ala berfirman mengabadikan sumpah Iblis,

“Ia (Iblis)menjawab, ‘Karena Engkau telah menyesatkan aku,pasti aku akan selalu menghalangi mereka dari jalan-Mu yang lurus.Kemudian,pasti aku akan mendatangi mereka dari depan,dari belakang,dari kanan,dan dari kiri mereka.Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur.’” (QS. Al-A’raf: 16—17)

Sejalan dengan ayat tersebut, manusia memang diciptakan untuk diuji. Bukan ujian pendapatan, tapi ujian untuk bersyukur atau kufur. Lihat: QS. Al-Insan: 2—3.

Reset Cara Berpikir

Lantas, bagaimana cara memutus rantai konsumerisme dan godaan kebendaan ini? Langkah pertama dan paling fundamental adalah mereset cara berpikir, dimulai dengan membongkar pemahaman yang bias tentang agama.

Selama ini, agama (ad-dīn) sering dikerdilkan sebatas ritual ibadah. Padahal, cakupannya jauh melebihi itu.

Islam tidak anti terhadap pencapaian finansial atau manfaat materi. Akan tetapi, jika dilihat menggunakan kacamata maqashid syariah (tujuan disyariatkannya hukum), materi yang didapat di dunia harus bertransformasi menjadi kesejahteraan yang etis, berkeadilan, dan membawa kemaslahatan—baik di dunia maupun di akhirat.

Keuntungan harus membawa dampak adil dan membawa maslahat luas. Ini menjadi tolok ukur dan fondasi dalam melihat maslahat. Dengannya, akan melahirkan keberkahan yang harus diyakini sebagai salah satu sebab kebahagiaan di dunia.

Dalam Islam, keuntungan (maslahat) tidak ada yang 100% murni, begitu juga dengan kerugian (mafsadat). Keduanya ditimbang dari sisi mana yang lebih dominan, dan di sinilah akal manusia berperan.

Jika ada perintah atau kewajiban yang ada sedikit unsur mafsadat, jangan dilihat dari sisi mafsadatnya. Begitu pula mafsadat, meski sudah menjadi kebiasaan dan ada sedikit unsur kepuasan bukan berarti hal tersebut dianggap maslahat. (Ahmad Raisuni, Nazhariyatu Maqâshid  inda asy-Syâthibî, 250)

Sebagai contoh:

Pernikahan membawa maslahat ketenteraman, namun menuntut mafsadat berupa tanggung jawab kerja keras menafkahi dan merawat pasangan.

Kendaraan mewah membawa kenyamanan, namun mengundang mafsadat berupa biaya perawatan (maintenance) yang mahal.

Tempat tinggal memberikan perlindungan, namun memiliki mafsadat berupa risiko terbakar, rusak akibat gempa, atau kewajiban merenovasi yang melelahkan. (Izz bin Abdis Salam, Qawâid al-Aḥkâm fî Mashâliḥ al-Anâm, 1/8)

Begitulah cara berpikir seorang Muslim dalam memahami syariat. Menjalankan perintah bukan semata-mata karena maslahatnya, tapi karena memang diwajibkan. Begitu pula meninggalkan hal yang haram.

Tolok ukur maslahat dalam Islam adalah agama dan dunia, bukan hawa nafsu. Sebab, maslahat dan mafsadat akhirat tidak bisa diketahui oleh akal, melainkan murni bersumber dari wahyu. (Asy-Syâthibî, al-Mufawaqât, 2/37—39)

Manusia adalah makhluk yang suka tergesa-gesa dan terbatas pengetahuan dan akalnya. Oleh karena itu, syariat datang memberikan batas dan ikatan, supaya manusia tidak terjerumus dalam penyesalan serta hilangnya maslahat karena ketergesaan tersebut.

Betapa banyak syahwat sesaat—seperti pinjol demi belanja impulsif—mewariskan kesedihan dan penderitaan berkepanjangan.

Di sinilah al-Quran menawarkan konsep “perdagangan” yang melampaui kalkulasi material,

اِنَّ الَّذِيْنَ يَتْلُوْنَ كِتٰبَ اللّٰهِ وَاَقَامُوا الصَّلٰوةَ وَاَنْفَقُوْا مِمَّا رَزَقْنٰهُمْ سِرًّا وَّعَلَانِيَةً يَّرْجُوْنَ تِجَارَةً لَّنْ تَبُوْرَۙ

Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca Kitab Allah (al-Quran), menegakkan shalat, dan menginfakkan sebagian rezeki yang Kami anugerahkan kepadanya secara sembunyi-sembunyi dan terang-teranganmereka itu mengharapkan perdagangan yang tidak akan pernah rugi.” (QS. Fathir: 29)

Mereset cara pandang ini mutlak diperlukan. Ia harus dibarengi dengan kehati-hatian memilih lingkungan pergaulan, serta menyaring algoritma atau FYP (For You Page) di media sosial agar tetap sehat dan mencerahkan.

Ketaatan yang Melampaui Kalkulasi Akal

Setelah pola pikir berhasil direset, hal itu harus dieksekusi melalui tindakan praktis, yakni ibadah yang kontinu. Praktik beragama ini harus dijalankan dengan postur ketundukan penuh, tanpa harus selalu menunggu akal menemukan “untung-ruginya”.

Di era kebanjiran data (information overload), orang sering merasa bertambah pintar, padahal yang dikonsumsi hanyalah “sampah” informasi yang tidak relevan. Menggunakan akal rasional semata untuk menakar perintah agama sering kali berujung pada kebingungan.

Ambil contoh larangan mengonsumsi babi. Keharamannya bukan semata karena babi mengandung cacing pita.

Jika alasannya itu, maka apabila teknologi modern kelak mampu mensterilkan daging babi 100% dari cacing, apakah lantas babi menjadi halal? Tentu tidak. Keharaman tersebut adalah ketetapan otoritas Ilahi, bukan sebatas urusan higienitas yang bergantung pada kecanggihan teknologi.

Demikian pula dengan kewajiban shalat. Shalat tidak hanya dibebankan kepada orang kaya, orang yang sehat jasmani, yang sudah financial freedom, atau mereka yang punya banyak waktu luang. Siapa pun, dalam kondisi apa pun, wajib mendirikannya. Inti berkehidupan yang tersistem oleh agama ialah menjalankan kewajiban dan menjauhi larangan.

Oleh karena itu, menghindari kecemasan akibat upward comparison harus diiringi dengan tindakan praktis berupa istikamah melaksanakan kewajiban, meskipun kita belum mampu melihat keuntungan materialnya saat itu juga. Autentisitas al-Quran sebagai pedoman hidup sudah cukup menjadi alasan bagi kita untuk patuh.

Toh, pada masa diturunkannya syariat, kaum muslimin saat itu tidak serta-merta mendapatkan jawaban rasional atau keuntungan materi secara instan. Seiring berjalannya waktu, maslahat dari syariat tersebut mulai terkuak satu per satu dan justru memperkuat keyakinan.

Keterbatasan Akal dan Pancaindra

Kita bisa belajar dari ilmu kedokteran tentang batas kemampuan manusia. Dalam berbagai podcast kesehatan, para dokter spesialis kerap menyebutkan bahwa kanker bisa dicegah lewat gaya hidup sehat. Namun, faktanya penyebab kanker bersifat multifaktorial.

Ada orang yang sudah hidup sangat sehat, tanpa riwayat genetik, namun tetap divonis kanker. Ini adalah bukti sahih bahwa ada variabel takdir yang berada di luar jangkauan kendali akal manusia.

Dengan demikian, pemikiran yang tepat ialah menjalankan perintah agama dengan taat tanpa tapi.

Kreativitas dan pemikiran kritis Gen Z sangat dibutuhkan untuk memecahkan masalah peradaban. Namun, akal punya yurisdiksinya sendiri. Akal didesain untuk mengelola dunia, bukan untuk membongkar misteri gaib akhirat yang hanya bisa dijawab melalui iman.

Pancaindra dan akal manusia baru akan menyadari kebenaran alam akhirat dengan sempurna saat telah mengalami kematian.

Allah subhanahu wataala mengingatkan dengan tegas hal ini dalam firman-Nya QS. At-Takatsur: 1—8.

Kesimpulan

Untuk menavigasi arus kehidupan yang serba cepat ini, ada beberapa poin penting yang bisa dipegang teguh:

Pertama: Akar Masalah

Perilaku belanja impulsif dan gaya hidup FOMO, yang terutama menjangkiti Generasi Z, adalah buah dari keterbukaan informasi yang tanpa filter, memicu social comparison yang tidak sehat.

Kedua: Bahaya Materialisme

Watak dasar manusia yang mencintai gemerlap dunia, jika dibiarkan tanpa kendali (self-control), hanya akan melahirkan individu yang miskin syukur dan tersiksa oleh tuntutan sosial.

Ketiga: Solusi Holistik

Cara mengatasi FOMO adalah dengan: (1) mereset cara pandang terhadap realitas kehidupan, (2) mengimbangi dengan komunitas dan konsumsi media yang sehat, lalu (3) mewujudkannya dalam ibadah praktis yang konsisten.

Keempat: Fungsi Syariat

Aturan agama hadir sebagai pagar pembatas agar ketergesaan dan rabunnya mata manusia dalam menilai maslahat dan mafsadat tidak berujung pada penyesalan.

Kelima: Orientasi Akhirat

Menjalankan agama adalah untuk meraih kemaslahatan dunia dan akhirat, bukan karena menuntut imbalan hari ini juga. Tidak semua keuntungan (maslahat) didapat hari ini, begitu pula tidak semua kerugian (mafsadat) akan langsung terasa hari ini. Wallahu alam bish shawab.

Sumber : https://www.dakwah.id/cara-mengatasi-fomo-dalam-islam/

Madu untuk Menyuburkan Kandungan, Ini Faktanya!

Madu untuk Menyuburkan Kandungan, Ini Faktanya!

Banyak rumor yang beredar di masyarakat terkait cara meningkatkan peluang kehamilan, salah satunya adalah manfaat madu untuk menyuburkan kandungan. Namun, apakah madu memang terbukti efekfif sebagai penyubur kandungan? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini!

Madu telah lama dikenal sebagai bahan makanan dan obat herbal alami. Berkat kandungan nutrisi dan antioksidan yang melimpah, madu juga dianggap baik untuk meningkatkan kesuburan. Madu bahkan diyakini bisa digunakan untuk meningkatkan peluang kehamilan.

Mengenal Madu dan Kaitannya dengan Kesuburan

Madu mengandung berbagai zat yang memiliki sifat antioksidan, antibakteri, antiradang, hingga antikanker. Flavonoid dan polifenol adalah antioksidan utama yang terdapat pada madu.

Selain itu, madu juga mengandung beragam nutrisi, seperti:

  • Fruktosa
  • Glukosa
  • Protein
  • Mineral, termasuk magnesium, kalium, fosfat, kalsium, natrium, dan zat besi
  • Vitamin, yaitu vitamin C dan vitamin B

Karena kandungan nutrisi dan antioksidannya yang tinggi, madu telah lama digunakan sebagai salah satu pengobatan herba untuk mengatasi berbagai masalah kesehatan.

Terkait dengan kesuburan, madu memang telah lama dipercaya dapat meningkatkan kesuburan pria dan wanita. Berikut ini adalah beberapa manfaat madu sebagai obat herba untuk meningkatkan kesuburan:

Menjaga kesehatan indung telur dan kualitas sel telur

Beberapa studi menunjukkan bahwa madu dianggap mampu meningkatkan kualitas sel telur dan memelihara kesehatan indung telur (ovarium). Hal itu berkat kandungan vitamin, zat besi, mineral, dan antioksidan di dalam madu.

Meningkatkan kualitas sperma

Pada pria, kandungan antioksidan serta mineral dan vitamin yang terdapat dalam madu diketahui dapat mengatasi kondisi ketidaksuburan pada pria. Madu diyakini dapat meningkatkan produksi hormon testosteron dan meningkatkan kualitas sperma.

Memperkuat libido

Madu merupakan salah satu bahan herba yang memiliki efek afrodisiak atau meningkatkan hasrat seksual. Ini berkat kandungan zat boron di dalam madu yang diketahui dapat meningkatkan hormon testosteron. Hormon inilah yang kemudian dapat meningkatkan libido seseorang.

Sayangnya, berbagai manfaat madu sebagai penyubur kandungan di atas baru sebatas pada studi berskala kecil atau riset di laboratorium. Sejauh ini, belum ada penelitian yang dapat membuktikan bahwa madu memang efektif untuk menyuburkan kandungan dan efektif digunakan sebagai obat untuk mengatasi gangguan kesuburan.

Oleh karena itu, manfaat madu sebagai penyubur kandungan masih perlu diteliti lebih lanjut. Terlepas dari khasiat madu untuk kesuburan yang belum terbukti klinis, madu memang memiliki beragam manfaat kesehatan, misalnya untuk pengobatan luka, ulkus diabetikum, dan herpes.

Madu juga diketahui dapat menurunkan risiko terjadinya penyakit tertentu, seperti tekanan darah tinggi, penyakit jantung, stroke, dan kanker.

Tips untuk Meningkatkan Kesuburan

Karena belum terbukti efektif untuk meningkatkan kesuburan, Anda bisa mencoba beberapa cara lain untuk meningkatkan kesuburan, seperti:

1. Perbanyak konsumsi buah dan sayur

Perbanyak asupan makanan penyubur kandungan, buah dan sayur yang mengandung antioksidan seperti vitamin C, vitamin E, beta karoten, folat, dan zinc. Antioksidan dapat melawan radikal bebas yang dapat merusak sperma dan sel telur.

2. Tingkatkan asupan kalori di pagi hari

Perbanyak asupan kalori saat sarapan dan batasi asupan kalori pada malam hari. Cara ini dapat meningkatkan jumlah produksi hormon yang berperan terhadap kesuburan, baik pada wanita maupun pria.

3. Batasi makanan atau minuman yang terlalu manis

Makanan atau minuman yang terlalu manis dapat membuat kadar gula darah tidak terkendali. Kondisi ini dapat menimbulkan gangguan pada hormon insulin, yaitu hormon yang berpengaruh terhadap kesuburan. Oleh karena itu, batasi mengonsumsi makanan manis atau gunakan pemanis alami seperti madu.

4. Konsumsi lemak sehat

Hindari makanan yang banyak mengandung lemak jahat, misalnya lemak trans dan lemak jenuh, karena jenis lemak ini dapat membuat berat badan cepat naik. Berat badan berlebih merupakan salah satu faktor yang dapat mengganggu kesuburan.

Sebagai gantinya, konsumsilah makanan yang kaya lemak sehat, seperti minyak zaitun, minyak jagung, atau minyak kelapa murni.

5. Perhatikan jumlah konsumsi karbohidrat

Batasi asupan karbohidrat dan perbanyak makanan berserat tinggi. Hal ini dapat memperbaiki kadar hormon yang mendukung kesuburan, terutama pada wanita dengan sindrom ovarium polikistik (PCOS).

6. Ganti protein hewani dengan nabati

Batasi asupan makanan yang mengandung protein hewani dan gantilah dengan makanan berprotein nabati, seperti kacang-kacangan dan biji-bijian utuh. Konsumsi pula produk susu rendah lemak.

7. Lakukan olahraga secara rutin

Untuk mengatasi masalah kesuburan, cobalah untuk rutin berolahraga sebanyak 150 menit per minggu atau 30 menit tiap harinya, dan sertai dengan pola makan sehat. Olahraga yang bisa dipilih, antara lain jalan santai, berenang, yoga, dan bersepeda.

Demikian fakta mengenai produk madu penyubur kandungan. Jadi, mulai sekarang Anda bisa mempertimbangkan kembali penggunaan madu, ya!

Sumber : https://www.alodokter.com/madu-untuk-menyuburkan-kandungan-ini-faktanya