Bacaan Doa Attahiyatul Mubarakatus Lengkap: Arab, Latin, Arti, Hukum, dan Panduan Duduknya

Bacaan Doa Attahiyatul Mubarakatus Lengkap: Arab, Latin, Arti, Hukum, dan Panduan Duduknya

Menjalankan ibadah salat lima waktu merupakan rutinitas sekaligus momen sakral bagi umat Muslim untuk berdialog langsung dengan Allah SWT.

Di dalam rangkaian gerakan salat, terdapat berbagai doa yang diamalkan, salah satunya adalah doa attahiyatul mubarakatus.

Mungkin, kita selama ini sering melafalkannya secara refleks. Namun, tahukah kamu apa arti dan makna di balik bacaan doa attahiyatul mubarakatus?

Apa Itu Doa Attahiyatul Mubarakatus?

Doa attahiyatul mubarakatus merupakan bagian dari bacaan tasyahud atau tahiyat dalam salat.

Secara harfiah, kalimat ini berisi pujian tinggi, salam penuh berkah, penghormatan, serta persaksian iman yang diucapkan oleh seorang Muslim secara langsung.

Mengenai hukum bacaannya, jumhur ulama, termasuk Imam Syafi’i, Imam Maliki, dan Imam Abu Hanifah, sepakat menyatakan bahwa membaca doa ini berstatus sunnah.

Meski begitu, Mazhab Syafi’i memberikan penekanan khusus. Jika ada jemaah yang melewatkan atau meninggalkan tasyahud awal ini, maka salatnya tetap dinilai sah.

Namun, jemaah tersebut sangat dianjurkan untuk menambal kekurangan tersebut dengan melakukan sujud sahwi di akhir salat sebelum salam.

Bacaan Doa Attahiyatul Mubarakatus Lengkap dengan Maknanya

Agar lebih mudah dipahami dan dihafalkan oleh siapa saja yang sedang belajar menyempurnakan bacaan salatnya, berikut adalah lafaz doa tahiyat awal dan akhir yang ditulis secara lengkap:

1. Bacaan Doa Tahiyat Awal

اَلتَّحِيَّاتُ الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ ِللهِ، اَلسَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ، اَلسَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللهِ الصَّالِحِيْنَ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ

Latin: Attahiyatul mubaarakatush shalawaatuth thayyibaatulillaahi. Assalaamu ‘alaika ayyuhan-nabiyyu wa rahmatullaahi wa barakaatuhu. 

Assalaamu ‘alainaa wa ‘alaa ‘ibaadillaahish-shaalihiina. Asyhadu an laa ilaaha illallaahu wa asyhadu anna Muhammadar Rasuulullaahi.

Artinya: “Segala kehormatan, keberkahan, rahmat dan keselamatan, serta kebaikan hanyalah kepunyaan Allah.

Keselamatan, rahmat, dan berkah dari Allah semoga tetap tercurah atasmu, wahai Nabi (Muhammad).

Keselamatan, rahmat dan berkah dari Allah semoga juga tercurah atas kami, dan juga atas seluruh hamba Allah yang saleh.

Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan bahwa Muhammad adalah utusan Allah.”

2. Bacaan Doa Tahiyat Akhir

Setelah selesai membaca doa tahiyat awal di rakaat terakhir salat, seorang muslim wajib menyambungnya dengan membaca selawat kepada Nabi Muhammad SAW dan Nabi Ibrahim AS.

Bacaan ini disebut juga sebagai Selawat Ibrahimiyah. Berikut lafaz lengkapnya:

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ ، وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ ، اللَّهُمَّ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ ، وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ ، وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ

Latin: Allaahumma Shalli ‘Alaa Muhammad, Wa ‘Alaa Aali Muhammad. Kamaa Shallaita ‘Alaa Ibraahiim Wa ‘Alaa Aali Ibraahiim. 

Allahumma barik ‘Alaa Muhammad Wa ‘Alaa Aali Muhammad. Kamaa Baarakta ‘Alaa Ibraahiim Wa ‘Alaa Aali Ibraahiim, Innaka Hamiidum Majiid.

Artinya: “Ya Allah! Limpahilah rahmat kepada Nabi Muhammad dan keluarga Nabi Muhammad, sebagaimana pernah Engkau beri rahmat kepada Nabi Ibrahim dan keluarganya.

Dan limpahilah berkah atas Nabi Muhammad beserta para keluarganya, sebagaimana Engkau memberi berkah kepada Nabi Ibrahim dan keluarganya.

Di seluruh alam semesta Engkaulah yang terpuji, dan Maha Mulia.”

Tata Cara dan Panduan Posisi Duduk Iftirasy

Selain membaca tasyahud dengan benar, posisi tubuh saat tahiyat awal juga perlu diperhatikan agar sesuai dengan tuntunan yang diajarkan Nabi Muhammad SAW. Posisi duduk pada tasyahud awal ini dikenal sebagai duduk iftirasy.

Secara umum, duduk iftirasy dilakukan dengan menjadikan kaki kiri sebagai alas duduk, sementara kaki kanan ditegakkan. Berikut tata caranya:

1. Duduk di Atas Kaki Kiri

Duduklah di atas mata kaki kiri, dengan punggung kaki kiri diletakkan mendatar di atas sajadah sehingga menjadi alas tubuh saat duduk.

2. Menegakkan Kaki Kanan

Setelah kaki kiri digunakan sebagai alas, tegakkan kaki kanan. Jari-jari kaki kanan ditekuk ke bawah sehingga mengarah ke kiblat.

3. Meletakkan Tangan Kiri

Letakkan telapak tangan kiri di atas paha kiri dengan posisi terbuka dan rileks.

4. Mengatur Posisi Tangan Kanan

Tangan kanan diletakkan di atas paha kanan. Dalam penjelasan Kitab Salat Empat Mazhab karya Syaikh Abdurrahman Al-Jaziri, posisi jari-jari tangan kanan diatur sebagai berikut:

  • Jari kelingking dan jari manis digenggam.
  • Jari tengah dilingkarkan bersama ibu jari hingga membentuk lingkaran.
  • Jari telunjuk diangkat sebagai isyarat dan diarahkan ke depan. Posisi telunjuk tidak harus tegak lurus, tetapi sedikit condong ke depan saat berdoa.
  • Pandangan mata diarahkan ke jari telunjuk tersebut selama membaca tasyahud.

Posisi ini pada dasarnya menyerupai cara duduk Rasulullah SAW ketika berada di antara dua sujud.

Dalam hadis riwayat An-Nasa’i, beliau digambarkan duduk di atas kaki kiri dengan kaki kanan dalam posisi ditegakkan.

Sumber : https://mozaik.inilah.com/ibadah/bacaan-doa-attahiyatul-mubarakatus-lengkap-arab-latin-arti-hukum-dan-panduan-duduknya